cover
Contact Name
Septy
Contact Email
septyariani09@gmail.com
Phone
+6282113565161
Journal Mail Official
lppm.stikesyatsi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Aria Santika No 40A Bugel, Margasari, Karawaci, Tangerang
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 20889266     EISSN : 2654587X     DOI : https://doi.org/10.37048/kesehatan
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kesehatan merupakan jurnal ilmiah yang memuat artikel yang relevan dengan isu-isu kesehatan masyarakat, kebidanan, keperawatan, kesehatan klinis dan sosial baik berupa artikel hasil penelitian, artikel review, literature, atau artikel laporan lapangan (research report, field report). Terbit enam bulan sekali pada bulan Mei dan Desember.
Articles 148 Documents
Factors Pregnant Women With The Incidence Of Preeclampsia At Puskesmas Kresek In 2017 Evi Rufaida; Alni Sintapea
Jurnal Kesehatan Vol 8 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yatsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37048/kesehatan.v8i1.159

Abstract

Menurut penelitian, Mardiani dan Neli 2013. Dapat dilihat bahwa sebagian besar responden dengan usia ibu> 35 tahun 13 orang (76,5%) berisiko mengalami preeklampsia dan sebaliknya yang tidak berisiko seperti 10 orang (11,2), Dan di Puskesmas Kresek sebagian besar responden 39 orang (72,2%) berisiko preeklamsia dan 15 orang (27,8) tidak berisiko. Tujuan untuk mengetahui faktor-faktor wanita hamil dengan kejadian preeklampsia di Puskesmas Kresek 2017. Metodologi penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil dengan preeklampsia di Puskesmas Kresek Kabupaten Tangerang April 2017. Sampel diambil untuk penelitian ini dengan menggunakan total sampling yaitu sebanyak 54 orang wanita hamil dengan preeklampsia. Metode analisis data menggunakan uji Chi Square. Di Puskesmas Kresek faktor ibu hamil dengan kejadian preeklampsia berisiko adalah usia (72,2%) tidak berisiko (27,8%), berdasarkan paritas tidak responsif (72,2%) dan berisiko (27,8%), Berdasarkan riwayat tidak responsif pre-eklampsia (79,6%) dan berisiko (20,4%), berdasarkan obesitas bebas risiko (61,1%) (38,9%), berdasarkan hasil tekanan darah berisiko (68,5%) tidak berisiko (31,5%) . Kesimpulannya adalah ada hubungan umur dengan kejadian preeklampsia pada p = 0,01 (p <0,05), tidak ada hubungan paritas dengan preeklampsia yang terjadi pada nilai p = 1,71 (p> 0,05), tidak ada hubungan riwayat preeklampsia dengan kejadian preeklampsia diperoleh p = 3,22 (p> 0,05), ada hubungan obesitas dengan kejadian preeklampsia yang diperoleh p = 0,01 (p <0,05), terdapat korelasi hasil tekanan darah dengan insidensi preeklampsia Di dapatkan nilai p = 0,00 (p = <0,05).
Keikutsertaan Siswa Dalam Imunisasi Measles Rubella Dewi Kurniati; Diana Yenni
Jurnal Kesehatan Vol 7 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yatsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37048/kesehatan.v7i1.160

Abstract

Vaksin measles rubella (MR) adalah vaksin hidup yang dilemahkan (live attenuated) berupa serbuk kering dengan pelarut, dengan dosis pemberian 0,5 ml dan cara penyuntikkan secara subkutan (sudut kemiringan penyuntikkan 45 derajat). Data survailans selama 5 tahun terakhir menunjukkan 70% kasus rubella terjadi pada kelompok usia < 15 tahun. Indonesia berkomitmen untuk mencapai eliminasi campak dan pengendalian rubella atau kongenital rubella sindrom (CRS) pada tahun 2020. Strategi yang dilkukan adalah dengan pengadaan Kampanye Measles Rubella. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja yang mempengaruhi dalam pemberian imunisasi measles rubella (MR) di SDIT ULUL ALBAB Di Wilayah Puskesmas Sumberjaya. Penelitian ini mengunakan desain penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 254 responden dengan teknik pengambilan sampel mengunakan teknik sampling (acak). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara kondisi, keyakinan dengan keikutsertaan dalam pemberian imunisasi measles rubella (MR) dengan nilai P α = 001 untuk kondisi dan nilai pα 0,00 untuk keyakinan. Dan yang tidak ada hubungan antara keikusertaan dengan pengetahuan (p α = 0,521) dan peran tenaga kerja (p α= 0,468 ). Persiapan kondisi kesehatan dan pemberian informasi yang tepat dan akurat akan dapat merubah keyakinan masyarakat akan dapat meningkatkan angka capaian Program Kampanye MR dimasa yang akan datang.
KEIKUTSERTAAN SISWA DALAM IMUNISASI MEASLES RUBELLA Diana Yenni; Dewi Kurniati
Jurnal Kesehatan Vol 7 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yatsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37048/kesehatan.v7i1.160

