cover
Contact Name
I Komang Badra
Contact Email
-
Phone
+6285238148283
Journal Mail Official
pdpt.stkipamlapura@gmail.com
Editorial Address
Jalan Ngurah Rai Nomor 35 Amlapura
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Lampuhyang
ISSN : 20870760     EISSN : 27455661     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal LAMPUHYANG Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penjamin Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura. Jurnal LAMPUHYANG terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan Januari dan Juli.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 14 No 1 (2023)" : 13 Documents clear
Pengembangan Kegiatan Belajar Mengajar Berbasis Teknologi Komunikasi Interpersonal Guru di Era Society 5.0 NI Putu Diah Untari Ningsih; I Gede Sugiarka; Ni Nyoman Ayu Gita Cahyani
Lampuhyang Vol 14 No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v14i1.325

Abstract

Kegiatan belajar mengajar adalah serangkaian proses penyampain ilmu atau tranformasi ilmu yang dilakukan oleh tenaga pendidik dan peserta didik. Proses tersebut dapat dilakukan secara formal ataupun non formal, disesuaikan dengan kondisi dan keadaan yang ada. Tentu dalam menjalankan suatu kegiatan belajar diperlukannya komunikasi yang baik antara peserta didik dan guru. Teknologi komunikasi ini dikenal dengan sebutan komunikasi interpersonal. Dimana komunikasi interpersonal ini adalah Komunikasi adalah proses pertukaran informasi dari dua belah pihak atau lebih. Ketika seorang guru sudah mampu menerapkan komunikasi interpersonal ini dengan baik, maka proses belajar mengajar juga akan berjalan dengan baik dan menghasilkan sesuatu sesuai dengan harapat dunia pendidikan. Perkembangan zaman yeng kini berada pada era sosiety 5.0 ini juga yang menyebabkan berubahnya pola perilaku dan kehidupan masyarakat, khususnya sistem komunikasi baiik formal aaupun non folmat. Oleh sebab itu, kita harus bisa menjaga jalinan komunikasi dengan penerapan komunikasi interpersonal bagi guru untuk lebih dekat dengan peserta didik dan meningkatkan suasana belajar mengajar.
Determinasi Model Rekonstruksi Sosial Vigotsky Berbasis Teknik Scaffolding terhadap Sikap Sosial dan Hasil Belajar IP Ni Nyoman Lisna Handayani
LAMPUHYANG Vol 14 No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v14i1.326

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi model rekonstruksi sosial Vygotsky dengan teknik scaffolding terhadap sikap sosial dan hasil belajar IPS. Rancangan penelitian ini menggunakan pola dasar The Posttest Only Control Group dengan jenis eksperimen semu. Sampel penelitian berjumlah 50 siswa. Data yang dikumpulkan adalah sikap sosial dan hasil belajar IPS. Data dianalisis dengan menggunakan MANOVA berbantuan SPSS 17.00 for windows. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, sikap sosial siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model rekonstruksi sosial Vygotsky teknik scaffolding secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional (F = 25,108; p < 0,05). Kedua, hasil belajar IPS siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model rekonstruksi sosial Vygotsky teknik scaffolding secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional (F = 36,555; p < 0,05). Ketiga, secara simultan sikap sosial dan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model rekonstruksi sosial Vygotsky teknik scaffolding secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (F = 28,95; p < 0,05).
Sesayut Prabhu Wisnu Dalam Upacara Perkawinan Sebagai Simbol Pembentukan Keluarga Sukinah di Desa Adat Susuan Kecamatan Karangasem Kabupaten Karangasem I Komang Badra
LAMPUHYANG Vol 14 No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v14i1.327

