cover
Contact Name
Atik Maria
Contact Email
atikmaria41@yahoo.co.id
Phone
+6285640183897
Journal Mail Official
lp2makbidarrum@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pondok Joko Tingkir Lor No. 5 Salatiga
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga
ISSN : 25283685     EISSN : 25983857     DOI : https://doi.org/10.36409/jika
Core Subject : Health,
The Journal Scientific Health of Ar-Rum Salatiga has a pISSN: 2528-3685 and eISSN: 25-98-3857. This journal as a facility of academic facilities in doing tri darma college in research field. The Journal Scientific Health of Ar-Rum Salatiga received various articles / texts in the form of relevant original research results, case reports, meta-analysis with the health sector. Script selection is published in The Journal Scientific Health of Ar Rum Salatiga using a peer-reviewed system, published twice a year in August and February.
Articles 301 Documents
GAMBARAAN KEPATUHAN MINUM TABLET Fe DAN PENINGKATAN KADAR HAEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS UNGARAN KABUPATEN SEMARANG Hapsari Windayanti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v2i2.16

Abstract

Wanita hamil merupakan salah satu kelompok yang rentan masalah gizi terutama anemia gizi besi. Zat besi (Fe) dibutuhkan tubuh untuk membentuk sel darah merah (hemoglobin). Selama hamil, asupan zat besi harus ditambah mengingat selama kehamilan, volume darah pada tubuh ibu meningkat. Sehingga, untuk dapat tetap memenuhi kebutuhan ibu dan menyuplai makanan serta oksigen pada janin melalui plasenta, dibutuhkan asupan zat besi yang lebih banyak. Ketidakpatuhan ibu hamil dalam konsumsi tablet Fe diketahui dari angka perdarahan pada saat persalinan masih tinggi yang disebabkan tidak patuh dalam konsumsi tablet Fe selama kehamilan. Ketidakpatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe yaitu efek samping yang ditimbulkan seperti mual, muntah, dan susah buang air. Desain penelitian yang akan digunakan adalah penelitian studi korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Proportional Random Sampling. Sampel pada penelitian ini adalah ibu hamil trimester II-III (12-38 minggu) sebanyak 54 ibu hamil. Hasil penelitian, sebagian besar ibu hamil (37,5%) patuh minum tablet Fe di wilayah kerja Puskesmas Ungaran Kabupaten Semarang. Sebagian besar ibu hamil (63%) mengalami penurunan kadar haemoglobin di wilayah kerja Puskesmas Ungaran Kabupaten Semarang. Keberhasilan kepatuhan minum tablet Fe salah satu peran dari keluarga khususnya suami ibu hamil. Suami mengingatkan ibu untuk minum tablet Fe secara teratur, memantau kepatuhan ibu dengan mengawasi jumlah tablet Fe yang diminum, mengingatkan untuk ibu melakukan pemeriksaan rutin dan mendapatkan tablet Fe, mendampingi ibu dalam pengambilan tablet Fe di pelayanan kesehatan atau membeli di apotik. Penurunan kadar Hb pada ibu hamil pada level tertentu merupakan hal yang normal pada ibu hamil. WHO merekomendasikan batas bawah penurunan Hb adalah 11gr/dl yang artinya bahwa dibawah batas tersebut baru digolongkan anemia pada kehamilan. Penurunan pada trimester pertama (batas aman > 11 gr/dl), kemudian akan mencapai titik terendah pada akhir trimester kedua (batas aman >10,5 gr/dl) kemudian berlahan naik selama trimester ketiga.
Hubungan Status Gizi dengan Perkembangan Motorik Halus Balita Usia 36-59 Bulan Ana Mufidaturrosida
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v3i2.38

