cover
Contact Name
I Komang Badra
Contact Email
-
Phone
+6285238148283
Journal Mail Official
pdpt.stkipamlapura@gmail.com
Editorial Address
Jalan Ngurah Rai Nomor 35 Amlapura
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Lampuhyang
ISSN : 20870760     EISSN : 27455661     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal LAMPUHYANG Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penjamin Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura. Jurnal LAMPUHYANG terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan Januari dan Juli.
Articles 238 Documents
Corak Kultur Bali dalam Penggunaan Multilingual pada Novel Kenanga Karya Oka Rusmini Ni Kadek Juliantari; I Nyoman Subadra
LAMPUHYANG Vol 13 No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v13i2.313

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan corak kultur Bali yang tergambar melalui penggunaan multingual dalam Novel Kenanga karya Oka Rusmini. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Kenanga karya Oka Rusmini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi dokumentasi. Pengolahan data dilakukan melalui tiga tahap, yakni reduksi data, penyajian data, serta penarikan simpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa multilingual yang digunakan dalam novel Kenanga dapat dilihat dari bentuk-bentuk lingual yang berasal dari bahasa Bali dan bahasa Asing yang digunakan berupa kata, frasa, dan kalimat. Akan tetapi, bentuk lingual tersebut didominasi oleh bentuk lingual yang berupa kata. Melalui penggunaan multilingual tersebut dapat dilihat corak kultur Bali, misalnya terkait dengan kesantunan berbahasa masyarakat Bali, yang dapat diamati dari percakapan penutur dan mitra tutur antarkasta yang sama dan antara kasta yang berbeda melalui pilihan bahasa yang menguntungkan mitra tutur, saat mereka mengomunikasikan berbagai topik tuturan, dalam suasana yang santai (nonformal), serta pada umumnya terjadi di lingkungan griya, dan tergambar pula nilai-nilai budaya Bali pada umumnya dilakukan oleh etnik Bali yang memang mendalami, menghayati, dan melakoni setiap budaya tersebut; multilingualisme digunakan pada topik-topik yang berkaitan dengan masalah adat istiadat dan religius.
Analisis Tingkat Kepuasan Layanan Manajemen oleh Tenaga Kependidikan Wenny Pebrianti
LAMPUHYANG Vol 13 No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v13i2.280

Abstract

This study aims to measure the level of user satisfaction with services is an important factor in developing a service provision system that is responsive to user needs, costs and time, and maximizes service to users. The results of the assessment to 121 respondents who are education personnel, both civil servants and honorariumsshow that the assessment for job satisfaction and infrastructure is dominated by good answers by 43% and very good by 26%. The assessment for the leadership satisfaction aspect is dominated by good answers by 42% and sufficient by 30%. The assessment for the aspect of work atmosphere is dominated by good answers by 45% and very good by 34%. The assessment for the aspect of career development satisfaction above is a good answer of 39% and sufficient by 31% for the aspect of the Rights of Education Personnel dominated by good answers of 38% and sufficient 28%.
Pengaruh Model Inquiri Terhadap Literasi Sains Dan Hasil Belajar Ipa Siswa Kelas V Sdn 4 Sangsit Ni Ketut Erna Muliastrini; Ni Nyoman Lisna Handayani
LAMPUHYANG Vol 13 No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v13i2.306

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh implementasi model inquiri terhadap literasi sains dan hasil belajar IPA siswa kelas V SDN 4 Sangsit. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan The Posttest-Only Control-Group Desain. Populasi penelitian adalah semua siswa V SD 4 Sangsit yang terdiri dari 40 siswa. Sebanyak 40 siswa dipilih sebagai sampel yang ditentukan dengan teknik random sampling. Data literasi Sains dikumpulkan dengan kuesioner dan hasil belajar IPA menggunakan tes pilihan ganda. Data dianalisis dengan menggunakan MANOVA (Multivariat Analysis of Variance) berbantuan SPSS 17.00 for windows. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, literasi sains antara siswa yang mengikuti model inquiri secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Kedua, prestasi belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran model inquiri secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Ketiga, secara simultan literasi sains dan hasil belajar antara siswa yang mengikuti model inquiri secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.
Sesayut Penuntun Dewa Dalam Piodalan Di Pura Penataran Agung Desa Gelumpang Kecamatan Karangasem Kabupaten Karangasem Ida Ayu Latri Anjani; I Komag Badra; Ni Kadek Ayu Paramandani
LAMPUHYANG Vol 13 No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v13i2.311

