cover
Contact Name
Dr. Supian, S.Ag., M.Ag.
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltitian.fib@unja.ac.id
Editorial Address
Gedung G, LT. III, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jambi, Mendalo, Jambi
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora
Published by Universitas Jambi
ISSN : 26153440     EISSN : 25977229     DOI : -
Titian merupakan jurnal ilmiah akademik dalam bidang kajian ilmu Humaniora (budaya) yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi. Penerbitan jurnal ini dimaksudkan untuk mempublikasikan berbagai artikel hasil penelitian, studi kepustakaan, studi lapangan, gagasan konseptual, kajian penerapan teori dalam bidang ilmu humaniora. Jurnal ini dapat ditulis dalam bahasa Indonesia, Inggris, maupun Arab. Jurnal ini mengutamakan pendekatan lintas disiplin yang menggabungkan ilmu bahasa (linguistik), ilmu sastra (Daerah, Indonesia, Inggris, Arab), Sejarah, Arkeologi, Seni, Sosiologi, Antropologi, Etnografi dan Agama. Jurnal Titian terbit secara berkala dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 2 (2024): Desember 2024" : 14 Documents clear
Representasi Budaya Membaca pada Novel Anak Be a Perfect Person in Just Three Days! Karya Stephen Manes (Kajian Semiotik) Dewi, Sarwendah Puspita
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 8 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v8i2.34742

Abstract

This research aims to explore the representation of reading culture in the novel Be a Perfect Person in Just Three Days! the work of Stephen Manes using Charles Sanders Peirce's semiotic approach. The method used in this research is a qualitative method with Charles Sanders Peirce's semiotic approach (the concept of the trichotomy of signs, namely Icon, Index and Symbol). Reading scenes, especially those carried out by Milo, are depicted in almost all chapters in the book. Repetition of reading activities carried out by the main character in the book Be a Perfect Person in Just Three Days! generally represents reading culture. The reading culture in this children's novel is represented through signs that represent icons, indexes and symbols. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi representasi budaya membaca dalam karya novel Be a Perfect Person in Just Three Days! karya Stephen Manes dengan menggunakan pendekatan semiotik Charles Sanders Peirce. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan semiotik Charles Sanders Peirce (konsep trikotomi tanda, yakni Icon, Index dan Symbol). Adegan membaca, khususnya yang dilakukan oleh Milo, nyaris tergambar di semua bab dalam buku. Repetisi kegiatan membaca yang dilakukan oleh tokoh utama dalam buku Be a Perfect Person in Just Three Days! ini secara garis besar sudah merepresentasikan budaya membaca. Budaya membaca dalam novel anak tersebut direpresentasikan melalui tanda yang melambangkan ikon, indeks, dan simbol.
Menelusuri Pemikiran Sejarah Giambattista Vico: Antara Siklus dan Kemajuan Sejarah Nurul 'Afifah
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 8 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v8i2.35536

