cover
Contact Name
Rachmad Mulyadi
Contact Email
-
Phone
0541-6525067
Journal Mail Official
ulin.jhuttrop@fahutan.unmul.ac.id
Editorial Address
Jl. Penajam Kampus Gunung Kelua PO. Box 1013
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
ULIN: Jurnal Hutan Tropis
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 25991205     EISSN : 25991183     DOI : -
Core Subject : Social,
ULIN: Jurnal Hutan Tropis published by Forestry Faculty of Mulawarman University, which is published twice a year in March and September with p-issn 2599-1205 and e-issn 2599-1183. It contains articles of research or study of literature in the field of Forest Management, Forest Conservation, Silviculture, and Forest Product. Language used for full article in this journal is Bahasa Indonesia, abstract in English and Bahasa Indonesia.
Articles 261 Documents
KLASIFIKASI PENUTUPAN LAHAN PADA CITRA SATELIT SENTINEL-2A DENGAN METODE TREE ALGORITHM Rakhmat Awaliyan; Yohanes Budi Sulistyoadi
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.181 KB) | DOI: 10.32522/ujht.v2i2.1363

Abstract

Saat ini perkembangan teknologi penginderaan jauh sudah memasuki kemajuan yang signifikan. Penginderaan jauh telah menghasilkan berbagai pemanfaatan salah satunya adalah dalam pengklasifikasian penutupan lahan. Tree Algorithm merupakan salah satu metode klasifikasi digital yang dapat digunakan dalam mengklasifikasikan piksel pada kelas-kelas klasifikasi penutupan lahan. Peneltian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan penutupan lahan pada citra satelit sentinel-2A dengan menggunakan metode tree algorithm serta mengetahui tingkat ketelitian pada metode tersebut. Penelitian dilakukan pada citra satelit sentinel-2A dengan membuat tree algoritm yang akan digunakan pada decision tree sebagai pemisah tiap kelas penutupan lahan. Salah satu parameter algoritma yang digunakan dalam menentukan pemisahan kelas adalah NDVI (Normalized Difference Vegetation Index). Selain menggunakan NDVI, dalam membuat algoritma pemisahan kelas juga digunakan kombinasi perhitungan nilai-nilai piksel pada band-band citra satelit sentinel-2A. Dari hasil klasifikasi diperoleh 6 Kelas penutupan lahan, yaitu Awan seluas 6,99 Ha (0,16%), Air seluas 7,59 Ha (0,18%), Ladang seluas 2,75 Ha (0,06%), Lahan Terbangun seluas 4,33 Ha (0,10%), Berhutan Sedang seluas 3.258,82 Ha (76,38%) dan Berhutan Rapat seluas 985,99 Ha (23,11%). Hasil uji nilai Overall Accuracy metode Tree Algorithm dengan pengecekan lapangan didapat tingkat akurasi 60% dari 15 titik sampel.
INVENTARISASI TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT YANG DIMANFAATKAN MASYARAKAT SUKU DAYAK LUNDAYEH Rita Diana; Paulus Matius
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.258 KB) | DOI: 10.32522/ujht.v1i1.845

