cover
Contact Name
Farikha Maharani
Contact Email
farikhamaharani@unwahas.ac.id
Phone
+6281325449347
Journal Mail Official
inovasitekim@unwahas.ac.id
Editorial Address
JL. Menoreh Tengah X / 22, Sampangan, Gajahmungkur, Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50232
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Inovasi Teknik Kimia
ISSN : 2527614X     EISSN : 25415891     DOI : http://dx.doi.org/10.31942/inteka
Core Subject : Engineering,
The Inovasi Teknik Kimia (INTEKA) journal focuses upon aspects of chemical engineering: chemical reaction engineering, environmental chemical engineering, material and food engineering . The INTEKA is an research journal and invites contributions of original and novel fundamental research. The journal aims to provide a forum for the presentation of original fundamental research, interpretative reviews and discussion of new developments in chemical engineering. Papers which describe novel theory and its application to practice are welcome, as are those which illustrate the transfer of techniques from other disciplines. Reports of carefully executed experimental work, which is soundly interpreted are also welcome. The overall focus is on original and rigorous research results which have generic significance.
Articles 286 Documents
MONITORING TOTAL DISSOLVED SOLID (TDS), KONDUKTIVITAS DAN pH PADA AIR LINDI DAN AIR SUMUR TPA PASURUHAN KABUPATEN MAGELANG Rizqa Puspitarini; Riva Ismawati
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 8, No 4 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v8i4.8735

Abstract

Pengolahan sampah dengan open dumping memiliki beberapa kelemahan diantaranya memerlukan lahan yang luas untuk menampung sampah. Selain itu, dampak negatif yang ditimbulkan diantaranya menimbulkan bau tidak sedap, mengurangi keindahan lingkungan. menjadi sarang dari vector penyakit, sumber pencemaran lingkungan dari air lindi yang dihasilkan. Lindi menjadi salah satu sumber pencemar dan mempunyai dampak serius bagi sumber air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kualitas air lindi dan air sumur TPA Pasuruhan berdasarkan nilai total dissolved solid (TDS), konduktivitas dan pH. Sampel air lindi, air sumur pantau, dan air sumur produksi diambil dan dilakukan di TPA Pasuruhan Kab. Magelang dengan metode grab sampel. Sampel air lindi dan air sumur diukur TDS, Konduktivitas dan pH dibandingkan dengan baku mutu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.59/Menlhk/Setjen/Kum.1/7/2016 dan air sumur dengan  menggunakan  baku mutu  Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TDS tertinggi pada TDS Inlet 7024 mg/L, TDS kolam tampung 7770 mg/L, TDS sumur pantau 3754 mg/L dan TDS sumur produksi 163 mg/L. Konduktivitas tertinggi pada konduktivitas inlet 7774 µs/cm , konduktivitas kolam tampung 7333 µs/cm, konduktivitas sumur pantau 3754 µs/cm dan konduktivitas sumur produksi 331 µs/cm. pH terendah pada pH inlet 3,9, pH kolam tampung 4,7, pH sumur pantau 4,7, pH sumur produksi 3,9. Parameter TDS dan konduktivitas untuk air lindi inlet, kolam tampung maupun sumur pantau melebihi baku mutu. pH untuk kolam tampung dan sumur produksi melampaui baku mutu.   Kata kunci: Konduktivitas,Lindi,  Sampah, TDS
BIODEGRADABLE FOAM BASED ON COCOA SHELL AND DURIAN SEED STARCH WITH DEGRADATION AGENT FROM ORANGE PEEL Akbil Fikran; Azmil Pratama Nugraha; Mutassim Billah
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i2.9202

Abstract

AbstractCocoa shell waste has the potential to be used as the main filler for biodegradable foam because it has a high cellulose fiber content of around 44.08%. This fiber will become a reinforcement of the main ingredient of biofoam, namely durian seed starch which has a starch content of around 26.607%. Limonene compounds contained in citrus fruits also show activity as a degradation agent in Styrofoam material. This study aims to determine the effect of cocoa peel and orange peel on water absorption, biodegradation and tensile strength of the formed biofoam. The process of making biofam consists of mixing the ingredients for each variable, printing and pressing. The variables used are the mass composition of cocoa peel 25%, 20%, 15%, 10%, 5% and the mass composition of orange peel 0%, 5%, 10%, 15%, 20%. Based on the results of this study, it was obtained that biofoam for a concentration of 15% cocoa shell was included in the standard biodegradable foam, a concentration of 20% orange peel powder was included in the standard biodegradable foam because it was completely degraded (100%) for 6 months or 180 days and the tensile strength value of biofoam from all concentrations in this study was still not in accordance with the Indonesian National Standard (SNI).Keywords: biofoam; cocoa fiber shells; Starch; limonene compounds
PENGARUH PENGADUKAN DAN KONSENTRASI ZnCl2 PADA PEMBENTUKAN KRISTAL BARIUM SULFAT DENGAN METODE BATCH KRISTALISASI S Susilowati; Ubaidillah Aqil; Giritama Wibowo; Novel Karaman
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i2.9022

