cover
Contact Name
Era Triana
Contact Email
-
Phone
+628116616456
Journal Mail Official
rekayasa_ftsp@bunghatta.ac.id
Editorial Address
Sekretariat Jurnal Rekayasa Gedung G Lantai 3 Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Bung Hatta, Jl. Sumatera Ulak Karang, Padang 25133 Sumatera Barat, Indonesia
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL REKAYASA
Published by Universitas Bung Hatta
ISSN : 14120151     EISSN : 26229455     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Rekayasa is a open access journal focusing on the scientific work of lecturers/academics, practitioners and professionals to the study of civil engineering, architecture, quantity surveying, urban and regional planning issues. This journal discusses issues relating to sustainability in the economic, social, environmental, and institutional dimensions of urban development and planning in Indonesia and throughout the world.
Articles 113 Documents
PERSEPSI MAHASISWA ARSITEKTUR TINGKAT SATU TERHADAP PROSPEK DAN MASA DEPAN PROFESI ARSITEK Ika Mutia; Elfida Agus
JURNAL REKAYASA Vol 8 No 1 (2018): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1288.981 KB) | DOI: 10.37037/jrftsp.v8i1.25

Abstract

Masih rendahnya lulusan sekolah arsitektur yang berprofesi sebagai arsitek (desainer atau perancang), telah memunculkan banyak pertanyaan baik di kalangan akademisi maupun masyarakat. Salah satu asumsi yang muncul di kalangan masyarakat adalah adanya anggapan yang mengatakan bahwa pendidikan merancang di sekolah arsitektur saat ini belum mampu menjawab tantangan profesi arsitektur di lapangan. Salah satu penyebab yang diduga adalah tidak samanya persepsi atau ekspetasi mahasiswa ketika menempuh pendidikan dengan ketersediaan lapangan pekerjaan, sedangkan dugaan lain adalah bahwa pendidikan di bangku kuliah tidak memberikan peluang bagi mahasiswa untuk membentuk kemampuan merancang yang mumpuni. Melalui metode penelitian deskriptif kualitatif diharapkan gambaran tentang persepsi mahasiswa arsitektur tingkat satu terhadap prospek dan masa depan profesi arsitek dapat ditemukan dan dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan capaian pembelajaran.
EVALUASI KEKUATAN STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG (Studi Kasus : Bangunan Gedung SMPN 19 Samarinda, Kalimantan Timur) Yudi Pranoto; Riza Setiabudi
JURNAL REKAYASA Vol 8 No 2 (2018): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1111.163 KB) | DOI: 10.37037/jrftsp.v8i2.26

Abstract

Gedung SMPN 19 Samarinda dibangun pada tahun 2013 dengan masa pengerjan 1 tahun. Gedung SMPN 19 Samarinda dibangun untuk menggantikan gedung lama yang sudah tidak layak pakai dan sering terkena banjir. Akan tetapi pada saat masa perawatan, gedung mengalami penurunan pada sisi selatan. Analisa struktur yang digunakan menggunakan aplikasi ETABS 2015, struktur beton memakai SKSNI 2847-2013. Penelitian ini diawali dengan pengumpulan data sekunder, rekapitulasi kondisi gedung, pengujian NDT (Non Destructive Test). Pengujian NDT terdiri dari pengujian hammer test dan dari hasil pengujian akan digunakan utnuk input material struktur pada ETABS 2015. Analisa ETABS dimulai dengan pemodelan struktur sesuai dengan gambar kerja, kemudian memasukan pembebanan sesuai dengan PPIUG 1993. Dari hasil analisa ETABS 2015 didapatkan beban aksial pada pondasi yang mengalami penurunan 19330.64 Kg lebih besar daripada kapasitas daya dukung pondasi rencana 16301.80 Kg. Untuk itu dilakukan perbaikan struktur pondasi dengan menambahkan pondasi bored pile dengan kedalaman 2m yang ditempatkan disisi bangunan kemudian dibuat menyatu pada gedung utama. Pada struktur balok dan kolom yang mengalami keretakan dilakukan perbaikan dengan metode coating untuk kerusakan ringan dan metode grouting untuk kerusakan sedang.
KAJIAN KINERJA SIMPANG BERSINYAL TERHADAP HAMBATAN SAMPING (Studi Kasus : Simpang Empat Tanah Jua, Kota Wisata Bukittinggi, Sumatera Barat) Eko Prayitno; Veronika
JURNAL REKAYASA Vol 8 No 2 (2018): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (925.436 KB) | DOI: 10.37037/jrftsp.v8i2.27