Abstract

Vaksin measles rubella (MR) adalah vaksin hidup yang dilemahkan (live attenuated) berupa serbuk kering dengan pelarut, dengan dosis pemberian 0,5 ml dan cara penyuntikkan secara subkutan (sudut kemiringan penyuntikkan 45 derajat). Data survailans selama 5 tahun terakhir menunjukkan 70% kasus rubella terjadi pada kelompok usia &lt; 15 tahun. Indonesia berkomitmen untuk mencapai eliminasi campak dan pengendalian rubella atau kongenital rubella sindrom (CRS) pada tahun 2020. Strategi yang dilkukan adalah dengan pengadaan Kampanye Measles Rubella. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja yang mempengaruhi dalam pemberian imunisasi measles rubella (MR) di SDIT ULUL ALBAB Di Wilayah Puskesmas Sumberjaya. Penelitian ini mengunakan desain penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 254 responden dengan teknik pengambilan sampel mengunakan teknik sampling (acak). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara kondisi, keyakinan dengan keikutsertaan dalam pemberian imunisasi measles rubella (MR) dengan nilai P ? = 001 untuk kondisi dan nilai p? 0,00 untuk keyakinan. Dan yang tidak ada hubungan antara keikusertaan dengan pengetahuan (p ? = 0,521) dan peran tenaga kerja (p ?= 0,468 ). Persiapan kondisi kesehatan dan pemberian informasi yang tepat dan akurat akan dapat merubah keyakinan masyarakat akan&nbsp; dapat meningkatkan angka capaian Program Kampanye MR dimasa yang akan datang.
Terapi Murotal Al-Quran Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea Zahrah Maulidia; Indah Muladiatin
Jurnal Kesehatan Vol 7 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yatsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37048/kesehatan.v7i1.161

Abstract

Latar belakang: Sectio Caesarea adalah pengeluaran janin melalui insisi dinding abdomen dan dinding uterus. Berdasarkan hasil penelitian terhadap 20 pasien post operasi SC di RSU Kabupaten Tangerang pada bulan Mei 2018 diperoleh data bahwa pasien mengalami tingkat kecemasan dari ringan hingga berat. Untuk mengurangi rasa cemas, perlu dilakukan Penerapan Terapi Murottal AL-Quran. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui pengaruh terapi murotal Al-Quran terhadap penurunan tingkat kecemasan pasien post operasi sectio caesarea di RSU Kabupaten Tangerang. Metode Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Quasi Eksperimental Desaign dan rancangan penelitian Pretest and Posttest Without Control Desaign. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah Accidental Sampling dengan jumlah responden 20 responden. Instrumen yang yang digunakan adalah kuesioner dan lembar observasi serta uji analisis yang digunakan adalah Paired Sample T-test. Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil uji analisis Paired Sample T-test menghasilkan nilai Sig =.000 pada variabel tingkat kecemasan. Maka dapat disimpulkan bahwa “Ha diterima” (Sig 0.000 < 0.05). Artinya ada pengaruh terapi murotal Al-Quran terhadap penurunan tingkat kecemasan pasien post operasi sectio caesarea di RSU Kabupaten Tangerang. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa tingkat kecemasan responden menurun setelah diberikan intervensi terapi murotal Al-Quran
TERAPI MUROTAL AL-QURAN TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN POST OPERASI SECTIO CAESAREA Zahrah Maulidia; Indah Muladiatin
Jurnal Kesehatan Vol 7 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yatsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37048/kesehatan.v7i1.161

