cover
Contact Name
Rizaldy Purnamo Pedju
Contact Email
-
Phone
+6282346016601
Journal Mail Official
jurnal.potretpemikiran@iain-manado.ac.id
Editorial Address
Jl. Dr. SH Sarundajang, Kawasan Lingkar I, Malendeng Manado Kode Pos 95128
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Potret Pemikiran
ISSN : 16931874     EISSN : 25280376     DOI : -
Potret Pemikiran terdaftar dengan nomor ISSN 1693-1874 (Cetak), ISSN 2528-0376 (Online) adalah jurnal peer-review yang diterbitkan dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado. Potret Pemikiran mulai menerbitkan artikel-artikel versi cetak pada tahun 2000. Potert Pemikiran adalah jurnal pertama di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Manado yang sekarang bertranformasi menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado. Saat itu, Potret Pemikiran melingkupi cangkupan ilmu secara umum, yaitu ilmu politik, hukum, ekonomi, pendidikan, serta agama hingga tahun 2018. Sejak tahun 2019, Jurnal Potret Pemikiran fokus dan jangkauannya terkait Pemikiran Islam di bidang: Filsafat, Tasawuf, Politik Islam dan sosial Keagamaan, serta terjadi perubahan gaya selingkung yaitu menjadi APA 6th Edition (American Psychological Association).
Articles 139 Documents
PENGUATAN KELEMBAGAAN PESANTREN DI PROVINSI BENGKULU (Analisis Partisipasi Dan Kontribusi Masyarakat) Khoiri, Qolbi
Potret Pemikiran Vol 24, No 1 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/pp.v24i1.1041

Abstract

This research starts with the phenomenon of pesantren that grows and develops in the midst of society, especially Bengkulu province. The existence of the pesantren is managed independently by the community. With regard to this matter, it is important to examine the community's participation and contribution in the context of strengthening the existing pesantren institutions. This research was conducted using qualitative research, where the source of the research consisted of leaders of pesantren, teachers, and students. Data is processed in several stages, namely tabulation, coding, and conclusion analysis based on needs by referring to the research problem. The results showed that pesantren in Bengkulu Province involved the community in various activities, such activities were in the form of routine programs and programs that were carried out regularly. The leadership of the pesantren also involves the community in the form of material contributions, this is to support the funding of the pesantren management and in order to complete the pesantren's facilities and infrastructure. The pesantren that carried out the participation and contribution models were the Hidyatullah Islamic Boarding School in Bengkulu City, Bengkulu City Pancasila Boarding School, South Bengkulu Alquraniyah Boarding School, South Bengkulu Makrifatul Ilmi Islamic Boarding School, Raudah Seluma Boarding School, and Jaal Haq Boarding School in Bengkulu City, dus Hasanah Islamic Boarding School in Central Of Bengkulu.Keywords: Strengthening Pesantren Institutions; Participation; Contributions; SocietyPenelitian ini berangkat dari fenomena pesantren yang tumbuh dan berkembang ditengah-tengah masyarakat khususnya provinsi Bengkulu. Keberadaan pesantren tersebut dikelola secara mandiri oleh masyarakat. Berkenan dengan hal tersebut, maka penting untuk diteliti mengenai bagaimana partisipasi dan kontribusi masyarakat dalam rangka penguatan kelembagaan pesantren yang ada. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan penelitian kualitatif, dimana sumber penelitian terdiri dari pimpinan pesantren, pengajar dan santri. Data diolah dengan beberapa tahapan, yaitu tabulasi, koding dan analisis simpulan berdasarkan kebutuhan dengan merujuk pada masalah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren yang ada di Provinsi Bengkulu melibatkan masyarakat dalam berbagai kegiatannya, kegiatan tersebut dalam bentuk program rutin dan program yang dilakukan secara berkala. Pimpinan pesantren juga melibatkan masyarakat dalam bentuk kontribusi materi, hal ini guna menopang pembiayaan pengelolaan pesantren dan dalam rangka melengkapi sarana dan prasarana Pesantren. Adapun pesantren yang melakukan model partisipasi dan kontribusi tersebut adalah Pesantren Hidyatullah Kota Bengkulu, Pesantren Pancasila Kota Bengkulu, Pesantren Alquraniyah Bengkulu Selatan, Pesantren Makrifatul Ilmi Bengkulu Selatan, Pesantren Raudah Seluma, dan Pesantren Jaal Haq Kota Bengkulu serta Pesantren Hasanah bengkulu Tengah. Kata kunci: Penguatan Kelembagaan Pesantren; Partisipasi, Kontribusi; Masyarakat
TRADISI NGEJOT: POSITIVE RELATIONSHIP ANTAR UMAT BERAGAMA Sepma Pulthinka Nur Hanip; Muhammad Yuslih; Laesa Diniaty
Potret Pemikiran Vol 24, No 2 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/pp.v24i2.1317

