cover
Contact Name
Adiyana Adam
Contact Email
adiyanaadamm@gmail.com
Phone
+6281340137313
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Lumba-lumba, Kel. Dufa-dufa, Kota Ternate Utara
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Al-Wardah: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama
ISSN : 19072740     EISSN : 26139367     DOI : -
AL-WARDAH Jurnal kajian Perempuan, gender dan Agama (ISSN: 1907-2740, E-ISSN: 2613-9367) adalah jurnal yang menerbitkan hasil kajian, penelitian, review tentang tema-tema perempuan gender dan agama. Diterbitkan oleh Pusat Studi Gender dan Anak (PGSA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate. Al-wardah menerima berbagai tulisan/artikel yang sesuai dengan aim and scope jurnal ini.
Articles 144 Documents
Perempuan Dan Perannya Dalam Pengembangan Teknologi Asmarani Pratama Y.Hadad
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Vol 15, No 2 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/al-wardah.v15i2.653

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur yang menggunakan teknik pengumpulan data yaitu studi kepustakaan yang membahas perempuan dan perannya dalam pengembangan teknologi yang dimana penelitian ini bersumber dari masalah apa peran perempuan dalam pengembangan teknologi, yang kemudian bertujuan untuk mengetahui peran-peran perempuan dalam pengembangan teknologi. Hasil penelitian yang didapatkan adalah 1.Memiliki skill di bidang Teknologi, 2.Menjadi peneliti atau penemu di bidang teknologi, 3.Meningkatkan Pendapatan Domestik Bruto (PDB), 4.Meningkatkan sektor digital serta sektor ekonomi, 5. Meningkatkan pemahaman akan kesetaraan gender serta pemahaman bahwa perempuan perlu ikut berkarya. Adapun manfaat dari penelitian ini yaitu, 1. Menjadi referensi bagi perempuan dalam berkarir, 2. Membantu perempuan dalam menentukan pilihan peranannya, 3. Menjadi motivasi untuk ikut andil dalam pengembangan teknologi.
Peran Perempuan Dalam Meningkatkan Tarap Bekerja Terhadap Keluarga: Kajian Isu Gender Dalam Perspektif Al-Qur’an Wely Dozan; Supriadi Supriadi
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Vol 15, No 2 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/al-wardah.v15i2.648

Abstract

Epistemologi kajian terhadap perempuan seiring dinamika keilmuan yang cukup dinamis semakin dibicarakan pada ruang publik dan pemikiran saat ini. Fakta historis bahwa perempuan tidak mempunyai hak suara. Hal ini seakan-akan perempuan tidak mempunyai kehormatan dan terkadang perempuan lebih rendah dari martabat seorang laki-laki, istilah tafsir yang sering dilontarkan yaitu mengakarnya sistem budaya patriarkhi sehingga perempuan selalu dibelakangkan dan tidak berdaya. Padahal hakikat al-Qur’an yang sesungguhnya adalah perempuan mempunyai kehormatan sama halnya dengan laki-laki baik dalam berbagai aspek terutama pada sisi tataran kehidupan, perempuan mempunyai hak-hak terhadap kebutuhan keluarga. Perempuan memiliki hak-hak dan kewajiban serta tanggung jawab yang harus terealisasikan sesuai dengan tuntunan syar’iat Islam. Fokus penelitian ini memberikan pemahaman tentang isu gender terutama bagaimana peran perempuan dalam meningkatkan tarap hidup keluarga dalam perspektif al-Qur’an, karena hal tersebut sebagai asumsi dasar dalam menggali terkait permasalahan yang dikaji. Secara spesipik, kajian terhadap isu gender memberikan suatu kontribusi yaitu laki-laki dan perempuan tetap dipandang sama dan tidak menimbulkan segala perbedaan. Antara laki-laki dan perempuan sama yaitu tidak berarti laki-laki lebih tinggi dari pada perempuan. Sehingga Al-Qur’an telah memberikan respon terhadap peran perempuan sebagai alternatif untuk meningkatkan tarap hidup keluarga menjadi lebih baik selama tanggung jawab terhadap suami dan anak-anak tetap dijalan dengan hak sepenuhnya. Sejatinya konsep perempuan dalam Al-Qur’an secara jelas dan tegas menyatakan posisi dan peran perempuan setara dengan laki-laki. Yang dimuliakan di sisi Allah bukan perbedaan jenis kelamin, akan tetapi pada nilai-nilai ketakwaan tersebut.
Emansipasi Wanita ( Telaah atas Pemikiran Qasim Amin) Basaria Nainggolan
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Vol 15, No 1 (2021): Edisi Juni 2021
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/al-wardah.v15i1.643

