cover
Contact Name
Anna Yulia Hartati
Contact Email
annayuliahartati@gmail.com
Phone
+628122884193
Journal Mail Official
sosiodialektika@unwahas.ac.id
Editorial Address
Jl. Menoreh Tengah X no. 22 Sampangan Semarang 50236
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Sosio Dialektika
ISSN : 25408941     EISSN : 26232944     DOI : http://dx.doi.org/10.31942/sd
Core Subject : Humanities, Social,
Sosio Dialektika as an open hall for debate and discussion on socio-political science, economics, law, Islamic education and education. Sosio Dialektika accommodates social and humanities disciplines and becomes a growing space for interdisciplinary and holistic approach to the narrow space of strategic approaches so far.
Articles 153 Documents
IMPLEMENTATION OF THE INDONESIA-KOREA COMPREHENSIVE ECONOMIC PARTNERSHIP AGREEMENT (IK-CEPA): AN ANALYSIS OF STRATEGIC AND ECONOMIC IMPACTS ON BILATERAL AND REGIONAL RELATIONS Syuryansyah, Syuryansyah; Wijaya, Bagaskara Sagita
SOSIO DIALEKTIKA Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v9i2.11981

Abstract

The Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) represents a strategic move to enhance bilateral economic relations and maximize the potential of both countries. This study employs qualitative analysis and literature review methods to assess the strategic impacts of IK-CEPA, focusing on diplomatic, regional, and economic aspects. Diplomatically, IK-CEPA strengthens bilateral ties with South Korea, reflecting a positive shift in South Korea's view of Indonesia as a strategic partner. Regionally, the agreement contributes to strengthening economic cooperation and improving Indonesia's competitiveness in the global market. Economically, IK-CEPA has significant effects on bilateral trade and capital flows by reducing tariff barriers and creating new investment opportunities, particularly in sectors such as automotive and renewable energy. Major challenges include limited information and financial access for SMEs, while opportunities involve increased exports, digitization of SMEs, and utilization of advanced technology. The study concludes that IK-CEPA offers substantial benefits for Indonesia's economy by enhancing the country's position in the international market and driving domestic economic growth.
Manajemen BUMDES Mutiara Welirang Dalam Pengelolaan Usaha Air Minum (BPAM) Di Desa Ketapanrame Wustoto, Karinda; Sukmana, Hendra
SOSIO DIALEKTIKA Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v9i2.12790

Abstract

The following research study aims to analyze the Management of Mutiara Welirang BUMDes in the Management of Drinking Water Business (BPAM) in Ketapanrame Village. In the study, a qualitative descriptive research method was used with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. This data analysis technique uses the Miles and Huberman (1984) model, including data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study show that there are findings, namely First, planning, the success proven by BUMDes management in managing the water business with several plans every year such as adding water networks, distributing water to villas in the Trawas area in 2023. Second, the organizational structure formed by BUMDes and the local village government shows success in resource management and the economy at the village level. Third, the direction of BUMDes as a driving force for the establishment of businesses in Ketapanrame Village, communication is carried out well. This has an impact on the success achieved by business units in Ketapanrame, as evidenced by the establishment of the drinking water business unit built another unit and currently there are five business units in the village. Fourth, the coordination of BUMDes Mutiara Welirang shows the success of the planning that has been realized in the distribution of drinking water with net income in 2023 of around Rp. 1,474,452,850. It can be seen that this study shows that the management of BUMDes has achieved success and success in its management according to the vision and mission. However, there are plans for drinking water business units that have not yet been realized related to bottled drinking water because according to BPOM's permit, it has not fulfilled the procedures for product marketing permits.
Manajemen Pembinaan PBVSI Cabang Olahraga Bola Voli Pantai Di Kabupaten Kendal Tahun 2023 Kurniawan, Rian
SOSIO DIALEKTIKA Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v9i2.12792

