cover
Contact Name
Agus Herianto
Contact Email
agusherianto.ummat@gmail.com
Phone
+6287864593560
Journal Mail Official
geography.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan
ISSN : 23392835     EISSN : 26145529     DOI : https://doi.org/10.31764/geography
Core Subject : Science, Education,
Geography : Jurnal Kajian Penelitian & Pengembangan Pendidikan was founded upon the conviction that the development of learning and teaching was vitally important to higher education. It is committed to promote, enhance and share geography learning and teaching in all institutions of higher education throughout the world, and provides a forum for geographers and others, regardless of their specialisms, to discuss common educational interests, to present the results of educational research, and to advocate new ideas.
Articles 202 Documents
PERSEPSI GURU SMP LABORATORIUM UM TERHADAP MODUL AJAR BERBASIS LINGKUNGAN DALAM MENDUKUNG PROGRAM ADIWIYATA Mutia, Tuti; Wirahayu, Yuswanti Ariani; Deffinika, Ifan; Rahma, Melati Julia; Atmaja, Martha Abymanyu Ragil; Firmansyah, Ryan Haikal; Nisa’, Hamidatun
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i2.26298

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi guru SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang terhadap modul ajar berbasis lingkungan, khususnya modul berbasis Environmental Activity dalam mendukung Program Adiwiyata. Program Adiwiyata adalah inisiatif nasional yang bertujuan untuk membentuk sekolah-sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Namun, permasalahannya apakah modul ajar berbasis telah  diimplementasikan dengan baik oleh guru di sekolah. Persepsi guru terhadap relevansi, kemudahan penggunaan, dan efektivitas modul ini menjadi faktor penentu utama keberhasilannya dalam diterapkan di ruang kelas. Penelitian ini melibatkan enam guru yang mengajar berbagai mata pelajaran, seperti Bahasa Indonesia, IPA, IPS, Agama, Matematika, dan PPKN. Data dikumpulkan melalui angket yang dianalisis menggunakan metode analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas guru memiliki persepsi positif terhadap modul ajar ini, dengan 85% menyatakan bahwa modul tersebut relevan dengan kurikulum dan mendukung tujuan Program Adiwiyata. Modul ini dinilai efektif dalam meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan siswa, serta memungkinkan integrasi antara materi pembelajaran dan aktivitas lingkungan yang sejalan dengan tujuan Adiwiyata. Modul ajar berbasis Environmental Activity memiliki potensi besar untuk mendukung keberhasilan Program Adiwiyata di sekolah-sekolah. Pengembangan lebih lanjut dan adaptasi modul ini dalam kurikulum yang lebih luas, serta penelitian lanjutan dengan cakupan yang lebih besar, disarankan untuk meningkatkan kualitas pendidikan lingkungan di Indonesia. Abstract:  This study aims to explore the perceptions of Malang State University Laboratory Junior High School teachers towards environment-based teaching modules, especially Environmental Activity-based modules to support the Adiwiyata Program. The Adiwiyata program is a national initiative that aims to establish schools that care and cultivate the environment. However, the problem is whether the teaching module-based has been implemented well by teachers in schools. Teachers' perceptions of the relevance, ease of use, and effectiveness of these modules are key determinants of their success in being implemented in the classroom. This study involved six teachers who taught various subjects, such as Indonesian Language, Science, Social Studies, Religion, Mathematics, and PPKN. Data were collected through questionnaires which were analyzed using the interactive analysis method. The results showed that the majority of teachers had a positive perception of this teaching module, with 85% stating that the module was relevant to the curriculum and supported the objectives of the Adiwiyata Program. This module is considered effective in increasing environmental awareness among students, as well as allowing integration between large da learning materials, suggested to improve the quality of environmental education in Indonesia.
PEMETAAN KEPADATAN LOKASI INDUSTRI DAN KONSENTRASI KARBON MONOKSIDA DI UDARA SECARA SPASIO-TEMPORAL DI KABUPATEN LAMONGAN JAWA TIMUR Zakariyah, Mahmud; Wirahayu, Yuswanti Ariani
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i2.24726