Abstract

This article discusses Giambattista Vico's historical perspectives. This article aims to: 1) explore Vico's views on humanity, the world, history, and knowledge, 2) to investigate Vico's perspective on the patterns of historical motion. The results of the exploration reveal that Vico's theory regarding the patterns of historical motion is categorized as a cycle theory, aligning with Ibn Khaldun's thoughts, but with a unique pattern, known as the Cultural Spiral cycle theory. He derived this theory by categorizing history into three periods: the age of gods, heroes, and humans. After these three eras pass, a new journey begins as a recurrence back to a higher point. Therefore, history will never return to the initial point but will progress towards a higher point. Hence, human life will inevitably advance over time. Discussions about Vico's thoughts are still rarely discussed. Therefore, there’s an expectation that this article can serve as additional literature for a deeper understanding of Vico's ideas. Abstract Artikel ini membahas mengenai pandangan sejarah Giambattista Vico. Tujuan artikel ini adalah; 1) menelusuri pandangan Vico tentang manusia, dunia, sejarah dan ilmu pengetahuan, 2) menelusuri perspektif Vico mengenai pola gerak sejarah. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa teori Vico dikategorikan sebagai teori siklus, sejalan dengan pemikiran Ibnu Khaldun, namun dengan pola yang unik, yaitu berbentuk spiral, yang kemudian dikenal dengan  teori gerak sejarah daur Cultural Spiral. Teorinya ini berasal dari pengkategorian sejarah menjadi tiga periode, yaitu periode dewa, periode kepahlawanan, dan periode manusia. Setelah ketiga zaman tersebut berlalu, dimulai perjalanan kembali ke titik yang lebih tinggi. Maka sejarah tidak akan pernah kembali ke awal, melainkan mengalami kemajuan menuju titik yang lebih tinggi. Oleh karena itu, kehidupan manusia semakin lama pasti akan semakin maju. Tulisan mengenai pemikiran Vico masih terbatas. Oleh karena itu, diharapkan artikel ini dapat menjadi tambahan literatur untuk memahami pemikiran Vico secara mendalam.
Inklusivitas Masyarakat Desa Pekuncen Terhadap Komunitas Bonokeling di Desa Pekuncen Banyumas Permatasari, Sri Metaria; Handika, Pamungkas; Amal , Islakhul; Fiyana, Riska; Pasha, Shaila Thaliida; Auliasari, Filza Nabila
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 8 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v8i2.35565

Abstract

Pekuncen Village, located in Jatilawang Sub-district, Banyumas Regency, is one form of implementation of the inclusivity process in the Bonokeling Customary Community and the public or religious pluralistic Islam. This research aims to explain the process of acceptance, recognition, and openness that is mutually sustainable between belief systems and cultures. This research uses a qualitative method of descriptive analysis with data collection techniques in the form of interviews, observation, and documentation. The results showed that economic, political, and religious fields can influence the inclusiveness to produce harmonization in Pekuncen Village with the subordinate conditions of the Bonokeling Community who still maintain their beliefs. However, it still creates a religiously pluralistic environment where everyone is free to practice their beliefs without fear of discrimination or social pressure.  Abstrak Desa Pekuncen berada di Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas menjadi salah satu bentuk implementasi terjadinya proses inklusivitas pada Komunitas Adat Bonokeling dan masyarakat umum atau religius pluralistik islam. Penelitian ini bertujuan menjelaskan proses penerimaan, pengakuan, serta keterbukaan yang saling berkesinambungan antara system kepercayaan dan budaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif analisis deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa bidang ekonomi, politik, dan keagamaan dapat mempengaruhi terjadinya inklusivitas sehingga menghasilkan harmonisasi di Desa Pekuncen dengan kondisi subordinat Komunitas Bonokeling yang masih mempertahankan keyakinan mereka. Namun tetap tercipta lingkungan yang religius pluralistik dimana setiap individu bebas mempraktikkan keyakinannya tanpa takut akan diskriminasi atau tekanan sosial.
Exploration of Textual Criticism on The Fiqh Ulakan Manuscript: A Study of Philological Analysis, Scribal Errors, Uniqueness, and Historical Context Nurul 'Afifah; Soraya, Lusi; Hafsoh, Yen Leli
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 8 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v8i2.36444