Abstract

Keluarga Sukinah merupakan tujuan hidup berumah tangga bagi umat Hindu khususnya di Bali. Pembentukan Keluarga Sukinah disimbolkan dalam upacara perkawinan yang menggunakan sarana bebantenan yang disesuiaikan dengan dengan jenis dan tujuan upacara yang dilakukan. Salah satunya adalah Sesayut Prabhu Wisnu yang digunakan dalam Upacara Perkawinan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, fungsi, dan makna Sesayut Prabhu Wisnu dalam Upacara Perkawinan di Desa Adat Susuan, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem. Untuk bisa memenuhi tujuan tersebut, maka digunakan penelitian kualitatif. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara, observasi, dan pencatatan dokumen. Selanjutnya data dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Bentuk Sesayut Prabhu Wisnu terbuat dari sebuah sebuah dulang, aledan sesayut, raka-raka yang letaknya melingkari tumpeng, bunga berwarna-warni, porosan, canang pasucian, bunga selasih, sampyan naga sari, sambal, garam, kacang, saur, gerang, mentimun, dan terong, sebuah tumpeng agung warna hitam ditancapkan sebuah kwangen, satu ekor daging ayam hitam dipanggang dan mebangun urip, serta sebuah penyeneng. (2) Fungsi Sesayut Prabhu Wisnu sebagai sarana pendidikan, perwujudan Ida Sang Hyang Widhi Was, alat konsentrasi, serta sebagai sarana permohonan. (3) Makna Sesayut Prabhu Wisnu sebagai simbol permohonan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar keluarga yang dibangun oleh sang mempelai menjadi keluarga sukinah serta diberkati keturunan yang suputra.
Peranan Lingkungan Formal dan Informal dalam Pemerolehan Bahasa Kedua Putu Andyka Putra Gotama
LAMPUHYANG Vol 14 No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v14i1.328

Abstract

Manusia dalam berinteraksi dengan sesamanya menggunakan sarana bahasa. Masyarakat Indonesia hendaknya mampu menguasai lebih dari satu bahasa karena negara Indonesia merupakan negara kepulauan, dan tentu memiliki Bahasa Daerah yang beragam. Berkomunikasi dengan menggunakan bahasa daerah dengan masyarakat interen suku tentu tidak akan mengalami kesulitan, namun apabila berkomunikasi dengan masyarakat di luar suku, sudah dapat dipastikan akan mengalami kesulitan. Oleh karena itulah, di Indonesia telah ada bahasa persatuan/bahasa nasional yaitu bahasa Indonesia. Itulah sebabnya kenapa masyarakat disarankan untuk menggunakan lebih dari satu bahasa, minimal untuk masyarakat Indonesia, mampu menggunakan bahasa daerah sebagai B1 (bahasa Ibu) dan bahasa Indonesia sebagai bahasa keduanya (B2). Selain B2 bahasa Indonesia, kenyataan sekarang karena Indonesia terkenal dengan dunia pariwisata dan juga demi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka ada semacam tuntutan yang wajib dilaksanakan yaitu, menguasai bahasa Inggris sebagai B2 yang lain. Terlepas dari pernyataan di atas, disadari bahwa dalam belajar B2 itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak kesulitan-kesulitan dalam belajar bahasa kedua. Ada banyak faktor yang mempengaruhi seseorang dalam belajar bahasa kedua. Salah satu faktornya adalah faktor lingkungan. Oleh karena itu, dalam artikel ini dibuat dengan tujuan untuk mengetahui pengertian lingkungan bahasa, peranan lingkungan formal dalam pemerolehan bahasa kedua, dan peranan lingkungan informal dalam pemerolehan bahasa kedua. Berdasarkan pembahasan diperoleh hasil bahwa yang termasuk lingkungan bahasa adalah situasi di mana orang tersebut belajar B2, misalnya di rumah, di sekolah, di kantor, di tempat nongkrong, dan yang lainnya. Kualitas lingkungan bahasa merupakan salah satu hal yang sangat penting bagi kesuksesan seseorang dalam belajar B2. Kemudian, ada banyak faktor yang memengaruhi seseorang dalam belajar bahasa kedua. Salah satu faktor yang paling berpengaruh adalah faktor lingkungan. Lingkungan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu lingkungan formal dan lingkungan nonformal. Lingkungan formal adalah salah satu lingkungan dalam belajar bahasa yang memfokuskan pada penguasaan kaidah-kaidah bahasa yang dipelajari secara sadar. Sementara itu, lingkungan nonformal adalah lingkungan yang mampu menjadi data input yang baik bagi pembelajar B2. Data input ini bila telah mengalami internalisasi akan menjadi pengetahuan linguistik yang berguna kelak sebagai bahan monitor. Lingkungan informal yang terpahami merupakan lingkungan bahasa yang baik bagi pembelajar. Seorang pembelajar B2 akan mampu menguasai bahasa target dengan baik apabila kedua lingkungan di atas dapat di manfaatkan dengan baik.
Five Love Languange Dalam Perspektif Pendidikan IPS Sebagai Upaya Mencegah Delinkuensi Pada Siswa Sekolah Dasar I Gusti Ayu Adi Rahayuni; Sang Ayu Putu Nilayani
LAMPUHYANG Vol 14 No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v14i1.329

