cover
Contact Name
Adiyana Adam
Contact Email
adiyanaadamm@gmail.com
Phone
+6281340137313
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Lumba-lumba, Kel. Dufa-dufa, Kota Ternate Utara
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Al-Wardah: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama
ISSN : 19072740     EISSN : 26139367     DOI : -
AL-WARDAH Jurnal kajian Perempuan, gender dan Agama (ISSN: 1907-2740, E-ISSN: 2613-9367) adalah jurnal yang menerbitkan hasil kajian, penelitian, review tentang tema-tema perempuan gender dan agama. Diterbitkan oleh Pusat Studi Gender dan Anak (PGSA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate. Al-wardah menerima berbagai tulisan/artikel yang sesuai dengan aim and scope jurnal ini.
Articles 144 Documents
Dekonstruksi Tafsir Ayat-Ayat Berbasis Gender Dalam Perspektif Pemikiran Feminisme Barat Dan Islam Dozan, Wely; Wadi, Hopizal; Jaswadi, Jaswadi
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Vol 15, No 1 (2021): Edisi Juni 2021
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/al-wardah.v15i1.377

Abstract

Akhir-akhir ini, diskursus terhadap kajian gender merupakan persoalan penting untuk digali dalam berbagai perspektif khususnya dalam pemikiran barat dan Islam. Gender selama ini marak berkembang, lebih-lebih mendapatkan perhatian penting sehingga kemudian gender mengalami dinamika yang cukup signifikan untuk dirumuskan melalui upaya kesungguhan para cendekiawan-cendekiawan Muslim dan pemikiran barat untuk menguarikan kembali terhadap isu gender sekaligus pembelaan terhadap perempuan. Fokus penelitian ini melihat beberapa aspek mendasar yang menjadi pokok-pokok permasalahan yang dikaji adalah dekonstruksi tafsir ayat-ayat gender dalam perspektif pemikiran feminisme barat dan Islam yang dianalisis sebagai pembahasan sekaligus menjawab problematika penelitian tersebut. Jenis penelitian adalah pendekatan studi pustaka (library research) yaitu menganalisis data dalam berbagai keragaman yang termuat berbagai jurnal, buku, artikel sebagai bahan mendukung dalam merumuskan jawaban penelitian ini. Secara garis besar yaitu konsep gender merupakan peran penting untuk melindungi perempuan dalam aspek posisi perempuan untuk merealisasikan keadilan berbasis gender. Dekonstruksi tafsir ayat-ayat berbasis gender dilakukan sebagai upaya penting untuk menghilangkan budaya partriarkhi, karena perempuan statusnya sebagai mahluk yang utuh memiliki peran dalam sejarah peradaban manusia. (Objektivis Netral Gender) semata-mata melindungi perempuan baik dari aspek biologis, perbedaan, psikologis, untuk memperjuangkan keadilan dan kesataraan gender. Sehingga feminisme sebagai jalan alternatif untuk berjuang menyuarakan persamaan hak antara laki-laki dan perempuan kemudian tidak menyebabkan ketimpangan dan diskriminasi terhadap perempuan.
Problematika Rumah Tangga Dalam Perspektif Pendidikan Islam Asmiraty Asmiraty
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Vol 14, No 1 (2020): Edisi Juni 2020
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/al-wardah.v14i1.242

Abstract

Pernikahan adalah menyatunya laki-laki dan perempuan menjadi sepasang suami istri, hubungan ini terjalin bagi dua insan yang saling mencintai, menyayangi dan mengasihi. Membangun sebuah keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Kehidupan suami istri ibarat sebuah lembaga atau perusahaan yang mempunyai visi, tujuan dan prinsip, islam sudah menentukan visi pernikahan, yaitu mencapai ridha Allah swt, Islam juga meletakkan batasan-batasan prinsipyang jelas, yaitu tujuan utama pernikahan adalah surga. Setiap muslim tidak akan mendapatkan keutamaan, dan kehormatan di masyarakat, kecuali apabila dia berbuat baik kepada keluarganya. Mengatasi masalah tanpa masalah, yaitu dengan banyak-banyak bercermin pada kehidupan rumah tangga Nabi Muhammad saw. Pernikahan merupakan sebuah proses hidup yang yang dipenuhi dengan kebahagiaan, namun pada dasarnya tidak ada pernikahan yang sempurna, tidak ada pernikahan yang bebas dari masalah. Siapa pun tidak ingin pernikahan yang mereka bangun akan mengalami masalah, apalagi kandas ditengah jalan. Untuk itu sepasang suami istri saling berusaha keras untuk mempertahankan kelanggengan rumah tangga mereka. Menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai contoh dan suri tauladan serta mengikuti sunnah beliau di dalam berumah tangga. beliau telah memberikan kita cara-cara mengatasi masalah (problem) rumah tangga. 
Pengaruh Media Sosial Terhadap Peningkatan Kesehatan Reproduksi Perempuan Fitri Rizki Amelia
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Vol 14, No 2 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/al-wardah.v14i2.297

