cover
Contact Name
Agus Herianto
Contact Email
agusherianto.ummat@gmail.com
Phone
+6287864593560
Journal Mail Official
geography.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan
ISSN : 23392835     EISSN : 26145529     DOI : https://doi.org/10.31764/geography
Core Subject : Science, Education,
Geography : Jurnal Kajian Penelitian & Pengembangan Pendidikan was founded upon the conviction that the development of learning and teaching was vitally important to higher education. It is committed to promote, enhance and share geography learning and teaching in all institutions of higher education throughout the world, and provides a forum for geographers and others, regardless of their specialisms, to discuss common educational interests, to present the results of educational research, and to advocate new ideas.
Articles 202 Documents
PEMETAAN EKSISTING EKOSISTEM MANGROVE WILAYAH SELATAN LOMBOK TENGAH PASCA PEMBANGUNAN SIRKUIT MANDALIKA LOMBOK TENGAH Sukuryadi, Sukuryadi; Johari, Harry Irawan; Nuryaddin, Ari; Putra, Aryan Perdana; Khosiah, Khosiah; Mas'ad, Mas'ad
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 1 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i1.30791

Abstract

Abstrak: Pembangunan fasilitas infrastruktur, terutama proyek pariwisata seperti Sirkuit Mandalika, mampu menginduksi perubahan yang signifikan pada lingkungan alam setempat, termasuk ekosistem mangrove yang memiliki peran penting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi perubahan pada luas mangrove, komposisi spesies, dan kondisi keseluruhan dari ekosistem mangrove setelah pembangunan sirkuit. Pendekatan penelitian mencakup analisis Indeks Perbedaan Vegetasi Normal (NDVI) dengan menggunakan data dari satelit Sentinel-2 serta survei lapangan untuk mengumpulkan data empiris. Evaluasi lebih lanjut melibatkan penerapan metode klasifikasi untuk memetakan dan mengidentifikasi variasi kondisi vegetasi. Penekanan penelitian ini adalah untuk meningkatkan akurasi identifikasi NDVI dari data Sentinel-2, dengan harapan hasilnya dapat mendukung pemantauan vegetasi, praktik konservasi, dan pengelolaan sumber daya alam. Hasil pengolahan citra Sentinel-2 menunjukkan ekosistem mangrove pada daaerah penelitian semakin berkurang setiap tahunnya. Mangrove cover 2019 = 540004.504 m persegi dibandingkan dengan mangrove cover 2022 = 301232.015 m persegi. Temuan dari penelitian ini diharapkan memberikan pemahaman yang mendalam terhadap dampak pembangunan infrastruktur yang besar terhadap ekosistem mangrove, dan dapat memberikan landasan bagi upaya pelestarian dan manajemen yang berkelanjutan di wilayah tersebut. Implikasi dari temuan ini juga diharapkan dapat menjadi dasar untuk perumusan kebijakan yang mempertimbangkan aspek keberlanjutan dan pelestarian ekosistem mangrove dalam konteks pembangunan regional. Abstract:  The development of infrastructure, particularly tourism projects like the Mandalika Circuit, can bring about significant changes to the local natural environment, including the crucial mangrove ecosystem. This research aims to analyze alterations in mangrove extent, species composition, and overall health of the mangrove ecosystem post-construction of the circuit. The research methodology involves the analysis of the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) using data from the Sentinel-2 satellite and field surveys to obtain empirical data. Further analysis includes the application of classification techniques to map and identify various vegetation conditions. The primary goal of this study is to enhance the accuracy of NDVI identification from Sentinel-2 data, with the expectation that the results will support vegetation monitoring, conservation practices, and natural resource management. The findings of this research are anticipated to provide a comprehensive understanding of the impact of significant infrastructure development on the mangrove ecosystem and serve as a basis for sustainable conservation and management efforts in the region. The implications of these findings are also expected to guide the formulation of policies that consider sustainability and preservation aspects of the mangrove ecosystem within the regional development context. 
IDENTIFIKASI WISATA MENGGUNAKAN INDEKS KESESUAIAN WISATA (IKW) DI PANTAI WATUKARUNG KABUPATEN PACITAN JAWA TIMUR Kinanti, Annasta Aristya; Wagistina, Satti
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 1 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i1.28662

