Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi merupakan jurnal yang mempublikasikan artikel ilmiah dengan cakupan hasil penelitian geografi bidang pendidikan dan pembelajaran, sistem informasi geografi dan penginderaan jauh, kependudukan, pengembangan wilayah, kebencanaan serta pengelolaan lingkungan.
Articles
13 Documents
Search results for
, issue
"Vol 8 No 2 (2024): September 2024"
:
13 Documents
clear
Analisis Pola Sebaran Daya Tarik Wisata di Kabupaten Tuban Sebagai Dasar Penentuan Paket Wisata
Triaditama, Setyawan;
Purnomo, Agus
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 8 No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29408/geodika.v8i2.21418
Penelitian ini bertujuan untuk 1) membuat pemetaan daya tarik wisata, 2) menganalisis pola sebaran dan karakteristik wisata di Kabupaten Tuban, dan 3) membuat paket wisata berdasarkan peta daya tarik wisata yang sudah dibuat. Analisis data dilakukan dengan lima tahap pengembangan suatu sistem informasi yaitu spesifikasi data, pengumpulan data, pengolahan data, penyebaran data dan penerapan data. Hasil penelitian menunjukkan sebaran daya tarik wisata di Kabupaten Tuban tersebar hampir ke setiap kecamatannya. Pola sebaran wisata di Kabupaten Tuban cenderung mengelompok dengan karakteristik yang berbeda di setiap wisatanya. Terdapat tiga paket wisata yang dibuat berdasarkan wisata unggulan yang dipilih responden dan minat wisata. Ketiga paket wisata tersebut ialah Tuban Leisure, Minat Wisata Alam dan Minat Wisata Religi. Peta daya tarik wisata dan paket wisata dapat digunakan wisatawan sebagai panduan dan informasi awal dalam mengunjungi wisata di Kabupaten Tuban serta sebagai masukan bagi dinas terkait dalam peningkatan wisata di Kabupaten Tuban.
Analisis Distribusi Fasilitas Sekolah Menengah Pertama melalui Pemodelan Spasial Studi Kasus di Kota Malang
Kuncoro Adi Pradono;
Manurung, Parluhutan;
Wibowo, Adi
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 8 No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29408/geodika.v8i2.25692
Dalam upaya membangun bangsa melalui pemerataan wajib belajar sembilan tahun merupakan bagian amanat UUD 1945 dan menjadi prioritas program pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi fasilitas sekolah SMP di Kota Malang. Metode pemodelan spasial yang digunakan metode krigging dan regresi machine learning untuk prediksi perkembangan fasilitas sekolah SMP. Pemodelan spasial akan menilai sejauh mana pola spasial fasilitas sekolah terdistribusi dan analisis regresi yang akan melakukan prediksi fasilitas sekolah SMP dengan variabel peserta didik, guru, pegawai dan rombongan belajar. Hasil pemodelan spasial dengan teknik krigging menunjukan distribusi variogram antar fasilitas sekolah berjarak 3-4 km dan merata. Adapun regresi dengan model terbaik secara berurutan REML, RF, OLS, GB, INLA dan PLS. Dengan model terbaik didapatkan akurasi 0,98 dan RMSE sebesar 0.79. Melalui hasil dari penelitian ini didapatkan gambaran bahwa sebaran distribusi fasilitas sekolah tingkat SMP di era zonasi saat ini masih terpusat di wilayah tengah Kota Malang sehingga terdapat peluang untuk pembangunan dan pengembangan fasilitas sekolah SMP di daerah pinggiran. Analisis pemodelan spasial dapat memberikan sudut pandang dan pertimbangan bagaimana fasilitas sekolah di perbaikan sesuai untuk pemerataan pendidikan.