Abstract

Kristal barium sulfat merupakan kasus yang sangat umum terjadi di dalam industri minyak dan gas bumi. Adanya kristal ini mempengaruhi produksi minyak dan gas bumi, sehingga menimbulkan masalah teknis yaitu dapat menghambat laju alir, sehingga tekanan pada pipa akan semakin tinggi dan menyebabkan pipa akan pecah  dan rusak. Hasil penelitian ini menyajikan tentang pembentukan kristal barium sulfat (BaSO4) dengan metode batch kristalisasi dibawah pengaruh kecepatan putaran pen-gadukan (0 rpm, 120 rpm, 240 rpm, 360 rpm, 480 rpm) dan konsentrasi zat aditif (0 ppm, 5 ppm, 10 ppm, 15 ppm, 20 ppm) dengan suhu 30°C. Dalam penelitian ini percobaan pengkristalan BaSO4 di dalam beaker glass menggunakan magnetic stirrer dengan kecepatan putaran pengadukan yang dit-ambahkan dapat mereaksikan BaCl2 dan Na2SO4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan zat aditif seng klorida (ZnCl2) mampu mengurangi massa kristal yang terbentuk. Kecepatan putaran pengadukan dapat mempengaruhi jumlah kerak barium sulfat yang terbentuk. Analisa SEM menun-jukkan bahwa morfologi kristal BaSO4 berbentuk orthorombik yang mengindikasikan bahwa bentuk kristal ini merupakan ciri khas kristal barit. Sementara hasil analisis XRD memastikan bahwa kristal barium sulfat (barite), ini membuktikan kristal yang terbentuk adalah kristal barite sebagai kristal padat.
UJI DAYA ADSORPSI ADSORBEN ARANG BIJI SALAK UNTUK MENJERAP METHYLEN BLUE Retno Ambarwati Sigit Lestari; Rudi Firyanto; Hotmaria Sitompul
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i1.10174

Abstract

Zat warna yang sering digunakan pada industri tekstil ialah methylene blue yang merupakan senyawa aromatik heterosiklik kationik. Konsentrasi methylene blue untuk nilai ambang batas yang diperbolehkan dalam perairan sekitar (5 – 10) mg/L. Bila tidak ada proses pengolahan limbah terlebih dahulu, zat warna ini dapat menjadi salah satu zat pencemar berbahaya. Limbah cair tersebut mengandung bahan-bahan berbahaya dan beracun yang keberadaannya dalam perairan dapat menghalangi sinar matahari menembus lingkungan akuatik, sehingga mengganggu proses-proses biologis yang terjadi di dalamnya serta dampak buruk lainnya. Salah satu cara untuk menurunkan konsentrasi pencemar pada air limbah dapat dilakukan dengan cara adsorpsi menggunakan adsorben. Adsorben dapat dibuat dari biomassa yang ada di lingkungan kita. Biji salak merupakan salah satu bahan yang digunakan sebagai adsorben untuk menyerap methylen blue pada limbah industri garmen. Sebelum digunakan sebagai adsorben, biji salak dipirolisis menjadi arang pada suhu 3000 C. Arang biji salak selanjutnya diaktifkan secara fisika maupun kimia. Aktivasi secara fisika dilakukan dengan pemanasan suhu 3000 C, sedangkan aktivasi secara kimia dilakukan dengan perendaman arang biji salak dalam larutan KOH. Dari penelitian didapat hasil konsentrasi KOH optimum 5 M dan waktu aktivasi optimum 24 jam dengan kapasitas adsorpsi adsorben terhadap methylene blue sebesar 95,0616%..
SINTESIS ZnO/SILIKA XEROGEL DAN APLIKASINYA Nazriati Nazriati; Siti Shohibul Wahidah
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 8, No 4 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v8i4.9057