Abstract

Rendahnya pengetahuan para ibu dan remaja perempuan tentang kesehatan reproduksi mengakibatkan banyak yang tidak mengetahui pentingnya kesehaatan reproduksi. Situasi  ini  akhirnya berdampak pada ketidak mampuan perempuan dalam merawat alat reproduksi dikarenakan adanya informasi yang simpang siur. Hal ini juga  juga terjadi karena minimnya informasi yang di terima para remaja perempuan dan ibu-ibu.Padahal pengetahuan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi seseorang dalam berperilaku. Informasi-informasi ini sebenarnya bisa didapatkan dari  sesama teman, atau dari guruataupun dari orang tua. Tetapi ada juga para ibu atau remaja perempuan yang malu dalam bertanya atau membicarakan tentang alat reproduksi.Mereka masih menganggap bahwa masalah tersebut adalah hal yang tabu terutama didaerah pedesaan. Media sosial internet sangat berpengaruh dalam meningkatkan pemahahaman kesehatan reproduksi bagi perempuan
Dampak Feminisme Pada Perempuan Nurhasnah Abbas
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Vol 14, No 2 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/al-wardah.v14i2.292

Abstract

Feminisme dengan berbagai definisi dan dasar yang berbeda dirumuskan sebagai perjuangan menuju keseimbangan hak antara laki-laki dan perempuan. Secara garis besar, ini mengacu pada kesadaran seseorang untuk mencegah sub-ordinasi terhadap perempuan. Sifat dan aktivitas feminisme dibedakan menjadi empat jenis, yaitu. feminisme liberal, faminisme radikal, feminisme marxis, dan feminisme sosialis. Setiap jenis feminisme memiliki dampak positif dan negatifnya masing-masing.
Transisi Perempuan dari Sekolah Ke Dunia Kerja di Kota Malang: Suatu Kajian Gender Sugianto, Hendi; Rahmat, Rahmat
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Vol 15, No 1 (2021): Edisi Juni 2021
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/al-wardah.v15i1.384

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana perempuan-perempuan di Kota Malang menjalani proses transisi dari masa-masa sekolah hingga memasuki dunia kerja. Ketika roda perekonomian di Kota Malang mulai mengalami pergeseran dari industri manufaktur menuju perdagangan dan jasa, peluang bekerja bagi kaum laki-laki juga mulai mengalami penurunan. Akan tetapi peluang kerja baru bagi kaum perempuan semakin terbuka. Keterlibatan kaum perempuan dalam proses pendidikan dan pekerjaan menghadirkan tingkatan baru yang semakin lama semakin otonom dan peluang untuk turut serta dalam gaya hidup urban dan modern terus meningkat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Adapun temuan dalam penelitian ini adalah bagaimana keterlibatan mereka dalam dunia kerja masih terikat pada batas-batas nilai budaya, spiritual dan ideologi gender yang menetapkan batasan dalam usia pernikahan bagi mereka, dan penekanan pada tanggung jawab perempuan sebagai calon istri dan calon ibu yang tentunya berbeda dengan kaum laki-laki pada umumnya. 
Perspektif Feminis dalam Kasus Perempuan sebagai Korban Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi Rifki Elindawati
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Vol 15, No 2 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/al-wardah.v15i2.649

Abstract

Kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi Indonesia sedang diperbincangkan dari berbagai kalangan. Korban kekerasan yang sebagaian besar adalah perempuan. Kampus atau perguruan tinggi negeri yang seharusnya memberikan ruang yang aman untuk menuntut ilmu menjadi tempat terjadinya kasus kekerasan seksual. Berdasarkan hasil survey nasional, perguruan tinggi menempati peringkat tertinggi  jika dibandingkan dengan jenjang pendidikan lainnya dalam hal kekerasan seksual di ranah institusi pendidikan. Untuk itu, tulisan ini menganalisan penyebab maraknya kasus kekerasan seksual yang dialami perempuan di perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan perspektif feminisme yang dikemukakan oleh Michael Foucault dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Serta sumber data yang digunakan adalah sumber data sekunder yang berasal dari laporan resmi, literatur terdahulu dan pemberitaan di media massa. Hasil menunjukkan bahwa kekerasan seksual terjadi pada perempuan di lingkungan perguruan tinggi karena adanya relasi kuasa yang menyebabkan korban memiliki ketakutan untuk melapor, perempuan sebagai target kekuasaan yang tidak seimbang serta, budaya victim-blaming yang banyak dialami korban-korban kekerasan seksual sebelumnya.
Transisi Perempuan dari Sekolah Ke Dunia Kerja di Kota Malang: Suatu Kajian Gender Hendi Sugianto; Rahmat Rahmat
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Vol 15, No 1 (2021): Edisi Juni 2021
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/al-wardah.v15i1.644