Analisis Spasial Kesesuaian Kawasan Industri Kota Serang Berdasarkan RTRW Dengan Metode Spatial Multi-Criteria Analysis
Purwaningsih, Yuli;
Wibowo, Adi
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 8 No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29408/geodika.v8i2.25819
Kawasan industri merupakan salah satu faktor utama pada isu penurunan sumber daya alam dan degradasi lingkungan. Kegiatan ekonomi pada sektor industri juga menyebabkan pencemaran sungai dan air laut, polusi udara, penurunan kesehatan dan rasa tidak nyaman bagi warga yang tinggal dekat dengan kawasan industri. Oleh karena itu diperlukan analisis spasial dalam penentuan kesesuaian lahan untuk kawasan industri untuk menghindari terjadinya permasalahan, tersebut salah satunya adalah dengan metode Spatial Multi-Criteria Analysis (SMCA). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis spasial kesesuaian kawasan industri Kota Serang menggunakan metode SMCA dan dibandingkan dengan Peta RTRW dengan perangkat lunak ILWIS. Hasil dari penelitian ini 75,79% masuk ke dalam kategori cukup sesuai, sementara 13,28% memenuhi persyaratan sangat sesuai. Dibandingkan dengan Peta RTRW Kota Serang, 29,58% wilayah KPI (Kawasan Peruntukan Indutri), terutama di Kecamatan Kasemen bagian utara, tidak sesuai untuk pembangunan kawasan industri, namun 61,75% dan 8,67% wilayah KPI masing-masing cukup dan sangat sesuai. Temuan studi ini menunjukkan bahwa KPI pada peta RTRW Kota Serang perlu dikaji ulang mengingat wilayah Kecamatan Kasemen Utara merupakan wilayah pesisir pantai yang memiliki tutupan lahan berupa tambak, sehingga tidak sesuai untuk pembangunan kawasan industri.
Analisis Spasial Tingkat Kesesuaian Lahan Permukiman Berdasarkan Kemiringan Tanah di Kota Tangerang
Prasetya, Ferdian Adhy;
Wibowo, Adi
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 8 No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29408/geodika.v8i2.26065
Kota Tangerang sebagai bagian dari wilayah metropolitan Jakarta telah menyebabkan peningkatan permintaan akan lahan permukiman. Pertumbuhan populasi yang cepat, memicu ekspansi perkotaan yang signifikan dan meningkatkan tekanan terhadap ketersediaan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis spasial terhadap tingkat kesesuaian lahan permukiman berdasarkan kemiringan tanah di Kota Tangerang. Dengan memanfaatkan data Sistem Informasi Geografis dan teknik analisis Weighted Overlay, penelitian ini mengintegrasikan informasi tentang kemiringan tanah dan klasifikasi tutupan lahan untuk mengidentifikasi area-area yang paling sesuai untuk pengembangan permukiman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Kota Tangerang memiliki potensi untuk pengembangan permukiman, dengan sebagian besar area tergolong sangat sesuai dan sesuai. Namun, terdapat juga 2 kecamatan yang memiliki area yang kurang sesuai dan tidak sesuai, seperti pada Kecamatan Benda dengan area kurang sesuai sebesar 0.198 km2 dan area tidak sesuai sebesar 0.010 km2. Kemudian, Kecamatan Pinang dengan area kurang sesuai sebesar 0.033 km2 dan area tidak sesuai sebesar 0.002 km2. Hasil analisis ini memberikan wawasan yang berharga bagi perencanaan tata ruang permukiman Kota Tangerang, dengan menyoroti pentingnya mempertimbangkan faktor kemiringan tanah dalam pengembangan perkotaan yang berkelanjutan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan landasan bagi pengambilan keputusan yang lebih baik dalam mengelola penggunaan lahan dan pengembangan wilayah Kota Tangerang untuk masa depan yang lebih berkelanjutan.
Analisis Spasial Faktor-Faktor Pengguna KB di Provinsi DKI Jakarta Tahun 2023
Handawati, Rayuna;
Ramadhan, Dandi;
Fanny, Evita;
Hafiz, Mochamad;
Nugroho, Noval Tri
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 8 No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29408/geodika.v8i2.26731
Pengguna program keluarga berencana (KB) di Provinsi DKI Jakarta belum merata, terdapat ketimpangan di setiap kota. Ketimpangan ini disebabkan oleh fasilitas kesehatan yang tidak merata. Oleh karena itu, pembangunan fasilitas kesehatan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan akses dan jumlah pengguna program KB. Penelitian ini bertujuan menentukan kota prioritas untuk pembangunan fasilitas kesehatan penunjang program KB dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode autokorelasi spasial Indeks Moran Global dan Lokal berbasis Sistem Informasi Geografis. Hasil menunjukkan nilai Indeks Moran I = 0,042, yang menunjukkan autokorelasi spasial positif, namun korelasinya lemah karena mendekati nol. Uji signifikansi Indeks Moran menunjukkan bahwa pola sebaran pengguna KB di kota-kota bersifat acak dan tidak saling mempengaruhi. Berdasarkan analisis Local Indicator Spatial Autocorrelation pada tiga indikator pengguna KB, Klinik KB, dan PPKBD Jakarta Utara memiliki nilai indikator sangat rendah, mirip dengan Jakarta Selatan yang cukup rendah. Sementara kota lainnya tidak signifikan. Hasil overlay dari ketiga analisis ini menghasilkan rekomendasi wilayah prioritas untuk peningkatan fasilitas penunjang KB. Pemerintah perlu memperhatikan kota-kota tersebut untuk meningkatkan angka pengguna KB secara menyeluruh.