Abstract

ABSTRACT Tradition ngejot has a very strategic role in an effort to take care of harmony between the Hindus and Islam in Lombok. Religious sentiments and cultural differences can be put together in a tradition that produce a positive relationship in the form of mutual care, tolerance, and uphold humanity as the container of happiness. This study aims to trace the history and basic principles of the tradition ngejot between the Sasak and Balinese in Lombok as an effort to knit the harmony for the happiness for the followers of the religion. In recent years, the tradition of ngejot almost never applied between the two religions. methods research using qualitative-descriptive approach of psychology and sociology. Technique of collecting data done by observation, interview, and documentation. The procedure of data analysis refers to the framework of Milles and Huberman. The results of the research about the traditions ngejot this ie. (1). Tradition ngejot have the value of a long history as a means of harmony among religions and cultures with reference to the basic principles of each religion. (2). Tradition ngejot in addition to fostering a sense of tolernasi and harmony, as well as a means to the happiness of religion.(3) filing it with the value of tradition ngejot caused by the modernization which is characterized by technology such as social media and the lack of understanding of religious and local culture. Keywords: Ngejot Tradition; Positive Relationship; Happiness; Modernization       ABSTRAKTradisi ngejot memiliki peran yang sangat strategis sebagai upaya untuk merawat harmoni antara umat Hindu dan Islam di Lombok. Sentimen agama dan perbedaan budaya dapat disatukan dalam sebuah tradisi yang menghasilkan positive relationship berupa sikap saling peduli, toleransi, dan menjunjung tinggi kemanusiaan sebagai wadah kebahagiaan.  Penelitian ini bertujuan untuk melacak sejarah dan prinsip dasar dari tradisi ngejot antara masyarakat Suku Sasak dan Bali di Lombok sebagai upaya merajut harmoni untuk kebahagiaan bagi para pemeluk agama. Dalam beberapa tahun belakangan ini, tradisi ngejot hampir tidak pernah diterapkan antara dua pemeluk agama. metode penelitian menggunakan kualitatif-deskriptif dengan pendekatan psikologi dan sosiologi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Prosedur analisis data mengacu pada kerangka Milles dan Huberman. Hasil dari penelitian tentang tradisi ngejot ini yaitu. (1). Tradisi ngejot memiliki nilai sejarah yang panjang sebagai sarana harmoni antar agama dan budaya dengan mengacu pada prinsip-prinsip dasar agama masing-masing. (2). Tradisi ngejot selain memupuk rasa tolernasi dan harmoni, sekaligus sarana untuk kebahagiaan pemeluk agama.(3) mengikisnya nilai tradisi ngejot disebabkan oleh modernisasi yang bercirikan tekhnologi seperti media sosial dan kurangnya pemahaman keagamaan dan budaya lokal. Kata kunci: Tradisi Ngejot; Positive relationship; Kebahagiaan; Modernisasi
Zikir Mahasantri Ma’had Al-Jami’ah UIN Raden Fatah Palembang Ditinjau dari Perspektif Ilmu Tarekat (The Zikr of the Students of Ma'had Al-Jami'ah UIN Raden Fatah Palembang Viewed From the Perspective of Tarekat Science) Nyayu Siti Zahrah
Potret Pemikiran Vol 25, No 1 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/pp.v25i1.1376

