cover
Contact Name
Anna Yulia Hartati
Contact Email
annayuliahartati@gmail.com
Phone
+628122884193
Journal Mail Official
sosiodialektika@unwahas.ac.id
Editorial Address
Jl. Menoreh Tengah X no. 22 Sampangan Semarang 50236
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Sosio Dialektika
ISSN : 25408941     EISSN : 26232944     DOI : http://dx.doi.org/10.31942/sd
Core Subject : Humanities, Social,
Sosio Dialektika as an open hall for debate and discussion on socio-political science, economics, law, Islamic education and education. Sosio Dialektika accommodates social and humanities disciplines and becomes a growing space for interdisciplinary and holistic approach to the narrow space of strategic approaches so far.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 1 (2025)" : 10 Documents clear
Optimalisasi Penggunaan DAK Nonfisik dalam Pelayanan Administrasi Kependudukan di Disdukcapil Kota Semarang Nayla Magisterani Faatihah; Laga Sugiarto
SOSIO DIALEKTIKA Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v10i1.13038

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana realisasi penggunaan dana alokasi khusus (DAK) nonfisik dalam bidang pelayanan administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Semarang. Penelitian ini juga bertujuan untuk memahami bagaimana kerangka hukum peraturan perundang-undangan terkait topik yang diangkat dalam penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian antara lain yaitu metode penelitian kualitatif dengan pendekatan normatif-empiris. Penulis menggunakan tiga jenis pendekatan normatif, antara lain pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan analitis Data-data dalam penelitian ini diperoleh melalui metode wawancara dengan narasumber di bidangnya serta dokumentasi laporan anggaran dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Semarang. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa pada tahun anggaran 2020, penyerapan anggaran dana alokasi khusus nonfisik di bidang pelayanan administrasi kependudukan belum mencapai titik optimal 100%, dikarenakan masih terdapat sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA). Penggunaan DAK nonfisik yang belum optimal tersebut mencakup pembiayaan beberapa kegiatan, seperti program pengembangan sistem administrasi kependudukan (SAK), rapat-rapat koordinasi dan konsultasi serta bimtek mengenai DAK nonfisik. Penggunaan DAK nonfisik difokuskan untuk menciptakan sistem administrasi kependudukan yang adaptif dan responsif dengan memanfaatkan perkembangan teknologi. Disamping itu, berdasarkan hasil analisis penulis, ditemukan peraturan perundang-undangan yang masuk kedalam kerangka hukum secara garis besar antara lain dari Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, European Charter of Local Self-Government, berbagai undang-undang yang mengatur mengenai DAK dan keuangan daerah, serta peraturan menteri terkait. Seluruh instrumen hukum tersebut mengandung prinsip-prinsip yang tidak bertentangan dan memiliki relevansi dengan topik penulisan ini. Kata kunci: administrasi kependudukan; DAK nonfisik; optimalisasi Abstract This study aims to analyze the realization of the use of non-physical DAK in population administration services at the Semarang City Population and Civil Registration Office. This research also seeks to understand how the legal framework of laws and regulations related to the topics raised in this research. The research methods used include qualitative research methods with a normative-empirical approach. The author uses three normative approaches: a legislative strategy, a conceptual approach, and an analytical approach. The data in this study was obtained through interviews and budget report documentation from the Semarang City Population and Civil Registration Office. The results of this study showed that in the 2020 fiscal year, the absorption of the non-physical DAK in population administration services has not reached the optimal point of 100% because there is still a surplus of budget financing. The use of non-physical DAK that is not yet optimal includes financing several activities, such as the population administration system development program, coordination and consultation meetings, and technical guidance on non-physical DAK. The use of non-physical DAK is focused on creating an adaptive and responsive population administration system by utilizing technological developments In addition, based on the results of the author's analysis, it was found that laws and regulations that are included in the legal framework, in general, include the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia, the European Charter of Local Self-Government, various laws that regulate DAK and regional finance, as well as related ministerial regulations. All of these legal instruments contain principles that do not contradict and are relevant to the topic of this writing. Keywords: non-physical DAK; Optimization; population administration
E-Saku dan Revolusi Finansial Santri : Studi Kedisiplinan Pembayaran dan Pola Konsumsi di Pondok Pesantren Bunyanun Marshush Bulumanis Margoyoso Pati Zummi Asma Diana
SOSIO DIALEKTIKA Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v10i1.13041