Abstract

Kota Bukittinggi sebagai kota wisata yang dinamis telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Persimpangan tanah jua, kota wisata bukittinggi adalah persimpangan bersinyal, arus lalu lintasnya sangat padat, serta kurangnya faktor disiplin dari pemakai jalan dan ditambah dengan aktifitas hambatan samping pada persimpangan yang mengakibatkan berkurangnya lebar efektif jalan dan berpengaruh pada kondisi lalu lintas pada jam-jam tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan dan kelayakan persimpangan, mengetahui nilai kapasitas dan derajat kejenuhan, angka henti, tundaan lalu lintas, tundaan geometrik dan tundaan total dengan menggunakan metode program komputer yaitu kajian persimpangan bersinyal akibat adanya pengaruh bak sampah terhadap arus lalu lintas dipersimpangan dari Dr-Ing. Ahmad Munawar, M.Sc sebagai panduan manual kapasitas jalan indonesia. Untuk memperoleh data yang dibutuhkan dalam mengkaji persimpangan tanah jua, dibutuhkan survai lapangan sehingga akan diperoleh data-data yang akurat sesuai dengan kondisi persimpangan. Hasil analisis persimpangan tanah jua, kota wisata bukittinggi adalah nilai kapasitas 148 smp/jam, derajat kejenuhan 1,065 smp/jam yang melewati batas yang diizinkan yaitu 0,8-0,9, angka henti 5,245 stop/jam, tundaan geometrik 7,9 detik/smp, tundaan total 713,6 detik/smp, panjang antrian 615 m. Jadi persimpangan ini jenuh dengan panjang antrian besar.
FAKTOR DOMINAN YANG MEMPENGARUHI PERHITUNGAN BIAYA PROYEK DALAM PROSES PERENCANAAN Fielda Roza; Nengah Tela
JURNAL REKAYASA Vol 8 No 2 (2018): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (800.856 KB) | DOI: 10.37037/jrftsp.v8i2.28

Abstract

Perhitungan biaya proyek pada proses perencanaan merupakan hal yang paling penting, bahwa ketidaktepatan perhitungan biaya proyek oleh konsultan perencana mengakibatkan adanya perbedaan pada saat pelaksanaan yang menimbulkan perubahan biaya proyek. Untuk itu perlu diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi ketidaktepatan perhitungan biaya proyek dalam proses perencanaan, dan faktor dominan yang mempengaruhi ketidaktepatan perhitungan biaya proyek tersebut. Metode penelitian yang dilakukan bersifat kuantitatif dengan penyebaran kuisoner kepada 130 responden konsultan yang terdiri dari 25 perusahaan dengan kualifikasi besar dan sisanya perusahaan dengan kualifikasi kecil yang berada di kota Padang. Variabel penelitian menggunakan variable bebas (independent) dan variabel terikat (dependent). Pengolahan data menggunakan analisa regresi program statistik SPSS release 15.0. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada dua faktor utama penyebab ketidaktepatan perhitungan biaya proyek pada proses perencanaan oleh konsultan perencana yaitu faktor pertama adalah kualifikasi tenaga ahli dan teknologi yang memadai serta faktor kedua kemampuan perencana dan koordinasi. Dari kedua faktor tersebut yang paling dominan penyebab ketidaktepatan tersebut adalah faktor pertama yaitu kualifikasi tenaga ahli dan teknologi yang memadai.
MITIGASI BENCANA BANJIR UNTUK MENGURANGI DAMPAK TERHADAP LINGKUNGAN DAN KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT Indra Khaidir
JURNAL REKAYASA Vol 8 No 2 (2018): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.952 KB) | DOI: 10.37037/jrftsp.v8i2.29

