cover
Contact Name
Rosnina A.G
Contact Email
-
Phone
+6282364568905
Journal Mail Official
agrium@unimal.ac.id
Editorial Address
Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh Main Campus, Cot Teungku Nie Street, Reuleut, Muara Batu, Aceh Utara District, Province of Aceh
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Agrium
ISSN : 18299288     EISSN : 26551837     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrium (Journal of Agricultural Research) ISSN 1829-9288 (Print) ISSN 2655-1837 (Online ) is a scientific publication media in are of agriculture that is published regularly every year, March and September. The manuscript comes from the results of basic and applied research, and the results of the literature review in the scope of agriculture.
Articles 450 Documents
Kajian Degradasi Lahan Akibat Kegiatan Pertambangan Untuk Pengembalian Fungsi Lahan Gultom, Ignasius; Maroeto, Maroeto; Arifin, Moch.
Agrium Vol 19 No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v19i1.6765

Abstract

Sumber daya lahan tidak dapat dipisahkan dengan tanah yang ada pada lahan tersebut di samping faktor-faktor luar yang akan mempengaruhinya. Lahan secara kualitas mengalami penurunan atau degradasi, namun lahan juga mengalami degradasi secara kuantitas, dengan berkurangnya ukuran lahan dengan bertambahnya kepemilikan lahan seiring berjalannya waktu. Wilayah penelitian yang dilakukan pada wilayah bekas tambang sirtu menunjukkan bahwa pada lokasi penelitian dengan tekstur Lempung sampai dengan Lempung Berdebu.Berdasarkan penilaian kekritisan lahan dengan menggunakan acuan Peraturan Nomor. P.32/Menhut-II/2009, didapatkan untuk wilayah W1 dan W2 masuk kedalam kelas kekritisan lahan Potensial Kritis, dan untuk W3 berada pada kelas kekritisan lahan Tidak Kritis. Berdasarkan acuan kerusakan tanah untuk produksi biomassa yang mengacu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No.7 Tahun 2006, kerusakkan tanah pada wilayah penelitian berada RI (Rusak Ringan) untuk ketiga wilayah sampling (W1, W2, dan W3) dengan faktor pembatas, kebatuan permukaan, fraksi pasir, berat isi, permeablitias dan redoks. Rekomendasi dan arahan perbaikan untuk mendukung pemanfaatan lahan sebagai lahan pertanian produktif adalah dengan melakukan penggabungan konservasi tanah, yaitu dengan penggunaan teras bangku dengan bahan batu serta melakukan penanaman tanaman tegakkan dengan pola agroforestry
Respon Viabilitas Dan Vigor Benih Kakao (Theobroma cacao L.)” Pada Perbedaan Letak Biji Dalam Buah Dan Lama Pengeringan Benih Muhammad Rafli
Agrium Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v16i1.1341

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh letak biji yang berbeda pada buah dan penurunan kadar air benih terhadap viabilitas dan vigor benih kakao. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial dengan tiga ulangan. Ada 2 faktor yang diteliti yaitu faktor letak biji pada buah (L) yang terdiri dari dari 3 taraf yaitu : (L₁) benih bagian pangkal, (L₂) benih bagian tengah, (L₃) benih bagian ujung. Sedangkan faktor yang kedua adalah : pengeringan benih (P) yang terdiri dari 3 taraf yaitu : (P₀) tanpa pengeringan, (P₁) pengeringan 1 hari, (P₂) pengeringan 2 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan letak biji berpengaruh nyata terhadap nilai viabilitas dan vigor benih yang diamati, kecuali terhadap nilai potensi tumbuh benih dan berat kering kecambah normal. Perlakuan terbaik dijumpai pada perlakuan letak biji di bahagian tengah buah (L2). Perlakuan pengeringan berpengaruh nyata terhadap nilai viabilitas dan vigor benih yang diamati, kecuali terhadap nilai potensi tumbuh benih dan berat kering kecambah normal. Perlakuan terbaik dijumpai pada perlakuan benih yang dikering anginkan selama 2 hari tengah buah (P2).Tidak terdapat terdapat interaksi yang nyata antara perlakuan letak biji dan perlakuan pengeringan benih kakao terhadap semua tolok ukur viabilitas dan vigor benih kakao yang diamati. Keywords: Cocoa seeds, viabilitas, vigor, drying time
Fitoremediasi Lahan Bekas Tambang Emas Dengan Penggunaan Berbagai Jenis Legume Dalam Memperbaiki Sifat Fisik Tanah Di Kabupaten Sijunjung Oktabriana. S, Giska; Syofiani, Riza; Gusmini, Gusmini; Aprisal, Aprisal
Agrium Vol 17 No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v17i2.2855

