cover
Contact Name
Ns. Imelda Feneranda Seravia Tambi, M.Kep
Contact Email
imeldatambi90@stikesdirgahayusamarinda.ac.id
Phone
+6281350117017
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl.Pasundan No. 21, Samarinda, Kalimantan TImur
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK)
ISSN : -     EISSN : 27152707     DOI : -
Core Subject :
JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda, which is published twice a year in October and April that contains scientific articles on community service in the fields of health, social, politics, administration, public policy, law, engineering, education, economics, counseling, psychology, agriculture, forestry, religion, communication and informatics. Articles are written in Bahasa Indonesia and English.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2020): October" : 9 Documents clear
PEMERIKSAAN KESEHATAN DAN PEMBERIAN INFORMASI OBAT PADA KELOMPOK LANSIA St. ANGELA PAROKI KATEDRAL SAMARINDA Bernarda Teting; Katrina Tening; Habel Roy Sulo
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 2 No 1 (2020): October
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v2i1.143

Abstract

Perubahan organ tubuh merupakan proses penuaan yang tidak dapat kita hindari dan tolak oleh setiap manusia. Kelompok lansia memerlukan perhatian khusus agar mereka tetap dalam keadaan yang sehat selalu. Pemeriksaan kesehatan perlu dilakukanan secara rutin untuk menjaga kesehatan agar tetap terkontrol, sehingga secara umum akan berpengaruh pada aktivitas kegiatan sehari-harinya. Tujuan dari kegiatan ini adalah melakukan pemeriksaan kesehatan tekanan darah dan pemberian informasi obat kepada lansia St. Angela Paroki Katedral Samarinda. Metode yang digunakan dengan pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan pemberian informasi obat. Hasil pemeriksaan kesehatan yang telah dilaksanakan diperoleh tekanan darah sistole tertinggi sebesar 216 mmHg dan sistole terendah sebesar 110 mmHg. Sedangkan untuk tekanan darah diastole tertinggi sebesar 116 mmHg dan diastole terendah sebesar 60 mmHg.
EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) UNTUK MENCEGAH PENULARAN VIRUS CORONA (COVID-19) DI RT 031 KELURAHAN LOK BAHU KECAMATAN SUNGAI KUNJANG SAMARINDA Sister Sianturi
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 2 No 1 (2020): October
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v2i1.145

Abstract

Virus Corona (COVID-19) adalah jenis penyakit yang menyebabkan gangguan pada saluran pernafasan baik ringan maupun akut. Virus ini merupakan virus yang penularannya sangat cepat sehingga untuk mengatasi penularan ini diperlukan edukasi kepada setiap masyarakat untuk mengetahui cara pencegahan penularan virus. Kegiatan ini dilakukan untuk memberi edukasi kepada masyarakat khususnya di RT 031 Kelurahan Lok Bahu Samarinda terkait penularan virus Corona dan cara mencegah penularannya sebagai upaya untuk melindungi diri sendiri dan keluarga serta orang lain dari penularan virus Corona. Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini adalah: pengenalan virus COVID-19, bagaimana proses penularan, penggunaan masker yang baik, demonstrasi cara cuci tangan yang baik dan benar, bagaimana cara untuk akses informasi dan berita yang akurat sehingga tidak mudah menyebarkan berita yang tidak benar, dan penerapan pola hidup bersih dan sehat untuk mencegah penularan seperti konsumsi makanan bersih dan sehat dan konsumsi suplemen makanan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Edukasi dilakukan dengan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan demonstrasi. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan lembar angket untuk mengetahu pengetahuan peserta sebelum dan setelah diadakan edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi ini dapat meningkatkan pengetahuan peserta yang dilihat dari presentase pengetahuan peserta sebelum diberikan edukasi sebesar 50,58% yang kemudian meningkat menjadi 89,48% setealah diberikan edukasi.
GEBYAR KESEHATAN SEBAGAI BENTUK UPAYA PROMOTIF UNTUK MENCEGAH PENINGKATAN FAKTOR RESIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR DI DESA SIRNAGALIH WILAYAH KERJA PUSKESMAS CISURUPAN KABUPATEN GARUT TAHUN 2019 tantri puspita
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 2 No 1 (2020): October
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v2i1.147