Abstract

Abstrak Sintesis ZnO/silika xerogel dengan rasio massa yang berbeda dan aplikasinya untuk menurunkan kadar zat warna metilen biru. Metode yang digunakan untuk menurunkan kadar zat warna metilen biru adalah fotokatalis. Tahapan penelitian ini meliputi sintesis silika xerogel dengan metode sol-gel, sintesis ZnO/silika xerogel dengan metode lelehan garam, dan aplikasi ZnO/silika xerogel untuk menurunkan kadar zat warna metilen biru. Hasil analisis FT-IR menunjukkan adanya gugus fungsi silanol (Si-OH), siloksan (Si-O-Si) dan vibrasi Zn-O. Fakta ini didukung dengan hasil analisis XRD yang menunjukkan pola standar ZnO (JCPDS No. 36-1451) dan mengindikasikan adanya ZnO terdispersi di dalam matriks silika xerogel. Hasil uji SEM menunjukkan morfologi partikel yang terbentuk berupa batang (road) dan jarum (needle) dengan ukuran diameter partikel rata-rata sebesar 53,35 nm. Persentase penurunan kadar zat warna metilen biru dengan perbandingan komposisi 1:1 dan 1:2 yaitu sebesar 68,68% dan 69,12%.
UTILIZATION OF MORINGA OLIEFERA LEAVES COAGULANT FOR LEACHATE TREATMENT : CASE STUDY OF PASURUHAN LANDFILL, MAGELANG REGENCY Rizqa Puspitarini; Riva Ismawati; Adi Iriyanto
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 9, No 3 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waste has caused environmental problems, especially waste processing that is not yet optimal. Open dumping waste processing is still used in waste processing. Open dumping waste processing will produce leachate pollution. The research aims to test the quality of leachate by utilizing the natural coagulant of Moringa leaves to reduce the total dissolved solids (TDS) and conductivity of the leachate. The coagulant was made by macerating Moringa leaves using 70% ethanol and leaving it for 72 hours. Moringa leaf coagulant was contacted with leachate samples from the Pasuruhan Magelang landfill using variations in coagulant mass and contact time. Treatment with a coagulant mass of 1 gram and a contact time of 10 minutes was able to reduce leachate TDS levels by 1020 mg/L with an effectiveness of 55.98%. Treatment with a coagulant mass of 1 gram and a contact time of 15 minutes can reduce the leachate conductivity by 2333 cm/s with 79.38%. The use of natural coagulants from Moringa oliefera leaves can be used as an alternative treatment method for handling leachate. Keyword:: Leachate, Moringa Oliefera
Review of Bio-Plastic Products Based on Fruit and Vegetable Waste Hanif Ardhiansyah; Maharani Kusumaningrum; Ria Wulansarie; Nadya Alfa Cahaya Imani
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i2.10365

Abstract

In the realm of sustainable materials, bio-plastics derived from fruit and vegetable waste have emerged as eco-friendly alternatives to traditional plastics. This mini review explores the promising landscape of bio-plastic products originating from agricultural by-products. Fruit and vegetable waste, abundant in nature, is being ingeniously repurposed to create biodegradable and compostable plastics, addressing the environmental concerns associated with conventional plastics. Researchers and innovators have harnessed the inherent properties of organic waste, utilizing its fibrous and polymeric components to develop bio-based polymers. These bio-plastics showcase commendable mechanical and thermal properties, making them viable contenders for various applications. From packaging materials to disposable cutlery, the versatility of fruit and vegetable waste-based bio-plastics is expanding. The review delves into the manufacturing processes, emphasizing the importance of sustainable practices in the production of these materials. Additionally, it sheds light on the environmental impact, decomposition rates, and potential challenges associated with the adoption of bio-plastic products. As the world seeks greener alternatives, the utilization of fruit and vegetable waste in bio-plastic production not only mitigates pollution but also promotes a circular economy by repurposing agricultural leftovers. This exploration underscores the transformative potential of harnessing nature's surplus for a more sustainable and responsible future.
SINTESIS BIODIESEL MENGGUNAKAN MINYAK JELANTAH DENGAN MENGKUDU (Morinda citrifolia) SEBAGAI ADSORBEN SERTA VARIASI KATALIS NaOH DAN WAKTU TRANSESTERIFIKASI Ikke Febri Yenika; Aan Sefentry; Muhrinsyah Fatimura
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i1.9047