Abstract

Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, memiliki cadangan emas yang diperkirakan ada di beberapa lokasi. Kegiatan penambangan umumnya dilakukan di lahan pertanian dan perkebunan seperti persawahan dan perkebunan karet dengan teknik penambangan terbuka yang berpotensi merusak lingkungan. Akibat pengerukan, penimbunan, dan pemadatan kendaraan berat merusak tekstur tanah, pada tata air, resapan air yang terganggu akan meningkatkan limpasan dan erosi. Strategi perbaikan sifat fisik tanah dilakukan dengan penanaman tanaman penutup tanah yang dikenal dengan Legum Cover Crop (LCC). Tanaman ini dapat hidup dan bertahan hidup di tanah yang rusak dan berguna untuk melindungi tanah dari kerusakan erosi dan menghasilkan bahan organik dalam jumlah besar. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki sifat fisik lahan bekas penambangan emas. Penelitian ini dilakukan di Nagari Pala Luar Kecamatan Koto Tujuh Kabupaten Sijunjung Sumatera Barat selama 3 bulan dan dilakukan analisis tanah di Laboratorium Tanah Fakultas Pertanian Universitas Andalas. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan LCC yang berbeda: A = Kontrol (tanpa penerapan LCC), B = Mucuna conchinchinensis, C = Calopogonium mucunoide, D = Centrocema pubescens dan E = Mucuna bracteata. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan Analisis Varians (ANOVA) dan uji Tukey's HSD diterapkan jika ada perbedaan rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan LCC Mucuna conchinchinensis telah memperbaiki sifat fisik tanah yang ditunjukkan dengan peningkatan bahan organik tanah, penurunan volume tanah (BV), dan peningkatan total pori-pori tanah bekas tambang emas di Sijunjung. Kabupaten, Sumatera Barat.
Karakter Agronomi Beberapa Varietas Sorgum pada Lahan Marginal di Aceh Utara Elvira S D; Muhamad Yusuf; Maiyuslina Maiyuslina
Agrium Vol 12, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v12i1.371

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh dengan ketinggian tempat 18 m dpl dari bulan Nopember 2013 sampai Pebruari 2014. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok non faktorial dengan 3 ulangan. Data menunjukkan bahwa tinggi tanaman dan diameter batang setiap varietas sorgum tidak berbeda nyata pada 30 HST. Hasil yang lebih variatif didapati untuk tinggi tanaman dan diameter batang pada 60 dan 90 HST. Tinggi tanaman pada 60 HST lebih didominasi oleh varietas Numbu yang tidak berbeda nyata dengan varietas UPCA dan CTY-33.Selanjutnya diikuti oleh varietas Kawali yang tidak berbeda nyata dengan varietas. Berat 1000 biji sorgum tertinggi didapati pada varietas CTY-33 yang tidak berbeda nyata dengen varietas Numbu dan UPCA. Selanjutnya diikuti oleh varietas Mandau dan Kawali. Sedangkan untuk berat berangkasan basah juga didominasi oleh varietas CTY-33 yang tidak berbeda nyata dengan varietas UPCA. Diikuti oleh varietas Numbu, Kawali dan Mandau.  Berat berangkasan kering tertinggi diperoleh dari varietas CTY-33 dan diikuti oleh varietas UPCA, Kawali, Numbu dan Mandau. Secara umum, varietas CTY-33 unggul dari semua parameter pengamatan.
Inventarisasi dan Analisis Risiko Gulma Asing Invasif Pada Lahan Pertanian di Sawang Aceh Utara Firmansyah, Nanda; Baidhawi, Baidhawi; Khusrizal, Khusrizal; Handayani, Rd Selvy
Agrium Vol 16 No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v16i2.5866

