cover
Contact Name
Anna Yulia Hartati
Contact Email
annayuliahartati@gmail.com
Phone
+628122884193
Journal Mail Official
sosiodialektika@unwahas.ac.id
Editorial Address
Jl. Menoreh Tengah X no. 22 Sampangan Semarang 50236
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Sosio Dialektika
ISSN : 25408941     EISSN : 26232944     DOI : http://dx.doi.org/10.31942/sd
Core Subject : Humanities, Social,
Sosio Dialektika as an open hall for debate and discussion on socio-political science, economics, law, Islamic education and education. Sosio Dialektika accommodates social and humanities disciplines and becomes a growing space for interdisciplinary and holistic approach to the narrow space of strategic approaches so far.
Articles 166 Documents
Analisis Keberhasilan Kebijakan dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Pelaksanaan Pengelolaan Sampah Di Kabupaten Banyumas Dimas Purbo Pambudi; Neneng Sobibatu Rohmah; Khairurrizqo Khairurrizqo; Titi Rahmawati; Muhammad Riyan Fitria Ramdlani Ramdlani
SOSIO DIALEKTIKA Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v10i1.13459

Abstract

The problem and handling of waste in Banyumas Regency has changed. Waste became one of the problems that was not handled properly in 2018 to the point of a waste emergency, but now waste in Banyumas can be a source of income, empower the community and become a model for waste management in Indonesia and even the world to achieve various achievements due to its successful management. The existence of Regent Regulation No. 24 of 2023 on the Implementation of Waste Management is a tangible manifestation of Banyumas' strong commitment in dealing with the waste problem to achieve various national and international awards for its success in waste management and care for environmental sustainability. The purpose of this paper is to describe, explore and analyze the success of policy innovation and community empowerment in the idea of “Sumpah Beruang (turning waste into money)”. This research method is descriptive qualitative by using literature studies to obtain various credible data. The results showed that the success of policy innovation and community empowerment in waste management in Banyumas can be seen in its implementation, starting from the government's commitment in the form of clear rules, budget commitments, cooperation and the use of technology. In addition, community participation is also very good in managing waste at TPST (Integrated Waste Processing Site) and TPA BLE (Environmental and Education-Based Final Processing Site) as the key to successful waste management. Finally, the thing that makes a difference in handling waste is the application of circular economy principles that can utilize the processed waste into various objects of economic value such as compost production, paving, magot cultivation, and produce staples for RDF (Refused Derived Fuel). Keywords: Policy Success, Community Empowerment, Waste Management
Evaluasi Implementasi Good Governance dalam Perencanaan Pembangunan Daerah: Studi Atas Praktik Musrenbang di Provinsi Jawa Tengah Achmad Maulani
SOSIO DIALEKTIKA Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v10i1.13532

Abstract

Pada tahun 2023, proses Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Provinsi Jawa Tengah masih menghadapi berbagai tantangan dalam mewujudkan tata kelola pembangunan yang partisipatif, transparan, dan inklusif. Masyarakat sering kali tidak mengetahui status usulan mereka, tidak mendapatkan umpan balik dari pemerintah daerah, dan tidak memiliki akses penuh terhadap dokumen perencanaan seperti RKPD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis sejauh mana prinsip-prinsip good governance diterapkan dalam proses Musrenbang, khususnya pada lima dimensi utama: transparansi, akuntabilitas, partisipasi, responsivitas, dan inklusivitas. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di enam kabupaten/kota. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, survei masyarakat, studi dokumen RKPD dan RPJMD, serta observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Musrenbang masih bersifat prosedural, dengan dominasi teknokrat dalam pemilahan program dan minimnya keterlibatan kelompok rentan seperti perempuan dan penyandang disabilitas. Daerah seperti Surakarta menunjukkan praktik baik melalui digitalisasi dan keterbukaan informasi, sedangkan Grobogan dan Brebes mencerminkan lemahnya komitmen terhadap prinsip partisipatif. Oleh karena itu, dibutuhkan reformasi sistem perencanaan yang lebih deliberatif, responsif, dan inklusif untuk mendorong pembangunan daerah yang berkeadilan sosial.
Human Resources Forum 2023 sebagai Katalis Kerja Sama Ketenagakerjaan Indonesia–Jepang Indah Fitriyani; Anna Yulia Hartati; Azmi Muttaqin
SOSIO DIALEKTIKA Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v10i1.14266

