cover
Contact Name
Atik Maria
Contact Email
atikmaria41@yahoo.co.id
Phone
+6285640183897
Journal Mail Official
lp2makbidarrum@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pondok Joko Tingkir Lor No. 5 Salatiga
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga
ISSN : 25283685     EISSN : 25983857     DOI : https://doi.org/10.36409/jika
Core Subject : Health,
The Journal Scientific Health of Ar-Rum Salatiga has a pISSN: 2528-3685 and eISSN: 25-98-3857. This journal as a facility of academic facilities in doing tri darma college in research field. The Journal Scientific Health of Ar-Rum Salatiga received various articles / texts in the form of relevant original research results, case reports, meta-analysis with the health sector. Script selection is published in The Journal Scientific Health of Ar Rum Salatiga using a peer-reviewed system, published twice a year in August and February.
Articles 301 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPESERTAN KB HORMONAL DI BPM DINI MELANI, CONDONGCATUR DEPOK SLEMAN, DIY Aurora Ranims; Sukmawati Sukmawati; Sri Wulandari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v2i1.3

Abstract

Keluarga Berencana merupakan target SDGs tahun 2015 diharapkan pada 2030 terjamin akses semesta kepada pelayanan kesehatan seksual dan reproduksi, termasuk KB, informasi dan edukasi, serta integrasi kesehatan reproduksi kedalam strategi dan program nasional. Pencapaian peserta KB aktif di Kota Yogyakarta sebesar 60,8%, Gunung Kidul 54, 6%. Kulonprogo 57,5%, Bantul 66% dan Sleman sebesar 67,7%. Program Keluarga Berencana dari sasaran 153.703 PUS (Pasangan Usia Subur) di Kabupaten Sleman, 16.347 PUS (10,6%) adalah peserta KB aktif baru. Jumlah KB aktif sebanyak 123.264 PUS (80,2%) terdiri dari 42.865 orang (34,8%) sebagai akseptor KB dengan MKJP (metode kontrasepsi Jangka Panjang), akseptor Non MKJP meliputi: suntik, 59.770 PUS (48,5%), PIL sebanyak 12.394 (10,1%), dan Kondom sebanyak 8.235 (6,7%). Berdasarkan hasil studi pendahuluan di BPM Dini Melani, Gempol, Condong Catur pada tanggal 04 Desember 2015 terdapat 175 orang akseptor KB hormonal dan 21 akseptor KB IUD yang melakukan kunjungan ulang dan konsultasi KB. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan kepesertaan KB hormonal. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan cross sectional, di BPM Dini Melani pada tanggal 5-19 Agustus 2016. Sampel dalam penelitian ini adalah akseptor KB hormonal sebanyak 60 orang. Instrumen penelitian ini adalah kuisioner dengan teknik pengambilan sampel berupa purposive sampling, menggunakan analisis chi kuadrat (X2). Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan antara faktor umur (X2=2,911, p-palue= 0,718), pendidikan (X2=4,511, p-value 0,312), pekerjaan (X2=2,766 0, p-value=230) dan paritas (X2=1,901, p-value=0,917) dengan kepesertaan KB hormona. Faktor pengetahuan berhubungan dengan kepesertaan KB hormonal (X2=16,668, p-value=0,001). Simpulan penelitian ini mayoritas jenis kepesertaan KB hormonal adalah suntik. Tidak ada hubungan faktor umur, pendidikan, pekerjaan dan paritas dengan kepesertaan KB hormonal, faktor pengetahuan berhubungan dengan kepesertaan KB hormonal.
FAKTOR–FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN IMUNISASI CAMPAK PADA BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAWAH LEBAR KOTA BENGKULU TAHUN 2017 Ruri Maiseptya Sari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v3i1.21

