cover
Contact Name
Ir. Jhon Hardy Purba, M.P.
Contact Email
jhon.purba@unipas.ac.id
Phone
+6236223588
Journal Mail Official
jhon.purba@unipas.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian, Universitas Panji Sakti Jl. Bisma No. 22, Banjar Tegal, Singaraja, Bali - 81117
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Agro Bali: Agricultural Journal
ISSN : -     EISSN : 2655853X     DOI : https://doi.org/10.37637/ab.v2i2
Core Subject : Agriculture,
Agro Bali: Agricultural Journal is an information media that contains articles from research, theoretical studies, and scientific writings on agriculture especially agrotechnology i.e.: agronomy, horticulture, plant breeding, soil sciences, plant protection, and other pertinent field related to plant production.
Articles 425 Documents
Application of Biogas with Fermenting Bacteria from Manure Raw Material on Stoves and Generators Rudy Yulianto; Sukardi Sukardi; Meika Syahbana Rusli; Sari Sekar Ningrum
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v6i2.1270

Abstract

The raw biogas from the digester is a gas produced by bacterial fermentation which has a composition of methane (CH4), carbon dioxide (CO2), hydrogen sulfide (H2S), water vapor, and various other gases. Gases other than methane in raw biogas can damage the combustion system if used directly. The digester that produces biogas is used to move the generator engine using raw materials, such as cow feces, goat feces, fowl feces, straw, husks, and clean water. In the mixing process, all the raw materials are stirred or mixed evenly in the digester. Next is the process with five stages, namely (1). In the first stage: on the 11th day, adding clean water and fermentation carried out for 21 days, (2). The second stage: adding starter, hormones, charcoal flour, cow feces, fowl fees, goat feces, straw, and husks, then fermented for 7 days. (3). The third stage: adding a starter and fermenting it for 7 days. (4). Fourth stage: ready-to-use compost or solid fertilizer is ready to produce. (5). Fifth stage: liquid fertilizer is ready for production. In the gathering stage: all raw materials are stirred or mixed evenly in the digester and fermented for 1.5 months to become biogas. The last stage is the distribution of biogas: for household needs, and generators. From this research, it can conclude that the water column height (h) is 10.42 cm, and the maximum water column height is 9 cm so that the reactor is safe and the maximum pressure that can be attained is 879.1918 kg.m-1.s-2. The heating rate for ratio A is 0.0600 oC.s-1 and the heating rate for ratio B is 0.0640 oC.s-1. The calorific value produced from heating 1 liter of clean water using biogas from ratio A is 297.99315 kJ, and the calorific value of ratio B is 288.9174 kJ. With a compressor pressure of 8 psi, biogas can be inserted in this using a freon tube for a maximum of 6000 seconds with a mass of 6163 grams. In filling biogas, the biogas manometer should show the maximum number (between 16.50 – 25.50).
Aplikasi Pupuk Organik Cair dan Pupuk NPK untuk Meningkatkan Karakter Agronomis Tanaman Kedelai Hitam Ayu Setianingrum; Pangesti Nugrahani; Makhziah Makhziah
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v6i2.1198

Abstract

Permintaan terhadap kedelai terus meningkat seiring dengan pertambahan penduduk dan kesadaran yang semakin tinggi mengenai manfaat makanan nabati yang kaya protein, namun produksi kedelai masih tidak mencukupi, sehingga perbaikan teknik budidaya perlu dilakukan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pupuk dan pupuk NPKterhadap pertumbuhan serta perkembangan tanaman kedelai hitam (Glycine max L. Merrill). Percobaan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 2 faktor perlakuan yang diulang 3 kali. Faktor pertama adalah konsentrasi pupuk organik yang terdiri dari 4 taraf (0, 2, 4 dan 6 mL.L-1) dan sebagai faktor kedua pupuk anorganik NPK terdiri dari 3 taraf (3, 6 dan 9 g.tanaman-1). Hasil pengamatan perlakuan interaksi 4 mL.L-1 air dan 9 g.tanaman -1 menunjukkan pengaruh sangat nyata pada parameter jumlah bunga. .Perlakuan tunggal pupuk organik cair konsentrasi 4 mL.L-1 air menunjukkan pengaruh terbaik pada parameter jumlah bunga, sedangkan pada perlakuan tunggal pupuk NPK dosis 6 g.tanaman -1 merupakan perlakuan terbaik pada parameter seluruh parameter kecuali berat biji per tanaman. Hasil dari penelitian menunjukkan perlunya dilakukan penelitian lanjutan untuk memperoleh pertumbuhan dan hasil kedelai hitam yang sesuai.
Pengaruh Dosis POC Kulit Pisang dan Guano terhadap Pertumbuhan Terong Ungu (Solanum melongena L.) Hesty Astria Samputri; Guniarti Guniarti; Rr. Djarwatiningsih P.S.
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v6i2.1172