Abstract

Pergeseran pola penyakit terlihat dari meningkatnya kejadian penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, hipertensi, diabetes dan penyakit degeneratif lainnya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular (PTM) adalah pemberdayaan masyarakat, melalui posbindu PTM. Tujuan pengabdian masyaraka ini yaitu untuk mengetahui potensi pemberdayaan masyarakat untuk mencegah PTM, melalui posbindu. Metodelogi pengabdian ini dengan cara Pendidikan Masyarakat. Hasil observasi mengatakan bahwa program posbindu di desa sirnagalih tidak berjalan dengan baik dari 8 RW, hanya 1 RW yang memiliki cakupan kunjungan posbindu diatas 70%. Hal tersebut menyebabkan angka PTM di Desa Sirnagalih cukup tinggi, hal ini didapatkan dari data Puskesmas Cisurupan serta hasil pendataan langsung dari mahasiswa dari pintu ke pintu. Tentunya apabila hal ini dibiarkan dalam waktu yang lama dapat menjadi dampak yang buruk bagi masyarakat desa sirnagalih. Oleh karena itu screening tentang PTM pada warga perlu dilakukan. Perlu diberikan pemahaman mengenai gaya hidup yang dapat meningkatkan factor resiko yang memicu terjadinya PTM. Berdasarkan hal tersebut mahasiswa program studi Profe Ners STIKes Karsa Husada mengadakan gebyar kesehatan sebagai acara puncak pengabdian masyarakat yang berlangsung selama satu hari di desa sirnagalih Kecamatan Cisurupan. Antusias warga Desa Sirnagalih dinilai sangat baik, hal ini terlihat dari semangat warga ketika mengikuti kegiatan gebyar kesehatan. Diharapkan dengan adanya gebyar kesehatan ini dapat menjadi pemicu adanya tindakan keberlanjutan dari pihak puskesmas dan pemerintahan untuk dapat meningkatkan kinerja posbindu di desa tersebut.
Penyuluhan cara menyikat gigi yang benar pada Siswa/Siswi SDN 002 Lok Bahu, Jln. Pusaka, Tentang Hygiene dan Sanitasi Kesehatan” SUMARTI AMRIN
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 2 No 1 (2020): October
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v2i1.148

Abstract

ABSTRAK Gigi pada anak merupakan penentu pertumbuhan dan perkembangan rongga mulut karena gigi susu anak akan menentukan gigi tetap dari anak tersebut. Bila seorang anak memiliki gigi yang tidak sehat maka anak tersebut akan kesulitan ketika mencerna makanan sehingga dapat menyebabkan anak mengalami gangguan terhadap pertumbuhannya, akibatnya anak menjadi sering sakit. Tujuan kegiatan penyuluhan cara menyikat gigi yang benar pada anak sekolah dasar adalah menambah pengetahuan pada siswa/siswi tentang langkah-langkah menyikat gigi, cara menyikat gigi yang benar dan memperagakan menyikat gigi dengan menggunakan phantom gigi secara teratur sehingga siswa/siswi dapat membiasakan diri hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini menggunakan metode ceramah, demonstrasi cara menyikat gigi, tanya jawab dan diskusi. Hasil kegiatan penyuluhan mengenai penyuluhan tentang menyikat gigi dapat diambil kesimpulan: a)Siswa-Siswi Paham langkah-langkah menyikat gigi. b)Siswa-siswi dapat mempraktekkna/memperagakan menyikat gigi yang baik dan benar. Perlu dilakukan pemantauan terhadap kesehatan gigi pada siswa-siswi SDN 002 Lok Bahu, Jln. Pusaka secara berkala dan berkelanjutan. ABSTRACT Teeth in children are the determinants for the growth and development of the oral cavity for those children because the deciduous teeth will determine the permanent teeth. If children have unhealthy teeth, they will have difficulty digesting food so that it can cause them to experience problems related to their growth, such as they will often get sick. The purpose of this counseling activity on how to brush teeth properly for primary school students was to increase their knowledge regarding the steps of brushing the teeth, how to brush the teeth properly, and the demonstration of brushing the teeth using dental phantoms. Students were expected to get used to living clean and healthy in their everyday life. This activity applied a counseling method involving demonstrations on how to brush teeth, questions and answers, and discussion. From this activity, it can be concluded as follows. a) Students understand the steps on how to brush teeth properly. b) Students can practice/demonstrate proper and correct brushing of teeth. Furthermore, it is necessary to monitor the dental health of the students of SDN 002 Lok Bahu, Jln. Pusaka regularly and continuously. Keywords - Counseling, toothbrush, toothpaste, dental phantoms
MENJAGA STRES DIRI SELAMA PANDEMI (PENGABDIAN MASYARKAAT STIKes PANTI WALUYA SELAMA PANDEMI COVID-19) Kristianto Nugroho
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 2 No 1 (2020): October
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v2i1.153

