cover
Contact Name
Mira Mirnawati
Contact Email
miramirnawati@ung.ac.id
Phone
+6281356708379
Journal Mail Official
redaksiideaspublishing@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Joesoef Dalie/Pangeran Hidayat/JDS (Jalan Dua Susun) Nomor 110 Kota Gorontalo 96128
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya
Published by Ideas Publishing
ISSN : 2442367X     EISSN : 2656940X     DOI : https://doi.org/10.32884
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Ideas adalah sebuah jurnal online berbasis OJS yang memfasilitasi publikasi artikel ilmiah dari hasil penelitian. Hasil penelitian dapat berupa hasil penelitian mandiri atau kolaboratif. Peneliti dapat berasal dari berbagai kalangan seperti guru, dosen, mahasiswa, atau praktisi. Fokus kajian keilmuan Jurnal Ideas terbagi menjadi tiga ruang lingkup yang setiap ruang lingkupnya membatasi pada beberapa kajian saja. Berikut ini secara detail dijelaskan.
Articles 759 Documents
Meningkatkan Hasil Belajar IPA Melalui Metode Pembelajaran Pratikum Pada Materi Perpindahan Kalor Di Kelas VII A SMP Negeri 1 Randangan Asia Yusuf
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 4 No 4 (2018): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Randangan pada mata pelajaran IPA melalui penerapan metode pembelajaran partikum. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Randangan yang berjumlah siswanya 27 orang, terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan prosedur penelitian tindakan kelas (PTK). Prosedur penelitian ini terdiri dari dua siklus, dimana tiap siklus melalui 4 tahap yaitu : 1). Perencanaan, 2). Pelaksanaan, 3). Observasi, dan 4). Refleksi. Analisis data yang digunakan secara umum terdiri dari proses analisis untuk menghitung presentasi keaktifan siswa dan mengetahui tingkat hasil belajar siswa. Berdasarkan data dari siklus I dan II dapat dikatakan bahwa pembelajaran IPA melalui penerapan metode praktikum dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar IPA. Terbukti pada siklus I keaktifan siswa mencapai 72,07% dan hasil belajar mencapai 64,07%. Dengan perbaikan pembelajaran pada siklus II keaktifan siswa meningkat menjadi 83,95% dan hasil belajar mengalami peningkatan menjadi 77,03%. Terbukti bahwa dengan penerapan metode praktikum IPA maka kwalitas pelaksanaan pembelajaran meningkat. Hal ini berarti hipotesis tindakan dalam penelitian ini dapat diterima
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENGGUNAAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE EXAMPLES NON EXAMPLES PADA MATA KORESPONDENSI DI KELAS X ADP¹ SMK NEGERI 1 LIMBOTO Nikmawaty T. Ishak
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 5 No 2 (2019): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas X ADP¹ pada SMK Negeri 1 Limboto dengan menggunakan model cooperative learning tipe examples non examples pada mata pelajaran pada mata pelajaran korespondensi dengan indikator penelitian: jumlah siswa yang memperoleh nilai minimal 75 meningkat dari 53.33% menjadi 80%.Sebagai simpulan dari penelitian ini adalah telah terjadi peningkatan hasil belajar siswa kelas X ADP¹ SMK Negeri 1 Limboto. Hal ini ditujukkan dengan data sebagai berikut: 1) Hasil belajar siswa pada siklus I meningkat dari hasil observasi awal dan 2) Hasil belajar siswa pada siklus II telah meningkat, sehingga dengan demikian dapatlah disimpulkan bahwa hipotesis penelitian Jika menggunakan model cooperative learning tipe examples non examples pada mata pelajaran Korespondensi kelas X ADP¹ SMK Negeri”, dengan indikator penelitian : jumlah siswa yang memperoleh nilai meningkat.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN IPS MATERI LINGKUNGAN ALAM DAN LINGKUNGAN BUATAN MELALUI PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DI KELAS BAWAH DI SDN 11 TELAGA BIRU Hadidjah P Ano
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 5 No 3 (2019): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v5i3.208

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas dengan tujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas bawah SDN 11 Telaga Biru pada materi lingkungan alam dan lingkungan buatan. Berdasarkan penelitian, data pada siklus I menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa adalah 73,84%. Selanjutnya tetap dilakukan siklus II sebab masih terdapat siswa yang belum tuntas. Setelah dilakukan siklus II, nilai rata-rata siswa adalah 78,90%. Adapun aktivitas siswa mengalami peningkatan dari siklus I sebesar 60% menjadi 75%. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penggunaan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Kata kunci: hasil belajar, CTL
MODEL PENDAMPING DESA DALAM MENINGKATKAN TATAKELOLA PEMERINTAHAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KECAMATAN BALANTAK UTARA KABUPATEN BANGGAI Muhlin Muhlin
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 5 No 1 (2019): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPendamping desa direkrut memiliki tanggungjawab yang amat besar dalammemastikan terlaksananya Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentangdesa. Pendamping desa tidak hanya sebagai fasilitator tetapi harus masuklebih jauh kedalam tatakelola pemerintahan desa. Rumusan masalah yaknibagaimana program kegiatan pendamping desa yang telahdilakukan,bagaimana capaian kegiatan pendamping desa yang telah dilakukandan bagaimana hambatan dan upaya yang dilakukan pendamping desa,sertabagaimana model pendampingan desa yang digunakan dalam meningkatkantatakelola pemerintahan desa dan pemberdayaan masyarakat. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa kegiatan pendampingan desa yang dilaksanakan olehtenaga pendamping desa masih relatif kurang, sedangkan capaian kegiatanpendampingan desa masih tergolong rendah, kurangnya peran sertapendamping desa dalam melaksanakan kegiatan pendampingan disebabkanbeberapa hal yang menjadi kendala diantaranya pendamping desa belummemiliki kantor di Kecamatan Balantak Utara, belum ada jaringantelekomunikasi di Kecamatan Balantak, dan jumlah tenaga pendamping yangmasih kurang. Adapun model yang dapat dijadikan rujukan perbaikanpendampingan desa yaitu identifikasi masalah, merumuskan programpendampingan, mengadakan pelatihan/bimbingan teknis/workshop danmonitoring dan evaluasi.
UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN HARIAN MELALUI BIMBINGAN BERKELANJUTAN DI TK NEGERI PEMBINA KECAMATAN KOTA BARAT KOTA GORONTALO.pdf Risna Kumisi
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 5 No 2 (2019): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perencanaan pembelajaran merupakan langkah yang sangat penting sebelum melaksanakan proses pembelajaran. Perencanaan yang matang diperlukan agar pelaksanaan pembelajaran dapat berjalan secara efektif.Perencanaan pembelajaran dituangkan ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan Mingguan (RPPM) dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH),yang memuat tingkat pencapaian perkembangan, indikator yang akan dicapai, materi yang akan dipelajari, metode pembelajaran, langkah pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar serta penilaian.Guru, sebagai pendidik di dalam kelas, harus mampu berperan sebagai desainer (perencana), implementor (pelaksana), dan evaluator (penilai) kegiatan pembelajaran. Guru merupakan faktor yang paling dominan karena kualitas mengajar guru dapat mempengaruhi kualitas pembelajaran, baiksecara langsung maupun tidak langsung.Namun, tidak semua guru menerapkan perencanaan pembelajaran yang matang dalam proses pengajaran. Selain itu, sebagian besar guru khususnya di sekolah swasta belum mendapatkan pelatihan pengembangan RPPH. Sehingga, penelitian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran melalui bimbingan berkelanjutan di sekolah tempat peneliti bekerja.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dengan menggunakan teknik persentase untuk melihat peningkatan yang terjadi dari siklus ke siklus.Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan berkelanjutan dapat meningkatkan motivasi dan kompetensi guru dalam menyusun RKH dengan lengkap.
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing pada Materi Induksi Elektromagnetik di Kelas IX SMP Negeri 1 Botupingge Nurhayati Aboka
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 4 No 4 (2018): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada masalah yang sering dihadapi guru ketika mengajar pada siswa. Masalahnya adalah kurangnya motivasi dan minat belajar siswa. Metode yang digunakan guru masih didominasi oleh metode ceramah serta guru dalam mengajar masih kurang memperhatikan kemampuan berfikir siswa, sehingga dalam proses pembelajaran siswa terlihat kurang aktif, kurang interaksi baik antara sesama siswa maupun siswa dengan guru dan sebagai akibatnya mereka kurang memahami materi yang dipelajari dan akhirnya hasil belajar mereka selalu berada di bawah nilai ketuntasan. Dalam menghadapi masalah ini dilaksanakan suatu Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA melalui model Penemuan Terbimbing. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil belajar siswa pada siklus I mencapai 66,67%, ketika diterapkan model pembelajaran ini maka hasil belajar siswa meningkat menjadi 90,00%. Jadi, berdasarkan penelitian ini model pembelajaran Penemuan Terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA.
PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU SD NEGERI 02 WANGGARASI DALAM PENYUSUNAN TES HASIL BELAJAR MELALUI SUPERVISI AKADEMIK Tetty Satari Tahibu
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 5 No 2 (2019): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilaksanakan karena guru dalam menyusun tes hasil belajar akhir semester belum maksimal sehingga pemahaman peserta didik terhadap soal tidak maksimal. Untuk mengetahui apakah melalui supervisi akademik dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun tes hasil belajar akhir kelas I-VI dan guru mata pelajaran agama dan PJOK SD Negeri 02 Wanggarasi tahun pelajaran 2016/2017. Subjek dalam penelitian adalah seluruh guru kelas I-VI dan guru mata pelajaran agama dan PJOK di SD Negeri 02 wanggarasi yang berjumlah 8 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan adanya penerapan supervisi akademik dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun tes hasil belajar akhir semester di SD Negeri 02 wanggarasi. Hal ini dapat diketahui dari hasil penelitian yaitupenilaian yang dilakukan oleh peneliti di kondisi awal rata-rata yang diperoleh adalah 62,13.Setelah dilaksanakan supervisi akademik siklus I meningkat menjadi 66,69 dan pada siklus II menjadi 77,75. Selain itu guru dapat mengikuti supervisi akademik dengan baik.