Abstract

Kehadiran gulma asing invasif (GAI) memberikan peluang terjadinya peristiwa yang tidak dikehendaki sebagai akibat dari tindakan pengelolaan tanaman introduksi yang menguasai dan menyebar pada lahan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi dan menganalisis resiko spesies GAI pada lahan pertanian di Sawang Aceh Utara. Titik lokasi pengambilan sampel dilakukan pada beberapa tipe penggunaan lahan (TPL) yaitu kebun/tegalan, huma/ladang, sawah non-irigasi, sawah irigasi, perkebunan, padang rumput, hutan rakyat, dan kolam/tambak. Jenis GAI dikoleksi secara langsung dari lapangan dengan metode jelajah, dan dianalisis menggunakan sistem scoring mengacu pada pedoman analisis risiko GAI dari KLHK (Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) dan FORIS (Forests in Southeast Asia) Indonesia. Hasil kajian memperlihatkan terdapat 659 individu GAI yang berasal dari 36 spesies dan 14 famili. Famili yang memiliki spesies GAI terbanyak adalah famili Poaceae. Jenis gulma terbanyak berasal dari jenis gulma berdaun lebar sebanyak 20 spesies, sedangkan jumlah spesies GAI terbanyak yaitu spesies Rhynchospora colorata (L.) dengan jumlah 66 individu. Kategori risiko sangat tinggi disebabkan oleh spesies Axonopus compressus, Chromolaena odorata dan Paspalum conjugatum pada lahan tegalan/kebun, spesies Cyperus distans dan Rhynchospora colorata pada lahan ladang/huma, spesies Dactyloctenium aegyptium pada lahan padang rumput dan spesies gulma Panicum maximum pada lahan sawah irigasi.Kategori risiko sedang terdapat spesies gulma Ageratina adenophora pada lahan perkebunan dan spesies gulma Ageratum conyzoides pada lahan sawah non irigasi.Kategori risiko rendah  terdapat spesies gulma Digitaria fuscescens pada lahan hutan rakyat dan Heliotropium indicum pada lahan perkebunan.
PENGGUNAAN MEDIA ALTERNATIVE (DIAPERS) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN CABAI Safrizal Safrizal; Nazimah Nazimah; Rina Resssi
Agrium Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v15i1.687

Abstract

Red chili is a major vegetable both in Indonesia and abroad due to its benefits to the needs of nutrition and health through cooking spices. Utilization of home garden yard is an effective way to cultivate pepper plants. On the other hand, every household produces household waste which is difficult to decompose for instance diapers, so that it can cause environmental pollution in long-term. This study was conducted to investigate the role of planting media such as diapers of on chili growth. The results showed that the use of diapers of diapers as planting media gave no significant different to plant height at 1, 4, 7, 10, 13 and 16 week after application.  It also did not increase the number of leaves at the age of 1, 7, 10, 13 and 16 week after application.  There were no changes in leaf length at ages 1, 4, 7, 10 and 16 week after application. It also happened to also its leaf width at ages 1, 4, 7, 10, 13 and 16 week after application and number of branches at ages 1, 4, 7, 13 and 16 week after aplication. However, it showed a significant different to the number of leaves at age 4 week after planting and its leaf length at age 13 week after planting.   The interaction of using diapers as planting media gave significantly different response to root number, root length, wet root weight and plant canopy, and dry weight roots and plant canopy.
Respon Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Varietas IPB 3S Pada Beberapa Sistem Jajar Legowo Maisura, Maisura; Jamidi, Jamidi; husna, Asmaul
Agrium Vol 17 No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v17i1.2353

Abstract

Rice is the main staple food for Indonesian people where it is cultivated in the paddy field. Considering the population growth in Indonesia is increasing, it requires an effort to increase rice production to meet the needs of the growing population. One of the efforts is through planting superior varieties such as IPB 3S with a planting system which is known as Jajar Legowo. This research was conducted from January to April 2018 in Puloe Iboih Village, Kuta Makmur Sub-district, North Aceh and Agroecotechnology Laboratory, Malikussaleh University. The purpose of this research is to discover the impact of the Jajar Legowo planting system on the growth and production of IPB 3S variety. This research used  Randomized Block Design (RBD) Non-Factorial with planting system Jajar Legowo (3:1 and 4:1) which have plant spacing 25cmx25 cm with space between plants 40 cm. These treatments had 3 replications. The results revealed that planting system Jajar Legowo significantly increased the number of tillers at 50 and 60 days after planting, plant height at 30 days after planting, the amount of chlorophyll at 60 days after planting, grain weight, yield, and harvest index. From this research, it is found that the best plant spacing in the Jajar Legowo planting system was 3:1.
Keragaan Agronomi Dan Heritabilitas Varietas Kedelai Berbiji Besar Di Kabupaten Aceh Utara Dan Aceh Tamiang Nilahayati, Nilahayati; Nazimah, Nazimah; Gemasih, Melati; Ramadania, Ramadania
Agrium Vol 18 No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v18i2.5329

