cover
Contact Name
Ir. Jhon Hardy Purba, M.P.
Contact Email
jhon.purba@unipas.ac.id
Phone
+6236223588
Journal Mail Official
jhon.purba@unipas.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian, Universitas Panji Sakti Jl. Bisma No. 22, Banjar Tegal, Singaraja, Bali - 81117
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Agro Bali: Agricultural Journal
ISSN : -     EISSN : 2655853X     DOI : https://doi.org/10.37637/ab.v2i2
Core Subject : Agriculture,
Agro Bali: Agricultural Journal is an information media that contains articles from research, theoretical studies, and scientific writings on agriculture especially agrotechnology i.e.: agronomy, horticulture, plant breeding, soil sciences, plant protection, and other pertinent field related to plant production.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2022)" : 20 Documents clear
Evaluasi Kestabilan Xanthomonas oryzae phages Hasil Isolasi dari Lahan Sawah Kelurahan Pulutan Kecamatan Sidorejo Salatiga pada Berbagai Kondisi pH Eko Wahyu Widiyatmoko; Andree Wijaya Setiawan; Yoga Aji Handoko
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.671 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i2.952

Abstract

Xanthomonas oryzae (Xo) merupakan patogen penyakit hawar daun bakteri (HDB) yang dapat mengurangi produktivitas padi secara nyata. Petani menanggulangi Xo dengan bakterisida sintetik dan penanaman padi varietas tahan di lapangan, namun belum sepenuhnya berhasil. Berdasarkan latar belakang tersebut perlu adanya solusi untuk mengendalikan Xo dengan mencari musuh alami yaitu virus yang menginfeksi bakteri.Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan partikel Xanthomonas oryzae phages dan menguji stabilitas Xo phages terhadap pH. Metode untuk mendapatkan Xo phages dimulai dengan pengambilan sampel tanah, isolasi, purifikasi, dan propagasi. Pengujian stabilitas pH bertujuan untuk mengetahui seberapa banyak titer Xo phages dalam merespon suatu cekaman asam dan basa. Perlakuan pH 3 pada sampel P1, P2, dan P3 ketahanan Xo phages rendah ditunjukkan 8.1013 PFU/mL; 10.1013 PFU/mL; dan 4.1013 PFU/mL. Perlakuan pH 7 sampel P1 dan P2 ketahanan Xo phages stabil ditunjukkan 78.1013 PFU/mL dan 26.1013, sedangkan P3 Xo phages stabil pada pH 9 ditunjukkan 38.1013 PFU/mL. Perlakuan pH 11 sampel P1, P2, dan P3 turun bertahap ditunjukkan 58.1013 PFU/mL; 12.1013 PFU/mL; dan 36.1013 PFU/mL. Lysate P1 dan lysate P3 cukup tahan terhadap pH basa, dibandingkan dengan sampel lysate P2. Pemberian amelioran dan pupuk yang mengandung unsur magnesium di lahan padi akan bersifat basa, sehingga lysate P1 dan P3 diduga memiliki potensi sebagai biokontrol yang sinergis pada kondisi diatas pH 7.
Peramalan Deret Berkala dalam Mengurangi Bullwhip Effect pada Sistem Rantai Pasok Komoditas Sawit pada PTPN VII, Lampung, Indonesia Dwiki Subagdja Darmawan; Andhyka Tyaz Nugraha; Rizqi Wahyudi
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.992 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i2.956