Abstract

ABSTRACT This study examines the zikr of the students of Ma'had al-Jami'ah UIN Raden Fatah Palembang from the perspective of tarekat science. This research was motivated by the existence of a zikr ritual performed by students at Ma'had al-Jami'ah UIN Raden Fatah Palembang which, through observation, had similarities with the teachings of Sufism and several tarekat schools, both in terms of adab, reading, movement, tone and intonation. Therefore; the author analyzed the zikr of the students of Ma'had al-Jami'ah UIN Raden Fatah in terms of the tarekat science perspective. In this study, the author uses a type of qualitative research with phenomenological analysis which means observing the phenomena that occur during the research. The results of this study are that the zikr performed by Ma'had al-Jami'ah students at UIN Raden Fatah Palembang has the same purpose as the zikr goals in Sufism teachings, namely to get closer to Allah, while in terms of reading, it has similarities with the recitation of the zikr in the Naqsabandiyah congregation. In terms of the adab and the movement, they are more of the ones of the zikr in the teachings of Sheikh Abdus Samad al-Palimbani. However, the tone and intonation of the zikr performed by the students partly have similarities with the tone and intonation of the zikr on the teachings of the Sammaniyah order. This is because the imam of the zikr, Mr. Munir, is a follower of two tarekat schools, namely the Naqsabandiyah and the Sammaniyah congregations.Keywords:zikr; mysticism; tarekat.ABSTRAKPenelitian ini mengkaji tentang zikir mahasantri Ma’had al-Jami’ah UIN Raden Fatah Palembang yang ditinjau dari perspektif ilmu tarekat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya ritual zikir yang dilaksanakan oleh mahasantri di Ma’had al-Jami’ah UIN Raden Fatah Palembang yang ketika diamati zikir ini memiliki kesamaan dengan ajaran tasawuf dan beberapa tarekat, baik dari segi adab, bacaan, gerakan, nada dan intonasi. Maka dari itu, penulis ingin menganalisis zikir mahasantri Ma’had al-Jami’ah UIN Raden Fatah ditinjau dari perspektif ilmu tarekat. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan analisis fenomenologi yang berarti mengamati fenomena-fenomena yang terjadi pada saat penelitian berlangsung. Adapun hasil penelitian ini adalah bahwa zikir yang dilaksanakan oleh mahasantri Ma’had al-Jami’ah UIN Raden Fatah Palembang memiliki tujuan yang sama dengan tujuan zikir pada ajaran tasawuf yaitu untuk mendekatkan diri kepada Allah, sedangkan dari sisi bacaan, zikir yang dilakukan mahasantri Ma’had al-Jami’ah sebagian besar memiliki kesamaan dengan bacaan zikir pada tarekat Naqsabandiyah, tetapi dari sisi adab zikirnya lebih kepada adab zikir ajaran Syekh Abdus Samad al-Palimbani, namun nada dan intonasi zikir yang terdapat dalam zikir ini sebagian memiliki kesamaan dengan nada dan intonasi zikir pada ajaran tarekat Sammaniyah. Sedangkan gerakan zikirnya mengikuti gerakan zikir dari ajaran Syekh Abdus Samad al-Palimbani. Hal ini dikarenakan imam zikir tersebut yaitu Bapak Munir merupakan pengikut dua aliran tarekat yaitu tarekat Naqsabandiyah dan tarekat Sammaniyah.Kata kunci: zikir; tasawuf; tarekat
Tradisi Maulid pada Masyarakat Muslim Gorontalo: Pertautan Tradisi Lokal dan Islam (Maulid Tradition Among Gorontalo Muslim Community: The Link Between Local Tradition and Islam) Kamaruddin Mustamin; Muhammad Gazali Rahman; Arhanuddin Salim
Potret Pemikiran Vol 25, No 1 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/pp.v25i1.1492