Abstract

his article is a philological study of the Fiqih Manuscript from Ulakan, Pariaman, West Sumatera. This manuscript discusses various aspects of fiqih, such as the obligatory bath and its conditions, the conditions for water used in ablution, the requirements for valid prayers, etc. The aim of this study is to perform a textual criticism of the Ulakan fiqih manuscript and to analyze its content. To achieve this purpose, this study employs philological methods. The results show errors in the fiqih manuscript in the form of substitutions, additions, and omissions. The most common errors were found in additions. Most of the errors occurred at the letter level and did not significantly affect the contextual understanding of the manuscript, nor did they substantially impact the readers' comprehension, as these errors were not critical. After conducting a literature review and exploring several manuscripts, it can be concluded that the Ulakan Fiqih Manuscript belongs to the Syattariyah Order and is used for religious education. Abstract Artikel ini merupakan kajian filologi terhadap Naskah Fiqih dari Ulakan, Pariaman, Sumatera Barat. Naskah ini membahas berbagai aspek fiqih, seperti mandi wajib dan syaratnya, syarat-syarat air untuk wudhu, syarat sah shalat, dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kritik teks terhadap naskah kitab fiqih Ulakan serta menganalisis isi teksnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode filologi. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesalahan dalam naskah kitab fiqih, berupa substitusi, adisi, dan omisi. Kesalahan terbanyak ditemukan dalam kasus adisi. Kesalahan tulis yang terjadi kebanyakan berada pada tataran huruf saja, dan kesalahan ini tidak begitu memengaruhi pemahaman kontekstual terhadap naskah, dan tidak terlalu mempengaruhi pemahaman pembaca, karena kesalahan-kesalahan tersebut tidak terlalu krusial. Setelah dilakukan studi literatur dan eksplorasi terhadap beberapa naskah, dapat disimpulkan bahwa Naskah Fiqih Ulakan merupakan milik Tarekat Syattariyah dan digunakan untuk pengajaran agama.
Strategi Komunikasi Kebencanaan Studi Kasus Gempa Bumi Di Gunung Kidul Yogyakarta Agustus 2024 Khaer, Atria Solehandayani; Yunitasari, Syifa Afrilya; Maharani, Rahma Yulia
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 8 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v8i2.37585

Abstract

Disaster communication strategy implemented after the 5.8 magnitude earthquake that hit Gunung Kidul, Yogyakarta on August 26, 2024. The earthquake caused damage to 34 houses in six districts, but caused no casualties. This study uses a descriptive qualitative method with a case study approach, which focuses on how communication strategies can help communities in dealing with pre-time-post-disaster. The results of the study show that effective communication is very important to provide accurate and fast information to the public about the current situation, the potential for aftershocks, and evacuation measures that must be taken. In this context, social media and conventional media are the main tools in disseminating information. This research also identifies that the message conveyed must be clear, concise, and easy for the public to understand. In addition, the importance of collaboration between local governments, BPBD, volunteers, and mass media in disaster management was also emphasized. Thus, this study concludes that a planned and coordinated communication strategy can increase community preparedness for disasters and minimize the negative impacts caused by natural disasters. This research is expected to be a reference for the development of disaster communication strategies in the future. Abstrak Strategi komunikasi kebencanaan yang diterapkan pasca gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,8 yang melanda Gunung Kidul, Yogyakarta pada 26 Agustus 2024. Gempa ini menyebabkan kerusakan pada 34 rumah di enam kabupaten, namun tidak menimbulkan korban jiwa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, yang berfokus pada bagaimana strategi komunikasi dapat membantu masyarakat dalam menghadapi pra-saat-pasca bencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang efektif sangat penting untuk memberikan informasi akurat dan cepat kepada masyarakat mengenai situasi terkini, potensi gempa susulan, serta langkah-langkah evakuasi yang harus diambil. Dalam konteks ini, media sosial dan media konvensional menjadi alat utama dalam menyebarkan informasi. Penelitian ini juga mengidentifikasi bahwa pesan yang disampaikan harus jelas, singkat, dan mudah dipahami oleh masyarakat. Selain itu, pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, BPBD, relawan, dan media massa dalam penanggulangan bencana juga ditekankan. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi yang terencana dan terkoordinasi dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana serta meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkan oleh bencana alam. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengembangan strategi komunikasi kebencanaan di masa mendatang.
Peran Media Sosial Instagram @kemenkes_ri dalam Mitigasi Bencana COVID-19 di Indonesia Parasdiati A. P , Falyabernadeth; Darman , Livinda Putri; Clarisa, Marsha
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 8 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v8i2.37737