Karakter Sosial Budaya Pendidikan Jasmani dan Olahraga Ahmad Lamusu
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 4 No 4 (2018): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakter sosial budaya pendidikan jasmani dan olahraga merupakan suatu gejala sosial budaya yang perlu diamati dalam masyarakat modern, yakni adanya pertumbuhan aktivitas jasmani dan olahraga dalam mengisi waktu senggang. Aktivitas tersebut merupakan usaha untuk mempromosi olahraga dikalangan masyarakat luas yaitu gerakan sport for all atau olahraga untuk segenap anggota masyarakat, yang membuktikan bahwa olahraga bukan semata-mata monopoli sekelompok masyarakat yang berkemampuan lebih baik, terutama dalam hal keterampilan. Bentuk-bentuk aktivitas jasmani dan olahraga yang diterima atau dapat terserap oleh pesertanya adalah yang dapat diterima secara menyenangkan dan dapat diikuti sesuai dengan potensi fisik dan sosio-budaya setempat. Kegiatan atau bentuk olahraga yang dijalaninya, sebagaian besar atau hampir seluruhnya adalah bagian jasmani dan olahraga modern yang baku, yakni yang dipandang sebagai bagian dari kegiatan masyarakat Sehingga pada masyarakat yang majemuk seperti inilah, dan dengan dukungan sarana dan prasarana yang relatif lebih baik yang berorientasi kearah efisien dan efektifitas, tingkat prestasi olahraga modern (yang dipertandingkan atau dilombakan pada peristiwa nasional maupun internasional) relatif lebih beragam dan lebih maju. Pembinaan olahraga di sekolah-sekolah, atau peningkatan potensi olahraga prestasi yang mengacu pada karakteristik kelompok masyarakat, atau orang-orang yang dijadikan sasaran pendidikan yang selalu memperhitungkan aspek sosio-bio-budaya masyarakat yang bersangkutan.
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Metode Observasi Yang divariasikan Dengan LKS word square pada Siswa Kelas X TKR Mata Pelajaran Teknologi Dasar Otomotif Materi Alat Pemadam Api Ringan di SMK Negeri 8 Manado Tahun Pelajaran 2017/2018 Debora I.E. Rondonuwu
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 4 No 3 (2018): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan metode observasi yang divariasikan dengan LKS Word square di kelas X TKR SMK Negeri 8 Manado menunjukkan kenaikan prosentase pencapaian ketuntasan belajar klasikal pada siklus I 77, 5% dan siklus II 87,5%, sedangkan keaktifan klasikal pada siklus I 61,25% dan siklus II 76,25%. Melalui penerapan metode observasi yang divariasikan dengan LKS Word square pada materi Alat Pemadan Api Ringan dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas X TKR, sehungga metode observasi yang divariasikan dengan LKS Word square perlu diterapkan pada materi-materi yang lain karena memudahkan siswa dalam memahami materi yang dipelajari.
Implementasi Kurikulum 2013 Kawasan 3T di Kabupaten Gorontalo Utara Hendra Saputra
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 5 No 4 (2019): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya(November)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.029 KB) | DOI: 10.32884/ideas.v5i4.228

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kurikulum 2013 di daerah 3T. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, dan siswa di sekolah dasar daerah 3T. Hasil penelitian menunjukkan empat hal. Pertama, proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2013. Kedua, proses penilaian hasil pembelajaran belum terlaksana sepenuhnya sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2013. Ketiga, proses pengawasan dilaksanakan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2013.

Page 11 of 76 | Total Record : 759


Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 4 (2025): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 11 No 3 (2025): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 11 No 2 (2025): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 11 No 1 (2025): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 10 No 4 (2024): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 10 No 3 (2024): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 10 No 2 (2024): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 10 No 1 (2024): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 9 No 4 (2023): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 9 No 3 (2023): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 9 No 2 (2023): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 9 No 1 (2023): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 8 No 4 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 8 No 3 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 8 No 2 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 8 No 1 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 7 No 4 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 7 No 3 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 7 No 2 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 7 No 1 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Februari) Vol 6 No 4 (2020): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (November) Vol 6 No 3 (2020): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 6 No 2 (2020): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 6 No 1 (2020): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 5 No 4 (2019): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya(November) Vol 5 No 3 (2019): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 5 No 2 (2019): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 5 No 1 (2019): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 4 No 4 (2018): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 4 No 3 (2018): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 4 No 2 (2018): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Mei) Vol 4 No 1 (2018): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Februari) Vol 3 No 4 (2017): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (November) Vol 3 No 3 (2017): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Agustus) Vol 3 No 2 (2017): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Mei) Vol 3 No 1 (2017): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Februari) More Issue