cover
Contact Name
Rosnina A.G
Contact Email
-
Phone
+6282364568905
Journal Mail Official
agrium@unimal.ac.id
Editorial Address
Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh Main Campus, Cot Teungku Nie Street, Reuleut, Muara Batu, Aceh Utara District, Province of Aceh
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Agrium
ISSN : 18299288     EISSN : 26551837     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrium (Journal of Agricultural Research) ISSN 1829-9288 (Print) ISSN 2655-1837 (Online ) is a scientific publication media in are of agriculture that is published regularly every year, March and September. The manuscript comes from the results of basic and applied research, and the results of the literature review in the scope of agriculture.
Articles 450 Documents
Pengaruh Dosis Pupuk Guano Dan Interval Waktu Pemberian Air Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Tomat Ceri (Solanum lycopersicum var. cerasiforme) Fajrin, Ananda Maulida; Sadiyah, Halimatus
Agrium Vol 21 No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i1.15684

Abstract

Tomat ceri merupakan salah satu jenis tomat yang saat ini banyak digemari, terutama dikalangan anak muda. Banyaknya manfaat dari buah tomat, menyebabkan permintaan pasar terhadap komoditas tomat semakin meningkat Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis pupuk guano dan interval waktu pemberian air terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman beserta interaksi antar keduanya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok, faktor petama yaitu dosis pupuk guano yang terdiri dari 4 taraf (0 g/tanaman, 200 g/tanaman, 300 g/tanaman, dan 400 g/tanaman), dan faktor kedua interval waktu pemberian air yang terdiri dari 3 taraf (1 hari sekali, 3 hari sekali, dan 5 hari sekali) sehingga diperoleh kombinasi perlakuan sebanyak 12 kombinasi yang diulang sebanyak 5 kali. Data dianalisis dengan analisis sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi dosis pupuk guano dan interval waktu pemberian air berpengaruh nyata terhadap diameter buah. Dosis pupuk guano 200 g/tanaman dan interval waktu pemberian air 3 hari sekali dapat direkomendasikan untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat ceri.
Kualitas Fisiologis Benih Hanjeli (Coix lacryma-jobi L.) Pada Beberapa Taraf Cekaman Salinitas Kadapi, Muhamad; Aurelia Pratomo, Rasya; Nurmala, Tati
Agrium Vol 20 No 4 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i4.13997

Abstract

Hanjeli (Coix lacryma-jobi L.) adalah tanaman pangan alternatif yang ditujukan untuk mendukung program diversifikasi sumber karbohidrat karena kandungan karbohidratnya yang hampir sama dengan beras dan jagung, serta dapat menjadi sumber pangan fungsional karena kandungan protein, lemak, dan kalsiumnya lebih baik dibandingkan beras. Namun demikian, salah satu kendala untuk mendukung usaha itu yaitu ekstensifikasi lahan pertanian ke areal  lahan marjinal seperti ke lahan dengan kondisi salin. Diperlukan kajian sebelum tanaman itu dikembangkan ke lahan marginal khususnya pada periode kritis tanaman, salah satunya fase perkecambahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat vigor benih hanjeli pada beberapa taraf cekaman salinitas. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2023 di Laboratorium Teknologi Benih, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap  dengan 4 taraf cekaman salinitas; 0 dS/m, 4 dS/m, 8 dS/m, dan 12 dS/m sebanyak 4 ulangan. Analisis keragaman berdasarkan uji F (level 5%) digunakan untuk mengetahui signifikansi antar perlakuan. Apabila terdapat perbedaan nyata maka dilakukan uji LSD pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada semua karakter pengamatan fisiologis benih seperti pada daya berkecambah, indeks vigor, panjang akar dan pupus berbeda nyata dan mengalami penurunan seiring bertambahnya taraf salin. Namun demikian, berdasarkan standar Stress Susceptibility Index benih hanjeli masih toleran sampai kadar salinitas 8 dS/m.
Pengaruh Penyakit Busuk Pangkal Batang (Ganoderma boninense) Terhadap Penurunan Populasi Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Di PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk Maharany, Rina; Wagino, Wagino; Guntoro, Guntoro; Syahputra, Rahmad
Agrium Vol 21 No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i2.16454

