cover
Contact Name
Rosnina A.G
Contact Email
-
Phone
+6282364568905
Journal Mail Official
agrium@unimal.ac.id
Editorial Address
Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh Main Campus, Cot Teungku Nie Street, Reuleut, Muara Batu, Aceh Utara District, Province of Aceh
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Agrium
ISSN : 18299288     EISSN : 26551837     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrium (Journal of Agricultural Research) ISSN 1829-9288 (Print) ISSN 2655-1837 (Online ) is a scientific publication media in are of agriculture that is published regularly every year, March and September. The manuscript comes from the results of basic and applied research, and the results of the literature review in the scope of agriculture.
Articles 450 Documents
Evaluasi Pertumbuhan Dan Hasil Empat Varietas Padi Sawah Rawa Lebak Pasca Banjir Di Aceh Utara Dari Benih Yang Ditanam Secara Berulang Safrizal, Safrizal; Nazimah, Nazimah; Facharurrazi, Sayed; Fuzari, Rajul; Dulfajri, Dulfajri
Agrium Vol 21 No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i1.15720

Abstract

Produksi padi dapat ditingkatkan melalui optimasi lahan sawah rawa lebak yang sangat luas di Indonesia. Pengembangan rawa lebak memiliki masalah serius dengan tinggi dan lama genangan yang terjadi terutama pasca hujan. Upaya yang sering dilakukan oleh petani sawah rawa adalah dengan menanam varietas yang tersedia dengan sumber benih yang diproduksi secara lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pertumbuhan dan hasil beberapa varietas padi yang ditanam secara berulang pada lahan sawah rawa lebak. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah petani Desa Cot Me dan Desa Ketapang. Nisam. Aceh Utara. Bulan Juni - Oktober 2022. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi yang disusun dalam rancangan acak kelompok). Petak utama adalah lama genangan yang terdiri dari 3 taraf, yaitu tanpa genangan, digenangi selama 1 minggu, dan digenangi selama 2 minggu. Anak petak adalah varietas padi yang terdiri dari varietas Ciherang, Impari, Cantik Manis, dan MR 297, terdapat 12 perlakuan dengan 3 ulangan sehingga terdapat 36 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan genangan berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan, anakan produktif, diameter batang, panjang daun, lalu pada komponen hasil jumlah malai, jumlah bulir isi, jumlah bulir hampa berat 100 biji, berat gabah per rumpun dan berat gabah kering juga berpengaruh nyata. Tinggi tanaman pada perlakuan tergenang dua minggu dengan varietas Cantik Manis relatif lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya.  Perlakuan penggenangan satu minggu dan dua minggu memberikan hasil yang lebih baik terutama pada varietas Cantik Manis, varietas Cantik Manis mampu memberikan hasil di atas 69 gram/rumpun, sehingga potensial untuk diikutsertakan dalam uji multilokasi pada lahan rawan banjir. Varietas memberikan potensi lebih besar tanggapannya terhadap parameter pertumbuhan terutama tinggi tanaman dan panjang daun pada genangan dua minggu ditunjukkan oleh varietas Cantik Manis dan Impari 32.
Pengaruh Dosis Pupuk NPK Mutiara dan Jenis Pemangkasan terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Okra (Abelmoschus esculentus L. Moench) Husna, Rika; Hayati, Rita; Sari, Puja
Agrium Vol 19 No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v19i1.11501