Abstract

Abstrak: Kegiatan industri yang berlangsung tidak hanya menghasilkan barang atau produk, melainkan juga manghasilkan polutan bagi udara, salah satunya gas karbon monoksida. Semakin padat lokasi kegiatan industri di suatu wilayah maka semakin tinggi konsentrasi karbon monoksida yang ada di udara. Kondisi tersebut kemungkinan terjadi di Kabupaten Lamongan yang sedang mengalami lonjakan tekait pembangunan  dan penambahan kegiatan industri. Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan kepadatan lokasi industri dan kondisi konsentrasi karbon monoksida di udara secara spasiotemporal di Kabupaten Lamongan dengan menggunakan SIG dan data spasio-temporal kualitas udara Sentinel-5P OFFL CO. Analisis dilakukan dengan mempertimbakan keterkaitan kepadatan lokasi industri dan konsetrasi karbon monoksida di udara di Kabupaten Lamongan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa lokasi dengan kepadatan industri tertinggi berada di wilayah utara yaitu Kecamatan Brondong dan Paciran. Dua kecamatan tersebut memiliki konstrasi karbon monoksida  tertinggi dari tahun 2019 hingga tahun 2023. Selain itu, pola kondisi temporalnya juga selaras dengan pola yang terjadi secara global yaitu mengalami penurunan dari kondisi sebelum pandemi covid-19 dan mengalami peningkatan setelah terjadi covid-19. Berdasarkan nilai korelasinya juga memiliki fluktuasi. Tahun 2019 memiliki korelasi pearson 0.54. Tahun 2020 memiliki korelasi pearson 0.25. Tahun 2021 memiliki korelasi pearson 0.13. Tahun 2022 memiliki korelasi pearson 0.01. Tahun 2023 memiliki korelasi pearson 0.67.Abstract: Industrial activities not only produce goods or products, but also emit pollutants into the atmosphere, one of which is carbon monoxide. The carbon monoxide concentration in the air increases as the density of industrial activities in a given area grows. This condition is likely to occur in Lamongan Regency, which experiencing rapid growth and increased industrial activity. The goal of this study is mappping the concentration of industrial location density and the condition of carbon monoxide concentrations in the air in Lamongan Regency using GIS and Sentinel-5P OFFL CO spatio-temporal air quality data. The study looked at the relationship between the density of industrial sites and carbon monoxide concentrations in the air in Lamongan Regency. The results show that the northern region, specifically Brondong and Paciran, has the highest industrial density. Between 2019 and 2023, the two sub-districts have the highest carbon monoxide concentrations. Furthermore, the pattern of temporal conditions is consistent with the global pattern, with a decrease prior to the covid-19 pandemic and an increase following the pandemic. It fluctuates according to the correlation value. 2019 has a Pearson correlation of 0.54. 2020 has a Pearson correlation of 0.25. 2021 has a pearson correlation of 0.13. 2022 has a Pearson correlation of 0.01. 2023 has a pearson correlation of 0.67. 
PENGEMBANGAN MODUL KESIAPSIAGAAN GEMPA BUMI GUNA MENINGKATKAN SIKAP TANGGAP BENCANA PADA MASYARAKAT DI KABUPATEN MAJENE Jumadil, Jumadil; Suharini, Erni; Hayati, Rahma
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i2.24799

