cover
Contact Name
Nurlina Ariani Hrp
Contact Email
nurlinaariani@yahoo.com
Phone
+6281362067516
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Sisingamangaraja No. 126A km.3,5 Aek Tapa Rantauprapat Kab. Labuhanbatu, Sumatera Utara
Location
Kab. labuhanbatu,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS)
ISSN : 2460593X     EISSN : 26855585     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pembelajaran dan Matematika Sigma (JPMS) diterbitkan oleh FKIP Universitas Labuhan Batu program studi pendidikan matematika yang berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para pakar, ilmuwan, praktisi, pengkaji, guru, dosen dan mahasiswa dalam disiplin ilmu pendidikan dan pembelajaran serta matematika umumnya. JPMS adalah publikasi interdisipliner tentang penelitian dan penulisan asli tentang pendidikan yang menerbitkan karya ilmiah ke khalayak nasional peneliti pendidikan, pembelajaran dan matematika.JPMS diterbitkan oleh FKIP Universitas Labuhan Batu program studi pendidikan matematika yang berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para pakar, ilmuwan, praktisi, pengkaji, guru, dosen dan mahasiswa dalam disiplin ilmu pendidikan dan pembelajaran serta matematika umumnya. JPMS adalah publikasi interdisipliner tentang penelitian dan penulisan asli tentang pendidikan yang menerbitkan karya ilmiah ke khalayak nasional peneliti pendidikan, pembelajaran dan matematika.
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2023)" : 19 Documents clear
Implementation of the K-Mean Algorithm to Determine the Level of Student Satisfaction with the Online Learning Uhamka System (OLU) Ardiansyah, Luffi; Awalludin, Subhan Ajiz
JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS) Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Labuhan Batu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpms.v9i1.4121

Abstract

The Covid-19 pandemic has had a negative impact on humans not only in health but also in the economy, social and education. Schools and colleges were closed so that learning that was originally carried out face-to-face was shifted to long distance learning (LdL). LdL implementation can be carried out synchronously and asynchronously. There are obstacles in learning using the Online Learning Uhamka (OLU), namely the effectiveness of using the Online Learning Uhamka (OLU) and the application of the k-means algorithm to determine the level of student satisfaction with the Online Learning Uhamka (OLU) system and the reliability of the k-means algorithm in clustering .One technique to measure the level of satisfaction is to use clustering techniques. The advantage of the clustering technique is that it is easy to adapt, imply and execute and is commonly used in various fields. One of the clustering techniques that is often used is the k-means algorithm. There are 2 clusters used in the k-means algorithm. Clustering results using the Kmeans algorithm showed that 309 respondents belonged to cluster 1, namely satisfied, and 94 respondents belonged to cluster 2, namely dissatisfied. The indicators used to assess satisfaction are usability, content quality, interaction quality. Of the three assessment indicators that have the lowest score is the interaction quality indicator with the centroid value in cluster 1, namely 19.33980583 and the centroid value in cluster 2, namely 14.08510638. The results of the Kmeans algorithm reliability test by calculating the Davies Bouldin index value are good enough in clustering data. The Davies Bouldin index value is 0.3806830859.
Pengembangan Media Pembelajaran Permainan Ular Tangga Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar Nurussofa, Reza; Astuti, Heni Puji
JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS) Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Labuhan Batu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpms.v9i1.4183

Abstract

Tujuan melakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran permainan ular tangga matematika dan respon siswa terhadap media pembelajaran permainan ular tangga untuk meningkatkan motivasi belajar matematika siswa sekolah dasar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D). Model yang digunakan dalam pengembangan ini yaitu model 4D yaitu Define (pendefinisian), Dessign (perancangan), Development (pengembangan), dan Disseminate (penyebaran). Pada penelitian ini, peneliti membatasi hanya sampai pada tahap development. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media permainan ular tangga layak digunakan untuk meningkatkan motivasi belajar matematika siswa sekolah dasar dengan hasil akhir rata-rata validasi ahli media dan ahli materi mencapai tingkat kelayakan dengan persentase 89% dengan kategori sangat layak serta berdasarkan hasil uji coba yang dilakukan peneliti dengan siswa kelas III SDN Jaha mencapai persentase 87,5% dengan kategori sangat layak. Maka dapat disimpulkan bahwa media permainan ular tangga layak digunakan untuk meningkatkan motivasi belajar matematika siswa sekolah dasar.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Google Classroom Di Tingkat Sekolah Menengah Atas Iskandar, Iskandar
JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS) Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Labuhan Batu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpms.v9i1.4248