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dengan belum diketahui manajemen pembinaan PBVSI cabang olahraga bola voli pantai di kabupaten kendal tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen pembinaan bola voli pantai di kabupaten kendal 2023 berdasarkan fungsi manajemen dari aspek Planning (Perencanaan), Coordinating (Pengkoordiasian), Leading (Kepemimpinan) dan Controlling (Pngawasan). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptis kualitatif dengan teknik pengambilan data menggunakan Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Responden dalam penelitian ini yaitu pengurus 2, pelatih 2 dan atlet 2. Untuk tahap pengolah data meliputi reduksi data, penyajian data, interpretasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian manajemen pembinaan PBVSI cabang olahraga bola voli pantai di kabupaten kendal tahun 2023 ini, meliputi Perencanaan, Keorganisasian, Kepemimpinan dan pengawasan. Perencanaan di PBVSI Kendal cukup baik. Kepemimpinan PBVSI Kendal cukup baik. Keorganisasian di PBVSI Kendal sudah cukup baik. Pengawasan di PBVSI Kendal belum berjalan dengan baik. Dapat disimpulkan bahwa menajemen pembinaan PBVSI cabang olahraga bola voli pantai di kabupaten kendal tahun 2023 dari aspek Perencanaan, Keorganisasian, Kepemimpinan dan Pengawasan sudah cukup baik.
PERAN TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS GCG SEBAGAI GARDA TERDEPAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN YANG ETIS Salsabila Mahfironi; Budi Astuti Ernawati
SOSIO DIALEKTIKA Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v10i2.14459

Abstract

This study aims to analyze the role of transparency and accountability as key elements of Good Corporate Governance (GCG) in promoting ethical decision-making in insurance companies in Indonesia. Using a quantitative approach with secondary data from annual reports and sustainability reports of insurance companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2020–2024, this study employs a panel data regression model known as the Common Effect Model (CEM). The analysis results indicate that accountability has a negative impact on ethical decision-making, while transparency also shows a negative relationship but is not statistically significant. These findings indicate that overly repressive accountability mechanisms can weaken managers' moral courage in facing ethical dilemmas. Therefore, this study recommends reformulating the accountability approach and strengthening an organizational culture that promotes substantive integrity. Keyword : GCG; Transparency; Ethical Decision Making; Accountability
Efektivitas Partisipasi Masyarakat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (MUSRENBANGDES) untuk Kualitas Pembangunan Desa Tambak Kalisogo Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo Faradilla Dwi Anggraeni Faradilla Dwi Anggraeni; Lailul Mursyidah Mursyidah
SOSIO DIALEKTIKA Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v10i2.14431

Abstract

Penelitian ini meingkaji efektivitas partisipasi masyarakat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa Tambak Kalisogo (Musrenbangdes) dan dampaknya terhadap kualitas pembangunan di Desa Tambak Kalisogo, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo. Menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, data dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Hasilnya menunjukkan bahwa partisipasi tercermin melalui tiga indikator: forum partisipasi, keterlibatan, proses dan akses. Forum Musrenbangdes berfungsi sebagai media demokratis untuk menampung aspirasi; keterlibatan masyarakat melampaui pengajuan prioritas hingga kontribusi langsung dalam kegiatan pembangunan; dan akses difasilitasi baik melalui pertemuan formal maupun platform digital. Secara keseluruhan, Musrenbangdes di Tambak Kalisogo berfungsi efektif, meiskipun peningkatan kapasitas dan transparansi masyarakat masiih diperlukan. Temuan ini menyoroti Musrenbangdes sebagai instrumen pembangunan partisipatif yang inklusif dan akuntabel yang konsisten dengan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.
Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia di Pemerintah Desa Balongdowo Kecamatan Candi Pungki Rokmahwati; Ilmi Usrotin Choiriyah
SOSIO DIALEKTIKA Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v10i2.14444

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengembangan kapasitas sumber daya manusia aparatur di Pemerintahan Desa Balongdowo, Kecamatan Candi. Pengembangan kapasitas aparatur desa dikaji melalui indikator pendidikan, pelatihan, dan pengalaman kerja, serta dilihat dari dimensi kepemimpinan dan dukungan organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang meliputi kepala desa, sekretaris desa, bendahara, dan perangkat desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aparatur desa memiliki latar belakang pendidikan yang beragam. Pelatihan bagi perangkat desa dilaksanakan melalui bimbingan teknis yang diselenggarakan oleh pihak kecamatan, terutama yang berkaitan dengan penggunaan teknologi administrasi pemerintahan dan pelayanan publik, sementara pelatihan yang bersumber dari desa lebih banyak diarahkan pada kegiatan pemberdayaan masyarakat. Pengalaman kerja aparatur desa terbentuk dari perbedaan masa kerja dan rentang usia, yang tercermin dalam pelaksanaan tugas administrasi dan penggunaan sistem kerja berbasis teknologi. Pengembangan kapasitas aparatur desa juga didukung oleh peran kepemimpinan dan koordinasi antartingkat pemerintahan.   Kata kunci: Aparatur Desa, Pengembangan Kapasitas, Sumber Daya Manusia.
Penerapan Prinsip Pacta Sunt Servanda Dalam Hubungan Kontrak Bisnis Takwim Azami; Anto Kustanto
SOSIO DIALEKTIKA Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v10i2.14826