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk NPK mutiara dan jenis pemangkasan yang tepat serta interaksi antara keduanya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman okra. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai September 2019 di Kebun Percobaan Sektor Timur dan Laboratorium Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh. Rancangan Penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok pola Faktorial dengan 3 x 3 dengan 3 kali ulangan. Faktor yang diteliti yaitu dosis pupuk NPK yang terdiri dari 3 taraf (300 kg ha-1, 400 kg ha-1 dan 500 kg ha-1) dan jenis pemangkasan yang terdiri dari 3 taraf (pemangkasan pucuk, pemangkasan cabang dan pemangkasan daun). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis pupuk NPK mutiara berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 40 HST, pertumbuhan tanaman okra memberikan hasil terbaik pada dosis pupuk NPK mutiara 300 kg ha-1. Jenis pemangkasan berpengaruh nyata terhadap diameter pangkal batang tanaman okra pada umur 60 HST. Pertumbuhan terbaik terdapat pada pemangkasan cabang. Terdapat interaksi yang nyata terhadap tinggi tanaman okra. tinggi tanaman okra terbaik dijumpai pada kombinasi perlakuan dosis pupuk NPK 500 kg ha-1 denagan pemangkasan daun.
Pengaruh Beberapa Varietas Dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair Terhadap Produksi Padi (Oryza sativa L.) Dengan Menggunakan Metode Hazton Novita, Ade; Rosmaiti, Rosmaiti; Juanda, Boy Riza; Siregar, Dolly Sojuangan
Agrium Vol 20 No 4 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i4.14339

Abstract

Tujuan penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan varietas dan pupuk organik cair terhadap produksi padi dengan metode Hazton. Penelitian ini menggunakan Rancangan acak kelompok 2 faktor yaitu;  varietas yaitu Ciherang (V1),  Inpari 32 (V2),     Inpari 45 (V3), konsentrasi pemberian pupuk organik cair; tanpa pemberian pupuk (P0), 2 cc/liter (P1), dan 4 cc/l (P2). Untuk mengetahui performance pertumbuhan tanaman padi dilakukan pengamatan tinggi tanaman dan jumlah anakan 14 dan 28 HST, umur keluar malai, jumlah anakan produktif, panjang malai, umur panen, jumlah gabah, persentase gabah isi dan gabah kosong, berat gabah 1000 butir dan produksi gabah. Pengaruh yang sangat nyata terdapat pada tinggi tanaman, umur keluar malai, panjang malai dan umur panen. Tidak terdapat interaksi antar varietas dan konsentrasi pupuk organik cair serta tidak terdapat pengaruh yang nyata terhadap semua parameter yang diamati.
Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt.) Dengan Pemberian Kombinasi Pupuk N, P, K, Solid Dan Hayati Hapsoh, Hapsoh; Rahma Dini, Isna; Susanti, Selvi
Agrium Vol 21 No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i2.16714

Abstract

Jagung manis (Zea mays saccharata Sturt.) memiliki manfaat tidak hanya dapat dikonsumsi tetapi juga digunakan sebagai bahan industri. Peningkatan hasil jagung manis yang dilakukan dengan  pemupukan anorganik secara berlebihan tanpa dibarengi dengan penambahan bahan organik berakibat buruk bagi tanah. Aplikasi kompos solid dan pupuk hayati dengan konsorsium bakteri selulolitik merupakan alternatif dalam  memperbaiki sifat fisik, kimia dan hayati tanah. Penelitian bertujuan mengetahui kombinasi dosis pupuk N, P, K, solid dan hayati terhadap pertumbuhan dan hasil  jagung manis dalam mengurangi penggunaan pupuk N, P, K. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap, sembilan perlakuan dengan tiga ulangan sebagai berikut:    100% pupuk N, P, K; 100% Pupuk N, P, K+kompos solid (30.000 kg.ha-1); 75% Pupuk N, P, K+kompos solid (30.000 kg.ha-1); 75% Pupuk N, P, K+kompos solid (30.000 kg.ha-1)+pupuk hayati (10 ml/tanaman); 50% Pupuk N, P, K+kompos solid (30.000 kg.ha-1)+pupuk hayati; 25% Pupuk N, P, K+kompos solid (30.000 kg.ha-1)+pupuk hayati (10 ml/tanaman); 0% Pupuk N, P, K+kompos solid (30.000 kg.ha-1)+pupuk hayati (10 ml/tanaman); 0% Pupuk N, P, K+kompos solid (30.000 kg.ha-1); 0% Pupuk N, P, K+pupuk hayati (10 ml/tanaman). Hasil penelitian menunjukkan pemberian kombinasi 75% pupuk N, P, K dengan kompos solid 30 t.ha-1 dan pupuk hayati 10  ml.l-1 (tiga kali aplikasi) menghasilkan tinggi tanaman, bobot tongkol berkelobot, bobot tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol tanpa kelobot dan hasil bobot tongkol berkelobot per m2 pada tanaman jagung manis varietas Bonanza F1. Pemberian kompos solid dan pupuk hayati mampu mengurangi penggunaan pupuk N, P, K sebesar 25%.
Kajian Kemampuan Lahan Dan Arahan Penggunaan Lahan Di Kampus 2 Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, Nagari Sitanang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota P.S, Dyah; S, Riza; Suhadi, Suhadi; S.A, Ardi,; S, Ismet; A, Syafri
Agrium Vol 21 No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i1.15686

