cover
Contact Name
Ir. Jhon Hardy Purba, M.P.
Contact Email
jhon.purba@unipas.ac.id
Phone
+6236223588
Journal Mail Official
jhon.purba@unipas.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian, Universitas Panji Sakti Jl. Bisma No. 22, Banjar Tegal, Singaraja, Bali - 81117
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Agro Bali: Agricultural Journal
ISSN : -     EISSN : 2655853X     DOI : https://doi.org/10.37637/ab.v2i2
Core Subject : Agriculture,
Agro Bali: Agricultural Journal is an information media that contains articles from research, theoretical studies, and scientific writings on agriculture especially agrotechnology i.e.: agronomy, horticulture, plant breeding, soil sciences, plant protection, and other pertinent field related to plant production.
Articles 425 Documents
Pengaruh Konsentrasi dan Lama Perendaman Kolkisin terhadap Karakter Morfologi dan Agronomi Semangka (Citrullus lanatus) Puspitasari, Novita; Makhziah, Makhziah; Pribadi, Didik Utomo
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v6i3.1311

Abstract

Semangka (Citrullus lanatus) adalah salah satu buah paling populer di Indonesia, salah satunya adalah semangka tanpa biji. Semangka tanpa biji merupakan semangka triploid hasil persilangan antara semangka diploid sebagai jantan dengan semangka tetraploid sebagai betina. Upaya peningkatan produksi semangka jenis yang berbeda memerlukan penggunaan teknologi rekayasa genetika dengan menggunakan kolkisin. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi Kolkisin dan lama perendaman terhadap karakter morfologi dan agronomi tanaman semangka (Citrullus lanatus). Penelitian dilaksanakan di Lahan Desa Sungegeneng, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan. Rancangan penelitian menggunakan percobaan faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu konsentrasi dan lama perendaman kolkisin yang rancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan ulangan sebanyak 4 kali. Faktor pertama adalah konsentrasi kolkisin terdiri dari 5 taraf yaitu 0,00%, 0,05%, 0,10%, 0,15%, 0,20%, lama perendaman sebagai faktor terdiri dari 2 taraf yaitu 12 jam, 24 jam, sehingga didapatkan 10 kombinasi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi antara konsentrasi kolkisin 0,20% dengan lama perendaman 24 Jam memberikan hasil terbaik pada fase bibit yaitu panjang bibit dan jumlah daun. Sedangkan pada fase tanaman tanaman terdapat pada parameter panjang tanaman, jumlah daun, Lingkaran Buah, Ukuran biji, Diameter Biji dan Berat 100 Biji. Konsentrasi kolkisin 0,20% memberikan hasil tertinggi pada diameter batang, bobot buah per buah, bobot buah per tanaman dan bobot buah per petak. Lama perendaman 24 jam mampu memberikan hasil tertinggi pada jumlah daun umur muncul bunga, bobot buah per buah, bobot buah per tanaman, bobot buah per petak.
Ekspresi Gen PR-1 Melalui Induksi Ketahanan Tanaman Padi terhadap Xanthomonas oryzae pv. oryzae Menggunakan Lysinibacillus sphaericus dan Asam Salisilat Leiwakabessy, Christoffol; Giyanto, Giyanto; Muttaqin, Kikin Hamzah; Trikoesoemaningtyas, Trikoesoemaningtyas; Talahaturuson, Abraham
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i1.1559