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terjadi efek cambuk (BE) pada produksi CPO di PTPN VII Unit Bekri, Lampung. Selain itu, kami melakukan peramalan permintaan Produk CPO menggunakan metode Double Moving Average (DMA) dan metode Double Exponential Smoothing (DES) serta membandingkan hasil peramalan dari kedua metode tersebut berdasarkan Mean Absolute Error (MSE) terendah dan nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Data bulanan produksi dan penjualan CPO periode 2019 – 2021 digunakan untuk peramalan permintaan produk CPO. Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa nilai BE awal (1,08) lebih tinggi dari nilai parameter (1,04) dan hal ini mengindikasikan terjadinya BE pada produksi CPO di PTPN VII Unit Bekri, Lampung. Selanjutnya, temuan kami juga menemukan bahwa nilai MSE dan MAPE dari penggunaan metode DMA lebih rendah dibandingkan dengan metode DES. Berdasarkan hasil penelitian ini juga diharapkan dapat menyumbangkan referensi terkait dengan aplikasi metode peramalan dalam rangka meminimalisir BE. Metode DES dapat digunakan untuk meminimalisir BE yang terjadi di PTPN VII unit bekri, berdasarkan hasil analisis metode DES dapat menurunkan nilai BE sebesar 0,09.
The Characteristics of Coconut Oil Products Based on Papaya Juice and Duration Fermentation using Rhizopus sp. Sari Sekar Ningrum; Aidha Zulaika
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.808 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i2.961

Abstract

Coconut oil is a basic human need. Coconut oil can be made both traditional and enzymatically. Enzymatic manufacture of coconut oil is the separation of oil in coconut milk using protein-breaking enzymes called proteolytic enzymes. Enzymatic production of coconut oil has the advantages of easy-to-obtain raw materials, does not require much energy, and simple processing. This study was conducted to determine the effect of time and amount of papaya juice used with the coconut oil yields obtained. The results of the study at a time of 3 days with a volume of 75 ml of papaya juice, it was obtained that the volume of coconut oil was the most, which was 11.4 ml. Making coconut oil using coconut milk and papaya juice mixed and added 2 grams of tempeh yeast then measured the pH to pH 4. Next, the glass is closed so that air does not enter during the fermentation time of 3-5 days. After being fermented then separated between water and pulp from making coconut oil. Next, pulp from making coconut oil is heated to produce oil. In addition, the free fatty acid test and the saponification number test were also carried out to determine whether the coconut oil produced complies with the quality requirements of SNI 2902-2011. This indicates that some treatment effect of coconut oil compiles is possible, a quality requirement of  SNI 2902-2011.
Pangan dalam Kebun, Model Pertanian Petani Kepulauan: Analisis karakteristik lahan dan pendapatan petani Pulau Ternate Buhari Umasugi; Amiruddin Teapon; Suratman Sudjud
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.99 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i2.953

Abstract

Produksi pertanian terutama pangan dan hortikultura (sayur) oleh petani di Pulau Ternate menyesuaikan dengan ketersediaan lahan sesuai karakteristik kepulauan. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi karakteristik lahan dan jenis tanaman serta pendapatan budidaya tanaman pangan dan sayur dibawah tegakan tanaman perkebunan. Penelitian dilakukan di lapangan melalui pengamatan, wawancara dan kuesioner selanjutnya dilakukan analisis deskriptif untuk melihat peluang pengembangan usahatani.  Hasil penelitian menunjukkan 53 % lahan pertanian budidaya tanaman pangan dan sayur dilakukan pada bentuk lahan perbukitan dengan kemiringan lereng 3-8 (landai) ;  28% pada kemiringan lereng 8-15% (agak landai) dan hanya 9 % petani Kota Ternate mengusahakan tanaman pangan dan sayur pada lahan 0-3% (datar sampai agak datar). Jenis tanaman yang dibudidayakan secara tumpang sari dan sistem gilir adalah jenis sayuran petola, mentimun, kacang panjang (Paket I); Sayur kangkung cabut dan bayam (paket II); Tomat dan cabe (paket III) dan kacang tanah, jagung (paket IV); campuran sayur lilin, terong, pepaya dan pisang burung (paket V). Tanaman paket I lebih banyak diusahakan (44%), sedangkan peluang usaha berdasarkan harga dan permintaan konsumen adalah tanaman paket II (kangkung cabut dan bayam). Nilai rasio R/C dan rasio B/C usaha tani tanaman pangan dan hortikultura (sayuran) paket I sampai paket V di kebun cengkeh dan pala adalah >1, artinya menguntungkan untuk dikembangbangkan pada usaha tani petani kepulauan.
The Effect of Allelochemical of Parthenium hysterophorus L., Eucalyptus creba F. Muell., and Casuarina cunninghamiana Miq. on the Germination and Seedling Growth of Lepidium sativum L. Widia Eka Putri; Endang Sulistyorini; Kirana Nugrahayu Lizansari
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.528 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i2.958