Abstract

The effect of the Problem Based Learning (PBL) learning model on student learning outcomes by using Google Classroom at the high school level. This study aims to determine the extent to which the effect of the Problem Based Learning (PBL) learning model on student learning outcomes by using Google Classroom at the high school level. The population in this study were 155 students in class XI IPA at SMA Negeri 2 Peusangan in the even semester of the 2021/2022 academic year. In this study, the samples taken were XI IPA 1 totaling 30 students using purposive sampling, namely selecting samples based on certain considerations. Data were analyzed using SPSS 16.0. The research results obtained tcount = 31.140. ttable obtained with df 29, sig 0.05 (1 tailed) = 1.699, because Fcount > Ftable (31.140 > 1.699) and significance <0.05 (0.000 <0.05) thus in the calculation of the hypothesis this shows that there is a difference significant difference between learning outcomes using google classroom with even semester report card scores. So it can be concluded that there is an influence of the problem-based learning model on student learning outcomes using Google Classroom at the high school level.
Etnomatika: Analisis Konsep Matematika pada Permainan Tradisional Engklek Wahyuningsih, Afrilia; Astuti, Heni Puji
JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS) Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Labuhan Batu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpms.v9i1.4181

Abstract

Penerapan dari konsep matematika dapat kita temukan di kehidupan sehari-hari. Beberapa konsep matematika yang ada di sekitar kita yaitu konsep bangun datar dan bangun ruang (bingkai foto, keramik, lemari, jendela), kegiatan mengukur dan menimbang (panjang, lebar, tinggi, luas, beban, kapasitas), kegiatan jual beli (menghitung uang untuk bayar dan kembalian, untung rugi, diskon) dan masih banyak lagi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis etnomatematika pada permainan tradisional engklek, untuk mengetahui apa saja konsep-konsep matematika yang terdapat pada permainan tradisional engklek. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode penelitian etnografi. Berdasarkan hasil dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa terdapat konsep matematika pada permainan tradisional engklek. Konsep-konsep matematika pada permainan engklek, diantaranya yaitu geometri (bangun datar), membilang, peluang, kesebangunan dan kekongruenan. Konsep-konsep matematika tersebut dapat ditemukan pada bentuk petak engklek dan pola pemainnya. Pada petak engklek terdapat konsep matematika bangun datar, membilang, kesebangunan dan kekongruenan. Sedangkan konsep matematika peluang terdapat pada pola pemain engklek. Di mana konsep-konsep matematika tersebut memang tidak secara jelas diketahui oleh anak-anak. Maka diharapkan dengan permainan tradisional khususnya permainan engklek ini anak-anak dapat lebih memahami konsep matematika di kehidupan sehari-hari yang mungkin memang dianggap sulit oleh siswa.Kata kunci : Etnomatematika, konsep matematika, permainan tradisionalAbstract The application of mathematical concepts can be found in everyday life. Some mathematical concepts that are around us, namely the concept of flat shapes and geometric shapes (photo frames, ceramics, cupboards, windows), activities of measuring and weighing (length, width, height, area, load, capacity), buying and selling activities (counting money to pay and change, profit and loss, discounts) and many more. The purpose of this research is to analyze ethnomathematics in the traditional hopscotch game, to find out what mathematical concepts are contained in the traditional hopscotch game. This type of research is qualitative research with ethnographic research methods. Based on the results and discussion, it can be concluded that there is a mathematical concept in the traditional crank game. Mathematical concepts in hopscotch games include geometry (flat shapes), counting, probability, congruence and congruence. These mathematical concepts can be found in the shape of the hopscotch and the patterns of the players. In the hinge plots there are mathematical concepts of flat shape, counting, congruence and congruence. While the mathematical concept of opportunity is found in the hopscotch player pattern. Where these mathematical concepts are not clearly known by children. So it is hoped that with traditional games, especially hopscotch games, children can better understand mathematical concepts in everyday life which students may indeed find difficult.Key Words : Ethnomathematics, mathematical concept, traditional game
Pengaruh Model Pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI di SMA Negeri 1 Batang Angkola Pulungan, Nora Alisa
JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS) Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Labuhan Batu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpms.v9i1.4305

