cover
Contact Name
Abdul Rohman
Contact Email
abdulrohman15@gmail.com
Phone
+628561717901
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Banjarsari Barat No. 1 Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Neo Teknika: Jurnal Ilmiah Teknologi
Published by Universitas Pandanaran
ISSN : 24426504     EISSN : 25027662     DOI : -
Jurnal Neo Teknika merupakan salah satu Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Teknik Universitas Pandanaran secara berkala. Kami mengundang para cendikiawan, akademisi, peneliti, praktisi dan profesional untuk memberikan sedekah pemikirannya melalui paper atau makalah yang dapat dikirimkan. Dalam Jurnal Neo Teknika membuka kesempatan kaum akademisi dan non-akademisi (praktisi) untuk menuangkan pemikirannya untuk meperkaya khasanah ilmu pengetahuan, khususnya yang berhubungan dengan Teknik. Kami berfokus pada penelitian yang berhubungan dengan berbagai disiplin ilmu yang masih memiliki pertalian atau ikatan dengan dunia Teknik.
Articles 128 Documents
KONSERVASI BADAN AIR BERKELANJUTAN SEBAGAI UPAYA KETERSEDIAAN SUMBER DAYA AIR (KABUPATEN TEMANGGUNG) Sri Subekti; Eny Apriyanti; Ummi Chasanah
Neo Teknika Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Neo Teknika Vol 5 No 2 Desember 2019
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37760/neoteknika.v5i2.1424

Abstract

Pertumbuhan jumlah penduduk pada setiap tahunnya nantinya dapat berpengaruh terhadap kebutuhanjumlah air bersih sebagai sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Demikian juga dengan peningkatanluasan kawasan peruntukkan industri yang semakin meningkat maka kebutuhan air bersih untuk industridengan pendekatan perhitungan kebutuhan dari jumlah pekerja industri akan meningkat juga.Metodologi yang digunakan adalah dengan proyeksi pertambahan penduduk, peningkatan penggunaanair baik untuk kegiatan usaha maupun masyarakat pada umumnya.Kebutuhan air di Kabupaten Temanggung mengalami peningkatan setiap tahunnya. Dengan kondisiseperti ini maka diperlukan suatu kegiatan untuk melakukan konservasi sumber daya air sebagai upayauntuk pemeliharaan yang berkelanjutan. Dengan penerapan efisiensi penggunaan air dalam pertaniansampai dengan 30% maka kebutuhan air secara total dapat turun sebanyak 0,36 milyar m3/tahun sehinggadaya dukung air dapat dinaikkan menjadi 1,24 atau surplus sebesar 0,26 milyar m3. Skenario penerapanefisiensi penggunaan air pada pertanian juga dapat meningkatkan daya dukung air Kabupaten Temanggungsampai tahun 2030.Dari kajian di atas dapat diambil suatu simpulan yaitu kebijakan pengelolaan sumber daya air, polapengelolaan sumber daya air, konservasi air tanah yang berkelanjutan sebagai upaya menjaga kuantitas dankualitas, perlunya suatu kajian dan pemahaman tentang sifat-sifat, karakteristik air, perlunya melibatkanmasyarakat untuk mengelola DAS.Kata kunci: konservasi berkelanujtan ketersediaan sumber daya air
ANALISIS PROYEKSI KEBUTUHAN AIR PADA SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM REGIONAL KOTA TARAKAN DAN KABUPATEN BULUNGAN Niyar Candra Agustin; Widi Astuti; Eny Apriyanti
Neo Teknika Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Neo Teknika Vol.3 No.2 Desember 2017
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37760/neoteknika.v3i2.1419

