Jurnal Kesehatan
Jurnal Kesehatan merupakan jurnal ilmiah yang memuat artikel yang relevan dengan isu-isu kesehatan masyarakat, kebidanan, keperawatan, kesehatan klinis dan sosial baik berupa artikel hasil penelitian, artikel review, literature, atau artikel laporan lapangan (research report, field report). Terbit enam bulan sekali pada bulan Mei dan Desember.
Articles
148 Documents
PENGARUH TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP TINGKAT STRES KERJA PADA STAFF STIKES YATSI
Rina Puspitasari;
Ayu Pratiwi;
Ria Setia Sari
Jurnal Kesehatan Vol 8 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yatsi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37048/kesehatan.v8i2.143
Stress akibat kerja disebabkan oleh tekanan kerja, kurangnya dukungan manajerial, serta risiko kekerasan dan bullying. Stress akibat kerja yang dialami oleh pekerja jika tidak segera diatasi akan memberikan dampak baik bagi diri sendiri maupun perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh relaksasi otot progresif dalam menurunkan stres kerja pada staf STIKes Yatsi. Desain penelitian quasi eksperiment pre-post test without control group dengan 35 sampel secara purposive sampling. Hasil penelitian menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed Ranks Test didapatkan nilai p-value 0,000 (p <0,05). Hal ini berarti terdapat pengaruh relaksasi otot progresif untuk menurunkan stres kerja. Rekomendasi penelitian bahwa relaksasi otot progresif diterapkan pekerja selama proses kerja. dan menjadi evidence based practice bagi perawat kesehatan kerja dalam mengatasi stress kerja pada pekerja.
Lovestyle Dan Gender Attitude Mempengaruhi Perilaku Seks Pranikah Pada Remaja
Siti Cholifah;
Lulu Maryadiana
Jurnal Kesehatan Vol 8 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yatsi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37048/kesehatan.v8i2.144
Background perilaku seksual pranikah di kalangan remaja semakin meningkat. Faktor yang mempengaruhinya adalah gaya pacaran remaja mulai dari berkencan, berciuman sampai bersenggama, dan sikap gender yang tidak berimbang, laki-laki menganggap perempuan adalah kaum yang lemah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan lovestyle, gender attitude dengan perilaku seks pranikah pada remaja di sekolah SMK swasta kota Tangerang. Metode penelian ini desain deskriptif korelasi, pengambilan sampel menggunakan sampling purposiv, analisa yang digunakan yaitu univariat dan bivariat. Hasil berdasarkan uji Chi-Square ada hubungan antara lovestyle, gender attitude dengan perilaku seks pranikah (P Value 0,000 < 0,05). Diketahui bahwa gaya pacaran dan perilaku gender pada remaja mempengaruhi dorongan hasrat seksual pranikah, Saran kepada remaja diharapkan untuk menjalin komunikasi lebih intensif terhadap pasangannya sehingga dapat mengendalikan untuk tidak berperilaku seks pranikah.
LOVESTYLE DAN GENDER ATTITUDE MEMPENGARUHI PERILAKU SEKS PRANIKAH PADA REMAJA
Siti Cholifah;
Lulu Maryadiana
Jurnal Kesehatan Vol 8 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yatsi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Background perilaku seksual pranikah di kalangan remaja semakin meningkat. Faktor yang mempengaruhinya adalah gaya pacaran remaja mulai dari berkencan, berciuman sampai bersenggama, dan sikap gender yang tidak berimbang, laki-laki menganggap perempuan adalah kaum yang lemah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan lovestyle, gender attitude dengan perilaku seks pranikah pada remaja di sekolah SMK swasta kota Tangerang. Metode penelian ini desain deskriptif korelasi, pengambilan sampel menggunakan sampling purposiv, analisa yang digunakan yaitu univariat dan bivariat. Hasil berdasarkan uji Chi-Square ada hubungan antara lovestyle, gender attitude dengan perilaku seks pranikah (P Value 0,000 < 0,05). Diketahui bahwa gaya pacaran dan perilaku gender pada remaja mempengaruhi dorongan hasrat seksual pranikah, Saran kepada remaja diharapkan untuk menjalin komunikasi lebih intensif terhadap pasangannya sehingga dapat mengendalikan untuk tidak berperilaku seks pranikah.
Hubungan Self Care Management Dengan Kualitas Hidup Pasien Congestive Heart Failure
Destiawan Eko Utomo;
Febi Ratnasari;
Arfan Andrian
Jurnal Kesehatan Vol 8 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yatsi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37048/kesehatan.v8i2.145
Latar belakang: Jumlah kematian penderita Congesive Heart Failure akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia pasien tersebut, dengan jumlah kematian terbanyak terjadi pada pasien laki-laki dibandingkan dengan penderita CHF pada pasien wanita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan self care management dengan kualitas hidup pasien congestive heart failure di RSUD Pesanggrahan Jakarta Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian survey yang bersifat deskriptif dan desain Cross Sectional. Jumlah sampel sebanyak 101 orang responden. Hasil analisis tabulasi silang, menunjukan bahwa sebagian besar Self Care Management pada pasien congestive heart failure tergolong sudah baik dan kualitas hidup juga sudah baik. Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,017, sehingga dapat disimpulkan ada hubungan self care management dengan kualitas hidup pasien congestive heart failure di RSUD Pesanggrahan Jakarta Selatan. Kesimpulan dari hasil penelitian ini diharapkan perawat dapat melaksanakan peran sebagai edukator saat di poliklinik, serhingga dapat meningkatkan pengetahuan pasien mengenai self care, motivasi, dan kualitas hidup pasien yang terdiagnosis gagal jantung.