Abstract

POC kulit pisang dan guano merupakan pupuk organik yang dimanfaatkan sebagai alternatif untuk mengurangi pupuk anorganik sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman terong. Penelitian dilaksanakan di Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Jawa Timur, dimulai pada bulan Mei - Agustus 2022. Penelitian menggunakan RAK (Rancangan Acak Kelompok) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah dosis POC kulit pisang (P) dengan 3 taraf yaitu P1: 100 ml, P2: 200 ml, P3: 300 ml dan Guano (G) sebagai faktor kedua dengan 3 taraf yaitu G1: 20 g, G2: 40 g, G3: 60 g, sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan. Hasil menunjukkan interaksi antara dosis POC kulit pisang dan guano memberikan pengaruh terhadap parameter jumlah bunga sebesar 15,11 bunga, diameter buah periode ke 4 sebesar 45,56 mm, dan fruit set sebesar 50,67%. 
The Role of Village-Owned Enterprises in Agriculture Sector in Enhancing Community Welfare in Tampahan District, Toba Regency, North Sumatra Jef Rudiantho Saragih; Fetty Farida Tamba; Mhd. Asaad
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v6i2.1317

Abstract

The farming business needs to obtain support to increase the income and welfare of farmers. This study aims to analyze the role of village-owned enterprises (BUM Desa) in agriculture sector in enhancing community’s welfare. The research was conducted in Gurgur Aekraja Village, Tampahan District, Toba Regency, from January to March 2021. 66 farmers were determined as respondents using a simple random sampling. Respondents' perceptions of variable indicators were measured using a Likert scale. The role of BUM Desa is measured based on the influence of the independent variables on the dependent variable with multiple linear regressions. Farmers' perceptions of variable indicators are in the very good category, namely 4.34 for the establishment of BUM Desa, 4.43 for BUM Desa activities, and 4.42 for community welfare. Based on multiple regression analysis, it was concluded that the establishment of BUM Desa and BUM Desa activities plays a very significant role in improving community welfare.
Deteksi Pola Sebaran Penyakit Virus Kuning pada Tanaman Cabai Rawit Berbasis Analisis Geostatistika Nabila Alysia Multazam; Herry Nirwanto; Sri Wiyatiningsih
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v6i2.1202

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan komoditas yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan dapat mempengaruhi inflasi di Indonesia. Virus kuning merupakan penyakit yang sering menyerang tanaman cabai rawit, mengakibatkan daun tanaman menguning, keriting dan, berukuran kecil serta bunganya bunganya rontok. Penelitian ini bertujuan untuk  mendeteksi dan mengetahui pola sebaran penyakit virus kuning menggunakan analisis geostatistika. Penelitian ini menggunakan data analisis deskriptif dan diolah menggunakan program Excel 2010 dan software SGEMS. Hasil penelitian analisis geospasial menunjukkan terdapat adanya pola sebaran penyakit dan hasil interpolasi menggunakan metode Kriging Kriging yang menunjukkan adanya foki berwarna kuning hingga merah yang menandakan insidensi penyakit dengan nilai tertinggi terlihat cukup luas atau menyebar sehingga sebaran penyakit virus kuning semakin heterogen pada lokasi tertentu.
Identifying Plant Age to Determine Production Trend of Oil Palm Fresh Fruit Bunches M Juremi Suhartono; Heri Setyawan; Wandha Atmaka Aji
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v6i2.1174

