cover
Contact Name
Rosnina A.G
Contact Email
-
Phone
+6282364568905
Journal Mail Official
agrium@unimal.ac.id
Editorial Address
Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh Main Campus, Cot Teungku Nie Street, Reuleut, Muara Batu, Aceh Utara District, Province of Aceh
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Agrium
ISSN : 18299288     EISSN : 26551837     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrium (Journal of Agricultural Research) ISSN 1829-9288 (Print) ISSN 2655-1837 (Online ) is a scientific publication media in are of agriculture that is published regularly every year, March and September. The manuscript comes from the results of basic and applied research, and the results of the literature review in the scope of agriculture.
Articles 450 Documents
Dampak Alih Fungsi Lahan Terhadap Sifat Fisika Ultisol Di Nagari Muaro Bodi, Kabupaten Sijunjung N, Sandi; Z, Naspendra; Juniarti, Juniarti; A M, Hendra; T N, Novidra
Agrium Vol 21 No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i3.18679

Abstract

Penggunaan sistem tebang bakar dalam melakukan alih fungsi menyebabkan terjadinya perubahan pada sifat fisika tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji perubahan sifat fisika tanah pada lahan karet yang dialih fungsikan ke lahan jagung dengan menggunakan sistem tebang bakar. Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan pengambilan sampel secara purposive random sampling pada dua kedalaman tanah yaitu 0 - 20 cm dan 20-40 cm. Sampel yang diambil berdasarkan tiga penggunaan lahan yaitu lahan karet, lahan yang dibakar, dan lahan yang telah ditanami kembali dengan jagung. Parameter yang dianalisis adalah tekstur, berat volume tanah, ruang pori total, dan permeabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat  tanah pada lahan karet sebelum dialih fungsikan lebih baik dibandingkan dengan lahan jagung setelah tebang bakar. Tekstur tanah pada ketiga penggunaan lahan tersebut termasuk dalam kelas tekstur lempung berdebu hingga liat. Kandungan bahan organik tanah tertinggi berada pada lahan karet sebesar 4,92 % di kedalaman 0-20 cm. BV tertinggi terdapat pada lahan jagung (1,47 g/cm3) pada kedalaman 20-40 cm, dan TRP tertinggi terdapat pada lahan karet. mencapai baku mutu tanah sedang (65%) pada kedalaman 0 hingga 20 cm dan nilai permeabilitas tanah tertinggi (5,15 cm/jam) pada lahan karet dengan kriteria sedang pada kedalaman 0 hingga 20 cm.
Mutagen Ethyl Methane Sulphonate Menginduksi Keragaman Genetik Kedelai (Glycine max (L.)Merr.) Kultivar Gepak Kuning Pada Generasi M2 Nilahayati, Nilahayati; Siregar, Nadya Karisda; Harianja, Ayu Anggraini
Agrium Vol 21 No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i3.18695

Abstract

Kedelai merupakan salah satu tanaman dalam famili Leguminoceae yang sangat berperan penting sebagai sumber protein nabati bagi masyarakat Indonesia. Peningkatan produksi kedelai nasional dapat dilakukan dengan program pemuliaan tanaman, khususnya pemuliaan mutasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji keragaman genetik kedelai gepak kuning sebagai respon terhadap perlakuan mutagen EMS (etil metana sulfonat) pada generasi M2. Penelitian dilakukan di Desa Gle Madat, Aceh Utara serta Laboratorium Agroekoteknologi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-April 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok non faktorial. Faktor yang diuji adalah populasi kedelai Gepak kuning yang terdiri dari empat taraf yaitu populasi kontrol (0% EMS, E0, 0,05% populasi EMS (El), 0,075% populasi EMS (E2), dan 0,3% populasi EMS (El). E3 ). Karakteristik  agronomi yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, umur saat berbunga, umur saat panen, jumlah polong per tanaman, bobot 100 biji, bobot biji kering per tanaman, bobot biji kering per plot. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan mutagen EMS menyebabkan perubahan morfologi dan agronomi kedelai Gepak kuning pada generasi M2. Perubahan morfologi yang terjadi diantaranya perubahan warna daun dan perubahan bentuk daun. Perubahan agronomi yang terjadi diantaranya tinggi tanaman umur 2 dan 4 MST, jumlah cabang, jumlah polong/tanaman, bobot biji per tanaman, bobot 100 biji dan bobot biji kering per plot.
Dosis Iradiasi Sinar Gamma Terhadap Pertumbuhan Padi Mentik Wangi Generasi M7 Herlina, Herlina; HP, Julsento
Agrium Vol 21 No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i2.16994