Abstract

Abstrak: Pantai Watukarung dengan keindahan panorama memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi wisata unggulan di Kabupaten Pacitan. Pantai Watukarung kurang dikenal dan diminati oleh masyarakat karena ombak yang cukup besar dan kurangnya informasi bagi pengunjung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian wisata Pantai Watukarung dengan menentukan nilai indeks kesesuaian wisata kategori rekreasi dan berenang. Metode menggunakan deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan primer dan sekunder, metode pengumpulan data adalah survei dan pengukuran secara langsung. Pemilihan titik lokasi pengukuran menggunakan metode purpossive sampling, terbagi tiga stasiun. Hasil penilaian Indeks Kesesuaian Wisata dari ketiga stasiun adalah S3 “Sesuai bersyarat” dengan nilai stasiun 1 54.6%, stasiun 2 58.6%, stasiun 3 sebesar 56%. Faktor yang menjadi pembatas adalah kedalaman dan biota berbahaya bulu babi. Kegiatan yang cocok dilakukan bersantai, jalan-jalan, dan bermain di sekitar bibir pantai. Abstract: Watukarung Beach has a beautiful panorama that has the potential to be further developed into a leading tourism destination in Pacitan Regency to improve the economy of the surrounding community and the region. Watukarung Beach is less well known and in demand by the community compared to other beaches in Pacitan Regency due to its large waves and lack of information for visitors. The purpose of the research was to identify the suitability index of Watukarung beach tourism to assess suitable activities carried out by visitors in the area other than surfing and activities that are not allowed in the beach area. Research objectives The assessment was carried out through measurement and observation of several physical and biological parameters. The method used in this research is descriptive quantitative. The data used are primary and secondary data, data collection methods by survey and direct measurement. Selection of measurement location points using purposive sampling method, divided into three stations. The results of the Tourism Suitability Index assessment of the three stations are S3 “Conditionally Suitable” with a value of station 1 of 54.6%, station 2 of 58.6%, station 3 of 54.6%. The limiting factors are large waves, water depth especially in high tide conditions, and dangerous biota namely sea urchins. Activities that are suitable for Watukarung beach are relaxing, sightseeing, playing around the shoreline while remaining vigilant, and swimming.
PENERAPAN GEOMEDIA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR SPASIAL SISWA DI SMAN 1 GONDANGLEGI Zain, Moh Wahyu Kurniawan; Purwanto, Purwanto; Wijiyono, Wijiyono
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 1 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i1.29005

Abstract

Abstrak: Kurangnya keterlibatan peserta didik secara mandiri selama pembelajaran berlangsung menyebabkan kurang menariknya pembelajaran geografi yang kemudian berdampak pada rendahnya kemampuan berfikir spasial siswa. Padahal Kemampuan ini sangat penting dimiliki karena penerapannya yang tinggi untuk pemecahan masalah di kehidupan sehari-hari. Berkenaan dengan itu dilakukannya Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berfikir spasial siswa kelas X SMAN 1 Gondanglegi melalui penggunaan geomedia. Tindakan kelas dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari empat langkah (perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Setiap data diolah menggunakan tes kemampuan berfikir spasial, observasi, pre test dan post test untuk mengetahui hasil belajar siswa selama periode 8 Oktober sampai 9 Desember 2024. Data primer dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian secara signifikan membuktikan bahwa penerapan geomedia dalam pembelajaran geografi mampu meningkatkan kemampuan berfikir spasial dan hasil belajar geografi. Penerapan geomedia dengan menyajikan geoinformasi berupaya untuk menciptakan motivasi siswa dan melibatkan siswa dalam proses pembelajaran sehingga pemikiran kritisnya dapat ditumbuhkan dalam menguasai berfikir spasial dalam pembelajaran geografi.  Abstract: The lack of independent involvement of the students in the learning process leads to less interesting geography learning, which then has an impact on the low spatial thinking skills of the students. However, this skill is very important because of its high application in solving problems in everyday life. In this context, a classroom action research (PTK) was conducted with the aim of improving the spatial thinking skills of the students of class X of SMAN 1 Gondanglegi through the use of geomedia. The classroom action was conducted in two cycles, each of which consisted of four steps (planning, implementation, observation and reflection). Each data was processed using spatial thinking ability tests, observations, pre-tests and post-tests to determine student learning outcomes during the period 8 October to 9 December 2024. The primary data were analysed descriptively, quantitatively and qualitatively. Based on the results of the study, it was significantly proved that the application of geomedia in geography learning can improve spatial thinking skills and geography learning outcomes. The application of geomedia by presenting geoinformation aims at motivating students and involving them in the learning process so that their critical thinking can grow in mastering spatial thinking in geography learning.
EXPLORING CLUNGUP MANGROVE CONSERVATION THROUGH VIRTUAL FIELD TRIP MEDIA : TO IMPROVE STUDENTS CRITICAL THINKING CAPABILITY Hidayatullah, Ilham Adenan; Sahrina, Alfi; Purwanto, Purwanto; Deffinika, Ifan
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 1 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i1.29305

