cover
Contact Name
Selinaswati, S.Sos. M.A., Ph.D
Contact Email
selinaswati@fis.unp.ac.id
Phone
+6285265209272
Journal Mail Official
socius@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Hamka, Air Tawar, Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education
ISSN : -     EISSN : 24428663     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education (E-ISSN: 2442-8663) is a Scientific Journal published by Universitas Negeri Padang in in collaboration with Perkumpulan Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI), discussing educational, social and cultural phenomena that are in the midst of society. In addition, the journal Socius also provides new thoughts related to concepts and theories that exist in education, sociology, and anthropology.
Articles 192 Documents
Penguatan Pendidikan Karakter pada Anak-Anak Pekerja Migran Indonesia di Sanggar Bimbingan Malaysia Obby Taufik Hidayat; Bambang Sumardjoko; Zuhro Wafa Athiyyah; Arsyadana Ilma
SOCIUS Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri P
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scs.v12i1.722

Abstract

Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) merupakan implikasi penting yang harus dimiliki oleh semua pelajar sebagai upaya membentuk individu yang produktif dan berguna bagi masyarakat dan negara. Namun, muncul berbagai masalah sosial dan tantangan dalam PPK bangsa Indonesia khususnya pada anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana upaya dan dampak pengembangan program PPK pada anak anak PMI di Sanggar Bimbingan (SB) Malaysia sebagai institusi pendidikan non-formal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui proses wawancara dan observasi yang dilakukan dalam tiga tahapan selama tiga bulan. Tahap pertama adalah tahap persiapan dengan menggali informasi yang dibutuhkan, menetapkan materi dan peserta. Tahap kedua adalah tahap pelaksanaan yang terdiri dari sosialisasi, pendampingan dan pelatihan, tes awal dan tes akhir selama dua bulan. Tahap ketiga adalah tahap evaluasi dan pelaporan termasuk tindak lanjut program secara berkelanjutan. Hasil penelitian yang menggunakan teori experiential learning ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan nilai-nilai PPK pada anak anak PMI khususnya nilai religius, nasionalis, integritas dan gotong royong yang sesuai dengan Pancasila dan Al Islam Kemuhammadiyahan (AIK). Lebih lanjut implementasi penelitian ini berkontribusi secara berkelanjutan untuk memberikan pedagogy efektif di lembaga pendidikan informal di luar negeri dengan berusaha menyesuaikan Kurikulum Merdeka yang menekankan pada pembelajaran berbasis pengalaman dalam pembiasaan nilai-nilai Pancasila dan AIK dalam kehidupan keseharian di keluarga, sekolah dan masyarakat global.
Teologi Minahasa dalam Perspektif Kontekstual: Integrasi Nilai Budaya Lokal dan Keimanan Kristen Julio Eleazer Nendissa; Sarah Farneyanan; Refail D.P. Sampepadang; Freby Marvin Rares; Hendy J.E. Senduk
SOCIUS Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri P
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scs.v12i1.776

Abstract

Minahasa mempunyai teologis yang melekat pada diri masyarakatnya. Hal ini terlihat dalam kegiatan Mapalus atau gotong royong antar masyarakat yang saling membantu satu dengan lainnya. Penelitian ini membahas pentingnya penerapan teologi kontekstual dalam memahami iman Kristen di tengah budaya Minahasa, dengan menyoroti interaksi antara nilai-nilai budaya lokal dan prinsip-prinsip teologi Kristen. Teologi kontekstual berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan tradisi keimanan dengan budaya lokal, sehingga ajaran Kristen dapat diterima dan relevan dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi unsur-unsur budaya Minahasa yang sejalan dengan nilai-nilai teologi Kristen dan menganalisis bagaimana unsur-unsur tersebut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Minahasa. Budaya Minahasa ditandai nilai-nilai seperti mapalus (kerja sama), penghormatan kepada leluhur, dan hubungan harmonis dengan alam. Sistem kepercayaan tradisional, yang mencakup kepercayaan kepada Opo Empung dan roh leluhur, turut mempengaruhi praktik keagamaan masyarakat. Dalam konteks ini, teologi kontekstual memiliki peran dalam mengintegrasikan nilai-nilai tersebut ke dalam ajaran Kristen, misalnya melalui penggunaan simbol-simbol budaya dalam liturgi gereja dan penerapan nilai mapalus dalam pengajaran tentang kasih Kristen. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini menggunakan studi literatur, analisis teks-teks teologis, dan wawancara dengan tokoh agama serta adat Minahasa untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang kontekstualisasi teologi Kristen dalam budaya Minahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya Minahasa dapat diselaraskan dengan teologi Kristen, dengan gereja memainkan peran penting dalam menjaga budaya lokal sekaligus mencegah terjadinya kesalahan dalam kontekstualisasi yang dapat merusak ajaran iman. Dengan demikian, kebaruan yang ditawarkan dalam penelitian ini mencakup nilai sosial, praktik spiritual, tradisi adat untuk memperkaya iman Kristen di komunitas Minahasa dengan nilai-nilai teologis didalamnya.
Generasi Z dalam Dekonstruksi Citra Jaksel oleh Podcast Kesel Aje: Sebuah Analisis Wacana Kritis Rizki Muhammad Iqbal
SOCIUS Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri P
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scs.v12i1.806