Abstract

Xanthomonas oryzae pv.oryzae merupakan salah satu bakteri patogen yang menyerang tanaman padi. Pengendalian terhadap penyakit ini telah banyak dilakukan dan salah satu teknik pengendalian yang dikembangkan saat ini melalui teknologi induksi ketahanan tanaman yang mengekspresikan gen PR-1. Penelitian kami untuk mendeskripsikan ekspresi gen PR-1 pada varietas padi IR64 yang terinduksi resistensinya oleh asosiasi antara bakteri endofit dan asam salisilat. Gen PR-1 dianalisis secara molekuler dan ekspresinya menunjukkan tanaman padi yang terinduksi resistensinya secara tunggal maupun kombinasi oleh kedua agens ini mem­perlihatkan adanya ekspresi protein PR-1. Ekspresi protein ini dipicu oleh aktivitas kedua agens penginduksi yang bekerja secara simultan untuk membentuk protein yang mampu menekan perkembangan penyakit ini. PR-1 bekerja sesuai dengan mekanisme dari masing-masing agens penginduksi resistensi tanaman. Varietas IR64 yang diketahui rentan terhadap penyakit hawar daun bakteri terbukti dapat ditingkatkan ketahanannya menjadi moderat.  Pemanfaatan induksi ketahanan tanaman melalui aktivitas kedua agens pengimbas yang membentuk protein PR-1 perlu dilanjutkan dengan inovasi formulasi teknik pengendalian yang diberikan secara simultan sebagai alternatif strategi pengendalian hawar daun bakteri maupun penyakit lainnya ke depan dengan pendekatan ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Marketing Analysis of Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) and non-ISPO Certified Independent Palm Oil in Batanghari Regency, Jambi Province, Indonesia Hutagaung, Bagasferyan; Asmarantaka, Ratna Winandi; Adhi, Andriyono Kilat
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i1.1431

Abstract

This research analyzes marketing efficiency: marketing, marketing function, marketing margin, farmer's share, and the ratio of profit to cost of fresh fruit bunches (FFB) for ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) and non-ISPO palm oil in Batanghari Regency, Jambi Province. The sample consisted of 30 ISPO farmers and 30 non-ISPO farmers, sampling farmers using a purposive method and then using the snowball sampling method to find out what institutions are involved in the ISPO and non-ISPO independent oil palm marketing process in Batanghari Regency. The research results show four marketing channels: (1) farmer-trader-large trader-palm oil weighing-mill, (2) farmer-trader-palm palm weighing-mill, (3) farmer-palm palm weighing-mill, and (4) farmer-merchant-mill. ISPO farmers do not experience differences in marketing channels and prices, which is not in accordance with the objectives of establishing ISPO. Marketing functions include purchasing, selling, transporting, harvesting, risk-bearing, financing, and market information. Analysis of marketing margin, farmer's share, and profit-to-cost ratio shows the third most efficient channel with a farmer's share of 87.82% with the farmer's marketing channel selling FFB through palm oil weighing, which distributes it to mills, involving one marketing institution.
Potensi Alelopati Ekstrak Jerami Padi pada Dua Jenis Gulma dan Tanaman Kedelai Nisa, Diya Khoirun; Widaryanto, Eko; Sumarni, Titin
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v6i3.1359

Abstract

Sistem rotasi tanam dan pengolahan tanah sebelum tanam ternyata masih menyisakan seed bank. Seed bank yang memiliki dormansi singkat dapat berkembang menjadi gulma masif dan bersaing dengan tanaman. Dua jenis gulma itu adalah Amaranthus spinosus dan Eleusine indica. Herbisida kimia sering digunakan untuk memberantas gulma secara berlebihan.  Dampak negatif yang ditimbulkan diantaranya: matinya organisme non target dan resistensi gulma. Penggunaan mulsa jerami dapat menekan populasi gulma. Namun, mulsa jerami memiliki kelemahan  diantaranya : imobilisasi N pada tanah dan inang penyakit soil borne. Pelepasan alelokimia yang lambat menyebabkan penghambatan pada gulma lambat. Jerami yang diekstrak dapat mempercepat proses penghambatan pada gulma. Penelitian dirancang pada rancangan petak terbagi (RPT) yang diulang 3 kali. Sebanyak 5 konsentrasi ekstrak jerami padi K1 (kontrol) K2 (25%), K3 (50%), K4 (75%) dan K5 (100%) dan diaplikasikan pada A. spinosus (T1), E. indica (T2) dan kedelai (T3) pada umur 24 HST. Tujuannya untuk mengetahui konsentrasi ekstrak jerami yang menghambat pertumbuhan pada setiap spesies gulma dan kedelai. Perlakuan K5 (100%) menghambat tinggi tumbuhan, jumlah dan luas area daun, indeks klorofil dan bobot segar tumbuhan.
Bridging Sorghum Yield Gap Through Up-Scaling Improved Technology in Wag-Himira Zone, Ethiopia Mihiretu, Ademe; Assefa, Netsanet; Wubet, Adane
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v6i3.1117