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan kelas kontrol untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) terhadap hasil belajar siswa kelas XI pada materi sistem gerak manusia di SMA Negeri 1 Batang angkola. Instrumen penelitian yang digunakan adalah observasi, angket dan dokumentasi. Analisis yang dilakukan adalah analisis statistik dan analisis inferensial juga uji hipotesis dengan uji-t. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran numbered heads together (NHT) terhadap hasil belajar siswa kelas XI pada materi sistem gerak manusia di SMA Negeri 1 Batang angkola.
Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah MAN 3 Bireuen Raiyan, Raiyan; Mursyidah, Nelly; Syakbi, Syakbi
JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS) Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Labuhan Batu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpms.v9i1.4278

Abstract

Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia selama dua tahun terakhir memberikan dampak yang luar biasa di bidang pendidikan. Dampak tersebut muncul akibat adanya perubahan pada sistem pembelajaran, di mana yang semula pembelajaran melalui tatap muka dilaksanakan menjadi daring (online). Sebelum adanya pandemi Covid-19 di Indonesia masih menggunakan Kurikulum 2013. Pada awal pandemi hingga tahun 2021 di Indonesia menggunakan kurikulum Darurat (Kurikulum 2013 yang disederhanakan) baru pada awal tahun pelajaran 2022 Kemendikbud ristek mengeluarkan kebijakan penggunaan kurikulum merdeka. Bagi sekolah yang yang belum siap menggunakan Kurikulum Merdeka masih dapat menggunakan Kurikulum 2013. Kurikulum Merdeka digunakan sebagai opsi bagi sekolah yang sudah mampu melaksanakan seperti sekolah penggerak. Pada tahun 2014 nanti baru akan ditentukan kebijakan baru kurikulum nasioanal berdasarkan hasil dari evaluasi dari kurikulum yang digunakan sebelumnya. Implementasi Kurikulum Merdeka belum sepenuhnya dijalankan oleh semua sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dari hasil wawancara dengan guru MAN 3 Bireuen, Implementasi kurikulum merdeka baru  dilaksanakan pada kelas X pada tahun ajaran 2022-203 sedangkan hasil wawancara dengan siswa yaitu dalam penerapan kurikulum merdeka siswa diwajibkan untuk menggunakan hp android untuk keperluan pembelajaran, semua informasi di sekolah di bagikan di dalam aplikasi WhatsApp dan ujian sekolah juga menggunakan hp android dengan cara guru membagikan link yang di akses untuk ujian. Kendala terdapat pada siswa yaitu mereka harus mempunyai hp android dengan kuota internet setiap hari, sedangkan tidak semua orangtua siswa memiliki pekerjaan yang tetap dan ekonomi yang stabil. Sehingga banyak siswa yang harus bekerja sampingan untuk membeli hp andoid atau kuota internet untuk tujuan sekolah.
Analisis Pemahaman Konsep Matematis pada Materi Persamaan Garis Lurus Siswa Kelas VIII SMP Negeri 23 Padang Irwanto, Agus; Jufri, Lucky Heriyanti; Yunita, Alfi
JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS) Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Labuhan Batu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpms.v9i1.4343

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang rendah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas VIII.3 SMP Negeri  23 Padang. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII 3 SMP Negeri 23 Padang dengan jumlah 29 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes kemampuan pemahaman konsep matematis dan wawancara. Analisis data kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik dideskripsikan berdasarkan hasil tes kemampuan pemahaman konsep matematis dan analisis wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang berada pada kriteria tinggi sebanyak  1 siswa, kriteria sedang 22 siswa, dan kriteria rendah 6 siswa. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa berada dalam kriteria sedang tingkat kemampuan pemahaman konsepnya. Persentase indikator menyatakan ulang sebuah konsep 78,1%, mengklasifikasi  objek menurut sifat-sifat tertentu sesuai dengan konsepnya 44,7%, menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematika 33,33%, mengaplikasikan konsep atau algoritma pada pemecahan masalah 50,5%.
Pengaruh TPACK dan Tise Terhadap Kesiapan Guru Matematika dalam Melaksanakan Rencana Aksi Miswar, Miswar; Wahyuni, Rahmi
JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS) Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Labuhan Batu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpms.v9i1.4300