Abstract

Pengembangan dan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat akan meyebabkan kebutuhanakan air bersih meningkat. Dalam rangka memenuhi kebutuhan air bersih yang semakin meningkat, dimana debit sumber air yang mengalami penurunan tiap tahunnya maka PDAM Kota Tarakan perlumengkaji kembali kebutuhan air bersihnya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis proyeksi untukkebutuhan air di Kota Tarakan dan kabupaten Bulungan. Proyeksi jumlah penduduk dianalisismenggunakan metode geometrik. Berdasarkan hasil analisis, proyeksi kebutuhan air rata-rata di KotaTarakan hingga tahun 2036 sebanyak 1282 liter/detik terdiri dari kebutuhan air domestik sebesar854,58 liter/detik, kebutuhan air non domestik sebesar 213,64 liter/detik, proyeksi kehilangan airsebesar 213,64 liter/detik. Kebutuhan air baku di Kota Tarakan hingga tahun 2036 sebanyak 899,69liter/detik. Sedangkan proyeksi kebutuhan air rata-rata di Kabupaten Bulungan hingga tahun 2036sebanyak 92, 74 liter/detik terdiri dari kebutuhan air domestik sebesar 63,96 liter/detik, kebutuhan airnon domestic sebesar15,99 liter/detik dan proyeksi kehilangan air sebesar 12,79 liter/detik..Kebutuhan air baku di Kabupaten Bulungan hingga tahun 2036 sebanyak 98,37 liter/detikKata kunci: proyeksi; kebutuhan air; pertambahan penduduk; Tarakan; Bulungan
KONSEP CITRA KOTA PADA KAWASAN KOTA LAMA SEMARANG Choirul Amin; Okky Wahyu Saputra; Ahmad Nurudin
Neo Teknika Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Neo Teknika Vol 5 No 2 Desember 2019
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37760/neoteknika.v5i2.1425

Abstract

Konsep Citra Kota merupakan salah satu teori yang diciptakan oleh Kevin Lynch dalamperancangan suatu kota. Teori ini bertujuan untuk memperkuat image atau citra dari sebuah kota itusendiri dengan 5 teori elemen path, edge, district, node dan landmark.Kawasan kota lama Semarang merupakan kawasan yang terdiri dari empat karakteristik yangunik yaitu Kampung Melayu, Kota Lama Belanda, Kauman dan Pecinan dan memiliki sejarah dalamperkembangan kota Semarang.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan membuktikan bahwa konsep citra kota yangdikemukan oleh Kevin lynch dapat memperkuat image dari karakteristik ke empat kawasan tersebutsesuai dengan ciri masing masing dalam satu kesatuan kawasan kota lama SemarangPeneliti melakukan analisa data yang didapatkan melalui peta kota lama Semarang saat inikemudian dilakukan analisa menggunakan 5 teori citra kota milik Kevin Lynch yakni Path ( jalur ),Edge ( batas ), District ( kawasan ), Node ( simpul ) dan Landmark ( tetenger ).Kata kunci: Konsep Citra Kota, Kawasan Kota Lama Semarang
IDENTIFIKASI BARANG ELEKTRONIK BEKAS DI KOTA SEMARANG Widi Astuti; Anief Rufiyanto
Neo Teknika Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Neo Teknika Vol.3 No.2 Desember 2017
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37760/neoteknika.v3i2.1420

Abstract

su global saat ini, E-Waste merupakan masalah yang berpotensi timbul diberbagai belahan dunia, termasukdi negara berkembang. Daur ulang E Waste di Indonesia berlangsung secara unik, dimana fokus perhatianadalah terhadap komponen E Product yang sangat tinggi sehingga life time (masa pakai) komponennyabertambah lama atau end-of-life menjadi panjang. Hasil penelitian di Kota Semarang, 98,7% masyarakatnyamemperlakukan barang elektronik rusak dengan memperbaikinya di jasa servis. Studi ini bertujuanmengidentifikasi jasa servis di Kota Semarang dan perannya pada daur ulang limbah elektronik secarainformal. Pengamatan dilakukan dengan pengambilan sampel jasa servis berdasarkan karakteristik skalausaha, penyebaran wilayah, lama beroperasi, layanan yang diberikan, ada tidaknya sisa limbah yang terbuangdan pengetahuan tentang E Waste. Dari 50 sampel jasa servis yang ada di Kota Semarang, 86,45% merekaberskala usaha kecil sampai dengan menengah, yang tersebar di Semarang yang terletak di komplekpertokoan Simpang Lima, Pasar Johar, Citarum, kompleks pertokoan Mataram, kawasan Jalan Kokrosonodan kawasan Jalan Barito serta Tembalang. Rata-rata waktu beroperasi antara 2 – 4 tahun dan sebagian besar(78,8%) tidak ada limbah yang terbuang karena dapat dimanfaatkan kembali. Mayoritas responden jasa servis(80,2%) tidak mengetahui apa yang dilakukan dapat memperpanjang aliran limbah yang berbahaya dilingkungan.Kata kunci : identifikasi, E Waste, jasa servis, daur ulang
MAKING NATA DE CASSAVA FROM RENGGINANG LIQUID WASTE USING ACETOBACTER XYLIUM Ahmad Shobib; Ery Fatarina; Jamal Adi Prasetiyo
Neo Teknika Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Neo Teknika Vol 5 No 2 Desember 2019
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37760/neoteknika.v5i2.1426