Abstract

Lahan Kampus II Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh yang terletak pada Jorong Batu Kabau, Nagari Sitanang, Kecamatan Lareh Sago Halaban termasuk lahan dengan bentuk berbukit dimana pada lahan ini digunakan selain sebagai lahan praktikum mahasiswa, juga digunakan sebagai lahan budidaya pertanian oleh masyarakat sekitar. Lahan berbukit yang memiliki kerentanan terhadap kerusakan lahan membutuhkan perencanaan yang tepat dalam pengelolaannya, salah satu informasi yang dibutuhkan adalah kelas kemampuan lahan agar penggunaan lahan dapat disesuaikan dengan potensi lahan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai kemampuan lahan serta potensi lahan yang disajikan dalam bentuk peta dan memberikan arahan penggunaan lahan agar dapat dikelola secara tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada lokasi penelitian memiliki 4 kelas kemampuan lahan yaitu kelas I, III, IV, dan VI dengan didominasi oleh kelas kemampuan lahan I dan IV. Kelas kemampuan lahan I seluas 8,3 hektar dan kelas kemampuan lahan IV seluas 20,92 hektar. Faktor pembatas yang mendominas pada kemampuan lahan adalah potensi erosi dan kelerengan. Arahan penggunaan lahan untuk lahan kampus II dapat dimanfaatkan sebagai lahan pertanian tanaman pangan semusim, tanaman perkebunan dengan teknik konservasi, dan agroforestry.
Stabilitas Bakteri Endofit Pseudomonas aeruginosa 2RWB2 Dan Pseudomonas aeruginosa 5BRB3 Dalam Formulasi Tepung Dengan Berbagai Bahan Tambahan Putri, Novita Pramahsari; Khaeruni, Andi; Ningsi Umar, Marnia; Santiaji, La Ode; Taufik, Muhammad; Satrah, Vit Neru; Sutariati, Gusti Ayu Kade; Wijayanto, Teguh
Agrium Vol 21 No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i2.16782

Abstract

Bakteri endofit Pseudomonas aeruginosa 2RWB2 dan P. aeruginosa 5BRB3 terbukti efektif mengendalikan Phytophthora palmivora pada persemaian. Agar aplikasi agens hayati  dapat bertahan lama diperlukan suatu formula yang mampu mempertahankan viabilitas dan daya hambat serta kemudahkan penggunaannya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui jenis formulasi tepung dan bahan tambahan yang memberikan pengaruh terbaik terhadap viabilitas dan daya hambat bakteri endofit Pseudomonas aeruginosa 2RWB2 dan P. aeruginosa 5BRB3 terhadap P. palmivora. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Proteksi Tanaman Unit Fitopatologi, Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari. Penelitian disusun menggunakan Rancangan acak lengkap dengan 6 perlakuan formula tepung dan bahan tambahan yang berbeda. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan dilaksanakan secara paralel dengan dua jenis bakteri endofit yaitu: P. aeruginosa 2RWB2 dan P. aeruginosa 5BRB3. Data dianalisis dengan sidik ragam dan apabila terdapat pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung talk dan tepung tapioka dapat berfungsi sebagai bahan dasar dalam formulasi agens hayati bakteri endofit P. aeruginosa 2RWB2 dan P. aeruginosa 5BRB3. Formulasi tepung tapioka P6 dengan penambahan pepton memiliki kemampuan terbaik dalam meningkatkan viabilitas bakteri endofit P. aeruginosa 2RWB2 yaitu sebesar 8,34 x 108 CFU/g pada 8 MSI, formulasi P3 memiliki kemampuan daya hambat terbaik yaitu sebesar 87,78% dengan masa simpan formulasi 10 MSI. Sedangkan tepung tapioka P5 memiliki kemampuan terbaik dalam meningkatkan viabilitas bakteri endofit P. aeruginosa 5BRB3 yaitu sebesar 8,14 x 108 CFU/g pada 8 MSI, formulasi P6 memiliki kemampuan daya hambat terbaik yaitu sebesar 88,89% dengan masa simpan formulasi 12 MSI.
Induksi Keragaman Genetik Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) Galur M.1.1.3 Menggunakan Mutagen Ethyl Methane Sulfonate Pada Generasi M1 A.S, Dicky; Nilahayati, Nilahayati; S, Adi; Usnawiyah, Usnawiyah; Khaidir, Khaidir
Agrium Vol 21 No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i2.16715