Abstract

Up-scaling of improved sorghum production practices (Sorghum technology, hereafter) was carried out for three years to bridge the yield gaps in dry-land areas. It was explicitly aimed to create wider technology demand among major stakeholders. Their roles and linkages were also acknowledged to make technology diffusion viable. The new technology was promoted for 264 farmers; planting and related agronomic practices were done as per the package. Results revealed that the new technology had a 116.6% yield advantage over the local sorghum production practice. The technological gaps among the new and local practice were 1400 and 988.7 kg ha-1 for grain and straw yields, respectively. The technological index (53.8%) also proved that sorghum production would increase through tamping the extension networks, on top of up-to-date technology usage. despite, 83.6% of the farmers were applied the full technology package, 68.3% of them described as it was tough due to its labor-intensive nature. Labor shortage, lack of experience and technological obscurity of studied farmers were defies for complete technology package use. To bridge sorghum yield gaps sustainably, the new technology should further scale-out to other similar areas via founding robust-enough stakeholder linkage, and demand-driven distribution. 
Analisis Respon Petani Terhadap Perubahan Iklim dan Curah Hujan di Subak Jatiluwih, Tabanan Bali, Indonesia Yastika, Putu Edi; Vipriyanti, Nyoman Utari; Partama, I GD Yudha; Suparwata, I Wayan Eka; Sudiarta, I Ketut
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v6i3.1262

Abstract

Subak Jatiluwih merupakan warisan budaya dunia yang keberlangsungannya tergantung dari ketersediaan air dan iklim..  Oleh karena itu, perlu upaya adaptasi dan mitigasi agar dapat mendukung keberlanjutan warisan budaya satu satunya di Bali tersebut. Tujuan penelitian untuk menganalisis respon petani terhadap perubahan iklim di Subak Jatiluwih, Tabanan Bali dan merumuskan pola tanam sebagai upaya adaptasi terhadap perubahan iklim.  Penelitian ini dilakukan pada Bulan September 2022 – Januari 2023. Analisis data primer terkait pengetahuan dan respon anggota Subak Jatiluwih terhadap iklim dan kegiatan adaptasi, mitigasi dilakukan secara deskriptif menggunakan skala likert. Hasil analisis curah hujan dan suhu udara diolah menggunakan trend analisis dan klasifikasi oldeman menunjukkan bahwa suhu udara rata-rata tahunan di Subak Jatiluwih meningkat hingga 1,6°C selama periode 1991-2020. Curah hujan lebat dan hujan ekstrem 15 tahun terakhir lebih sering terjadi dari ada 15 tahun sebelumnya. Peningkatan suhu udara rata-rata, kejadian hujan lebat dan hujan ekstrem mengidentifikasikan telah terjadi perubahan iklim di Subak Jatiluwih. Hasil analisis respon menunjukkan 54,25 % anggota Subak Jatiluwih sudah melakukan kegiatan adaptasi terhadap perubahan iklim dalam kegiatan pertanian dan 69,75% sudah melakukan kegiatan mitigasi perubahan iklim. Perlu dilakukan perubahan pola tanam di Subak Jatiluwih untuk menghindari kegagalan panen padi akibat perubaha iklim dengan pola tanam padi-padi-palawija.
Kompatibilitas Ekstrak Daun Awar-Awar (Ficus septica) dan Ekstrak Serai Wangi (Cymbopogon nardus L.) dalam Menghambat Jamur Collectrotrichum capsici Septikahady, Hani; Nirwanto, Herry; Wiyatiningsih, Sri
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i1.1402

