cover
Contact Name
Nurlina Ariani Hrp
Contact Email
nurlinaariani@yahoo.com
Phone
+6281362067516
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Sisingamangaraja No. 126A km.3,5 Aek Tapa Rantauprapat Kab. Labuhanbatu, Sumatera Utara
Location
Kab. labuhanbatu,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS)
ISSN : 2460593X     EISSN : 26855585     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pembelajaran dan Matematika Sigma (JPMS) diterbitkan oleh FKIP Universitas Labuhan Batu program studi pendidikan matematika yang berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para pakar, ilmuwan, praktisi, pengkaji, guru, dosen dan mahasiswa dalam disiplin ilmu pendidikan dan pembelajaran serta matematika umumnya. JPMS adalah publikasi interdisipliner tentang penelitian dan penulisan asli tentang pendidikan yang menerbitkan karya ilmiah ke khalayak nasional peneliti pendidikan, pembelajaran dan matematika.JPMS diterbitkan oleh FKIP Universitas Labuhan Batu program studi pendidikan matematika yang berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para pakar, ilmuwan, praktisi, pengkaji, guru, dosen dan mahasiswa dalam disiplin ilmu pendidikan dan pembelajaran serta matematika umumnya. JPMS adalah publikasi interdisipliner tentang penelitian dan penulisan asli tentang pendidikan yang menerbitkan karya ilmiah ke khalayak nasional peneliti pendidikan, pembelajaran dan matematika.
Articles 360 Documents
Pengaruh Kemampuan Berpikir Kritis Siswa yang Diajarkan dengan Model Pembelajaran Example Non Example di SMP Negeri 1 NA. IX-X pada Tahun Ajaran 2017/2018 Irmayanti Irmayanti
JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS) Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Labuhan Batu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpms.v5i1.1349

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Pengaruh model pembelajaran example non example terhadap kemampuan berpikir kritis siswa-siswi kelas VII SMP Negeri 1 Na. IX-X, 2) Pola jawaban siswa melalaui model pembelajaran example non example. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dan  tempat penulis mengadakan penelitian adalah SMP Negeri 1 Na. IX-X dikelas VII Tahun Pembelajaran 2017/2018. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas VII yang berjumlah 320 siswa. Sampel dalam penelitian ini kelas VII9 sebanyak 32 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas VII8 sebanyak 32 orang sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan cara tes berupa uraian dan teknik analisis data yang digunakan adalah, uji normalitas, uji homogenitas, uji hipotesis atau uji t. Berdasarkan hasil tes yang diberikan rata-rata nilai pretest siswa adalah 8.56, dan standar deviasi 1.134. Rata-rata nilai posttest siswa adalah 10.96, dan standar deviasi 3.128 hal ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa meningkat setelah diberikan perlakuan (model pembelajaran example non example). Berdasarkan pengujian hipotesis menggunakan uji t dengan teknik paired samples t-test ditunjukkan bahwa kelas eksperimen pada taraf signifikan α = 0.05 dalam kasus ini thitung yaitu -9.210 dan ttabel = 1.695, sehingga dalam hal ini thitung ˂ ttabel yang artinya H0 ditolak H1 diterima berarti ada pengaruh model pembelajaran example non example terhadap kemampuan berpikir kritis matematika siswa. Berdasarkan hasil penelitian bahwa semakin sering guru menggunakan model example non example dalam pembelajaran Matematika, maka kemampuan berpikir kritis siswa akan semakin meningkat
Pengaruh Motivasi Terhadap Hasil Belajar Siswa Sekolah Menengah Pertama Julyanti, Eva; Rahma, Indah Fitria; Chanda, Olivia Dwi; Nisah, Hairun
JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS) Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Labuhan Batu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpms.v7i1.1942

