cover
Contact Name
Era Triana
Contact Email
-
Phone
+628116616456
Journal Mail Official
rekayasa_ftsp@bunghatta.ac.id
Editorial Address
Sekretariat Jurnal Rekayasa Gedung G Lantai 3 Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Bung Hatta, Jl. Sumatera Ulak Karang, Padang 25133 Sumatera Barat, Indonesia
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL REKAYASA
Published by Universitas Bung Hatta
ISSN : 14120151     EISSN : 26229455     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Rekayasa is a open access journal focusing on the scientific work of lecturers/academics, practitioners and professionals to the study of civil engineering, architecture, quantity surveying, urban and regional planning issues. This journal discusses issues relating to sustainability in the economic, social, environmental, and institutional dimensions of urban development and planning in Indonesia and throughout the world.
Articles 126 Documents
REKOMENDASI PENATAAN JALUR PEDESTRIAN PADA KORIDOR JALAN SUMATERA SEBAGAI AKSES UTAMA KAMPUS 1 PROKLAMATOR UNIVERSITAS BUNG HATTA Khairani, Athirah; Zahra Hanifah Kathin; Tharisa Thesa Aqilla; Dwi Anggraini
JURNAL REKAYASA Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan memberikan rekomendasi perbaikan terhadap jalur pedestrian di Koridor Jalan Sumatera, yang berfungsi sebagai akses utama ke Kampus 1 Universitas Bung Hatta. Berdasarkan observasi, kondisi jalur pedestrian menunjukkan berbagai masalah, seperti kerusakan fisik, keberadaan rumput liar, okupansi oleh pedagang kaki lima (PKL), serta penggunaan jalur oleh kendaraan bermotor yang parkir di area tersebut. Permasalahan ini berdampak pada penurunan kenyamanan dan keselamatan bagi pejalan kaki. Dari analisis dengan pendekatan Level of Service (LOS), Level of Service (LOS) atau Tingkat Pelayanan merupakan suatu metode yang dikembangkan oleh Transportation Research Board (TRB) yang bertujuan untuk mengukur kualitas pelayanan suatu fasilitas pejalan kaki. Metode ini memberikan ukuran kuantitatif dan kualitatif yang menggambarkan kondisi operasional dalam suatu aliran lalu lintas pejalan kaki, yang mencakup okasi-faktor seperti kecepatan, waktu tempuh, kebebasan bermanuver, gangguan, kenyamanan, dan keselamatan. Didapatkan hasil bahwa kualitas jalur pedestrian berada pada tingkat pelayanan yang rendah. Untuk itu, langkah-langkah perbaikan yang direkomendasikan meliputi pembenahan infrastruktur, pembersihan rutin, pengelolaan PKL, penambahan fasilitas pendukung seperti lampu penerangan dan tempat sampah, serta penegakan aturan terkait pemanfaatan jalur pedestrian. Implementasi rekomendasi ini diharapkan dapat menciptakan jalur pedestrian yang lebih aman, nyaman, dan ramah bagi semua pengguna, sekaligus mendukung mobilitas yang berkelanjutan.
ANALISIS SPASIAL JANGKAUAN FASILITAS PENDIDIKAN FORMAL DI KECAMATAN LUBUK ALUNG KABUPATEN PADANG PARIAMAN Aditia, Ezra; Asmariati, Rini; Triana, Era; Handoyo
JURNAL REKAYASA Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Lubuk Alung sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL) dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Padang Pariaman tahun 2020-2040. Lokasi penempatan dari fasilitas pendidikan formal (SD, SLTP dan SLTA) dengan tingkat yang sama di Kecamatan Lubuk Alung cenderung berdekatan, dengan kondisi seperti ini diindikasi bahwa jarak jangkauan pelayanan fasilitas pendidikan formal yang tidak optimal ke seluruh wilayah administrasi kecamatan sebagai PKL. Penelitian ini bertujuan untuk menilai jarak jangkauan fasilitas pendidikan formal berbasis geospasial di Kecamatan Lubuk Alung . Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan analisis komparatif digunakan untuk membandingkan analisis jaringan (Network Analysis) dan analisis buffering untuk mengetahui jarak jangkauan dengan menggunakan ArcGIS PRO, serta analisis geospasial lainnya. Data dalam penelitian ini di peroleh dari dokumen kajian, survei lapangan dan pemetaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terjangkaunya pelayanan pendidikan formal di Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman.
ECONOMIC DEVELOPMENT PATTERNS AND REGIONAL INEQUALITY IN DISTRICTS AND CITIES OF WEST SUMATERA PROVINCE Wahyudi, Wenny; Triana, Era; Yusri, Nori; Ariani, Vivi