Abstract

Diskriminasi pada kaum perempuan dan adanya pandangan yang membedakan antara kaum perempuan dan lakilaki dimana laki-laki mendominasi dalam berbagai bidang tarmasuk bidang pendidikan, secara historis telah terjadi dalam dunia Islam sehingga menyebabkan kemunduran dalam peradaban Islam. Dalam kondisi demikian para tokoh pembaharu Islam seperti Masim Amin yang berusaha memberdayakan kaum perempuan, atau emansipasi wanita di mana kaum wanita'diberikan kebebasan menuntut ilmu pengetahuan sehingga mereka dapat berfikir maju seperti kaum laki-laki, dengan demikian dunia Islam akan mengalami kemajuaan jika mengangkat martabat kaum wanita.
Dekonstruksi Tafsir Ayat-Ayat Berbasis Gender Dalam Perspektif Pemikiran Feminisme Barat Dan Islam Wely Dozan; Hopizal Wadi; Jaswadi Jaswadi
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Vol 15, No 1 (2021): Edisi Juni 2021
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/al-wardah.v15i1.638

Abstract

Akhir-akhir ini, diskursus terhadap kajian gender merupakan persoalan penting untuk digali dalam berbagai perspektif khususnya dalam pemikiran barat dan Islam. Gender selama ini marak berkembang, lebih-lebih mendapatkan perhatian penting sehingga kemudian gender mengalami dinamika yang cukup signifikan untuk dirumuskan melalui upaya kesungguhan para cendekiawan-cendekiawan Muslim dan pemikiran barat untuk menguarikan kembali terhadap isu gender sekaligus pembelaan terhadap perempuan. Fokus penelitian ini melihat beberapa aspek mendasar yang menjadi pokok-pokok permasalahan yang dikaji adalah dekonstruksi tafsir ayat-ayat gender dalam perspektif pemikiran feminisme barat dan Islam yang dianalisis sebagai pembahasan sekaligus menjawab problematika penelitian tersebut. Jenis penelitian adalah pendekatan studi pustaka (library research) yaitu menganalisis data dalam berbagai keragaman yang termuat berbagai jurnal, buku, artikel sebagai bahan mendukung dalam merumuskan jawaban penelitian ini. Secara garis besar yaitu konsep gender merupakan peran penting untuk melindungi perempuan dalam aspek posisi perempuan untuk merealisasikan keadilan berbasis gender. Dekonstruksi tafsir ayat-ayat berbasis gender dilakukan sebagai upaya penting untuk menghilangkan budaya partriarkhi, karena perempuan statusnya sebagai mahluk yang utuh memiliki peran dalam sejarah peradaban manusia. (Objektivis Netral Gender) semata-mata melindungi perempuan baik dari aspek biologis, perbedaan, psikologis, untuk memperjuangkan keadilan dan kesataraan gender. Sehingga feminisme sebagai jalan alternatif untuk berjuang menyuarakan persamaan hak antara laki-laki dan perempuan kemudian tidak menyebabkan ketimpangan dan diskriminasi terhadap perempuan.
Perempuan Dan Literasi Di Era Digitalisasi Adiyana Adam
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Vol 15, No 2 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/al-wardah.v15i2.654

Abstract

Pembatasan ruang gerak masyarakat dalam kehidupan sehari-hari karena adanya pandemic covid-19  membuat masyarakat mengalihkan berbagai macam kegiatan maupun  aktivitas sehari-hari dengan menggunakan layanan berbasis digital. Hal ini membuat satu tantangan baru bagi para kaum perempuan terutama pada daerah pedesaan di  Indonesia. Meningkatnya ketergantunagn berbagai pekerjaan pada teknologi informasi membuat kaum perempuan harus bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi disamping ketersediaan akses internet, ketrampilan literasi digital dan kemampuan menggunakan perangkat teknologi. Literasi digitalisasi selain mengacu pada keterampilan menggunakan perangkat teknologi, informasi dan komunikasi, literasi digital juga melibatkan proses membaca, memahami, menulis, dan mengaryakan sesuatu sebagai sebuah pengetahuan maupun konten baru. Diperlukan adanya kerjasama di lintas sektoral agar permasalahan  literasi digital bagi kaum perempuan bisa diindonesia bisa teratasi dengan baik.
The Habitus for Keeping Gajah Wong River Clean: A Study of Islamic Ecofeminism Riska Dwi Agustin
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Vol 16, No 1 (2022): Edisi Juni 2022
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/al-wardah.v16i1.852