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan keterampilan berpikir kritis siswa yang tidak merata pada setiap siswa serta pembelajaran yang bersifat pasif pada materi konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Virtual Field Trip (VFT) di Clungup Mangrove Conservation (CMC) yang mendukung pemahaman materi konservasi dan mengukur kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Disseminate) dengan instrumen berupa wawancara, angket kebutuhan siswa, lembar validasi ahli, angket respons siswa, dan asesmen kemampuan berpikir kritis. Pengumpulan data dilakukan melalui analisis kebutuhan, validasi ahli, uji coba media, dan asesmen siswa dengan analisis data menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan media VFT memiliki tingkat validitas sangat tinggi (93%), respons positif siswa sebesar 91.6%, skor kemampuan berpikir kritis rata-rata 81% (kategori tinggi) dan 94% siswa mencapai KKTP yang menunjukkan bahwa media ini membantu siswa dalam berbagai aspek berpikir kritis, seperti conveying simple explanations , forming basic skills, inferring, elaborating further explanations, dan organising tactics and strategies. Media VFT efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, mendukung pemahaman konsep konservasi, dan menjadi alternatif inovatif dalam pembelajaran geografi.   Abstract:  This research is backgrounded by the problem of students' critical thinking skills that are uneven in each student and passive learning on conservation material. This research aims to develop Virtual Field Trip (VFT) learning media at Clungup Mangrove Conservation (CMC) that supports the understanding of conservation materials and measures students' critical thinking skills. This research uses the 4D development method (Define, Design, Develop, Disseminate) with instruments in the form of interviews, student needs questionnaires, expert validation sheets, student response questionnaires, and critical thinking skills assessments. Data collection was carried out through needs analysis, expert validation, media trials, and student assessments with data analysis using a Likert scale. The results showed that the VFT media had a very high level of validity (93%), a positive student response of 91.6%, an average critical thinking ability score of 81% (high category) and 94% of students achieved KKTP which indicated that this media helped students in various aspects of critical thinking, such as conveying simple explanations, forming basic skills, inferring, elaborating further explanations, and organising tactics and strategies. VFT media is effective in improving students' critical thinking skills, supporting the understanding of conservation concepts, and being an innovative alternative in geography learning. 
ANALISIS PERKEMBANGAN BENTUKLAHAN MARINE TERAPANNYA UNTUK PENGELOLAAN LINGKUNGAN WILAYAH PESISIR DI KABUPATEN PANGANDARAN Hakim, Erwin Hilman; Darsiharjo, Darsiharjo; Yani, Ahmad; Nandi, Nandi
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 1 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i1.20892