Abstract

Latar belakang: Sectio Caesarea adalah pengeluaran janin melalui insisi dinding abdomen dan dinding uterus. Berdasarkan hasil penelitian terhadap 20 pasien post operasi SC di RSU Kabupaten Tangerang pada bulan Mei 2018 diperoleh data bahwa pasien mengalami tingkat kecemasan dari ringan hingga berat. Untuk mengurangi rasa cemas, perlu dilakukan Penerapan Terapi Murottal&nbsp; AL-Quran. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui pengaruh terapi murotal Al-Quran terhadap penurunan tingkat kecemasan pasien post operasi sectio caesarea di RSU Kabupaten Tangerang. Metode Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Quasi Eksperimental Desaign dan rancangan penelitian Pretest and Posttest Without Control Desaign. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah Accidental Sampling dengan jumlah responden 20 responden. Instrumen yang yang digunakan adalah kuesioner dan lembar observasi serta uji analisis yang digunakan adalah Paired Sample T-test. Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil uji analisis Paired Sample T-test menghasilkan nilai Sig =.000 pada variabel tingkat kecemasan. Maka dapat disimpulkan bahwa ?Ha diterima? (Sig 0.000 &lt; 0.05). Artinya ada pengaruh terapi murotal Al-Quran terhadap penurunan tingkat kecemasan pasien post operasi sectio caesarea di RSU Kabupaten Tangerang. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa tingkat kecemasan responden menurun setelah diberikan intervensi terapi murotal Al-Quran
Hubungan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Dengan Kejadian Hiperbilirubin Di Ruang Perinatologi Di RSUD Kabupaten Tangerang Tahun 2018 Ria Setia Sari; Muhamad Rizal
Jurnal Kesehatan Vol 7 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yatsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37048/kesehatan.v7i1.162

Abstract

Latar Belakang : Usia kehamilan yang kurang mengakibakan bayi lahir dengan berat badan yang rendah, dan tentunya akan berpengaruh terhadap daya tahan tubuh bayi yang belum siap beradaptasi dengan lingkungan luar rahim sehingga berpotensi terkena berbagai komplikasi yang salah satunya adalah hiperbilirubin. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui adakah hubungan berat badan lahir rendah dengan kejadian hiperbilirubin di RSUD Kabupaten Tangerang. Metode Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif korelasi dan rancangan penelitian Cross sectional. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi serta uji statistik yang digunakan adalah chi-squere. Hasil penelitian : Berdasarkan hasil uji statistik chi-squere. menghasilkan nilai Sig.=0,020. Maka dapat disimpulkan “Ha diterima” (Sig 0.020< 0.05), Artinya ada hubungan berat badan lahir rendah dengan kejadian hiperbilirubin di RSUD Kabupaten Tangerang Tahun 2018. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian ada hubungan berat badan lahir rendah dengan kejadian hiperbilirubin di RSUD Kabupaten Tangerang Tahun 2018.
HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DENGAN KEJADIAN HIPERBILIRUBIN DI RUANG PERINATOLOGI DI RSUD KABUPATEN TANGERANG TAHUN 2018 Ria Setia Sari; Muhamad Rizal
Jurnal Kesehatan Vol 7 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yatsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37048/kesehatan.v7i1.162

Abstract

Latar Belakang : Usia kehamilan yang kurang mengakibakan bayi lahir dengan berat badan yang rendah, dan tentunya akan berpengaruh terhadap daya tahan tubuh bayi yang belum siap beradaptasi dengan lingkungan luar rahim sehingga berpotensi terkena berbagai komplikasi yang salah satunya adalah hiperbilirubin. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui adakah hubungan berat badan lahir rendah dengan kejadian hiperbilirubin di RSUD Kabupaten Tangerang. Metode Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif korelasi dan rancangan penelitian Cross sectional. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi serta uji statistik yang digunakan adalah chi-squere. Hasil penelitian : Berdasarkan hasil uji statistik chi-squere. menghasilkan nilai Sig.=0,020. Maka dapat disimpulkan ?Ha diterima? (Sig 0.020&lt; 0.05), Artinya ada hubungan berat badan lahir rendah dengan kejadian hiperbilirubin di RSUD Kabupaten Tangerang Tahun 2018. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian ada hubungan berat badan lahir rendah dengan kejadian hiperbilirubin di RSUD Kabupaten Tangerang Tahun 2018.
Hubungan Antara Pola Konsumsi Makanan Dan Aktivitas Fisik Terhadap Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Kampung Sarongge Rt 03 Rw 10 Desa Sindang Asih Kecamatan Sindang Jaya Kabupaten Tangerang Tahun 2018 Febi Ratnasari; Bambang Mardisentosa; Ikmal
Jurnal Kesehatan Vol 7 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yatsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37048/kesehatan.v7i1.163

