cover
Contact Name
Rachmad Mulyadi
Contact Email
-
Phone
0541-6525067
Journal Mail Official
ulin.jhuttrop@fahutan.unmul.ac.id
Editorial Address
Jl. Penajam Kampus Gunung Kelua PO. Box 1013
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
ULIN: Jurnal Hutan Tropis
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 25991205     EISSN : 25991183     DOI : -
Core Subject : Social,
ULIN: Jurnal Hutan Tropis published by Forestry Faculty of Mulawarman University, which is published twice a year in March and September with p-issn 2599-1205 and e-issn 2599-1183. It contains articles of research or study of literature in the field of Forest Management, Forest Conservation, Silviculture, and Forest Product. Language used for full article in this journal is Bahasa Indonesia, abstract in English and Bahasa Indonesia.
Articles 242 Documents
KARAKTERISTIK SIFAT FISIKA DAN MEKANIKA KAYU LAMINA KOMBINASI JENIS KAYU SENGON (Paraserianthes falcataria (L.) Nilsen) DAN JENIS KAYU MERBAU (Intsia spp.) Kusno Yuli Widiati
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v2i2.1640

Abstract

This study aims to determine the physical and mechanical characteristics of wood lamina combination of sengon wood and merbau with Melamine Urea Formaldehyde (MUF) adhesive. The testing method used is based on the DIN standard. The test results of the average lamina density of 0.58-0.73 g / cm3 at oven drying moisture content. Modulus of Elasticity (MoE), Modulus of Rupture (MoR) and value of compression parallel to grain highest found in the combination of merbau-sengon-merbau-sengon-merbau and the lowest in the combination of sengon-merbau-sengon. While the adhesive shear strength is the highest value in the combination treatment of merbau-merbau and the lowest in the combination of sengon-sengon. Based on the modulus of elasticity (MoE) of sengon treatment as face / back and merbau as core (3 and 5 layers) can be classified into strong class IV-V, merbau as face / back and sengon as core (3 and 5 layers) can be classified into strong class II-III. Modulus of Rupture (MoR) can be classified into strong class II-III and compression parallel to grain into strong class II.
KUALITAS BRIKET ARANG BERDASARKAN KOMPOSISI CAMPURAN ARANG KAYU ULIN (Eusideroxylon zwageri Teijsm & Binn) DAN KAYU SENGON (Paraserianthes falcataria) Rindayatno Rindayatno; Dorotea Omi Lewar
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.469 KB) | DOI: 10.32522/ujht.v1i1.792

Abstract

 Limbah kayu yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan briket arang antara lain adalah serbuk gergaji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi terbaik dari campuran arang dari serbuk gergaji kayu Ulin (Eusideroxylon zwageri Teijsm & Binn) dan kayu sengon (Paraserianthes falcataria) dalam menghasilkan kualitas briket arang yang baik.Penelitian menggunakan komposisi campuran arang yaitu Ulin 100% (A), Ulin 75% dan Sengon 25% (B), Ulin 50% dan Sengon 50% (C), Ulin 25%% dan Sengon 75% (D), dan Sengon 100% (E). Analisis data menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan. Faktor kualitas yang diuji adalah kerapatan, kadar air, keteguhan tekan, kadar zat mudah menguap, kadar abu, kadar karbon terikat dan nilai kalor.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan 0,53-0,64 g/cm3, kadar air 7,76-7,94%, keteguhan tekan 22,67-35,21 kg/cm2, kadar zat mudah menguap 26,70-31,10%, kadar abu 2,60-6,00%, karbon terikat 62,90-70,70% dan nilai kalor 6.459,33-6.582,00 kal/g.Kualitas briket arang terbaik dihasilkan dari komposisi campuran arang Ulin 100% yaitu kerapatan 0,64 g/cm3, kadar air 7,79%, keteguhan tekan 35,21 kg/cm2, zat mudah menguap 26,70%, kadar abu 2,60%, kadar karbon terikat 70,70% dan nilai kalor 6.582,00 kal/g. Hasil pengujian terhadap briket arang yang dihasilkan (kecuali nilai kerapatan) telah memenuhi Standar Kualitas Briket Arang Dalam Negeri (P3HH), dan sebagian memenuhi standar SNI, Jepang, Inggris, dan Amerika.
ESTIMASI BIOMASSA DAN AKUMULASI HARA TEGAKAN JATI (TECTONA GRANDIS L.F) DI TELUK PANDAN, KUTAI TIMUR, KALIMANTAN TIMUR Veronika Murtinah
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.987 KB) | DOI: 10.32522/ujht.v2i1.1113