Abstract

Banjir adalah suatu bencana alam yang datang di saat musim hujan tiba. Intensitas air yang tinggi saat musim hujan datang mengakibatkan dampak banjir yang sangat dirasakan bagi korban banjir, mulai dari terganggunya aktivitas masyarakat, lalu lintas menjadi padat dan macet, terserang penyakit, serta banyak masyarakat yang harus mengungsi karena rumahnya terendam banjir. Salah satu penyebab banjir karena semakin tinggi tingkat perubahan tata guna lahan dari sawah ke permukiman, pelebaran jalan , betonisasi pada jalan-jalan komplek permukiman yang mana hal ini menyebabkan berkurangnya daerah resapan sehingga aliran permukaan (run off) menjadi semakin besar, disamping itu banyaknya sampah dan lumpur menyebabkan penyumbatan aliran air pada saluran drainase. Kondisi inilah yang menyebabkan genangan air jika tingginya intensitas curah hujan karena debit limpasan yang ada sudah tidak tertampung lagi oleh kapasitas saluran. Masyarakat adalah yang pertama merasakan dampak yang diakibatkan oleh banjir ini. Selain itu masyarakat jugalah yang bertanggumg jawab untuk menjaga dan melestarikan lingkungan sekitar, tetapi yang terjadi adalah sebaliknya, masyarakat sering tidak memperhatikan lingkungan sekitar dan bahkan merusak lingkungan yang ada. Pada gagasan tertulis ini penulis akan menjelaskan betapa pentingnya menjaga lingkungan dan dampak yang diakibatkan oleh banjir tersebut.
RENCANA PENGEMBANGAN SENTRA INDUSTRI KREATIF SEBAGAI TUJUAN PARIWISATA (Studi Kasus: Kabupaten Pasaman) Nori Yusri; Rini Asmariati; Ridho Gusti Mardianto
JURNAL REKAYASA Vol 8 No 2 (2018): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.722 KB) | DOI: 10.37037/jrftsp.v8i2.30

Abstract

Sentra Industri pada Kabupaten Pasaman merupakan salah satu yang menonjol dari industri kreatif khususnya industri pangan, kerajinan tekstil dan logam yang terkait dengan sektor pariwisata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi perkembangan industri pangan, kerajinan dan logam sebagai tujuan pariwisata. Metode penelitian yang digunakan adalah Rencana Pengembangan Sentra Industri dengan analisis Kebijakan, Ekonomi, Aglomerasi dan Metode AHP. Hasil penelitian adalah rencana pengembangan sentra industri kreatif sebagai tujuan pariwisata pada Kab. Pasaman. Kabupaten Pasaman masih memiliki lahan yang cukup potensial untuk dikembangkan, komoditi unggulan di Kabupaten Pasaman adalah Perikanan. Perikanan yang bisa dijadikan industri hasil pengolahan Perikanan berupa industri pangan. peluang masyarakat untuk mengembangkan industri pangan dan industri kerajinan serta industri rumah tangga sangat besar dan juga dapat mengurangi angka pengangguran dan masyarakat bisa lebih mandiri. Daerah yang berlaku penggabungan industri kreatif dan pariwisata untuk menghasilkan pariwisata baru adalah Kab. Pasaman. Kab. Pasaman adalah salah satu kabupaten yang terdapat di Provinsi Sumatera Barat, memiliki luas 394.763 Ha. industri kreatif di Kab Pasaman yang akan dikembangkan adalah industri pangan, kerajinan dan tekstil dan logam. Industri pangan difokuskan pada kerajinan ikan salai dan kopi matahari yang telah berkembang pada Kecamatan Lubuk Sikaping dan Kecamatan Panti dan menjadi industri terkemuka regional. Industri Kerajinan difokuskan pada kerajinan bordir dan songket pada Kecamatan Simpang Alahan Mati dan Kecamatan Panti yang telah berkembang pada dan menjadi industri terkemuka regional. Industri logam difokuskan pada logam apar besi yang telah berkembang pada Kecamatan Duo Koto Nagari Cubadak dan menjadi industri terkemuka regional.
PENINJAUAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) PADA PROYEK PEKERJAAN PONDASI CONDOTEL MULTIFUNGSI ASTON PADANG Embun Sari Ayu
JURNAL REKAYASA Vol 8 No 2 (2018): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.044 KB) | DOI: 10.37037/jrftsp.v8i2.31

