Al-Wardah: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama
AL-WARDAH Jurnal kajian Perempuan, gender dan Agama (ISSN: 1907-2740, E-ISSN: 2613-9367) adalah jurnal yang menerbitkan hasil kajian, penelitian, review tentang tema-tema perempuan gender dan agama. Diterbitkan oleh Pusat Studi Gender dan Anak (PGSA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate. Al-wardah menerima berbagai tulisan/artikel yang sesuai dengan aim and scope jurnal ini.
Articles
144 Documents
Perempuan Pemecah Batu ( Studi Kasus Perempuan Pekerja Pemecah Batu di Kecamatan Galela , Kabupaten Halmahera Utara.)
Amran Eku;
Adiyana Adam
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Vol 15, No 1 (2021): Edisi Juni 2021
Publisher : IAIN TERNATE
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46339/al-wardah.v15i1.645
Secara Tradisional peran perempuan masih ditujukan pada kegiatan non –ekonomi, teruatam di daerah pedesaan. Kegiatan- kegiatan yang menjadi sector kerja perempuan desa selalu berhubungan dengan rumah tangga seperti, mengasuh anak, melayani suami ataupun mengurus rumah tangga lainnya. Seiring dengan kemajuan zaman, modernisasi, dan globalisasi dimana hal tersebut juga menjadikan perubahan tuntutan peran pada perempuan. Perubahan tuntutan ini akhirnya membuat kesetaraan gender semakin terlihat. Pergeseran peran dan fungsi perempuan ini juga terjadi di Desa Soasio dan desa mamuya Kecamatan Galela kabupaten Halmahera Utara di mana rata-rata kaum perempuan di sini bekerja sebagai pemecah batu. Pekerjaan tersebut mengandalkan kemampuan fisik yang kuat untuk memecah batu, dari batu berukuran besar menjadi batu-batu dalam ukuran kecil yang siap dipasarkan ke toko-toko material sebagai bahan bangunan.
Dampak Positif Dan Negative Covid-19 Terhadap Ibu Rumah Tangga Work From Home
Nuraini Ali
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Vol 15, No 1 (2021): Edisi Juni 2021
Publisher : IAIN TERNATE
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46339/al-wardah.v15i1.640
AbstrakSudah dua tahun ini negara kita sedang dilanda pandemic Covid-19 yang penyebarannya sangat cepat sampai ke seluruh penjuru dunia bahkan telah menelan ribuan nyawa di lebih dari 190 negara, termasuk juga Negara Indonesia. Badan Kesehatan Dunia atau WHO mengumumkan Covid 19 sebagai wabah pandemic. Negara-negara baik negara maju maupun negara berkembang, harus bisa mencegah dan menanggulangi virus baru yang belum ada obatnya ini melalui berbagai kebijakan sesuai situasi, kondisi, dan situasi negara masing-masing.Bagi Ibu rumah tangga yang berstatus sebagai pekerja baik, swata maupun negeri, Work from Home menjadikan suatu tantangan yang cukup berat karena selain menyelesaikan pekerjaan kantor di rumah, dia juga harus mengurus anak maupun suami yang sama sama sedang melakukan WFH. Pekerjaan yang dia lakukan berlipat ganda dan tentunya sangat melelahkan karena tidak berbatas waktu.Pada sisi lain Work from Home juga membawa dampak positif bagi ibu rumah tangga. Dampak positif yang terjadi karena WFH dan social distancing antara lain Ibu rumah tangga lebih memperhatikan kesehatan, hubungan keluarga yang semakin dekat, munculnya aktivitas-aktivitas baru yang produktif dan hemat, meningkatnya literasi pemanfaatan IT, dan lainnya . Dari latar belakang di atas , maka penelitian ini bertujuan untuk menegetahui apa saja dampak negative dan positif dari pemberlakuan Work Form Home bagi ibu rumah tangga.
Dampak Psykologi Terhadap Kekerasan Anak Dalam Rumah Tangga Studi Kasus Kota Ternate
Safri Miraj
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Vol 15, No 2 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : IAIN TERNATE
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46339/al-wardah.v15i2.651
Kekerasan Dalam Rumah Tangga terhadap anak di wilayah kota Ternate pada Tahun 2021 ini semakin meningkat. Kekerasan Dalam rumah tangga yang di alami anak-anak juga beragam bentuknya. Dampak psyikologis kekerasan dalam rumah tangga bagi anak pun bermacam-macam, mulai dari terbiasa mengurung diri dan cenderung menjadi pasif sampai pada kecenderungan membunuh diri. Dampak inipun terbawa sampai pada si anak mengalami usia dewasa. Dan kecenderungan apa yang pernah dia dapatkan sewaktu mkecil akan dia ulangi pada keturunannya.