Abstract

Biomass studies are important because they are closely related to other study interests. Estimation of the amount of forest stand biomass is highly relevant to the study of biogeochemical cycles. This study aims to determine the amount of biomass and macro nutrient content in teak stands. By calculating the biomass estimation and analyzing the nutrient content it will be known the amount of nutrient accumulation in biomass. The results of this study are: Total of teak stand biomass of 39,26 ton / ha, including stem component as much as 21,64 ton / ha (55%), branch + twig 11,79 ton / ha (30%), bark component 3.71 ton / ha (9%) and leaf component 2.13 ton / ha (5%). The highest N concentration of nutrients in leaf components, for the highest P in branches + twigs, whereas K, Ca and Mg were highest in the bark component. The highest accumulation of nutrient biomass is Ca (194.4 kg / ha), followed by K (189.7 kg / ha), P (92.4 kg / ha), N (53.5 kg / ha) and Mg (48.4 kg / ha).
STRUKTUR ANATOMI KAYU TAHONGAI (Kleinhovia hospita Linn) Kusno Yuli Widiati
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.676 KB) | DOI: 10.32522/ujht.v1i2.1010

Abstract

Kayu Tahongai telah dikenal sebagai tumbuhan obat yang berasal dari Kalimantan, terutama dari manfaat kandungan daunnya. Karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur anatomi dari batang tahongai yang belum diketahui secara luas. Analisis yang digunakan secara deskriptif kuantitatif. Secara mikroskopis kayu tahongai  mempunyai pori yang tersebar secara baur dalam susunan tanpa pola tertentu dengan gabungan ganda radial, bidang perforasi  sederhana dan noktah yang berseling. Jari-jari multiseriate, biseriate, heterogenus dan terdapat kristal prismatik dengan parenkim aksial  apotrakeal diffuse. Diameter pori kategori sedang, tinggi pori sedang, dan jumlah pori jarang. Tinggi jari-jari termasuk kategori luar biasa pendek, lebar agak sempit dengan jumlah sedang. Panjang serat termasuk sedang, dengan diameter serat sangat besar dan tebal dinding serat termasuk kategori sangat tipis. Hasil analisis regresi menunjukkan hubungan yang sangat signifikan antara dimensi serat dengan arah pertumbuhan dari empulur ke kulit.
Potensi dan Keragaman Tumbuhan Bawah Non-Kayu Di Lahan Bera Womnowi Distrik Sidey Manokwari Slamet Arif Susanto; Heru Joko Budirianto; Agatha Cecilia Maturbongs; Simeon Abdi Putra
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.099 KB) | DOI: 10.32522/ujht.v3i1.1878

Abstract

Selama proses suksesi tumbuhan bawah non-kayu berhubungan dengan vegetasi fase pohon yang melingkupi lahan suksesi. Lahan bera adalah salah satu model suksesi sekunder yang umum dijumpai di Papua. Penelitian telah dilakukan di lahan bera 15 tahun Womnowi, Sidey Manokwari untuk menentukan indeks nilai penting (INP), keanekaragaman, kemerataan, dan mendeskripsikan jenis berpotensi dari tumbuhan bawah non-kayu. Di lapangan Kami menggunakan metode continouse line sampling secara purposif dengan petak 2x2 m setiap 20x20 m. Kami menemukan 749 individu dari 41 jenis, INP tertinggi adalah Sellaginella wyldenowii (25.04%), Selaginella sp. (23.44%), dan Spathoglottis plicata (14.60%), indeks keanekaragaman Shannon-Weiner (Hʹ) adalah 3.13, dan indeks kemerataan (E) 0.84. Kami juga menemukan beberapa jenis anggrek dan Arecaceae yang unik, serta beberapa jenis yang dimanfaatkan oleh masyarakat lokal seperti Diplazium esculentum dan Pothos spp. Berdasarkan komposisi floristic dari analisis vegetasi tumbuhan bawah non-kayu kesimpulan sementara kami adalah tumbuhan bawah non-kayu yang ditemukan di lahan bera 15 tahun Womnowi, Sidey Manokwari adalah shade plant.Kata kunci:Lahan bera, analisis vegetasi, tumbuhan bawah non-kayu, potensi, Manokwari
MENAKAR SIFAT INVASIF SPESIES AKASIA MANGIUM (Acacia mangium Willd.) DI HUTAN PENELITIAN DAN PENDIDIKAN BUKIT SOEHARTO Sutedjo Sutedjo; Warsudi Warsudi
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.19 KB) | DOI: 10.32522/ujht.v1i1.795