Abstract

Allelochemicals are widely known to have antagonistic effects on the environment by inhibiting the physiological activities of other plants. However, this is the whole characteristic of allelochemicals since their effects are not only limited to inhibiting. In low concentration, allelochemicals could have a promoting effect on other plants especially on the germination and seedling stage. This research was conducted to examine the allelochemical activity of Parthenium hysterophorus L., Eucalyptus creba F. Muell., and Casuarina cunninghana Miq. on Lepidium sativum L. with the sandwich method. The leaves of parthenium, eucalyptus, and casuarina were dried and layered between two 5 mL agar in multi well plates and the sterilized seeds of Lepidium sativum L. were set to germinate on the agar. The results showed that the leaves of parthenium, eucalyptus, and casuarina caused lower germination rate compared to the control treatment but led to the greater shoot and root length of Lepidium sativum. 
Analisis Pengolahan Lateks Karet di PT. PP. London Sumatra (LONSUM), Tbk Sei Rumbia, Labuhanbatu Selatan, Indonesia Muhammad Yasir Rambe; Khairul Rizal; Novilda Elizabeth Mustamu; Yusmaidar Sepriani
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.509 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i2.963

Abstract

Karet adalah suatu komoditi perkebunan utama di dunia yang memiliki potensi yang cukup besar. Daerah Kabupaten Labuhanbatu Selatan memiliki begitu banyak perusahaan-perusahaan karet yang telah berkembang, salah satunya yaitu pada PT. PP. London Sumatra (LONSUM) Indonesia, Tbk Sei Rumbia Labuhanbatu Selatan. Perusahaan ini membudidayakan tanaman karet dengan output berupa pada lump serta dry lateks. Lateks inilah yang kemudian diolah di pabrik dan menjadikan suatu lembaran-lembaran karet (rubber sheet). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan manajemen sistem pengolahan lateks di PT. PP. London Sumatra (LONSUM) Indonesia, Tbk Sei Rumbia Rubber Factory, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Penelitian ini dilakukan mulai Januari hingga Maret 2021. Data penelitian yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui wawancara langsung dengan staf serta menggunakan metode analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, usaha pengolahan lateks karet pada PT. PP. London Sumatra (LONSUM) Indonesia, Tbk Sei Rumbia Labuhanbatu Selatan sudah layak diusahakan dan memberi keuntungan pada faktor lingkungan, serta menunjukkan prospek positif dalam pengembangan industri kedepan.
Variations of Time for Composting Market Organic Waste Using Aerobic Microorganisms Kurniati Kurniati; Ade Mulawarman; Dwi Ahrisa Putri
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.776 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i2.921

Abstract

The use of fertilizers in agriculture is an absolute must, both organic fertilizers and inorganic fertilizers. Considering the increasing price of inorganic fertilizers, innovation is needed to make organic fertilizers from easily obtained materials, one of which is market organic waste. Among the aerobic microorganisms used are lignolytic, cellulotic, proteolytic, lipolytic and aminolytic which are capable of changing compost in time. The purpose of this study was to analyze the right time in the composting process so as to produce a maximum source of essential nutrients. The research method or stages used is to divide the composting time into 4 parts, namely 5 weeks, 6 weeks, 7 weeks and 8 weeks. The results showed that the C-Organic content in the 5-7 weeks composting phase met the minimum SNI standards, while in the 8-week composting phase it is below the minimum standard of SNI. Phosphorus content is also above the minimum limit of the standard determined by SNI, Meanwhile, Potassium and Nitrogen are below the minimum SNI standard. The content of secondary macronutrients such as Calcium, Magnesium, and Sodium does not exceed the maximum limit set by SNI.
Keputusan Pembelian Bahan Pangan Online oleh Konsumen Rumah Tangga di Kota Bandar Lampung, Indonesia Dian Rahmalia; I.Rani Mellya Sari; Eka Kasymir; Shinta Tantriadisti
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.702 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i2.942