Abstract

Prinsip pacta sunt servanda merupakan asas fundamental dalam hukum kontrak yang menegaskan bahwa setiap perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi para pihak yang membuatnya. Dalam konteks sistem hukum perdata Indonesia, asas ini berakar dari Pasal 1338 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) dan menjadi dasar utama dalam menegakkan kepastian hukum, keadilan, dan perlindungan terhadap hak-hak kontraktual. Namun demikian, perkembangan transaksi bisnis modern, termasuk kontrak elektronik dan digital, menimbulkan dinamika baru dalam penerapan prinsip ini, karena muncul tantangan terkait validitas kesepakatan, keaslian identitas para pihak, serta keseimbangan posisi tawar dalam perjanjian baku. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam konsep dan dasar hukum pacta sunt servanda dalam sistem hukum perdata Indonesia, menganalisis penerapannya dalam kontrak bisnis modern dan digital, serta mengidentifikasi kendala dan solusi hukum dalam menjaga keseimbangan antara kepastian hukum dan keadilan substantif. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan pendekatan kasus (case approach) terhadap beberapa putusan Mahkamah Agung yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan asas pacta sunt servanda dalam kontrak bisnis modern tetap relevan, namun tidak dapat dipahami secara kaku. Dalam praktiknya, asas ini perlu diseimbangkan dengan prinsip good faith (itikad baik), rebus sic stantibus (perubahan keadaan fundamental), serta asas kepatutan dan keadilan sosial. Asas tersebut juga berperan penting dalam membangun iklim usaha yang sehat dan stabil di Indonesia, terutama dalam menghadapi tantangan transformasi digital dan globalisasi ekonomi. Dalam transaksi elektronik, kekuatan mengikat kontrak digital diakui sepanjang memenuhi syarat sah perjanjian sebagaimana diatur dalam Pasal 1320 KUHPerdata dan Pasal 18 UU ITE. Adapun kendala utama dalam penerapan prinsip ini meliputi ketimpangan posisi tawar, keberlakuan klausul baku yang merugikan, serta belum optimalnya regulasi yang mengatur kontrak digital. Oleh karena itu, dibutuhkan pembaruan hukum kontrak nasional yang lebih responsif terhadap perubahan teknologi dan sosial. Secara umum, penerapan pacta sunt servanda harus diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara kepastian hukum dan keadilan, sehingga hukum perjanjian dapat berfungsi sebagai instrumen keadilan sosial sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan tujuan hukum nasional.
Kolaborasi Pemerintah Desa Dan Civitas Academica (Studi Kasus Pemberdayaan Para Kader Posyandu Lansia Di Desa Cikakak, Banyumas) Dimas Purbo Pambudi; Titi Rahmawati; Muhammad Riyan; Fitria Ramdlani; Neneng Sobibatu Rohmah; Chanifia Izza Millata
SOSIO DIALEKTIKA Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v10i2.14917

Abstract

Abstrak Penelitian ini berfokus pada berjalannya kolaborasi antara pemerintah desa dengan civitas academica (dosen) dalam pemberdayaan kader tim pembina posyandu lanjut usia di desa Cikakak. Desa ini dikenal dengan prestasinya dalam layanan posyandu lanjut usia. Namun, dalam perjalanannya masih minim peran yang melibatkan civitas academika dalam meningkatkan kemampuan para kader posyandu lansia. Permasalahan utama yang diidentifikasi dalam penelitian ini adalah masih minimnya bentuk kerjasama yang konstruktif untuk meningkatkan keberdayaan kognitif para kader posyandu lansia padahal hal tersebut sangat dibutuhkan untuk menjalankan tugasnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus di Desa Cikakak. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan observasi langsung di lokasi penelitian. Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah desa dan civitas academica sangat dibutuhkan untuk memberdayakan dan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas para kader. Kesimpulan yang dapat disampaikan dari riset ini bahwa kolaborasi dalam pemberdayaan dapat terlaksana dengan baik, berbagai materi teori dan praktek dapat diterima dengan baik. Ada beberapa hal yang dapat direkomendasikan diantaranya adalah pertama, dibutuhkan aturan formal untuk meningkatkan kolaborasi dengan berbagai pihak secara berkesinambungan; kedua, pemerintah desa harus memfasilitasi berbagai pemangku kepentingan untuk dapat mengoptimalkan berbagai sumberdaya di Cikakak; ketiga, dalam berkolaborasi dengan berbagai pihak maka dapat melibatkan partisipasi masyarakat agar lebih optimal. Kata kunci: Kolaborasi, Pemberdayaan, Kader TP Posyandu
Penutupan Kampung Kumuh di India pada Pelaksanaan KTT G20 Tahun 2023: Spektakel Kota, Pencitraan Negara, dan Eksklusi Sosial Sukma Nur Fitriani; Anna Yulia Hartati; Achmad Maulani; Azmi Muttaqin
SOSIO DIALEKTIKA Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v10i2.15158