Abstract

Budaya Jaksel yang merepresentasikan status sosial kelas atas dari anak muda di Jakarta Selatan berubah menjadi bahan olok-olokkan setelah Podcast Kesel Aje membuat konten sindiran melalui kanal podcastnya. Podcast ini memproduksi wacana melalui konten komedi dengan memposisikan diri seolah-olah menjadi bagian dari generasi Z di Jaksel yang dikritiknya tersebut. Dari sini timbul konsekuensi logis di mana terdapat generalisasi gaya hidup generasi Z yang diidentikkan dengan wacana kebiasaan anak muda di Jaksel. Tujuan penelitian ini adalah untuk menelusuri mekanisme kekuasaan beroperasi yang menimbulkan dua masalah utama, yakni dekonstruksi citra Jaksel dan generalisasi kebiasaan generasi Z. Berbeda dari penelitian sebelumnya yang berusaha membedah makna semantik dari bahasa Jaksel, dalam penelitian ini bahasa bermuatan wacana sebagai dekonstruksi kekuasaan dominan. Teori yang digunakan adalah kekuasaan dan pengetahuan oleh Michel Foucault. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis wacana kritis. Analisis data dalam penelitian ini melalui tiga dimensi AWK, yakni dimensi teks, praktik diskursif, dan praksis sosio-budaya. Data dalam penelitian ini mengacu pada lima konten Podcast Kesel Aje di YouTube yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling pada 2021-2023. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa wacana generasi Z Jaksel dalam bentuk komedi satire yang sudah diafirmasi publik diproduksi oleh Podcast Kesel Aje ini mendekonstruksi citra kelas atas Jaksel sekaligus berimplikasi pada menguatnya pembentukan stereotip karakteristik gaya hidup generasi Z secara general melalui teknik normalisasi.
Implementasi Nilai Kearifan Lokal Cublak Cublak Suweng dalam Pembelajaran MERDEKA Yanuarita Nur Hanifa; Dadan Wildan; Siti Komariah
SOCIUS Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri P
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scs.v12i2.668