Abstract

Tujuan penelitian batang adalah untuk mengetahui pengaruh penyakit busuk terhadap populasi tanaman kelapa sawit. Penelitian dilakukan di Afdeling V Kebun Sei Baleh PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk sejak Juli-September 2020. Desain deskriptif dengan pengumpulan data sekunder. Data yang diperoleh adalah data inventarisasi tanaman kelapa sawit yang terserang Ganoderma pada tahun 2015-2019. Faktor yang diperhatikan adalah informasi dasar mengenai perkebunan, penurunan populasi/kepadatan tanaman per hektar (SPH), rekapitulasi inventarisasi pohon, dan memutuskan untuk menjaga populasi tanaman. Kesimpulannya, serangan penyakit busuk batang merugikan populasi tanaman kelapa sawit di Perkebunan Afdeling V Sei Baleh PT. Bakrie Sumatera Plantations Tbk. Intensitas serangan Ganoderma ditentukan oleh beberapa faktor seperti kurang memadainya lahan budidaya, curah hujan yang tinggi, dan umur tanaman. Upaya perusahaan untuk mempertahankan jumlah tegakan utama melibatkan penimbunan.
Peningkatan Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Di Pre-Nursery Dengan Aplikasi Biochar Dan Pupuk NPK Zuliati, Septiarini; Jamidi, Jamidi; Nazaruddin, M.; Irmawan, Irja
Agrium Vol 20 No 4 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i4.14340

Abstract

Kelapa sawit merupakan salah satu tanaman perkebunan yang mempunyai peranan  penting dalam kegiatan perekonomian di Indonesia. Dalam 5 tahun terakhir, luas areal perkebunan kelapa sawit mengalami peningkatan. Perluasan ini berdampak pada meningkatnya permintaan benih berkualitas. Upaya peningkatan mutu benih dapat dilakukan dengan mempertahankan prenursery dan main nursery. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat respon pertumbuhan bibit kelapa sawit pada pre-nurseri dengan pemberian biochar sekam padi dan pupuk NPK. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan dan Laboratorium Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh yang terletak di Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Agustus 2023. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama yaitu biochar sekam padi terdiri dari 0 g/polibag (B0), 75 g/polibag (B1), dan 150 g/polibag (B2). Faktor kedua adalah pupuk NPK yang terdiri dari 0 g/polibag (P0), 4 g/polibag (P1), dan 6 g/polibag (P2). Parameter pengamatan berupa tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, luas daun, dan klorofil daun. Biochar sekam padi memberi pengaruh terhadap tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun pada 90 setelah tanam (HST), dan klorofil daun pada 45-90 HST. Aplikasi pupuk NPK  memberi pengaruh  terhadap tinggi tanaman pada umur 60-90 HST, diameter batang dan luas daun pada umur 75-90 HST, jumlah daun pada umur 90 HST, dan klorofil daun pada umur 45-90 HST
Reducing Potato Cyst Nematode Attack on Granola L. with in-Vitro and ex-Vitro G0 Seed Production Yusianto, Rindra; Marimin, Marimin
Agrium Vol 21 No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i2.16455

Abstract

Potato  Cyst  Nematode/PCN (Globodera  rostochiensis) attack is  the  most  critical  risk  in  potato farming. The attack was marked by a decrease in the production of up to 60%. The objectives of this study were to reduce postharvest losses due to PCN attacks on Granola L and to compare yields from G2 and G0 seeds. This research was conducted in 5 districts (N1, N2, N3, N4, and N5) in Wonosobo Regency, Central Java, Indonesia. The method used in this study was the comparison of yields from G2 and G0 seeds in the same area, considering temperature (V1) and altitude (V2). The results showed that Granola L from G2 seeds for 100 days after planting was 15.9 tons/ha, while the results for G0 seeds in the same field increased to 12.18 tons/ha. In G2 seeds, 52 cysts/100 ml of soil were obtained, while in G0 seeds, cysts were not accepted. Combining G0 seeds in vitro and ex-vitro on Granola L can reduce PCN attacks and increase yields by up to 73%. Conducting experiments with other cultivars, such as the Atlantic and Agria, is necessary for further research.
Aplikasi Jenis Dan Dosis Isolat Trichoderma SP. Dalam Menekan Jamur Akar Putih Pada Bibit Batang Bawah Tanaman Karet (Hevea brasiliensis Muell Arg.) Asri, Cik Putri; Iswahyudi, Iswahyudi; Bahri, Syamsul; Dalimunthe, Cici Indriani
Agrium Vol 21 No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i1.15682

