JPAK: Jurnal Pendidikan Agama Katolik
Journal of Catholic Religion Education (JPAK) is a scientific communication media intended to accommodate the results of research, study results, or scientific studies related to Catholic Religious Education as a form of contribution to STKIP Widya Yuwana for the development of Catholic Religious Education in general. Journal of Catholic Religion Education (JPAK) is published by the STKIP Research Institute Widya Yuwana. Publish twice a year (April and October).
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5 No 3 (2011): April 2011"
:
10 Documents
clear
GLOBALISASI EKONOMI DAN PEMISKINAN MASYARAKAT: BAGAIMANA INSTITUSI AGAMA MERESPONNYA
Ola Rongan Wilhelmus
Bahasa Indonesia Vol 5 No 3 (2011): April 2011
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2026.997 KB)
|
DOI: 10.34150/jpak.v5i3.111
Globalisasi ekonomi dan pasar bebas merupakan di satu pihak sumber kekayaan bagi pemilik modal besar dan mereka yang memiliki akses kekuasaan, di pihak lain globalisasi menjadi sumber pemiskinan dan malapetaka bagi kebanyakan keluarga dan masyarakat kecil. Sadar akan kenyataan ini, para intelektual negara-negara berkembang sepakat bahwa globalisasi ekonomi merupakan mesin kapitalis yang memproduksi kemiskinan global karena telah merampas sebagian besar dari kekayaan dunia untuk segelintir orang. Peningkatan mutu kehidupan sosial ekonomi, pendidikan dan kesehatan masyarakat serta upaya mencari solusi atas masalah kemiskinan akibat kebijakan ekonomi global dan pasar bebas ini merupakan bagian dari misi profetis dan tanggung jawab semua agama dan umat beriman. Agama Katolik sebagai suatu institusi sosial di tengah mayarakat dunia mempunyai tugas dan tanggung jawab profetik untuk membela dan membebaskan keluarga dan masyarakat yang kurang beruntung dari kemiskinan dan ketertindasan melalui bantuan karitatif maupun pemberdayaan sosial ekonomi, politik, kesehatan dan lain-lain.
KELUARGA KRISTIANI DAN RELASI PERSAUDARAAN DALAM DINAMIKA TEKNOLOGI KOMUNIKASI
Jacobus Salesius Wibawa Singgih
Bahasa Indonesia Vol 5 No 3 (2011): April 2011
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4661.009 KB)
Perkembangan teknologi komunikasi yang berbasis elektronik mengakibatkan dunia saat ini berubah bentuk menjadi sebuah desa global. Dalam desa globalini, identitas manusia akan bergeser dari identitas individualistis dan fragmentaris kepada individu kolektif. Jejaring komunikasi global di satu sisi telah mengkondisikan hampir setiap penduduk bumi termasuk keluarga-keluarga Kristen untuk memanfaatkan jejaring komunikasi sebagai sarana pengembangandiri, keluarga, relasi sosial dan persaudaraan. Di sisi lain, kemajuan ini juga mengakibatkan tidak sedikit perselisihan faham tentang isu dan persoalan terkaitdengan iman dan kemanusiaan yang tersebar luas karena bantuan komunikasi global. Sadar akan hal ini maka, keluarga-keluarga Kristen dituntut mengambilsikap yang tepat dalam menggunakan jasa komunikasi global. Sikap yang tepat terletak pada usaha menjadikan media sebagai sumber dukungan, stimulusdan inspirasi untuk menjadikan setiap keluarga Kristen sebagai bagian dari komunitas iman dan cinta kasih Kristian.
KELUARGA MENJADI SEMINARI DASAR BAGI PANGGILAN IMAM DAN HIDUP MEMBIARA
Agustinus Supriyadi
Bahasa Indonesia Vol 5 No 3 (2011): April 2011
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1905.214 KB)
|
DOI: 10.34150/jpak.v5i3.113
Kelimpahan material menjadi satu-satunya cita-cita yang musti dikejar selama hidup oleh kebanyakan orang dan keluarga saat ini. Kehausan untuk memiliki materi, tidak jarang mengakibatkan prioritas pengembangan jatidiri sebagai umat beriman diabaikan. Relasi dan penghormatan antar pribadi dihidupi bukan menurut logika memberi atau berkorban dengan besar hati, melainkan menurut logika hasrat menguasi dan memiliki yang berakar pada kecenderungan cinta diri. Di tengah-tengah kehidupan masyarakat yang demikian, kita patut bertanya: masih adakah harapan akan tumbuh dan berkembangnya panggilan untuk hidup membiara atau menjadi imam dalam diri kaum muda yang lahir dan besar di tengah keluarga Kristen?