Abstract

The COVID-19 pandemic is defined as the global spread of the SARS-CoV-2 virus, which causes the disease COVID-19, transmitted from person to person through respiratory droplets. COVID-19 is considered a non-natural disaster due to its widespread impact on public health, the economy, and social life. During the COVID-19 pandemic, social media activity saw a significant increase. The use of social media in the context of the pandemic not only served to disseminate information but also played a role in raising awareness and fostering community participation in COVID-19 mitigation efforts. In these efforts, the Instagram account @kemenkes_ri became an important channel for conveying government messages to the public. This study employs a qualitative descriptive method. Data collection techniques include literature review, observation, and interviews to analyze in depth the role of social media, particularly the @kemenkes_ri Instagram account, in disaster mitigation efforts during COVID-19 in Indonesia. The findings indicate that the use of social media can enhance the effectiveness of health communication in crisis situations. The success of the @kemenkes_ri Instagram account as a trusted source of information demonstrates the significant potential of social media in supporting public communication, especially amid the challenges faced by society. Abstrak Pandemi COVID-19 didefinisikan sebagai penyebaran virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit COVID-19 secara global, di mana virus ini menular dari manusia ke manusia melalui droplet pernapasan. COVID-19 dianggap sebagai sebuah bencana non-alam, karena dampak luas yang ditimbulkannya terhadap kesehatan masyarakat, ekonomi, dan kehidupan sosial. Selama pandemi COVID-19, aktivitas media sosial mengalami peningkatan yang signifikan. penggunaan media sosial dalam konteks pandemi tidak hanya berfungsi untuk menyebarkan informasi, tetapi juga berperan dalam membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam upaya mitigasi COVID-19. Dalam upaya mitigasi COVID-19, akun Instagram @kemenkes_ri menjadi salah satu saluran yang memiliki peran penting untuk menyampaikan pesan dari pemerintah ke publik. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan data pada penelitian ini menggunakan kajian kepustakaan, observasi, dan wawancara untuk menganalisis secara dalam mengenai peran media sosial, khususnya akun Instagram @kemenkes_ri, dalam upaya mitigasi bencana COVID-19 di Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media sosial dapat meningkatkan efektivitas komunikasi kesehatan dalam situasi krisis. Keberhasilan akun Instagram @kemenkes_ri sebagai sumber informasi terpercaya menunjukkan potensi besar dari media sosial dalam mendukung komunikasi publik, terutama di tengah tantangan yang dihadapi oleh masyarakat.
Policespeak: Metode Interogasi dalam Serial Bertema Investigasi Kejahatan Umam, Robith Khoiril
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 8 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v8i2.37906

Abstract

Investigation to reveal crime cases needs collaboration from many sources. After the evidences and witnesses are identified, the next process is inviting the suspects to an investigation stage to collect important information in an interrogation. Addressing the research gap left by the previous studies that explored this aspect too specific or too broad, this research aims at describing the interrogation methods used by the police during interrogating the suspect in crime investigation themed series and describing what factors influencing the selection of those methods by using taxonomy of interrogation proposed by Kelly et al (2013). The research employs Spradley (2016) theory in analysing the data, consisting of domain, taxonomy, componential analysis and finding cultural theme. The result of the research shows that the interrogation methods applied are categorized into two poles. Firstly, minimalization or an attempt reduce the seriousness of the offense to the suspect that based on friendliness and cooperative principle like collaboration, and rapport and relationship building. Secondly, maximalization or an attempt to emphasize the seriousness of the offense or intimidating the suspect like confrontation and competition, presentation of evidence, context manipulation and emotion provocation. The factors influencing the selection of the methods are the gender and age of the suspect and interrogator, public and government attention toward the crime case, and the characteristics of the suspects, whether he is resistant or cooperative.
Implikatur Percakapan Guru dan Siswa dalam Interaksi Pembelajaran Bahasa Indonesia: Kajian Pragmatic H. Paul Grice Yolandini, Renilda Pratiwi; Patindra, Gani; Kuntarto, Eko; Kusmana, Ade
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 8 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v8i2.38600