Abstract

Ada tiga hal yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian kualitatif ini yaitu:(1) Bagaimana bentuk Sesayut Penuntun Dewa dalam Piodalan di Pura Penataran Agung Desa Gelumpang, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem? (2) Apa fungsi Sesayut Penuntun Dewa dalam Piodalan di Pura Penataran Agung Desa Gelumpang, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem? (3) Apa saja nilai pendidikan Agama Hindu yang terkandung dalam Sesayut Penuntun Dewa dalam Piodalan di Pura Penataran Agung Desa Gelumpang, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem? Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode yang digunakan adalah metode pendekatan subjek penelitian, metode penentuan subjek penelitian, metode pengumpulan data dan metode analisis data. Metode pendekatan subjek penelitian menggunakan metode pendekatan empiris. Penentuan subjek penelitian Non probality sampling atau purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara, metode observasi, dan metode pencatatan dokumen. Sumber data primer bersumber dari informan Desa Gelumpang dan sumber data sekunder berasal dari kajian kepustakaan berupa literatur yang berkaitan dengan pokok permasalahan. Analisis data yang digunakan non statistik atau deskriptif dengan teknik induksi dan argumentasi. Berdasarkan analisis yang terkumpul disimpulkan: 1). Bentuk Sesayut Penuntun Dewa berbentuk Ongkara sebagai aksara suci Ida Sang Hyang Widhi, 2). Fungsi Sesayut Penuntun Dewa adalah sebagai sarana pendidikan, perwujudan Wasa dalam prabhawa-Nya Panca Dewat, alat konsentrasi, sarana peningkatan estetika, sarana peningkatan sosial ekonomi , dan sebagai sarana persembahan, 3). Nilai-nilai pendidikan Agama Hindu yang didasari oleh tattwa (aktivitas untuk memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa), susila (nilai yang berlandaskan ajaran Tri Kaya Parisudha), upacara (pengungkapan rasa terima kasih kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar terhindar dari mala petaka).
PENINGKATAN LITERASI DIGITAL DAN MODERASI BERAGAMA MELALUI LEARNING MANAGEMENT SYSTEM BERBASIS TRIKAYA PARISUDHA PADA SISWA SD GUGUS BANYUNING Ni Nyoman Lisna Handayani; I Putu Suardipa
LAMPUHYANG Vol 13 No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v13i2.314

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan literasi digital dan moderasi beragama antara siswa yang belajar dengan learning management system berbasis trikaya parisudha dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD Gugus Banyuning. Sampel diambil dengan cara random sampling. Data literasi digital dan moderasi beragama diukur dengan menggunakan kuesioner. Data yang terkumpul dianalisis dengan Manova. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Terdapat perbedaan literasi digital antara siswa yang dibelajarkan melalui Learning Management System berbasis trikaya parisudha dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus Banyuning, F = 21,708 P<0,05; 2) Terdapat perbedaan moderasi beragama antara siswa yang dibelajarkan melalui Learning Management System berbasis trikaya parisudha dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus Banyuning, F = 5,071 P<0,05; 3) Terdapat perbedaan literasi digital dan moderasi beragama secara simultan antara siswa yang dibelajarkan melalui Learning Management System berbasis trikaya parisudha dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus Banyuning, F = 15,516 P<0,05.
STUDI EVALUATIF TENTANG KUALITAS PELAKSANAAN BERBASIS ICT (INFORMATION AND COMMUNICATIONS TECHNOLOGY) DI SD GUGUS INTI KECAMATAN ABANG Putu Bayu Ariska Putra Gotama
LAMPUHYANG Vol 13 No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v13i2.315

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kualitas pelaksanaan pembelajaran berbasis ICT di SD Gugus Inti Kecamatan Abang serta mengetahui hambatan yang dihadapi. Pendekatan penelitian ini menggunakan penelitian empirik (expost facto). Sampel penelitian adalah 75 orang. Pengumpulan data tentang Evaluasi kualitas pelaksanaan pembelajaran berbasis ICT di SD Gugus Inti Kecamatan Abang dilakukan dengan menggunakan metode kuesioner. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis melalui editing, koding dan tabulasi, kemudian ditarik sebuah kesimpulan berdasarkan transformasi T – tes dalam bentuk kode min (-) dan plus (+) yang selanjutnya dimasukkan ke dalam kuadran Glickman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kualitas pelaksanaan pembelajaran berbasis ICT di SD Gugus Inti Kecamatan Abang dilihat dari variabel konteks dengan frekuensi kategori positif 53,33%, (2) Kualitas pelaksanaan pembelajaran berbasis ICT di SD Gugus Inti Kecamatan Abang dilihat dari variabel input dengan frekuensi kategori positif 62,67%, (3) Kualitas pelaksanaan pembelajaran berbasis ICT di SD Gugus Inti Kecamatan Abang dilihat dari variabel proses dengan frekuensi katagori positif 70,67% (4) Kualitas pelaksanaan pembelajaran berbasis ICT di SD Gugus Inti Kecamatan Abang dilihat dari variabel produk dengan frekuensi kategori positif 60%.
Dinamika Penggunaan Busana Adat ke Pura di Karangasem Wayan Yanik Yasmini
LAMPUHYANG Vol 13 No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v13i2.316