Abstract

Peningkatan  konsumsi  energi  dan  tumpukan  limbah  merupakan   permasalahan  besar yang muncul seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan pertambahan penduduk. Limbah yang berupa  minyak jelantah terus  meningkat  jumlahnya dapat menimbulkan  masalah bagi  lingkungan karena bersifat karsinogenik. Proses pengolahan pembuatan biodiesel dalam penelitian ini dilakukan pretreatment minyak jelantah terlebih dahulu dengan menggunakan mengkudu sebagai adsorben agar didapat asam lemak bebas yang rendah kemudian dilanjutkan dengan proses transesterifikasi langsung dengan menggunakan katalis basa NaOH. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pretreatment minyak jelantah menggunakan variasi adsorben mengkudu (Morinda citrifolia) sebagai bahan baku pembuatan biodiesel serta mengetahui variasi antara konsentrasi katalis NaOH dan waktu transesterifikasi yang menghasilkan biodiesel optimum. Penelitian ini menggunakan proses tranesterifikasi dengan variasi waktu 60 menit dan 90 menit serta penggunaan variasi katalis NaOH 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2% pada temperatur 60oC. Dari hasil analisa dapat diambil kesimpulan bahwa penggunaan adsorben mengkudu 250 gram menghasilkan asam lemak bebas sebesar 1,2788% dan kondisi optimum pada saat proses tranesterifikasi dengan katalis 1,5% dengan waktu tranesterifikasi 90 menit. Pada kondisi tersebut biodiesel memenuhi standar  (kadar air 0,05831%, berat jenis 0,8680 g/ml, viskositas 3,6978 cSt, bilangan asam 0,3767 mg KOH/gr sampel dan rendemen sebesar 80%) Kata kunci: Minyak Jelantah, Mengkudu, Adsorbsi, Asam Lemak Bebas dan Transesterifikasi
ANALISIS UNSUR Ca, Cu, K DAN Mg PADA DAUN KELAPA SAWIT DENGAN METODE ATOMIC ABSORPTION SPECTROPHOTOMETRY (AAS) Meyci Trisna; Melantina Oktriyanti; Arta Ulina Br. Purba
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 8, No 4 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v8i4.9240

Abstract

Aktivitas utama pabrik kelapa sawit dimulai dari penanaman dan pemanenan pohon kelapa sawit, pengolahan tandan buah segar (TBS) menjadi minyak sawit (CPO) dan inti sawit (PK), hingga memprosesnya menjadi produk industri. Tanah dan tanaman merupakan dua hal yang sangat penting dalam bidang pertanian. Untuk menghasilkan buah kelapa sawit yang berkualitas tinggi, tanaman harus mempunyai unsur mineral yang cukup seperti unsur hara makro dan mikro. Sampel yang digunakan untuk analisis kandungan unsur kalsium (Ca), tembaga (Cu), kalium (K), dan magnesium (Mg) adalah daun kelapa sawit yang bersumber dari salah satu perkebunan kelapa sawit di daerah Riau. Hasil analisis kandungan unsur pada daun kelapa sawit yaitu unsur kalium (K) sebesar 1,64–2,16 ppm, unsur magnesium (Mg) sebesar 0,46–0,79 ppm, unsur kalsium (Ca) sebesar 1,51–2,11 ppm, dan unsur tembaga (Cu) sebesar 0,07–0,14 ppm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan unsur yang terdapat pada daun kelapa sawit tersebut belum mencukupi untuk proses pertumbuhan kelapa sawit, karena kandungan unsur tersebut masih tergolong rendah. Sehingga untuk mengatasi defisiensi unsur hara tersebut, dilakukan pemulihan dengan penambahan pupuk pada tanaman. Hasil analisis unsur di atas dapat digunakan sebagai dasar pemilihan pupuk yang sesuai serta berapa kadar yang dibutuhkan yang harus diberikan pada tanaman kelapa sawit.
OPTIMASI PROSES ADSORPSI AIR PAYAU KECAMATAN DUDUKSAMPEYAN SEBAGAI SUMBER AIR BERSIH Fiska Yohana Purwaningtyas; Mega Umaminingrum
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 8, No 4 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v8i4.8126

Abstract

Kecamatan Duduksampeyan adalah kecamatan di kabupaten Gresik yang memiliki air dengan kadar klorida mencapai 9,1 g/L. Tingginya kontaminan dan kadar garam yang terkandung dalam air menjadikan air dari daerah ini tidak layak digunakan untuk memenuhi kebutuhan. Metode sederhana yang dapat digunakan untuk memurnikan air dari desa ini adalah dengan menggunakan metode adsorpsi agar kualitas air menjadi lebih baik dan dapat digunakan oleh penduduk. Zeolit alam yang diaktivasi secara fisika pada suhu 400oC digunakan sebagai adsorban dalam adsorpsi air dari Desa Kemudi. Temperatur adsorpsi dibuat tetap pada suhu 30oC dengan 3 jenis ukuran zeolit, yaitu 20, 60, dan 100 mesh. Zeolit yang diaktivasi secara fisika dapat menjerap klorida lebih banyak dibandingkan dengan zeolit non aktivasi, yaitu sebesar 11,1% untuk ukuran 20 mesh; 12,2% untuk ukuran 60 mesh; dan 9,9% untuk ukuran 100 mesh. Kadar besi yang terkandung dalam air juga mengalami penurunan hingga 54,90% untuk ukuran 20 mesh; 63,72% untuk ukuran 60 mesh; dan 61,76% untuk ukuran 100 mesh. Adsorpsi menyebabkan tingkat kekeruhan air mengalami penurunan baik untuk zeolit non aktivasi maupun zeolit teraktivasi dengan penurunan dari 4 FAU menjadi 1 FAU serta skala warna turun menjadi kurang dari 2 TCU.