Abstract

Latar Belakang : perubahan pola konsumsi maknanan masyarakat menjadi berubah dalam porsi, frekuensi, karakterisktik dan mulai meninggalkan kebiasaan makan makanan yang dibuat dirumah karena masyarakat mulai mengikuti perkembangan industri, tetapi tidak hanya meninggalkan makanan yang di buat di rumah bahkan masakan yang di buat di rumah juga bisa mengakibatkan timbulnya penyakit,bahkan aktivitas fisik pun merupakan faktor resiko independen untuk penyakit kronis. Metode: Menggunakan penelitiam Kualitatif dengan desain deskriptif korelasi dan rancangan cross Sectional. Teknik pengambilan sampel total sampling 30 responden. Instrumen yang di gunakan adalah kuesioner serta uji analisis chi square. Hasil : berdasarkan hasil uji analisis chi square di dapatkan p value 0,028(p>0,05) yang artinya tidak ada hubungan antara polakonsumsi makanan terhadap kejadian hipertensi pada lansia, dan hasil chi square di dapatkan pvalue 0,136(p>0,05) yang artinya tidak ada hubungan antara aktivitas fisik terhadap kejadian hipertensi pada lansia. Kesimpulan : berdasarkan hasil penelitian, terdapat 10 responden(71,0) dengan pola konsumsi makanan baik dan di dapatkan p value 0,028>0,05dan terdapat 8 responden (66,7) dengan aktivitas fisik baik dan di dapatkan p value 0,136(p>0,05) yang artinya tidak ada hubungan antara aktivitas fisik terhadap hipertensi pada lansia.lansia di harapkan dapat mengontrol pola konsumsi makakanan dan aktivitas fisik agar tidak dapat menimbulkan penyakit.
Hubungan Antara Pola Konsumsi Makanan Dan Aktivitas Fisik Terhadap Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Kampung Sarongge Rt 03 Rw 10 Desa Sindang Asih Kecamatan Sindang Jaya Kabupaten Tangerang Tahun 2018 Febi Ratnasari; Yusnani
Jurnal Kesehatan Vol 7 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yatsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37048/kesehatan.v7i1.163

Abstract

Latar Belakang : perubahan pola konsumsi maknanan masyarakat menjadi berubah dalam porsi, frekuensi, karakterisktik dan mulai meninggalkan kebiasaan makan makanan yang dibuat dirumah karena masyarakat mulai mengikuti perkembangan industri, tetapi tidak hanya meninggalkan makanan yang di buat di rumah bahkan masakan yang di buat di rumah juga bisa mengakibatkan timbulnya penyakit,bahkan aktivitas fisik pun merupakan faktor resiko independen untuk penyakit kronis. Metode: Menggunakan penelitiam Kualitatif dengan desain deskriptif korelasi dan rancangan cross Sectional. Teknik pengambilan sampel total sampling 30 responden. Instrumen yang di gunakan adalah kuesioner serta uji analisis chi square. Hasil : berdasarkan hasil uji analisis chi square di dapatkan p value 0,028(p>0,05) yang artinya tidak ada hubungan antara polakonsumsi makanan terhadap kejadian hipertensi pada lansia, dan hasil chi square di dapatkan pvalue 0,136(p>0,05) yang artinya tidak ada hubungan antara aktivitas fisik terhadap kejadian hipertensi pada lansia. Kesimpulan : berdasarkan hasil penelitian, terdapat 10 responden(71,0) dengan pola konsumsi makanan baik dan di dapatkan p value 0,028>0,05dan terdapat 8 responden (66,7) dengan aktivitas fisik baik dan di dapatkan p value 0,136(p>0,05) yang artinya tidak ada hubungan antara aktivitas fisik terhadap hipertensi pada lansia.lansia di harapkan dapat mengontrol pola konsumsi makakanan dan aktivitas fisik agar tidak dapat menimbulkan penyakit.
Beban Kerja Shift Malam Dengan Kinerja Perawat Di Instalasi Rawat Inap Rsud Kota Tangerang Tahun 2018 Ahmad Abdul Lutfbis; Anih Tasminih
Jurnal Kesehatan Vol 7 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yatsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37048/kesehatan.v7i2.164

Abstract

Pendahuluan: Kelelahan kerja perawat merupakan masalah penting dalam sektor industri jasa keperawatan. Kelelahan kerja perawat dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja yang bisa menimpa pasien dan perawat sendiri. Beban kerja yang berat dan pola shift kerja yang tidak standar dapat menyebabkan kelelahan kerja pada perawat yang bekerja secara shift. Beban kerja perawat adalah seluruh kegiatan atau aktivitas yang dilakukan oleh seorang perawat selama bertugas di suatu unit pelayanan keperawatan. Desain Penelitian dalam penelitian ini adalah deskriptif korelatif. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 70 orang responden. Hasil dan Kesimpulan dari penelitian nilai minimal sebesar 0,071 dan maksimal 0,584 memiliki nilai OR sebesar 0,203. Dengan kata lain, beban kerja yang berat memiliki 20 kali memiliki kinerja yang kurang baik. Selain itu, dari data tersebut nilai P value yang didapat sebesar 0,005 (< 0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara beban kerja shift malam dengan kinerja perawat di Instalasi Rawat Inap RSUD Kota Tangerang.

Page 8 of 15 | Total Record : 148