Abstract

ABSTRACT This article aims to discover and probe deeper into the acculturation process of local culture with the practices and traditions of the maulid of the Prophet Muhammad in the Gorontalo community. This study uses a phenomenological qualitative approach. Data collection methods applied are in-depth interviews, observation, and documentation. The results of the study found that the presence and expansion of Islam in Gorontalo also influenced the religious perspective held by the people of Gorontalo. The willingness of the local community to adapt to the new teachings of Islam that they believe is a reinforcement of the acculturation of local cultural practices with the implementation of the tradition of the maulid of the Prophet Muhammad. The early Islamic preachers in Gorontalo managed to distinguish between the part of the local culture that still worth preserved and the part that must be preserved. This combination and acculturation effort between Islam and local culture is able to engender a new version and level of culture that is unique and has a local character. The innovative ability of the preachers to communicate Islamic rituals to the local culture of the Gorontalo people, can lead to a critical appreciation of the local values of the community's culture and the characteristics that accompany these values. Keywords: tradition; political; culture.ABSTRAKArtikel ini bertujuan untuk mengetahui dan menggali lebih dalam proses akulturasi budaya lokal dengan praktik dan tradisi maulid Nabi Muhammad saw. dalam masyarakat Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menemukan bahwa kehadiran dan ekspansi Islam di Gorontalo turut mempengaruhi cara pandang keagamaan yang dianut oleh masyarakat Gorontalo. Kesediaan masyarakat lokal untuk mau beradaptasi dengan ajaran Islam yang baru mereka yakini menjadi penguat dari akulturasi praktik budaya lokal dengan pelaksanaan tradisi maulid Nabi Muhammad saw. Para pendakwah Islam awal di Gorotalo berhasil memilah antara bagian budaya lokal yang masih layak dipertahankan dan bagian yang harus dilestarikan. Upaya kombinasi dan akulturasi antara Islam dan budaya lokal ini mampu melahirkan versi dan level budaya baru yang khas dan bercorak lokal. Kemampuan inovasi para pendakwah mendialogkan ritual Islam dengan budaya lokal masyarakat Gorontalo, dapat mengantarkan diapresiasinya secara kritis nilai-nilai lokalitas dari budaya masyarakat beserta karakteristik yang mengiringi nilai-nilai itu.Kata kunci: tradisi; politik; budaya.
PERILAKU RELIGIUS MAHASISWA PECANDU ALKOHOL Fahrurrazi Fahrurrazi
Potret Pemikiran Vol 24, No 2 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/pp.v24i2.1318