Abstract

Abstrak Imunisasi campak adalah pemberian kekebalan secara aktif terhadap penyakit campak, imunisasi campak diberikan pada bayi umur 9 bulan. Cakupan imunisasi campak di wilayah kerja Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu Tahun 2013 sebesar 84,6%, Tahun 2014 sebesar 110,3%, Tahun 2015 sebesar 85,6% dan pada Tahun 2016 sebesar 78,7%. Tujuan penelitian ini diketahui faktor- faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi pada bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu Tahun 2017. Jenis penelitian ini digunakan dalam penelitian ini adalah secara observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki bayi umur 9-11 bulan di wilayah kerja Puskesmas sawah lebar kota Bengkulu tahun 2017 pada bulan Juli sebanyak 41 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling. Teknik pengumpulan data dengan data primer. Dianalisis dengan menggunakan Chi- Square. Hasil penelitian ini adalah 19 (46,3%) bayi yang di imunisasi campak, 18 (43,9%) dengan pendidikan menengah, 23 orang (56,1) yang berumur
Peran Posyandu Remaja terhadap Perilaku Kesehatan Reproduksi Remaja di Kota Tanjungpinang Mia Afritia; M Zen Rahfiludin; Dharminto Dharminto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v4i1.58

Abstract

Permasalahan kesehatan remaja seperti hamil, aborsi dan lain sebagainya masih banyak ditemui sebagai akibat dari kurangnya pemahaman mengenai kesehatan reproduksi. Perubahan fisik, psikologi dan sosial merupakan masa yang harus dilewati para remaja. Bila remaja dipersiapkan dalam melewati proses perubahannya diharapkan dapat membantu masalah kesehatan yang ada khususnya untuk mengurangi angka kematian ibu. Posyandu remaja hadir dalam rangka membantu remaja menghadapi permasalahannya yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa perbedaan perilaku kesehatan reproduksi remaja yang mengikuti dan yang tidak mengikuti posyandu Remaja di Kota Tanjungpinang. Penelitian ini adalah penelitian Analitik kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuisioner yang dilakukan pada bulan Januari-Februari 2019 dan subjek penelitian ini adalah remaja yang mengikuti dan yang tidak mengikuti posyandu remaja berjumlah 72 responden. Analisis data meliputi analisis deskriptif dan analisis statistik menggunakan uji Mann whitney untuk melihat perbedaan perilaku (pengetahuan, sikap dan praktik) kesehatan reproduksi dari dua kelompok tersebut. Terdapat perbedaan pada pengetahuan (p-Value=0,000) dan praktik (p-Value=0,035) namun tidak terdapat perbedaan sikap (p-Value=0,843).
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI PADA IBU BERSALIN DI KLINIK BERSALIN ASIH WALUYO JATI YOGYAKARTA Muji Lestari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v2i2.15

Abstract

Inisiasi menyusui dini mempunyai manfaat yang besar untuk bayi maupun ibu serta berperan dalam rangka menekan angka kematian bayi. Beberapa faktor yang mempengaruhi pelaksanaan inisiasi menyusu dini diantaranya adalah pengetahuan ibu tentang inisiasi menyusu dini, peran tenaga kesehatan dalam upaya melaksanankan inisiasi menyusu dini, dukungan suami terhadap pelaksanaan inisiasi menyusu dini serta pengalaman ibu terkait pernah atau tidaknya melakukan inisiasi menyusu dini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa sajakah yang berhubungan dengan pelaksanaan inisiasi menyusu dini di klinik bersalin Asih Waluyo Jati Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan crossectional dimana populasinya adalah ibu bersalin di klinik bersalin Asih Waluyo Jati jumlahnya sebanyak 30 orang ibu bersalin perbulan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah accidental sampling dengan jumlah 24 responden. Hasil dari penelitian ini ada hubungan bermakna antara pengetahuan dengan pelaksanaan inisiasi menyusu dini di klinik bersalin Asih Waluyo Jati dimana nilai P value 0.00. Ada hubungan bermakna antara peran tenaga kesehatan dengan pelaksanaan inisiasi menyusu dini di klinik bersalin Asih Waluyo Jati dimana nilai P value 0.06. Ada hubungan bermakna antara dukungan suami dengan pelaksanaan inisiasi menyusu dini di klinik bersalin Asih Waluyo Jati dimana nilai P value 0.07. Tidak ada hubungan bermakna antara pengetahuan dengan pelaksanaan inisiasi menyusu dini di klinik bersalin Asih Waluyo Jati dimana nilai P value 0.361. Diharapkan kepada instansi terkait untuk memberikan informasi yang seluas-luasnya mengenai inisiasi menyusu dini dan memberikan motivasi kepada ibu bersalin untuk melakukan inisiasi menyusu dini.
Pendekatan Pengasuhan Orang Tua dalam Mengatasi Sibling Rivalry pada Anak Usia Dini Wahyu Kristiningrum; Widayati Widayati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v3i2.37

