Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar [P-ISSN 2087-0051 | E-ISSN 2622-7061] adalah jurnal ilmiah yang berisikan artikel-artikel ilmiah yang berkaitan dengan bidang ilmu kesehatan gigi. Jurnal ini menjadi wadah publikasi bagi peneliti khususnya dosen dalam lingkungan jurusan keperawatan gigi dan peneliti dari luar pada umumnya. Artikel dapat berupa hasil penelitian, review buku, kritik artikel maupun berbagai karya ilmiah lainnya. Sangat kami harapkan bahwa jurnal kesehatan gigi ini dapat memberi ruang bagi para perawat gigi untuk mempublikasikan karya ilmiahnya dalam jurnal.
Articles
11 Documents
Search results for
, issue
"Vol 16, No 1 (2017)"
:
11 Documents
clear
GAMBARAN KECEMASAN DENGAN PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN EKSTRAKSI GIGI DI RSUD BARRU
Hans Lesmana
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (91.809 KB)
|
DOI: 10.32382/mkg.v16i1.742
Penelitian ini untuk melihat perubahan tekanan darah sebelum dan sesudah pencabutan gigi di poliklinik gigi RSUD Barru. Sampel sebanyak 31 orang, penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian disajikan dengan tabulasi data, untuk menggambarkan kecemasan pasien sebelum dan setelah pencabutan dengan indikator tekanan darah pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 31 pasien ekstraksi gigi di RSUD Barru sebanyak 14 orang ( 45,1 %) yang tekanan darahnya tetap. 16 orang (51,6%) tekanan darahnya meningkat dan 1 orang (3,2%) yang tekanan darahnya menurun.Kata Kunci: kecemasan, perubahan tekanan darah, ekstraksi gigi
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU MAHASISWA JURUSAN KEPERAWATAN GIGI POLTEKKES KEMENKES MAKASSAR MENGENAI PEMILIHAN PASTA GIGI
Johnny Angki
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : poltekkes kemenkes makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (152.996 KB)
|
DOI: 10.32382/mkg.v16i1.765
Masalah kesehatan gigi masih merupakan masalah yang menarik, karena penyakit gigi dan mulut masih banyak diderita masyarakat seperti karies gigi. Prevalensi karies mencapai 80 % dari jumlah penduduk. Demikian juga dengan usaha untuk mencegahnya belum terlihat hasil yang nyata, bila diukur dengan indikator kesehatan gigi masyarakat, misalnya prevalensi karies hingga tahun 2009 yang masih sangat tinggi. Hasil survey kesehatan rumah tangga (SKRT) yang menyatakan karies gigi pada anak merupakan masalah yang serius pada kesehatan gigi dan mulut di Indonesia dengan prevalensi hingga 90,05 %. Karies menjadi salah satu bukti tidak terawatnya kondisi gigi dan mulut masyarakat Indonesia. Salah satu faktor yang mempengaruhi proses karies adalah dengan adanya saliva dalam rongga mulut. Saliva memegang peranan penting antara lain yaitu dalam proses terbentuknya plak gigi, saliva juga merupakan media yang baik untuk kehidupan mikroorganisme tertentu yang berhubungan dengan karies gigiPenelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pH Saliva dengan terjadinya kerusakan gigi di SDN No 187 Patobong Kec Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang. Metode penelitian adalah penelitian observasional analitik mengenai pH Saliva dengan Kerusakan Gigi,dimana kerusakan gigi dipengaruhi oleh cara menyikat gigi dan makanan dan minuman yang dikonsumsi siswa/siswi. Subjek penelitian adalah seluruh siswa/siswi SD No 187 Patobong dengan jumlah sampel 30 orang yang terdiri dari laki-laki 13 orang dan perempuan 17 orang. Metode