Abstract

ABSTRACTThis paper departs from the unique phenomenon that is experienced by students as alcoholics. The rise of the consumer of alcohol among the students damage the image of the campus it self. Alcohol consumption is deviant behavior. Not only that, alcohol can also eliminate the religiosity of a person. But not for the students, as people who are educated and understand the dangers of alokohol. Pleased with this, it is important to study related to forms of religious conduct student alcohol addict as well as the factors that cause the students still consume alcohol although active in the religious practices and social. This research uses qualitative approaches are phenomenology, where the source of the research consists of five people who have the status as students at several campuses in Yogyakarta. Interview and observation as methods of data collection, while data analysis was done in three stages, namely data reduction, data presentation and data verification. The results showed that students with addictions alcoholics have the attitude of a good religious relationship with God and fellow human beings, such as praying, fasting, helping people in need and participate in community social activities. As for the reasons of students as individuals who are alcoholics, but still internalize religious values and the social in everyday life is because of views and his intentions in taking the alcohol it self. If consuming alcohol because it has become a custom or as a step to calm your self and forget about the problem then it will never bring up the of negative or evil actions.Keywords: The behavior of the religious; Alcohol; Students ABSTRAKTulisan ini berangkat dari fenomena unik yang dialami oleh mahasiswa yakni sebagai pecandu alkohol. Maraknya konsumen alkohol di kalangan mahasiswa merusak citra kampus itu sendiri. Mengonsumsi alkohol merupakan perilaku menyimpang. Tidak hanya itu, alkohol juga dapat menghilangkan religiusitas seseorang. Namun tidak untuk mahasiswa, sebagai orang yang berpendidikan dan paham akan bahaya alokohol. Berkenan dengan hal tersebut, maka penting untuk dikaji terkait dengan bentuk-bentuk perilaku religius mahasiswa pecandu alkohol serta faktor-faktor penyebab mahasiswa tetap mengonsumsi alkohol meskipun aktif dalam praktek-praktek keagamaan dan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif bersifat fenomenologi, dimana sumber penelitian terdiri dari lima orang yang berstatus sebagai mahasiswa di beberapa kampus di Yogyakarta. Wawancara dan observasi sebagai metode pengumpulan data, sedangkan analisis data dilakukan dengan tiga tahap, yakni reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dengan adiksi pecandu alkohol memiliki sikap religius baik hubungannya dengan Tuhan maupun sesama manusia, seperti shalat, puasa, membantu orang yang membutuhkan dan ikut serta dalam kegiatan sosial masyarakat. Adapun alasan mahasiswa sebagai individu yang pecandu alkohol, namun tetap menginternalisasikan nilai-nilai religius dan sosial dalam kehidupan sehari-hari adalah karena pandangan dan niatnya dalam mengonsumsi alkohol itu sendiri. Jika mengonsumsi alkohol karena sudah menjadi adat atau sebagai langkah untuk menenangkan diri dan melupakan masalah maka tidak akan pernah memunculkan perilak negatif atau tindakan kejahatan.Kata kunci: Perilaku religius; Alkohol; Mahasiswa
Tradisi Iwadh Pada Masyarakat Kampung Arab di Manado (The Tradition of Iwadh in the Kampung Arab Communities in Manado) Hasyim Sofyan Lahilote
Potret Pemikiran Vol 25, No 1 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/pp.v25i1.1423

Abstract

ABSTRACT This article examines the iwadh tradition, which is a hereditary custom practiced after the month of Ramadan and has become one of the characteristics of the Kampung Arab community that distinguishes it from other communities in the City of Manado. The purpose of this study is to determine the practice of the iwadh tradition and the function of practicing this tradition for the people of Kampung Arab. This research is descriptive qualitative with an empirical approach. Data collection techniques were carried out by means of observation, interviews, and documentation. The results of this study illustrate that this tradition is carried out by the people of Kampung Arab as a gathering place for fellow residents, as well as those from other villages involved in this activity, after the implementation of the Ramadan fast, and as a sign of gratitude after the implementation of fasting for one month. The essence of the practicing of this tradition is to forgive each other mistakes that occur between people so that the practice of fasting carried out during the month of Ramadan is expected to be accepted by Allah SWT. In addition, it has developed into a meeting place for parents, relatives and friends who have not seen each other for a long time.Keywords: tradition, Kampung Arab, iwadh. ABSTRAKArtikel ini meneliti tentang tradisi iwadh yakni suatu kebiasaan turun-temurun yang dilakukan setelah bulan Ramadan dan telah menjadi salah satu ciri khas masyarakat Kampung Arab yang membedakan dengan komunitas masyarakat lainnya yang ada di Kota Manado. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan tradisi iwadh beserta fungsi pelaksanaan tradisi ini bagi masyarakat Kampung Arab. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan pendekatan empiris. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dalam penelitian ini menggambarkan bahwa tradisi ini dilakukan oleh masyarakat Kampung Arab sebagai ajang sillaturrahmi antarsesama warga Kampung Arab, maupun warga lain yang terlibat dalam kegiatan ini, pascapelaksanaan puasa Ramadan, dan sebagai tanda syukur setelah pelaksanaan puasa selama satu bulan. Inti dari pelaksanaan tradisi ini adalah saling mengikhlaskan segala kesalahan yang terjadi antarmasyarakat sehingga amalan puasa yang dilakukan selama bulan Ramadan diharapkan dapat diterima Allah Swt. Di samping telah berkembang menjadi ajang untuk bertemu dengan saudara serta sahabat dan orang tua yang telah jauh dan lama tidak bertemu.Kata kunci: tradisi, kampung Arab, iwadh.
A Review on Cultural Customs of Marriage Traditions Among Banjar Ethnic Women in Banjarmasin Indonesia Anwar Hafidzi; Masyitah Umar; Mohd Hatta Mohd Hani; Rusdiyah Rusdiyah
Potret Pemikiran Vol 25, No 1 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/pp.v25i1.1477