Abstract

Siswa di tingkat sekolah dasar mengalami delinkuensi yang diakibatkan oleh kebutuhan psikologis anak yang tidak terpenuhi dengan baik. Sebagai dampaknya, tujuan pendidikan IPS yang memiliki peran sangat penting dalam membentuk karakter siswa menjadi warga negara yang baik tentu akan terhambat. Maka, diperlukan teknik yang tepat untuk mewujudkan hal tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui teknik five love language dalam memenuhi kebutuhan psikologis siswa sehingga siswa menumbuhkan perilaku yang berkarakter dan positif. Teknik analisis data adalah dengan analisis deskriptif kualitatif. Kesimpulan penelitian ini adalah, Konsep five love language menjadi teknik yang dapat diterapkan oleh guru di sekolah dasar sehingga dapat menguatkan psikologi siswa. Sebagai dampak lanjutannya, siswa dapat menghindarkan diri dari perilaku-perilaku menyimpang seperti delinkuensi.
Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Savi dengan Teknik Gallery Walk melalui Media Daring Pendidikan Agama Hindu pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar di Kecamatan Abang Ni Komang Tirta Novi Yanti
LAMPUHYANG Vol 14 No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v14i1.330

Abstract

Tirta Novi Yanti, Ni Komang, 2022, Tesis. Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe SAVI Dengan Teknik Gallery Walk Melalui Media Daring Pendidikan Agama Hndu Pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar Di Kecamatan Abang. Pembimbing (1) Dr Wayan Paramartha,SH., M.Pd, Pembimbing (2) Dr. Ni Made Sukrawati, S.Ag.,M.Si. Mengingat pentingnya pendidikan khususnya Pendidikan Agama Hindu di era pandemi, guru dituntut mampu merancang pembelajaran di kelas secara kreatif dan inovatif, namun guru Pendidikan Agama Hindu cenderung menggunakan metode ceramah yang dirasa dengan penggunaan metode ceramah, materi pelajaran tersampaikan langsung pada siswa dan guru tidak akan kekurangan waktu di dalam menyelesaikan bahan ajar, dari hal tersebut akibatnya anak menjadi pasif, artinya siswa tidak serius mendengarkan, melihat, menyimak, dan susah mengerti apa yang disampaikan oleh guru.Seperti yang dialami oleh siswa kelas V SD di Kecamatan Abang (SD N 1 Purwakerthi,SD N 2 Purwakerthi,SD N 1 Kesimpar).Bertitik tolak dari hal tersebut perlu diimplementasikan model pembelajaran kooperatif tipe SAVI dengan teknik Gallery Walk melalui media daring. Adapun tujuan penelitian ini yakni untuk menganalisis alasan, proses dan implikasi implementasi model pembelajaran kooperatif tipe SAVI dengan teknik Gallery Walk melalui media daring Pendidikan Agama Hindu pada siswa kelas V Sekolah Dasar di Kecamatan Abang. Penelitian ini merupakan Penelitian Kualitatif, penelitian kualitatif untuk menganalisis alasan terjadinya, proses implementasi, dan implikasi dari implementasi model pembelajaran kooperatif tipe SAVI dengan teknik Gallery Walk melalui media daring Pendidikan Agama Hindu pada siswa kelas V Sekolah Dasar di Kecamatan Abang. Teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain: 1)Teknik Observasi, 2)Teknik Wawancara, 3)Studi Kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan alasan diimplementasikan model pembelajaran kooperatif tipe SAVI dengan teknik Gallery Walk melalui media daring yakni, 1)efesiensi waktu pembelajaran,2)mengurangi kebosanan siswa,3)mudah digunakan,4) mendukung aktivitas siswa,5)pembelajaran menjadi menyenangkan,6)membangun sikap positif,7)melatih keterampilan berkomunikasi.Proses implementasi model pembelajaran kooperatif tipe SAVI dengan teknik Gallery Walk melalui media daring Pendidikan Agama Hindu pada siswa kelas V Sekolah Dasar di Kecamatan Abang (SD Negeri 1 Purwakerthi, SD Negeri 2 Purwakerthi, SD Negeri 1 Kesimpar) secara umum melalui 3 (tiga) tahapan, yaitu tahap pendahuluan, inti, dan penutup.Penelitian ini berimplikasi pada siswa, berimplikasi pada guru dan berimplikasi terhadap keluarga.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Berbantuan Teknik Know Want Learned (KWL) terhadap Prestasi Belajar IPS Ditinjau dari Sikap Demokrasi Siswa SD Kelas V Pada Gugus II Kecamatan Karangasem Wayan Yanik Yasmini; Ida Ayu Eka Damayanti
LAMPUHYANG Vol 14 No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v14i1.332