Abstract

Processed cassava liquid waste in Nyamok Village causes a decrease in water quality with amarked unpleasant odor. The liquid waste comes from the washing process of raw materials andstarch deposited water containing starch. Glucose in cassava liquid waste can be a source of energyfor Acetobacter Xylinum to form cellulose called nata de cassava. This study examines the potential ofRengginang UKM liquid waste as a substrate / raw material for making nata de cassava as a newmaterial.Based on previous research, it was obtained optimization of various percentages of sugar(carbon source) and urea (nitrogen source). Therefore, this study aims to determine the optimizationof the percentage of sugar and urea given in fermentation by evaluating, among others, the test watercontent (moisture content), tensile strength test and elongation. The study was conducted with wastepreparation and processed into nata de cassava with variations of sugar and urea for 8 days offermentation. Wet nata de cassava thickness is measured to determine the optimal recipe. Thefermentation optimization results measured moisture content, dried and tested the tensile strength andelongation. The data obtained were tested statistically with two-way ANOVA. The results showed thatsugar and urea are very influential in the process of bacterial cellulose formation based on anova test,namely F Fc (11.8 2.9). The optimum conditions obtained are the addition of sugar 15 grams / Land urea 2 grams / L, with a thickness of 12.1 mm. Moisture content value of 97.97%, tensile strengthof 14.31 N/mm2 and elongation at 3.83%.Keyword: Nata de cassava, Urea,Sugar,Moisture content, Mensile strengt
PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG BARANG ELEKTRONIK BEKAS (E WASTE) DI KOTA SEMARANG Anief Rufiyanto; Widi Astuti
Neo Teknika Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Neo Teknika Vol.3 No.2 Desember 2017
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37760/neoteknika.v3i2.1421

Abstract

Indonesian is one of the largest consumers of home electronics in Asia. It is thereforeconceivable that in the next few years Indonesian will experience E-Waste booming. Thisdoes not include the amount of E-Waste entering Indonesian illegally from somedeveloped countries. From the results of a preliminary survey conducted by the BCRCSEA Jakarta in 2007, compared to other developing countries in Southeast Asia, peopleawareness towards the problems of E-Waste in Indonesian is relatively left behind. Thisstudy attempts to analyze public perceptions and behavior towards waste and the factorsthat influence waste management in Semarang. This study also tries to find out how muchthe public’s willingness to engage in recycling electronic waste. The findings showed thatpublic perception in Semarang toward E-Waste and its recycling considered low. Whilemost of respondents preferred to get service and reparation for their out of orderelectronics. Respondents argued that E-Waste recycling will merely benefit certainparties. It also due to respondents’ low knowledge on E-Waste and its recycling. Mostrespondents, however, stated that they were ready to participate in recycling E-Waste,with expenditure around Rp5,000,- up to Rp10,000,-. From the study results, demograficvariable influenced respondents’ perception and behavior, though it was insignificant.Whereas factors that shaped and influenced public’s willingness in Kota Semarang to beinvolved in E-Waste recycling was respondent’s assessment concerned to currentenvironmental condition, public perception and behavior toward E-Waste dan itsrecycling effort, the cost in carrying out E-Waste recycle process, and their knowledgeabout E-Waste and its recycle possibility.Key Word : E-Waste, recycle, perception and behavior, willingnes
UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS LINGKUNGAN HIDUP HULU SUNGAI SELATAN KALIMANTAN SELATAN Sri Subekti; Eny Apriyati; Shintawati Shintawati
Neo Teknika Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Neo Teknika Vol.3 No.2 Desember 2017
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37760/neoteknika.v3i2.1422