Abstract

Sikap orang tua terhadap anak dipengaruhi oleh keinginan atau harapan orang tua terhadap anaknya, misalnya bila salah satu anak memenuhi harapan orang tua dari pada anak yang lain menyebabkan orang tua menjadi lebih sayang terhadap anak tersebut. Sibling rivalry merupakan satu kompetisi antara saudara kandung, adik dan kakak laki-laki, adik dan anak perempuan atau kakak perempuan dan adek laki-laki. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahuai bagaimana pendekatan pengasuhan orang tua dalam mengatasi Sibling rivalry pada anak usia dini. Penelitian ini mwnggunakan metode deskriptif kualitatif. Adapun penelitian ini bersifat deskriptif yaitu suatu penelitian yang berusaha untuk memberikan gambaran suatu kondisi, sifat, karakteristik, dari suatu fenomena atau obyek penelitian, atau hanya menggambarkan apa adanya tentang suatu variabel, gejala atau suatu keadaan. Orang tua di KB-TK Kana Kab.Semarang mempunyai beberapa pendekatan dalam pengasuhan untuk mengurangi ketika perilaku sibling rivalry terjadi yaitu orang tua mengajarkan kedisiplinan pada anak, orang tua mendengarkan keluhan anak, orang tua mengajarkan cinta kasih pada anak, orang tua mengajarkan tanggung jawab pada anak, orang tua mendampingi anak disela-sela pekerjaannya.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN IMS (INFEKSI MENULAR SEKSUAL) PADA PSK (PEKERJA SEKS KOMERSIAL) DI PUSKESMAS PRAMBANAN SLEMAN D.I. YOGYAKARTA Tutik Astuti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v2i2.10