Abstract

Motivasi merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi belajar dan hasil belajar siswa. Seseorang yang memiliki motivasi mempunyai kecenderungan untuk mencurahkan segala kemampuannya untuk mendapatkan hasil belajar yang optimal sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Semakin tinggi motivasi yang dimiliki siswa akan mendorong siswa belajar lebih giat lagi dan frekuensi belajarnya menjadi semakin meningkat, sehingga hasil belajarnyapun meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana motivasi belajar matematika siswa, hasil belajar siswa, dan membuktikan apakah ada pengaruh motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII MASS Irsyadul Islamiah berjumlah 22 orang Siswa. Analisis data menggunakan  analisis regresi linier sederhana. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket (kuesioner), dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar pada siswa kelas VIII MASS Irsyadul Islamiah sangat positif dan baik dilihat dari prolehan nilai indikator motivasi dan jumlah siswa, siswa motivasi tinggi berjumlah 4 (15%), sedang 13 (68)% siswa dan rendah 5 (17%) siswa. Sehingga diperoleh bahwa ada pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, disarankan agar guru selalu berusaha membangkitkan rasa percaya diri peserta didiknya, hal ini diharapkan untuk menumbuhkan motivasi siswa untuk belajar, agar siswa termotivasi lebih giat belajar dan memaksimalkan potensinya, dan guna mencapai hasil belajar yang baik.Motivation is one of the important factors that affect student learning and learning outcomes. A person who has motivation has a tendency to devote all his abilities to get optimal learning outcomes in accordance with the expected goals. The higher the motivation that the students have, the more active the students will be and the learning frequency will increase, so that the learning outcomes will increase. The purpose of this study was to determine how students' motivation to learn mathematics, student learning outcomes, and prove whether there is an effect of student motivation on learning outcomes. The population of this study were 22 students of class VIII MASS Irsyadul Islamah. Data analysis used simple linear regression analysis. The data collection method used in this research is a questionnaire, documentation and observation. The results showed that the motivation to learn in class VIII MASS Irsyadul Islamah students was very positive and good seen from the results of the value of the motivation indicator and the number of students, high motivation students were 4 (15%), medium 13 (68)% of students and low 5 (17% ) students. So it is found that there is an effect of learning motivation on student learning outcomes. Based on the results of research and discussion, it is suggested that teachers always try to arouse their students' self-confidence, this is expected to foster student motivation to learn, so that students are motivated to be more active in learning and maximize their potential, and in order to achieve good learning outcomes.
Peningkatan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas VIII SMP dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournamen (TGT) dan Alat Peraga Muliana, Muliana; Nuraina, Nuraina
JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS) Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Labuhan Batu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpms.v6i2.1679

Abstract

Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen. Penelitian ini meneliti tentang model pembelajaran kooperatif tipe teams-games-tournamens (TGT) dalam meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa berbantuan Alat Peraga. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMPN 1 dan SMPN 2 Muara Batu dan sampelnya siswa Kelas VIII yaitu kelas VIII-1 dan VIII-2. Penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok pembelajaran yaitu kelompok eksperimen dengan model pembelajaran kooperatif tipe teams-games-tournamens (TGT) dan kelompok kontrol dengan pembelajaran biasa. Penelitian ini diawali dengan uji instrumen yang menunjukkan bahwa (1) Validitas, (2) Reliabilitas, (3) Daya Pembeda dan (4) Tingkat kesukaran soal. Selanjutnya pemberian soal pretest pada awal pembelajaran dan diberikan soal posttest pada akhir pembelajaran disetiap kelompok eksperimen dan kelompok kontrol kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan data. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan komunikasi matematis siswa dalam bentuk uraian masing-masing sebanyak 5 butir soal. Pengolahan data menggunakan uji gain ternormalisasi dilanjutkan dengan uji normalitas, uji homogenitas dan uji statistik berupa ANAVA dua Jalur untuk mengetahui peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan kemampuan komunikasi matematis siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe teams-games-tournamens berbantuan Alat Peraga lebih baik dibandingkan dengan siswa pembelajarannya menggunakan pembelajaran biasa.
UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA MEMAHAMI PEREDARAN DARAH MELALUI PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN TEAM GAMES TOURNAMENT DI KELAS V SD NEGERI 114368 PULO JANTAN Sirait, Hasnah Hayati
JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS) Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Labuhan Batu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpms.v5i1.1439