Abstract

Abstrak: Wilayah kepesisiran selatan Jawa Barat memiliki kondisi geologi dan geomorfologi serta aktivitas masyarakat yang kompleks, terlihat dari beragamnya jenis batuan, dan bentuk lahan marine seperti: cliff, tombolo, notch, spit, estuari, stump, stack, coastal dune, pasir putih berasosiasi Reeffrom. Tujuan penelitian menganalisis terhadap perubahan bentuk lahan marine relatif dinamis yang bersifat abrasi maupun akresi, analisis tersebut dapat dijadikan sebagai bahan rujukan atau referensi terhadap pengelolaan dan pemanfaatan wilayah pesisir di Kabupaten Pangandaran. Metode yang digunakan untuk menganalisis bentuk lahan marine menggunakan metode penelitian deskriptif survei, teknik pengumpulan data melalui survei lapangan, wawancara, studi dokumentasi, dan studi literatur. Analisis data dilakukan melalui pengamatan lapangan dan mengklasifikasikan perkembangan bentuk lahan abrasi atau akresi, serta pemetaan. Perkembangan bentuk lahan yang bersifat akresi di wilayah pesisir Kabupaten Pangandaran pada bentuk lahan spit dapat menutupi muara sungai berpotensi terjadinya banjir. Bentuk lahan hasil abrasi dampaknya terjadi kemunduran garis pantai yang disertai dengan longsoran. Pengelolaan lingkungan pesisir di Kabupaten Pangandaran harus dilakukan secara terintergrasi, daratan yang memiliki  ketinggian 300 – 600 mdpl dan kemiringan lereng >150 digunakan lahan konservatif, bentulahan spit yang berkembang pada muara sungai perlu dibuatkan jetty dan groin, tembok penahan gelombang pada pantai yang mengalami kemunduran, wilayah sempadan pantai digunakan sebagai lahan konvervatif berbasis vegetatif.  Abstract: The coastal area of West Java has complex geological and geomorphological conditions and community activities, seen from the variety of rock types, and marine landforms such as: cliff, Tombolo, notch, spit, estuary, stump, stack, coastal dune, white sand associated with Reefform. The purpose of the study was to analyze changes in relatively dynamic marine landforms that are abrasion and accretion, the analysis can be used as a reference material for the management and utilization of coastal areas in Pangandaran Regency. The method used to analyze marine landforms uses a descriptive survey research method, data collection techniques through field surveys, interviews, documentation studies, and literature studies. Data analysis was carried out through field observations and classifying the development of abrasion or accretion landforms, and mapping. The development of accretionary landforms in the coastal area of Pangandaran Regency on the spit landform can cover river mouths that have the potential for flooding. The impact of abrasion landforms is the decline of the coastline accompanied by landslides. Coastal environmental management in Pangandaran Regency must be carried out in an integrated manner, land with an altitude of 300 - 600 meters above sea level and a slope of >150 is used as conservative land, spit formations that develop at river mouths need to be made into jetties and groins, wave retaining walls on beaches that are receding, coastal border areas are used as vegetative-based conservative land.Keywords: Marine landform; Coastal Management; Pangandaran
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN GEOGRAFI BERBASIS TEKNOLOGI MELALUI PEMBUATAN PETA DIGITAL DENGAN MICROSOFT EXCEL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR SPASIAL SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 GONDANGLEGI Purba, Corrie Teresia; Purwanto, Purwanto; Wijiyono, Wijiyono
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 1 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i1.29010

