cover
Contact Name
Muhammad Zainuddin Fathoni, ST., M.MT
Contact Email
zainuddin@umg.ac.id
Phone
+6281331707167
Journal Mail Official
matrik.ie@umg.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi
ISSN : 16935128     EISSN : 26218933     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Matrik Journal is published by Industrial Engineering Department, Faculty of Engineering University of Muhammadiyah Gresik, twice a year in March and September. The purpose of this journal is to facilitate scientists, researchers and practitioners to publish original research articles or article reviews. The article essentially contains topics on Industrial Engineering, Management, and Production.
Articles 258 Documents
PERANCANGAN KLASTER INDUSTRI BERBASIS VALUE CHAIN PADA SENTRA IKM (INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH) TENUN SONGKET LINDUNG BULAN SERUWAY KABUPATEN ACEH TAMIANG Abdurrozaq Hasibuan; Tri Hernawati; Cindi Yolanda BR Siagian
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 22 No 2 (2022)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/matrik.v22i2.3290

Abstract

Kebijakan industrialisasi merupakan suatu kebijakan yang komprehensif dan integratif yang mencakup tidak hanya pengembangan kapasitas dan daya saing industri itu sendiri akan tetapi lintas sektoral yang mendukungnya. Kebijakan clustering dapat menjadi salah satu jalan menuju industrialisasi di Indonesia. Industri Kecil dan Menengah (IKM) adalah potensi utama yang secara nyata mampu menyelamatkan Indonesia dari krisis ekonomi. Dengan potensi SDM, SDA dan IKM, maka diperlukan pendekatan clustering untuk IKM. Klaster IKM dikembangkan dengan pemilihan positioning yang sesuai dengan karakteristik daerahnya. Dalam penelitian ini dibahas mengenai aktivitas value chain untuk sentra industri Tenun Songket Lindung Bulan sebagai objek pengamatan. Selain itu dirinci kelengkapan klaster dan digunakan kuesioner untuk melihat gap yang terjadi antar setiap kepentingan kriteria klaster. Dari kuesioner yang telah dibagikan diambil titik tengah hasil setiap kriteria menggunakan perhitungan geometri. Setelah didapat bobot hasil perhitungan geometri diambil hasil pembobotan lanjutan menggunakan model analytical hierarchy process (AHP) dan bantuan software expert choice. Didapatkan pembobotan terbesar adalah kriteria pelaku inti klaster dengan nilai 0,321 dan bobot terendah oleh kriteria pemasok klaster industri sebesar 0,073. Dari pembobotan tersebut dibentuk sistem klaster industri dan juga aliran hubungan antar kelengkapan klaster. Luaran dari penelitian ini adalah sistem klaster industri, evaluasi sistem dan saran perbaikan dalam sistem klaster industri untuk objek pengamatan. Dengan saran perbaikan menghadirkan pihak ketiga yang khusus menangani persediaan bahan baku benang dan tambahan yang berada dalam lokasi klaster industri akan memecahkan permasalahan ketersediaan bahan baku dari pelaku inti klaster industri tenun songket sebagai reaksi atas kurangnya pembobotan pada kriteria pemasok dari klaster industri.
Seleksi Open Source Software ERP Yang Sesuai Dengan Karakter UMKM Indonesia Muhammad Zainuddin Fathoni; Bimo Sunarfri Hantono; Anna Maria Sri Asih; Muh. Arif Wibisono
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 22 No 2 (2022)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/matrik.v22i2.3553