Abstract

Sistem pemasaran telah mengalami pergeseran dari pemasaran tradisional ke pemasaran digital. Hal ini karena masyarakat mulai terbiasa melakukan aktivitas-aktivitas secara online termasuk dalam pembelian suatu barang seperti bahan pangan segar. Pembelian bahan pangan segar secara online ini banyak dilakukan oleh masyarakat di perkotaan. Penelitian ini bertujuan mengetahui keputusan pembelian bahan pangan segar secara online oleh konsumen rumah tangga di Kota Bandar Lampung. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian adalah metode survey. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner online dan data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui perilaku responden dalam pengenalan kebutuhan, alasan responden membeli bahan pangan segar secara online adalah sebagai alternatif pembelian jika malas keluar rumah, sedang sibuk, PPKM, dan banyak toko hingga pasar yang tutup. Pada tahap pencarian informasi menunjukkan bahwa konsumen mendapatkan informasi tentang bahan pangan segar yang dijual secara online dari media publik.  Tahap ketiga yaitu evaluasi alternatif menunjukkan bahwa harga merupakan faktor yang paling dipertimbangkan dalam membeli bahan pangan segar secara online. Tahapan keempat yaitu keputusan pembelian menunjukkan bahwa keputusan membeli bahan pangan secara online paling banyak adalah tergantung situasi. Tahapan terakhir yaitu evaluasi pasca pembelian dimana hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen merasa puas terhadap bahan pangan segar yang dibeli secara online.
Growth Characteristics of Vetiver Grass (Vetiveria zizanioides) on Saline Soils Aisar Novita; Merlyn Mariana; Silvia Nora; Elrisa Ramadhani; Hilda Julia; Anggria Lestami
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.286 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i2.933

Abstract

Vetiver is widespread in saline areas. Only a few studies have reported that they are sufficiently tolerant of salt. The primary mechanism of salt tolerance in vetiver is still not known with certainty. This study aims to determine salinity's effect on early growth of vetiver (Vetiveria zizanioides L.) seedlings. This research was conducted in a greenhouse, Faculty of Agriculture, Universitas Sumatera Utara, Medan. This study used a non-factorial randomized block design (RBD), namely the salinity stress (S) which consisted of 3 levels: EC salinity levels of 0 (distilled water), 4 dsm-1 and 8 dsm-1. The salinity stress treatment showed a significant effect of reducing the growth parameters of plant height, leaf area, chlorophyll a and chlorophyll b. Salinity stress treatment gave significantly better effect in conditions without salinity stress.
Enhancing Faba Bean Production through Promoting Integrated Faba Bean Gall Management Practices in Eastern Amhara Region of Ethiopia Negussie Siyum; Dessalegn Getu; Jhon Hardy Purba; Mesfin Bahta
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.395 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i2.898

Abstract

In Ethiopia, a great variety of diseases affects faba bean production. However, gall forming faba bean new disease has become a very serious disease that seriously affected faba beans producing areas of Wollo. This prescalling up of integrated faba bean gall technology has been conducted at Meket and Wadla woredas of north Wollo in 2017/18 to create wider demand on the management of gall disease and to enhance integrated gall disease management  technology dissemination. The study areas were selected purposively due to high infestation of the disease. A total of 32 farmers were selected based on a voluntary base. Adjacent farms of 5.7 ha at Wadla and 3 ha at Meket was selected and clustered accordingly. Integrated disease management i.e seed dressing with 300 gm Baylaton/100Kg seed, improved varieties and hand weeding were applied as a package for the control of the disease. Dosha with chemical gave an average gain yield of 2.2 tons/ha at Meket whereas Wolki with chemical gave an average grain yield of 2.5 tons/ha at Wadla woreda. However, the local variety with farmers’ practice gave an average grain yield of 100 kg/ha and 900 kg/ha at Wadla and Meket woredas respectively. The result of economic analysis also indicate that the technology is by far advantageous than the local variety and practice. So, the technology should be further disseminated to other hot spot areas of faba bean gall diseases.

Page 2 of 2 | Total Record : 20