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh model pembelajaran kooperatif berbantuan teknik know want learn terhadap prestasi belajar IPS ditinjau dari sikap demokrasi siswa. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan The Posttest-Only Control-Group Desain. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus II Kecamatan Karangasem yang berjumlah 104 siswa. Sebanyak 38 siswa dipilih sebagai sampel yang ditentukan dengan teknik group random sampling. Data sikap demokrasi dikumpulkan dengan kuesioner dan hasil belajar menggunakan tes pilihan ganda. Data dianalisis dengan menggunakan analisis Anava A-B berbantuan SPSS 17.00 for windows. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, perbedaan prestasi belajar IPS antara siswa yang mengikuti pelajaran dengan model pembelajaran kooperatif berbantuan teknik KWL dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional. Kedua, Terdapat interaksi antara penerapan model pembelajaran dan sikap demokrasi siswa terhadap hprestasi belajar IPS pada siswa kelas V SD Gugus II Karangasem. Ketiga, Hasil belajar siswa yang memiliki sikap demokrasi tinggi yang mengikuti pelajaran dengan model pembelajaran kooperatif berbantuan teknik KWL lebih baik daripada siswa yang mengikuti pelajaran dengan model konvensional. Kempat, Untuk siswa yang memiliki Sikap demokrasi rendah, tidak terdapat perbedaan prestasi belajar IPS antara siswa yang mengikuti pelajaran dengan model pembelajaran kooperatif berbantuan teknik KWL dan siswa yang mengikuti pelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus II Kecamatan Karangasem.
Penanaman Pendidikan Karakter Kehinduan Melalui Karikatur Kearifan Lokal di SMK Negeri 1 Bebandem I Nyoman Duwika Adi Ana
LAMPUHYANG Vol 14 No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v14i1.333

Abstract

Abstrak: Pendidikan karakter sangat dipengaruhi dengan penanaman kebiasaan- kebiasaan yang baik (habituation). Seiring dengan pengaruh globalisasi seperti sekarang ini informasi bisa didapat dengan mudahnya secara online, sehingga pengaruh budaya menjadi global. Hal ini menjadi salah satu pemicu pergeseran pendidikan karakter siswa khususnya di SMK Negeri 1 Bebandem menjadi mengarah ke hal-hal yang negative dan jauh dari karakter ke-Hinduan yang dimiliki sebelumnya, seperti berkurangnya sopan santun dalam berbicara dan bertingkah laku demikian juga cenderung mengikuti budaya luar yang belum tentu sesuai dengan budaya sekitar seperti cara berpakaian, maupun cara bergaul. Hal ini perlu disikapi dari sejak dini agar hal ini tidak menjadi kebiasan baru dan mengkarakter pada diri siswa. Salah satu yang bisa digunakan untuk mencegah pergeseran karakter ini adalah dengan menggunakan media yang menarik dan familiar di kalangan anak muda khususnya pada siswa di SMK Negeri 1 Bebandem. Media tersebut adalah karikatur kearifan lokal. Karikatur merupakan gambar lucu yang sangat familiar di kalangan anak muda. Dengan keunggulan karikatur ini diselipkan pesan-pesan akan kearifan lokal ke-Hinduan sehingga akan mengingatkan kembali akan kebiasaan baik (habituation) kearifan lokal. Dengan kuantitas yang rutin mengingatkan kebiasaan baik (habituation) ini akan tumbuh karakter ke-Hinduan pada diri siswa khususnya siswa SMK Negeri 1 Bebandem.
Upaya Meningkatkan Keterampilan Mengelola Kelas Mahasiswa Keguruan melalui Simulasi Ni Kadek Juliantari; I Nyoman Subadra
LAMPUHYANG Vol 14 No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v14i1.334