Abstract

Kreatifitas dan inovasi dibutuhkan oleh setiap perusahaan dalam menjalankan kegiatan usahanya, setiap proses bisnis perlu dibuat lebih efektif dan efisien agar perusahaan tetap agile terhadap perubahan yang terjadi, salah satunya dengan melakukan integrasi data antar proses bisnis. Pendekatan yang populer untuk pengembangan sistem yang terintegrasi di seluruh perusahaan adalah penerapan sistem enterprise resource planning (ERP). Inovasi yang dilakukan diharapkan bisa menghasilkan manajemen organisasi yang lebih baik dalam kegiatan bisnis. UMKM merupakan bidang usaha yang memberikan kontribusi yang signifikan dalam memacu pertumbuhan ekonomi di Indonesia dikarenakan UMKM bisa menyerap banyak tenaga kerja. Sebagai bentuk usaha, UMKM juga dituntut untuk melakukan pengembangan di bidang desain dan teknologi. Penerapan ERP di UMKM tentunya perlu mempertimbangkan karakteristik dari UMKM itu sendiri. Saat ini banyak tersedia open source software ERP yang dapat menyesuaikan dengan kondisi UMKM, baik dari segi biaya implementasi sistem maupun infrastruktur IT pendukungnya. Pemilihan three parties ERP yaitu software, implementation partner, dan application service provider perlu dilakukan dengan tepat. Kriteria dari setiap bagian tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi UMKM ketika mau mengimplementasikan ERP. Pemilihan yang tepat dari ketiga bagian tersebut dapat membantu kelangsungan kegiatan bisnis UMKM agar lebih efektif dan efisien. Dalam penelitian ini, dilakukan penyusunan kerangka pemilihan software ERP yang sesuai dengan karakter UMKM. Alat pendukung yang bisa digunakan untuk membuat keputusan adalah Analytic Hierarchy Process (AHP), yaitu alat yang digunakan untuk melakukan proses seleksi. Terdapat 18 kriteria yang bisa dijadikan variabel keputusan dan 5 alternatif pilihan open source ERP.
Perancangan Alat Bantu Penempatan Oil Funnel Untuk Meningkatkan Keberlangsungan Ekonomi dan Lingkungan Fredy Sumasto; Febriza Imansuri; Muhamad Zen
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 22 No 2 (2022)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/matrik.v22i2.2511

Abstract

Pertambahan pengguna kendaraan bermotor di Indonesia tiap tahunnya terus meningkat yang mana berbanding lurus dengan peningkatan jumlah jasa bengkel. Bengkel kendaraan bermotor mempunyai potensi dampak ekonomi dan lingkungan baik secara positif maupun negatif. Dampak dari bengkel cukup signifikan pada pengelolaan limbah seperti aktivitas penempatan oli bekas sehingga berdampak merugikan secara ekonomi atau lingkungan. Pada penelitian dibuat desain alat bantu untuk meningkatkan dampak secara ekonomi dan mengurangi dampak negatif secara lingkungan pada aktivitas penempatan oli bekas. Dampak dari bengkel terhadap lingkungan cukup signifikan terlebih dalam pengelolaan limbah. Pada penelitian dibuat desain alat bantu untuk meningkatkan dampak secara ekonomi dan mengurangi dampak negatif secara lingkungan. Desain dari alat bantu didapat dengan proses observasi, wawancara dan hasil kuesioner pada bengkel kendaraan bermotor kategori sepi di Kota Depok untuk mengindentifikasi voice of customer. Customer attribute diidentifikasi berdasarkan hasil kuesioner yang disebarkan kepada 5 bengkel kategori sepi di Kota Depok. Penentuan customer attribute menjadi pondasi pembentukan functional requirements yang mana dibatasi dengan cosntraint kapasitas alat bantu yang mencapai 20 liter. Hasil dari FR dan constraint membentuk design parameters untuk diterapkan ke dalam desain perancangan alat bantu. Hasil dari perancangan alat bantu penempatan oil funnel memberikan peningkatan profit sebesar 3,37% yang mana ini berkaitan erat dengan pengurangan dampak lingkungan yang terjadi yaitu sebesar 0.26 liter/hari. Penggunaan alat bantu yang didesain pada penelitian ini dapat meningkatkan dampak keberlangsungan dalam 2 aspek yaitu aspek ekonomi dan aspek lingkungan
PERANCANGAN ULANG TATA LETAK PRODUKSI UNTUK MENGURANGI BIAYA MATERIAL HANDLING DENGAN PENDEKATAN FROM TO CHART DAN ACTIVITY RELATIONSHIP CHART Endro Prihastono; Firman Ardiansyah Ekoanindiyo
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 22 No 2 (2022)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/matrik.v22i2.2741