Abstract

Angka kematian Balita masih besar di Indonesia, terutama disebabkan oleh gizi buruk. Masa balita merupakan masa emas pertumbuhan dan perkembangan balita, namun pemantauan dan pengoptimalan perkembangan balita masih kurang. Hal ini juga terjadi di Desa Trunuh Kec. Klaten Selatan Kab. Klaten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan perkembangan motorik halus balita usia 36-59 bulan di desa Trunuh, Kec. Klaten Selatan, Kab. Klaten.Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh, dengan sampel 53 balita yang berumur 36-59 bulan yang bertempat tinggal di wilayah Desa Trunuh yang mengikuti posyandu pada bulan November 2012, memiliki dan membawa KMS, diukur BB, TB dan bersedia mengikuti tes perkembangan motorik halus. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat 48 (90,57%) balita yang berstatus gizi baik, 5 (9,43%) balita berstatus gizi kurang baik. Sedangkan dari tes perkembangan motorik halus didapatkan hasil bahwa 38 (71,7%) balita normal, 6 (11,32%) balita suspect, dan 9 (16,98%) balita untestable. Berdasarkan uji statistik dengan menggunakan uji Gamma dan Somers’d didapatkan nilai p = 0,784 > 0,05 sehingga Ho diterima. Hipotesa yang menyatakan ada hubungan yang bermakna antara status gizi dengan perkembangan motorik halus balita tidak terbukti. Dari hasil uji analisis didapatkan nilai r = 0,102, yang termasuk hubungan sangat lemah. Nilai r positif menunjukkan bahwa arah korelasi searah, semakin besar nilai status gizi semakin besar pula nilai perkembangan motorik halusnya. Penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang kuat antara status gizi dengan perkembangan motorik halus balita
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PLASENTA (DIAMETER DAN LUAS PLASENTA) DENGAN PERTUMBUHAN PANJANG FEMUR JANIN DI RSIA ARVITA BUNDA DEPOK SLEMAN YOGYAKARTA Sitti Khadijah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v2i2.11

Abstract

Kehamilan perlu memantau pertumbuhan dan kesejahteraan janin mulai dalam kandungan sampai persalinan. Plasenta menunjang pertumbuhan dan ketahanan hidup janin. Luas cakupan plasenta yang menempel pada endometrim akan memperluas transfer gizi dari ibu ke janin. Estimasi berat badan lahir menggunakan USG telah menjadi standar rutin, salah satunya dengan pengukuran panjang femur. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan karakteristik plasenta (Diameter dan Luas Plasenta) dengan pertumbuhan panjang femur janin di RSIA Arvita Bunda Depok Sleman Yogyakarta. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian analitik observasional dan menggunakan metode corelasional dengan pendekatan cross sectional. Variabel bebas adalah karakteristik plasenta (diameter dan luas plasenta), variabel terikat adalah pertumbuhan panjang femur yang berskala data ordinal dengan analisis data menggunakan Spearmen Rank. Hasilnya pengukuran diameter plasenta dalam kategori normal (15-20 cm) memiliki pertumbuhan panjang femur mayoritas dalam kategori normal. Nilai sig adalah 0,009 dimana < 0,05 maka Ho ditolak. Pengukuran luas plasenta dalam kategori normal juga memiliki pertumbuhan panjang femur mayoritas dalam kategori normal. Nilai sig adalah 0,009 dimana < 0,05 maka Ho ditolak. Terdapat hubungan antara diameter plasenta dan luas plasenta dengan pertumbuhan panjang femur janin di RSIA Arvita Bunda Depok Sleman Yogyakarta.
2. Analisis Pelaksanaan Tugas-tugas Pokok Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sukoharjo Surati Ningsih; Ratna Setiyaningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v3i2.33