Abstract

Penelitian ini mengkaji persepsi santri terhadap implementasi sistem e-saku di Pondok Pesantren Bunyanun Marshus Bulumanis Margoyoso Pati dan dampaknya pada kedisiplinan pembayaran serta pola konsumsi santri. Melalui pendekatan kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara mendalam, penelitian ini menemukan bahwa sistem e-saku yang diimplementasikan sejak tahun 2022 telah memberikan dampak positif dalam tiga aspek utama. Pertama, implementasi e-saku yang mencakup fitur akun digital santri, top-up saldo, monitoring pengeluaran, pembatasan penarikan, dan notifikasi pembayaran telah meningkatkan literasi keuangan santri dengan mendorong pemahaman tentang manajemen keuangan dasar. Kedua, sistem e-saku berkontribusi pada peningkatan kedisiplinan pembayaran melalui empat mekanisme: meningkatkan ketepatan waktu pembayaran, memperkuat transparansi dan akuntabilitas, mendorong tanggung jawab santri, serta mengurangi ketergantungan pada transaksi tunai. Ketiga, e-saku memberikan pengaruh signifikan terhadap pola konsumsi santri dengan mengurangi perilaku konsumtif yang tidak terkontrol, meningkatkan kesadaran finansial dan perencanaan konsumsi, mendorong pola konsumsi yang sehat dan produktif, serta memberikan kontrol kepada wali santri dalam memantau pengeluaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa digitalisasi pengelolaan keuangan di lingkungan pesantren tidak hanya meningkatkan efisiensi administratif tetapi juga berfungsi sebagai instrumen pendidikan keuangan yang efektif bagi santri.
EFEKTIVITAS Efektivitas Program Literasi Di Perpustakaan Daerah Sidoarjo Dalam Meningkatkan Literasi Publik: Efektivitas Program Literasi Di Perpustakaan Daerah Sidoarjo Dalam Meningkatkan Literasi Publik Yanuar Rokhima Anggraeni; Isna Fitria Agustina
SOSIO DIALEKTIKA Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v10i1.13045

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan efektivitas program layanan Perpustakaan Daerah Sidoarjo dalam penyelenggaraan literasi masyarakat. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program-program tersebut efektif berdasarkan lima indikator Campbell (1989:121), yaitu: 1) Keberhasilan program, terlihat dari tercapainya target jumlah pengunjung dan terwujudnya budaya membaca di masyarakat. 2) Keberhasilan sasaran, keberhasilan pencapaian melalui inovasi perpustakaan keliling, sehingga layanan literasi sampai ke daerah yang sulit dijangkau. 3) Kepuasan terhadap program, tingkat kepuasan pengguna tergolong tinggi, meskipun terdapat kendala teknis pada aplikasi SIDIRA yang sedang dalam perbaikan. 4) Tingkat input dan output, menunjukkan optimalisasi SDM dan peningkatan partisipasi masyarakat. 5) Pencapaian tujuan menyeluruh, perpustakaan berhasil menjadi pusat informasi, pendidikan, dan penggerak literasi melalui inovasi seperti Wisata Literasi Virtual Reality ramah difabel dan perluasan jangkauan layanan. Kata Kunci: Efektivitas, Program Layanan Perpustakaan, Literasi Masyarakat, Perpustakaan Daerah Sidoarjo.
Edukasi Sosial Siswa SMA di Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, dalam mencegah stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA Adzra Az-Zahra; Besar Tirto Husodo; Priyadi Nugraha Prabamurti
SOSIO DIALEKTIKA Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v10i1.13084

Abstract

Edukasi Sosial pencegahan stigma ODHA pada siswa SMA membantu mengurangi diskriminasi di sekolah dan masyarakat melalui informasi yang terstruktur dan berbasis bukti Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana pendidikan sosial dapat memberdayakan siswa SMA di Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, untuk lebih memahami dan memerangi stigma seputar orang yang hidup dengan HIV/AIDS.Desain penelitian yang digunakan yaitu cross-sectional. Sampel yang didapatkan sebanyak 100 responden dari siswa-siswi yang berada di 4 SMA di Kecamatan Pedurungan Semarang. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode proportional random sampling dan pengambilan data menggunakan kuesioner yang disebarkan secara langsung kepada responden. Variabel yang diteliti yaitu jenis kelamin, pengetahuan, keterpaparan sumber informasi HIV dan AIDS, sikap teman sebaya dan stigma terhadap ODHA. hasil data dari penelitian ini diolah menggunakan SPSS dengan uji univariat dan bivariat. Tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan stigma terhadap ODHA (p-value =0,143), tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan stigma terhadap ODHA (p-value =0,963), tidak terdapat hubungan antara keterpaparan sumber informasi dengan stigma terhadap ODHA (p-value=0,161), dan tidak terdapat hubungan antara sikap teman sebaya dengan stigma terhadap ODHA (p-value=0,206). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak ada variable yang memiliki hubungan yang signifikan dengan stigma terhadap ODHA pada siswa-siswi SMA di wilayah Kecamatan Pedurungan Semarang serta sebagian besar responden memiliki stigma terhadap ODHA yang rendah (70%).
Menembus Batas Non-Intervensi: Upaya Asean Mengatasi Perdagangan Manusia di Filipina 2015–2020: Menembus Batas Non-Intervensi: Upaya Asean Mengatasi Perdagangan Manusia di Filipina 2015–2020 Sugiarto Pramono; Hafidz Nugroho Putra
SOSIO DIALEKTIKA Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v10i1.13170