Abstract

Tumbuhan obat merupakan potensi sumberdaya hayati yang mempunyai prospek ekonomi tinggi dimasa depan. Obat-obatan yang ada di pasaran dunia sebagian besar bersumber dari alam dan hampir setengahnya berasal dari tumbuhan tropis. Pembukaan lahan secara besar-besaran, penambangan, kebakaran hutan dapat mengakibatkan hilangnya spesies tumbuhan yang berkhasiat obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menginventarisasi jenis-jenis tumbuhan berkhasiat obat yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat Suku Dayak Lundayeh, mengetahui bagian-bagian tumbuhan yang dimanfaatkan untuk obat dan mengetahui keberadaan tumbuhan obat pada beberapa areal lahan.Hasil penelitian menemukan90 jenis tumbuhan berkhasiat obat dimana 83,33% digunakan masyarakat Suku Dayak Lundayeh sebagai bahan obat tradisional dan 16,67% belum digunakan. Bagian dari tumbuhan yang dimanfaatkan adalah Daun (34,4%), Akar (17,8%), Semua bagian tumbuhan (10%), Buah (10%), Kulit batang (8,9%), Rimpang (6,7%), Batang (6,7%), Getah (3,3%), Bunga (1,1%) dan Biji (1,1%). Habitat tumbuhan berkhasiat obat yang dimanfaatkan masyarakat Suku Dayak Lundayeh terdiri dari Pekarangan (41,1%), Hutan belukar (27,8%), Bekas ladang (18,9%) dan Hutan kerangas (12,2%).
IDENTIFIKASI PATOGEN PENYEBAB BUSUK BATANG PADA BIBIT EUCALYPTUS PELLITA DI PERSEMAIAN Iin Arsensi
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.106 KB) | DOI: 10.32522/ujht.v2i1.779

Abstract

The pathogen attacks the host plant in various ways to obtain the food substance needed by the host pathogen. To get into the host pathogen is able to break the host's defense reaction. The aim of the study was to know the symptoms and signs of stem rot disease in E. pellita in the nursery. In addition, also to determine the frequency and intensity of rodent pathogen attack in plant seeds E. pellita from shoot cuttings. Research in the nursery begins by determining the sample of plant seeds to be observed. Seed determination is done by census. Seedlings consisted of 120 plants in a plastic rack that was repeated as many as 3 replications so that the total number of seedlings observed was 120 plant seed x 3 replicates x 4 families = 1.440 plant seeds. The pathogen that causes stem rot on E. pellita seed is Fusarium sp which is transmitted through soil.
KEANEKARAGAMAN JENIS LIANA PADA PAPARAN CAHAYA BERBEDA DI HUTAN PENDIDIKAN FAKULTAS KEHUTANAN UNIVERSITAS MULAWARMAN Nur Hidayah; Rita Diana; Hastaniah Hastaniah
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.065 KB) | DOI: 10.32522/ujht.v1i2.1019

Abstract

Liana merupakan tumbuhan memanjat dan membelit pada tumbuhan lain untuk memperoleh cahaya matahari. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi dan mengetahui keanekaragaman jenis liana pada kondisi paparan cahaya yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah purposive sampling, teknik pengambilan data menggunakan metode transek dengan panjang 100 meter dan lebar 20 meter pada tiga paparan cahaya berbeda yaitu paparan cahaya terbuka sebesar 261.200 lux, paparan cahaya sedang sebesar 3.141 lux dan paparan cahaya tertutup sebesar 943 lux. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa liana yang hadir pada lokasi dengan paparan cahaya terbuka memiliki jumlah individu terbesar sebanyak 1227 individu yang terdiri dari 3 jenis, pada lokasi dengan paparan cahaya sedang liana yang hadir sebanyak 20 jenis dengan jumlah individu sebanyak 956 individu, sementara pada lokasi dengan paparan cahaya tertutup jenis liana yang hadir sebanyak 26 jenis dengan jumlah individu sebanyak 102 individu. Total individu yang hadir pada 3 lokasi adalah sebanyak 2285 individu yang terdiri dari 38 jenis. Indeks Dominansi pada lokasi terbuka sebesar 0,96 dan Indeks Dominansi pada lokasi tertutup sebesar 0,07. Indeks Keanekaragaman terendah pada lokasi terbuka sebesar 0,12 dan indek keanekaragaman tertinggi pada lokasi tertutup sebesar 2,88 dimana nilai ini secara umum menunjukkan indek keanekaragaman pada tingkat sedang.
UJICOBA PENANAMAN LADA - LADA (Micromelum minutum) UNTUK PEMBINAAN HABITAT KUPU – KUPU DI TAMAN NASIONAL BANTIMURUNG BULUSARAUNG Heri Suryanto
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.096 KB) | DOI: 10.32522/ujht.v3i1.1958