Abstract

Industri rumah tangga X berdiri sejak tahun 2011, memproduksi tempe kemasan plastik. Terletak di Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang. Dengan kondisi tempat produksi yang sederhana, salah satu permasalahan adalah kondisi tata letak tempat bahan baku yang jauh untuk menuju tempat awal produksi. Kondisi demikian akan mengakibatkan proses material handling produksi menjadi lama. Berdasarkan masalah tersebut perlu dilakukan perancangan ulang tata letak produksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui biaya pemindahan material serta biaya pemindahan optimal untuk usulan tata letak baru. Perencanaan ulang tata letak produksi industry rumah tangga X, dengan menganalisis tata letak awal, data aliran barang pada aliran produksi menggunakan metode From To Chart. Jarak perpindahan lantai produksi, jumlah bagian pada lantai produksi dan jumlah asumsi biaya pemindahan bahan. Analisa tersebut berguna untuk mengetahui biaya pemindahan bahan dan jarak pada pemindahan bahan yang ada. Pembuatan usulan tata letak menggunakan metode Activity Relationship Chart untuk mengetahui hubungan kedekatan antar bagian. Hasil pengolahan menggunakan metode From To Chart, jarak tata letak awal perpindahan jarak sebesar 1791,35 m/hari jumlah kedelai yang direbus sebanyak 720 kg dalam sekali produksi, Biaya pemindahan sebesar Rp 379,34 permeter. Biaya perpindahan material Rp 681.558,68 perhari dan Rp 17.720.525,68 perbulan. Setelah tata letak fasilitsa produksi, mengalami penurunan jarak 1332,81 m/hari dengan biaya meterial sebesar Rp 673.844,50 perhari dan Rp 17.519.957 perbulan untuk sekali proses produksi, atau mengalami penurunan sebesar 0,57% perbulan dari jumlah biaya pemindahan bahan tata letak usulan.
PENINGKATAN KEPUASAN KONSUMEN PADA INDUSTRI RESTORAN DENGAN METODE QFD Saiful Hendra; Indra Setiawan; Humiras Hardi Purba; Welly atikno; Ahmad Mico Wahono; Samuel Benny Dito
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 22 No 2 (2022)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/matrik.v22i2.2716

Abstract

Kepuasan konsumen merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan pada sebuah perusahaan terutama pada perusahaan jasa. Kepuasan konsumen menjadi hal yang penting untuk memenangkan persaingan, seperti persaingan yang ketat saat ini. Restoran “DCBA” adalah salah satu dari bisnis restoran yang terus menerus melakukan tindakan perbaikan untuk dapat mengimbangi persaingan bisnis. Selama 27 tahun beroperasi, restoran ini merasa bahwa pelayanan yang diberikan belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas respon teknis untuk meningkatkan kepuasan konsumen. Penelitian ini menggunakan metode Quality Function Deployment. Melalui penelitian ini diharapkan restoran dapat menentukan prioritas dari respon teknis yang akan dilakukan, sehingga dapat menentukan urutan tindakan yang harus dilakukan untuk memenuhi kriteria kepuasan konsumen. Melalui kepuasan konsumen yang optimal, diharapkan pendapatan dari restoran meningkat. Penelitian ini dilaksanakan dengan menyebarkan kuesioner. Masing – masing responden menjawab pertanyaan terkait dimensi kualitas dan jasa yang dikembangkan berdasarkan lima dimensi kualitas. Penggolongan kriteria-kriteria tersebut seperti Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance dan Empathy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon teknis dengan bobot tertinggi adalah melakukan pelatihan. Prioritas respon teknis yang direkomendasikan untuk dilakukan perbaikan dengan melakukan pelatihan terhadap tenaga kerja dan membuat standar pelayanan. Hasil dari penelitian ini akan menjadi rekomendasi pada perusahaan dalam memperbaiki kinerja dan memberikan kepuasan pelanggan yang lebih baik lagi kedepannya.
Pendekatan Lean Six Sigma Sebagai Upaya Meminimalkan Waste Dan Meningkatkan Efisiensi Kerja Pada Produksi Leaf Spring Type MSM 2230 (Studi Kasus PT. Indospring Tbk) Dimas Prasetiyo; Muhammad Zainuddin fathoni; Efta Dhartikasari Priyana
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 22 No 2 (2022)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/matrik.v22i2.2957