Abstract

This qualitative study aims to describe the form of traditional clothing, the dynamics of traditional clothing, and the factors that influence the dynamics of using traditional clothing to the temple. This research approach is an empirical approach. Methods of data collection using interviews, document recording, and observation. This type of research data is qualitative data, which comes from primary and secondary sources. The data is processed by induction and argumentation techniques. Based on the results of data analysis, it can be concluded that (1) the traditional clothing to the temple used by the Karangasem community is distinguished according to the gender of the user, namely men's traditional clothing and women's traditional clothing. (2) The use of special clothing for men, namely wearing clothes, using cloth (kamben), scarf, headdress/udeng, shawl (senteng/ubed-ubed/slempot), while for women using kebaya kamen. scarf/senteng. Here, many people who experience the dynamics of dressing do
Pengembangan Kegiatan Belajar Mengajar Berbasis Teknologi Komunikasi Interpersonal Guru di Era Society 5.0 NI Putu Diah Untari Ningsih; I Gede Sugiarka; Ni Nyoman Ayu Gita Cahyani
Lampuhyang Vol 14 No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v14i1.325

Abstract

Kegiatan belajar mengajar adalah serangkaian proses penyampain ilmu atau tranformasi ilmu yang dilakukan oleh tenaga pendidik dan peserta didik. Proses tersebut dapat dilakukan secara formal ataupun non formal, disesuaikan dengan kondisi dan keadaan yang ada. Tentu dalam menjalankan suatu kegiatan belajar diperlukannya komunikasi yang baik antara peserta didik dan guru. Teknologi komunikasi ini dikenal dengan sebutan komunikasi interpersonal. Dimana komunikasi interpersonal ini adalah Komunikasi adalah proses pertukaran informasi dari dua belah pihak atau lebih. Ketika seorang guru sudah mampu menerapkan komunikasi interpersonal ini dengan baik, maka proses belajar mengajar juga akan berjalan dengan baik dan menghasilkan sesuatu sesuai dengan harapat dunia pendidikan. Perkembangan zaman yeng kini berada pada era sosiety 5.0 ini juga yang menyebabkan berubahnya pola perilaku dan kehidupan masyarakat, khususnya sistem komunikasi baiik formal aaupun non folmat. Oleh sebab itu, kita harus bisa menjaga jalinan komunikasi dengan penerapan komunikasi interpersonal bagi guru untuk lebih dekat dengan peserta didik dan meningkatkan suasana belajar mengajar.
Determinasi Model Rekonstruksi Sosial Vigotsky Berbasis Teknik Scaffolding terhadap Sikap Sosial dan Hasil Belajar IP Ni Nyoman Lisna Handayani
LAMPUHYANG Vol 14 No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v14i1.326

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi model rekonstruksi sosial Vygotsky dengan teknik scaffolding terhadap sikap sosial dan hasil belajar IPS. Rancangan penelitian ini menggunakan pola dasar The Posttest Only Control Group dengan jenis eksperimen semu. Sampel penelitian berjumlah 50 siswa. Data yang dikumpulkan adalah sikap sosial dan hasil belajar IPS. Data dianalisis dengan menggunakan MANOVA berbantuan SPSS 17.00 for windows. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, sikap sosial siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model rekonstruksi sosial Vygotsky teknik scaffolding secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional (F = 25,108; p < 0,05). Kedua, hasil belajar IPS siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model rekonstruksi sosial Vygotsky teknik scaffolding secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional (F = 36,555; p < 0,05). Ketiga, secara simultan sikap sosial dan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model rekonstruksi sosial Vygotsky teknik scaffolding secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (F = 28,95; p < 0,05).
Sesayut Prabhu Wisnu Dalam Upacara Perkawinan Sebagai Simbol Pembentukan Keluarga Sukinah di Desa Adat Susuan Kecamatan Karangasem Kabupaten Karangasem I Komang Badra
LAMPUHYANG Vol 14 No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v14i1.327

Abstract

Keluarga Sukinah merupakan tujuan hidup berumah tangga bagi umat Hindu khususnya di Bali. Pembentukan Keluarga Sukinah disimbolkan dalam upacara perkawinan yang menggunakan sarana bebantenan yang disesuiaikan dengan dengan jenis dan tujuan upacara yang dilakukan. Salah satunya adalah Sesayut Prabhu Wisnu yang digunakan dalam Upacara Perkawinan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, fungsi, dan makna Sesayut Prabhu Wisnu dalam Upacara Perkawinan di Desa Adat Susuan, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem. Untuk bisa memenuhi tujuan tersebut, maka digunakan penelitian kualitatif. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara, observasi, dan pencatatan dokumen. Selanjutnya data dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Bentuk Sesayut Prabhu Wisnu terbuat dari sebuah sebuah dulang, aledan sesayut, raka-raka yang letaknya melingkari tumpeng, bunga berwarna-warni, porosan, canang pasucian, bunga selasih, sampyan naga sari, sambal, garam, kacang, saur, gerang, mentimun, dan terong, sebuah tumpeng agung warna hitam ditancapkan sebuah kwangen, satu ekor daging ayam hitam dipanggang dan mebangun urip, serta sebuah penyeneng. (2) Fungsi Sesayut Prabhu Wisnu sebagai sarana pendidikan, perwujudan Ida Sang Hyang Widhi Was, alat konsentrasi, serta sebagai sarana permohonan. (3) Makna Sesayut Prabhu Wisnu sebagai simbol permohonan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar keluarga yang dibangun oleh sang mempelai menjadi keluarga sukinah serta diberkati keturunan yang suputra.