Abstract

Abstrak: Kasus HIV-AIDS di Kabupaten Sukoharjo tahun 2008 ditemukan 5 kasus HIV dan 5 kasus AIDS, jumlah kasus ini meningkat dari tahun ke tahun. Hingga Januari 2014 terdapat 65 kasus HIV, 82 kasus AIDS dan 36 kasus kematian. Jenis penelitian ini adalah kualitatif menggunakan wawancara mendalam. Informan utama penelitian ini adalah 2 sekretaris, 2 orang pengelola program KPA kabupaten Sukoharjo. Informan triangulasi antara lain Wakil ketua I dan 2. Teknik analisis data dengan analisis konten, meliputi wawancara mendalam dengan informan diolah kemudian dilakukan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan KPA Kabupaten sukoharjo belum melaksanakan tugas pokok secara optimal dalam merumuskan kebijakan, strategi dan langkah-Langkah penanggulangan HIV-AIDS karena belum ada pembaruan SRAD, pengelolaan penanggulangan AIDS dilakukan sebagian besar anggota KPA, pelaksanakan tugas dan fungsi organisasi KPA adalah sekretariat, tenaga kerja di KPA kabupaten Sukoharjo terdisi dari sekretaris, 2 orang pengelola program dan 1 petugas administrasi. KPA kabupaten Sukoharjo telah membentuk pokja-pokja, namun kinerjanya belum optimal. 5 puskesmas telah mendapatkan pelatihan klinik IMS, Pendanaan bersumber dari hibah Global Fund. Belum semua anggota berperan dalam sosialisasi, monitoring dan evaluasi. Telah dilakukan namun belum ada tindak lanjut, pelaporan dilaksanakan rutin sesuai mekanismenya ke KPAD Propinsi Jawa Tengah setiap satu bulan, tiga bulan dan satu tahun.
PERKEMBANGAN ANAK USIA 1-2 TAHUN ANTARA ANAK YANG MEMILIKI RIWAYAT ASFIKSIA NEONATORUM DENGAN ANAK YANG TIDAK MEMILIKI RIWAYAT ASFIKSIA NEONATORUM DI RSUD AMBARAWA Anggun Trisnasari; Jesicca Tarabit
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v2i1.2

Abstract

Masa emas (Golden Age) merupakan masa-masa dimana kemampuan otak anak untuk menyerap informasi sangat tinggi. Riwayat kelahiran asfiksia merupakan salah satu faktor yang berpengaruh pada perkembangan anak usia 1-2 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perkembangan anak usia 1-2 tahun antara anak yang memiliki riwayat asfiksia neonatorum dengan anak yang tidak memiliki riwayat asfiksia neonatorum di RSUD Ambarawa. Rancangan penelitian ini adalah comparative study dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yaitu 60 anak, terdiri dari 30 anak untuk masing- masing kelompok anak yang tidak memiliki riwayat kelahiran asfiksia dan 30 anak yang memiliki riwayat asfiksia neonatorum dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis bivariat menggunakan uji komparatif chi- square. Perkembangan anak usia 1-2 tahun yang tidak memiliki riwayat kelahiran dengan perkembangan sesuai berkisar 63,3 % (19 anak) sedangkan perkembangan anak yang memiliki riwayat kelahiran asfiksia neonatorum dengan perkembangan menyimpang sejumlah 17 anak (56,7). Analisis bivariat menunjukkan bahwa ada perbedaan perkembangan anak usia 1-2 tahun antara anak yang memiliki riwayat asfiksia neonatorum dengan anak yang tidak memiliki riwayat asfiksia neonatorum dengan nilai p-value = 0,004 < 0,05. Ada perbedaan perkembangan anak usia 1-2 tahun antara anak yang memiliki riwayat asfiksia neonatorum dengan anak yang tidak memilikiriwayat asfiksia neonatorum.
HUBUNGAN PENGETAHUAN KADER POSYANDU TENTANG SENAM HAMIL DENGAN MOTIVASI KADER POSYANDU DALAM PELAKSANAAN SENAM HAMIL Ellyzabeth Sukmawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v3i1.22