Abstract

PT. Indospring Tbk merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dibidang industri komponen otomotif yang memproduksi spring kendaraan, baik jenis coil spring maupun leaf spring. Pada proses produksinya masih sering ditemukanya suatu pemborosan (waste). Penelitian ini menggunakan pendekatan dengan konsep Lean Six Sigma melalui upaya peningkatan terus-menerus untuk mengidentifikasi dan meminimalisir waste. Tahapan penelitian ini berdasarkan siklus define, measure, analyze, dan improve (DMAI). Kemudian tools Failure Mode and Effect Analyze (FMEA) digunakan untuk rekomendasi usulan perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan teridentifikasi 9 jenis waste yang terjadi pada proses produksi yaitu waste defect, waiting, inventory, overproduction, transportasi, environmental, health and safety,not utilizing employees knowledge, skills and ability, motion dan excess processing. Dan yang memiliki peringkat tertinggi urutan ranking 1 sampai 3 yaitu waste defect (nilai rata-rata 4.4), waste overproduction (nilai rata-rata 3.2), dan waste waiting (nilai rata-rata 3). Rekomendasi usulan perbaikan yang diberikan berdasarkan nilai RPN tertinggi untuk masing-masing waste, untuk waste defect eye forming sesak dari potensi penyebab proses penekukan kurang baik dan material bergeser, dengan usulan perbaikanya yaitu perlu dilakukan memperbaiki SOP dan mengganti komponen baut pengunci stoper pada mesin eye forming. Untuk waste defect produk crack dari potensi penyebab pada kadar air dalam oli tinggi, dan usulan perbaikanya yaitu melakukan penjadwalan perbaikan untuk alvalafal dengan pengawasan kadar air dalam oli oleh foreman dengan bantuan pihak laboratorium untuk mengontrol proses quenching. Untuk waste defect produk cacat koba dari potensi penyebab material menabrak stoper dies, dan usulan perbaikanya yaitu diusulkan mengganti komponen gripper pada proses quenching. Untuk waste overproduction dari potensi penyebab karena sistem produksi yang mengejar target yang tinggi, dan usulan perbaikanya yaitu sebaiknya produksi dilakukan dengan mengacu pada target. Dan untuk waste waiting dari potensi penyebab mesin yang sudah tua dan perawatan pada mesin tidak teratur, dan usulan perbaikanya yaitu diusulkan hendaknya pihak perusahaan melakukan verifikasi dan kalibrasi pada mesin dan melakukan evaluasi jadwal pengecekan dan penggantian komponen dari mesin. Dengan perbaikan ini diharapkan dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan eliminasi terjadinya defect, overproduction dan waiting
ANALISIS KECELAKAAN KERJA MENGGUNAKAN METODE HAZOP DAN 5S PADA PT. XYZ Santika Sari; Ajeng Puspita S; Titis Sulistiyo W.A; M. Asyrof Faruq Q; Raden Bimantyo S.J
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 22 No 2 (2022)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/matrik.v22i2.3070