Abstract

This study reveals the tradition of the Banjar inland tribes in their marriage rituals. For a Banjar ethnic woman, who adheres to her cultural customs, a marriage for them will only take place when it is arranged by the family. Arranged marriage means a marriage determined by the family with the prospective husband chosen by the family on certain factors. Family is the dominant factor that determines the future of a Banjar ethnic woman especially in the aspect of marriage. The research methodology used in this research is a literature review that reveals the secrets behind conventional marriage practices using a phenomenological approach. Firstly, this study found that for the Banjar ethnic group, traditionally arranged marriages are compulsory. Second, there is a culture of giving money in a nominal amount to the bride’s family before the wedding takes place. Third, the bride’s home must be filled with donations such as furniture or daily household necessities. If things as stated cannot be met, then the bride’s family will look for another prospective husband for her daughter. Such a marriage tradition is the practice and belief of the ancestors of the Banjar tribe, it is an ancient practice of dynamic animism.Keywords: Rituals; marriages; customs; Banjar; Indonesia.
LIVING QUR’AN DALAM KONTEKS MASYARAKAT PEDESAAN (STUDI PADA MAGISITAS AL-QUR’AN DI DESA MUJUR LOR, CILACAP) Akhmad Roja Badrus Zaman
Potret Pemikiran Vol 24, No 2 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/pp.v24i2.1320