Metode yang digunakan dengan pendekatan Cross Sectional untuk menguji hipotesis, dimana variabel-variabel yang diteliti diobservasi kemudian diukur dalam waktu bersamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pH Saliva Dengan Kerusakan Gigi di SD No 187 Patobong Kecamatan Mattirosompe Kabupaten Pinrang dengan Considance interval sebesar 95 %. Ada hubungan yang signifikan antara pH saliva dengan kerusakan gigi, dimana kerusakan gigi terbanyak terlihat terjadi pada anak yang memiliki ph saliva kritis yaitu 5,0 – 5,8.Kata Kunci: Kerusakan Gigi, Cara Menyikat Gigi, PH Saliva
GAMBARAN KEBUTUHAN PERAWATAN ORTODONTI PADA MAHASISWA JURUSAN KEPERAWATAN GIGI POLTEKKES MAKASSAR
nurhaeni eni
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (477.818 KB)
|
DOI: 10.32382/mkg.v16i1.746
Perkataan ortodonti yang berasal dari bahasa Yunani, dapat diuraikan menjadi orthos yang berarti betul dan dentos berarti gigi, sehingga ortodonti dapat diterjemahkan menjadi letak gigi yang betul atau disebut ilmu yang membetulkan letak gigi. Tujuan dari penelitian ini adalah diperolehnya gambaran kebutuhan perawatan ortodonti pada mahasiswa jurusan keperawatan gigi poltekkes Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Dimana populasinya adalah semua mahasiswa jurusan keperawatan gigi dan sampelnya sebanyak 30 orang dengan metode pemilihan sampel secara purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kebutuhan perawatan ortodonti bedasarkan indikator IKPO pada responden yang mengalami maloklusi pada mahasiswa-mahasiswi Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Makassar tahun 2015 sangat tinggi yaitu sebesar 93% yang membutuhkan perawatan ortodonti dan hanya 7% yang tidak membutuhkan perawatan ortodonti. Tingginya angka kebutuhan perawatan ortodonti ini menggambarkan bahwa pengetahuan dan kesadaran mahasiswa akan perawatan ortodonti sudah cukup baik sehingga tingkat kesediaan untuk menjalani perawatan ortodonti begitu tinggi. Kata kunci : Kebutuhan, Perawatan Ortodonti, IKPO
GAMBARAN PERILAKU IBU HAMIL TERHADAP KESEHATAN GIGI DAN MULUT DI KELURAHAN SAPAYA KECAMATAN BUNGAYA KABUPATEN GOWA
munadirah munadirah
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (161.849 KB)
|
DOI: 10.32382/mkg.v16i1.756
Ibu hamil merupakan salah satu kelompok yang rentan akan penyakit gigi dan mulut. Beberapa penelitian menyatakan bahwa tingkat perilaku ibu hamil dapat berpengaruh pada kesehatan gigi dan mulut.Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan observasional di Kelurahan Sapaya Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa pada bulan Juni - Juli 2016. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perilaku ibu hamil terhadap kesehatan gigi dan mulut di Kelurahan Sapaya Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa. Sampel yang diambil sejumlah 15 ibu hamil yang berkunjung di Puskesmas Sapaya.Berdasarkan hasil penelitian didapatkan perilaku ibu hamil terhadap kesehatan gigi dan mulut di Kel. Sapaya Kec. Bungaya Kab. Gowa tergolong kurang baik (48,89%) dengan DMF-T dalam kategori karies tinggi (4,9) dan kebersihan gigi dan mulut tergolong buruk (53.3%).Bagi ibu hamil dapat mengubah perilaku yang kurang baik menjadi lebih baik dalam perilaku kesehatan gigi dan mulut selama masa kehamilan, serta meningkatkan perilaku kunjungan ke dokter gigi selama kehamilan.Kata Kunci: Perilaku ibu hamil terhadap kesehatan gigi dan mulut, kesehatan gigi dan mulut.