Abstract

AbstrakTulisan ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana perempuan-perempuan di Kota Malang menjalani proses transisi dari masa-masa sekolah hingga memasuki dunia kerja. Ketika roda perekonomian di Kota Malang mulai mengalami pergeseran dari industri manufaktur menuju perdagangan dan jasa, peluang bekerja bagi kaum laki-laki juga mulai mengalami penurunan. Akan tetapi peluang kerja baru bagi kaum perempuan semakin terbuka. Keterlibatan kaum perempuan dalam proses pendidikan dan pekerjaan menghadirkan tingkatan baru yang semakin lama semakin otonom dan peluang untuk turut serta dalam gaya hidup urban dan modern terus meningkat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Adapun temuan dalam penelitian ini adalah bagaimana keterlibatan mereka dalam dunia kerja masih terikat pada batas-batas nilai budaya, spiritual dan ideologi gender yang menetapkan batasan dalam usia pernikahan bagi mereka, dan penekanan pada tanggung jawab perempuan sebagai calon istri dan calon ibu yang tentunya berbeda dengan kaum laki-laki pada umumnya. 
Kekerasan Berbasis Gender Online Selama Pandemi COVID-19 di Indonesia Noviyanti Soleman
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Vol 15, No 1 (2021): Edisi Juni 2021
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/al-wardah.v15i1.639

Abstract

Pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia sejak awal 2020, dikala itu pemerintah Indonesia dengan sigap melakukan upaya pencegahan penyebaran virus corona. Berbagai kebijakan dikeluarkan oleh pemerintahan Joko Widodo demi manangani Covid-19, diantaranya adalah kebijakan work from home dan pembatasan sosial berskala besar. Dengan adanya penyebaran Covid-19 membuat orang banyak beralih melakukan aktivitas dengan memanfaatkan sosial media. Namun sayangnya hal tersebut membawa dampak negative yaitu meningkatnya kekerasan berbasis gender online hingga 3x lipat dari tahun sebelumnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apa saja factor yang menyebabkan meningkatnya angka kekerasan berbasis gender online selama masa pandemic covid-19. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif analitik, penulis mencoba menjawab rumusan masalah. Hasil yang ditemukan adalah terdapat berbagai factor yang saling keterkaitan satu sama lain yaitu hasil dari kebijakan yang menyebabkan perubahan sikap, pengaruh era digital dan perkembangannya, hingga objektivikasi terhadap kaum perempuan di Indonesia.
Perkembangan Karakter Anak Melalui Pola Asuh Orang Tua Di Rumah Wirda AZ Umagap; Ruslan Laisouw
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Vol 15, No 2 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/al-wardah.v15i2.655

Abstract

Perkembangan karakter sangatlah penting bagi seorang anak dimana anak mendapatkan pendidikan secara langsung dari keluarga terutama orang tua. Dalam pengembangan karakter itu sendiri mengandung nilai-nilai perilaku yang baik bagi diri seorang anak, keluarga dan lingkungan disekitarnya. Dalam mengembangkan karakter seorang anak agar menjadi yang orang yang lebih baik dan mendapatkan pendidikan karakter itu sendiri, sangat berkaitan dengan pola asuh dari orang tua di rumah, sejak anak tersebut dilahirkan. Bentuk dan watak seorang anak berubah dapat dilihat dari cara orang tua membimbing dan mendidiknya dengan baik. Lingkungan keluarga yang baik di percaya dapat memberikan pembentukan karakter seorang anak menjadi lebih baik. Itu pun tergantung dari pola asuh orang tua dalam memberikan bimbingan dan pendidingan yang lebih baik.
Peran Perempuan Di Media Massa Zaedun Na’im
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Vol 15, No 2 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/al-wardah.v15i2.650

Abstract

Media massa Merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam mengiringi kemajuan suatu bangsa, betapa tidak, informasi atau berita terkini perkembangan bangsa ini bisa diperoleh dari media massa seperti situasi perpolitikan di negeri ini, keadaan ekonomi, Perkembangan pendidikan dan lain sebagainya. Hal itu menuntut adanya pemberitaan yang objektif oleh media massa sehingga tidak menimbulkan kerancuan dan kegaduhan. Itu pula ketika memberitakan berkenaan dengan kaum hawa atau perempuan. Hal itu disebabkan masih adanya image bahwa pemberitaan perihal perempuan dikonotasikan sebagai objek atau diskriminasi perempuan, seperti berita korban pelecehan seksual, tindak asusila dan sebagainya. Padahal sisi positif lainnya dari sosok perempuan banyak yang belum digali pemberitaannya seperti karier suskes seorang perempuan, pretasi dalam pendidikan, dan lain sebagainya. Tulisan ini diangkat dengan tujuan agar memberikan gambaran bagaimana optimalisasi peran perempuan dalam mengisi atau menghiasi pemberitaan di media massa dengan hal-hal yang positif, yang akan menjadikan sosok perempuan menjadi terangkat derajatnya dan tidak menjadi objek diskriminasi. Dalam telaah ini penulis menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis studi pustaka atau library research dan bersifat deskriptif, dimana penulis ingin mengungkap lebih dalam bagaimana peran perempuan di media massa. Hasil dari telaah ini adalah peran perempuan di media massa menggunakan beberapa cara, yakni pertama, menunjukan prestasi diri, kedua, lebih menjaga marwah seorang perempuan, dan ketiga memberi edukasi

Page 8 of 15 | Total Record : 144