Abstract

Kearifan lokal menjadi muatan penting untuk diinternalisasikan pada setiap generasi karena mencerminkan nilai-nilai, pengetahuan, dan praktik yang diwariskan secara turun temurun yang mampu mendukung keberlangsungan sosial dan lingkungan. Nilai-nilai lokal memiliki relevansi untuk menghadapi dunia yang terus berubah dan didominasi oleh pengaruh teknologi. Oleh karena itu perlu adanya interseksi antara kearifan lokal dan perkembangan teknologi di dunia pendidikan untuk menciptakan iklim pembelajaran yang interaktif, responsif, dan adaptif dalam menghadapi tantangan global yang semakin dinamis. Inovasi pembelajaran melalui implementasi kearifan lokal pada permainan tradisional Cublak Cublak Suweng dapat menjadi alternatif pembelajaran yang menjembatani antara kearifan budaya dengan kemajuan global. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi nilai kearifan lokal Cublak Cublak Suweng dalam pembelajaran MERDEKA. Teori yang digunakan sebagai dasar analisis adalah teori struktural fungsional skema AGIL dari Talcott Parsons. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnopedagogi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah studi literatur dan observasi partisipan pada pembelajaran sosiologi di SMAN 2 Cibinong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal permainan tradisional Cublak Cublak Suweng dalam pembelajaran MERDEKA menciptakan iklim belajar yang interaktif, inklusif, dan rekreatif sekaligus melestarikan budaya nasional di era digital. Pendekatan ini mentransfer nilai moral dari makna "suweng" sebagai harta sejati serta mendorong keterlibatan aktif siswa sebagai digital native.
Aksesibilitas Kredit pada Wirausaha Perempuan di Kota Pekanbaru Cut Endang Kurniasih; Ando Fahda Aulia; Nobel Aqualdo; Rahmita Budiartiningsih; Rosyetti Rosyetti
SOCIUS Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri P
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scs.v12i2.698

Abstract

Peran perempuan sangat penting dalam menopang ekonomi nasional dan menurunkan kemiskinan. Pemberian kredit mikro dari pemerintah membantu perempuan untuk menghidupi keluarga dan sebagai hasilnya peningkatan kesejahteraan. Permasalahannya, perempuan tidak menikmati akses yang sama ke layanan keuangan seperti laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk menguji variabel-variabel yang berpengaruh signifikan terhadap akses kredit pengusaha perempuan di Kota Pekanbaru. Data dikumpulkan secara campuran melalui wawancara dan juga menggunakan metode terstruktur kuesioner dari 100 wirausaha perempuan, yang dianalisis secara kuantitatif menggunakan regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kewirausahaan berupa pendapatan dan modal usaha lebih dominan dalam memberikan peluang yang besar untuk mengakses kredit sementara kepemilikan pencatatan laporan keuangan cenderung menyebabkan akses kredit lebih kecil pada wirausaha perempuan. Ini membuktikan bahwa literatur yang menyatakan bahwa banyak wirausaha perempuan sulit mendapatkan kredit karena menjalankan usaha mikro dengan pendapatan dan modal kecil yang sering dianggap kurang layak untuk kredit skala besar. Studi ini memiliki kebaruan dan berkontribusi pada literatur terkini terutama mengenai hubungan akses terhadap kredit dan kewirausahaan perempuan serta memberikan masukan berharga bagi para pembuat kebijakan.
Deconstruction of Gender and Sexuality in the I Told Sunset About You Series Siti Shafira Nurul Hanifa; Desi Yunita; Aditya Candra Lesmana
SOCIUS Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri P
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scs.v12i2.784

Abstract

This study analyzes the representation of gender and sexuality in the Thai series I Told Sunset About You using Jacques Derrida's deconstruction theory. Unlike previous studies that focus on identity affirmation or audience response, this research offers a new perspective by examining narrative ambiguity, emotional uncertainty, and symbolic silence as representational strategies. The research was conducted over six months (January-June 2025) by analyzing all episodes of the series, focusing on scenes that display the dismantling of masculine-feminine hierarchies, the application of différance in character relations, and the portrayal of gender identity as a fluid entity. Data were collected through dialogue transcription, scene marking, and recording of characters' gestural-emotional dynamics. The results show that this series represents queer identity not through labels, but through cues, revealing representational strategies as a form of symbolic propaganda. By emphasizing how the reproduction of space through popular media becomes a discursive space for ideological resistance, particularly related to heteronormativity. These findings contribute to the development of queer media studies in Southeast Asia, especially in reading gender politics in BL narratives critically and contextually.  
Modal Sosial dalam Penguatan Ekonomi Lokal melalui Wisata Pasar Slumpring Annisa Anandya Pramesti; Gunawan Gunawan
SOCIUS Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri P
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scs.v12i2.798