Abstract

Abstrak: Kabupaten Majene merupakan daerah yang rawan terhadap bencana gempa bumi karena dilalui Mamuju-Majene Thrust, wilayah ini memiliki dampak getaran gempa relatif cukup besar ketika terjadi gempa bumi. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengkaji kegiatan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana gempa bumi, 2) mengembangkan modul kesiapsiagaan gempa bumi pada masyarakat, dan 3) mengetahui sikap masyarakat dengan adanya modul kesiapsiagaan bencana gempa bumi di kabupaten Majene. Penelitian dikembangkan dengan mixed method research, pendekatan kualitatif digunakan dalam kegiatan penelitian pendahuluan yang dilaksanakan dengan wawancara, dokumentasi, dan observasi sedangkan pendekatan kuantitatif digunakan dalam uji efektifitas modul dengan design pre-test dan post-test, analisis data menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian 1) kesiapsiagaan masyarakat di Desa Bonde terhadap bencana gempa bumi masih cukup kurang, dominan yang menyebabkan adanya korban adalah akibat reruntuhan bangunan, kemudian belum terdapat program kerja pemerintah untuk mengadakan penyuluhan atau sosialisasi di masyarakat, 2) pengembangan modul kesiapsiagaan gempa bumi efektif dalam meningkatkan sikap tanggap bencana gempa bumi, 3) Hasil uji kelayakan modul yang menyatakan bahwa terjadi perubahan sikap masyarakat signifikan setelah mengikuti pembelajaran modul kesiapsiagaan gempa bumi. Modul kesiapsiagaan masyarakat terhadap gempa bumi akan lebih mudah disosialisasikan kepada masyarakat melalui kegiatan karangtaruna sehingga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat. Abstract:  Majene Regency is an area that is prone to earthquake disasters because the Mamuju-Majene Thrust passes through, this area has a relatively large impact of earthquake vibrations when an earthquake occurs. The objectives of this research are 1) to examine community preparedness activities for earthquake disasters, 2) to develop an earthquake preparedness module for the community, and 3) to determine community attitudes towards the existence of an earthquake disaster preparedness module in Majene district. The research was developed using a Mixed Method, a qualitative approach was used in preliminary research activities carried out with interviews, documentation and observation, while a quantitative approach was used in testing the effectiveness of the module with a pre-test and post-test design, data analysis using the paired sample t-test. Research results: 1) community preparedness in Bonde Village for earthquake disasters is still quite lacking, the dominant cause of victims is due to building debris, then there is no government work program to provide education or outreach in the community, 2) the development of an earthquake preparedness module is effective in increasing earthquake response attitudes, 3) The results of the module feasibility test stated that there was a significant change in community attitudes after following the earthquake preparedness module learning. The community preparedness module for earthquakes will be more easily disseminated to the community through Karangtaruna activities at the location so that it can increase public awareness.
DEVELOPMENT OF E-GANER (ELECTRONIC GEOGRAPHY CORNER) ON DISASTER MITIGATION AND ADAPTATION MATERIALS Maghfiroh, Ainun; Wahyudi, Adip; Mutia, Tuti; Putra, Alfyananda Kurnia
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i2.26170

Abstract

Abstract:  In modern education, digital technology is utilized to enhance learning activities and promote the development of the 4C skills: critical thinking and problem-solving, creativity, and innovation, communication, and collaboration. This research aims to develop and evaluate the feasibility of e-Ganer instructional materials, which concentrate on disaster mitigation and adaptation topics. The research methodology utilized in this study is research and development (R&D), following the A.D.D.I.E. model. Data collection is performed through non-test methods, specifically employing needs analysis and teaching material feasibility questionnaires. Data analysis is conducted using quantitative descriptive techniques. The e-Ganer product assessment yielded an average score of 94% from the material expert and 87.4% from the teaching material media expert. The product trial with teachers scored 83.3%, while the trial with students scored 85%. As a result, the e-Ganer teaching material is categorized as highly feasible and can be utilized in the educational process to support the achievement of learning objectives. Suggestions for further research include improving digital teaching materials in other subjects based on the need for teaching material development and evaluating the effect of using digital teaching materials on student learning outcomes to support the achievement of learning objectives.Abstrak: Pada pendidikan kontemporer, teknologi digital dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pembelajaran dan mendorong pengembangan keterampilan 4C (berpikir kritis dan pemecahan masalah, kreativitas dan inovasi, komunikasi, dan kolaborasi). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengkaji kelayakan bahan ajar e-Ganer yang difokuskan pada materi mitigasi dan adaptasi bencana. Metodologi penelitian yang dimanfaatkan ialah penelitian dan pengembangan (R&D) dengan menggunakan model A.D.D.I.E. Pengumpulan data dikerjakan melalui metode non-tes, dengan menggunakan analisis kebutuhan dan kuesioner kelayakan bahan ajar. Analisis data dikerjakan dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Rata-rata hasil penilaian produk e-Ganer oleh ahli materi memperoleh skor 94%, oleh ahli media bahan ajar memperoleh skor 87,4%, uji coba produk kepada guru memperoleh skor 83,3%, dan uji coba produk kepada siswa memperoleh skor 85% sehingga bahan ajar e-Ganer termasuk dalam kategori sangat layak dan dapat dimanfaatkan dalam proses pendidikan untuk membantu mencapai tujuan pembelajaran. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah penyempurnaan bahan ajar digital untuk mata pelajaran lain berdasarkan kebutuhan pengembangan bahan ajar serta evaluasi pengaruh penggunaan bahan ajar digital terhadap hasil belajar siswa untuk mendukung ketercapaian tujuan pembelajaran.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR SPASIAL SISWA SMA PADA MATERI SISTEM INFORMASI GEOGRAFI DITINJAU DARI PERBEDAAN GENDER Memmase, Joice Zhenrike; Sumarmi, Sumarmi; Purwanto, Purwanto
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i2.24956