Abstract

Colletotrichum capsici adalah patogen pemicu gejala antraknosa pada tumbuhan cabai yang merusak hingga menyebabkan panen gagal. Guna mengendalikan penyakit tersebut selama ini digunakan bahan kimia, dimana dalam rentang waktu yang lama mengakibatkan efek buruk (negatif). Adapun alternatif pengendaliannya menggunakan fungisida nabati. Penggunaan ficus septica (daun awar-awar) mampu mengurangi penyakit antraknosa pada cabai. Salah satu tanaman yang difungsikan sebagai fungisida nabati yaitu daun serai wangi (Cymbopogon nardus L.) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ficus septica serta Cymbopogon L. dalam mengurangi pertumbuhan jamur Colletotrichum capsici yang dikombinasikan dengan extract dari beragam konsentrasi. Pelaksanaan ini secara in vitro di Laboratorium Kesehatan Tanaman I Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Jawa Timur.  Metode menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap), dengan lima perlakuan yang diulang sebanyak lima kali. Hasilnya membuktikan ekstrak serai wangi memiliki efektivitas lebih dalam menghambat pertumbuhan jamur Colletotctrichum capsici sebab kemampuan menghambatnya paling tinggi hingga 57%. Campuran kedua ekstrak tersebut konsentrasinya 4%+4% dengan persentase daya hambatnya 55% lebih efektif daripada ekstrak awar-awar serta serai wangi dengan konsentrasi 2%+2% yang memiliki daya hambat 33%. 
Growth Inhibition of Botrytis cinerea Fungus on Strawberry (Fragaria sp.) Using Kaffir Lime (Citrus hystrix) Leaf Essential Oil Emulsion Nofia, Nita; Martosudiro, Mintarto; Muhibuddin, Anton
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i1.1623

Abstract

Post-harvest damage is caused by biological factors such as the attack of Botrytis cinerea pathogenic fungi. causes gray mold rot disease to be a source of problems in strawberry production. This study aims to determine the potential of kaffir lime leaf essential oil emulsion as an antifungal against Botrytis cinerea. The fungus was isolated from strawberry fruit samples that showed symptoms of gray mold disease. Fungal isolation was carried out through the direct planting method and antifungal inhibitory ability test by food poisoned method with potato extract agar media. This experiment used a completely randomized design consisting of 6 treatments with 5 repetitions. The results showed that kaffir lime leaf essential oil emulsion contains secondary metabolites that can inhibit 100% of the growth of Botrytis cinerea pathogenic fungal colonies. Essential oil concentrations of 0.10%, 0.15%, and 0.20% had a significant effect on the growth of Botrytis cinerea pathogenic fungi.
Penilaian Spasio-Temporal Kualitas Air Irigasi di Daerah Irigasi Kali Metro, Jawa Timur, Indonesia Amik, Arra Misrokhis; Soetopo, Widandi; Siswoyo, Hari
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v6i3.1297

Abstract

Daerah Irigasi Kali Metro mendapatkan suplai air dari Sungai Metro melalui bangunan utama yaitu Bendung Mergan. Berdasarkan hasil survei di lapangan, diketahui bahwa kondisi air di Sungai Metro saat ini tidak hanya berasal dari mata airnya melainkan juga sudah tercampur dengan limbah domestik. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk menilai kualitas air irigasi secara spasio-temporal dan kesesuaiannya dengan tanah dan tanaman pada lahan pertanian di Daerah Irigasi Kali Metro. Penilaian kualitas air irigasi dilakukan dengan menggunakan Model Indeks Kualitas Air Irigasi. Nilai indeks kualitas air irigasi di lokasi penelitian baik secara spasial maupun secara temporal berada pada rentang 70–85. Air irigasi dapat diberikan pada lahan pertanian dengan kondisi permeabilitas tanah sedang dan tidak untuk diberikan pada tanaman- tanaman yang sensitif terhadap garam.
The Intention of Using Biofertilizer Among Shallot Farmers in Nganjuk Regency, East Java Province, Indonesia Ulfa, Amelia; Burhanuddin, Burhanuddin; Purwono, Joko
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i1.1506

Abstract

The excessive use of chemical fertilizer leads to a critical contribution to the environment, such as the decline of soil fertility and shallot productivity in the future. Whereas biofertilizer is one of the alternative ways to diminish the usage of chemical fertilizer to support sustainable agriculture. However, the majority of shallot’s farmers have a lack of knowledge towards biofertilizer. This study aims to analyze the influence of attitude, subjective norms, and perception toward the intention of using biofertilizers. This research was conducted in September 2022 – November 2022 in Gondang and Rejoso District, Nganjuk Regency, East Java, Indonesia. The respondents are considered by census method, and it is distributed to 140 shallot farmers who consist of biofertilizer users. The data was analyzed by using Partial Least Square (PLS) in order to examine the influence of attitude, subjective norms, and perception towards the intention of using biofertilizer. Overall, it is illustrated that attitude, subjective norms and perception have a positive and significant influence towards the intention of using biofertilizer among shallot farmers.