cover
Contact Name
Hasrul Hadi, M.Pd.
Contact Email
hasrulhadi299@gmail.com
Phone
+6281997905824
Journal Mail Official
geodikajurnal@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Pendidika Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi, Universitas Hamzanwadi Jln.TGKH.Muhammad Zainuddin Abdul Madjid No.132 Selong, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. 83612
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi
Published by Universitas Hamzanwadi
ISSN : -     EISSN : 25491830     DOI : ttp://dx.doi.org/10.29408/geodika
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi merupakan jurnal yang mempublikasikan artikel ilmiah dengan cakupan hasil penelitian geografi bidang pendidikan dan pembelajaran, sistem informasi geografi dan penginderaan jauh, kependudukan, pengembangan wilayah, kebencanaan serta pengelolaan lingkungan.
Articles 278 Documents
Di Balik Kemacetan Jalan Setiabudi: Infrastruktur, Ruang Sosial, dan Integrasi Transportasi Ramadhanni, Fazrul; Algifari, Muhamad Farel; Hanan, Mufida; Nurfaizah, Zalfa Fadhilah; Khairunnisa, Aisyah
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 10 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v10i1.30465

Abstract

Kemacetan lalu lintas merupakan permasalahan serius yang mengancam kualitas hidup masyarakat dan efisiensi mobilitas di Kota Bandung, khususnya pada koridor Jalan Setiabudi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab kemacetan berdasarkan lima aspek utama yang saling berkaitan, yaitu infrastruktur, sistem transportasi umum, manajemen lalu lintas, kondisi sosial dan spasial, serta kebijakan transportasi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi lapangan, dan pemetaan spasial menggunakan sistem informasi geografis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemacetan di Jalan Setiabudi disebabkan oleh kombinasi berbagai faktor, termasuk penyempitan jalan, kurangnya fasilitas pendukung, transportasi umum yang tidak terintegrasi, lemahnya penegakan hukum, serta tata guna lahan yang tidak tertata secara optimal. Implementasi kebijakan transportasi juga belum mampu merespons kebutuhan aktual di lapangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa upaya penanganan kemacetan membutuhkan pendekatan integratif berbasis spasial dan lintas sektor. Rekomendasi yang diajukan mencakup pembangunan jalan layang atau terowongan pada titik kemacetan serta penyediaan gedung parkir di lokasi strategis. Temuan ini diharapkan menjadi kontribusi penting dalam penyusunan kebijakan transportasi perkotaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Edukasi Interaktif untuk Meningkatkan Kesadaran Bencana pada Siswa SMAN 1 Tutuyan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Noi, Siskawati; Lihawa, Fitryane; Maryati, Sri; Endang, Sri; Sabihi, Aprianto
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 10 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v10i1.32215

Abstract

Kesadaran bencana sangat penting dimiliki setiap orang termasuk siswa sekolah agar dapat mengurangi risiko maupun dampak bencana jika sewaktu-waktu terjadi bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi interaktif untuk meningkatkan kesadaran bencana pada siswa SMA 1 Tutuyan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang berfokus pada pemahaman mendalam terhadap fenomena dan proses pembelajaran yang terjadi selama kegiatan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi langsung dengan memperhatikan keterlibatan, partisipasi dan respon siswa dalam mengikuti edukasi kebencanaan. Pembelajaran ini dirancang melalui pendekatan berbasis konteks lokal, memanfaatkan media PowerPoint, diskusi kelas, serta kuis evaluative sebagai alat penguatan materi. Berdasarkan hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mampu menjawab pertanyaan dengan tepat dan percaya diri, yang mengindikasikan keberhasilan penyampaian informasi serta efektivitas metode pembelajaran yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan edukasi interaktif ini mampu membentuk sikap proaktif, peduli, dan siap siaga dalam menghadapi potensi bencana. Dengan demikian, metode pembelajaran yang aktif, partisipatif, dan kontekstual terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran kebencanaan pada siswa SMAN I Tutuyan.
Analisis Pengaruh Aksesibilitas Terhadap Harga Kos di Sekitar Universitas Pendidikan Indonesia Sari, Annisa Purnama; Azna, Faridzatul; Abdullah, Ihsan; Adira, Vizra Tsiqa; Somantri, Lili; Fadhilah, Achmad
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 10 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v10i1.32799