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan berpikir spasial siswa SMA melalui pemanfaatan fitur 3D Map Excel dalam pembelajaran geografi berbasis Project-Based Learning (PjBL). Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya keterampilan spasial siswa akibat dominasi metode konvensional dalam pembelajaran dan kurangnya pemanfaatan teknologi geospasial. Hal ini menyebabkan siswa memiliki keterbatasan dalam memahami konsep spasial secara kontekstual. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model PjBL yang dilaksanakan dalam dua siklus pada siswa kelas X-6 SMA Negeri 1 Gondanglegi. Instrumen yang digunakan meliputi pre-test, post-test observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan kemampuan berpikir spasial siswa, di mana pada siklus kedua sebanyak 91,18% siswa mencapai kategori tinggi dan seluruh siswa melampaui Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Fitur 3D Map Excel terbukti efektif memperkuat pemahaman konsep spasial, alat representasi visual, dan kemampuan analisis data geografis. Visualisasi tiga dimensi memudahkan siswa memahami distribusi spasial dan hubungan antarwilayah. Temuan ini menunjukkan bahwa teknologi sederhana dan mudah diakses seperti 3D Map Excel dapat menjadi solusi inovatif dalam pembelajaran geografi dan menunjang pembelajaran berbasis teknologi dalam pembelajaran abad-21. Abstract: This research aims to improve the spatial thinking skills of high school students through the utilisation of 3D Map Excel feature in geography learning based on Project-Based Learning (PjBL). The background of this research comes from the low spatial skills of students due to the dominance of conventional methods in learning and the lack of utilisation of geospatial technology. This causes students to have limitations in understanding spatial concepts contextually. This study used the Classroom Action Research (PTK) method with the PjBL model which was carried out in two cycles on students of class X-6 SMA Negeri 1 Gondanglegi. The instruments used include pre-test, post-test, observation and documentation. The results showed a significant increase in students' spatial thinking ability, where in the second cycle as many as 91.18% of students reached the high category and all students exceeded the Minimum Completion Criteria (KKM). Excel's 3D Map feature proved effective in strengthening students' understanding of spatial concepts, visual representation tools, and geographic data analysis skills. The three-dimensional visualisation made it easier for students to understand spatial distribution and inter-regional relationships. This finding shows that simple and accessible technology such as 3D Map Excel can be an innovative solution in geography learning and support technology-based learning in 21st century learning.
IMPLEMENTASI WEBGIS BERBANTUAN MY MAPS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANALISIS SPASIAL SISWA KELAS X SMA DI KOTA SEMARANG MATERI INTERPRESTASI CITRA Wijayanto, Pradika Adi; Santoso, Apik Budi; Juhadi, Juhadi; Zamroh, M. Rifky Abu; Fithri, Aulia Syafira Fithri Syafira; Fina, Ika Nura; Raihan, Rafi Naufal Thariq
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 1 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i1.26699

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan WebGIS berbantuan My Maps guna meningkatkan kemampuan analisis spasial siswa kelas X SMA di Kota Semarang dalam pembelajaran materi interpretasi citra. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya kemampuan analisis spasial siswa dan keterbatasan akses terhadap teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) di lingkungan sekolah. Metode yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan desain one group pretest-posttest, melibatkan siswa dari SMAN 1, SMAN 3, dan SMAN 5 Kota Semarang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan signifikan pada keterampilan analisis spasial siswa setelah penggunaan WebGIS berbantuan My Maps, ditunjukkan oleh peningkatan skor praktik keterampilan dari fase awal ke fase akhir pada seluruh sekolah. Selain itu, respons siswa terhadap penggunaan media ini sangat positif, dengan sebagian besar siswa menilai media mudah diakses, interaktif, dan sesuai dengan kurikulum merdeka. Temuan ini menunjukkan bahwa WebGIS berbasis My Maps efektif dalam mendukung pembelajaran geografi dan berpotensi untuk diterapkan secara lebih luas dalam pendidikan spasial di tingkat menengah. Abstract: This study aims to implement WebGIS assisted by My Maps to improve the spatial analysis skills of 10th-grade high school students in Semarang City in the subject of image interpretation. The background of this research lies in the students' low spatial analytical abilities and limited access to Geographic Information System (GIS) technology in schools. A pre-experimental method with a one-group pretest-posttest design was employed, involving students from SMAN 1, SMAN 3, and SMAN 5 Semarang City. Data were collected through observation, questionnaires, and documentation. The results showed a significant improvement in students' spatial analysis skills after using WebGIS assisted by My Maps, as evidenced by increased performance scores from the initial to final skill practice phases across all schools. Furthermore, student responses to the use of this media were overwhelmingly positive, with most students finding it accessible, interactive, and aligned with the independent curriculum. These findings indicate that WebGIS based on My Maps is effective in supporting geography learning and holds great potential for broader application in spatial education at the secondary school level.
PENGEMBANGAN E-MODUL GEOGRAFI TERINTEGRASI AYAT-AYAT AL-QURAN BERBASIS FLIPBOOK DI MAN 2 PONTIANAK Safira, Ega; Ulfah, Maria; Adlika, Nur Meily
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 1 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i1.28406