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran Talking Stick terhadap Self Regulated Learning (SRL) mahasiswa PGSD semester VI unit B. Penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan istrumen penelitian berupa tes hasil belajar dan lembar angket. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa PGSD FKIP Universitas Almuslim semester VI unit B  dengan jumlah 30 orang. Setelah diadakan penelitian data hasil angket berupa data ordinal diubah kedalam data interval dengan menggunakan method of successive interval (MSI). Hasil analisis uji normalitas sig 0.786 > 0.05  (berdistribusi normal). Berdasarkan hasil uji hipotesis, diperoleh nilai sig sebesar 0,554 > a (0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh pembelajaran Talking Stick terhadap Self Regulated Learning (SRL).
Implementasi Sistem Pendidikan Terbaik Dunia di Jenjang Anak Usia Dasar Telaah Sistem Pendidikan Finlandia Hasibuan, Ahmad Tarmizi; Simatupang, Wilna Wulan; Rudini, Riska; Ani, Sofiah
JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS) Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Labuhan Batu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpms.v9i1.4383

Abstract

Kurikulum Finlandia dan kurikulum di Indonesia memiliki beberapa persamaan di antaranya : pada aspek tujuan kurikulum, yakni sama-sama ingin membekali peserta didik dengan keterampilan hidup. Walaupun kurikulum di Indonesia lebih ditekankan pada pembentukan karakter, dan kurikulum Finlandia lebih ditekankan pada kemandirian dan tanggung jawab, tapi kesemuanya itu sama-sama bertujuan untuk membentuk pribadi dalam rangka menjadi masyarakat yang etis dan berkarakter baik. Persamaan lain ada pada media pembelajaran yang digunakan, baik pada Kurikulum di Finlandia maupun di Indonesia sama-sama menggunakan sumber multimedia, artinya media yang digunakan dari berbagai sumber, memanfaatkan teknologi dan menggunakan sumber belajar yang bervariatitif. Adapun perbedaannya di antaranya pada aspek isi atau materi, di mana kurikulum 2013 yang menggunakan pembelajaran pada tematik integratatif, awalnya mirip seperti kurikulum Finlandia, di mana materi pembelajaran dapat diberikan lintas materi, dan terintegrasi untuk mencapai satu sub tema. Namun jika di telaah lebih lanjut, kurikulum Finlandia memunculkan 20 materi yang bisa dipilih oleh siswa langsung, kurikulum ini disebut kurikulum transveral dan keunikannya adalah selain setiap siswa bisa memilih tema yang ditawarkan, siswa juga bisa memilih grade atau tingkat kesulitan sesuai dengan kemampuan siswa masing-masing, namun di Indonesia, siswa tidak bisa memilih tema. Semua sudah disediakan dalam buku tematik dan sub tema nya juga sudah ditentukan, keterjalinan atau integrasi nya sudah ditetapkan terlebih dahulu. Perbedaan lain terletak pada penilaian. Sekilas penilaian autentik dengan aspek pengetahuan, keterampilan dan aspek perilaku yang dilakukan sepanjang pembelajaran mirip dengan assessment di Finlandia, namun setelah dianalisis, ternyata pada penerapannya, penilaian autentik tidak berjalan dengan baik(tidak dilakukan sepanjang pembelajaran/observasi), guru masih sangat kebingungan dengan cara penilaian ini dan masih adanya UTS dan UAS. Sedangkan di Finlandia, assesment dilakukan berbeda tiap individu, assesement dilakukan sepannjang pembelajaran dan siswa memmerikan feed back untuk guru agar guru dapat mengetahui kemapuan siswa. Tidak ada UTS dan UAS pada level Sekolah Dasar dan selalu ada remedial untuk siswa yang belum mencapai kemampuan yang diharapkan..

Page 2 of 2 | Total Record : 19