Evaluasi Kesesuaian Lahan Tanaman Cabai Merah Menggunakan Logika Fuzzy di Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur
Gusrianda, Ilham;
Dwi, Masita;
Manesa, Mandini;
Setiadi, Hafid
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 8 No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29408/geodika.v8i2.26841
cabai merah (capsicum annum) adalah komoditas sayuran dengan nilai ekonomis tinggi yang semakin diminati. Permintaan terus tumbuh seiring pertumbuhan penduduk dan perkembangan industri, terutama untuk bumbu masakan, industri makanan, dan obat-obatan. Oleh karena itu, diperlukan kajian kesesuaian lahan untuk mengidentifikasi potensi lahan yang sesuai guna mencapai hasil panen yang optimal. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis dan mengevaluasi kesesuaian lahan untuk tanaman cabai merah di Desa Ciputri. Metode yang digunakan dalam analisis kesesuaian lahan menggunakan pendekatan fuzzy dan evaluasi kesesuaian lahan menggunakan Boolean. Hasil penelitian menunjukkan hasil kesesuaian lahan cabai merah dengan metode fuzzy mendapatkan hasil nilai dengan kesesuaian paling tinggi yaitu 0,856 dan nilai terendah 0,1456 dimana nilai fuzzy berada pada rentang nilai 0 sampai 1. Hasil evaluasi kesesuaian lahan cabai merah menghasilkan 3 kelas yaitu sangat sesuai dengan luas 261,63 hektar (30,0 %), cukup sesuai dengan luas 177,18 hektar (20,31 %) dan tidak sesuai dengan luas 433,19 hektar (49,69 %). Metode fuzzy logic memberikan hasil yang lebih terperinci dan fleksibel dalam menggambarkan kesesuaian lahan, menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian yang lebih tinggi berbanding lurus dengan nilai fuzzy yang lebih tinggi, sementara tingkat kesesuaian yang rendah berhubungan dengan nilai fuzzy yang lebih rendah.
Identifikasi Interaksi Penduduk Terhadap Ruang Bentuklahan Vulkanik di Gunungapi Merapi Bagian Selatan Daerah Istimewa Yogyakarta
Sitohang, Lidya Lestari;
Nisma, Septia Illa;
Putra, Firdan Dimas Ivana;
Aineviska, Shierlyra Fedrani;
Alfitri, Rahmatika
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 8 No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29408/geodika.v8i2.26991
Bentang budaya meliputi segala fenomena di permukaan bumi yang berhubungan dengan aktivitas manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi secara empiris interaksi penduduk terhadap ruang bentuklahan asal proses vulkanik di Gunungapi Merapi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan survei cepat terpadu dengan menerapkan prinsip triangulasi data. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara dan pengumpulan data sekunder. Hasil penelitian menujukkan interaksi penduduk dengan bentuklahan asal proses vulkanik di sekitar Gunungapi Daerah Istimewa Yogyakarta menunjukkan bentang budaya yang didasarkan atas sumber daya dan bencanaa. Terkait sumber daya, bentang budaya didominasi oleh pemanfaatan lahan pertanian dan wisata. Penduduk lokal sering menanam padi, sayuran, dan tanaman holtikultura lainnya. Aspek perekonomian, keindahan alam dan fenomena vulkanik banyak menarik wisatawan. Sementara itu, bentang budaya terkait bencana yang dapat ditemui pada studi ini berkaitan erat dengan mitigasi bencana sebagai contoh tiang sirine, konstruksi dam sabo dan museum bencana.