Abstract

Wabah COVID-19 pertama kali mungul pada bulan Desember 2019 di kota Wuhan China dan terus menyebar sampai ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Penyebaran wabah COVID-19 yang begitu cepat membuat pemerintah Indonesia menerapkan Pembatasa Sosial Berskala Besar (PSBB). Dampak berantai dari pelaksanaan PSBB dan penyebaran COVID-19 menyebabkan menjadi stressor bagi masyarakat. Beberapa stressor yang muncul dalam masyarakat seperti kekhawatiran karena tertular COVID-19, dampak negatif pandemic terhadap Perekonomina, dampak negatif COVID-19 dalam bidang sosial serta kecemasan dalam berinteraksi. Berbagai macam stressor tersebut harus dikendalikan, salah satunya dengan memberikan pendidikan mengenai majanemen Stres bagi masyarakat. Pemberian pendidikan kesehatan melalui dalam bentuk vidio dan diberikan melalui aplikasi media grup whatsapp. Pemberianpendidikan kesehatan melalui metode video edukasi dan dibagikan kepada masyarakat seperti komunitas gereja, komunitas relawan malang raya dan komunitas dalam keluarga. Pemberian pendidikan kesehatan tersebut mendapatkan respon yang positif. Saat dilakukan evaluasi, 60% partisipan mennyaksikan vidio tersebut dan 45% responden memberikan tanggapan positif. Dari evaluasi tersebut, kita memerlukan metode pendidikan kesehatan kepada masyarakat, tetapi melalui media baru untuk mencegah perkumpulan oranng, tetapi seluruh pesan pendidikan kesehatan dapat tersampaikan.
UPAYA PENCEGAHAN COVID-19 PADA KADER KESEHATAN DAN PERKUMPULAN DASA WISMA Nadia Oktiffany Putri; Dyah Untari
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 2 No 1 (2020): October
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v2i1.154

Abstract

Corona virus disease (COVID-19) merupakan salah satu jenis penyakit baru yang disebabkan oleh virus dengan jenis baru. Fenomena yang ada saat ini menunjukkan jika masyarakat belum siap menerima kondisi pandemi yang terjadi. Hal tersebut dibuktikan dengan kepanikan masyarakat Indonesia ketika COVID-19 mulai masuk Indonesia. Masa pandemi COVID-19 di Indonesia membuat masyarakat harus beradaptasi dengan keadaan yang ada. Permasalahan tersebut menjadi salah satu dasar pelaksanaan program kemitraan masyarakat dengan tujuan untuk memberikan pengenalan mengenai konsep secara umum dari COVID-19 dan hal-hal yang perlu diperhatikan selama pandemi. Upaya pencegahan yang dilakukan ialah melalui pemberian pendidikan kesehatan mengenai COVID-19 dengan peserta kegiatan ialah kader kesehatan dan ibu-ibu perkumpulan dasa wisma. Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat di tengah pandemi menjadi tantangan tersendiri bagi pengabdi. Hal tersebut dikarenakan kondisi yang tidak memungkinkan untuk bertemu secara langsung sehingga kegiatan PKM dilakukan secara daring. Selama proses kegiatan, jumlah peserta yang hadir ialah keseluruhan orang yang ada di dalam grup Whats App kader dan dasa wisma. Kegiatan yang dilakukan memberikan dampak positif yaitu menambah pemahaman dan kewaspadaan masyarakat mengenai COVID-19 di tengah pandemi saat ini. Adapun target jangka panjang dari kegiatan ini ialah para kader kesehatan dan ibu-ibu perkumpulan dasa wisma untuk selanjutnya dapat membagikan informasi yang telah dimiliki kepada seluruh masyarakat sekitar.
BAGAIMANA MEMBANGUN KEHIDUPAN SPIRITUAL SELAMA PANDEMI COVID-19 DI MALANG RAYA Berliany Venny Sipollo; Nadia Oktiffany Putri; Kristianto Dwi Nugroho
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 2 No 1 (2020): October
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v2i1.155