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikatur percakapan antara guru dan siswa dalam interaksi pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas, menggunakan teori implikatur percakapan H. Paul Grice. Fokus penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis-jenis implikatur yang muncul, pelanggaran maksim yang terjadi, serta faktor-faktor yang memengaruhi keberadaan implikatur dalam percakapan tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Data diambil melalui observasi langsung dan rekaman percakapan di kelas, yang kemudian dianalisis berdasarkan empat maksim Grice, yaitu maksim kualitas, kuantitas, relevansi, dan cara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggaran maksim sering terjadi dalam percakapan pembelajaran, baik oleh guru maupun siswa, yang dipengaruhi oleh faktor bahasa, keakraban, kepekaan, budaya, serta kepedulian dan kasih sayang. Pelanggaran maksim ini, meskipun terlihat mengganggu kelancaran komunikasi, sering kali berfungsi untuk memperkuat hubungan sosial atau menciptakan suasana pembelajaran yang lebih dinamis. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi komunikasi yang lebih efektif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, sehingga dapat meningkatkan interaksi yang lebih produktif di ruang kelas. Abstract This study aims to analyze the implicature of conversation between teachers and students in Indonesian language learning interaction in the classroom, using H. Paul Grice's theory of conversational implicature. The focus of this research is to identify the types of implicatures that appear, the maxims violations that occur, and the factors that influence the existence of implicatures in the conversation. The approach used is qualitative with descriptive method. The data were collected through direct observation and recording of classroom conversations, which were then analyzed based on Grice's four maxims, namely the maxims of quality, quantity, relevance, and manner. The results show that maxim violations often occur in learning conversations, both by teachers and students, which are influenced by factors of language, familiarity, sensitivity, culture, as well as care and affection. These maxim violations, although they seem to disrupt the smoothness of communication, often serve to strengthen social relations or create a more dynamic learning atmosphere. This study contributes to the development of more effective communication strategies in Indonesian language learning, so as to improve more productive interactions in the classroom.
Tradisi Appabottingeng (Pesta Perkawinan) Masyarakat Suku Bugis Sulawesi Selatan: Perspektif Teori Perubahan Sosial Alvin Boskoff Fatimah, Andi Fauziyah Hijrina; Inayah, Faidhul; Suyudi, Muhammad; Hasbi, Hasbi; Rasul, Rasul
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 8 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v8i2.38617

Abstract

The Bugis ethnic group in South Sulawesi is known for various traditional customs, one of which is the traditional wedding ceremony known in Bugis language as "Appabottingeng". Appabottingeng in Bugis society represents highly upheld cultural values, involving numerous processions and rituals rich in symbolism and hereditary traditions. While it serves important functions in maintaining social harmony, family solidarity, social strata, and continuity of Bugis community traditions, Appabottingeng currently faces socio-cultural change challenges. Therefore, this research examines the changes occurring in the Appabottingeng tradition (wedding ceremony) within the Bugis community in South Sulawesi using Alvin Boskoff's perspective, focusing on external factors (inter-cultural contact) and internal factors (drive for change from within the community). This study aims to analyze the factors causing changes in the Appabottingeng tradition and explore community reactions to these changes. One finding indicates that the shifting mindset of younger generations, who view this procession as complicated, expensive, and less relevant to the modern era, has become one of the driving factors for change. The results of this study provide insights into how the Appabottingeng cultural tradition can adapt and survive amid the flow of social change. Abstract Beragam adat istiadat terkenal yang dimiliki oleh masyarakat Suku Bugis di Sulawesi Selatan salah satunya adalah adat upacara adat pernikahan atau dikenal dalam Bahasa Bugis “Appabottingeng”. Appabottingeng di masyarakat Bugis menunjukkan nilai budaya yang sangat dijunjung tinggi, dengan melalui banyaknya prosesi serta ritual yang penuh dengan simbolisme dan tradisi secara turun-temurun, serta memiliki fungsi penting dalam menjaga harmonisasi sosial, solidaritas keluarga, strata sosial, dan kontinuitas tradisi masyarakat Bugis, namun tradisi Appabottingeng saat ini menghadapi tantangan perubahan sosial budaya. Sehingga, penelitian ini mengkaji tentang perubahan yang terjadi pada tradisi Appabottingeng (upacara perkawinan) dalam masyarakat suku Bugis di Sulawesi Selatan dengan menggunakan perspektif dari Alvin Boskoff yang fokus peneilitan ini pada faktor eksternal (kontak antar-budaya) dan internal (dorongan perubahan dari dalam masyarakat). Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan perubahan pada tradisi Appabottingeng serta mengeksplorasi reaksi masyarakat terhadap perubahan tersebut. Salah satu temuan menunjukkan bahwa pergeseran pola pikir generasi muda yang menganggap prosesi ini rumit, mahal, dan kurang relevan dengan era modern menjadi salah satu faktor pendorong terjadinya perubahan. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman tentang bagaimana sebuah tradisi budaya Appabottingeng dapat beradaptasi dan bertahan di tengah arus perubahan sosial.
Analisis Leksikon Emosi Tokoh Perempuan dalam Kumpulan Cerpen Janda Muda Karya Nh. Dini Afria, Rengki; Agustin, Rincinailatul; Izar, Julisah; Fardinal, Fardinal
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 8 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v8i2.38765