Abstract

Latar Belakang: Infeksi menular seksual (IMS) merupakan salah satu penyakit menular yang menjadi permasalahan kesehatan global pola penyakitnya hampir terjadi di semua negara. Salah satu penyebabnya adalah transaksi seks pada pekerja seks komersial (PSK).Menurut profil kesehatan DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) tahun 2016 mengenai IMS ( Infeksi Menular Seksual) DIY menempati urutan yang ke 9 sebagai provinsi dengan penderita HIV-AIDS dan IMS terbanyak, total penderita IMS dan HIV-AIDS tahun 2013 adaah 2288 Penderita. Pada tahun 2014 adalah 2663 penderita HIV-AIDS dan IMS. Tahun 2015 penderita IMS dan HIV-AIDS berjumlah 4317 penderita. Penemuan IMS dan HIV-AIDS berfluktuatif setiapa tahun. Pada tahun 2010 dan 2011 sempat mengalami penurunan sementara, kemudian mengalami peningkatan kembali tahun 2013 sampai 2015. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan denagan kejadian IMS (Infeksi Menular Seksual) pada PSK (Pekerja Seks Komersial) di Puskesmas Prambanan Sleman Yogyakarta. Metode Penelitian: Jenis penelitian survey analitik dengan studi cross sectional dimana pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner.Analisa data menggunakan uji statistic Kendal-tau, Populasi adalah semua PSK (Pekerja seks komersial) di wilayah puskesmas Prambanan yang melakukan kunjungan pemeriksaan pada saat penelitian berlangsung. Pengambilan sampel menggunakan Total sampling. Hasil Penelitian: Pengetahuan PSK (Pekerja seks komersial) yaitu pengetahuan cukup sebanyak 20 orang (50.0%). Pendidikan PSK (Pekerja seks komersial) yaitu memiliki pendidikan dasar sebanyak 22 orang (55.0%). Sosial Ekonomi yaitu memiliki sosial ekonomi rendah sebanyak 22 orang (55,0%). Hasil uji statistik tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan IMS (Infeksi menular seksual) dengan p-value => 0.05,ada hubungan antara pendidikan dengan IMS (Infeksi menular seksual) dengan p-value =< 0.05,dan tidak ada hubungan antara sosial ekonomi dengan IMS (Infeksi menular seksual) dengan p-value => 0.05. Kesimpulan: tidakada hubungan antara pengetahuan dengan kejadian IMS (Infeksi menular seksual), ada hubungan Pendidikan dengan kejadian IMS, tidak ada hubungan Sosial ekonomi dengan kejadian IMS (Infeksi Menular Seksual) di Puskesmas Prambanan Sleman D.I Yogyakarta.
1. Hubungan Pola Asuh Orangtua dengan Perkembangan Psikomotorik Balita pada Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Depok II Sleman Yogyakarta Tutik Astuti; Rezkiani Abdullah; J. Nugrahaningtyas W. U
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v3i2.32

Abstract

Abstrak Kualitas seorang anak dapat dinilai dari proses tumbuh kembang. Proses tumbuh kembang merupakan hasil interaksi faktor genetik dan faktor lingkungan. Banyaknya kegagalan dalam pengasuhan anak terkadang disebabkan oleh sebagian orang tua tidak tahu bagaimana cara mengasuh yang tepat. Berdasarkan studi pendahuluan pada 10 ibu yang mempunyai balita usia 24-59 bulan didapatkan hasil 5 orang tua anak menerapkan pola asuh demokratis dan mengalami perkembangan yang pesat, 4 orang tua anak menerapkan pola asuh otoriter hingga mengalami keterlambatan dalam perkembangannya, dan 1 orang tua anak menerapkan pola asuh permisif dan kurang matang dalam perkembangannya. Mengetahui hubungan pola asuh orang tua dan anak terhadap perkembangan psikomotorik pada balita usia 24-59 bulan di Wilayah kerja Puskesmas Depok II Condongcatur Sleman Yogyakarta tahun 2018. Penelitian ini menggunakan desain Deskriptif Analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah orang tua yang mempunyai balita usia 24-59 bulan sejumlah 43 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah Total Sampling. Uji statistik yang digunakan adalah Kendall Tau. Hasil uji statistik dengan menggunakan Kendall Tau diperoleh p-value = 0,003. Maka ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan psikomotorik balita pada usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Depok II Caturtunggal Depok Sleman Yogyakarta. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan psikomotorik balita pada usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Depok II Caturtunggal Depok Sleman Yogyakarta.
MANFAAT BUAH BIT (Beta vulgaris) TERHADAP PENINGKATAN KADAR HAEMOGLOBIN (Hb) IBU HAMIL Farida Utaminingtyas
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v2i1.9