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara meningkatkan prestasi belajar Memahami Peredaran Darah serta bagaimana siswa menyikapi relevansi penerapan model pembelajaran Team Games Tournament  pada proses belajar mengajar IPA dalam meningkatkan ketuntasan dan prestasi belajar. Penelitian Tindakan kelas ini dilakukan di SD Negeri 114368 Pulo Jantan  Tahun Pelajaran 2018/2019.  Objek penelitian adalah siswa kelas  V  yang berjumlah 20  siswa. Teknik analisis data menggunakan teknik  analisis deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan dua aspek yang diukur yaitu Penilaian Proses dan Hasil Pembelajaran, diperoleh dari aspek Partisipasi dalam pembelajaran pada Siklus ke dua semua aspek mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Mayoritas siswa sudah terlibat dan aktif berdiskusi untuk memecahkan masalah  yaitu mencapai 15 siswa (83,33%). Begitu juga kemampuan siswa untuk Mengajukan pendapat, bertanya atau berkomentar kepada guru dan siswa  dari 6 orang pada Siklus Pertama. Meningkat  menjadi 16 orang  (88,88%) pada Siklus ke Dua.  Kemampuan dan kemauan  dalam mengerjakan tugas dan membuat simpulan sendiri meningkat menjadi  14 siswa (77,77%). Pada Siklus Kedua, siswa yang belajar tuntas mencapai 16 orang (88,88%). Dapat disimpulkan bahwa  hasil Siklus Kedua dari aspek Partisipasi/Keaktifan dalam  proses pembelajaran tercapai secara optimal, sebab  rata-rata persentase yang dicapai sudah 86,8% dan ketuntasan belajar  juga meningkat pada Siklus pertama  hanya 10  Siswa yang termasuk dalam kategori sudah tuntas belajar menjadi 16 siswa (88,88%) untuk kelulusan siswa sudah mencapai 87,5%, artinya metode pembelajaran Teams Games Tournament  dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam memahami Memahami Peredaran Darah pada mata pelajaran IPA di kelas V SD Negeri 114368 Pulo Jantan.
Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Dan Komunikasi Matematis Siswa MTs Rantauprapat Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Rosita, Rosita; Valianti, Rika; Nasution, Nurhasanah; Manurung, Sri Hariani
JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS) Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Labuhan Batu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpms.v7i1.1964

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa yang memperoleh  pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih tinggi daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang memperoleh pembelajaran secara langsung. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa MTs Negeri di kabupaten Labuhanbatu yang berakreditasi A dan B. Sampel penelitian ini adalah MTs Negeri 1 Labuhanbatu dan MTs Negeri 2 berjumlah117 siswa. Validitas instrument angket dilakukan dengan analisis butir menggunakan rumus korelasi Product Moment dan uji reliabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbach. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas dengan uji Chi Kuadrat dan untuk menghitung peningkatan kemampuan pemecahan masalah  matematika setelah pembelajaran dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD dan pembelajaran langsung, maka digunakan uji gain ternormalisasi (g). Siswa yang mendapat model pembelajaran kooperatif tipe STAD memperoleh rata-rata peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis sebesar 0,63 dan siswa yang mendapat model pembelajaran langsung dengan rata-rata peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis sebesar 0,36. Berdasarkan hasil analisis data penelitian diperoleh hasil bahwa ada peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa yang mengikuti pembelajaran koopertiftipe STAD lebih tinggi dari pada siswa yang mengikuti pembelajaran langsung.This study aims to determine the increase in the problem-solving ability of students who get cooperative learning type STAD is higher than the mathematical problem solving abilities of students who receive direct learning.This research is a quasi experiment research. The population in this study were all State MTs students in Labuhanbatu district who were accredited A andB. The sample of this research is MTs Negeri 1 Labuhanbatu and MTs Negeri 2 totaling 117 students.The validity of the questionnaire instrument was carried out by analyzing items using the Product Moment correlation formula and reliability testing using the Cronbach Alpha formula. The data analysis technique used the normality test with the Chi Squared test and to calculate the increase in mathematical problem solving skills after learning with STAD cooperative learning and direct learning, the normalized gain test (g) was used. Students who received the STAD cooperative learning model obtained an average increase in mathematical problem solving abilities of 0.63 and students who received a direct learning model with an average increase in mathematical problem solving abilities of 0.36. Based on the results of the research data analysis, it was found that there was an increase in the problem solving ability of students who took STAD type coopertive learning higher than students who took direct learning. 
Penguasaan 4 (Empat) Prasyarat Dasar Aritmatika untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa Sekolah Dasar dalam Menyelesaikan Soal Matematika Susdarwono, Endro Tri
JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS) Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Labuhan Batu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpms.v6i2.1856

Abstract

The purpose of this study discusses how mastery of 4 (four) basic prerequisites of arithmetic which includes the ability to count, make Arithmetic / multiples, complement especially Nines and ten, and the concept of place values in numbers affect students' ability to solve math problems consisting of addition, subtraction, multiplication, and multiplication. The approach in this study uses a descriptive approach, the method used is a combination of qualitative and quantitative methods. A qualitative approach is used to describe the basic arithmetic mastery of students including numeracy, making Arithmetic / multiples numbers, complements especially nines and ten, and the concept of place values in numbers. The quantitative approach uses statistical tests with canonical correlation analysis to answer the relationship and influence between understanding of basic arithmetic mastery on the ability to solve math problems related to addition, subtraction, multiplication and division. From the results of the canonical weight and canonical loading function 1, it can be concluded that there is indeed a significant relationship between the dependent variate and the independent variate or basic arithmetic mastery and the students' ability to do math problems is indeed correlated together.
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII dengan Metode Guided Discovery Learning di MTs Islamiyah Kotapinang Rohani Rohani; Indah Fitria Rahma; Nurlina Ariani Hrp
JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS) Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Labuhan Batu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpms.v5i2.1472