Abstract

Pertumbuhan kawasan pendidikan di Kota Bandung memicu peningkatan kebutuhan hunian sementara bagi mahasiswa, terutama rumah kos di sekitar Universitas Pendidikan Indonesia. Perbedaan harga sewa kos di wilayah ini diduga berkaitan erat dengan tingkat aksesibilitas terhadap kampus dan fasilitas pendukungnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aksesibilitas terhadap variasi harga sewa kos di kawasan sekitar Universitas Pendidikan Indonesia Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis bivariate untuk mengukur hubungan antara jarak ke kampus dan harga sewa kos, serta pendekatan spasial melalui pemodelan Multi Ring Buffer untuk menggambarkan zona pengaruh aksesibilitas. Data diperoleh dari survei lapangan, observasi, serta pemetaan jaringan jalan dan lokasi kos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin dekat lokasi kos ke kampus, semakin tinggi pula harga sewanya, dengan hubungan negatif kuat antara jarak dan harga. Zona 0–500 meter memiliki pengaruh paling tinggi, sedangkan di atas 1.500 m pengaruhnya menurun signifikan. Kesimpulannya, aksesibilitas merupakan faktor utama yang memengaruhi nilai ekonomi kos di kawasan pendidikan, serta mencerminkan dinamika spasial dan ekonomi di lingkungan perkotaan sekitar kampus.
Analisis Tingkat Literasi Budaya dan Lingkungan Siswa Kelas XI SMAN 1 Sigi pada Situs Megalitik Vatunonju Faina, Nur; Nurvita; Suwarni; Nuraedah
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 10 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v10i1.33086

Abstract

Penelitian ini membahas terkait  pemahaman generasi muda terhadap budaya lokal dan lingkungan, khususnya di kawasan Situs Megalitik Vatunonju yang memiliki nilai sejarah dan ekologis penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat literasi budaya dan literasi lingkungan siswa terhadap kawasan Situs Vatunonju serta menganalisis kemampuan analisis siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Sigi mengenai keterkaitan budaya dan lingkungan Situs Vatunonju. Penelitian menggunakan pendekatan Kuantitatif dengan desain survei. Data diperoleh melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi budaya siswa berada pada kategori baik pada aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan budaya. Literasi lingkungan juga berada pada kategori baik pada aspek pengetahuan ekologi, kesadaran lingkungan, pemahaman konsekuensi tindakan manusia, perilaku bertanggung jawab, dan partisipasi kebijakan lingkungan. Namun, kemampuan analisis siswa terhadap hubungan budaya dan lingkungan masih berada pada kategori cukup karena siswa belum mampu mengolah informasi secara mendalam dan merumuskan solusi komprehensif. Secara umum, pembelajaran berbasis konteks dan pengalaman langsung diperlukan untuk meningkatkan kualitas analisis serta memperkuat literasi budaya dan lingkungan siswa.  
Dinamika Spasial-Temporal Polusi Nitrogen Dioksida (NO2) dan Faktor Penentunya di Regional Jawa Rahman, Ayub Abdul; Iskandar, Doddy Aditya
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 10 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v10i1.33344

Abstract

Peningkatan konsentrasi gas nitrogen dioksida (NO2) mencerminkan pesatnya pertumbuhan ekonomi dan industrialisasi di regional Jawa. Namun demikian, kondisi ini perlu dikendalikan agar tidak menimbulkan dampak negatif yang berlebihan terhadap biaya kesehatan masyarakat maupun upaya pemulihan kualitas lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi variasi spasial-temporal pengaruh rata-rata lama sekolah, PDRB per kapita, pengeluaran per kapita, serta persentase green jobs terhadap tingkat polusi NO2 pada 119 kabupaten/kota di regional Jawa dengan menggunakan pendekatan analisis Geographically Weighted Panel Regression (GWPR). Data yang digunakan adalah data panel selama periode 2018-2023 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik dan citra satelit Sentinel-5P/TROPOMI. Hasil analisis menunjukkan adanya heterogenitas spasial antardaerah dalam menjelaskan perkembangan tingkat polusi NO2. Konsentrasi tertinggi polusi NO2 terjadi di daerah dengan tingkat industrialisasi yang tinggi seperti di sekitar kawasan metropolitan Jabodetabek, Gerbangkertosusila, Kota Bandung dan Kota Semarang. Terbentuk beberapa klaster daerah yang signifikan secara statistik pada tiap variabel yang menggambarkan bahwa tingkat polusi NO2 tidak hanya dipengaruhi oleh karakteristik sosial ekonomi, tetapi juga oleh keterkaitan spasial antardaerah. Temuan penelitian ini menegaskan pentingnya perumusan strategi kebijakan yang berfokus pada peningkatan kapasitas SDM melalui pendidikan, penerapan pertumbuhan ekonomi yang berbasis keberlanjutan, serta peningkatan implementasi ekonomi hijau.
Analisis Perubahan Tutupan Lahan Menggunakan Citra Landsat 8 OLI/TIRS di Kecamatan Sukadana Kabupaten Ciamis Tahun 2015-2025 Ismazhenar
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 10 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v10i1.33362