Abstract

Perdagangan manusia di Asia Tenggara, termasuk Filipina, melibatkan eksploitasi seksual, kerja paksa, dan perdagangan organ. ASEAN berperan sebagai instrumen, arena, dan aktor dalam mengatasinya, sebagaimana dijelaskan dalam teori Clive Archer. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi literatur, penelitian ini menemukan bahwa ASEAN menyediakan kerangka hukum (ACTIP), memfasilitasi diskusi (AMMTC, APA), dan bermitra dengan UNODC serta IOM. Meski terkendala koordinasi dan data terintegrasi, ASEAN berkontribusi dalam penegakan hukum, perlindungan korban, dan rehabilitasi. Temuan ini menegaskan pentingnya kerja sama regional untuk memberantas perdagangan manusia. Kata Kunci: ASEAN, ACTIP, Clive Archer, Filipina, kerja sama regional, perdagangan manusia, perlindungan korban.
Audit Report Lag dan Faktor-Faktor Penentunya: Studi pada Sektor Barang Konsumen Primer BEI (2019-2023): Studi Empiris Perusahaan Sektor Barang Konsumen Primer yang Tercatat di Bursa Efek Indonesia Periode 2019 s/d 2023 Teguh Widodo Adrianto; Setyo Mahanani; Vebi Anggriani
SOSIO DIALEKTIKA Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v10i1.13249

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh corporate governance, profitabilitas, dan ukuran perusahaan terhadap audit report lag (ARL) pada perusahaan sektor barang konsumen primer yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019–2023. Variabel corporate governance diukur melalui ukuran dewan komisaris, komisaris independen, dewan direksi, dan komite audit. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan yang telah diaudit. Sampel diperoleh melalui purposive sampling dengan total 37 perusahaan dan 185 observasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan aplikasi EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran dewan komisaris dan komisaris independen berpengaruh negatif dan signifikan terhadap audit report lag. Sementara ukuran dewan direksi, ukuran komite audit, profitabilitas (ROA), dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap audit report lag. Secara simultan, seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap audit report lag. Hasil ini mendukung teori agensi yang menyatakan bahwa pengawasan yang efektif oleh dewan dapat mempercepat proses pelaporan keuangan
Personal branding dalam menciptakan identitas digital (studi kasus Irfan hamid pada akun TikTok @Darahdenbiru) Galindra Rachman Pratama Dony Agung; Novi Andayani Praptiningsih; Gilang Kumari Putra
SOSIO DIALEKTIKA Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v10i1.13252

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana Irfan Hamid, seorang selebgram TikTok pemilik akun @darahdenbiru, merancang personal branding dan membentuk identitas digital melalui konten serta aktivitasnya di media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, observasi, dan wawancara langsung dengan subjek penelitian. Landasan teori yang digunakan mengacu pada delapan prinsip personal branding menurut Peter Montoya, yaitu spesialisasi, kepemimpinan, kepribadian, diferensiasi, visibilitas, konsistensi, integritas, dan reputasi baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Irfan Hamid mampu membangun citra diri yang autentik, konsisten, dan menarik di mata audiens media sosial. Strategi personal branding yang diterapkan tidak hanya mencerminkan kepribadiannya, tetapi juga mampu meningkatkan engagement serta memperkuat posisi identitas digitalnya sebagai figur publik. Temuan ini memberikan wawasan baru mengenai bagaimana personal branding dapat dirancang secara strategis di era digital untuk membangun daya tarik personal yang kuat dan berkelanjutan. Kata Kunci: personal branding, identitas digital, TikTok, influencer Abstract This study aims to explore how Irfan Hamid, a TikTok influencer and owner of the @darahdenbiru account, designs his personal branding and constructs his digital identity through content and social media activities. The study uses a descriptive qualitative approach with a case study method. Data collection techniques were carried out through documentation, observation, and direct interviews with the subject. The theoretical foundation is based on Peter Montoya's eight principles of personal branding, which include specialization, leadership, personality, differentiation, visibility, consistency, integrity, and good reputation. The findings reveal that Irfan Hamid consistently presents an authentic, unique, and compelling personal image to his social media audience. His personal branding strategy not only reflects his personality but also enhances audience engagement and strengthens his digital identity as a public figure. These findings offer new insights into how personal branding can be strategically designed in the digital era to build strong and sustainable personal appeal. Keywords: Personal branding, digital identity, TikTok, influencer
Analisis Keberhasilan Kebijakan dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Pelaksanaan Pengelolaan Sampah Di Kabupaten Banyumas Dimas Purbo Pambudi; Neneng Sobibatu Rohmah; Khairurrizqo Khairurrizqo; Titi Rahmawati; Muhammad Riyan Fitria Ramdlani Ramdlani
SOSIO DIALEKTIKA Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v10i1.13459