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya meningkatkan hasil belajar siswa dengan metode guided discovery learning pada materi lingkaran kelas VIII MTs Islamiyah Kotapinang. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas. Objek Penelitian ini adalah upaya meningkatkan hasil belajar siswa dengan metode guided discovery learning pada materi lingkaran dan subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTs Swasta Islamiyah Kotapinang yang berjumlah 34 siswa. Hasil belajar matematika sebelum diterapkan metode guided discovery learning masih rendah karena dari 34 siswa yang mengikuti tes belajar awal, hanya 14 siswa yang tuntas (41,18 %). Setelah diterapkan metode guided discovery learning hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Berdasarkan tes hasil belajar siklus I, diperoleh nilai rata-rata kelas 56,47 dengan 27 siswa (79,41 %) mencapai ketuntasan belajar dan 7 siswa (20,59) belum mencapai ketuntasan belajar. Dengan melihat persentase klasikal belum mencapai ≥ 85 % maka siklus I belum mencapai ketuntasa secara klasikal. Untuk memperbaiki pelaksanaan siklus I dilaksanakan tindakan siklus II. Pada tes hasil belajar siklus II nilai rata-rata kelas 73,24 dengan 31 siswa (91,18 %) mencapai ketuntasa belajar sedangkan 3 siswa (8,82 %) belum mencapai ketuntasan belajar. Dengan melihat persentase klasikal telah mencapai ≥ 85 % maka kelas ini dapat dinyatakan tuntas secara klasikal. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat ditarik kesimpulan bahwa upaya meningkatkan hasil belajar siswa dengan metode guided discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar matematika.
Peningkatan Kreativitas Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Essay Melalui Pendekatan Pemecahan Masalah Pada Pokok Bahasan Lingkaran Kelas VIII MTs Pp Irsyadul Islamiyah Tanjung Medan Ritonga, Nur Jannah; Julyanti, Eva; Hasibuan, Rosmidah
JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS) Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Labuhan Batu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpms.v7i2.2286

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kreativitas siswa dalam menyelesaikan soal essay melalui pendekatan pemecahan masalah pada pokok bahasan lingkaran pada kelas VIII MTSS PP Irsyadul Islamiyah Tanjung Medan tahun pelajaran 2020/2021. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian quasi eksperimen kuantitatif. Responden dalam penelitian ini adalah kelas VIII MTSS PP Irsyadul Islamiyah Tanjung Medan. Dalam penelitian ini responden dikelompokkan menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Model pendekatan pemecahan masalah dengan model konvensional terhadap hasil belajar siswa digunakan untuk melihat perbandingan kreativitas siswa pada pembelajaran matematika. Desain penelitian yang digunakan dalam bentuk Posttest-Only Control Design. Teknik untuk pengumpulan data dalam penelitian adalah melalui Tes(ujian) yang diberikan kepada siswa sebelum dan sesudah penerapan perlakuan (X), Observasi, dan Dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah Uji Normalitas, Homogenitas, dan Uji paired sample t-test, dan Uji independent t-test dengan bantuan aplikasi SPSS. Berdasarkan hasil analisis data dapat diketahui adanya perbedaan antara rata-rata nilai hasil belajar siswa sebelum dan sesudah adanya penerapan dimana nilai rata-rata pre-test eksperimen adalah 58.20% dan pre-test kontrol adalah 66.80% menjadi 88.27% untuk post-test eksperimen dan 73.30% untuk post-test kontrol. Pada kelas ekperimen mengalami peningkatan sebesar 30.07%, sedangkan untuk kelas kontrol hanya mengalami peningkatan sebesar 8.50%.Adanya perbedaan hasil belajar siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol terhadap Peningkatan Kreativitas Siswa dalam Menyelesaikan Soal Essay Melalui Pendekatan Pemecahan Masalah pada Pokok Bahasan Lingkaran Kelas VIII MTsS PP Irsyadul Islamiyah dan konvensional dengan perbedaan sebesar 21.57%.
Pengaruh Pendekatan Open Ended Problems terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematika Siswa pada Materi Peluang di Kelas XI SMA Negeri 1 Rantau Utara Sri Munarsih; Lili Rohanita Hasibuan; Irmayanti Irmayanti
JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS) Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Labuhan Batu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpms.v5i1.1353