Abstract

Abstrak: Minimnya ketersediaan media pembelajaran dalam pembelajaran geografi dapat mengakibatkan kesulitan belajar yang berpengaruh terhadap pemahaman peserta didik terkait materi yang diajarkan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan e-modul geografi terintegrasi ayat-ayat Al-Quran berbasis flipbook di MAN 2 Pontianak. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang dimodifikasi menjadi 3 tahapan yaitu define, design, dan develop. Teknik pengumpulan data menggunakan angket skala likert. Data dihitung dalam perhitungan kuantitatif dan dianalisis secara statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kelayakan e-modul hasil validasi ahli materi sebesar 97,66% yang dikategorikan sangat layak. Kelayakan kegrafikan oleh ahli media sebesar 84,66% dengan kategori sangat layak, dan kelayakan integrasi materi dengan Islam oleh validator agama sebesar 85,2% masuk kategori sangat layak. Hasil uji coba kelompok kecil menunjukkan kelayakan e-modul sebesar 86,42% dengan kualifikasi sangat baik. Pada uji coba kelompok besar diperoleh persentase kelayakan sebesar 82% dengan kategori sangat baik, dan uji coba guru geografi diperoleh persentase kelayakan sebesar 92,66% dengan kualifikasi sangat baik. Berdasarkan hasil keseluruhan uji kelayakan oleh 3 validator ahli dan uji coba produk, diketahui bahwa e-modul memiliki kategori yang sangat layak, sehingga dapat digunakan dalam proses pembelajaran maupun penelitian lanjutan. Abstract:  The lack of availability of learning media in geography learning can lead to learning difficulties that affect students' understanding of the material taught. This study aims to produce a flipbook based integrated geography e-module of Al-Quran verses in MAN 2 Pontianak. The research method used in this study is Research and Development (R&D) with the 4D development model modified into 3 stages namely define, design and develop. The data collection technique used was a Likert scale questionnaire. The data were calculated in quantitative calculations and analysed in descriptive statistics. The results showed the feasibility of the e-module from the material expert validation of 97.66%, which was classified as very feasible. The feasibility of graphics by media experts is 84.66% with a very feasible category, and the feasibility of material integration with Islam by religious validators is 85.2% in the very feasible category. The results of the small group trial showed that the feasibility of the e-modules was 86.42% with very good qualifications. In the large group trial, the feasibility percentage was 82% with a very good category, and the geography teacher trial obtained a feasibility percentage of 92.66% with very good qualifications. Based on the overall results of the feasibility test by 3 expert validators and product trials, it is known that the e-module has a very feasible category, so it can be used in the learning process and further research.
EFEKTIVITAS RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) TERHADAP PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA DI KAWASAN INDUSTRI KECAMATAN JONGKAT KABUPATEN MEMPAWAH Sisdamantri, Atmi Ayu; Akbar, Aji Ali; Gusmayanti, Evi
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 1 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i1.30437