GAMBARAN TINGKAT KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA MURID KELAS III, IV DAN V DI SDN RAPPOCINI 1 KOTA MAKASSAR TAHUN 2016
Agus Supriatna
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (160.499 KB)
|
DOI: 10.32382/mkg.v16i1.747
Studi ini meneliti mengenai Gambaran Kebersihan Gigi dan Mulut Pada Murid SD Kelas III, IV, dan V di SDN Rappocini 1, dengan indikator DI-S dan CI-S nilai OHI-S yang selanjutnya menjadi rujukan kriteria observasi, seperti Baik = 0 - 1,2. Sedang = 1,3 – 3,0. Buruk = 3,1 – 6,0.Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 77 murid. Penelitian ini dilakukan di SDN Rappocini 1 Kelurahan Buakana Kecamatan Rappocini Kota Makassar. Penelitian menggunakan tehnik observasional untuk mengetahui Gambaran Tingkat Kebersihan Gigi dan Mulut Pada Murid Kelas III, IV, dan V di SDN Rappocini 1. Pengolahan data dilakukan secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel.Hasil penelitian diperoleh bahwa 35,1 % responden termasuk kategori Baik , 53,2 % responden kategori sedang dan 11,7 % responden kategori buruk. Jadi Gambaran Kebersihan Gigi dan Mulut sebagian besar murid kelas III, IV dan V di SDN Rappocini 1 termasuk dalam kategori sedang. Kata kunci : Tingkat Kebersihan, Gigi dan Mulut
PENGARUH PENGGUNAAN TUSUK GIGI BERPENAMPANG BULAT TERHADAP KEDALAMAN PERLEKATAN KLINIS PADA GINGIVA DI DESA BONTONA SALUK
Ellis Mirawati Hamid
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (197.918 KB)
|
DOI: 10.32382/mkg.v16i1.741
Tusuk gigi merupakan alat bantu untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang tersangkut pada sela-sela gigi yang terbuat dari bahan baku kayu atau bambu. Gingiva merupakan bagian dari membrane mukosa mulut tipe mastikasi yang melekat pada tulang alveolar serta menutupi dan mengelilingi leher gigi. Trauma mekanis dapat menjadi factor penyebab hilangnya perlekatan gingiva. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kebiasaan membersihkan gigi dengan menggunakan tusuk gigi berpenampang bulat terhadap perlekatan klinis pada gusi (ephitelialattachment gingiva). Jenis penelitian yang dilakukan adalah observasional analitik dengan sampel sebanyak 50 orang. Penelitian ini dilakukan di Desa Bontona Saluk Kabupaten Kepulauan Selayar.Uji dengan Analisa uji statistic Independen T-test dengan menggunakan program SPSS 16.0 for windows. diperoleh hasil nilai rata-rata kehilangan perlekatan klinis pada gingiva adalah sebesar 4,0 mm dengan sig. 0,000. Karena sig < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penggunaan tusuk gigi berpenampang bulat terhadap kedalaman perlekatan klinis pada gingiva. Kata Kunci : tusuk gigi, gingiva, clinical attachment loss
PENGETAHUAN PEROKOK TENTANG KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA MASYARAKAT DI DESA POREHU KABUPATEN KOLAKA UTARA TAHUN 2016
Badai Septa W
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (185.515 KB)
|
DOI: 10.32382/mkg.v16i1.719
Penelitian deskriptif tentang ”Pengetahuan Perokok Tentang Kesehatan Gigi Dan Mulut Pada Masyarakat Di Desa Porehu Kabupaten Kolaka Utara Tahun 2016”bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat di desa porehu kabupaten kolaka utara.Penelitian yang dilakukan di Desa Porehu Kabupaten Kolaka Utara, dimana populasinya adalah keseluruhan laki-laki di Desa tersebut dengan sampel 30 orang.Data hasil penelian diperoleh berdasarkan kuesioner yang diberikan kepada responden.Pengolahan data dilakukan secara manual.Data yang diperoleh, diolah dan dianalisis berdasarkan distribusi frekuensi dalam bentuk tabel.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan perokok tentang kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat di Desa Porehu Kabupaten Kolaka Utara, berdasarkan hasil analisis bahwa pengetahuan perokok termasuk dalam kategori kurang, dimana terdapat hasil >56% responden tidak mengetahui tentang kesehatan gigi dan mulut yang disebabkan oleh rokok.
PENGARUH TEKNIK MENYIKAT GIGI TERHADAP TERJADINYA ABRASI PADA SERVIKAL GIGI
Rini Irmayanti Sitanaya
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (270.737 KB)
|
DOI: 10.32382/mkg.v16i1.744