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mengelola kelas mahasiswa semester V Prodi PGSD dalam matakuliah Pengelolaan Kelas. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan dengan dua siklus dan tiap siklus terdiri atas empat tahapan, yakni perencanaan, pelaksanaan, evaluasi/observasi, dan refleksi. Data diolah dengan cara dekriptif kuantitatif. Hasilnya menunjukkan bahwa penerapan simulasi dapat meningkatkan keterampilan mengelola kelas mahasiswa semester V Prodi PGSD STKIP Agama Hindu Amlapura. Pada siklus I, nilai rata-ratanya 72,62 dengan persentase ketercapaian 73,08% menjadi 77,08 dengan persentase ketercapaian 92,31%. Peningkatan tersebut terjadi karena berbagai keunggulan dalam kegiatan pelaksanaan tindakan. Pertama, mahasiswa semakin antusias mengikuti kegiatan simulasi karena teman-temannya sangat optimal memerankan diri sebagai siswa. Kedua, mahasiswa mendapat pengalaman dari rekan-rekan sejawat yang telah melakukan simulai lebih dahulu. Ketiga, mahasiswa dapat sharing pengetahuan dan pengalaman kepada teman-temannya. Keempat, persiapan mahasiswa dalam mengikuti kegiatan simulasi juga optimal sehingga saat kegiatan pengelolaan kelas mahasiswa menjadi semakin siap. Oleh karena itu, direkomendasikan bahwa metode simulasi efektif digunakan untuk kegiatan pembelajaran yang melatih atau mengasah keterampilan siswa, salah satunya adalah keterampilan mengelola kelas.
Implikasi Proses Kreatif Transkrip Lontar terhadap Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan Mahasiswa STKIP Agama Hindu Amlapura I Wayan Jatiyasa
LAMPUHYANG Vol 14 No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v14i1.335

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis proses kreatif transkrip lontar dan implikasinya terhadap pengetahuan, sikap dan keterampilan mahasiswa STKIP Agama Hindu Amlapura. Jenis data menggunakan data kualitatif, sedangkan sumber data menggunakan sumber data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi partisipasi dan kuesioner. Pengolahan data dilakukan melalui tiga tahap, yakni reduksi data, penyajian data, serta penarikan simpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) proses kreatif transkrip lontar dilakukan melalui 4 tahap, yaitu persiapan, inkubasi, iluminasi, dan verifikasi; dan (2) implikasi proses kreatif transkrip lontar terhadap pengetahuan mahasiswa STKIP Agama Hindu Amlapura, yaitu memahami proses pembuatan pepesan (kertas lontar), mengetahui bahan dan proses pembuatan transkrip lontar, memahami teknik-teknik mentranskripsi lontar yang baik dan benar, dan mengetahui tujuan, kegunaan, dan manfaat transkrip lontar; implikasi proses kreatif transkrip lontar terhadap sikap mahasiswa STKIP Agama Hindu Amlapura, yaitu memberikan keyakinan (kepercayaan diri) bahwa menulis lontar tidak sesulit yang dibayangkan asalkan dikerjakan dengan tekun, memotivasi untuk terus mengembangkan diri melalui latihan secara intensif, memotivasi untuk berkarya melalui transkripsi lontar sekreatif mungkin, dan meningkatkan kesabaran, ketekunan, dan konsentrasi (fokus); dan implikasi proses kreatif transkrip lontar terhadap keterampilan mahasiswa STKIP Agama Hindu Amlapura, yaitu terampil memegang pangrupak, meningkatkan keterampilan membaca aksara Bali, mampu menulis aksara Bali dengan waktu yang terbatas, dan berpartisipasi melestarikan kearifan lokal (local genius) masyarakat Bali yang semakin terdegradasi.

Page 1 of 2 | Total Record : 13