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti perubahan penggunaan lahan di Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis dari tahun 2015 sampai 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Penginderaan Jauh. Data spasial pada penelitian ini menggunakan citra dari Landsat 8 OLI/TIRS serta analisis melalui perangkat lunak ArcMap. Proses analisis mencakup tahap koreksi citra, pembuatan komposit band, klasifikasi terarah, validasi, dan overlay antar waktu untuk mengidentifikasi dinamika spasial serta kuantitatif perubahan tutupan lahan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam tutupan lahan selama periode sepuluh tahun (2015-2025). Luas tutupan hutan mengalami penurunan yang cukup besar, terutama pada bagian tepi kawasan akibat proses fragmentasi hutan yang dipicu oleh alih fungsi lahan. Sementara itu, tutupan kebun menunjukkan peningkatan intensitas pemanfaatan lahan sebagai respons terhadap perkembangan aktivitas pertanian masyarakatertumbuhan area permukiman sejalan dengan pola jaringan jalan, sedangkan lahan kosong mengalami penurunan akibat alih fungsi menjadi lahan produktif. Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan tutupan lahan di Sukadana mencerminkan hubungan antara kebutuhan pembangunan dan tekanan terhadap lingkungan, sehingga hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pengambilan keputusan dalam pengelolaan ruang yang berkelanjutan.
Analisis Pengaruh Kemiringan Lereng Terhadap Jenis Tanah dan Sebaran Vegetasi Sebagai Cerminan Karakteristik Lahan di Kebun Teh Wonosari Bani, Marsiman Amron; Sari, Yuli Ifana
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 10 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v10i1.33390

Abstract

Kemiringan lereng merupakan faktor geomorfologis penting yang memengaruhi perkembangan tanah dan pola sebaran vegetasi di kawasan perkebunan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis secara komprehensif bagaimana kemiringan dan posisi lereng memengaruhi sifat fisik dan kimia tanah di area perkebunan teh; 2) mengevaluasi bagaimana variasi sifat tanah tersebut berkorelasi dengan pola sebaran vegetasi; dan 3) menginterpretasikan interaksi antara topografi, tanah, dan vegetasi sebagai representasi karakteristik lahan secara menyeluruh. Penelitian ini dilakukan di Kebun Teh Wonosari, Malang, Jawa Timur, sebagai dasar karakterisasi lahan. Metode yang digunakan meliputi pendekatan deskriptif-komparatif melalui analisis literatur, interpretasi kondisi topografi, dan pengamatan umum terhadap vegetasi berdasarkan zonasi lereng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi kemiringan lereng dari landai hingga curam berpengaruh terhadap tingkat erosi, ketebalan horizon tanah, kandungan bahan organik, dan distribusi vegetasi. Lereng landai cenderung memiliki tanah yang lebih dalam, akumulasi bahan organik lebih tinggi, serta vegetasi teh dan tanaman penutup tanah yang lebih rapat. Sebaliknya, lereng curam memiliki tanah dangkal, drainase cepat, tingkat erosi lebih tinggi, dan vegetasi lebih jarang. Temuan ini menegaskan bahwa perbedaan morfologi lereng berperan dalam menentukan kualitas tanah dan pola vegetasi, sehingga pemahaman terhadap variasi lereng penting untuk mendukung perencanaan dan pengelolaan perkebunan teh secara berkelanjutan.
Penggunaan Metode PURINA dalam Pendidikan Mitigasi Bencana Gempa Bumi pada Anak Usia Dini Variza, Cindy Rantikal; Pramajati, Hikmat; Sutrisno, Imam Tri
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 10 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v10i1.33456