Abstract

ABSTRACTThe Qur'an is truly a holy book that contains moral teachings and is a guide for humans to the path that God accepts.  It's just that, when the Qur'an is present and consumed by the community, it experiences various responses that are implemented in various receptions-positioning, the Qur'an in their lives.  The variety of receptions seems to be a concrete indicator of expressions that are often labeled with him, sa> lih {li kulli zama>n wa maka>n or having relevance to various situations and conditions.  This article examines the Qur'an receptions in the community of Mujur Lor Village, Kec.  Kroya, Kab.  Cilacap.  The method used in this research is descriptive-qualitative and included in the type of field research.  In obtaining the data, the researchers use an instrument that is in-depth interviews, observation, and study of the relevant documents. The analysis used by researchers is, as submitted by Mohd. Soehadha, ie the reduction of data, display of data, and conclusion. In clarifying the validity of the data, researchers conducted the extension of participation, and triangulation of sources and methods. From the research carried out, it can be known, among others: 1) Al-Qur'an is positioned by some people of Mujur Lor Village as an object that has magical power; 2) Implications of that view are implemented in their various receptions on the Qur'an, among  others: as a medium of treatment, as a medium of protection from spirits, reject reinforcements, as a medium to facilitate life's problems-such as ease in the death cycle, ease in the delivery process, and requests for the birth of an ideal baby, who inherit the traits of figures in Al-  Qur'an, like Prophet Yunus, Prophet Muhammad, Mary, and so on. Keywords: Reception; Al-Qur’an; Community of Mujur Lor Village ABSTRAKAl-Qur’an pada dasarnya adalah kitab suci yang berisi pelbagai ajaran teologis dan sosial yang menjadi petunjuk bagi manusia menuju ke jalan yang diridhai Tuhan. Hanya saja, ketika Al-Qur’an hadir dan dikonsumsi oleh masyarakat, ia mengalami pelbagai respon yang terimplementasi dalam banyaknya praktik living quran-memposisikan Al-Qur’an di luar kapasitasnya sebagai sebuah teks dalam kehidupan mereka. Fenomena-fenomena tersebut nampaknya dapat menjadi indicator konkret atas ungkapan yang sering dilabelkan kepada Al-Qur’an bahwa ia adalah kitab yang sa>lih{ li kulli zama>n wa maka>n atau memiliki relevansi dengan berbagai situasi dan kondisi. Artikel ini mengkaji praktik living Al-Qur’an di masyarakat Desa Mujur Lor, Kec. Kroya, Kab. Cilacap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif dan termasuk dalam jenis penelitian lapangan. Dalam menggali sumber data, peneliti menggunakan berbagai instrument, seperti wawancara, observasi, dan dokumentasi atau studi atas dokumen terkait. Analisis yang peneliti gunakan adalah sebagaimana yang disampaikan Mohd. Soehadha, yaitu dengan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Di dalam mengklarifikasi keabsahan data, peneliti melakukan perpanjangan keikutsertaan, serta triangulasi sumber maupun metode. Dari penelitian yang dilakukan, dapat diketahui bahwa: 1) Al-Qur’an diposisikan oleh sebagian Masyarakat Desa Mujur Lor sebagai benda yang memiliki kekuatan magis; 2) Implikasi dari pandangan tersebut terimplementasi dalam berbagai resepsi mereka terhadap Al-Qur’an, antara lain: sebagai media pengobatan, sebagai media perlindungan dari makhluk halus, tolak bala, sebagai media untuk mempermudah persoalan hidup-seperti kemudahan dalam sakaratul maut, kemudahan dalam proses persalinan, dan permohonan lahirnya bayi yang ideal, yang mewarisi sifat-sifat figur dalam Al-Qur’an, seperti Nabi Yunus, Nabi Muhammad, Maryam, dan lain sebagainya.Kata Kunci: Resepsi; Al-Qur’an; Masyarakat Desa Mujur Lor
Pendidikan Politik dan Isu Agama dalam Pilpres (Studi pada Mahasiswa IAIN Manado dan UIN Makassar) (Political Education and Religious Issues in the Presidential Election (Study on Students of IAIN Manado and UIN Makassar)) Sahari Sahari; Andi Fikra Pratiwi Arifuddin
Potret Pemikiran Vol 25, No 1 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/pp.v25i1.1424