Abstract

 Akasia mangium (Acacia mangium Willd) bukan tumbuhan asli Kalimantan namun sejak puluhan tahun tumbuh berkembang pesat di berbagai wilayah Kalimantan termasuk Kalimantan Timur. Dikenal sebagai tumbuhan yang mampu tumbuh di lahan kritis sehingga pada awal tahun 1990-an dijadikan tanaman  reboisasi sekaligus pengendali alang-alang di wilayah kritis hutan penelitian dan pendidikan Universitas Mulawarman di Bukit Soeharto. Mengherankan, bahwa beberapa tahun taerkhir sebagian praktisi kehutanan dan reklamasi pascatambang merasa gamang menggunakan A. mangium, khawatir jika jenis tersebut akan benar benar menjadi spesies invasif.  Gejala untuk menolak bahkan menghindari  A. mangium sebagai komoditas kehutanan terutama sebagai jenis pengendali lahan kritis mulai meluas. Untuk mengetahui seberapa benar anggapan Acacia mangium sebagai jenis invasif maka dilakukan evaluasi dengan melakukan analisis vegetasi terhadap 3 ha tegakan hutan A. mangium yang ditanam di Bukit Soeharto sebagai uji petik yang saat sekarang telah berumur sekitar 25 tahun. Hasil evaluasi membuktikan bahwa jumlah tanaman per ha (kerapatan) pohon A. mangium menurun (kurang dari jumlah saat ditanam atau sekitar 800 individu/ha). Jumlah yang menurun itupun cenderung mengelompok. Sebagian pohon bahkan ditemukan dalam kondisi mati generasi (standing dead trees). Sementara itu jumlah spesies pohon setempat (local trees species) juga mulai muncul di antara tegakan A.mangium. Dengan demikian terbukti  bahwa A. mngium bukanlah tipe invasif  yang sesungguhnya dan tidak ada alasan utuk menolak penggunaannya sebagai tanaman pengendali lahan kritis selama potensi ancaman terjadinya kebakaran lahan hutan dapat dicegah.
PENAKSIRAN VOLUME POHON KOMERSIL MELALUI METODE PENARIKAN ACAK BERLAPIS (STRATIFIED RANDOM SAMPLING) BERDASARKAN KELAS LERENG DAN KERAPATAN TEGAKAN DI PT. LIMBANG GANECA Gunawan Wibisono
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v2i2.1467

Abstract

This study aims to estimate the volume of commercial trees at PT. Limbang Ganeca based on Stratified Random Sampling carried out on the RKL VII area of the HPH with an area of 16,101 hectares with a forested area of 15,215 hectares. The area of the study area is 76.08 hectares which is divided into strata based on the slope class and stand density. Based on the results of stratification of topographic maps and vegetation maps, there is a combination of slope I class, slope II class, slope class III and three forest stratum with a combination of 9 forest strata. From this combination the diameter at breast height is measured to assess the volume of the tree.Based on the results of data analysis, slope class factors can be used in estimating volume, while stand density and interaction factors for these two factors cannot be used in estimating tree volume. From the results of measuring the diameter at breast height and calculating tree volume, the average volume of the area was 109,9898 m3 / hectare or around 108,309 to 111,487 m3 / hectare. While the overall volume of the RKL VII area ranges from 1,647,950,462 to 1,696,304,584 m3.
PENGARUH PEREKAT TERLABUR DAN KADAR EKSTENDER TERHADAP KETEGUHAN DAN DAYA TAHAN REKAT KAYU LAPIS KAPUR (Dryobalanops spp) Agung Priyo Hutomo; Agus Sulistyo Budi; Titin Mailani
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.531 KB) | DOI: 10.32522/ujht.v1i1.811

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perekat terlabur dan kadar ekstender terhadap keteguhan dan daya tahan rekat kayu lapis kapur (dryobalanops spp).Penelitian ini dilaksanakan di PT. Segara Timber co. Ltd Mangkujenang Samarinda. Perekat terlabur yang digunakan adalah 28g/ft2, 30g/ft2 dan 32g/ft2, sedang kadar ekstender yang digunakan adalah 13,75%, 15,75% dan 17,75% bagian perekat. Data yang diperoleh diolah dengan percobaan faktorial acak lengkap.Hasil penelitian keteguhan rekat baik pada kodisi normal maupun kondisi basah menunjukkan perekat terlabur dan kadar ekstender memberikan pengaruh yang sangat signifikan sedang interaksinya tidak memberikan pengaruh yang signifikan.Penggunaan perekat terlabur sampai batas 30g/ft2 akan meningkatkan keteguhan rekat selebihnya akan menurun, sedangkan semakin besar kadar ekstender yang digunakan dalam pada penelitian ini semakin rendah keteguhan rekatnya.Nilai keteguhan rekat dan kerusakan kayu serta daya tahan rekat (delaminasi) pada semua contoh uji memenuhi standar JAS (1973). Pada uji daya tahan perekat tidak terjadi pengelupasan (delaminasi = 0%) 
ANALISIS PENENTUAN LAJU INFILTRASI DAN PERMEABILITAS PADA BEBERAPA TUTUPAN LAHAN DI HUTAN PENDIDIKAN FAKULTAS KEHUTANAN UNIVERSITAS MULAWARMAN SAMARINDA Askoni Askoni; Sri Sarminah
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.98 KB) | DOI: 10.32522/ujht.v2i1.1025