Abstract

Kedelai merupakan salah satu komoditas pangan terpenting di Indonesia karena memiliki kandungan protein yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh EMS terhadap keragaman morfologi dan agronomi pada galur M.1.1.3. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pulo Rungkom Aceh Utara dan di Laboratorium Agroekoteknologi. pada bulan Juli- Oktober 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap. Faktor yang diuji yaitu konsentrasi EMS yang terdiri dari empat taraf,yaitu 0% EMS (D0=kontrol), 0,1% EMS (Dl), 0,2% EMS (D2), 0,3% EMS (D3) dengan lama perendaman 6 jam. Karakter agronomi yang diamati adalah  tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang produktif, umur saat berbunga, umur saat panen, jumlah polong per tanaman, bobot 100 biji, bobot biji kering per tanaman, bobot biji kering per plot, produksi ton/ha, panjang dan lebar stomata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi mutagen EMS (Ethyl methane sulfonate) pada generasi M1 menurunkan karakter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang produktif, jumlah polong per tanaman, bobot 100 biji per tanaman, bobot biji per tanaman, bobot biji kering per plot, dan produksi ton/ha, namun meningkatkan umur berbunga dan umur panen.
Kajian Kualitas Buah Salak Sidimpuan Berdasarkan Jumlah Biji Pada Elevasi Yang Berbeda Ritonga, Rahmawati; Adelina, Rasmita; Sartika, Dewi; Nasution, Yusriani
Agrium Vol 21 No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i3.18677

Abstract

Perbedaan morfologi antara jenis-jenis salak terkadang terlihat mencolok, misalnya mengenai jumlah biji dalam satu buah salak serta ukuran buahnya. Ada buah  salak yang terdiri dari 1 biji,2 biji dan 3 biji. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas buah Salak Sidimpuan berdasarkan jumlah biji pada dataran rendah (<400 m dpl dan mengetahui kualitas buah Salak Sidimpuan berdasarkan jumlah biji pada dataran tinggi (>800 m dpl) serta mengetahui perbandingan kualitas buah salak sidimpuan berdasarkan elevasi yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di pertanaman Salak di Kabupaten Tapanuli Selatan dengan 2 (dua) Lokasi yang berbeda yaitu berdasarkan elevasi yang berbeda pada dataran rendah yaitu < 400 m dpl dan pada dataran tinggi > 800 m dpl dimulai pada bulan Juli sampai Agustus 2024.Hasil penelitian ini adalah kualitas buah salak sidimpuan berdasarkan jumlah biji (Biji satu, biji dua, biji tiga) pada dataran rendah < 400 m dpl memberikan pengaruh yang nyata pada semua parameter seperti pengamatan bobot buah total, bobot daging buah, bobot biji, persentase daging buah dan kandungan padatan terlarut. Kualitas buah salak sidimpuan berdasarkan jumlah biji (Biji satu, biji dua, biji tiga) pada dataran tinggi > 800 m dpl memberikan pengaruh yang nyata pada parameter pengamatan bobot buah total dan bobot daging buah, sedangkan bobot biji buah, persentase daging buah dan kandungan padatan terlarut tidak memberikan pengaruh nyata.
Karakterisasi Morfologi Dan Hasil Tanaman Kentang Varietas Granola Dan Kentang Merah Yang Dibudidayakan Di Bener Meriah Provinsi Aceh Ismadi, Ismadi; Annisa, Kholilah; Nazirah, Laila; Nilahayati, Nilahayati; Maisura, Maisura
Agrium Vol 18 No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v18i1.3844