Abstract

This paper attempts to discuss the equality between  women and men under the concept of humanity based on religious texts in preserving environment.  All of human being have equal responsibility to tackle ecological crisis, extreme weather, global warming and disaster-risks.  This paper would generate a fair understanding either women or men to bring together as a environment keeper. The author describes that the society have their own  wisdom to interact with the environment in their activities. Habitus theory elaborates how the habit of humans can preserve the good exertion for natural conservation. Islamic ecofeminism specifically  proliferates protection of biological matters and gender based-perspective in disaster-prone area.
Konsep Dasar Karakter Mendidik dalam Perspektif Hadis Ayi Teiri Nurtiani; Cut Fazlil Hanun
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Vol 16, No 1 (2022): Edisi Juni 2022
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/al-wardah.v16i1.846

Abstract

Parents are the first educators in children's lives from an early age, as well as the main role models in the formation of their Islamic character. In educating, parents are also obliged to imitate the Prophet Muhammad SAW as a figure of uswatun hasanah and a role model for parents in educating their children, so that children have Akhlakul karimah and become insan kamil in upholding the commands of Allah SWT. Efforts to educate children will also run effectively and intact if it involves three institutions, namely the family (informal education), schools (formal education) and the community (non-formal education). Educators, both parents and teachers, are required to have the following educational characteristics: 1) A sense of responsibility; 2) Calm down; 3) Soft nature; and 4) the nature of compassion; and 5) Patience, so that all children's potentials develop optimally
Pakaian Terbaik Menurut Al-Qur’an (Telaah Maudhu’i atas Term-Term Bermakna Pakaian dalam al-Qur’an) Sugirma Sugirma; Agustang K
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Vol 16, No 1 (2022): Edisi Juni 2022
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/al-wardah.v16i1.853

Abstract

In the Qur'an there are several terms regarding clothing, namely libas, tsiyab, sarabil, qamis, jalabib, khumur and risy. The seven terms referred to as clothing in the Qur'an consist of two categories, namely clothing in the essential sense (related to the body), and clothing in the majazi sense (related to spiritual and psychological). This research is a qualitative research using descriptive analysis. All data and information were collected through searching related literature by utilizing online media and relevant literature sources, with the Qur'an as the primary data source. Data analysis was carried out by examining the information that had been obtained using the Maudhu'i approach, then providing an argument that was considered relevant, then drawing a conclusion on the problems that had been discussed. The results obtained from this study are that the Qur'an offers the best concept of clothing that a Muslim must have. The best clothes in question are in QS. Al-Araf: 26 is the attitude and character of a Muslim who is attached to him. The clothes are not only wrapped around the body and cover the genitals, but also a reflection of their morals. So, a pious Muslim does not only pay attention to the beauty or tidiness of the outer clothing that wraps his body, but also pays attention to the beauty of the morals that binds his soul and heart. He will always surrender to Allah Subhanahu wata'ala, carry out His commands, and stay away from His prohibitions.
Fenomena Yang Terjadi Pada Pasangan Suami dan Istri dalam Ketahanan Keluarga Ria Hayati; Dirgam Ode Adulama
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Vol 16, No 1 (2022): Edisi Juni 2022
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/al-wardah.v16i1.847

Abstract

This study examines the problems that are born in the family and how married couples respond to them. The size of the family problems that are born, should be resolved wisely and correctly. The purpose of this study is to learn about cases born into families, then provide a solution in overcoming and anticipating existing problems, in order to maintain family resilience. The process of collecting data is carried out by studying literature, in this case tracing the literature of books, scientific journals, and other reputable research results. The results found, at least three common cases were found, including divorce cases, domestic violence cases and broken home cases. From the existing cases, it can be said that domestic violence cases often occur in families. One alternative in solving family problems is to visit a counseling service center.
Pengaruh Belajar Sosial Terhadap Penyalahgunaan Alkohol Oleh Remaja Asriyani M Arifin
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Vol 16, No 1 (2022): Edisi Juni 2022
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/al-wardah.v16i1.854

Abstract

This research is qualitative research with survey methods. The research was conducted at a high school in the City of Tidore Islands. The subjects of the study were 100 respondents. Based on the results of data analysis using SPSS with the Rank-order correlation technique (Sprearman's Rho Rank-order Correlation), a correlation coefficient value of 0.854 was obtained. The conclusion of the study is that social learning variables have a relationship with alcohol abuse. The value of the positive correlation coefficient indicates a positive relationship direction, namely that the higher the level of social learning, the higher the level of alcohol abuse, and vice versa. For this reason, social learning variables are variables that affect alcohol abuse. For this reason, it is necessary to take preventive measures so that adolescents do not fall into alcohol abuse behavior. Parental supervision of adolescent associations is important to prevent children from falling into alcohol abuse behavior.

Page 10 of 15 | Total Record : 144