Abstract

Padi adalah salah satu komoditas utama di Indonesia. Salah satu varietas lokal yang dibudidayakan adalah Mentik Wangi, yang memiliki kelemahan bahwa mudah rebah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana dosis iradiasi sinar gamma berdampak pada pertumbuhan Mentik Wangi generasi M7. Dosis iradiasi gamma G0: 0 Gy (tanpa iradiasi/kontrol), G1: 100 Gy, G2: 200 Gy, dan G3: 300 Gy. Data dianalisis menggunakan uji F dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis iradiasi gamma ini tidak benar-benar berdampak pada pertumbuhan tanaman, termasuk tinggi tanaman, panjang akar, luas akar, dan jumlah daun; namun, pada 200 Gy mampu meningkatkan jumlah anakan.
Struktur Morfologi Dan Anatomi Bunga Betina Salak Sidimpuan (Salacca sumatrana Becc.) Siregar, Sahrani; Adelina, Rasmita; Nasution, Yusriani; Pulungan, Sutan
Agrium Vol 21 No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i3.18669

Abstract

Morfologi dan anatomi bunga Salak beragam dan unik di setiap daerah dan menarik untuk dipelajari. Perbedaan morfologi dan anatomi bunga Salak merupakan karakter khusus yang dapat dijadikan pembeda antar spesies, seperti pada bunga Salak Sidimpuan berwarna merah dan putih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur morfologi dan anatomi dari kedua jenis Salak Sidempuan, yang dilakukan di kawasan Palopat Maria Padangsidimpuan pada ketinggian ± 463 m di atas permukaan laut. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan morfologi tandan bunga Salak merah putih dimana pada tandan Salak merah terdapat bagian seperti pucuk pada ujung tandan sedangkan pada tandan Salak putih kuntum bunga diisi hingga ujung tandan. Sementara itu, anatomi bunga Salak betina berwarna merah dan putih setelah diamati dengan lingkaran atau kaca pembesar. Perbedaan anatomi antara kedua jenis salak tersebut adalah terdapat pigmen merah pada jenis salak merah yang dapat dilihat pada fase pembentukan buah hingga fase buah matang fisiologis.
Uji Potensi Alelopati Ekstrak Daun Mangga (Mangifera indica. L.) Sebagai Bioherbisida Terhadap Gulma Babandotan (Ageratum conyzoides L.) Guntoro, Guntoro; Yusuf Dibisono, Mhd; Sinaga, Anisyah
Agrium Vol 17 No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v17i1.2355

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan konsentrasi optimum ekstrak daun mangga (Mangifera indica L.) yang memiliki senyawa fenol yang berfungsi sebagai bioherbisida yang dapat menghambat pertumbuhan gulma Babandotan (Ageratum conyzoides). Penelitian ini dilakukan di rumah kaca STIPAP dari bulan April hingga Mei 2019. Metode yang digunakan adalah Desain Acak Lengkap Non-Faktorial. Variabel yang diamati adalah tinggi gulma, panjang akar gulma, bobot basah gulma, dan bobot kering gulma. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa senyawa alelokimia ekstrak daun mangga 60% merupakan konsentrasi yang efektif dan merupakan bioherbisida alternatif dalam mengendalikan pertumbuhan gulma. Kata kunci : Bioherbisida, Mortalitas, Gulma Babandotan, Alelopati
Pengaruh Media Tumbuh Dan Frekuensi Penyiraman Terhadap Pertumbuhan Bibit Anggrek Hitam Hasil Kultur Jaringan Haniya, Jihan; Asnawat, Asnawat; Listiawati, Agustina
Agrium Vol 21 No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i3.18658