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah untuk memahami apakah penggunaan spesies serta dosis isolat Trichoderma sp. dapat menekan jamur akar putih (JAP) pada tanaman karet. JAP merupakan penyakit yang berasal dari tanah yang sukar dikendalikan. Pengendalian penyakit dengan agen hayati seperti Trichoderma sp. yang berpotensi dalam mencegah ataupun menekan berjangkitnya penyakit, terutama penyakit tular tanah. Tricoderma juga dapat mengembangkan ketahanan tanaman akan penyakit tertentu. Penelitian ini mempergunakan Rancangan acak kelompok  dengan 2 faktor, 4 taraf di dalam 5 kelompok. Faktor I ialah pemberian jenis isolat Trichoderma dengan 4 taraf sebagai berikut: T1 = Trichoderma koningii, T2 = T. virens, T3 = T. viride, T4 = kombinasi ketiga isolate Trichoderma. Faktor II ialah pemberian dosis isolate Trichoderma dengan 4 taraf ialah : D0 = 0 gr, D1 = 5 g, D2 = 10 g, D3 = 15 g. Hasil penelitian membuktikan bahwa aplikasi  isolat Trichoderma berpengaruh sangat nyata pada tinggi tanaman 1 dan 3 MSA, dan berpengaruh nyata terhadap diameter batang serta intensitas serangan penyakit umur 1 MSA. Hasil tertinggi didapatkan pada aplikasi T. koningii. Pada pemberian dosis isolate trichoderma berpengaruh nyata pada parameter intensitas serangan pada umur 4 MSA, presentase serangan penyakit jamur akar putih terendah didapatkan pada dosis 15 g. Interaksi antara jenis serta dosis isolat Trichoderma berpengaruh sangat nyata akan parameter tinggi tanaman serta diameter batang umur 1 serta 3 MSA, berpengaruh nyata akan intensitas serangan JAP umur 1 MSA. Hasil tertinggi didapatkan pada aplikasi T. koningii dosis 15 g. Untuk menekan penyakit jamur akar putih disarankan mempergunakan Trichoderma koningii, dapat mengembangkan tinggi tanaman serta diameter batang tanaman serta penggunaan dosis isolate Trichoderma dosis 15 g dapat menurunkan serangan penyakit jamur akar putih.
Aplikasi PGPR Akar Bambu Dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil (Vigna radiata L. R. Wilczek. var. vima-2) Nurrohman Fajri, Haru; Suprapto, Agus; Nur Jannah, Eka
Agrium Vol 20 No 4 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i4.13992

Abstract

Kacang hijau (Vigna radiata L. R. Wilzcek) merupakan tanaman pangan yang sering dikonsumsi masyarakat di Indonesia. Produksi tanaman kacang hijau mengalami kondisi yang fluktuatif. Upaya yang dapat dilakukan yaitu penambahan PGPR akar bambu dan pemupukan dengan pupuk organik cair. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aplikasi PGPR akar bambu dan konsentrasi pupuk organik cair. Penelitian ini dilaksanakan  pada bulan     Januari-Maret 2023 di Krajan, Desa Soropadan, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok  dua faktor yaitu aplikasi PGPR akar bambu dan konsentrasi pupuk organik cair phospor. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam  (ANOVA), apabila terdapat berbeda nyata diuji lanjut dengan uji beda nyata terkecil (BNT) 1% dan 5 % serta Orthogonal Polynomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan aplikasi PGPR akar bambu 10 ml/l sangat berbeda nyata terhadap tinggi tanaman dan berbeda nyata terhadap luas daun. Perlakuan konsentrasi pupuk organik cair 0, 8, 12, 16 ml/l tidak berbeda nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah polong per tanaman, berat polong per tanaman, berat kering biji per tanaman, laju fotosintesis bersih, radiasi aktif fotosintesis, transpirasi, konduktansi stomata dan kadar protein. Tidak terdapat interaksi antara aplikasi PGPR akar bambu dan konsentrasi pupuk organik cair.
Pengaruh Aplikasi Biofungisida Dari Ganoderma Dengan Bioaktif Pseudomonas Terhadap Fusarium Dan Tanaman Padi Fitriani, Fitriani; Fadhliani, Fadhliani; Siregar, Sri Rahayu Br
Agrium Vol 21 No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i2.16781