Abstract

Pemikiran spasial atau keruangan merupakan kunci utama dalam mempelajari ilmu geografi. Seseorang dapat memiliki pengetahuan terkait spasial tetapi belum tentu memiliki kemampuan berpikir spasial. Tujuan penelitian ini untuk memeriksa kemampuan berpikir spasial siswa SMA dalam pembelajaran geografi pada materi Sistem Informasi Geografi (SIG) meninjau dari perbedaan gender. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif. Rumus Slovin menjadi langkah dalam pengambilan sampel penelitian. Didapatkan 155 responden siswa di SMA Negeri 4 Jember. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes 10 soal esai pada materi SIG berdasarkan 6 indikator berpikir spasial, dokumentasi, dan observasi. Analisis data mencakup reduksi, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Hasilnya menunjukkan bahwa rata-rata siswa berada pada peringkat berpikir spasial menengah, yaitu nilai rata-rata siswa laki-laki 55, sedangkan siswa perempuan 59. Artinya kemampuan berpikir spasial laki-laki dan perempuan setara. Penting untuk memperhatikan bahwa perbedaan ini bersifat umum dan tidak berlaku untuk setiap individu. Selain itu, perbedaan kemampuan ini dapat dipengaruhi oleh faktor sosial dan pengalaman belajar. Kurangnya berlatih berpikir spasial tingkat tinggi menyebabkan kemampuan berpikir spasial siswa menurun. Diperlukan upaya membangun kemampuan berpikir spasial siswa SMA dalam kegiatan observasi, analisis, dan penelitian lapangan sehingga siswa memiliki pengalaman secara pengetahuan dan kemampuan berpikir spasial.
EFEKTIFITAS PENERAPAN SISTEM PERINGATAN DINI DALAM UPAYA PENGURANGAN RISIKO BENCANA BANJIR DI KELURAHAN KAMPUNG MELAYU Atika, Putri Yana; Alwin, Alwin; Sya’ban, Moh. Balya Ali
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i2.24533