Abstract

Pada tahun 2023 Indonesia menjalin hubungan kerjasama dengan jepang melalui Human Resources Forum (HRF). HRF merupakan sebuah forum kerja sama dalam bidang ketenagakerjaan yang diselenggarakan bersama oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Kementerian Tenaga Kerja Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor pendorong Indonesia menjalin kerja sama ketenagakerjaan dengan Jepang melalui HRF. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dan teori complex interdependence dari Robert O. Keohane and Joseph S. Nye. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Indonesia menjalin kerja sama ketenagakerjaan dengan Jepang melalui Human Resources Forum 2023, karena didorong oleh adanya kebutuhan untuk menguatkan kerja sama dan memenuhi kepentingan bersama. Kata Kunci: kerja sama, ketenagakerjaan, Indonesia, Jepang, Human Resources Forum
Pengaruh Kampanye Pemasaran Sosial Stand Up terhadap Niat Perubahan Perilaku dengan Variabel Moderasi Literasi Digital Charlotte M A U Kesaulya; Bertha Yunita Permatasari
SOSIO DIALEKTIKA Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v9i2.12260

Abstract

Pelecehan seksual di ruang publik merupakan salah satu isu terpenting yang dihadapi perempuan di seluruh dunia, dan di Indonesia. L'Oréal merupakan salah satu merek kosmetik yang terkemuka di dunia. Guna menanggapi isu pelecehan seksual di ruang publik, L’Oreal melakukan kerjasama dengan beberapa instansi, yaitu, PT JakLingko Indonesia, PT KAI (Persero), PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), PT LRT Jakarta, PT MRT Jakarta, dan PT Transjakarta untuk memberikan pembekalan efektif kepada masyarakat sebagai usaha untuk melawan pelecehan seksual di ruang publik melalui kampanye pemasaran sosial Stand Up. Niat masyarakat untuk melakukan perubahan perilaku merupakan faktor yang penting dalam keberhasilan kampanye pemasaran sosial Stand Up. Penelitian ini menekankan kampanye pemasaran sosial sebagai faktor yang mempengaruhi niat perubahan perilaku masyarakat. Peneliti menggunakan literasi digital sebagai variabel moderasi. Dengan menggunakan literasi digital sebagai variabel moderasi diharapkan dapat memahami sejauh mana kemampuan dan pemahaman teknologi masyarakat mempengaruhi efektivitas kampanye pemasaran sosial Stand Up dalam merubah perilaku masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode Moderated Regression Analysis dengan Kampanye Pemasaran Sosial sebagai variabel independen, Niat Perubahan Perilaku Masyarakat sebagai variabel dependen, dan Literasi Digital sebagai variabel moderasi.
Ancaman Keamanan Indo-Pasifik Terhadap Keputusan Australia Membangun Kapal Selam Tenaga Nuklir Tahun 2021 Ali Martin; Diva Ayu Safitri
SOSIO DIALEKTIKA Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v9i2.12852

Abstract

Ditengah memanasnya tensi dalam pusaran konflik sengketa Laut China Selatan, AUKUS muncul sebagai aliansi baru di bawah kesepakatan trilateral yang disebut sebagai pakta keamanan. Kehadiran AUKUS dinilai sebagai manuver baru sekutu untuk melawan dominasi China yang semakin agresif di kawasan Indo-Pasifik. Fokus utama aliansi AUKUS yaitu pembangunan kapal selam nuklir untuk Angkatan Laut Australia. Pengumuman kerjasama trilateral ini menjadi latar belakang dari reaksi beragam negara-negara dalam kawasan. Oleh karena itu, penelitian ini memaparkan ancaman keamanan kawasan Indo-Pasifik terhadap keputusan Australia membangun kapal selam tenaga nuklir. Penelitian ini dianalisis mengunakan teori Kompleksitas Keamanan Regional (regional security) dan menggunakan metode kualitatif dalam pengumpulan data dari berbagai sumber dan literatur yang berkaitan. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa kawasan Indo-Pasifik terancam karena adanya aliansi AUKUS dan kerjasama keamanan kapal selam nuklirnya yang dapat memunculkan adu kekuatan negara besar dan perlombaan senjata nuklir yang mana hal ini dapat mengancam kestabilan dan keamanan di kawasan Indo-Pasifik.
Manajemen Pembinaan PBVSI Cabang Olahraga Bola Voli Pantai Di Kabupaten Kendal Tahun 2023: Manajemen,Bola Voli, PBVSI Kabupaten Kendal Rian Kurniawan
SOSIO DIALEKTIKA Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v9i2.12854

