Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi merupakan jurnal yang mempublikasikan artikel ilmiah dengan cakupan hasil penelitian geografi bidang pendidikan dan pembelajaran, sistem informasi geografi dan penginderaan jauh, kependudukan, pengembangan wilayah, kebencanaan serta pengelolaan lingkungan.
Articles
252 Documents
Strategi Buruh Tani dalam Memenuhi Kebutuhan Pendidikan Anak di Desa Karang Baru Batu Rente Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur
Hidayatul Adniyah;
Agus Muliadi Putra
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 1, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29408/geodika.v1i2.849
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi buruh tani dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak di Desa Karang Baru Batu Rente Kecamatan Wanasaba. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan sampel penelitian sebanyak 30 orang masyarakat Karang Baru Batu Rente yang sudah memiliki keluarga dan bekerja sebagai buruh tani. Tehnik pengambilan sampel dilakukan secara nonprobability sampling yaitu menggunakan sampel kuota kuota yang merupakan teknik menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan terpenuhi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan menggunakan analisis statistik sederhana. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa strategi yang digunakan buruh tani di Desa Karang Baru Batu Rente Kecamatan Wanasaba dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anaknya adalah dengan cara mencari pekerjaan sampingan seperti bekerja sebagai peternak, bekerja sebagai ojek, penjahit, pembuat batako, guru, tani, dan mengirim anggota keluarga untuk merantau ke luar negeri untuk bekerja sebagai TKI (Tenaga Kerja Indonesia). Karena pendidikan anak sangat penting untuk masa depan anak-anak mereka nantinya agar dapat menjadi lebih baik dari orang tuannya.
Dampak Sosial Ekonomi Covid-19 Terhadap Pelaku Usaha Informal Offline dan Online di Kota Palembang
Armansyah Armansyah;
Mirna Taufik;
Raden Ayu Wulantari
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 5, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29408/geodika.v5i1.3262
Pelaku usaha informal dianggap paling rentan terkena dampak Covid-19, sebab bersifat subsisten dan memiliki sumber daya terbatas. Penelitian ini bertujuan menjelaskan dampak sosial ekonomi Covid-19 terhadap pelaku usaha informal offline dan online di Kota Palembang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Wawancara mendalam dilakukan pada 12 informan, dengan kriteria: 1) Merupakan pelaku usaha informal offline dan online; 2) Telah menjalankan usaha minimal 1 tahun; dan 3) Berdomisili di Kota Palembang. Analisis data menggunakan Teknik Miles dan Huberman yang meliputi tahapan reduction, display, dan conclusion. Teknik uji keabsahan data menggunakan derajat kredibilitas, yang terdiri dari triangulasi (waktu), peningkatan ketekunan, perpanjangan pengamatan, dan diskusi teman sejawat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Covid-19 memberikan dampak pada kondisi sosial ekonomi pelaku usaha informal offline dan online. Dampak tersebut ditandai oleh terjadinya penurunan tingkat pendapatan lebih dari 50 persen, penurunan kemampuan menabung dan berinvestasi, serta terganggunya aktivitas pendidikan bagi pelaku usaha informal yang sedang berstatus sekolah/kuliah, seperti kesulitan biaya dan manajemen waktu.
Studi Kelayakan Kebun Raya Lemor Sebagai Laboratorium Alam untuk Pembelajaran Geografi
Susmala Dewi;
Nurhasanah Nurhasanah;
Hasrul Hadi;
Sri Agustina
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 5, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29408/geodika.v5i2.4330
Obyek studi geografi yang mengkaji berbagai fenomena geosfer tidak cukup hanya dipelajari secara teoritis semata, namun diperlukan pembelajaran secara kontekstual di lapangan. Oleh sebab itu keberadaan laboratorium alam menjadi sangat penting untuk kegiatan belajar di luar ruangan agar lebih efektif. Untuk mendukung hal ini, maka dibutuhkan studi kelayakan suatu lokasi yang dapat dijadikan lokasi pembelajaran. Lokasi yang dipilih adalah Kebun Raya Lemor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan Kebun Raya Lemor sebagai laboratorium alam untuk pembelajaran geografi. Wilayah kajian dalam penelitian ini adalah Kebun Raya Lemor di Desa Suela, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan analisis interaktif model Milles Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Kebun Raya Lemor layak dijadikan sebagai laboratorium alam untuk pembelajaran geografi, terutama dari segi objek studi geografi, fasilitas pembelajaran, serta aksesibilitas dan keterjangkauan. Hal tersebut dapat dilihat dari sebagian besar parameter kelayakan terpenuhi. Total parameter kelayakan dalam penelitian ini berjumlah 36, dan sebanyak 28 terpenuhi dan 8 parameter sisanya tidak terpenuhi.