Abstract

The productivity management of oil palm plantations is carried out by analyzing various influencing factors, but the growing conditions of oil palms are one of the causes of fluctuations in oil palm production. This paper aims to identify post-harvest increases in oil palm productivity. Productivity depends on the number of clusters and the weight of fresh fruit bunches (FFB) produced yearly. The methods of this study were conducted using a targeted sampling technique using available production data for plant time points from 4 to 13 years of age. The total plant sample was 636 ha in Central Kalimantan. As a result, plant growth factors can significantly impact oil palm productivity as measured by the components of oil palm plant production: fresh bunch production per hectare, average bunch weight, and the number of oil palm bunches. FFB tonnage and mean bunch weight increase each year from age 3 to age 13, according to a quadratic regression pattern, whereas the number of palm clusters, in contrast, decreases in number with increasing plant age. This study was intended to serve as a reference and source of information for making production decisions for oil palm plantations to achieve optimal results.
Increasing mustard (Brassica juncea L.) yields through exposure sound and preventive pest management based on refugia plants Asritanarni Munar; Widihastuty Widihastuty; Rini Susanti; Muhammad Hanafi; Imam Hartono Bangun
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v6i2.1219

Abstract

Abstract. In Indonesia, mustard plants will increase by 8.2% in 2021, but more than that is needed to meet the community's needs due to a growing population. Pests and fertilization problems hinder expected growth.  The provision of plant fertilizers can be replaced through the application of sound. Exposure sounds to plants can increase plant growth by opening stomata, improving water absorption, and increasing plant nutrient uptake. This study aimed to examine the application of sound effects and refugia plants t890po increase the growth and yield of mustard greens (Brassica juncea L.). The study used a Time's Series Randomized Block Design with 3 replications. The first factor is sound applications (S) consisting of S0 = without sound, S1 = rock music (Frequency 21-14,000 Hz), and S2 = classical sound (Frequency 21-14,000 Hz). The second factor is the refugia plant (R) consisting of R0 = without refugia, R1 = Tagetes erecta L., R2 = Zinnia elegans L, and R3 = Ocimum bassilicum L. The application of classical sound frequency (20-14,000 Hz) affects the growth process of mustard plants through the increase in plant height (14.5%), leaf area (20.92%), wet weight (3.5%), dry weight (26.41%), total chlorophyll (11.62%) and plant N content (31.03%). Meanwhile, rock music frequency (20-14,000 Hz) can increase plant height (2.97%), leaf area (19.11%), and total stomata (9.6%). Refugia plants affect the process of plant protection through their ability to attract pests in the research area.
Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Pemberian Dosis Pupuk Guano Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Krokot (Portulaca oleracea L.) Dewi, Amniresta Syahda; Dewanti, F. Deru; Triani, Nova; Tarigan, Puji Lestari
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v6i3.1255

Abstract

Krokot merupakan tanaman gulma yang memiliki banyak kandungan yang baik untuk tubuh. Krokot dapat dikonsumsi sebagai bahan pangan dan dijadikan obat herbal. Banyaknya manfaat yang terkandung dalam krokot, tanaman ini memiliki potensi untuk pemanfaatannya sehingga dapat dibudidayakan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui komposisi media tanam dan dosis pupuk guano yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman krokot. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Jawa Timur pada bulan Agustus hingga September 2022. Faktor pertama adalah komposisi media tanam (M) yang terdiri dari 3 taraf yaitu M1 : tanah + arang sekam (1:1), M2 : tanah + arang sekam + pupuk kandang ayam (1:1:1), M3 : tanah + arang sekam + pupuk kandang sapi (1:1:1) dan dosis pupuk guano (D) sebagai faktor kedua yang terdiri dari 4 taraf yaitu D0 : tanpa pupuk guano (kontrol), D1 : dosis pupuk guano 15 g.polybag-1, D2 : dosis pupuk guano 20 g.polybag-1, D3 : dosis pupuk guano 25 g.polybag-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media tanam tanah : arang sekam : pupuk kandang sapi (1:1:1) dan dosis pupuk guano 15 g.polybag-1 memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah daun, jumlah cabang, diameter tajuk tanaman dan berat segar tanaman krokot.
Dampak Impor Input Kapas dan Tenaga Kerja terhadap Daya Saing Pakaian Jadi Indonesia di Negara Tujuan Utama Azizah, Irma Novita Nur; Syaukat, Yusman; Hidayat, Nia Kurniawati
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i1.1503

