cover
Contact Name
Farid Helmi Setyawan
Contact Email
faridhelmi@stkipmodernngawi.ac.id
Phone
+6282244602919
Journal Mail Official
jpm@stkipmodernngawi.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir. Soekarno No. 4 Kabupaten Ngawi, Jawa Timur 63214
Location
Kab. ngawi,
Jawa timur
INDONESIA
JPM (Jurnal Pendidikan Modern)
ISSN : 24601225     EISSN : 2580099X     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
JPM (Jurnal Pendidikan Modern) is a journal published by the Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Modern Ngawi, Indonesia. JPM (Jurnal Pendidikan Modern) encompasses research articles, original research report, reviews, and scientific commentaries in education. The journal publishes a broad range of papers from all branches of education and individual or group learning relating to education.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2017): Edisi September" : 12 Documents clear
Program Pendidikan untuk Mengembangkan Kecerdasan Jamak Anak di TK PGRI I Jogorogo Arwendis Wijayanti
Jurnal Pendidikan Modern Vol 3 No 1 (2017): Edisi September
Publisher : STKIP Modern Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37471/jpm.v3i1.40

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program pendidikan di TK PGRI I Jogorogoyang berupa mengembangkan kecerdasan jamak anak. Model penelitian kualitatiffenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, pengamatan danstudi dokumentasi oleh Moleong (2004). Wawancara dilakukan dengan teknik ‘fokusgroup interview” dengan para guru dan kepala sekolah. Pengamatan dilakukan denganmengamati proses pembelajaran dan evaluasi dalam kelas. Sedangkan pengkajian kontendilakukan dengan menganalisis pengembangan kecerdasan jamak dalam kurikulum.untuk memperoleh data yang pasti (valid) pengumpulan data dilakukan dengan tekniktriangulasi yaitu dengan menggunakan berbagai sumber dan teknik pengumpulan data.Studi dokumentasi dilakukan untuk mempelajari dan mengumpulkan data daridokumentasi yang berhubungan dengan sub-fokus penelitian yaitu kurikulum, bahanbelajar dan sumber belajar lainnya. Kurikulum 2013 untuk Taman kanak-kanakdanRaudhatul Afthal merupakan sumber utama analisis konten. Sumber lain adalah bahanajar yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran sehari-hari. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa program pendidikan untuk mengembangkan kecerdasan jamaksudah diaplikasikan dalam pembelajaran sehari-hari serta telah melengkapi danmendukung potensi yang sudah tersedia termasuk mengadakan pelatihan, melengkapifasilitas pembelajaran dan menata sentra belajar yang sekarang sedang berjalan.Disarankan agar Para guru dan tenaga kependidikan lainnya di TK harus terusmengimplementasikan pengembangan kecerdasan jamak yang sudah dimulai sambil terusbelajar memperbaiki dari tanpa harus menunggu instruksi dari pemerintah khususnya darikementrian pendidikan dan kebudayaan dalam direktur jenderal Pendidikan Anak UsiaDini dan Pendidikan Masyarakat.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TPS Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas IV SDN Wakah Arum Dwi Rahmawati; Djoko Hari Supriyanto
Jurnal Pendidikan Modern Vol 3 No 1 (2017): Edisi September
Publisher : STKIP Modern Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37471/jpm.v3i1.41

Abstract

Rendahnya prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran matematika merupakanmasalah yang sering muncul dalam pembelajaran matematika.Hal inidikarenakan model pembelajaran yang sering digunakan masih cenderungmonoton dan belum sesuai dengan tujuan pembelajaran. Pembelajaran denganmodel koopertaif tipe TPS melalui tiga tahapan utama, yaitu tahap pertamathinking (berfikir), tahap kedua pairing (berpasangan), dan tahap ketiga shareing(berbagi). Model pembelajaran kooperatif tipe TPS menuntut siswa untuk lebihaktif dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan juga pasangannya selamaproses belajar mengajar berlangsung. Dengan model pembelajaran inidiharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan penyerapan siswa tentangkonsep matematika, sehingga materi yang disampaikan dapat dikuasai siswadengan baik.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan prestasibelajar matematika siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipeTPS pada siswa kelas IV SDN Wakah 1 Kecamatan Ngrambe tahun pelajaran2017/2018.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatifdengan desain penelitian eksperimen tipe semu. Subyek dari penelitian iniadalah siswa kelas IV SDN Wakah 1 yang berjumlah 15 siswa, terdiri dari 8siswa laki-laki dan 7 siswa perempuan. Pengumpulan data dilakukan dengancara menggunakan tes formatif. Tes formatif dilaksanakan pada akhirpembelajaran yang digunakan untuk mengetahui prestasi belajar matematikasiswa.Dalam menganalisis data, penelitian ini menggunakan analisis datastatistik dengan rumus uji t (uji t).Hasil dari penelitian menunjukan perbedaan yang signifikan dengan nilaithitung =2,2994 dan ttabel=1,7011 untuk db 28 dan taraf signifikansi 0,05.Nilai rata-rata siswa setelah diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipeTPS 81,33. Sedangkan nilai rata-rata siswa sebelum diajar dengan modelpembelajaran kooperatif tipe TPS 73.Dengan demikian, penggunaan modelpembelajaran kooperatif tipe TPS berpengaruh terhadap prestasi belajarmatematika siswa kelas IV SDN Wakah 1 Kecamatan Ngrambe tahun pelajaran2017/2018.
Analisis Keterampilan Proses Sains Mahasiswa pada Mata Kuliah Konsep Sains Degi Alrinda Agustina; Prima Rias Wana
Jurnal Pendidikan Modern Vol 3 No 1 (2017): Edisi September
Publisher : STKIP Modern Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37471/jpm.v3i1.42