Salah satu upaya yang dapat dilaksanakan untuk mencegah karies adalah dengan memperhatikan kebersihan area rongga mulut terutama gigi, pembersihan plak setiap hari adalah dengan cara menyikat gigi. Menyikat gigi adalah kegiatan pembersihan plak secara mekanis yang dilakukan setiap hari untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut. Terjadinya abrasi pada gigi, dapat disebabkan oleh perilaku menyikat gigi, baik itu frekuensi menyikat gigi, jenis sikat gigi yang digunakan, hingga metode atau teknik yang digunakan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik menyikat gigi terhadap terjadinya abrasi pada servikal gigi. Jenis penelitian ini adalah jenis observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi diambil dari seluruh siswa kelas XII SMA Negeri 1 Galesong Selatan Kabupaten Takalar, sementara sampel yang diambil berjumlah 40 responden dengan menggunakan teknik stratified random sampling. Data yang diperoleh dalam penelitian ini kemudian dianalisis statistik dengan uji korelasi antar variabel dengan nilai probabilitas (sig.) <0,05 dan hasilnya memperlihatkan bahwa ada pengaruh teknik menyikat gigi dengan kejadian abrasi pada servikal gigi. Dengan demikian untuk mencegah terjadinya abrasi pada servikal gigi perlu memperhatikan teknik menyikat gigi yang tepat dan menghindari tekanan yang berlebihan pada saat menyikat gigi. Kata Kunci: abrasi gigi, servikal gigi, teknik menyikat gigi
GAMBARAN PENGETAHUAN ORANG TUA TERHADAP PENCEGAHAN PRIMER KARIES PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH 3-5 TAHUN DI TK KEMALA BHAYANGKARI 20 KAB. PANGKEP
syamsuddin abubakar
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (148.999 KB)
|
DOI: 10.32382/mkg.v16i1.898
Masalah kesehatan gigi masih merupakan masalah yang menarik, karena penyakit gigi dan mulut masih banyak diderita masyarakat seperti karies gigi. Prevalensi karies mencapai 80 % dari jumlah penduduk. Demikian juga dengan usaha untuk mencegahnya belum terlihat hasil yang nyata, bila diukur dengan indikator kesehatan gigi masyarakat, misalnya prevalensi karies hingga tahun 2009 yang masih sangat tinggi. Hasil survey kesehatan rumah tangga (SKRT) yang menyatakan karies gigi pada anak merupakan masalah yang serius pada kesehatan gigi dan mulut di Indonesia dengan prevalensi hingga 90,05 %. Karies menjadi salah satu bukti tidak terawatnya kondisi gigi dan mulut masyarakat Indonesia. Salah satu faktor yang mempengaruhi proses karies adalah dengan adanya saliva dalam rongga mulut. Saliva memegang peranan penting antara lain yaitu dalam proses terbentuknya plak gigi, saliva juga merupakan media yang baik untuk kehidupan mikroorganisme tertentu yang berhubungan dengan karies gigi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pH Saliva dengan terjadinya kerusakan gigi di SDN No 187 Patobong Kec Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang. Metode penelitian adalah penelitian observasional analitik mengenai pH Saliva dengan Kerusakan Gigi,dimana kerusakan gigi dipengaruhi oleh cara menyikat gigi dan makanan dan minuman yang dikonsumsi siswa/siswi. Subjek penelitian adalah seluruh siswa/siswi SD No 187 Patobong dengan jumlah sampel 30 orang yang terdiri dari laki-laki 13 orang dan perempuan 17 orang. Metode Metode yang digunakan dengan pendekatan Cross Sectional untuk menguji hipotesis, dimana variabel-variabel yang diteliti diobservasi kemudian diukur dalam waktu bersamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pH Saliva Dengan Kerusakan Gigi di SD No 187 Patobong Kecamatan Mattirosompe Kabupaten Pinrang dengan Considance interval sebesar 95 %. Kesimpulan penelitian Ada hubungan yang signifikan antara pH saliva dengan kerusakan gigi, dimana kerusakan gigi terbanyak terlihat terjadi pada anak yang memiliki ph saliva kritis yaitu 5,0 – 5,8.KATA KUNCI: Kerusakan Gigi, Cara Menyikat Gigi, PH Saliva
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN ANAK TENTANG PENGARUH MAKANAN JAJANAN TERHADAP KARIES GIGI DI SD NEGERI BONTORAMBA 1 TAMALANREA
Jumriani Jumriani
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (183.584 KB)
|
DOI: 10.32382/mkg.v16i1.740
Masalah utama dalam rongga mulut anak sampai saat ini adalah penyakit karies gigi.Telah banyak usaha yang telah dilakukan untuk menurunkan prevalensi penyakit karies. Anak usia sekolah khususnya anak sekolah dasar adalah satu kelompok yang rentan terhadap penyakit gigi dan mulut. Tujuan Penelitian Untuk mengetahui gambaran Tingkat pengetahuan anak tentang pengaruh makanan jajanan terhadap karies gigi SDN Bontoramba 1 Tamalanrea. Jenispenelitian yang digunakan adalah deskriptif,Sampel adalah semua murid kelas IV dan V dengan menggunakan metode purposive sampling berjumlah 53 orang. Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa tingkat pengetahuan siswa di SD Negeri Bontoramba 1 Tamalanrea pengetahuan tentang pengaruh makanan jajanan termasuk dalam kategori sangat rendah yaitu (58,6%). Sedangkan dalam kategori karies yaitu sangat rendah yaitu (24.5%).