Abstract

Tekstil dan produk tekstil (TPT) telah menjadi komoditas ekspor utama Indonesia selama bertahun-tahun. Industri TPT Indonesia khususnya industri pakaian jadi masih memiliki beberapa permasalahan yang dapat mempengaruhi daya saingnya. Industri pakaian jadi Indonesia masih mengandalkan kapas impor sebagai input utamanya karena produksi kapas domestik belum mampu menutupi kebutuhan kapas dalam negeri. Masalah produktivitas tenaga kerja juga menjadi kendala peningkatan daya saing pakaian jadi Indonesia. Adapun tujuan dari penelitian adalah: 1) Menganalisis daya saing pakaian jadi Indonesia di pasar tujuan utama, 2) Menganalisis pengaruh impor kapas dan tenaga kerja serta faktor lainnya terhadap kinerja ekspor pakaian jadi Indonesia ke negara tujuan utama. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari website data resmi berbasis internasional dan nasional. Negara tujuan yang digunakan pada penelitian adalah enam negara importir terbesar pakaian jadi indonesia. Penelitian Menggunakan metode analisis Revealed Comparative Advantage (RCA) dan Export Product Dynamic (EPD) untuk menganalisis daya saing pakaian jadi Indonesia. Selanjutnya Regresi data panel digunakan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi daya saing pakaian jadi Indonesia. Studi ini menemukan bahwa pada periode 2007-2021 Indonesia memiliki keunggulan komparatif tertinggi di Kanada dan terendah di Jepang. Indonesia memiliki keunggulan kompetitif untuk komoditas pakaian jadi di AS, Kanada, dan Inggris. sementara hasil regresi data panel diketahui bahwa rasio harga kapas impor terhadap produksi kapas dalam negeri dan nilai tukar berpengaruh negatif dan signifikan terhadap daya saing. Variabel GDP Indonesia dan GDP negara importir berpengaruh positif dan signifikan sedangkan variabel rasio produktivitas terhadap jumlah tenaga kerja tidak berpengaruh terhadap daya saing.
Respon Beberapa Varietas Jagung (Zea mays L.) terhadap Lahan Salin di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, Indonesia Adrianus, Adrianus; Sarijan, Abdullah; Mekiuw, Yosehi; Rizal, Abdul; Yusuf, Mani
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v6i3.1295

Abstract

Upaya meningkatkan produksi jagung terkendala dengan adanya alih fungsi lahan pertanian sehingga penggunaan lahan marginal menjadi solusi. Lahan salin merupakan kawasan lahan marginal dapat dimanfaatkan untuk pengembangan tanaman jagung yang belum dimanfaatkan secara optimal. Jagung memiliki daya adaptasi yang berbeda terhadap kondisi lahan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji beberapa varietas jagung yang tahan terhadap kondisi tanah salin. Penelitian ini dilaksanakan di Greenhouse Fakultas Pertanian Universitas Musamus bulan September hingga Desember 2022. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 4 varietas jagung (Jawara, Sejoli, Gendis, serta Exsotic) dan diulang 3 kali. Tanah salin yang digunakan adalah tanah dari belakang kampus Universitas Musamus dengan jarak ke pantai sekitar 1 km. Pengujian menunjukkan tanaman memiliki keragaan pertumbuhan yang berbeda antar varietas dimana perbedaan ini lebih mengacu pada sifat genetis sebagaimana ditunjukkan oleh deskripsi tanaman. Varietas Exsotic menghasilkan tanaman tertinggi (148,87 cm), jumlah baris biji tertinggi (12,5 baris), dan bobot 100 butir biji tertinggi (13,5 g). Varietas Sejoli menghasilkan jumlah daun yang lebih banyak (11,69 helai) dan diameter tongkol yang lebih besar (4,6 cm).  Varietas Jawara menghasilkan umur berbunga (44,47 hari) dan umur panen (83,45 hari) yang lebih cepat, sedangkan Varietas Gendis menghasilkan tongkol yang lebih panjang (17,9 cm) dibandingkan lainnya. Bila dibandingkan dengan deskripsi varietas, variabel pengamatan pertumbuhan maupun komponen hasil menunjukkan hasil yang lebih rendah. Rendahnya hasil ini diduga terkait adanya cekaman salinitas yang dialami sehingga tidak mampu untuk tumbuh dan memberikan hasil sesuai deskripsi. Keempat varietas yang dicobakan masih mampu untuk tumbuh dan memberikan hasil namun lebih rendah dibandingkan deskripsinya.