Abstract

Penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 Tahun 2023 di India menjadi momentum strategis bagi negara tersebut untuk menegaskan posisinya sebagai kekuatan global baru, khususnya sebagai representasi Global South. Namun, di balik upaya pencitraan internasional tersebut, muncul kebijakan kontroversial berupa penutupan dan penggusuran kampung kumuh di New Delhi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan tersebut sebagai bagian dari strategi pencitraan negara dan pengelolaan ruang kota dengan menggunakan teori spektakel kota Guy Debord. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka terhadap dokumen pemerintah, laporan organisasi masyarakat sipil, pemberitaan media nasional dan internasional, serta literatur akademik terkait urbanisasi dan politik kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penutupan kampung kumuh tidak semata-mata merupakan kebijakan penataan kota, melainkan berfungsi sebagai instrumen kekuasaan, kapitalisme perkotaan, kontrol sosial, dan nation branding. Kebijakan ini berhasil membangun citra visual kota yang modern dan tertib, namun pada saat yang sama mengorbankan hak-hak dasar masyarakat miskin, terutama hak atas tempat tinggal dan mata pencaharian. Penelitian ini menegaskan pentingnya pembangunan kota yang inklusif dan berkeadilan sosial, serta menolak praktik pembangunan yang hanya berorientasi pada pencitraan visual dan kepentingan diplomasi internasional. Kata kunci: G20_India, kampung_kumuh, spektakel_kota, pencitraan_negara, kapitalisme_ perkotaan
Dinamika Politik Hukum Dalam Transformasi Kekuasaan Kehakiman Pasca Amandemen UUD 1945 M. Iqbal Wibisono
SOSIO DIALEKTIKA Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v10i2.15349

Abstract

Abstrak Tulisan ini mengkaji dinamika politik hukum dalam transformasi kekuasaan kehakiman pasca amandemen Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Permasalahan utama yang dianalisis adalah bagaimana arah perubahan kebijakan hukum terhadap desain dan kedudukan kekuasaan kehakiman setelah dilakukan perubahan konstitusi. Secara teoretis, penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah pemikiran dalam bidang hukum tata negara dan politik hukum, khususnya terkait konsepsi pemisahan kekuasaan dan prinsip negara hukum. Secara praktis, kajian ini diharapkan menjadi rujukan dalam penyempurnaan sistem hukum yang mengatur independensi lembaga peradilan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum doktrinal dengan tipe penelitian fundamental (fundamental research), yang bertujuan untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai hukum sebagai fenomena sosial, termasuk dimensi historis, filosofis, politik, dan kelembagaannya. Hasil kajian menunjukkan bahwa: (1) secara historis, perubahan konfigurasi kekuasaan kehakiman berkaitan erat dengan perkembangan teori pemisahan kekuasaan dan penguatan prinsip negara hukum; (2) amandemen UUD 1945 membawa perubahan signifikan terhadap struktur dan fungsi kekuasaan kehakiman, antara lain: pengakuan eksplisit atas independensi kekuasaan kehakiman; penegasan fungsi peradilan dalam menegakkan hukum dan keadilan; pembagian kewenangan yudisial antara Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi; penetapan standar integritas, profesionalitas, dan kapasitas hakim agung; serta pembentukan Komisi Yudisial sebagai instrumen pengawasan untuk menjaga kemandirian dan martabat hakim. Kata kunci : Independensi Peradilan, Konstitusi, Politik Hukum, Transformasi Kekuasaan Kehakiman