cover
Contact Name
Era Triana
Contact Email
-
Phone
+628116616456
Journal Mail Official
rekayasa_ftsp@bunghatta.ac.id
Editorial Address
Sekretariat Jurnal Rekayasa Gedung G Lantai 3 Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Bung Hatta, Jl. Sumatera Ulak Karang, Padang 25133 Sumatera Barat, Indonesia
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL REKAYASA
Published by Universitas Bung Hatta
ISSN : 14120151     EISSN : 26229455     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Rekayasa is a open access journal focusing on the scientific work of lecturers/academics, practitioners and professionals to the study of civil engineering, architecture, quantity surveying, urban and regional planning issues. This journal discusses issues relating to sustainability in the economic, social, environmental, and institutional dimensions of urban development and planning in Indonesia and throughout the world.
Articles 113 Documents
IDENTIFIKASI PENYIMPANGAN PENGGUNAAN LAHAN DAN POLA RUANG (Studi Kasus Kecamatan Koto Tangah) Nori Yusri
JURNAL REKAYASA Vol 7 No 2 (2017): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1810.606 KB)

Abstract

Mengidentifikasi perubahan penggunaan lahan dan pola ruang di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Dipilihnya Kecamatan Koto Tangah sebagai studi kasus karena merupakan kecamatan yang letak nya sangat strategis yaitu berbatasan langsung dengan Kabupaten Padang Pariaman serta sebagai pintu gerbang Kota Padang dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) yang perkembangan pembangunannya sangat pesat. Keterbatasan lahan dan pertumbuhan yang cukup cepat telah memacu perubahan penggunaan lahan yang tidak jarang terjadi ketidaksesuaian/inkonsistensi terhadap Rencana Pola Ruang dalam RTRW. Metode yang digunakan pengumpulan data/survey dalam proses penelitian ini meliputi pengumpulan data, baik bersifat kualitatif maupun kuantitatif terhadap aspek-aspek yang berhubungan dengan penyimpangan penggunaan lahan dan pola ruang. Data-data tersebut diperoleh melalui data sekunder (instansional), data primer (wawancara dan kuesioner) serta melalui pengamatan langsung di lapangan. Menganalisis potensi dan masalah yang ada di Kecamatan Koto Tangah yang ada berdasarkan hasil survei lapangan baik wawancara maupun pengamatan, analisis penggunaan lahan di Kecamatan Koto Tangah menggunakan software Arcgis dengan cara meng-overlay peta citra satelit pada tahun 2006, 2011, dan 2016 kemudian dicocokkan dengan peta citra Google Earth untuk validasinya.Analisis faktor penyebab ketidak sesuaian penggunaan lahan yaitu adanya perubahan yang terjadi didaerah penelitian umumnya perubahan terbesar terjadi dari lahan sawah ke pemukiman. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perubahan penggunaan lahan yaitu faktor alamiah dan faktor sosial.
PENGARUH KEMAMPUAN PENGUASAAN KOMPUTER TERHADAP EKSPLORASI DISAIN MAHASISWA Studi Kasus: Peserta Studio Akhir Arsitektur Universitas Bung Hatta Red Savitra; Rini Afrimayetti
JURNAL REKAYASA Vol 7 No 2 (2017): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1798.078 KB)

Abstract

Penguasaan alat menggambar bagi mahasiswa arsitektur sepertinya sudah menjadi sebuah keharusan, dengan asumsi bahwa penguasaan tersebut akan mempermudah dan memperlancar eksplorasi disain dalam proses pembelajaran. Namun di sisi lain diprediksi bahwa kemampuan penguasaan komputer tidak banyak membantu mahasiswa dalam mengeksplorasi disain. Hal itu disebabkan karena penguasaan teknis perangkat lunak yang tidak memadai. Penelitian ini menelusuri sejauh mana kemampuan penguasaan perangkat lunak membantu mahasiswa dapat mengeksplorasi disain dan meningkatkan kualitas disain mahasiswa. Dengan metode deskriptif kuantitatif melalui penjaringan informasi dari peserta Studio Akhir Arsitektur, diharapkan akan di dapat sejauh mana penguasaan perangkat lunak membantu mahasiswa dalam proses disain.
FAKTOR PENYEBAB PENINGKATAN BIAYA MATERIAL PADA PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI DI SUMATERA BARAT Embun Sari Ayu
JURNAL REKAYASA Vol 7 No 2 (2017): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (984.776 KB)