Abstract

Tingkat resiko dan angka kecelakaan kerja di Kota Padang yang tinggi, terutama di bidang pelaksanaan proyek konstruksi menjadi salah satu permasalahan yang wajib diperhatikan oleh kalangan pemerintah maupun masyarakat pelaku jasa konstuksi itu sendiri. Kondisi ini tidak terlepas dari masalah penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Penelitian/peninjauan ini dilakukan untuk mengungkap kinerja penerapan SMK3 dan mengkaji perbandingannya dengan penerapan SMK3 pada Thai Nippon Steel Engineering & Construction Corp., Ltd. Data diperoleh melalui survey langsung ke lapangan selama empat hari pada proyek Pekerjaan Pondasi Condotel Multifungsi Aston Padang dengan kontraktor PT. Berdikari Pondasi Perkasa. Hasil peninjauan ini menunjukan bahwa Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) pada pekerjaan proyek tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya, baik dari kebijakannya, organisasi, perencanaan dan pengaplikasian, pengukuran kinerja, peninjauan ulang, maupun evaluasinya. Jauh sekali perbandingannya dengan penerapan SMK3 yang ada pada Thai Nippon Steel Engineering & Construction Corp., Ltd. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Hal ini sudah wajib menjadi perhatian masyarakat jasa konstruksi dan pemerintah untuk melakukan pembenahan lebih detail serta ketegasan dalam menindaklankjuti pelanggaran mengenai penerapan SMK3 pada suatu pekerjaan konstruksi.
PENGEMBANGAN PERMUKIMAN TRADISIONAL MINANGKABAU, SEBAGAI DESA WISATA BERBASIS BUDAYA DI NAGARI RAO-RAO, KABUPATEN TANAH DATAR Era Triana; Nengah Tela
JURNAL REKAYASA Vol 8 No 2 (2018): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.983 KB) | DOI: 10.37037/jrftsp.v8i2.32

Abstract

Permukiman Tradisional Minangkabau yang berada di Nagari Rao-Rao, kabupaten Tanah Datar, memiliki ciri khas yang sangat unik bagi warisan budaya Minangkabau, Nagari Rao-Raomemiliki potensi untuk dijadikan objek wisata berbasis budaya tradisional Minangkabau. Penelitian ini bertujuan untuk membuat suatu konsep pengembangan permukiman tradisional Minangkabau sebagai destinasi wisata baru berbasis budaya Minangkabau. Wisata adalah komunitas atau masyarakat yang terdiri dari para penduduk suatu wilayah terbatas yang bisa saling berinteraksi secara langsung dibawah sebuah pengelolaan dan memiliki kepedulian serta kesadaran untuk berperan bersama sesuai ketrampilan dan kemampuan masing-masing dengan memberdayakan potensi secara kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan. Metode yang digunakan dalam melakukan analisis adalah memakai analisis kualitatif pembobotan dan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats). Analisis ini untuK pengembangan permukiman tradisional Minangkabau di Nagari Rao-Rao yang melakukan identifikasi terhadap kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) yang terjadi di kawasan pemukiman tradisional Minangkabau. Adapun konsep yang dapat dikembangkan pada Wisata Budaya di Nagari Rao-Rao adalah pengembangan pemanfaatan kawasan permukiman tradisional sebagai objek wisata budaya tradisional Minangkabau dengan melibatkan masyarakat setempat agar mampu meningkatkan perekonomian penduduk lokal. Pengembangkan atraksi budaya dan paket wisata yang dapat ditawarkan berupa jejak nagari (berkeliling sambil menikmati keindahan alam di permukiman tradisonal), penyediakan makanan tradisional Minangkabau (kuliner), kerajinan tangan ciri khas Minangkabau dan penginapan berkonsep homestay serta penyediaan atraksi seni tradisional seperti tari daerah, lagu daerah, rabab dan silek. Dengan konsep ini diharapkan Permukiman Tradisonal Minangkabau di Nagari Rao-Rao mampu terus berkembang dan mampu mempertahankan nilai Budaya yang ada.
KAJIAN SPASIAL TEKANAN PENDUDUK TERHADAP LAHAN SAWAH DI KOTA PARIAMAN Feni Mardila Putri; Hamdi Nur; Rini Asmariati
JURNAL REKAYASA Vol 9 No 1 (2019): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1836.806 KB) | DOI: 10.37037/jrftsp.v9i1.33