Abstract

Kentang merupakan salah satu tanaman hortikultura yang disukai masyarakat karena mengandung karbohidrat dan nilai gizi yang tinggi. Penelitian ini dilakukan di Desa Ujung Gele Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah dengan ketinggian 1300 mdpl mulai Juli hingga November 2020. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik morfologi varietas Granola dan kentang merah yang dibudidayakan sesuai dengan pedoman teknis budidaya kentang oleh Balai Penelitian Teknologi Pertanian Jawa Barat tahun 2015. Karakteristik yang diamati mengikuti metode the International Union method for The Protection of New Varieties of Plants (UPOV, 2004) yang terdiri dari 32 karakteristik. Pengamatan meliputi tunas, batang, daun, bunga, buah, umur panen, umbi dan potensi hasil pada waktu yang berbeda. Tunas diamati sebelum tanam, batang, daun, bunga, dan buah diamati selama pertumbuhan dan terakhir umbi diamati setelah panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap varietas memiliki karakteristik morfologi yang berbeda dengan varietas lainnya. Varietas Granola memiliki umbi kuning dan bunga violet biru, sedangkan varietas kentang merah memiliki umbi merah dan bunga violet merah. Perhitungan potensi hasil menunjukkan bahwa varietas Granola dan kentang merah memiliki hasil yang tinggi yaitu 25.874 ton/ha (Granola) dan 28.671 ton/ha (kentang merah).Kata Kunci: tunas, batang, daun, bunga, umbi
Studi Pertumbuhan Bibit Anggrek Hitam Pada Kondisi Cekaman Kekeringan Menggunakan PEG Redenta Manalu, Cristi; Listiawati, Agustina; Asnawati, Asnawati
Agrium Vol 21 No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i2.18304

Abstract

Populasi anggrek hitam kian menurun setiap tahunnya yang disebabkan oleh fenomena alam maupun aktivitas manusia yang merambah hutan dan kegiatan eksploitasi anggrek secara besar-besaran. Pelestarian dan budidaya tanaman anggrek hitam di luar habitat aslinya mengalami kendala karena cekaman kekeringan akibat ketersediaan air yang tidak mencukupi. Anggrek hitam memerlukan  kondisi lingkungan dengan kelembapan yang cukup tinggi untuk pertumbuhan yang  optimal. Salah satu senyawa kimia yang umumnya digunakan untuk membantu melihat pengaruh cekaman kekeringan pada tanaman adalah PEG. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh   konsentrasi PEG yang dapat ditolerir oleh anggrek hitam pada fase pembibitan yang diaplikasi pada berbagai konsentrasi sebagai simulasi cekaman kekeringan. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (kelompok adalah jumlah daun), yaitu konsentrasi PEG dengan 5 taraf perlakuan. Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali dan setiap unit percobaan terdiri dari 4 tanaman sampel sehingga jumlah keseluruhan unit percobaan adalah 100. Adapun konsentrasi PEG yang diberikan adalah p0: 0% (kontrol), p1: 5%, p2: 10%, p3:15%, p4: 20%. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu, persentase jumlah bibit hidup (%), persentase pengurangan jumlah daun (%), pertambahan panjang akar, pertambahan tinggi tanaman, dan warna daun akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bibit anggrek hitam tidak tahan terhadap cekaman kekeringan melalui pengujian dengan PEG mulai dari konsentrasi 5% hingga 20%.