Abstract

Anggrek hitam (Coelogyne pandurata) adalah merupakan tanaman hias sebagai spesies  langka yang memiliki bunga yang unik. Perbanyakan anggrek hitam melalui kultur in vitro adalah metode untuk menangkal penurunan ketersediaannya. Tanaman yang ditanam in vitro dapat menyesuaikan melalui fase aklimatisasi yang terkait dengan elemen komponen seperti media pertumbuhan dan frekuensi penyiraman. Penelitian ini menggunakan desain kelompok acak faktorial yang dikelompokkan berdasarkan jumlah daun untuk memastikan hubungan antara frekuensi penyiraman yang ideal dan jenis media tumbuh pada pertumbuhan anggrek hitam hasil kultur jaringan. Ada dua komponen untuk penelitian ini. Pertama adalah media tumbuh, yaitu lumut dan pakis. Faktor kedua frekuensi penyiraman 1 hari sekali, 2 hari sekali,  5 hari sekali, dan 7 hari sekali. Terdapat 8 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan dan setiap unitnya terdiri 4 sample sehingga terdapat 96 satuan percobaan. Variabel yang diamati yaitu persentase jumlah tanaman hidup, pertambahan panjang akar,pertambahan jumlah akar, pertambahan jumlah daun, pertambahan tinggi tanaman dan warna daun. Media lumut memberikan hasil terbaik terhadap pertambahan jumlah akar, pertambahan panjang akar anggrek hitam dan frekuensi penyiraman 2 hari sekali menunjukan adanya pengaruh nyata terhadap variabel pertambahan jumlah daun.
Pengaruh Bahan Asal Setek Dan Jenis Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan Bibit Nilam Varietas Aceh (Pogostemon cablin Benth) Fauzi, Novyanda; Iswahyudi, Iswahyudi; Marnita, Yenni
Agrium Vol 21 No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i3.18753

Abstract

Nilam adalah salah satu tanaman yang menghasilkan minyak esensial. Perkembangan budidaya nilam memiliki prospek bisnis yang sangat menjanjikan, sehingga perlu memperhatikan teknik budidaya yang dilakukan agar pertumbuhan dan produksi tanaman nilam optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh setek dan jenis pupuk kandang terhadap pertumbuhan bibit nilam Aceh dan interaksi antara keduanya.  Penelitian ini menggunakan group random design faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah bahan asal setek yang terdiri dari 3 taraf: B1 (bagian atas), B2 (bagian tengah) dan B3 (bagian bawah), dan faktor kedua jenis pupuk kandang, terdiri dari 3 tingkatan, yaitu: K1 (kotoran ayam), K2 (kotoran kambing) dan K3 (kotoran sapi).  Parameter yang diamati meliputi: tinggi tunas, jumlah tunas, jumlah daun dan luas daun pada usia 28, 42, dan 56 HST, persentase pertumbuhan, dan hari kuncup muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan asal stek memiliki efek yang sangat nyata terhadap tinggi pucuk umur 28 dan 42 HST, jumlah pucuk dan jumlah daun berumur 28 HST. Ini memiliki efek nyata pada ketinggian tunas berusia 56 HST, dan jumlah tunas berusia 42 HST.  Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan B2 (bagian tengah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk kandang memiliki efek yang sangat nyata terhadap jumlah daun pada usia 56 HST.
Peran Vermicompos Dan Eco-Enzyme Terhadap Penanaman Kailan (Brassica oleracea var. Alboglabra) Pada Inseptisol A.G, Rosnina; Baidhawi, Baidhawi; Febrianti, F.; Wirda, Zurrahmi; Darmayani, Satya
Agrium Vol 21 No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i2.18207