Perencanaan dan Pengembangan Wilayah Berbasis Sektor Ekonomi Unggulan di Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi
Mery Monica
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 4, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29408/geodika.v4i2.2881
Setiap wilayah memiliki potensi sumberdaya yang berbeda, sehingga diperlukan kajian mengenai potensi sumberdaya yang menjadi unggulan dari setiap wilayah, begitu juga dengan Kabupaten Kerinci. Hal ini dilakukan sebagai dasar dalam pembuatan kebijakan pengembangan wilayah yang tepat di Kabupaten Kerinci. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pola perubahan dan pertumbuhan sektoral dalam perekonomian, menentukan sektor unggulan, dan melihat perkembangan jumlah penduduk dalam beberapa tahun terakhir, sehingga dapat dijadikan pertimbangan dalam perumusan kebijakan perencanaan pembangunan dalam kerangka pengembangan wilayah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan analisis Location Quotient (LQ), analisis Shift Share dan analisis kependudukan. Hasil penelitian menunjukkan sektor basis yang berpotensi dikembangkan sebagai penunjang ekonomi dan tergolong dalam kriteria sektor maju, tumbuh pesat dan kompratif di Kabupaten Kerinci adalah sektor Informasi dan Komunikasi.
Perbandingan Nilai Ekonomi Lahan dalam Kasus Konversi Lahan Sawah di Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah
Ahmad Syalabi Mujahid;
Agam Marsoyo
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 3, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29408/geodika.v3i2.1755
Lahan sawah di Kabupaten Lombok Tengah terus berkurang dengan laju 0,05% per tahun. Penyusutan tertinggi terdapat di Kecamatan Praya sebagai kecamatan dalam kawasan Perkotaan Praya. Penelitian ini bertujuan membandingkan nilai lahan sawah yang belum terkonversi dan dan telah terkonversi di Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Melalui teknik analisis data spasial diidentifikasi petak sawah baik yang belum ataupun sudah terkonversi untuk kemudian dijadikan unit analisis. Nilai ekonomi lahan dihitung dengan pendekatan land rent. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 13 bentuk konversi sawah dengan rasio nilai lahan sawah terhadap non sawah sebesar 1 : 32,7 menunjukkan besarnya nilai opportunity cost yang dapat diduga menjadi alasan pemilik lahan tidak mempertahankan lahan sawahnya.
Karakteristik Fisik Wilayah Pesisir Desa Sabang Untuk Pengembangan Wisata Bahari
Ferdi Ferdi;
Rendra Zainal Maliki
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 5, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29408/geodika.v5i2.3658
Desa Sabang memiliki wilayah pesisir yang unik dan indah sehingga menarik untuk dikembangkan menjadi wisata bahari. Adapun tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran umum dan karakteristik fisik wilayah kepesisiran untuk pengembangan wisata bahari Desa Sabang Kecamatan Dampelas Kabupaten Donggala. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei deskriptif. Wilayah pesisir sebagain Desa Sabang yang menjadi lokasi penelitian memfokuskan pada tiga pantai yakni Bambarano, Salur, dan Labuan Lemo. Metode penentuan sampel yakni sampel wilayah (area sampling) secara acak berstrata (stratified random sampling). Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, pengukuran, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik fisik wilayah pesisir Desa Sabang yang mencakup tiga wilayah pantai yakni Bambarano, Salur, dan Labuan Lemo tidak jauh berbeda antara lain bentuk pantai, tipe pantai, material penyusun pantai, kecerahan, dan kecepatan arus perairan. Pemanfaatan dan pengembangan wisata bahari yang tepat dilakukan di pesisir Desa Sabang dengan mengembangkan spot pemancingan, diving ataupun snorkeling.