Abstract

Penelitian ini mengkaji pembelajaran dengan menggunakan pendekatan open ended Problems terhadap kemampuan berpikir kreatif matematika siswa pada materi peluang. Tujuan penelitian ini adalah (1)untuk mendeskripsikan proses pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan Open Ended Problems, (2)mengetahui seberapa besar pengaruh pendekatan Open Ended Problems terhadap kemampuan berpikir kreatif matematika siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Rantau Utara sedangkan sampel yang diambil adalah kelas XI IPA2 dan XI IPA4 Tahun Pembelajaran 2017/2018 yang masing-masing kelas sebanyak 40 siswa.Instrumen penelitian ini menggunakan tes berpikir kreatif matematika berbentuk 5 soal tes uraian dengan mengacu pada indikator kemampuan berpikir kreatif matematika dari Munandar. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata posttest kelas kontrol 71.50 dengan Standar Deviasi 9.001, nilai rata-rata posttest kelas eksperimen 75.75 dengan Standar Deviasi 8.811. Pada hasil uji t diperoleh nilai thitung sebesar 2.224 dan ttabel sebesar 1.683, maka 2.224 > 1.683 dengan tingkat signifikan 0.036 < 0.05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Maka, terdapat pengaruh pendekatan Open Ended Problems terhadap kemampuan berpikir kreatif matematika siswa. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh pendekatan Open Ended Problems terhadap kemampuan berpikir kreatif matematika siswa dan proses jawaban siswa sebelum proses pembelajaran rendah menjadi meningkat setelah diberikan pembelajaran dengan pendekatan Open Ended Problems dan hasilnya lebih baik dari pada siswa dengan pembelajaran konvensional. Pendekatan Open Ended Problems berpengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kreatif matematika siswa terutama pada aspek kelancaran dan keluwesan berpikir.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Nufus, Hayatun; Herizal, Herizal; Sahputri, Linda Dewi
JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS) Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Labuhan Batu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpms.v7i1.1943

Abstract

Matematika merupakan pelajaran wajib yang sudah diajarkan semenjak dasar hingga menengah, matematika dapat melatih dan mengembangkan kemampuan berpikir siswa. Namun, banyak siswa yang menganggap matematika adalah mata pelajaran yang sulit dipahami. Siswa cenderung menghindari bahkan takut untuk belajar matematika, sehingga menyebabkan rendahnya kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian Quasi Eksperimental Design dan rancangan penelitianThe Non equivalent Postets-Only Control Grup Design.Populasidalampenelitian ini adalah kelas VIII SMP Negeri 4 Dewantara, sementara sampelnya yaitu kelas VIII2dan VIII3dengan teknik pengambilan sampel adalah Purposive Sampling. Adapun Teknik pengumpulandatayangdigunakandalam penelitianini adalah tes kemampuanberpikirkritis matematis siswa. Analisis data yang dilakukan untuk tes kemampuan berpikir kritis matematis menggunakan uji-t karena data berdistribusi normal dan homogen. Dari hasil uji hipotesis didapatkan nilai signifikan 0,001 yang artinya tolak Ho sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berpengaruh pada kemampuan berpikir kritis matematissiswa.Mathematics is a compulsory subject that has been taught from elementary to middle school, mathematics can train and develop students' thinking skills. However, many students consider mathematics to be a difficult subject to understand. Students tend to avoid and even fear learning mathematics, resulting in low students' mathematical critical thinking skills. This study aims to determine the effect of the Problem Based Learning (PBL) learning model on student's mathematical critical thinking skills. This research uses a quantitative approach with the type of research Quasi Experimental Design and the research design of The Nonequivalent Postets-Only Control Group Design. The population in this study was class VIII SMP Negeri 4 Dewantara, while the sample was class VIII2 and VIII3 with the sampling technique using purposive sampling. The data collection technique used in this study was a test of students' mathematical critical thinking skills. The data analysis conducted for the test of mathematical critical thinking skills used the t-test because the data were normally distributed and homogeneous. From the results of the hypothesis test, it was obtained a significant value of 0.001, which means reject Ho, so it can be concluded that using the Problem Based Learning (PBL) learning model has an effect on students' mathematical critical thinking skills.

Page 11 of 36 | Total Record : 360