Abstract

Dalam pelaksanaan proyek konstruksi sering terjadi peningkatan biaya yang disebabkan antara lain oleh material, tenaga kerja, peralatan, subkontraktor, kondisi umum dan overhead. Material merupakan komponen biaya yang paling besar pada pelaksanaan proyek konstruksi, sehingga material menjadi elemen penting dalam pengendalian biaya proyek. Pada manajemen material, pembelian material merupakan faktor yang mempunyai pengaruh cukup besar terhadap besar kecilnya harga material. Pengendalian biaya proyek terhadap terjadinya peningkatan biaya yang disebabkan oleh kurang baiknya pembelian material, dapat dilakukan dengan tindakan koreksi terhadap penyebab terjadinya peningkatan biaya tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya peningkatan biaya material dan melakukan rekomendasi tindakan koreksi terhadap peningkatan biaya tersebut. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner dan wawancara terstruktur terhadap pelaku proyek konstruksi, yang ditargetkan untuk kontraktor yang melakukan pekerjaan proyek bangunan gedung bertingkat di Sumatera Barat. Dengan menggunakan cara yang efektif, diharapkan semua efek negatif dari risiko peningkatan biaya material dapat diminimalisir.
PENGELOMPOKAN PERMUKIMAN KUMUH KOTA PADANG BERDASARKAN PERMEN PUPR NO. 2/PRT/M/2016 Rini Asmariati
JURNAL REKAYASA Vol 7 No 2 (2017): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1629.056 KB)

Abstract

Pengelompokan permukiman kumuh di Kota Padang berawal dari dikeluarkannya SK Walikota Padang tentang Lokasi Lingkungan Perumahan dan Permukiman Kumuh Kota Padang dan adanya target dari pemerintah pusat yang tertuang dalam RPJMN 2015-2019 untuk 100-0-100, dimana target pemerintah adalah 100% akses air minum, 0% kawasan permukiman kumuh, dan 100% akses sanitasi layak. Dengan adanya program ini, diharapkan terciptanya Kota Padang bebas kumuh ditahun 2019. Berdasarkan PERMEN PUPR Nomor 2/PRT/M/2016 Tentang Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh Dan Permukiman Kumuh ada 7 indikator penetapan kawasan kumuh. 7 indikator tersebut meliputi Bangunan Gedung, Jalan Lingkungan, Penyediaan Air Minum, Drainase Lingkungan, Pengelolaan Air Limbah, Persampahan dan Proteksi Kebakaran. Di penelitian ini penulis ingin mengelompokkan permukiman kumuh berdasarkan tipologi permukiman, kategori kekumuhan dan urutan penanganan dari 7 indikator. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah penelitian kasus (case study) dengan menilai kawasan kumuh yang ada di Kota Padang berdasarkan 7 indikator yang tertuang di PERMEN PUPR. Diakhir penelitian dapat disimpulkan bahwa tipologi permukiman di kawasan kumuh adalah kawasan permukiman dataran rendah kebencanaan dan permukiman dataran tinggi kebencanaan. Berdasarkan tingkat kekumuhan, terdapat permukiman kategori sedang dan permukiman kategori rendah. Urutan penanganan yang paling bermasalah untuk diselesaikan adalah proteksi kebakaran. Diharapkan penelitian ini dapat membantu pemerintah Kota Padang dalam membuat indikasi program mengurangi permukiman kumuh di Kota Padang.
STUDI LINGKUP PEKERJAAN YANG DOMINAN MENGALAMI PERUBAHAN PADA PROYEK JALAN DI PROVINSI SUMATERA BARAT Eva Rita; Nasfryzal Carlo
JURNAL REKAYASA Vol 7 No 2 (2017): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (899.371 KB)

Abstract

Perubahan pekerjaan sering dilakukan pada proyek jalan, sehingga menimbulkan kenaikan biaya pada beberapa item pekerjaan dan berdampak terhadap waktu penyelesaian (serta) kualitas kerja. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apa saja item pekerjaan yang sering mengalami justifikasi teknis dan berapa besarnya perubahan biaya akibat perubahan tersebut. Penelitian dilakukan terhadap 9 paket pekerjaan jalan di Sumatera Barat di lingkungan Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional di bawah Koordinasi Balai Besar Jalan Nasional Provinsi Sumatera Barat. Paket pekerjaan yang diteliti adalah pekerjaan yang dilaksanakan pada tahun 2009 hingga 2015. Metode penelitian deskriptif evaluatif. Data penelitian ini dihimpun dari dokumen kontrak awal dan dokumen perubahan kontrak (addendum) dan pengolahan data dengan melakukan tabulasi terhadap item pekerjaan dan biaya. Didapati item pekerjaan yang paling sering mengalami perubahan adalah pekerjaan drainase dan pekerjaan tanah dan perubahan biaya sebesar 8.00 - 10.00% lebih tinggi dari biaya awal proyek. Untuk mengeliminasi terjadinya perubahan pekerjaan dan peningkatan biaya perlu dilakukan survei lapangan yang lengkap dengan menghitung secara detail volume dan harga untuk setiap item pekerjaan
ENERGI TERKANDUNG DALAM BAHAN BANGUNAN RUMAH KEDIAMAN KELAS MENENGAH DI KOTA PADANG SUMATERA BARAT Hendrino
JURNAL REKAYASA Vol 8 No 1 (2018): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.985 KB) | DOI: 10.37037/jrftsp.v8i1.20