Analisis Kemampuan Technological Pedagogical And Content Knowledge (TPACK) Guru Geografi di Kota Banda Aceh
Batubara, Dinda Zillatul Munawaroh;
Furqan, M. Hafizul;
Azis, Daska
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 8 No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29408/geodika.v8i2.27083
Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan kerangka kognitif Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) guru geografi dan perbedaan kemampuan TPACK pada guru geografi di Kota Banda Aceh berdasarkan jenis kelamin, usia, latar belakang pendidikan dan lama pengalaman mengajar. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka dikumpulkan data dari seluruh guru geografi yang tergabung dalam MGMP Geografi di Kota Banda Aceh menggunakan metode survei dan dokumentasi dengan instrumen kuesioner. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis statistik deskriptif untuk menghasilkan kategori jenjang kemampuan TPACK dan kategori jenjang kemampuan TPACK berdasarkan komponen pada guru geografi. Data kemudian dianalisis dengan teknik analisis inferensial non parametrik untuk menghasilkan perbedaan kemampuan TPACK guru geografi berdasarkan jenis kelamin, usia, latar belakang pendidikan dan lama pengalaman mengajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan TPACK guru geografi tergolong tinggi ditunjukkan oleh skor rata-rata empirik sebesar 158,31. Kemampuan TPACK guru geografi diukur berdasarkan komponen yaitu Technological Knowledge (TK), Pedagogical Knowledge (PK), Content Knowledge (CK), Technological Pedagogical Knowledge (TPK), Technological Content Knowledge (TCK), Pedagogical Content Knowledge (PCK), dan Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) tergolong tinggi. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata kemampuan TPACK guru geografi di Kota Banda Aceh berdasarkan jenis kelamin, usia, latar belakang pendidikan dan lama pengalaman mengajar.
Analisis Spasial Kerawanan Banjir Menggunakan Metode Spatial Multi Criteria Analysis di Desa Ciputri Jawa Barat
Alyudin, Dyah Rizky;
Manessa, Masita Dwi Mandini;
Purwaningsih, Yuli;
Yuningsih, Yuningsih
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 8 No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29408/geodika.v8i2.27097
Banjir merupakan fenomena yang seringkali menganggu kehidupan masyarakat. Banjir dalam pandangan masyarakat dianggap sebagai bencana yang dikarenakan meluapnya air dari sungai akibat hujan deras dimana tidak hanya menyebabkan kerugian secara materil, namun juga dapat mengganggu kehidupan bermasyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerawanan banjir menggunakan metode Spatial Multi Criteria Analysis (SMCA) di Desa Ciputri, Cianjur, Jawa Barat. Berbagai variabel pembentuk banjir seperti curah hujan, elevasi, kelerengan, jarak dari sungai dan tutupan lahan digunakan untuk membuat peta kerawanan banjir melalui tiga skenario pembobotan. Pembobotan variabel terbaik menggunakan skema jarak dari sungai sebesar 30%, tutupan lahan 20%, elevasi 20%, curah hujan 15%, dan kelerengan 15%. Ketika dibandingkan dengan peta kerawanan banjir hasil wawancara masyarakat Ciputri mengenai histori banjir, pemetaan ini dapat menghasilkan nilai validasi PRC sebesar 60%. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa skenario pembobotan variabel ini dapat digunakan dengan cukup baik untuk melakukan pemetaan kerawanan banjir di tingkat pedesaan. Walaupu begitu, penambahan variabel dan pengembangan dalam pembobotan disarankan untuk perkembangan studi lebih lanjut.
Analisis Daya Dukung Lingkungan Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) untuk Pengembangan Wisata di Kota Pariaman
Vivil Gusvira Zhona;
Juita, Erna;
Zuriyani, Elvi
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 8 No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29408/geodika.v8i2.27181
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk mengembangkan pariwisata yang sesuai dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan. Analisis daya dukung lingkungan pada objek wisata di kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Kota Pariaman merupakan langkah penting dalam memastikan jumlah wisatawan tidak melebihi kapasitas objek wisata tersebut. Melalui analisis ini, diharapkan dapat dihasilkan rekomendasi dan strategi pengembangan kawasan wisata yang sesuai dengan kapasitas dan kondisi objek wisata, sehingga dapat berjalan secara berkelanjutan, memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat, dan menjaga kelestarian lingkungan serta keanekaragaman hayati di KKPD Kota Pariaman. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Deskriptif Kuantitatif dengan populasi objek wisata di KKPD Desa Apar, Kecamatan Pariaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Daya Dukung Fisik objek wisata adalah 3.207 pengunjung/hari, yang diklasifikasikan sebagai Daya Dukung Besar dan dapat dikembangkan. 2) Daya Dukung Efektif adalah 68.406 pengunjung/hari, diklasifikasikan sebagai Daya Dukung Besar dan dapat dikembangkan. Rekomendasi dari penelitian ini menekankan pada pengembangan yang berkelanjutan dan pengelolaan yang tepat agar dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.