KELUARGA DAN EKARISTI
Don Bosco Karnan Ardijanto
Bahasa Indonesia Vol 5 No 3 (2011): April 2011
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1302.259 KB)
|
DOI: 10.34150/jpak.v5i3.114
Modernisasi membawa berkat tetapi juga ancaman pada saat yang sama. Di satu sisi, modernisasi meningkatkan taraf hidup, pendidikan dan kesehatan manusia. Di sisi lain, modernisasi mengakibatkan manusia mengalami keterpecahan diri, melahirkan mentalitas dan orientasi hidup yang cenderung mendewakan uang, pangkat, jabatan, dll. Modernisasi berdampak buruk terhadap kehidupan keluarga Kristiani dan Perayaan Ekaristi.
TUHAN, AJARLAH KAMI BERDOA: MERENUNGKAN KASIH TUHAN DI TENGAH KEDUKAAN DAN KECEMASAN KELUARGA
Yuventius Fusi Nusantoro
Bahasa Indonesia Vol 5 No 3 (2011): April 2011
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2639.692 KB)
Kesengsaraan yang diakibatkan oleh alam maupun manusia merupakan bagian dari hidup manusia dan keluarga. Kesadaran atas realitas ini sepatutnyamendorong kita untuk terus merenungkan keyakinan dasar Kristiani bahwa Allah adalah kasih dan tetap solider dengan sesama yang tengah mengalami kesulitan hidup. Iman akan solidaritas Allah kepada manusia dan keluarga yang menderita merupakan pondasi penting agar kita tidak hanyut di dalam keputusasaan dan kesulitan hidup. Melalui doa manusia dapat mengalami penyertaan dan kasih Allah dalam hidup sehari-hari.
KETAHANAN IMAN KELUARGA KATOLUK YANG DALAM ARUS GLOBALISASI JAMAN INI
Andreas Suparto
Bahasa Indonesia Vol 5 No 3 (2011): April 2011
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (6081.31 KB)
Perubahan dan perkembangan dunia sangat diwamai oleh arus besar globalisasi. Dalam arus ini, berita lnjil tentang kerajaan Allah yang memerdekan danmenyelamatkan manusia terus dimaklumkan hingga menerobos perubahan dan perkembangan jaman. Demi kesuksesan pewartaan ini, umat basis (paguyuban) sebagai murid Kristus perlu berjuang terus mewujudkan Kerajaan Allah yang memerdekakan, menguduskan dan menyelamatkan setiap orang dan seluruh alam semesta dari kerakusan, kekerasan, penindasan, penipuan dan kemiskimnan. Tugas keluarga Katolik ialah membangun diri menjadi habitus baru atau basis kehidupan iman anak, remaja serta kaum muda. Habitus ini bisa tercipta melalui gerakkan membangun hidup menggereja bagi keluarga-keluarga Katolik yang kredibel, transparan dan akuntabel. Gerakkan seperti ini perlu didukung oleh para pemimpin umat yang berwawasan luas, kaum profesional dan semua umat beriman Katolik yang siap memberi pelayanan integratif terhadap kebutuhan spiritual, ekonomi, kesehatan dan pendidikan keluarga, terutamakeluarga-keluarga kecil dan lemah.
NARKOBA DAN AKAR TANGGUNG JAWAB KELUARGA
Hipolitus Kristoforus Kewuel
Bahasa Indonesia Vol 5 No 3 (2011): April 2011
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2967.029 KB)
Salah satu penyebab utama orang kecanduan narkoba dapat ditelusuri dari pola hubungan seseorang dengan ibunya. Secara emosional, para pecandu pada umumnya masih labil, belum dewasa atau matang pribadinya. Mengapa narkoba demikian ganas merasuki sendi-sendi kehidupan manusia? Narkoba berawal dari mana? Dosa siapa? Mungkinkah akar persoalan narkoba ada pada tanggung jawab keluarga? Tulisan ini mencoba menganalisis dan menjawab pertanyaan-pertanyaan sekitar narkoba.