Abstract

Jumlah penduduk di Kota Pariaman semakin bertambah dari waktu ke waktu. Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk maka kebutuhan lahan untuk permukiman dan non permukiman di Kota Pariaman juga akan mengalami peningkatan, sehingga menjadi ancaman bagi ketersediaan lahan sawah di Kota Pariaman. Penelitian ini bertujuan menemukan kategori tekanan penduduk terhadap lahan sawah di Kota Pariaman yang meliputi lahan sawah yang memiliki tekanan rendah dan tekanan tinggi beralih fungsi. Faktor – faktor alih fungsi lahan sawah terdiri dari faktor situasi (eksternal) yaitu laju pertumbuhan penduduk, kepadatan penduduk, jarak dengan pusat primer, kelas jalan, rute angkutan umum yang melewati jalan dan jarak dengan fasilitas, faktor kebijakan yaitu kebijakan terkait sesuai dengan rencana tata ruang, kebijakan terkait sesuai dengan data dari LP2B, kebijakan terkait hamparan lahan sawah dan kebijakan terkait bentuk lahan sawah berdasarkan sistem pangairannya dan faktor site (internal) yaitu harga lahan sawah. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperkaya dengan data primer. Data primer berupa harga tanah yang dikumpulkan melalui wawancara kepada beberapa orang masyarakat, tuan tanah dan pengembang, Sedangkan data sekunder dilakukan melalui kajian kepustakaan dan data dari instansi pemerintah yang terkait, Analisis data dilakukan melalui metode checklist dan metode overlay peta menggunakan software Sistem Informasi Geografis (GIS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua kategori tekanan penduduk terhadap lahan sawah di Kota Pariaman, yaitu tekanan penduduk terhadap lahan sawah tinggi dan tekanan penduduk terhadap lahan sawah rendah
PENGEMBANGAN MODEL PENGUKURAN KINERJA RANTAI PASOK PADA INDUSTRI KONSTRUKSI PERUMAHAN SEDERHANA Putranesia; Taufika Ophiyandri; Yervi Hesna
JURNAL REKAYASA Vol 9 No 1 (2019): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.181 KB) | DOI: 10.37037/jrftsp.v9i1.34

Abstract

Kebutuhan akan tempat tinggal masyarakat yang semakin tinggi, mendorong dilaksanakannya program sejuta rumah oleh pemerintah yang dimulai tahun 2015. Pada tahun 2016 target program sejuta rumah terdiri dari 700.000 unit untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan 300.000 unit lainnya untuk non-MBR (Ditjen PUPR,2016). Kondisi ini mendorong munculnya para pengembang baru yang ikut aktif dalam mengembangkan perumahan sederhana. Konsumen sebagai pemilik akhir dari sebuah produk industri perumahan seringkali mendapatkan permasalahan dari para pengembang. Permasalahan yang timbul seperti: (a) kontruksi bangunan yang tidak memenuhi kaidah-kaidah konstruksi yang benar (tidak memenuhi SNI), (b) infrastruktur yang tidak memadai, (c) tenggang waktu penyelesaian bangunan yang tidak sesuai jadwal yang disepakati, (d) pemahaman konsumen yang kurang akan produk perumahan yang berkwalitas membuat rentan untuk di manipulasi pengembang. Dalam penelitian ini akan dilakukan sebuah pengukuran kinerja dengan menggunakan metoda SCOR® versi 11 pada industri konstruksi perumahan sederhana. responsiveness dan efficiency merupakan karakteristik yang dapat menggambarkan kinerja rantai pasok yang bersifat dinamis sehingga mampu menyesuaikan setiap perubahan yang terjadi pada pasokan dan permintaan. Harmonisasi antara kinerja dan manajemen rantai pasok diawali dengan menghitung atribut dan metrik kinerja,menentukan bobot metric kinerja dengan pendekatan AHP,menentukan performansi atribut supply chain performance sehingga didapatkan nilai supply chain performance : reliability 0.205, responsiveness 0.107, Agility 0.130, Supply Chain Costs 0.040, dan Supply Chain Asset Management 0.015.

Page 3 of 12 | Total Record : 113