Abstract

Butterfly is a typical fauna in Bantimurung Bulusaraung National Park. Its population are more and more decreased in nature due to decreased of feed plant of butterfly caused by logging and encroachment. In order to get effective and efficient method, research was conducted. Butterfly improvement research in Bantimurung Bulusaraung National Park  was carried out in the evaluation of plant growth. Planting trials were carried out in using the Randomysed Completely Block Design (RCBD) method with 4 levels of fertilization treatment, i.e control, 300gr fertilizer dosage for planting holes, 600 gr for planting holes and 900 g for planting holes. The results showed that the best dose of manure in Micromelum minutum 600 gr treatment gave the best value of number of leaves. Chlorosis made growth of the plants were not optimal due to fast drainase of the soil.
UJICOBA PERBANYAKAN VEGETATIF SAMBUNG TANAMAN Gyrinops versteegii Ali Setyayudi; Y. M. M. Anita Nugraheni; Lutfi Anggadhania; Mansyur Mansyur
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.866 KB) | DOI: 10.32522/ujht.v1i2.799

Abstract

 Dalam pembudidayaan tanaman penghasil gaharu masyarakat banyak memanfaatkan anakan alam dan biji, namun sumber benih yang ada belum teruji serta belum dibangun atas dasar kemampuan menghasilkan gaharu sehingga produktivitas gaharu yang dihasilkan belum konsisten. Peningkatan produktivitas gaharu dapat didekati melalui peningkatan kemampuan tanaman merespon serangan dan membentuk gaharu, namun kemampuan setiap tanaman berbeda-beda meskipun dalam jenis yang sama. Oleh karena itu diperlukan teknik kloning agar diperoleh tanaman berkemampuan sama. Kloning tanaman dapat dilakukan melalui perbanyakan vegetatif, salah satu diantaranya adalah dengan teknik sambung. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui keberhasilan teknik perbanyakan sambung pada tanaman penghasil gaharu jenis Gyrinops versteegii. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan tiga perlakuan teknik sambung yaitu sambung atas, samping, dan menyusu. Ulangan berupa pohon asal scion sebanyak lima ulangan dengan setiap ulangan dibuat 4 unit sambungan sehingga total terdapat 60 unit percobaan. Hasil yang diperoleh adalah rata-rata keberhasilan teknik sambungan sebesar 36,67% dengan sambungan menyusu memiliki keberhasilan tertinggi sebesar 65%.
OBSERVASI KERAGAMAN JENIS BURUNG PADA BEBERAPA DAERAH HUTAN YANG TERSISA (HCVF) DI DALAM PERKEBUNAN PT. KALIMANTAN SAKTI ABADI, KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT, KALIMANTAN TENGAH Chandradewana Boer
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v2i2.1638

Abstract

Pembukaan hutan alam untuk kepentingan pembangunan Sawit tentu akan memberikan dampak yang buruk kepada sebagian besar keanekaragaman hayati yang ada.  Namun demikian bilamana tetap disiapkan areal bervegetasi alami disekitar kawasan, maka peluang kehilangan jenis keanekaragaman hayati termasuk jenis-jenis burung yang ada akan dapat ditekan dan dikurangi.  Masih ditemukan sebanyak 84 jenis burung yang teridentifikasi melalui aktifitas penangkapan, pengamatan dengan teropong, mendengar dan lainnya.
KUALITAS PAPAN SEMEN PARTIKEL DARI BATANG KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DENGAN PERLAKUAN PENDAHULUAN PEREBUSAN Agus Nur Fahmi; Muhammad Zainuri
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.377 KB) | DOI: 10.32522/ujht.v1i1.810