HUBUNGAN SELF CARE MANAGEMENT DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN CONGESTIVE HEART FAILURE
Destiawan Eko Utomo;
Febi Ratnasari;
Arfan Andrian
Jurnal Kesehatan Vol 8 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yatsi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar belakang: Jumlah kematian penderita Congesive Heart Failure akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia pasien tersebut, dengan jumlah kematian terbanyak terjadi pada pasien laki-laki dibandingkan dengan penderita CHF pada pasien wanita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan self care management dengan kualitas hidup pasien congestive heart failure di RSUD Pesanggrahan Jakarta Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian survey yang bersifat deskriptif dan desain Cross Sectional. Jumlah sampel sebanyak 101 orang responden. Hasil analisis tabulasi silang, menunjukan bahwa sebagian besar Self Care Management pada pasien congestive heart failure tergolong sudah baik dan kualitas hidup juga sudah baik. Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,017, sehingga dapat disimpulkan ada hubungan self care management dengan kualitas hidup pasien congestive heart failure di RSUD Pesanggrahan Jakarta Selatan. Kesimpulan dari hasil penelitian ini diharapkan perawat dapat melaksanakan peran sebagai edukator saat di poliklinik, serhingga dapat meningkatkan pengetahuan pasien mengenai self care, motivasi, dan kualitas hidup pasien yang terdiagnosis gagal jantung.
Disiplin Dengan Kinerja Perawat Ruang Perawatan Bedah Di Rumah Sakit Umum Daerah Banten
H. A. Y. G. Wibisono;
Siti Rochmani;
Ifolisah
Jurnal Kesehatan Vol 8 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yatsi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37048/kesehatan.v8i1.147
Rumah sakit merupakan bagian integral dari suatu organisasi sosial dan kesehatan dengan fungsi menyediakan pelayanan kesehatan pada masyarakat. Disiplin dapat mempengaruhi kinerja pelayanan kesehatan dan juga dapat mempengaruhi kemajuan dari rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan disiplin dengan kinerja perawat ruang perawatan bedah. Metode penelitian: jenis penelitian ini menggunakan desain Descriptif Correlation yaitu untuk mengetahui keeratan hubungan dan untuk mengetahui arah hubungan dua variabel dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh dengan sampel sebanyak 24 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner. Hasil penelitian analisa data menggunakan uji chi square dan menghasilkan nilai p value = (0,002 < 0,05) maka dinyatakan Ho ditolak artinya terdapat hubungan yang bermakna antara disiplin dengan kinerja perawat ruang perawatan bedah. Kesimpulan dan saran: berdasarkan hasil penelitian ada hubungan yang signifikan antara disiplin dengan kinerja perawat ruang perawatan bedah. Penelitian ini diharapkan agar tenaga kesehatan khususnya perawat untuk dapat meningkatkan disiplin, karena semakin baik tingkat disiplin akan semakin baik pula kinerja yang didapat.
Disiplin Dengan Kinerja Perawat Ruang Perawatan Bedah Di Rumah Sakit Umum Daerah Banten
H. A. Y. G. Wibisono;
Bayu Imanuddin;
Hasan Hariri
Jurnal Kesehatan Vol 8 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yatsi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37048/kesehatan.v8i1.147
Rumah sakit merupakan bagian integral dari suatu organisasi sosial dan kesehatan dengan fungsi menyediakan pelayanan kesehatan pada masyarakat. Disiplin dapat mempengaruhi kinerja pelayanan kesehatan dan juga dapat mempengaruhi kemajuan dari rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan disiplin dengan kinerja perawat ruang perawatan bedah. Metode penelitian: jenis penelitian ini menggunakan desain Descriptif Correlation yaitu untuk mengetahui keeratan hubungan dan untuk mengetahui arah hubungan dua variabel dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh dengan sampel sebanyak 24 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner. Hasil penelitian analisa data menggunakan uji chi square dan menghasilkan nilai p value = (0,002 < 0,05) maka dinyatakan Ho ditolak artinya terdapat hubungan yang bermakna antara disiplin dengan kinerja perawat ruang perawatan bedah. Kesimpulan dan saran: berdasarkan hasil penelitian ada hubungan yang signifikan antara disiplin dengan kinerja perawat ruang perawatan bedah. Penelitian ini diharapkan agar tenaga kesehatan khususnya perawat untuk dapat meningkatkan disiplin, karena semakin baik tingkat disiplin akan semakin baik pula kinerja yang didapat.