Abstract

Walaupun pembangunan berkelanjutan merupakan agenda di Indonesia, tetapi penilaian energi yang terkandung belum menjadi perhatian utama di Sumatera Barat. Studi ini memberi gambaran tentang energi terkandung bangunan tipikal. Tujuan studi ini adalah untuk menentukan rata-rata jumlah energi terkandung rumah kediaman kelas menengah di Padang Kota, Provinsi Sumatera Barat. Metodologi yang digunakan dalam studi ini termasuk analisis energi terkandung dalam disain rancangan bangunan dan spesifikasi bahan, dan pemerhatian aktivitas pembangunan enam rumah kediaman kelas menengah terpilih. Luas lantai rumah kediaman 312 m2 hingga 638 m2. Berdasarkan informasi itu, energi terkandung pada tahap produksi bahan dan transportasi bahan dihitung untuk menentukan jumlah energi terkandung. Telah ditemukan bahwa jumlah energi terkandug rumah kelas menengah antara 3.01 GJ/m2 hingga 3.79 GJ/m2 dengan rata-rata 3.38 GJ/m2. Data, dan metodologi penemuan berguna untuk penelitian masa depan dalam pembangunanberkelanjutan. Penemuan ini juga dapat digunakan untuk membandingkan dengan prestasi energirumah kediaman serupa di negara-negara membangun lain.
ANALISIS SEKTOR POTENSIAL DALAM MENDUKUNG PEMBANGUNAN WILAYAH KABUPATEN PASAMAN Wenny Widya Wahyudi
JURNAL REKAYASA Vol 8 No 1 (2018): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.965 KB) | DOI: 10.37037/jrftsp.v8i1.21

Abstract

Potensi ekonomi suatu wilayah apabila diketahui dan dikembangkan dengan tepat, maka perekonomian suatu wilayah akan berkembang dengan baik. Untuk mengetahui potensi ekonomi suatu wilayah yaitu dengan melihat sektor-sektor yang paling berkembang pada suatu wilayah. Pertumbuhhan PDRB Kabupaten Pasaman tahun 2014, mampu mengimbangi pertumbuhan PDRB Provinsi Sumatera Barat, yaitu rata-rata diatas 5 persen. Hal ini mencerminkan bahwa Kabupaten Pasaman sebenarnya mampu meningkatkan pertumbuhan ekonominya jika mampu memanfaatkan potensi-potensi daerah yang dimiliki. Untuk mengetahui tentang potensi ekonomi yang menunjang pembangunan ekonomi daerah, perlu dilakukannya analisis sektor potensial dalam mendukung pembangunan wilayah Kabupaten Pasaman. Metode Analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis MRP, LQ dan analisis Overlay dari tahun 2012-2015 dengan menggunakan data pertumbuhan PDRB. Dari hasil analisis diketahui bahwa belum adanya sektor yang memiliki tingkat pertumbuhan tinggi, baik di daerah Kabupaten Pasaman maupun di tingkat Provinsi Sumatera Barat dan sektor basis yang berperan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi. Sedangkan sektor yang basis atau sektor yang berperan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pasaman adalah sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan dengan nilai LQ sebesar 2,13 persen, tetapi sektor tersebut memiliki tingkat pertumbuhan yang rendah terbukti dari analisis MRP dengan nilai dibawah 1,00 persen. Dalam perencanaan pembangunan wilayah hendaknya mengutamakan pertumbuhan sektorsektor basis ekonomi.
FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI DI SUMATERA BARAT Indra Khaidir
JURNAL REKAYASA Vol 8 No 1 (2018): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.196 KB) | DOI: 10.37037/jrftsp.v8i1.22