Abstract

Anemia adalah salah satu faktor penyebab tidak langsung terjadinya kematian ibu. Anemia pada ibu hamil salah satunya terjadi akibat defisiensi zat besi, pengaruhnya dapat menyebabkan keguguran, partus prematus, inersia uteri, partus lama, atonia uteri, perdarahan, dan syok. Jus buah bit (Beta vulgaris) merupakan salah satu sumber makanan alternatif non farmakologi mengandung zat besi yang dapat dimanfaatkan oleh ibu hamil untuk meningkatkan kadar haemoglobin. Bit secara signifikan mengandung vitamin A, C, kalsium, zat besi, fosfor, potassium, protein, karbohidrat, tinggi folat, serat makanan, antioksidan, dan tinggi betaine. Metode studi ini merupakan suatu tinjauan literatur (Literatur review) tentang manfaat buah bit (Beta vulgaris) terhadap peningkatan kadar haemoglobin (Hb) ibu hamil. Sumber untuk melakukan tinjauan literatur ini meliputi studi pencarian sistematis database terkomputerisasi dalam bentuk penelitian yang berjumlah 9 jurnal (Indian J Med Res, Hindawi Publishing Corporation Journal of Pregnancy, Jurnal Keperawatan, J Makara Kesehatan, NIH Public Access, BioMed Central, JITK, J Nutrients, IOSR-JNHS, dan Google Scholar), didukung oleh data WHO, Riskesdas, Depkes RI, buku teks, dan buku panduan. Berdasarkan hasil penelitian Sundari dan Happinasari tahun 2013, terdapat perbedaan kenaikan kadar Hb setelah diberikan Fe dan Fe + buah bit di wilayah kerja puskesmas Purwokerto Selatan dengan nilai ρ=0,009, dengan kelompok perlakuan diberikan jus buah bit 500 ml selama tujuh hari berturut-turut dengan tetap mengkonsumsi tablet Fe yang sudah diberikan Puskesmas/Bidan.
PENGARUH PEMBERIAN BUBUR KACANG HIJAU MODISCO TERHADAP PERUBAHAN KADAR ALBUMIN BALITA BAWAH GARIS MERAH (BGM) Atik Maria
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v3i1.27

Abstract

Abstrak Balita BGM memang bukan menunjukkan keadaan gizi buruk, tetapi sebagai peringatan untuk konfirmasi dan tindak lanjut. Memberikan bubur kacang hijau modisco kepada balita secara rutin sangat baik karena mengandung berbagai mineral, vitamin dan bahkan protein yang sangat berkhasiat untuk memacu pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pemberian bubur kacang hijau modisco dapat meningkatakan kadar albumin balita bawah garis merah (BGM). Metode penelitian menggunakan Quasi Experiment dengan desain Pretest-Posttest With Control Group. Jumlah sampel 30 responden. Terdiri dari 15 pada kelompok eksperimen diberikan bubur kacang hijau modisco (10 gr susu full cream, 5 gr gula pasir, 5 gr margarine, bubur kacang hijau 60 gr) dan 15 pada kelompok kontrol diberikan bubur kacang hijau 100 cc. Penelitian dilakukan selama 14 hari. Pengukuran kadar albumin dengan menggunakan metode Bromo Cresol green (BCG). Penelitian menunjukkan hasil yang signifikan peningkatan kadar albumin sebelum dan setelah (p
Pengaruh Minuman Jahe terhadap Penurunan Frekuensi Emesis Gravidarum pada Ibu Hamil Trimester I di Wilayah Puskesmas Lubuk Buaya Padang Faridah BD; Aprizal Ponda; Herlinda Tri Pertiwi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v4i1.57

Abstract

Kasus emesis gravidarum di Indonesia terdapat 50-90% yang dialami oleh ibu hamil. Di Kota Padang pada bulan Agustus 2016 dan Februari 2017 sebanyak 86% ibu hamil mengalami emesis gravidarum pada awal kehamilan. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh minuman jahe terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang Tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah penelitian pra eksperimen one grup Pretest and Postest design. Penelitian ini telah dilakukan pada tanggal 09 Mei-4 Juni 2019 di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil trimester I dengan jumlah sampel sebanyak 16 responden, teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata skor emesis gravidarum sebelum diberi minuman jahe yaitu 7,19 dan setelah diberi minuman jahe yaitu 5,00. Hubungan minuman jahe dengan penurunan frekuensi emesis gravidarum didapatkan p value=0,000

Page 3 of 31 | Total Record : 301