Ketidaksetaraan Gender Dimasa Covid-19
Musiana Musiana
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Vol 15, No 2 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : IAIN TERNATE
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46339/al-wardah.v15i2.646
Pandemi COVID-19 masih berlangsung hingga saat ini memberikan dampak pada banyak sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor ekonomi. Ekonomi menjadi masalah pelik yang memberikan efek domino situasi lainnya, salah satunya adalah dalam rumah tangga. Keadaaan ekonomi yang semakin sulit di masa pandemi, menjadi salah satu alasan kuat terjadinya konflik yang terjadi dalam keluarga khususnya pada kaum perempuan maupun pada anak perempuan. Perempuan dan anak perempuan yang menghadapi konflik, berpengaruh pada meningkatnya risiko tinggi yaitu kehilangan pekerjaan dan pendapatan, menghadapi kekerasan, eksploitasi, pelecehan selama masa krisis Mengintegrasikan strategi pengarusutamaan gender dapat menjadi cara responsif untuk mewujudkan kesetaraan gender dalam masa pandemic, Perubahan akibat dampak pandemi tersebut yang kemudian menjadi salah satu ancaman dalam hal kesetaraan gender di Indonesia
Kekerasan Dalam Rumah Tangga (Studi Kasus Terkait Kekerasan Terhadap Istri)
Musiana Musiana
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Vol 15, No 1 (2021): Edisi Juni 2021
Publisher : IAIN TERNATE
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46339/al-wardah.v15i1.641
Kekerasan dalam rumah tangga sebenarnya adalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis dan atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga. Yang dimaksud dengan lingkup rumah tangga adalah suami, istri dan anak, orang yang bekerja membantu rumah tangga dan menetap dalam rumah tangga tersebut Kekerasan Dalam Rumah- Tangga (KDRT) dengan alasan apapun dari akan berdampak pada suasana keluarga.Suasan keluuarga akan berdampak pada harmonisasi keluarga tersebut. Dalam penjelasan umum Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dijelaskan bahwa keutuhan dan kerukunan rumah tangga yang bahagia, aman, tentram dan damai merupakan dambaan setip orang dalam rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istri mengalami semua jenis kekerasan dalam rumah tangga yaitu kekerasan dalam bentuk fisik, psikis, seksual dan penelantaran ekonomi. Penelitian ini juga menemukan bawa faktor-faktor yang menjadi pemicu terjadinya kekerasan dalam rumah tangga oleh suami terhadap istri yaitu: Suami merasa berkuasa, sehingga istri harus menuruti apapun yang dilakukan oleh suami; Istri di anggap tidak menjalankan fungsi sesuai perannya sebagai istri dan ibu rumah tangga yan baik; Adanya faktor orang ketiga.
Pro Kontra Rancangan Undang Undang Penghapusan Kekerasan Seksual
Adiyana Adam
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Vol 15, No 1 (2021): Edisi Juni 2021
Publisher : IAIN TERNATE
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46339/al-wardah.v15i1.632
Kasus kekerasan seksual di Indonesia memiliki angka korban yang terus meningkat setiap tahun. Angka yang ditunjukan lebih dari 2000 kasus setiap tahunnya, namun angka tersebut masih kurang dari fakta yang terjadi di lapangan disebabkan oleh proses investigasi yang terkesan membuka luka lama, pelaku adalah kerabat dekat, hingga alasan sanksi sosial. Usulan RUU PKS menjadi suatu pilihan untuk menyediakan payung hukum bagi para korban, namun RUU PKS justru menuai Pro Kontra dimasyarakat. Tulisan ini bertujuan untuk membahas mengenai akar dari hadirnya pro-kontra RUU PKS. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan bantuan data sekunder dari berita, laporan, serta jurnal, penulis mencoba menjawab permasalahan tersebut. Hasil yang ditemukan adalah Pro-Kontra hadir karena adanya kesalahapahaman pada kata serta maksud dan tujuan, yang dianggap dapat melanggar norma dan agama yang berlaku di masyarakat Indonesia.