Abstract

Abstrak: Ruang terbuka hijau merupakan salah satu aspek yang harus dipenuhi oleh kawasan industri karena fungsinya yang cukup penting untuk meningkatkan atau memperbaiki kualitas lingkungan. Berdasarkan Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang di Kecamatan Jongkat Kabupaten Mempawah, jenis industri eksisting yang ada di Kecamatan Jongkat, salah satunya adalah industri pengepakan semen yang akan meningkatkan pencemaran udara, yaitu karbon dioksida (CO2). Salah satu cara untuk menurunkan pencemaran udara adalah dengan mengevaluasi RTH yang ada di kawasan industri tersebut. Tujuan penelitian untuk menganalisis tata guna lahan, menghitung besaran emisi, menghitung daya serap CO2 eksisting dan menganalisis kebutuhan RTH eksisting dan rencana dalam jangka waktu 20 tahun kedepan. Penelitian ini dilakukan di enam jenis tata guna lahan berdasarkan RTRW Kabupaten Mempawah yaitu belukar, pemukiman, perkebunan, pertanian lahan kering, lahan terbuka dan sawah. Selanjutnya melakukan analisis tata guna lahan untuk menghitung besaran emisi karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan dari sumber bergerak (kendaraan) dan sumber tidak bergerak (industri). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa besaran emisi eksisting adalah 15.851,80 ton CO2/tahun dengan daya serap CO2 eksisting adalah 11.224,64 ton/ha/tahun, sehingga kebutuhan RTH eksisting adalah 8,13 Ha. Sedangkan besaran emisi rencana adalah 54.530,22 ton CO2/tahun dengan daya serap CO2 eksisting adalah 13.235,18 ton/ha/tahun, sehingga kebutuhan RTH eksisting adalah 72,57 Ha Abstract: Green open space is one aspect that must be fulfilled by industrial areas because its function is quite important to improve or repair environmental quality. Based on the Preparation of Detailed Spatial Planning in Jongkat District, Mempawah Regency, the types of industries in Jongkat District, one of which is the cement packaging industry which will increase air pollution, namely carbon dioxide (CO2). One way to reduce air pollution is to turn on the green open space in the industrial area. The purpose of the study was to analyze land use, calculate the amount of emissions, calculate the existing CO2 absorption capacity and analyze the needs of existing green open space and plan for the next 20 years. This study was conducted on six types of land use based on the Mempawah Regency RTRW, namely bushes, settlements, plantations, dry land agriculture, open land and rice fields. Furthermore, land use analysis was carried out to calculate the amount of carbon dioxide (CO2) emissions produced from moving sources (vehicles) and non-moving sources (industry). The results of the study show that the amount of existing emissions is 15,851.80 tons of CO2/year with the existing CO2 absorption capacity of 11,224.64 tons/ha/year, so that the existing green open space requirement is 8.13 Ha. While the planned emission amount is 54,530.22 tons of CO2/year with the existing CO2 absorption capacity of 13,235.18 tons/ha/year, so that the existing green open space requirement is 72.57 Ha.
ANALISIS POLA PEMBELAJARAN DALAM PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA ERA SOCIETY 5.0 SEBAGAI IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA Hidayati, Hidayati; Eriyanti, Ribut; Ekamayasari, Dian; Permaisuri, Indah; Nabil, Muhammad
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 1 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i1.29194

Abstract

Abstrak: Menurut Tomlinson, guru dapat menggunakan berbagai macam aktivitas dalam pembelajaran berdiferensiasi untuk memenuhi kebutuhan setiap siswa, maka diharapkan seluruh siswa dapat mempelajari materi sesuai dengan pemahaman dan kemampuan masing-masing, mencegah terjadinya frustasi dan menumbuhkan kenyamanan dalam proses pembelajaran di era society 5.0 yang berlatar belakang sosial yang menuntut pembelajaran inovatif dan berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pola pembelajaran yang menggunakan teknologi dalam pembelajaran berdiferensiasi pada Kurikulum Merdeka di kelas VII SMPN 1 Pemenang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi fenomena yang terjadi di lapangan melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan e-learning dengan metode blended learning atau hybrid yang menggabungkan pembelajaran secara daring dan tatap muka mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih komprehensif dan signifikan karena penggunaannya mampu meningkatkan efektivitas dengan penerapan metode dan inovasi pemanfaatan media bagi siswa dalam peningkatan pemahaman, ketrampilan belajar secara mandiri juga mampu menilai diri sendiri. Selain itu, metode ini juga melibatkan orang tua dimana hal ini sekaligus dapat mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan dunia nyata dengan keterampilan yang lebih baik. Abstract:  According to Tomlinson, teachers can implement a variety of learning activities in differentiated instruction to address the diverse needs of students. This approach ensures that students can engage with the material according to their respective levels of understanding and ability, thereby minimizing frustration and fostering comfort in the learning process. In the era of Society 5.0—characterized by a socially-driven demand for innovation and technology-based education—differentiated learning becomes increasingly relevant. This study aims to analyze the effectiveness of technology-integrated learning patterns within differentiated instruction as implemented in the Independent Curriculum. Using a qualitative research approach, this study explores real-world phenomena through observation, interviews, and documentation. The findings reveal that employing e-learning through blended or hybrid learning models, which combine online and face-to-face instruction, offers a more holistic and impactful learning experience. This method enhances learning effectiveness by integrating diverse strategies and innovative media to support student comprehension, independence, and self-assessment skills. Moreover, the involvement of parents in this approach contributes to preparing students for real-world challenges by equipping them with more adaptive and relevant competencies