Abstract

The problem and handling of waste in Banyumas Regency has changed. Waste became one of the problems that was not handled properly in 2018 to the point of a waste emergency, but now waste in Banyumas can be a source of income, empower the community and become a model for waste management in Indonesia and even the world to achieve various achievements due to its successful management. The existence of Regent Regulation No. 24 of 2023 on the Implementation of Waste Management is a tangible manifestation of Banyumas' strong commitment in dealing with the waste problem to achieve various national and international awards for its success in waste management and care for environmental sustainability. The purpose of this paper is to describe, explore and analyze the success of policy innovation and community empowerment in the idea of “Sumpah Beruang (turning waste into money)”. This research method is descriptive qualitative by using literature studies to obtain various credible data. The results showed that the success of policy innovation and community empowerment in waste management in Banyumas can be seen in its implementation, starting from the government's commitment in the form of clear rules, budget commitments, cooperation and the use of technology. In addition, community participation is also very good in managing waste at TPST (Integrated Waste Processing Site) and TPA BLE (Environmental and Education-Based Final Processing Site) as the key to successful waste management. Finally, the thing that makes a difference in handling waste is the application of circular economy principles that can utilize the processed waste into various objects of economic value such as compost production, paving, magot cultivation, and produce staples for RDF (Refused Derived Fuel). Keywords: Policy Success, Community Empowerment, Waste Management
Evaluasi Implementasi Good Governance dalam Perencanaan Pembangunan Daerah: Studi Atas Praktik Musrenbang di Provinsi Jawa Tengah Achmad Maulani
SOSIO DIALEKTIKA Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v10i1.13532

Abstract

Pada tahun 2023, proses Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Provinsi Jawa Tengah masih menghadapi berbagai tantangan dalam mewujudkan tata kelola pembangunan yang partisipatif, transparan, dan inklusif. Masyarakat sering kali tidak mengetahui status usulan mereka, tidak mendapatkan umpan balik dari pemerintah daerah, dan tidak memiliki akses penuh terhadap dokumen perencanaan seperti RKPD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis sejauh mana prinsip-prinsip good governance diterapkan dalam proses Musrenbang, khususnya pada lima dimensi utama: transparansi, akuntabilitas, partisipasi, responsivitas, dan inklusivitas. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di enam kabupaten/kota. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, survei masyarakat, studi dokumen RKPD dan RPJMD, serta observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Musrenbang masih bersifat prosedural, dengan dominasi teknokrat dalam pemilahan program dan minimnya keterlibatan kelompok rentan seperti perempuan dan penyandang disabilitas. Daerah seperti Surakarta menunjukkan praktik baik melalui digitalisasi dan keterbukaan informasi, sedangkan Grobogan dan Brebes mencerminkan lemahnya komitmen terhadap prinsip partisipatif. Oleh karena itu, dibutuhkan reformasi sistem perencanaan yang lebih deliberatif, responsif, dan inklusif untuk mendorong pembangunan daerah yang berkeadilan sosial.
Human Resources Forum 2023 sebagai Katalis Kerja Sama Ketenagakerjaan Indonesia–Jepang Indah Fitriyani; Anna Yulia Hartati; Azmi Muttaqin
SOSIO DIALEKTIKA Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v10i1.14266

Abstract

Pada tahun 2023 Indonesia menjalin hubungan kerjasama dengan jepang melalui Human Resources Forum (HRF). HRF merupakan sebuah forum kerja sama dalam bidang ketenagakerjaan yang diselenggarakan bersama oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Kementerian Tenaga Kerja Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor pendorong Indonesia menjalin kerja sama ketenagakerjaan dengan Jepang melalui HRF. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dan teori complex interdependence dari Robert O. Keohane and Joseph S. Nye. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Indonesia menjalin kerja sama ketenagakerjaan dengan Jepang melalui Human Resources Forum 2023, karena didorong oleh adanya kebutuhan untuk menguatkan kerja sama dan memenuhi kepentingan bersama. Kata Kunci: kerja sama, ketenagakerjaan, Indonesia, Jepang, Human Resources Forum

Page 1 of 1 | Total Record : 10