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui kualitas papan semen yang dihasilkan dari bahan pengisi partikel batang kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.)dengan menggunakan perlakuan pendahuluan perebusan 3 jam dan 4 jam. Penelitian ini menggunakan bahan baku partikel batang kelapa sawit dengan rasio semen dan partikel sebesar 3 : 1. Bahan perekat yang digunakan adalah semen Portland dengan merek dagang Tonasa dan katalisator yang digunakan adalah CaCl2 sebanyak 3% dari berat semen.Pengujian kualitas berupa sifat fisika dan mekanika dilakukan berdasarkan standar Internasional (ISO 8335, 1987) meliputi kadar air, kerapatan, pengembangan tebal, keteguhan lentur (MOE) dan keteguhan patah (MOR), (BS 5669, 1989) keteguhan tarik tegak lurus permukaan dan standar (MS 934, 1986) penyerapan air.Hasil pengujian sifat fisika dan mekanika papan semen partikel sesuai dengan standar ISO 8335 (1987) pada pengujian kadar air, kerapatan dan pengembangan tebal, standar MS (1986) pada pengujian penyerapan air. Pada pengujian MOEdan MOR pada semua perlakuan nilai yang didapatkan tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan ISO 8335 (1987) dan pada pengujian keteguhan tarik tegak lurus permukaan (IBS) semua perlakuan tidak memenuhi standar yang ditetapkan BS 5669 (1989). 
KEANEKARAGAMAN ANGGREK TANAH DI KEBUN RAYA SAMARINDA Aliri Aliri; Akas Pinaringan Sujalu; Maya Preva Biantary
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.614 KB) | DOI: 10.32522/ujht.v2i1.1158

Abstract

The study aims to identify the diversity of terrestrial orchids in the core zone botanical garden samarinda, using research Single Plot Method at 100x100m2. Data were collected using sample plots measuring 5 mx5 m. In the Core Zone of The Samarinda Botanical Garden found 705 clump of orchid composed of 5 species, most of the species Phaius tankervillie, Dipodium palodosum, Arachis flos-aeris, Cymbidium atropureum and Vandopsis lowii. Phaius tankervillie has highest an diversity index of species, dominanse index and sum of domanance ratio.
CADANGAN KARBON DI WILAYAH PERKOTAAN TENGGARONG BERDASARKAN METODE KLASIFIKASI NDVI PADA CITRA SENTINEL 2-A Yuan Mardiyatmoko; Ali Suhardiman
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.449 KB) | DOI: 10.32522/ujht.v1i2.899

Abstract

Peran vegetasi menjadi penyerap CO2 menjadi bagian penting saat ini dalam rangka mengatasi pemanasan global. Karbon yang diserap oleh tanaman disimpan dalam bentuk biomasa kayu. Oleh karena itu perlu untuk dilakukan penelitian terhadap cadangan karbon yang terdapat di wilayah perkotaan Tenggarong. Penelitian dilakukan dengan melakukan klasifikasi terhadap citra satelit Sentinel 2-A melalui indeks vegetasi NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) yang dikombinasikan dengan pengambilan data jenis, diameter dan tinggi pohon dilapangan melalui sampel plot. Klasifikasi NDVI dilakukan untuk mengetahui sebaran vegetasi yang terdapat di wilayah perkotaan Tenggarong. Perhitungan biomassa menggunakan data pada sampel plot menggunakan persamaan alometrik yang sudah ada. Areal yang bervegetasi pada wilayah perkotaan Tenggarong sesuai klasifikasi NDVI citra satelit Sentinel 2-A berada pada kelas 4 dan 5 dengan luasan pada kelas 4 yaitu seluas 2.167,08 ha dan kelas 5 seluas 1.243,30 ha. Besaran karbon rata-rata pada kelas 4 sebesar 81,39 ton-C/ha dengan total karbon sebesar 176.372, 45 ton-C dan besaran karbon rata-rata pada kelas 5 sebesar 90,32 ton-C/ha dengan total karbon sebesar 112.290,71 ton-C. Besaran karbon keseluruhan pada wilyah perkotaan Tenggarong sebesar 288.663,16 ton-C.

Page 4 of 27 | Total Record : 261