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah menganalisis risiko kecelakaan pada pekerja yang bekerja pada PT. XYZ untuk mengurangi risiko kecelakaan yang terjadi. Keselamatan dan kesehatan kerja adalah kewajiban yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang Keteranagkerjaan dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja, sehingga risiko kecelakaan yang terjadi bisa ditekan. Dalam pekerjaannya para pekerja dari PT. XYZ telah menerapkan Sistem K3 dengan baik, namun kecalakaan seringkali akibat dari kelalaian pekerja sendiri. Sehingga dibutuhkan metode untuk mengetahui risiko kecelakaan yang tepat. Hazard and Operability Study (HAZOP) adalah metode yang bisa diterapkan untuk mengidentifikasi dan menganalisis risiko kecelakaan kerja. Metode 5S (Seiri (ringkas), Seiton (rapi), Seiso (resik), Seiketsu (rawat), dan Shitsuke(rajin) yang berguna bagi karyawan untuk melatih mentalitas dan sebagai dasar untuk melakukan perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko ekstrim dapat menyebabkan pekerja mengalami luka pada kaki yang disebabkan oleh sampah yang berserakan pada proses roll kertas, selain itu juga terjepit dan terkilir yang disebabkan karena penggunaan mesin yang manual, jari terpotong akibat tidak menggunakan safety gloves bahkan meninggal dunia yang disebabkan karena kurangnya konsentrasi. Pada analisis perawatan dan perbaikan menggunakan metode 5S di PT.XYZ kami melakukan beberapa usulan perbaikan yaitu pada tempat penyimpanan bahan baku seharusnya bahan baku disusun dengan rapih dekat mesin produksi agar mudah diambil dan juga tidak menggangu pergerakan pekerja. Upaya untuk menurunkan risk level adalah dengan mematuhi standar Hazard and Operability Study (HAZOP) dan 5S dengan menggunakan APD saat bekerja di stasiun yang memiliki risk level ekstrim dan tinggi.
LITERATURE REVIEW : ANALISIS SISTEM MANAJEMEN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA PADA PROSES PRODUKSI GULA KRISTAL Aditya Firmansyah; Eko Muh Widodo
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 22 No 2 (2022)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/matrik.v22i2.3341

Abstract

Kecelakaan kerja dapat terjadi di industri manufaktur karena pengelolaan manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan yang tidak dilaksanakan dengan baik, termasuk kurangnya kesadaran pekerja terhadap pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memberikan gambaran identifikasi bahaya, penilaian risiko dan pengendalian risiko pada industri pengolahan gula di Indonesia. Metode yang digunakan berupa literatur review dengan database tunggal Google Scholar dengan kata kunci pencarian adalah “K3 proses produksi gula, dan “risk assesment produksi gula”. Pencarian referensi dibatasi dari tahun 2012 sampai 2021, dengan akses terakhir dibatasi tanggal 21 Agustus 2021. Sebanyak 2.860 artikel diperoleh, kemudian dipilih kembali berdasarkan isi yang sesuai menjadi 15 artikel.Selanjutnya, artikel-artikel tersebut dikaji secara mendalam dan diperoleh identifikasi bahaya berupa bahaya mekanis (terkena rantai crane, tangan masuk ke mesin gilingan) dan penilaian risiko dengan level high-risk (patah tangan terkena penggiling) dan moderate-risk (tangan lecet) terbanyak pada stasiun penggilingan tebu, yang merupakan stasiun paling berbaya. Pengendalian resiko yang paling banyak dilakukan oleh peneliti sebelumnya berupa pengendalian administrasi dan alat pelindung diri (APD). Sebagai rekomendasi, usulan pengendalian resiko melalui kajian literatur ini mencakup: 1). Pengendalian eliminasi (menggunakan alat penjepit untuk menjepit tebu saat proses penggilingan supaya tangan tidak kontak langsung dengan pisau putaran penggiling, memasang kait yang disertai pengunci pada rantai crane supaya tidak mudah lepas), 2). Pengendalian substitusi (memberikan peredam getaran pada mesin penggiling dan mengurangi daya vacum supaya tidak terjadi tekanan berlebih yang mengakibatkan ledakan pada stasiun gilingan), 3). Pengendalian teknik (memberikan cover pelindung roda gigi pada stasiun gilingan tebu), 4. Pengendalian administratif (rambu-rambu, pelatihan K3 bagi pekerja khusus di stasiun gilingan dan sanksi tegas), dan 5). Pengendalian alat pelindung diri (APD) secara lengkap (sarung tangan, pelindung kepala, kacamata, baju wearpack, dan sepatu safety)
Pemilihan Material Pengganti untuk Prototype Second Wall Kotak Makan Inovasi Menggunakan Metode SAW dan TOPSIS Rebekka Yessica Hutapea; Vismeike Simbolon; Yohana Sitanggang; Laura Lumbantobing; Natasya Pangaribuan; Ivo Sibarani; Benedikta Siboro
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 23 No 1 (2022)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/matrik.v23i1.3351