Abstract

Abstrak:. Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki potensi besar akan terjadinya bencana alam. Bencana alam yang sering terjadi di Indonesia salah satunya adalah bencana banjir. Jakarta merupakan daerah yang memiliki potensi banjir cukup tinggi yang menyebabkan berbagai dampak pada kerugian harta benda dan nyawa. Untuk itu diperlukan upaya pengurangan risiko bencana banjir. Pemerintah telah bekerjasama dengan beberapa pihak melakukan tindakan pencegahan dan kesiapsiagaan, salah satunya dengan adanya sistem peringatan dini. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis efektifitas penerapan sistem peringatan dini bencana banjir.  Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah survey lapangan dengan teknik  wawancara yang dipandu dengan kuisioner. Hasil temuan dari penelitian ini dinilai dengan menggunakan enam parameter  pengetahuan dan sikap terhadap banjir, keberadaan organisasi penanggulangan bencana, keberadaan sistem peringatan dini, keberadaan sosialisasi kebencanaan, pengurangan risiko bencana, dan bangunan kesiapsiagaan. Efektifitas sistem peringatan dini banjir mencapai angka 75,85. Angka ini dalam klasifkasi efektifitas sistem peringatan dini termasuk kategori sangat efektif. Sehingga disimpulkan bahwa sistem peringatan dini di kelurahan Kampung Melayu Sangat efektif untuk pengurangan risiko bencana banjir. Abstract: Indonesia is an archipelagic country that has great potential for natural disasters. One of the natural disasters that often occur in Indonesia is the flood disaster. Jakarta is an area that has a fairly high flood potential which causes various impacts on property and life losses. For this reason, efforts are needed to reduce the risk of flood disasters. The government has collaborated with several parties to carry out preventive and preparedness measures, one of which is the existence of an early warning system. The purpose of this study is to determine the effectiveness of the implementation of the flood disaster early warning system. This study uses a descriptive method. The data collection technique used is a field survey with an interview technique guided by a questionnaire. The findings of this study were assessed using six parameters of knowledge and attitude towards floods, the existence of disaster management organizations, the existence of early warning systems, the existence of disaster socialization, disaster risk reduction, and preparedness buildings. The effectiveness of the implementation of the flood early warning system is included in the very effective category. So it was concluded that the early warning system in Kampung Melayu sub-district is very effective for reducing the risk of flood disasters. 
PERENCANAAN LANSKAP SEBAGAI UPAYA REVITALISASI EKOWISATA BAGEK KEMBAR DI DESA CENDI MANIK KECAMATAN SEKOTONG KABUPATEN LOMBOK BARAT Sukuryadi, Sukuryadi; Johari, Harry Irawan; Zulhiani, Dyasti; Mas'ad, Mas'ad; Khosiah, Khosiah; Ashari, Daharanindra Pradina Arich; Parlendo, Ihjan
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i2.24676

Abstract

Abstrak: Penetapan kawasan ekowisata bagek kembar sebagai Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Mangrove SK Bupati No.637/18/DLH/2018. Setelah program penanaman selesai, supaya dapat langsung memberikan manfaat kepada warga masyarakat, ekowisata berbasis mangrove dipilih sebagai kelanjutan program dan dikelola oleh masyarakat setempat. Tujuan penelitian ini untuk menyusun perencanaan kembali Ekowisata Mangrove melalui eksplorasi potensi yang terdapat pada Bagek Kembar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu dengan mendeskrifsikan hasil survey dan perencanaan dan desain lanskap ekowisata melalui inventarisasi, analisis, sintesis, perencanaan dan perancangan desain. Dalam inventarisasi dirumuskan potensi dan masalah yang terdapat pada Ekowisata Bagek Kembar Cendimanik. Hutan mangrove di Desa Cendimanik memiliki potensi wisata alam dan wisata konservasi. Perencanaan lanskap mencakup lokasi dan tata guna lahan, aksesibilitas, topografi, kondisi jalan, iklim, hidrologi, vegetasi, satwa, pengunjung dan masyarakat sehingga dapat merencanakan konsep ekowisata yang memperhatikan kelestarian sumberdaya secara berkelanjutan. Dalam perancangan mempertimbangkan aspek pelestarian lingkungan yaitu perencanaan pada ruang penerimaan, ruang pelayanan, penyangga, ruang ekowisata, jalur sirkulasi dan tata hijau.Abstract:  Determination of the Bagek Kembar ecotourism area as a Mangrove Essential Ecosystem (KEE) Regent's Decree No.637/18/DLH/2018. After the planting program was completed, so that it could directly provide benefits to community members, mangrove-based ecotourism was chosen as a continuation of the program and was managed by the local community. This research aims to re-plan Mangrove Ecotourism by exploring the potential contained in Bagek Kembar. This research uses qualitative methods, namely by describing the results of surveys and planning and designing ecotourism landscapes through inventory, analysis, synthesis, planning and design planning. In the inventory, the potential and problems found in Bagek Kembar Cendimanik Ecotourism are formulated. The mangrove forest in Cendimanik Village has the potential for nature tourism and conservation tourism. Landscape planning includes location and land use, accessibility, topography, road conditions, climate, hydrology, vegetation, animals, visitors and communities so that you can plan an ecotourism concept that pays attention to sustainable resource conservation. In the design, environmental preservation aspects are taken into account, namely planning the reception space, service space, buffer, ecotourism space, circulation routes and green layout.Keywords: Ecotourism; Mangroves; Planning and Designing
KEBUTUHAN MODUL PEMBELAJARAN LINGKUNGAN GAMBUT BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PEDULI LINGKUNGAN Arini, Audi Cindra; Sumarmi, Sumarmi; Utaya, Sugeng
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i2.24892