Tingkat Pemanfaatan Airtanah di Cekungan Airtanah (CAT) Yogyakarta-Sleman
Heru Hendrayana;
Indra Agus Riyanto;
Azmin Nuha
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 4, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29408/geodika.v4i2.2643
Cekungan Airtanah Yogyakarta-Sleman memiliki peranan penting dalam menyediakan sumber air bagi masyarakat Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta, dan Kabupaten Bantul. Jika tidak dikelola dengan baik, maka pemanfaatan airtanah secara berlebihan dapat menurunkan kualitas dan kuantitas airtanah. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pemanfaatan airtanah di kawasan Cekungan Airtanah Yogyakarta-Sleman. Metode yang digunakan adalah perhitungan airtanah dinamis dan pemanfaatan air menurut Standar Nasional Indonesia (SNI) nomor 19-6728.1-2002. Hasil penelitian menunjukkan bahwa trend total pemanfaatan airtanah dari tahun 2013 ke tahun 2018 mengalami peningkatan di Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta, dan Kabupaten Bantul. Namun jika dilihat dari tingkat pemanfaatan airtanah, Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta, dan Kabupaten Bantul didominasi tingat pemanfaatan rendah, sedangkan tingkat pemanfaaan sangat tinggi di Kabupaten Sleman terdapat di Kecamatan Godean dan Gamping. Tingkat pemanfaatan sangat tinggi di Kota Yogyakarta terdapat di Kecamatan Umbulharjo. Sedangkan tingkat pemanfaatan sangat tinggi di Kabupaten Bantul terdapat di Kecamatan Imogiri. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tingkat pemanfaatan airtanah di kawasan Cekungan Airtanah Yogyakarta-Sleman cukup beragam, didominasi kategori rendah namun terdapat beberapa kecamatan dalam kategori sangat tinggi, sehingga zona pemanfaatan airtanah di CAT Yogyakarta-Sleman masih memerlukan pengendalian, agar dapat lestari dan dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Pola Kemitraan Usaha Budidaya Rumput Laut di Dusun Kaliantan Desa Seriwe Kecamatan Jerowaru
Nurul Maryam;
Ramli Akhmad
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 2, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29408/geodika.v2i2.1104
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola kemitraan usaha budidaya rumput laut di Dusun Kaliantan Desa Seriwe Kecamatan Jerowaru. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Untuk kebutuhan wawancara mendalam peneliti menggunakan informan kunci (key informan) yang terdiri dari Kepala Dusun Kaliantan, ketua kelompok tani, Petani Rumput laut dan pemitra dengan total jumlah responden sebanyak 11 orang. Data dianalisis menggunakan analisis model interaksi Miles dan Huberman yang terdiri dari pengumpulan data (data collecting), reduksi data (data reduction), penyajian data (data display) dan kesimpulan (verification). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pola kemitraan usaha budidaya rumput laut di Dusun Kaliantan Desa Sriwe Kecamatan Jerowaru dapat meningkatkan pendapatan petani rumput laut yang ada di Dusun Kaliantan. Hubungan kemitraan ini memiliki dua pola yaitu pertama, petani melakukan mitra langsung kepada pemitra. Kedua, petani melakukan mitra dengan sesama petani rumput laut yang sebelumnya sudah memiliki mitra. Dengan adanya kerjasama ini masyarakat merasa terbantu serta bersifat menguntungkan karena sama-sama dapat meningkatkan pendapatan baik itu pemitra dan petani rumput laut.
Motivasi Kembali dan Pemanfaatan Remitan Buruh Migran di Desa Senyiur Kecamatan Keruak
Abdul Rasyid;
Suroso Suroso;
Sri Agustina
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29408/geodika.v4i1.2303
This study aims to determine: 1) the level of motivation for returning migrant workers to work abroad; 2) type and level of remittance utilization of migrant workers in the Senyiur Village, Keruak District. The method used is survey research with a descriptive approach. Data collection is done by questionnaire, interview, observation and documentation. In this study, 42 people were selected as samples with the snowball sampling technique. The subjects in this study were the people of Senyiur Village who had one or more family members to become migrant workers, and had migrated again over three times. While the data analysis technique used is percentage descriptive analysis. The results showed that: 1) the motivation of migrant workers to return work to abroad was in the high category with a percentage of 78.16%; 2) utilization of remittances for consumptive activities is in the high category with a percentage of 89.40%. While the utilization for productive economic activities is in the low category with a percentage of 10.6%.
Respon Wisatawan Terhadap Pelayanan dan Pengelolaan Objek Wisata Planet Garden di Dusun Kebun Tatar Kelurahan Kelayu Utara Kecamatan Selong Lombok Timur
Megawati Yuliana;
Tuti Mutia
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 1, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29408/geodika.v1i2.855
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon wisatawan terhadap pelayanan dan pengelolaan objek wisata Planet Garden di Dusun Kebun Tatar Kelurahan Kelayu Utara Kecamatan Selong Kabupaten Lombok Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif, sifat populasi yang digunakan adalah populasi tidak terbatas dengan tekhnik sampling yang digunakan adalah non probality sampling dengan jenis accidental sampling. Pengambilan sampel non probality sampling tersebut, jumlah sampelnya menggunakan quota sampling dengan quota sebesar 45 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan menggunakan observasi dengan jenis observasi non partisipasi, wawancara dengan jenis wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis tabulasi dengan perhitungan persentase. Berdasarkan hasil analisis data, maka dapat disimpulkan bahwa respon wisatawan terhadap pelayanan dan pengelolaan objek wisata Planet Garden berdada pada ketegori “sangat positif†dengan persentase sebesar 73,6 %.