KELUARGA DAN PENDIDIKAN IMAN ANAK DI ERA GLOBALISASI
Antonius Tse
Bahasa Indonesia Vol 5 No 3 (2011): April 2011
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1733.072 KB)
Keluarga merupakan akar kehidupan Gereja, masyarakat, dan bangsa manusia. Hidup keluarga merupakan suatu bentuk kehidupan yang memancarkan nuansa surgawi di bumi. Gereja Katolik telah memaknai keluarga Kristiani sebagai Gereja kecil atau Gereja rumah tangga di mana warisan iman Kristen diajarkan, dihayati dan amalkan. Salah satu ancaman terhadap posisi keluarga sebagai tempat pendidikan dan penghayatan iman ialah globalisasi, khususnya teknologi komunikasi global. Kemajuan teknologi komunikasi global membuka peluang selebar-lebarnya bagi setiap orang untuk mengakses berbagai informasi baik untuk kemajuan karier, perkembangan pribadi dan iman, ataupun sebaliknya menghambat dan menghancurkan kepribadian, iman dan harapan seseorang. Menyadari tantangan globalisasi ini, keluarga Katolik hendaknya menjadi tempat utama bagi pendidikan iman, sarana pengudusan danpenyucian hidup anak dan setiap anggota keluarga. Di dalam keluarga ini, orang tua mendidik dan menanamkan nilai-nilai iman kepada anak-anak lewat kata-kata dan teladan hidup sehari-hari.
KELUARGA BERENCANA DAN PRAKTEK KB DALAM KELUARGA KATOLIK
Antonius Virdei Eresto Gaudiawan
Bahasa Indonesia Vol 5 No 3 (2011): April 2011
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2024.235 KB)
|
DOI: 10.34150/jpak.v5i3.119
Keturunan merupakan karunia yang sangat diharapkan dan bahkan menjadi tujuan perkawinan itu sendiri. Akan tetapi, sebagai kelanjutan dari keturunan, magisterium Gereja menekankan pentingnya pendidikan anak. Orang tua hendaknya berusaha sekuat tenaga untuk memelihara, mendidik dan merawat anak tersebut. Dalam rangka peningkatan pendidikan anak, pemerintah telah menjalankan berbagai program keluarga berencana sebagai upaya konkrit merencanakan dan mengelola kehidupan keluarga secara bertanggungjawab sehingga setiap anggota keluarga bisa berkembang sebagai manusia seutuhnya. Bagaimana sikap dan pandangan Gereja tentang Keluarga Berencana? Artikel ini akan memberi jawaban.
"ASRAMA DAN PONDOK PESANTREN SEBAGI MODEL PENDIDIKAN BERWAWASAN MULTIKULTURAL"
Rosarius Anton Trinendyantoro
Bahasa Indonesia Vol 5 No 3 (2011): April 2011
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (6191.765 KB)
Kemajuan pesat dalam bidang teknologi yang berwujud transportasi dan komunikasi mempercepat tersebar dan berjumpanya beragam konsep, pola pikir, mentalitas, perilaku, serta nilai -nilai menembus batas-batas geografis. Keragaman ini jika tidak terolah dengan baik akan memudahkan terjadinya berbagai konflik sosial. Untuk itu sudah saatnya konsep pendidikan berwawasan multikultural dipromosikan. Dengan konsep pendidikan berwawasan multikultural diharapkan dapat mendorong tumbuhnya semangat saling pengertian, saling menghargai, saling menghormati antar anggota masyarakat demi terciptanya kehidupan bersama yang rukun dan damai. Caranya, diantaranya adalah dengan memberdayakan kelompok-kelompok atau lembaga-lembaga sosial yang ada dalam masyarakat misalnya pusat-pusat pembinaan generasi muda seperti asrama-asrama dan pondok-pondok pesantren.