Abstract

Pada pekerjaan proyek konstruksi biasanya terjadi kendala pada pekerjaan proyek, baik kendala yang memang sudah diperhitungkan maupun kendala yang diluar perhitungan. Pelaksanaan proyek yang tidak sesuai dengan rencana dapat mengakibatkan keterlambatan proyek. Keberhasilan melaksanakan proyek tepat waktu adalah salah satu tujuan terpenting. Keberhasilan proyek konstruksi ditentukan oleh penyelesaian proyek sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan dalam dokumen kontrak dan sesuai pula dengan rencana dan spesifikasinya. Namun demikian dalam kenyataan dilapangan terdapat banyak faktor yang dapat mengakibatkan terjadinya keterlambatan pada pelaksanaan proyek konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan keterlambatan pelaksanaan proyek konstruksi di Sumatera Barat. Penelitian ini dilakukan terhadap kontraktor yang pernah melaksanakan proyek konstruksi di Sumatera Barat dengan cara menyebarkan kuesioner. Pengolahan data kuesioner dengan menggunakan program SPSS 15.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh sebagai penyebab keterlambatan pelaksanaan proyek pengairan pada Balai Wilayah Sungai Sumatera V di Sumatera Barat adalah izin tempat yang lambat oleh Pemda, permasalahan dengan lingkungan sekitar, kondisi cuaca, peningkatan harga-harga material, keterlambatan pengiriman material oleh supplier, ketidaktepatan waktu pemesanan, suplai tenaga kerja lambat, produktifitas tenaga kerja kurang, serta pengalaman tenaga kerja yang rendah.
PERSEPSI MASYARAKAT SUMPU TERHADAP RUMAH GADANG (PASCA REKONSTRUKSI RUMAH GADANG SITI FATIMAH DAN RUMAH GADANG ETEK NURAINI) Ariyati; Al Busyra Fuadi
JURNAL REKAYASA Vol 8 No 1 (2018): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.586 KB) | DOI: 10.37037/jrftsp.v8i1.23

Abstract

Rumah gadang merupakan salah satu wujud (puncak) kebudayaan Minangkabau. Dalam pemahaman masyarakatnya rumah gadang tidak hanya dimaknai sebagai tempat berteduh atau berlindung semata, tetapi lebih dari itu (rumah gadang) juga dipahami sebagai tempat untuk kembali pulang serta tempat untuk menjaga anak keturunan mulai dari lahir, menikah hingga menutup usia. Selain itu, rumah gadang juga dipahami sebagai wadah pemersatu dan lambang bagi satu keluarga (suku). Tahun 2013 merupakan tahun yang berat bagi Nagari Sumpu, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat serta dunia arsitektur Indonesia, dimana 5 dari beberapa rumah gadang yang masih bertahan di Nagari tersebut habis dimakan api. Kini, 2 dari 5 rumah gadang yang terbakar tersebut sudah berhasil dirampungkan pembangunannya. Secara sederhana, rekonstruksi rumah gadang ini merupakan kegiatan pembangunan rumah gadang pertama (setidaknya sejak 85 tahun terakhir). Penelitian ini mencoba mengetahui persepsi masyarakat Nagari Sumpu kini pasca dibangunnya kembali 2 rumah gadang yang terbakar tersebut. Selain itu, penelitian ini juga mencoba untuk melihat faktor-faktor penyebab banyaknya rumah gadang yang mulai ditinggalkan oleh pemiliknya.
PERENCANAAN GERBANG BATAS KOTA PARIAMAN Elfida Agus
JURNAL REKAYASA Vol 8 No 1 (2018): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1859.944 KB) | DOI: 10.37037/jrftsp.v8i1.24

Abstract

Untuk menunjukkan identitas Kota Pariaman telah dilakukan penyusunan Tipologi Gerbang Batas Kota (Sampan, Kurai Taji dan Sunur) sebagai penanda memasuki Kota Pariaman yang merepresentasikan kekhasan kota secara simbolik melalui tulisan atau sculpture yang berornamen yang merepresentasikan identitas kota.Bentuk gerbang dengan modifikasi yang fungsional dan estetis lebih menekankan pada suasana yang menyenangkan, menghindari penumpukan aktivitas tak teratur, tidak menakutkan dan mencerminkan keprofesionalan. Bentuk gerbang didukung tata hijau (taman) yang menciptakan kekhasan dan menghilangkan keseragaman (uniformality) dari sebuah fasilitas publik. Pola tata hijau (landsekap) dapat menerapkan pola dan karakter formal atau tidak sangat tergantung dari lokasi dan sifat kegiatan yang terjadi di masing-masing lokasi gerbang Kota Pariaman. Lansekap harus mampu memberikan kesatuan antara tapak gerbang kota, unsur air, udara dan sirkulasi jalan merupakan aspek perancangan lansekap yang baik Dalam perencanaannya bentuk dan detail bangunan tropis yang modern dipilih sebagai jawaban dari kriteria aspek ekonomi dan sustainability pembangunan gerbang Kota Pariaman. Bentuk tersebut kemudian dipadukan dengan detail-detail elemen bangunan tradisional setempat sebagai upaya kontekstualisasi kawasan sekitarnya serta tetap menjadi gerbang kota yang tanggap terhadap iklim tropis.

Page 2 of 12 | Total Record : 113