Abstract

Abstrak The purpose of this research is tofind out student opinions on religious polarization on social media in the 2019 presidential and vice presidential elections, and how social media educates new voters (melinial). The method used is qualitative, the reason is because this research requires field data that is actual and contextual, qualitative methods have a very high degree of adaptability so that researchers can adjust to situations and conditions that are constantly changing when data collection. This research found some important notes that manysocial media which makes use of religious issues and a religious polarization strategy to win certain candidates in the 2019 presidential election, because it is considered effective in influencing the attitudes of voters, especially from millennials (students), even though many political experts claim / admit that playing religious sentiment violates ethics and is not good for millennial generation political education. Apart from being a campaign tool, social media is also used as an effort and strategy to provide political education for the millennial generation by stakeholders, such as the KPU and Bawaslu, in order to avoid exposure to hoax news, black campaigen, money politics and so on which can injure the greatness of the democratic party. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapat mahasiswa terhadap polarisasi agama di media sosial pada pemilihan presiden dan wakil presiden Tahun 2019, dan bagaimana media sosial mengedukasi pemilih pemula (melinial). Metode yang digunakan yakni kualitatif, alasannya karena penelitian ini membutuhkan data lapangan yang bersifat aktual dan kontekstual, metode kualitatif memliki tingkat adaptabilitas yang sangat tinggi sehingga peneliti bisa menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang senantiasa berubah saat pengambilan data. Penelitian ini menenemukan beberapa catatan penting bahwa banyak media sosial yang memanfaatkan issu agama dan strategi polarisasi agama untuk memenangkan calon tertentu pada pemilihan pilpres 2019,  karena diangap efektif untuk mempengaruhi sikap pemilih terutama dari kalangan milenial (mahasiswa), padahal banyak pakar politik yang menyatakan/mengakui bahwa memainkan sentiment agama melanggar etika dan kurang baik untuk pendidikan politik generasi milenial. Selain sebagai alat kampanye, media sosial juga dimanfatkan sebagai usaha dan strategi untuk memberikan pendidikan politik bagi generasi milenial oleh pemangku kepentingan, seperti KPU dan Bawaslu, agar terhindar dari paparan berita Hoax, black campaigen, money politik dan sebagainya yang dapat menciderai khitmadnya pesta demokrasi. Kata kunci: isu agama, pendidikan politik, media sosial.
EFEK HOAX COVID-19 BAGI IGENERATION DI KABUPATEN BURU A. Yusdianti Tenriawali; Suryani Suryani; Ibnu Hajar; M Chairul Basrun Umanailo
Potret Pemikiran Vol 24, No 2 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/pp.v24i2.1201

Abstract

ABSTRACTIndonesia is prone to being affected by hoaxes because the number of internet accesses reaches more than 50 percent of Indonesia's population. The impact of the distribution of hoax content is relatively diverse. Starting from causing anxiety and fear in some community groups to becoming national attention through mass media coverage. This study aims to determine how the Covid-19 hoax effect for iGeneration in Buru Regency. This research is a field research. The population in this study were students of Universitas Iqra Buru, Buru Regency, Maluku. Data collection techniques in this study using observation, interviews, and documentation. The data that has been collected is analyzed based on the effect theory and mass communication function to determine the effects of hoax news. The results showed that the hoax issues that most circulated on social media during the Covid-19 pandemic were SARA hoaxes, health hoaxes, and politics hoaxes. Based on the research results, it can be seen that there is a tendency for SARA hoaxes and political hoaxes to have an affective effect on the community, especially for iGeneration in Buru Regency. Health hoaxes tend to have a conative effect on the community. Keywords: Social media; Hoaks Covid-19; iGenerationABSTRAKIndonesia rentan terpengaruh hoaks karena jumlah pengakses internet mencapai lebih dari 50 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Dampak yang ditimbulkan dari sebaran konten hoaks itu relatif beragam. Mulai dari menimbulkan keresahan dan ketakutan di sebagian kelompok masyarakat hingga menjadi perhatian nasional melalui pemberitaan media massa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah efek hoaks covid-19 bagi iGeneration di Kabupaten Buru. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Iqra Buru, Kabupaten Buru, Maluku. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis berdasarkan teori efek dan fungsi komunikasi massa untuk mengetahui efek berita hoaks. Hasil penelitian menunjukkan isu hoaks yang paling banyak beredar di media sosial selama pandemi Covid-19 adalah hoaks SARA, kesehatan, dan politik. Berdasarkan hasil penelitian terlihat adanya kecenderungan hoaks SARA dan hoaks politik memberi efek afektif kepada masyarakat, khususnya bagi iGeneration di Kabupaten Buru. Adapun hoaks kesehatan cenderung memberi efek konatif kepada masyarakatKata kunci: Media sosial; Hoaks Covid-19; iGeneration

Page 7 of 14 | Total Record : 139