Penyangga Bantal Di Sisi Kanan Ibu Hamil Terhadap Kejadian Supine Hypotension Pada Ibu Hamil Trimester III
Febi Ratnasari;
Rahmah Karina
Jurnal Kesehatan Vol 8 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yatsi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37048/kesehatan.v8i1.149
Latar Belakang: Supine hypotension terjadi pada trimester kedua dan trimester ketiga yaitu penurunan tekanan darah sistol >30 mmHg sampai 80 mmHg pada posisi supine. Tujuan: Mengetahui hubungan penyangga bantal disisi kanan wanita hamil dengan kejadian supine hypotension pada wanita hamil trimester ketiga di wilayah kerja Puskesmas Tigaraksa. Metode Penelitian: Eksperimental dengan rancangan one group pretest posttest. Sampel penelitian ini adalah 30 teknik purposive sampling. Data diperoleh dengan pengukuran tekanan darah dengan sphygmomanometer dan detak jantung janin dengan menggunakan fetal doppler. Hasil: Analisa data yang digunakan adalah Wilcoxon Signed-Rank Test hasil data yang diperoleh pretest penyangga bantal terhadap pretest supine hypotension nilai p value 0,001 < 0,05, pretest penyangga bantal terhadap posttest supine hypotension nilai p value 0,000 < 0,05, posttest penyangga bantal terhadap pretest supine hypotension nilai p value 0,000 < 0,05, pretest penyangga bantal terhadap posttest supine hypotension nilai p value 0,000 < 0,05, Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara penyangga bantal disisi kanan ibu hamil dengan kejadian supine hypotension pada wanita hamil trimester ketiga. Saran: Untuk wanita hamil trimester ketiga untuk menggunakan penyangga bantal disisi kanan untuk mengurangi kejadian supine hypotension.
PENYANGGA BANTAL DI SISI KANAN IBU HAMIL TERHADAP KEJADIAN SUPINE HYPOTENSION PADA IBU HAMIL TRIMESTER III
Febi Ratnasari;
Rahmah Karina
Jurnal Kesehatan Vol 8 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yatsi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37048/kesehatan.v8i1.149
Latar Belakang: Supine hypotension terjadi pada trimester kedua dan trimester ketiga yaitu penurunan tekanan darah sistol >30 mmHg sampai 80 mmHg pada posisi supine. Tujuan: Mengetahui hubungan penyangga bantal disisi kanan wanita hamil dengan kejadian supine hypotension pada wanita hamil trimester ketiga di wilayah kerja Puskesmas Tigaraksa. Metode Penelitian: Eksperimental dengan rancangan one group pretest posttest. Sampel penelitian ini adalah 30 teknik purposive sampling. Data diperoleh dengan pengukuran tekanan darah dengan sphygmomanometer dan detak jantung janin dengan menggunakan fetal doppler. Hasil: Analisa data yang digunakan adalah Wilcoxon Signed-Rank Test hasil data yang diperoleh pretest penyangga bantal terhadap pretest supine hypotension nilai p value 0,001 < 0,05, pretest penyangga bantal terhadap posttest supine hypotension nilai p value 0,000 < 0,05, posttest penyangga bantal terhadap pretest supine hypotension nilai p value 0,000 < 0,05, pretest penyangga bantal terhadap posttest supine hypotension nilai p value 0,000 < 0,05, Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara penyangga bantal disisi kanan ibu hamil dengan kejadian supine hypotension pada wanita hamil trimester ketiga. Saran: Untuk wanita hamil trimester ketiga untuk menggunakan penyangga bantal disisi kanan untuk mengurangi kejadian supine hypotension.
Terapi Bermain Clay Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Anak Usia Prasekolah (3-6 Tahun)
Ria Setia Sari;
Fina Afriani
Jurnal Kesehatan Vol 8 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yatsi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37048/kesehatan.v8i1.151
Kecemasan merupakan perasaan yang paling umum dialami oleh pasien anak yang sedang mengalami hospitalisasi. Terapi bermain adalah suatu kegiatan bermain yang dilakukan untuk membantu penyembuhan anak dan sarana dalam melanjutkan pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal. Dengan terapi bermain, diharapkan kecemasan anak segera menurun, sehingga dapat menjadikan anak lebih bekerjasama pada petugas kesehatan. Permainan yang cocok diterapkan untuk anak usia prasekolah salah satunya adalah permainan membentuk (kontruksi) seperti clay. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi bermain clay terhadap tingkat kecemasan pada anak usia prasekolah (3-6 tahun) di RSUD Balaraja Tangerang. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian Praeksperimen dengan rancangan One Group Pretest Posttest. Sampel yang diambil 24 responden dengan menggunakan Total Sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi serta uji analisis yang digunakan adalah Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, nilai (Sig 0,000 <0,05). Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka ada pengaruh terapi bermain clay terhadap tingkat kecemasan pada anak usia prasekolah (3-6 tahun).