JURNAL REKAYASA Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Uneven regional development may lead to disparities in economic performance across regions. West Sumatra Province, which consists of seven cities and twelve regencies, exhibits diverse economic, demographic, and natural resource characteristics that contribute to variations in regional development. This study aims to analyze patterns of economic development and the level of regional inequality among districts and cities in West Sumatra Province during the period 2011–2019. The analysis employs the Klassen typology to classify regional economic growth patterns and the Williamson Index to measure the degree of regional inequality. Secondary data on Gross Regional Domestic Product (GRDP) and GRDP per capita were obtained from the Central Bureau of Statistics. The results of the Klassen typology analysis indicate that most cities in West Sumatra Province fall into the category of advanced and rapidly growing regions, while several regencies are classified as developed but depressed, fast-growing, or relatively lagging regions. Furthermore, the Williamson Index results show that regional inequality in West Sumatra Province during the study period remains at a low level and tends to approach zero, suggesting that economic growth and development across regions are relatively even.
ANALISA PENAMBAHAN KAWAT GALVANIS TERHADAP NILAI KUAT TEKAN BETON SERAT Denie Chandra; Rifky Herando
JURNAL REKAYASA Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal REKAYASA (In Progress)
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Concrete quality is determined by the materials used to form it. This research, a continuation of previous research, presents the results of a laboratory study on the effect of adding galvanized wire as a concrete forming material. This study was conducted to determine the value of galvanized wire as a coarse aggregate substitute and the mechanical properties of normal concrete on the design compressive strength fc'25. Test specimens were prepared at the Laboratory of the Faculty of Civil Engineering, Indo Global Mandiri University, Palembang. The test specimens were prepared (experimentally) with variations in the addition of galvanized wire to the cement weight of 2%, 4%, and 6% of the normal concrete Job Mix Formula. The specimens were cured by soaking until the compressive strength test was conducted at 7, 14, and 28 days. The results of the experimental study, with variations in the percentage weight of galvanized wire, yielded an average compressive strength of 27.38 MPa with the addition of galvanized wire material at 6% of the cement weight
STRATEGI PENANGANAN KERUSAKAN WILAYAH PESISIR AKIBAT BENCANA ABRASI DI PESISIR UTARA KECAMATAN BANTAN KABUPATEN BENGKALIS Puji Astuti; Firza Cahyati; Andi Febrianto
JURNAL REKAYASA Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah pesisir Kecamatan Bantan mengalami abrasi pantai yang menyebabkan hilangnya daratan pesisir, termasuk lahan perkebunan dan permukiman masyarakat. Pada tahun 2020, panjang pantai terabrasi di Kabupaten Bengkalis mencapai lebih dari 128.500 meter dengan laju abrasi 2–7 meter per tahun, dan Kecamatan Bantan menjadi salah satu wilayah terdampak terparah dengan abrasi sepanjang sekitar 7.000 meter pada laju 4–7 meter per tahun. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi penanganan kerusakan pantai di wilayah pesisir Pantai Utara Kecamatan Bantan. Metode penelitian meliputi pengumpulan dan analisis data, pemeringkatan tingkat kerusakan serta prioritas penanganan berdasarkan Kepmen PU No. 8 Tahun 2010, serta analisis spasial menggunakan ArcGIS. Parameter yang dianalisis meliputi kerusakan hutan mangrove (L6) dan perubahan garis pantai (AE-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan mangrove (L6) di Selat Baru termasuk prioritas A, sedangkan perubahan garis pantai (AE-1) tergolong prioritas B di beberapa desa pesisir. Strategi penanganan yang direkomendasikan meliputi rehabilitasi mangrove, pembangunan dan perbaikan bangunan pelindung pantai, edukasi masyarakat, pembatasan aktivitas yang merusak pantai, serta pengembangan jalur hijau mangrove.
STRATEGI REVITALISASI KAWASAN PASAR LAMA SAROLANGUN SEBAGAI KAWASAN URBAN HERITAGE Novriana, Nadya; Jonny Wongso; Era Triana
JURNAL REKAYASA Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal REKAYASA (In Progress)
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37037/jrftsp.v15i2.278

Abstract

Kawasan Pasar Lama Sarolangun merupakan bagian dari pusat kota lama yang memiliki nilai historis, arsitektural, dan sosial ekonomi yang penting bagi perkembangan kota. Namun dalam perkembangannya, kawasan ini mengalami penurunan kualitas fisik, berkurangnya aktivitas perdagangan, serta lemahnya fungsi ruang publik. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi perancangan kota untuk revitalisasi Kawasan Pasar Lama Sarolangun sebagai kawasan urban heritage. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan, dokumentasi, dan wawancara dengan pemangku kepentingan. Analisis dilakukan berdasarkan delapan elemen perancangan kota dan disintesis menggunakan analisis SWOT sebagai alat perumusan strategi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi kawasan perlu diarahkan pada penguatan struktur ruang, peningkatan kualitas ruang publik dan jalur pedestrian, pengendalian bentuk dan massa bangunan, serta pelestarian elemen bersejarah sebagai identitas kawasan.

Page 13 of 13 | Total Record : 126