Abstract

Abstrak: Pentingnya ekosistem gambut dalam menjaga keberlanjutan lingkungan serta ancaman yang dihadapi akibat deforestasi, degradasi lahan, dan kebakaran gambut. Pendidikan dianggap sebagai solusi efektif untuk mengatasi permasalahan ini dengan menanamkan pengetahuan dan sikap peduli lingkungan sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan modul pembelajaran lingkungan gambut berbasis kearifan lokal dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap peduli lingkungan  gambut di Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Tanjungpura. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development dengan model pengembangan 4D. Fokus utama penelitian ini adalah pada define, yang mencakup analisis awal-akhir, analisis peserta didik, analisis konsep, analisis tugas, dan perumusan tujuan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan lingkungan gambut mahasiswa cenderung cukup dan sikap peduli  cenderung tinggi, namun masih ada ruang untuk peningkatan. Analisis konsep dan tugas menghasilkan rancangan modul yang mencakup materi tentang ekosistem gambut, permasalahan dan tantangan yang dihadapi, serta upaya pelestarian dan konservasi dengan mengintegrasikan kearifan lokal. Dengan pengembangan modul pembelajaran yang relevan dan sesuai dengan konteks, diharapkan mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman mendalam tentang pentingnya ekosistem gambut, tetapi juga terinspirasi untuk mengimplementasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari. Tujuannya adalah menciptakan generasi yang lebih sadar dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.Abstract:  The importance of peat ecosystems in maintaining environmental sustainability and the threats faced due to deforestation, land degradation and peat fires. Education is considered an effective solution to overcome this problem by instilling environmental knowledge and attitudes from an early age. This research aims to analyze the need for a peat environmental learning module based on local wisdom in increasing knowledge and attitudes towards caring for the peat environment in the Geography Education Study Program at Tanjungpura University. The research method used is Research and Development with a 4D development model. The main focus of this research is on definition, which includes beginning-to-end analysis, student analysis, concept analysis, task analysis, and formulation of learning objectives. The research results show that students' knowledge of the peat environment tends to be sufficient and their caring attitude tends to be high, but there is still room for improvement. Concept and task analysis resulted in a module design that includes material about peat ecosystems, the problems and challenges faced, and preservation and conservation efforts by integrating local wisdom. By developing learning modules that are relevant and appropriate to the context, it is hoped that students will gain a deep understanding of the importance of peat ecosystems and be inspired to implement local wisdom values in their daily lives. The goal is to create a more aware and responsible generation for the environment.
ANALISIS INDEKS RISIKO BENCANA DAN POTENSI KEBENCANAAN (STUDI KASUS ERUPSI GUNUNG ILE LEWOTOLOK DI DESA AMAKAKA KECAMATAN ILEAPE KABUPATEN LEMBATA) Ekeng, Apolonarius Haryanto; Sunimbar, Sunimbar; Manek, Agustinus Hale
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 1 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i1.29666