Abstract

Meningkatkan kualitas lingkungan hidup menjadi penting tujuan dari upaya pengelolaan lingkunganhidup ini adalah mengingat kerusakan lingkungan hidup mulai berdampak dalam skala lokal danberkontribusi terhadap skala global. Tujuan Pengelolaan Lingkungan Hidup adalah menyajikan data daninformasi sebagai referensi utama dalam pengambilan kebijakan, perencanaan, penelitian, pembelajarandan pengetahuan atau wawasan pada umumnya Metodologi yang digunakan adalah menggunakan metodeParticipatory Approaches and Expert Opinion. Isu-isu lingkungan hidup diperoleh melaluipengumpulan informasi yang dilakukan oleh kelompok pemangku kepentingan (stakeholder) danpendapat pakar (expert opinion) melalui forum Focus Group Discussion(FGD). Dari permasalahan di atasdan sebagai upaya pengelolaan lingkungan maka simpulan yang dihasilkan adalah: 1. Masih adanyapenggunaan air sungai untuk kegiatan Mandi Cuci Kakus (MCK) sehingga diperlukan suatu upaya untuk/mengurangi pemakaian air sungai untuk aktivitas MCK, atau dengan kata lain menghapuskan ataumengurangi jumlah jamban di atas sungai. Menghimbau masyarakat untuk tidak lagi membangun/menggunakan jamban di atas sungai, dan menghimbau masyarakat yang tinggal di daerah sempadan sungaiuntuk membangun fasilitas MCK dengan menggunakan septic tank, ataupun IPAL komunal.Mengurangi/menghentikan kebiasaan masyarakat untuk membuang limbah baik limbah padat maupun limbahcair ke sungai. Menghimbau masyarakat, khususnya petani untuk menggunakan pupuk kimia/buatan secaralebih bijaksana, atau sesuai dengan keperluan dan tidak berlebihan. Bahkan, jika memungkinkan, menggantipupuk kimia dengan pupuk alami seperti pupuk kandang atau kompos.Kata kunci : pengelolaan, peningkatan, kualitas, lingkungan
PENERAPAN KESEHATAN KESELAMATAN KERJA DALAM MANAJEMEN PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI DI PEMBANGUNAN GEDUNG RUMAH SAKIT Sri Kiswati; Ummi Chasanah
Neo Teknika Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Neo Teknika Vol 5 No 2 Desember 2019
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37760/neoteknika.v5i2.1423

Abstract

Penerapan kesadaran Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) banyak menyita perhatian berbagai organisasisegala bidang, karena mencakup permasalahan segi prikemanusiaan, biaya dan manfaat ekonomi, aspekhukum, pertanggung jawaban serta citra organisasi itu sendiri. Proses pembangunan proyek konstruksiumumnya merupakan kegiatan yang mengandung unsur bahaya, sehingga hal kesehatan dan keselamatanKerja perlu diperhatikan dan di kelola secara khusus. Dalam pelaksanaan konstruksi sering kali K3 kurangdiperhatikan oleh pekerja. Kesadaran penerapan tertib K3 pada Pelaksanaan Konstruksi sudah berjalan cukupbaik dengan adanya jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek) bagi para pekerja proyek yang merupakanperhatian yang diberikan perusahaan kepada para pekerja yang sesuai dengan aturan yang berlaku. Walaupunsecara teknis masih terdapat beberapa kekurangan. Diantaranya belum tersedianya tenaga profesionaldibidang K3, sifat pekerja lebih memilih tidak menggunakan Alat Pelindung Diri dan lebih memilih bekerjaberdasarkan pengalaman dan mengabaikan K3, tidak adanya pelatihan khusus mengenai K3 kepada parapekerja serta tidak adanya pengawasan langsung dari pihak pemerintah terhadap pelaksanaan K3 dilokasipelaksanaan pembangunan. Proyek konstruksi memiliki sifat yang khas, diantaranya adalah tempat kerjanyadi ruang terbuka yang dipengaruhi cuaca, jangka waktu pekerjaan terbatas, menggunakan pekerja denganberbagai macam karakterdan terkadang pekerja kurang peduli, kurang sadar akan pentingnya K3.Kata kunci : Penerapan K3, Manajemen Pelaksanaan, Konstruksi, Rumah Sakit
KAJIAN LOCAL GENIUS ARSITEKTUR KAMPUNG NAGA TERHADAP SUSTAINABLE ARCHITECTURE Taufiq Rizza Nuzuluddin; Tri Susetyo Andadari
Neo Teknika Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Neo Teknika Vol.3 No.2 Desember 2017
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37760/neoteknika.v3i2.1415