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi permasalahan dimana pembinaan PBVSI cabang olahraga bola voli pantai di Kabupaten Kendal tahun 2023 yang belum meraih prestasi yang maksimal. Keterbatasan sarana dan prasarana menjadi salah satu faktor dalam meningkatnya prestasi atlet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen pembinaan bola voli pantai di Kabupaten Kendal 2023 berdasarkan fungsi manajemen dari aspek Planning (Perencanaan), Coordinating (Pengkoordiasian), Leading (Kepemimpinan) dan Controlling (Pengawasan). Metode penelitian ini menggunakan penelitian deskriptis kualitatif dengan teknik pengambilan data menggunakan Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari pengurus, pelatih dan atlet Pengkab PBVSI Kabupaten Kendal. Tahap pengolah data meliputi reduksi data, penyajian data, interpretasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini yaitu Planning (Perencanaan) di dalam Pengkab PBVSI Kabupaten Kendal sudah tersusun dengan baik yang mengacu pada agenda yang dilakukan oleh PB pusat dan Pengprov, tetapi ketika tidak ada event pertandingan perkembangan bola voli pantai di Kabupaten Kendal kurang berkembang dengan baik. Coordinating (Pengkoordiasian) di dalam Pengkab PBVSI Kabupaten Kendal sudah berjalan dengan baik, hal ini dibuktikan dengan jalannya program kerja berjalan dengan baik dan tidak terjadi kesalahpahaman antara pengurus dalam pelaksanaan program kerja. Leading (Kepemimpinan) pengurus PBVSI Kabupaten Kendal sudah baik dimana ketua harian menggunakan tipe kepemimpinan demokratasis, semua anggota pengurus diberikan kesempatan untuk menyampaikan saran, kritik maupun keluhan terhadap suatu kendala. Controlling (Pengawasan) Pengkab PBVSI Kabupaten Kendal cukup baik tetapi memiliki kelemahan dikarenakan tidak memiliki sub bidang pengawasan dalam struktur PBVSI Kabupaten Kendal, akan tetapi dalam setiap kegiatan yang dijalankan akan di monitoring oleh ketua harian
Sub-State Diplomacy As To Contemporary Indonesian Diplomacy: Paradiplomacy strategy in strengthening sister city cooperation in tourism sector Laode Muhamad Fathun; I Nyoman Aji Suadhana Rai; Vania Zahra Nathania; Tuhfahtu Hasanatul Wahidah
SOSIO DIALEKTIKA Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v9i2.12855

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan diplomasi sub-negara Indonesia sebagai gaya diplomasi Indonesia kontemporer untuk mencapai kepentingan nasional. Saat ini kepentingan nasional tidak hanya dijalankan secara monopoli oleh negara. Namun, aktor sub-negara juga terlibat sebagai aktor yang mendukung diplomasi Indonesia di era kontemporer. Artikel ini menggunakan metodologi kualitatif berdasarkan studi kasus. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan studi pustaka. Penelitian ini menunjukkan bahwa kerja sama antar kawasan yaitu Australia yang diwakili New South Wales dan Indonesia yang diwakili DKI Jakarta mempunyai potensi kerja sama yang baik. Hal ini didasari oleh hubungan baik kedua negara ditambah kerja sama sister city antar kedua wilayah ibu kota untuk mendukung pelaksanaan kerja sama. Kerjasama yang dilakukan pada bidang pariwisata merupakan kerjasama dua daerah yang sangat menguntungkan dalam bidang ekonomi pariwisata. Sebab kedua wilayah tersebut merupakan wilayah yang memiliki karakter yang sama yaitu wilayah maritim. Kerja sama tersebut harus didasarkan pada kolaborasi di tingkat negara dengan menggunakan metode kebijakan luar negeri komparatif bersama. Artinya pemerintah daerah mendukung kerja sama nasional yang diwujudkan dalam bentuk kerja sama sister city
Manajemen BUMDES Mutiara Welirang Dalam Pengelolaan Usaha Air Minum (BPAM) Di Desa Ketapanrame Karinda Wustoto Wustoto; Hendra Sukmana
SOSIO DIALEKTIKA Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v9i2.12856

Abstract

Studi penelitian berikut bertujuan untuk menganalisis Manajemen BUMDes Mutiara Welirang dalam Pengelolaan Usaha Air Minum (BPAM) di Desa Ketapanrame. Pada penelitian, menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data ini menggunakan model miles dan huberman (1984), meliputi pengumpulan data,reduksi data, penyajian data, serta penarikkan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya temuan yaitu Pertama, perencanaan, adanya keberhasilan yang dibuktikan manajemen BUMDes dalam pengelolaan usaha air dengan beberapa perencanaan setiap tahunnya seperti penambahan jaringan air, pendistribusian air ke villa daerah Trawas pada tahun 2023. Kedua, struktur organisasi yang dibentuk oleh BUMDes dan pemerintah desa setempat menunjukkan keberhasilan dalam pengelolaan sumberdaya serta perekonomian ditingkat desa. Ketiga, pengarahan BUMDes sebagai motor penggerak berdiri nya usaha yang ada di Desa Ketapanrame, komunikasi dijalankan dengan baik. Hal ini berdampak pada keberhasilan yang dicapai oleh unit usaha yang ada di Ketapanrame, dibuktikan setelah berdirinya unit usaha air minum dibangun unit lain dan saat ini terdapat lima unit usaha yang ada di Desa. Keempat, pengkoordinasian BUMDes Mutiara welirang menunjukkan keberhasilan perencanaan yang telah terealisasikan pada distribusi air minum dengan pendapatan bersih pada tahun 2023 sekitar Rp. 1.474.452.850. Dapat diketahui dalam penelitian ini menunjukkan manajemen BUMDes telah mencapai keberhasilan dan sukses dalam pengelolaannya sesuai visi dan misi. Namun ada perencanaan pada unit usaha air minum yang masih belum terealisasikan terkait air minum dalam kemasan dikarenakan menurut izin BPOM belum memenuhi prosedur untuk izin memasarkan produk
Efektivitas Program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa Di Desa Tambak Kalisogo Jabon Sidoarjo Dewi Lestari Dewi; Lailul Mursyidah
SOSIO DIALEKTIKA Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v10i2.15277