Abstract

Abstrak Salah satu upaya untuk menurunkan Angka Kematian dan kesakitan ibu adalah dengan memperluas cakupan pelayanan Antenatal Care (ANC) salah satunya dengan pelaksanaan senam hamil. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan kader posyandu tentang senam hamil dengan motivasi kader posyandu dalam pelaksanaan senam hamil. Jenis penelitian ini adalah menggunakan non eksperimental dengan metode deskriptif korelatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah kader posyandu di Kesugihan, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 33 kader posyandu. Uji analisis data menggunakan analisis statistik Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan kader posyandu tentang senam hamil dengan motivasi kader posyandu dalam pelaksanaan senam hamil dengan kategori baik 23 orang (69,7%), tidak baik 1 orang (3,0%). Motivasi kader dalam pelaksanaan senam hamil paling banyak dengan kategori kuat yaitu 18 orang (54,5%) dan yang kurang 4 orang (12,2%). Berdasarkan hasil analisis data menggunakan rank spearman didapatkan rho=0,612 dan  value 0,000. Jika taraf kesalahan yang ditetapkan sebesar 5% maka  value
Efektifitas Terapi Audio Murrotal Al-Qur’an terhadap Peningkatan Kualitas Tidur pada Anak Autis Anjar Astuti; Atik Maria
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v4i1.56

Abstract

Terapi audio murrotal Al-Qur’an merupakan terapi komplementer yang efektif sebagai stimulan untuk terapi wicara, terapi gelombang otak dan relaksasi sehingga dapat mengatasi masalah gangguan kualitas tidur pada anak autis. Kualitas tidur yang kurang dapat memperparah gangguan perkembangan perilaku pada autis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas terapi audio murrotal Al-Qur’an terhadap peningkatan kualitas tidur pada anak autis. Metode penelitian ini menggunakan Quasy eksperimen dengan pretest and posttest design with control group. dengan teknik consecutive sampling yang berjumlah 30 responden yang terdiri dari 15 kelompok intervensi dan 15 kelompok kontrol. Analisa bivariat menggunakan uji Mann-Withney dan uji Wilcoxon. Hasil penelitian: menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan rata-rata kualitas tidur antara responden yang diberikan terapi audio murrotal Al-Qur’an dengan yang tidak diberikan audio murrotal Al-Qur’an, nilai sig 0,001 (
HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG RESIKO PERNIKAHAN DINI DENGAN KEINGINAN MELAKUKAN PERNIKAHAN DINI Erna Setiawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v2i2.18

Abstract

Pernikahan dini yang merupakan budaya nenek moyang pada zaman dahulu pada era saat ini terulang kembali, jika pada zaman dahulu orang tua menginginkan anaknya untuk menikah muda saat ini banyak yang orang tua yang justru tidak menghendaki anaknya untuk menikah muda.Jika zaman dulu orang tua ingin anaknya menikah muda dengan berbagai alasan, tetapi kalau sekarang banyak remaja yang dengan kemauannya sendiri ingin menikah dini.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan remaja putri tentang risiko pernikahan dini dengan keinginan untuk melakukan pernikahan dini. Penelitian ini adalah penelitian korelasi dengan menggunakan metode pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 100 remaja di SMK Kanisius Ungaran Kabupaten Semarang dan sampel diambil dengan tehnik total sampling. Instrumen yang digunakan lembar kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan remaja putri tentang resiko pernikahan dini dalam kategori cukup sebesar 76 remaja ( 76%), hanya sebagian kecil remaja yaitu 5 remaja (5%) yang memiliki keinginan untuk melakukan pernikahan dini. Berdasarkan hasil non parametric correlations dengan menggunakan uji kendall’s tau didapat nilai p-value = 0,392>α (0,05). Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pengetahuan remaja tentang resiko pernikahan dini dengan keinginan untuk melakukan pernikahan dini
Tanggung Jawab Hukum Puskesmas Terhadap Pencegahan Penularan Tuberkulosis dalam Upaya Pemberantasan Penyakit Menular Diah Winatasari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v3i2.39