Abstract

Dalam rangka pengurangan risiko dan dampak bencana, maka pendidikan kebencanaan sebagai fondasi pengetahuan dan keterampilan menghadapi bencana sangat penting dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode PURINA dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan anak usia dini terhadap bencana gempa bumi. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental pre-posttest dengan sampel purposive dari anak TK di Sumedang, dibagi kelompok kontrol (ceramah dan simulasi) dan intervensi (PURINA). Analisis data meliputi uji normalitas, homogenitas, univariat, dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan di kedua kelompok (p<0.001), namun tidak ada perbedaan signifikan antarkelompok (p=0.778) dikarenakan kedua kelompok diberikan intervensi yang tidak jauh berbeda. Namun, inervensi yang diberikan pada kelompok intervensi lebih variatif sehingga pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan menarik bagi anak. Dengan demikian, metode PURINA efektif, namun aspek simulasi perlu menjadi komponen utama. Penelitian ini memberikan dasar bagi pengembangan kurikulum mitigasi bencana di sekolah dan riset keperawatan.
Pemetaan Risiko dan Mitigasi Bencana Banjir Berbasis Nature Based Solutions di Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa Rani, A. Salwa Diva; Usman, Khairul Sani; Nurfatimah; Risnawati K
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 10 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v10i1.33554

Abstract

Banjir merupakan bencana hidrologis dominan di Sulawesi Selatan, dengan Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, sebagai wilayah terdampak parah akibat curah hujan ekstrem dan luapan Sungai Jeneberang. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat kerawanan banjir dan merumuskan strategi mitigasi berbasis Nature Based Solutions (NbS). Penelitian menggunakan metode campuran (kuantitatif dan kualitatif), dengan pengumpulan data primer melalui observasi dan wawancara, serta data sekunder berupa aspek fisik dasar wilayah. Analisis spasial Overlay diterapkan pada enam parameter (ketinggian lahan, kelerengan, curah hujan, jenis tanah, penggunaan lahan, dan jarak sungai) untuk memetakan kerawanan. Hasil pemetaan menunjukkan tiga tingkat kerawanan: Rendah (6,09%), Sedang (85,67%), dan Tinggi (8,24%), yang terkonsentrasi di dataran rendah sepanjang Sungai Jeneberang. Strategi mitigasi NbS yang dirumuskan mencakup pengembangan infrastruktur resapan air (biopori, sumur resapan), konservasi agroforestri, dan restorasi vegetasi riparian serta lahan basah. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi NbS efektif untuk menekan risiko banjir sekaligus memperkuat ketahanan ekologis dan sosial masyarakat Pallangga.
Kerangka Penilaian Kapasitas Intelektual dalam Tata Kelola Risiko Banjir Studi Kasus Kabupaten Pidie Nazifa, Naurah; Sunarharum, Tri Mulyani
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 10 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v10i1.33637

Abstract

Banjir masih menjadi permasalahan serius di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, Indonesia. Terdapat 17 dari 23 kecamatan teridentifikasi sebagai wilayah rawan banjir. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kapasitas tata kelola dalam pengelolaan risiko banjir di Kabupaten Pidie dengan fokus pada dimensi kapasitas intelektual. Penilaian dilakukan menggunakan kerangka asesmen terstruktur dengan mengevaluasi 12 indikator yang dikelompokkan ke dalam tiga fase pengelolaan banjir, yaitu pra-banjir (resist), saat banjir (absorb dan recover), dan pasca-banjir (adapt). Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara dengan empat instansi pemerintah utama, yaitu BPBD, PUPR, BAPPEDA, dan SETDAKAB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas intelektual tata kelola banjir di Kabupaten Pidie berada pada tingkat sedang, dengan kinerja yang relatif lebih baik pada fase tanggap darurat, namun masih lemah pada aspek kesiapsiagaan dan adaptasi pasca-banjir. Temuan ini menegaskan bahwa asesmen kapasitas tata kelola tidak hanya berfungsi untuk menggambarkan kondisi eksisting, tetapi juga sebagai alat diagnostik untuk mengidentifikasi kesenjangan kelembagaan dan mengarahkan upaya perbaikan di masa mendatang.