Abstract

Indonesia memiliki banyak arsitektur tradisional yang sampai saat ini keberadaannya masihbertahan di tengah gempuran arus teknologi. Bertahannya arsitektur tradisional tersebut karena kesadaranmasyarakat setempat untuk tetap memelihara ke-local genius-an yang terkandung pada masing-masingarsitektur tradisional tersebut. Disisi lain, arsitektur tradisional selau dikaitkan dengan kesederhananaan,penyatuan dengan alam dan keramahan lingkungan yang dalam istilah ilmiahnya disebut sustainablearchitecture. Kampung Naga yang terletak di wilayah Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, KabupatenTasikmalaya, Jawa Barat memiliki local genius. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalamhubungan keterkaitan ke-local genius-an dengan sustainable architecture pada perkampungan KampungNaga. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif dengan data yang didapatkandari observasi langsung pada perkampungan Kampung Naga, wawancara dengan beberapa respondenpenghuni perkambungan Kampung Naga dan studi literatur terkait local genius dan sustainablearchitecture. Hasil kajian akhir menunjukkan adanya hubungan yang selaras antara local genius dansustainable architecture pada perkampungan Kampung Naga.Hidup selaras dengan alam adalah carabertahan masyarakat Kampung Naga terhadap permasalahan yang ada. Kesederhanaan, kebersamaan danmenghormati leluhur, sebagai local genius masyarakat Kampung Naga, dijadikan sebagai dasar danlandasan dalam bermasyarakat, baik dalam hubungan antar manusia, manusia dengan alam, maupunmanusia dengan Sang Penciptanya.Keyword : Local genius, Kampung Naga, Sustainabe architecture
KAJIAN PERENCANAAN REHABILITASI MANGROVE DI KOTABARU Kasman Kasman; Widi Astuti
Neo Teknika Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Neo Teknika Vol 6 No.1 Juni 2020
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37760/neoteknika.v6i1.1454

Abstract

Kawasan pesisir merupakan kawasan yang rentan terhadap kerusakan baik kerusakan ekosistem, maupun kerusakan fisik pantai. Kerusakan pesisir dapat diakibatkan oleh faktor alam seperti bencana dan gelombang besar,akan tetapi tekanan penduduk dan perekonomian memperparah kerusakan alami yang terjadi sehingga wilayah pesisir semakin terdegradasi. Selama ini kegiatan penanganan yang dilakukan masih belum optimal akibat masih rendahnya kesadaran stakeholder yang terkait dalam pelaksanaan maupun pemeliharaan.Salah satu permasalahan dalam pelaksanaan rehabilitasi adalah kurang tepatnya perencanaan seperti kurang tepatnya pemilihan lokasi, kesalahan pemilihan jenis bibit yang sesuai dengan kondisi substrat, metoda penanaman yang tidak atau kurang sesuai dan belum adanya kelompok masyarakat yang berkomitmen untuk tetap menjaga dan memelihara mangrove yang telah di rehabilitasi. Dalam kajian ini, lokasi rehabilitasi yang dipilih berdasarkan kriteria yang telah ditentukan terletak pada satu desa, yaitu Desa salino, Kecamatan Pulau Laut Tengah. Berdasarkan kondisi biogeofisik maka lokasi yang telah ditentukan sesuai untuk dilakukan penanaman mangrove dengan persayaratan tertentu dalam pemilihan jenis mangrove dan perlakuan persiapan terhadap lahan rehabilitasi. Teknik rehabilitasi yang dilakukan berdasarkan arah pembangunan, pola ruang, dan pemanfaatan wilayah (baik darat dan laut) di waktu yang akan datang dengan membuat blok-blok penanaman yang disesuaikan dengan kondisi substrat, kontur tanah, dan bentuk garis pantai. Penanaman menggunakan dua jenis mangrove yaitu Avicennia dan Rhizophora, dengan posisi terhadap laut, Avicennia terlebih dahulu kemudian Rhizophora. Jarak tanam untuk Avicennia 1,5 x 1,5 m2dan Rhizophora berjarak tanam 1x1 m2. Penanaman menggunakan sarana pendukung yaitu pagar pelindung, pagar pembatas, dan ajir.Kata kunci :  perencanaan rehabilitasi, teknik rehabilitasi, metode penanaman, jenis-jenis mangrove.

Page 7 of 13 | Total Record : 128