Abstract

Tuberkulosis merupakan jenis penyakit menular yang dapat menyebabkan kematian jika tidak melakukan pengobatan secara rutin. Dalam upaya peberantasan penyakit tuberkulosis pemerintah dalam hal ini Departemen Kesehatan menggunakan Puskesmas sebagai ujung tombak untuk memutuskan rantai penularan tuberkulosis di masyarakat, angka kesembuhan kasus Tuberkulosis di kota salatiga masih belum mencapai target yang diharapkan. Target untuk angka kesembuhan adalah mencapai 90% akan tetapi kenyataan yang terjadi hanya 71,2%. Pendekatan penelitian ini adalah yuridis normatif, spesifikasi penelitiannya deskriptif analitis, Analisis datanya kualitatif. Setiap Puskesmas di Kota Salatiga telah melakukan upaya pencegahan penularan tuberkulosis, namun masih ada beberapa hal yang belum dilaksanakan secara maksimal yaitu peran serta masyarakat yang masih kurang dalam mendukung program puskesmas tentang pencegahan penularan tuberkulosis dalam upaya pemberantasan penyakit menular. Kendala yang dihadapi oleh Puskesmas dalam pencegahan penularan tuberkulosis adalah kuatnya diskriminasi dan stigma di masyarakat, peran serta (penderita, keluarga, masyarakat) yang kurang, ketidakpatuhan penderita tuberkulosis minum obat, penderita tuberkulosis tidak mau menggunakan masker untuk pencegahan penularan. Diperlukan sosialisasi kembali tentang tuberkulosis kepada masyarakat serta Dinas Kesehatan Kota Salatiga perlu mengadakan pelatihan bagi Puskesmas terkait pelaksanaan program pencegahan penularan tuberkulosis agar program tersebut dapat berjalan secara maksimal.
ANALISIS BEBERAPA FAKTOR YANG MENGHAMBAT PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU RUMAH TANGGA Anjar Astuti; Erna Widiastuti; Komariyah Komariyah; Aulia Fatmayanti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v4i2.84

Abstract

Salah satu faktor yang berperan dalam tingginya AKB di Indonesia adalah gizi buruk dan diare. Hal tersebut dapat diatasi dengan pemberian ASI pada bayi secara eksklusif. Di Indonesia dari 96% perempuan yang menyusui bayinya hanya 29,5% yang menyusui secara eksklusif. Di Jawa Tengah tahun 2016 cakupan pemberian ASI eksklusif hanya sekitar 42,7%, masih dibawah target Propenas sebesar 80%. Hasil penelitian Bahryah (2017) dari 115 sampel ibu rumah tangga hanya 52 (32,4%) yang menyusui secara eksklusif. Padahal ibu rumah tangga tidak ada keterikatan waktu kerja seperti ibu yang bekerja diluar rumah sehingga mempunyai banyak waktu luang untuk menyusui bayinya secara eksklusif. Tujuan Penelitian: Menganalisis faktor-faktor yang menghambat pemberian ASI eksklusif pada ibu rumah tangga. Metode Penelitian: penelitian ini merupakan kuantitatif observasional analitik, pendekatan retrospektif. Tehnik pengambilan sampel menggunakan total sampling yang berjumlah 63 ibu rumah tangga yang menyusui dengan usia anak 6-24 bulan. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data menggunakan chi-square. Analisis data menggunakan chi-square. Hasil Penelitian: pada variabel dukungan tempat pelayanan kesehatan, masalah laktasi, dukungan keluarga, pengetahuan dan promosi susu formula mempunyai nilai p < 0.05. Kesimpulan: Ada hubungan secara signifikan antara dukungan tempat pelayanan kesehatan, masalah laktasi, dukungan keluarga, pengetahuan dan promosi susu formula ibu tentang ASI Eksklusif dengan pemberian ASI Eksklusif pada ibu rumah tangga. Peneliti menyarankan kepada ibu rumah tangga untuk memperhatikan factor factor apasaja yang dapat menghambat pemberian ASI Eksklusif, sehingga ibu umah tangga dapat berhasil dalam memberikan ASI secara Eksklusif.

Page 4 of 31 | Total Record : 301