Abstract

Abstrak: Desa Amakaka, terletak di lereng Gunung Ile Lewotolok, rentan terhadap bencana seperti erupsi gunung, banjir bandang, gempa bumi, dan longsor. Aktivitas vulkanik dan siklon tropis Seroja menyebabkan kerugian signifikan, termasuk korban jiwa, gangguan pertanian, dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dampak erupsi serta risiko dan potensi kebencanaan di desa tersebut.Penelitian ini menggunakan data primer, sekunder, wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk menganalisis risiko bencana erupsi Gunung Ile Lewotolok di Desa Amakaka. Pendekatan berbasis indeks menggabungkan bahaya, kerentanan, dan kapasitas daerah melalui analisis spasial dan skoring untuk menghasilkan peta risiko bencana yang relevan dan akurat. Desa Amakaka memiliki indeks risiko bencana erupsi Gunung Ile Lewotolok sebesar 0,084, dengan kerentanan sosial, fisik, ekonomi, dan lingkungan yang tinggi. Selain erupsi, desa ini rentan terhadap banjir bandang, longsor, dan gempabumi, menjadikannya wilayah berisiko tinggi yang memerlukan mitigasi bencana terpadu. Desa Amakaka memiliki risiko bencana rendah (0,084) untuk erupsi Gunung Ile Lewotolok, namun tetap rentan terhadap longsor dan banjir bandang. Mitigasi bencana perlu ditingkatkan melalui edukasi, infrastruktur, dan sistem peringatan dini. Kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan peneliti penting untuk memperkuat kesiapsiagaan dan mengurangi dampak bencana di masa depan.  Abstract: The village of Amakaka, located on the slopes of Mount Ile Lewotolok, is prone to disasters such as mountain eruptions, flash floods, earthquakes, and landslides. Volcanic activity and tropical cyclone Seroja caused significant losses, including casualties, agricultural disruptions, and health. This research aims to identify the impact of the eruption as well as the risk and potential for disasters in the village. This study uses primary, secondary data, interviews, observations, and documentation to analyze the risk of the eruption disaster of Mount Ile Lewotolok in Amakaka Village. The index-based approach combines area hazards, vulnerabilities, and capacities through spatial analysis and scoring to produce relevant and accurate disaster risk maps. Amakaka Village has a disaster risk index for the eruption of Mount Ile Lewotolok of 0.084, with high social, physical, economic, and environmental vulnerabilities. In addition to eruptions, the village is vulnerable to flash floods, landslides, and earthquakes, making it a high-risk area that requires integrated disaster mitigation. Amakaka Village has a low disaster risk (0.084) for the eruption of Mount Ile Lewotolok, but remains vulnerable to landslides and flash floods. Disaster mitigation needs to be improved through education, infrastructure, and early warning systems. Collaboration between the government, the community, and researchers is important to strengthen preparedness and reduce the impact of future disasters.
EFEKTIVITAS MATERI KEBENCANAAN TERHADAP PEMBENTUK KESADARAN SISWA DALAM MENGHADAPI BENCANA Marshanda, Umi Fadhila; Bachri, Syamsul; Mutia, Tuti
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 1 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i1.28602

Abstract

Abstrak:  Sekolah merupakan ruang publik dalam membentuk kesadaran siswa dalammenghadapi bencana, khususnya siswa yang tinggal didaerah rawan bencana. Penelitian ini memiliki tujuan mengetahui apakah pemberian materi kebencanaan kepada siswa berpotensi dalam pembentukan kesadaran siswa terhadap bencana. Penelitian ini juga menggunakan metode kuantitatif dalam pengolahan datanya, dengan subjek penelitian siswa kelas XI.1 DAN XI.2 SMAN 1 Sumbermanjing wetan. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan siswa yang mendapatkan materi kebencanaan dikelas memilik nilai kesadaran yang lebih unggul dibandingkan dengan siswa yang tidak menerima materi kebencanaan dikelas. Sehingga dapat disimpulkan pemberian materi kebencanaan disekolah merupakan langkah penting dalam pembentukan kesadaran siswa terhadap bencana. Khususnya dengan siswa yang tinggal di kawasan rawan bencana sangat diperlukan materi kebencanaan tersebut. Abstract:  Schools are public spaces in forming students' awareness in facing disasters especially students who live in disaster-prone areas. The purpose of this research is to find out whether providing disaster material to students has the potential to form students' awareness of disasters. This research also uses quantitative methods in processing the data, with the research subjects being students in classes XI.1 AND XI.2 SMAN 1 Sumbermanjing wetan. The results of this research show that students who receive disaster material in class have superior awareness scores compared to students who do not receive disaster material in class. So it can be concluded that providing disaster material at school is an important step in forming students' awareness of disasters. Especially for students who live in disaster-prone areas, disaster material is really needed.