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan nilai laju infiltrasi, permeabilitas tanah serta hubungan  sifat fisik tanah terhadap laju infiltrasi dan permeabilitas tanah pada tujuh tutupan lahan yaitu: lahan yang ditanami jabon dan kedelai, lahan yang ditanami sengon dan kacang tanah, lahan dengan jenis dominan Dipterocarpaceae, lahan dengan jenis tegakan campuran, tutupan lahan mulsa alang-alang penuh, tutupan lahan mulsa alang-alang selang-seling dan lahan terbuka di Hutan Pendidikan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman Samarinda. Hasil penelitian menunjukkan laju infiltrasi tertinggi berturut-turut yaitu pada lahan dominasi famili Dipterocarpaceae 1921,52 mm/jam, mulsa alang-alang penuh 1080,9 mm/jam, tegakan campuran 825,74 mm/jam, mulsa alang-alang selang seling 613,71 mm/jam, tanaman sengon dan kacang tanah 495,88 mm/jam, tanaman jabon dan kedelai 199,71 mm/jam dan lahan terbuka adalah 95,9 mm/jam. Pada lahan yang didominasi oleh famili Dipterocarpaceae nilai laju infiltrasi paling tinggi dikarenakan tutupan lahan yang rapat dan kondisi serasah yang tebal sehingga membuat laju infiltrasi semakin meningkat. Permeabilitas tanah pada tutupan lahan berbeda yaitu mulsa alang-alang penuh 36,35 cm/jam, lahan jenis Dipterocarpaceae 30,27 cm/jam, mulsa alang-alang selang seling 27,93 cm/jam, lahan dengan tegakan campuran 25,5 cm/jam, lahan yang ditanami  sengon dan kacang tanah 23,06 cm/jam, lahan yang ditanami jabon dan kedelai 21,71  cm/jam dan pada lahan terbuka 11,82 cm/jam.
ANALISIS TINGKAT BAHAYA EROSI PADA KAWASAN REKLAMASI TAMBANG BATU BARA PT JEMBAYAN MUARABARA KALIMANTAN TIMUR Sri Sarminah; Dian Kristianto; Muhammad Syafrudin
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.359 KB) | DOI: 10.32522/ujht.v1i2.793

Abstract

Penambangan batubara yang menggunakan teknik penambangan secara terbuka seperti yang dilakukan oleh PT Jembayan Muarabara Kalimantan Timur memiliki banyak dampak negatif,  yaitu berubahnya kondisi suatu lingkungan dengan penurunan produktivitas tanah, pemadatan tanah, terjadinya erosi dan sedimentasi, serta terjadinya gerakan tanah atau longsoran. Untuk menanggulangi dampak yang ditimbulkan dari model penambangan terbuka ini dilakukan kegiatan reklamasi dan rehabilitasi lahan bekas tambang untuk memperbaiki kondisi areal yang terbuka tersebut.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tingkat Bahaya Erosi (TBE) pada areal reklamasi pertambangan batubara PT Jembayan Muarabara.  Penelitian ini dilaksanakan di tiga areal reklamasi yaitu areal Disposal, areal Stock Soil dan areal Revegetasi  PT Jembayan Muarabara Kutai Kartanegara Kalimantan Timur. Penelitian laju erosi  menggunakan metode tongkat (stick) meliputi beberapa tahapan yaitu pembuatan plot ukur erosi (PUE) berukuran 20 m × 20 m sebanyak 3 buah yaitu  PUE Stock Soil, PUE Disposal dan PUE Revegetasi. Pada setiap  PUE tersebut dibuat sub PUE berukuran 5 m × 5 m dan pada setiap ujung sub PUE dipasang tongkat erosi berbahan stainless, dan pengambilan sampel tanah untuk sifat fisik tanah.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju erosi potensial tertinggi terjadi di areal disposal aktif  yaitu  sebesar 2822,40 ton/ha/thn, kemudian di areal Stock soil sebesar 884,40 ton/ha/thn, sedangkan laju erosi terendah yaitu  499,12 ton/ha/thn terdapat di areal Revegetasi dan termasuk Tingkat Bahaya Erosi sangat berat.  

Page 3 of 25 | Total Record : 242