Abstract

Penelitian ini mengkaji Efektivitas Program Bantuan Langsung tunai Dana Desa ( BLT-DD) di Desa Tambak Kalisogo, Kecamatan Jabon, Kabupatein Siidoarjo. Dengan menngunakan teori Sutrisno (2007) yang memiliki 5 indikator yakni pemahaman program, tepat sasaran, tepat waktu, tercapainya program, dan perubahan nyata. Penelitian menggunakan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi dan dokumentasi, Analisis data menggunakan model Interaktif oleh Miles dan Huberman yang memiliki 4 komponen . Hasil penelitian menunjukkan bahwa program telah dilaksanakan dengan cukup efektif, ditandai dengan pemahaman masyarakat yang baik, penyaluran bantuan yang tepat sasaran melalui verifikasi data, ketepatan waktu dalam pencairan setiap tiga bulan, tercapainya tujuan berupa berkurangnya jumlah keluarga penerima manfaat, serta adanya perubahan nyata dalam peningkatan kesejahteraan, baik melalui pemenuhan kebutuhan dasar maupun pemanfaatan dana untuk usaha kecil. Namun, keterbatasan anggaran dan persepsi sebagian masyarakat mengenai pemerataan bantuan masih menjadi kendala yang perlu ditindaklanjuti. Prospeknya, program ini memiliki potensi besar untuk terus mendukung penanggulangan kemiskinan di tingkat desa apabila disertai evaluasi berkelanjutan dan perbaikan mekanisme pelaksanaan.
Analisis Kebijakan Kartu Tani Dan Dampaknya Terhadap Pemberdayaan Petani Di Kabupaten Banyumas Chanifia Izza Millata; Dimas Purbo Pambudi; Khairurrizqo Khairurrizqo
SOSIO DIALEKTIKA Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : LP2M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/sd.v11i1.15599

Abstract

Abstract The Farmer Card (Kartu Tani) policy was introduced in 2016 to improve the distribution of subsidized fertilizer and enhance farmers’ welfare. However, its local implementation continues to face significant challenges. This study examines how the Farmer Card policy is implemented and interpreted by street-level actors in Banyumas Regency, as well as how their discretion affects farmers’ access to subsidized fertilizer and empowerment. Using a qualitative case study approach, data were collected through interviews, observation, and document analysis. The study applies Michael Lipsky’s Street-Level Bureaucracy theory and Naila Kabeer’s Empowerment framework. The findings reveal that policy implementation is uneven and heavily dependent on the discretion of local implementers to cope with technical and administrative constraints. While such discretion helps maintain fertilizer access, it also generates informal practices and reinforces farmers’ dependency. In terms of empowerment, the policy mainly produces administrative access rather than substantive empowerment that strengthens farmers’ economic independence and bargaining power. Abstrak Kebijakan Kartu Tani diluncurkan pemerintah sejak 2016 untuk memperbaiki distribusi pupuk bersubsidi dan meningkatkan kesejahteraan petani. Namun, implementasinya di tingkat lokal masih menghadapi berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana kebijakan Kartu Tani di Kabupaten Banyumas dijalankan dan ditafsirkan oleh aktor lapangan, serta dampak diskresi mereka terhadap akses pupuk dan pemberdayaan petani. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis didasarkan pada teori Street-Level Bureaucracy Michael Lipsky dan teori Pemberdayaan Naila Kabeer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kartu Tani tidak berjalan seragam dan sangat bergantung pada diskresi aktor lapangan untuk mengatasi keterbatasan teknis dan administratif. Diskresi tersebut membantu menjaga akses pupuk, tetapi sekaligus memunculkan praktik informal dan ketergantungan petani. Dari sisi pemberdayaan, kebijakan ini baru menghasilkan pemberdayaan administratif dan belum mampu meningkatkan kemandirian ekonomi maupun posisi tawar petani secara substantif. Kata kunci: kartu tani; kebijakan pupuk bersubsidi; implementasi kebijakan; street-level bureaucracy; pemberdayaan petani