Abstract

Pemilihan material pengganti untuk pembuatan prototype penting dikarenakan prototype harus tetap merepresentasikan produk akhir meskipun tidak menggunakan material sejenis. Berdasarkan riset pasar yang dilakukan sebelumnya, direncanakan sebuah produk inovasi berupa kotak makan yang memiliki fitur penghangat dan penjaga kesegaran makanan dan memiliki 2 lapisan dimana first wall terbuat dari stainless steel dan second wall terbuat dari plastik. Pembuatan prototype second wall mengalami kendala dikarenakan tidak adanya vendor di Kabupaten Toba yang mampu melakukan proses peleburan plastik sehingga perlu dilakukan pengambilan keputusan untuk menentukan material pengganti dalam pembuatan prototypenya. Metode Simple Additive Weighting (SAW) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) digunakan sebagai metode penelitian dalam pengambilan keputusan ini. Penelitian ini menggunakan 3 alternatif yaitu material kayu triplek, kardus, dan styrofoam dengan 5 kriteria yaitu harga, kualitas material, ketersedian material, mudah dibentuk, dan waktu pengerjaan. Penilaian untuk setiap material didasari pada hasil kuesioner terhadap 46 responden. Berdasarkan perhitungan untuk kedua metode, didapati material kayu triplek dengan nilai preferensi tertinggi dengan nilai 0,894 untuk SAW dan 0,576 untuk TOPSIS. Dengan mempertimbangkan hasil perhitungan kedua metode tersebut sebagai pendukung keputusan, maka alternatif terbaik sebagai pilihan material prototype second wall kotak makan inovasi adalah material kayu triplek.
Mitigasi Risiko Rantai Pasok Bibit Bandeng Menggunakan Pendekatan House Of Risk Akhmad Wasiur Rizqi
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 23 No 1 (2022)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/matrik.v23i1.4412

Abstract

UD Tiga Saudara merupakan salah satu usaha dagang yang bergerak pada bidang inkubasi dan penyalur distribusi bibit bandeng ke pengepul dan juga petambak ikan bandeng. Permasalahan yang terjadi pada usaha dagang ini adalah rendahnya produktivitas dan risiko yang terjadi pada sepanjang rantai pasok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi risiko dan memberikan usulan penanggulangan mitigasi risiko pada rantai pasok bibit ikan bandeng. Berdasarkan penelitian yang dilakukan didapatkan hasil identifikasi dari penyebab risiko dengan menggunakan supply chain operations reference (SCOR) disepanjang sistem rantai pasok bibit bandeng di UD Tiga Saudara terdapat 26 kejadian risiko. Tahap evaluasi risiko dari perhitungan House of risk 1 menghasilkan 3 risiko terbesar yakni (A11) Pelanggan kecewa karena ukuran bibit nener terlalu kecil, (A22) Nener dikembalikan/pengiriman ulang dan (A12) Pembatalan order. Tahap mitigasi risiko dari House of risk 2 didapatkan 5 usulan aksi mitigasi risiko yang diprioritaskan yakni (PA1) Perbaikan perlakuan secara berkelanjutan dengan memberikan pupuk, obat pakan dan rutin kontrol kondisi air, (PA3) Memberikan reward pada karyawan untuk lebih termotivasi dan lebih teliti dalam bekerja, (PA4) Menjaga mutu dengan melakukan pemilihan benih unggul untuk mempercepat proses pembesaran, (PA2) Memperhitungkan luas lahan yang digunakan dengan jumlah benih nener yang akan ditebar dan (PA5) Memberikan tawaran tenggang waktu pembayaran ataupun harga yang lebih murah.