Abstract

Pengembangan pariwisata berbasis kerakyatan dengan menampilkan citra tradisional menjadi salah satu konsep yang dipilih dalam pengembangan wisata Pasar Slumpring, Kecamatan Bumijawa, Tegal. Sektor pariwisata yang masih dikelola secara mandiri ini berhasil membangun wadah pemberdayaan bagi masyarakat setempat sekaligus sebagai salah satu penguatan ekonomi lokal yang dimiliki Desa Wisata Cempaka. Tujuan dari penelitian ini, guna untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan dari destinasi Pasar Slumpring yang masih bertahan sampai sekarang dari perspektif modal sosial. Penelitian ini dilakukan dengan menerapkan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dengan 5 orang informan terpilih serta dokumentasi di lingkungan wisata Pasar Slumpring. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada teori modal sosial Fukuyama. Temuan penelitian menunjukan bahwa modal sosial menjadi komponen penting yang berhasil disinergikan sehingga mampu mendukung pemberdayaan masyarakat serta penguatan ekonomi lokal melalui wisata Pasar Slumpring. Aspek-aspek modal sosial yang dibangun meliputi, kepercayaan, norma dan nilai sosial serta jaringan sosial. Selain itu, peran Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) juga berkontribusi secara signifikan dalam memperkuat modal sosial yang dimiliki Pasar Slumpring. Secara keseluruhan, keberadaan Pasar Slumpring memberikan penguatan ekonomi terhadap masyarakat sekitar.
Negosiasi Kuasa dalam Privatisasi Ruang Publik oleh PKL: Studi Trotoar Depan BRI Corporate University Padang Nabila ismi; Afrizal Afrizal; Alfan Miko
SOCIUS Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri P
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scs.v12i2.802

Abstract

Trotoar adalah ruang publik, merupakan fasilitas umum yang dirancang untuk pejalan kaki, namun faktanya seringkali dimanfaatkan oleh PKL untuk berjualan. Hal ini terjadi di berbagai kota besar di Indonesia, termasuk Kota Padang. Salah satunya adalah trotoar di depan BRI Corporate University. Jika penelitian lain berfokus pada resistensi tanpa menyoroti peran institusi pemberi legitimasi diam-diam, studi ini menyoroti kerja sama berbagai pihak yang secara tidak langsung melindungi PKL. Keunikan dan kebaruan penelitian ini adalah kemampuannya mengungkap kolaborasi lintas aktor formal dan informal yang menciptakan ruang negosiasi sehingga PKL dapat mempertahankan keberlangsungan usahanya. Teori yang digunakan adalah teori produksi ruang Henri Lefebvre yang menyatakan bahwa ruang dimaknai berbeda oleh individu sesuai dengan keperluan mereka, serta teori Ribot dan Peluso yang menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan orang mampu mengakses ruang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif tipe deskriptif dengan teknik wawancara mendalam terhadap 14 informan pelaku dan 1 informan pengamat yang dipilih secara purposive berdasarkan kriteria tertentu. Analisis data dilakukan melalui reduksi data dengan menyaring informasi yang relevan dari hasil wawancara, penyajian data disusun dalam narasi tematik dan matriks, serta penarikan kesimpulan dilakukan dengan menafsirkan pola yang muncul dan memverifikasinya melalui konsistensi narasi dan cross-check antar informan. Hasil penelitian menemukan bahwa PKL mampu berjualan di trotoar karena adanya dukungan dari aktor-aktor setempat yang berpengaruh, yaitu: (1) Pemerintah kecamatan, (2) Pemerintah kelurahan, (3) Pemuda Pasar Baru, dan (4) BRI Corporate University. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa akses ruang publik adalah arena kontestasi dan mekanisme akses, yang memampukan individualisasi ruang publik sehingga PKL mampu menggunakan ruang publik untuk kepentingan personal.
Stratifikasi Sosial dalam Institusi Keagamaan Hindu Bali: Pelestarian Budaya atau Ketimpangan Sosial? Novi Dwi Lestari; Binti Maunah
SOCIUS Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri P
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scs.v12i2.851