Studi Gender Dalam Bahasa Arab
Umi Kalsum;
Liani Sari
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Vol 15, No 2 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : IAIN TERNATE
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46339/al-wardah.v15i2.652
Bahasa Arab dikenal memiliki sub kategori gramatikal, gender yang tercermin di dalam kompleksitas infleksi kelas nomina, adjektiva dan promina. Dalam tulisan ini kami fokus pada nomina untuk memetakan pikiran dan pengalaman budaya apa yang menjadikan kategori maskuline dan feminin dalam bahasa Arab. Mengingat bahasa itu bersifat arbitrer dan unik, maka konsep gender dalam bahasa Arab dianalisis dan dijelaskan dalam relatifitas linguistik yang menghubungkan teori linguistik dan budaya, dimana terdapat kategori tertutup (kriptotipe) dan kategori terbuka (fenotipe) yang dipahami secara sadar dan tidak sadar oleh penutur bahasa
Peran Orang Tua Dalam Menumbuhkan Budaya Literasi Pada Anak
Rusna Gani
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Vol 15, No 2 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : IAIN TERNATE
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46339/al-wardah.v15i2.647
Mengembangkan minat literasi dasar anak usia dini yang utama adalah menjadi tanggung jawab orangtua. Anak yang mendapat dukungan dan bantuan yang baik dari orangtuanya akan bisa belajar dan mencapai kemajuan lebih baik dibanding anak yang tidak mendapat dukungan dan bantuan dari orangtuanya. Tujuan penelitian ini adalah memahami secara mendalam dan mendeskripsikan peran orang tua dalam pengembangan minat literasi dasar anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan; (1) peran orang tua dalam kehidupan anak sangat besar untuk menjadikan anak cakap dan berakhlak mulia, (2) pola asuh orang tua dalam mengembangkan minat baca Anak.
Dampak COVID-19 Bagi Kesetaraan Gender di Eropa
Sri Rahayu Utari
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Vol 15, No 1 (2021): Edisi Juni 2021
Publisher : IAIN TERNATE
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46339/al-wardah.v15i1.642
Kesetaraan gender di Eropa mulai terlihat sejak 1957 tertuangkan dalam Treaty of Rome. Tahun ke tahun, negara negara Eropa tidak lupa untuk tetap mempromosikan kesetaran gender. Usaha yang tidak sia-sia terlihat dalam pencapaian negara negara Eropa pada tahun 2020 dimana rata rata meraih 67.9 dari 100 poin untuk pencapaian kesetaraan gender. Pandemi Covid-19 yang hadir sejak awal 2020 ternyata memberikan dampak pada hampir seluruh sektor yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana dampak Covid-19 terhadap Kesetaraan Gender di Eropa. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif yang didukung oleh data sekunder, rumusan masalah mencoba dijawab. Hasil menunjukan bahwa dampak yang dirasakan yaitu melalui meningkatnya kasus kekerasan dalam rumah tangga, kebanyakan perempuan harus menjadi garda terdepan sebagaimana profesi mereka selaku tenaga medis, banyak tenaga kerja perempuan harus merasakan dampak dari pandemi seperti PHK, kebijakan lockdown membatasi pekerejaan para perempuan di Eropa, serta minimnya keterlibatan perempuan dalam pembuatan keputasan mengenai Covid-19.
Gerakan #MeToo Sebagai Perlawanan Kekerasan Seksual yang Dialami Perempuan di Indonesia
Rifki Elindawati
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Vol 15, No 1 (2021): Edisi Juni 2021
Publisher : IAIN TERNATE
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46339/al-wardah.v15i1.634
Gerakan #MeToo menyebar luas pada tahun 2018. Gerakan tersebut bertujuan untuk mengungkapkan kasus kekerasan seksual yang dialami oleh perempuan melalui media sosial. Serta telah mempengaruhi penanganan kasus pelecehan seksual di berbagai negara. Gerakan yang bersifat internasional tersebut juga masuk ke Indonesia pada tahun yang sama. Sehingga tulisan ini akan menganalisa secara kejadian empiris “Bagaimana gerakan #MeToo muncul di Indonesia dan dampaknya terhadap perlawanan kekerasan seksual perempuan di Indonesia? ”. Untuk menjawab rumusan masalah tersebut, tulisan ini menggunakan konsep mengenai pengaruh media sosial terhadap gerakan sosial yang dikemukakan oleh Soares dan Joia (2015). Dalam memperoleh data, tulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan metode pengumpulan data studi pustaka. Sumber data yang digunakan berasal dari penelitian sebelumnya, seperti jurnal, buku dan laporan. Beberapa sumber seperti berita yang berasal dari media massa maupun media online juga digunakan.