Abstract

ABSTRAK Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat dengan judul “Bagaimana membangun kehidupan spiritual selama masa pandemik COVID-19” diawali dengan fenomena yang ada saat ini mengenai COVID-19. Fenomena yang ada menunjukkan jika masyarakat belum siap menerima perubahan yang terjadi akibat kondisi pandemi. Perubahan yang terjadi meliputi kebijakan baru dari pemerintah yaitu PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Kebijakan baru ini diadakan sebagai tindak lanjut dari peningkatan jumlah warga yang terinfeksi dan meninggal akibat COVID-19. Hal ini juga berdampak pada perputaran sektor ekonomi, masyarakat ketakutan berpergian, salah satunya termasuk pergi ke tempat ibadah. Dibutuhkan kesiapan mental bagi masyarakat dalam menghadapi masa pandemic COVID-19. Upaya dalam membangun kehidupan spiritual di masa pandemik COVID-19 dilakukan dengan meningkatkan komunikasi atau silahturahmi, mengurangi paparan berita dari berbagai media, membaca kitab suci, meluangkan waktu untuk beribadah, dan mendengarkan siraman rohani. Salah satu hal positif dalam pandemi ini ialah memperbanyak kesempatan untuk semakin dekat dengan Tuhan yang jika selama ini waktu lebih terkuras habis dengan pekerjaan. Kehidupan spiritual Karakter yang kuat akan meningkatkan spiritual dalam diri masing-masing untuk menghadapi keadaan yang sulit di masa pandemik. ABSTRACT The Community Partnership Program activity entitled "How to build a spiritual life during the COVID-19 pandemic period" begins with the current phenomenon regarding COVID-19. The existing phenomenon shows that the community is not ready to accept the changes that occur due to pandemic conditions. Changes that occur include a new policy from the government, namely PSBB (Large-Scale Social Restrictions). This new policy was held as a follow-up to the increase in the number of people infected and dying from COVID-19. This also has an impact on the rotation of the economic sector, people are afraid to travel, one of which includes going to places of worship. It takes mental readiness for the community to face the COVID-19 pandemic. Efforts to build a spiritual life during the COVID-19 pandemic have been carried out by increasing communication or friendship, reducing exposure to news from various media, reading holy books, taking time to worship, and listening to spiritual sermons. One of the positive things in this pandemic is that there are more opportunities to get closer to God, who if all this time has been drained more by work. Spiritual life A strong character will enhance each other's spirituality to face the difficult circumstances of the pandemic.
PEMBERDAYAAN KADER PALIATIF KANKER DALAM MERAWAT PASIEN KANKER DI MASYARAKAT DKI JAKARTA Widani Ni Luh; Dewi Prabawati; Maria Astrid; Fitriana Suprapti
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 2 No 1 (2020): October
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v2i1.157

Abstract

Kanker adalah penyakit tidak menular bersifat kronis ditandai adanya pertumbuhan sel abnormal dan pada stadium lanjut tidak bisa disembuhkan. Penderita kanker dapat mengalami masalah fisik, psikologis maupun sosial. Dampak fisik seperti keluhan sesak nafas, luka, pembengkakan, dan stres psikologis. Kondisi yang dialami pasien kanker, membutuhkan perawatan paliatif untuk mencapai hidup yang berkualitas. Perawatan paliatif dengan melibatkan keluarga dalam perawatannya. Pemberdayaan masyarakat melalui kader kesehatan, khususnya kader paliatif dapat membantu keluarga merawat anggota keluarganya yang sakit. Kader paliatif sangat membutuhkan pengetahuan dan ketrampilan dalam merawat pasien kanker dengan permasalahannya. Pelatihan kader paliatif ini dilakukan selama dua periode, setiap periode berlangsung selama dua hari dan dalam praktiknya peserta dibagi menjadi kelompok kecil yang terdiri dari 5-7 orang. Hasil yang didapatkan, peserta semuanya aktif berlatih, mempraktikkan dengan hasil mayoritas baik. Diharapkan kader rutin berlatih, mempraktikkan dan mengajarkan kepada keluarga pasien. Kegiatan ini dapat berlanjut dan dilakukan penyegaran ketrampilan secara rutin
EDUKASI CARA PENGGUNAAN ANTIBIOTIK YANG BAIK DAN BENAR DENGAN METODE CARA BELAJAR INSAN AKTIF PADA KADER POSYANDU DI KELURAHAN JAWA Octaviana Maria Simbolon
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 2 No 1 (2020): October
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v2i1.158

Abstract

ABSTRAK Posyandu sudah menjadi kebutuhan masyarakat saat ini maupun di masa yang akan datang. Kader Posyandu adalah anggota masyarakat yang mau bekerja secara sukarela dan mau meluangkan waktunya untuk melaksanakan kegiatan. Kader dituntut memiliki pengetahuan khususnya mengenai kesehatan dan juga tentunya pengetahuan umum. Untuk mencegah terjadinya resistensi antibiotik pada masyarakat di Kelurahan Jawa, maka Kader Posyandu seharusnya dibekali dengan berbagai pengetahuan khususnya pengetahuan tentang cara penggunaan antibiotik yang baik dan benar. Metode kegiatan yang dilakukan berupa metode CBIA (Cara Belajar Insan Aktif). Metode CBIA tentang cara penggunaan antibiotik yang baik dan benar serta bahaya resistensi antibiotik dilakukan dengan cara mengelompokkan ibu-ibu dengan anggota 5-10 orang tiap kelompok. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test menunjukkan responden dengan kategori baik meningkat menjadi 86%. Hal ini membuktikan bahwa edukasi penggunaan antibiotika dengan metode CBIA sangat efektif untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan antibiotika yang baik dan benar. Saran bagi program kemitraan selanjutnya adalah penjelasan mengenai golongan obat lain yang penting untuk diketahui masyarakat.

Page 1 of 1 | Total Record : 9