Abstract

Padi merupakan tanaman pangan penting bagi rakyat Indonesia, selain sagu dan jagung. Pada tahun 2023  produktivitas tanaman padi mengalami penurunan 1,12 juta ton sebesar 2,05 persen dibandingkan pada tahun sebelumnya menjadi 53,98 juta ton. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya  suhu dan kelembaban sebagai faktor pemicu perkembangan dan ledakan hama penyakit tanaman. Salah satu penyakit yang menyerang tanaman padi yaitu bakanae yang disebabkan oleh jamur Fusarium. Jamur ini mengakibatkan daun menguning, daun terpelintir dan di bagian pangkal batang membusuk. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya pengendalian Fusarium dengan mengunakan fungisida nabati, salah satunya menggunakan Ganoderma boninense dengan bioaktif Pseudomonas fluorescens. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pengaruh dan konsentrasi penggunaan biofungisida dari G. boninense dengan bioaktif P. Fluorescens terhadap F. fujikuroi pada tanaman padi. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan dengan jumlah sampel 25 sampel tanaman padi dengan konsentrasi Kontrol Negatif ,Kontrol Positif, 250 mL/L, 300 mL/L  dan 350 mL/. Berdasarkan hasil penelitian terdapat pengaruh penggunaan biofungisida dari G. boninense dengan bioaktif P. Fluorescens terhadap Fusarium pada tanaman pada tanaman padi setelah semai dan pindah tanam. Aplikasi biofungisida dari G. boninense dengan bioaktif P. Fluorescens dengan konsentrasi 300 mL/L  mampu meningkatkan benih berkecambah sebesar 0,5 %, menurunkan persentasi benih dan bibit mati sebesar 15%, menurunkan bibit bergejala stunting sebesar 11%, meningkatkan tinggi tanaman setelah semai sebesar 86%, meningkatkan jumlah daun setelah semai sebesar 7% dari hari ke 4 sampai ke 16 setelah semai. Namun biofungisida dari G. boninense dengan bioaktif P. Fluorescens dengan konsentrasi 350 mL/L mampu meningkatkan tinggi tanaman sebesar 38%, meningkatkan jumlah daun sebesar 2% dari hari ke 5 sampai ke 30 setelah pindah tanam.
Waktu Penundaan Precooling Dan Penggunaan Jenis Kemasan Plastik Terhadap Mutu Selada (Lactuca sativa L.) Selama Penyimpanan Dingin Hayati, Rita; Nurahmi, Erida; Maulida, Syarifah
Agrium Vol 20 No 4 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i4.13995

Abstract

Tanaman selada (Lactuca sativa L.) dibudidayakan sebagai tanaman semusim karena siklus hidupnya yang pendek dan tingkat keberhasilannya tinggi baik di daerah subtropis maupun tropis. Tiga varietas berbeda dari tanaman selada yang telah dikenal: selada batang, selada daun dan selada krop. Produk hortikultura khususnya sayuran seperti selada merupakan produk hidup yang tetap aktif melakukan aktivitas metabolisme setelah panen. Saat dipetik, sayur dan buah masih banyak mengandung air. Sayuran akan layu karena respirasi dan kehilangan panas. Sayuran mengalami kerusakan hingga 40% lebih banyak karena karakteristik fisiologisnya. Sayuran memiliki umur simpan yang lebih lama bila disimpan di lemari es, apalagi jika dikemas dengan baik untuk menjaga kualitasnya selama penyimpanan. Riset ini dilakukan di Laboratorium Hortikultura saat bulan Januari-Februari 2023. Riset dilaksanakan melalui metode Rancangan Acak Lengkap terhadap dua faktor. Lama waktu penundaan precooling (P) bagian dari faktor pertama terdiri pada tiga taraf, yakni 0 jam sebagai kontrol (P0), 2 jam penundaan (P1) dan 4 jam penundaan (P2). Faktor kedua adalah penggunaan pada jenis kemasan terdiri dari tiga taraf, yakni Plastik wrapping (K1), Plastik Polietilen (K2) dan Plastik Polypropilene (K3). Hasil penelitian waktu penundaan precooling berpengaruh pada mutu selada selama penyimpanan berdasarkan  umur simpan. Waktu penundaan precooling terbaik terhadap mutu selada yakni 2 jam penundaan. Penggunaan jenis kemasan memiliki pengaruh sangat nyata terhadap susut bobot serta umur simpan dan pengaruh nyata terhadap kelayuan.
Pengaruh Pemberian Pupuk Daun Terhadap Pertumbuhan Aklimatisasi Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis Var. Aurea) Ali, Fandyka Yufriza; Fatur Rohman, Hanif; Zayin Sukri, Muhammad; Rosdiana, Eva; Saputri, Erlita Dwi
Agrium Vol 21 No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i2.16993

Abstract

Anggrek merupakan tanaman hias yang populer, namun produktivitas anggrek mengalami penurunan. Akibat  penurunan hasil untuk memenuhi permintaan menyebabkan impor anggrek meningkat. Peningkatkan produksi dan kualitas anggrek dapat menurunkan  impor. Penggunaan jenis pupuk daun bertujuan untuk melihat pengaruh terhadap peningkatan pertumbuhan anggrek bulan varietas Aurea. Penelitian ini menggunakan Rancangan acak lengkap non faktorial yang terdiri dari 3 jenis perlakuan pupuk daun yaitu; pupuk Grow Quick LB (P1), pupuk Multitonik (P2), dan pupuk Gaviota (P3). Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, panjang daun, jumlah akar, panjang akar dan diameter batang. Analisis data menggunakan analisis varian dan Beda nyata terkecil pada taraf 5%. Pupuk Grow Quick LB merupakan perlakuan terbaik untuk parameter panjang daun, lebar daun, jumlah akar, panjang akar dan diameter batang.