Abstract

Stratifikasi sosial dalam masyarakat Hindu Bali merupakan fenomena yang memiliki kaitan erat dengan sistem keagamaan dan adat, khususnya melalui institusi pura dan desa pakraman. Dalam banyak kajian, institusi keagamaan cenderung dipahami sebagai ruang normatif pelestarian budaya dan harmoni sosial, sehingga peran dalam mengelola relasi hierarkis kurang dianalisis secara kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana stratifikasi sosial berbasis wangsa dilegitimasi, dipertahankan, dan dinegosiasikan melalui institusi keagamaan Hindu Bali di tengah dinamika modernisasi dan perubahan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan menggunakan metode studi pustaka terkait artikel jurnal dan buku akademik yang relevan dengan kajian stratifikasi sosial dan sosiologi agama. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi dengan menafsirkan praktik ritual, kepemimpinan adat, dan distribusi peran keagamaan dalam kerangka relasi kuasa simbolik. Hasil analisi menunjukkan bahwa sistem stratifikasi berbasis kasta masih berfungsi sebagai fondasi penting dalam pengorganisasian keagamaan, dimana kelompok Brahmana dapat memegang otoritas ritual utama, sementara kelompok Sudra lebih banyak berperan dalam fungsi teknis keagamaan. Namun demikian, dinamika kontemporer memperlihatkan adanya negosiasi simbolik yang dipengaruhi oleh pendidikan, mobilitas sosial, dan keterlibatan generasi muda, meskipun perubahan tersebut belum menghasilkan transformasi struktural yang signifikan. Penelitian ini menarik kesimpulan bahwa institusi keagamaan Hindu Bali berfungsi secara ambivalen, yakni sebagai sarana pelestarian budaya sekaligus mekanisme reproduksi ketimpangan simbolik, sehingga diperlukan ruang refleksi dan dialog agar pelestarian tradisi dapat berjalan seiring dengan prinsip keadilan sosial dan partisipasi yang lebih inklusif.
Pemerataan Pendidikan Wilayah Sangat Tertinggal Melalui Program Indonesia Pintar di Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat Novia Dhara Yulithya; Viza Juliansyah; M. Sabran
SOCIUS Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri P
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scs.v12i2.857

Abstract

Program Indonesia Pintar diposisikan sebagai instrumen kebijakan pemerintah yang diharapkan mampu mengurangi kesenjangan akses pendidikan bagi peserta didik berlatar belakang miskin dan rentan miskin, khususnya pada wilayah sangat tertinggal. Penelitian ini menawarkan kebaruan dengan menggunakan perspektif sosiologis dalam menempatkan masyarakat wilayah sangat tertinggal sebagai subjek utama dalam memaknai dan memanfaatkan PIP. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat dan dampak PIP terhadap peningkatan minat partisipasi peserta didik di wilayah sangat tertinggal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif untuk memahami fenomena sosial secara mendalam. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan subjek utama penerima manfaat PIP dan informan kunci meliputi pihak dewan guru SDN 15 Benteng. Data dikumpulkan dari 13 informan meliputi 2 orang peserta didik penerima manfaat, 7 orang tua penerima manfaat, dan 4 dewan guru melalui wawancara mendalam selama periode Desember 2024 - April 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PIP telah membangun persepsi positif bagi penerima manfaat. PIP dapat membantu pemenuhan kebutuhan peserta didik, memperluas akses pendidikan, meningkatan kesadaran pentingnya pendidikan dan kesejahteraan, serta mengurangi angka putus sekolah pada wilayah sangat tertinggal. Namun demikian, pelaksanaan PIP juga menciptakan kecenderungan ketergantungan masyarakat terhadap bantuan dari pemerintah. Melalui analisis menggunakan teori rasionalitas terbatas dan teori pertukaran sosial, penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan PIP dipengaruhi oleh pertimbangan rasional masyarakat dalam kondisi keterbatasan ekonomi serta hubungan timbal balik masyarakat dengan negara untuk memperoleh bantuan dan keberlanjutan partisipasi pendidikan.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri P Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri P Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri P Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri P Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri P Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri P Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri Pa Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri Pa Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri Pa Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri Pa Vol 7 No 2 (2020): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri Pa Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri Pa Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri Pa Vol 6 No 1 (2019): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri Pa Vol 5 No 2 (2018): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri Pa Vol 5 No 1 (2018): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri Pa Vol 4 No 2 (2017): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri Pa Vol 4 No 1 (2017): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri Pa More Issue