Abstract

Kailan (Brassica oleracea var. Alboglabra) tergolong ke dalam tanaman hortikultura yang kini banyak digemari. Permintaan kailan mengalami tren yang terus meningkat, untuk memenuhi kebutuhan sayur ini dapat dilakukan dengan pemanfaatan lahan suboptimal dengan pemberian bahan organik berupa vermikopos dan eco-enzyme yang dapat meningkatkan karakteristik tanah agar dalam  pengembangan sayur-sayuran. Penanaman Kailan pada Inceptisol sebagai tanah yang belum berkembang (immatured soil) yang berkorelasi dengan tingkat kesuburan dan produktivitas yang rendah, diperlukan tindakan ameliorasi.  Pemberian bahan amelioran berupa vermikompos dan eco-enzyme bertujuan untuk mengetahui pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil Kailan pada Inseptisol.  Aplikasi Vermicompos (V0=0 g/polibag, V1=10 g/polibag, V2=13 g/polibag, V3=16 g/polybag), dan eco-enzyme (E0=0 ml/l, E1=30 ml/l, E2=45 ml/l). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi tunggal dan interaksi antara vermikompos dan eco-enzyme  memberi pengaruh terhadap hampir pada semua variabel tanaman yaitu panjang akar, dan  klorofil daun. Tidak terdapat  pengaruh yang nyata pada bobot segar, namun demikian terdapat penambahan  bobot lebih tinggi pada tanaman Kailan yang mendapat perlakuan dibandingkan dengan tanaman kontrol
Analisis Kualitas Fisik Dan Cita Rasa Kopi Arabika (Coffea arabica L.) Pada Dua Rentang Ketinggian Muiz, Kharendra; Nilahayati, Nilahayati; Nasruddin, Nasruddin; Jamidi, Jamidi; Hafifah, Hafifah
Agrium Vol 21 No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i3.18994

Abstract

Kualitas kopi Arabika sangat ditentukan oleh berbagai faktor, terutama ketinggian tempat tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh spesifik ketinggian terhadap kualitas fisik dan cita rasa kopi Arabika Gayo di Kabupaten Aceh Tengah. Sampel biji kopi diambil dari dua rentang ketinggian, yaitu 1000-1500 mdpl dan 1500-1700 mdpl. Analisis kualitas fisik mengacu pada SNI 01-2907-2008, sedangkan uji cita rasa menggunakan metode cupping sesuai standar SCAA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kopi dari ketinggian 1500-1700 mdpl memiliki skor cupping lebih tinggi, terutama pada parameter aroma, flavor, dan aftertaste, balance dan overall dibandingkan dengan kopi dari ketinggian 1000-1500 mdpl. Keduanya dikategorikan sebagai kopi specialty. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan ketinggian berkorelasi positif dengan peningkatan kompleksitas rasa dan kualitas keseluruhan kopi Arabika Gayo. Hasil penelitian ini memberikan rekomendasi bagi petani untuk mengoptimalkan produksi kopi berkualitas tinggi melalui pemilihan lokasi tanam pada ketinggian yang lebih tinggi.
Pemetaan Kesesuaian Lahan Tanaman Bawang Merah Di Kecamatan Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara Syaifuddin, Syaifuddin; Akbar, Halim; Yusra, Yusra
Agrium Vol 21 No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i3.19050

Abstract

Bawang merah merupakan tanaman yang memiliki nilai ekonomis sehingga perlu dilakukan pengembangan untuk memperbaiki kualitas dan kuantitasnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan kelas kesesuaian lahan tanaman bawang merah di Kecamatan Lhoksukon. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Lhoksukon. Analisis tanah dilakukan di Laboratorium Tanah dan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini dilakukan dari bulan Januari sampai dengan Maret 2024. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei dengan pendekatan evaluasi kesesuaian lahan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kelas kesesuaian lahan tanaman Bawang Merah di Kecamatan Lhoksukon adalah  kelas S3 (sesuai marginal) dengan faktor pembatas S3wa-1, rc-1, nr-3, na-2 terdapat pada Satuan Peta Lahan (SPL) 1 dan 10, kelas S3wa-1 terdapat pada SPL 2, 12, 26, kelas S3wa-1, nr-3 terdapat pada  SPL 5, 6, 25, 30, 32, kelas S3wa-1, rc-1, nr-2-3, na-2-3 terdapat pada SPL 14 dan S3wa-1, nr-2,3 terdapat pada SPL 36. Adapun upaya perbaikan yang perlu dilakukan adalah dengan pemberian pupuk, pemberian kapur dan bahan organik