Abstract

Kedelai merupakan salah satu komoditas yang menjadi target pemerintah untuk swasembada pangan. Peningkatan produksi dalam negeri mutlak sangat diperlukan. Salah satu cara untuk peningkatan produksi kedelai adalah dengan menggunakan varietas unggul. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati keragaan agronomi beberapa varietas unggul baru berbiji besar di Provinsi Aceh. Penelitian ini dilaksanakan pada dua lokasi berbeda yaitu Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Tamiang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas berpengaruh terhadap semua peubah yang diamati kecuali jumlah cabang, jumlah polong dan bobot biji per tanaman di Kabupaten Aceh Utara. Produksi masing-masing varietas berturut-turut adalah Anjasmoro (2 tha-1), Grobogan (1.35 tha-1), Biosoy 1 (2.81 tha-1), Biosoy 2 (3.18 tha-1). Nilai heritabilitas berkisar antara 0.06 - 0.98. Varietas juga berpengaruh terhadap semua peubah yang di amati kecuali jumlah cabang dan jumlah polong pada penanaman di Kabupaten Aceh Tamiang. Rata-rata produksi setiap varietas berturut-turut adalah Anjasmoro (1.58 tha-1), Grobogan (2.18 tha-1), Biosoy 1 (4.20 tha-1) and Biosoy 2 (4.06 tha-1). Nilai heritabilitas berkisar antara 0.48 - 0.97. Varietas Biosoy 1 dan Biosoy 2 merupakan varietas unggul baru yang menunjukkan penampilan terbaik pada kedua lokasi penanaman.
Karakter Agronomi Beberapa Varietas Tomat (Solanum lycopersicum) Akibat Pemberian Ekstrak Lamtoro (Leucaena leucocephala L. ) Elvira S D; Muhamad Yusuf; Desi Yarnika
Agrium Vol 11, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v11i2.617

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi karakter agronomi beberapa varietas Solanum lycopersicum MILL. akibat pemberian ekstrak lamtoro (Leucaena leucocephala, L.) dengan dosis berbeda. Penelitian dilaksanakan menggunakan rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan. Dua varietas yang dicobakan adalah Mawar dan Karina, sebagai faktor pertama. Ekstrak lamtoro terdiri dari kontrol, 300 cc/l, 400 cc/l, dan 500 cc/l. Variabel yang diamati terdiri dari tinggi tanaman umur 15 dan 30 hari setelah tanam, jumlah bunga per dompolan, umur berbuah, jumlah bunga per dompolan per tanaman, dan berat buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi tanaman, umur berbuah, jumlah bunga per dompolan tiap tanaman dan berat buah sangat dipengaruhi oleh varietas. Sedangkan untuk pemberian ekstrak lamtoro, tidak ditemukan pengaruh pada setiap variabel pengamatan. 
Dosis Npk Dan Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh Tidak Mempengaruhi Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica Juncea L.) Muhammad Muaz Munauwar; Sri Jaya
Agrium Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v15i1.1266

Abstract

The purpose of this research is to observe the dosage of natrium, phospor and kalium fertilizer and the concentration of Atonic Growth Regulators appropriate for the growth and production of mustard greens (Brassica juncea, L) is good, and interaction of both factors. This research was conducted in Batumbulan Asli Village, Babussalam Sub-district, Southeast Aceh Regency with its height ± 220 m above sea. This research done in December 2016-January 2017, using Random Block Design (RBD) Factorial, which consists of 2 (two) factors. The first factor is the dosage of fertilizer (N) consisting of 3 levels, N1 = 0.50 gr /plot, N2 = 1 gr/ plot and N3 = 1.5 gr / plot. The second factor is the concentration of Atonic Growth Atonic Growth Regulator (A) consisting of 3 levels, A1 = 0.50 cc / l water, A2 = 1 cc /l water and A3 = 1.5 cc /l water. Parameters observed were plant height, number of leaves and leaf area. The results reported that fertilizers did not significantly affect the growth, but there was a tendency where the fertilizers and growth regulator fertilizer could increase the growth of mustard plant