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dari banyaknya anggapan bahwa perempuan merupakan makhluk emosional dan lebih peka serta terbuka pada emosi mereka. Emosi yang dirasakan tersebut bisa diklasifikasikan pada klasifikasi Santangelo yang membagi klasifikasi emosi menjadi lima kelas emosi, yaitu positive expectations and interaction (sikap positif serta harapannya), satisfactory affects (rasa puas), negative projections (penonjolan nilai negatif), aggressive-opppsing emotions (emosi perlawanan yang agresif), serta unsatisfactory affects (rasa tidak puas). Emosi pada manusia tidak hanya bisa dilihat pada perilaku sehari-hari mereka, tetapi juga tertuang melalui kosakata dalam tulisan-tulisan, seperti dalam salah satu karya sastra kumpulan cerpen Janda Muda karya Nh. Dini yang sebagian besar cerpennya berbicara tentang perempuan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kosakata emosi tokoh perempuan di dalam kumpulan cerpen Janda Muda karya Nh. Dini menggunakan kajian leksikologi dengan metode penelitian kualitatif deskriptif, menggunakan metode simak catat dan dianalisis dengan teori klasifikasi emosi Santangelo. Sumber data berasal dari dua belas cerpen dalam kumpulan cerpen Janda Muda karya Nh. Dini dengan datanya yaitu kosakata emosi pada tokoh perempuannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 78 (tujuh puluh delapan) data kosakata emosi pada tokoh perempuan berdasarkan klasifikasi dari Santangelo yang terdapat pada sembilan cerpen serta 10 (sepuluh) jenis kata turunan kosakata emosi di dalam data. Abstract This research is motivated by the assumption that women are emotional beings and are more sensitive and open to their emotions. The emotions felt can be classified in Santangelo's classification, which divides the classification of emotions into five classes of emotions, namely positive expectations, and interaction (positive attitudes and expectations), satisfactory affects (sense of satisfaction), negative projections (protrusion of negative values), aggressive-opposing emotions (aggressive resistance emotions), and unsatisfactory affects (sense of dissatisfaction). Emotions in humans can not only be seen in their daily behavior, but also expressed through vocabulary in writings, such as in one of the literary works of the short story collection Janda Muda by Nh. Dini whose short stories are mostly about women. This study aims to describe the emotional vocabulary of female characters in the short story collection Janda Muda by Nh. Dini's short story collection using lexicology study with descriptive qualitative research method, using simak catat method and analyzed with Santangelo's emotion classification theory. The data source comes from twelve short stories in the short story collection Janda Muda by Nh. Dini with the data is the emotion vocabulary of the female characters. The results showed that there were 78  data of emotion vocabulary on female characters based on Santangelo's classification found in nine short stories and 10 types of emotion vocabulary derivatives in the data.

Page 1 of 2 | Total Record : 14