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan proses sainsmahasiswa pada mata kuliah Konsep Sains. Penelitian ini adalah jenispenelitian kualitatif fenomenologi. Penelitian ini bermaksud untuk memahamifenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian. Subjek penelitianadalah Mahasiswa PGSD Semester III STKIP Modern Ngawi. Fenomena yangdimaksud adalah Keterampilan Proses Sains pada Mata Kuliah Konsep Sains.Keterampilan Proses Sains yang terdiri dari keterampilan mengamati,mengklasifikasikan, mengukur, memprediksi, menginterpretasikan, melakukaneksperimen dan mengkomunikasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwamahasiswa program studi PGSD semester III sangat mampu untukketerampilan mengamati, mampu untuk keterampilan mengklasifikasikan,mengukur, meprediksi, melakukan eksperimen dan mengkomunikasikan, sertacukup mampu untuk keterampilan menafsirkan.
Penggunaan Media Game Edukasi Berbasis Android untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Anak Usia Dini Farid Helmi Setyawan; Sofyan Susanto
Jurnal Pendidikan Modern Vol 3 No 1 (2017): Edisi September
Publisher : STKIP Modern Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37471/jpm.v3i1.45

Abstract

Anak usia dini mengalami banyak perkembangan dalam prosespertumbuhannya, salah satunya yang terpenting adalah kemampuan berbahasa.Kemampuan bahasa adalah kesanggupan, kecakapan, kekayaan ucapan pikirandan perasaan manusia melalui bunyi yang arbiter, digunakan untuk bekerjasama,berinteraksi, dan mengidentifikasi diri dalam percakapan yang baik. Dalampenelitian ini masalah yang dapat dirumuskan sebagai beikut: “Apakah MediaGame Edukasi Berbasis Android” dapat meningkatkan Kemampuan BerbahasaAnak Usia Dini Kelompok A di PAUD Al Huda Desa Beran Kecamatan NgawiKabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2017/2018?”. Tujuan dari penelitian iniadalah untuk mengetahui peningkatkan kemampuan berbahasa anak usia dinimelalui media game edukasi berbasis android pada kelompok A di PAUD AlHuda Desa Beran Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran2017/2018. Bentuk penelitian ini menggunakan desain Penelitian TindakanKelas dengan subjek penelitian 17 anak PAUD Al Huda Desa KlitikKecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2017/2018. Teknikpengumpulan data berupa observasi, dokumentasi dan kuesioner. Penelitiantindakan kelas pada peserta didik kelas A Al Huda Desa Beran KecamatanNgawi Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2017/2018, dapat disimpulkan bahwamedia game edukasi berbasis android dapat meningkatkan kemampuanberbahasa terlihat dengan indikator peningkatan kemampuan berbahasa siswadari siklus I (53%) dan siklus II (83%). Peningkatan indikator kinerja ini dapatditunjukkan dengan anak mampu berinteraksi dengan teman sebayanya denganmenggunakan bahasa baru yang diperolehnya, komunikasi anak dengan gurudan orangtua juga semakin terarah dan dapat dimengerti. Guru disarankanmampu mengembangkan media game edukasi berbasis android yang lebihbervariasi dan menyenangkan bagi anak.
Optimalisasi Hasil Belajar IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) Melalui Model Learning Cycle 5E pada Siswa Kelas IV SD Negeri Mardiharjo Monalisa Gherardini; Tri Juli Harjani
Jurnal Pendidikan Modern Vol 3 No 1 (2017): Edisi September
Publisher : STKIP Modern Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37471/jpm.v3i1.46

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan hasil belajar IPA (IlmuPengetahuan Alam) melalui model Learning Cycle 5E pada siswa kelas IVSD Negeri Mardiharjo. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitiantindakan kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan dalam 2siklus, setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu tahap Perencanaan,pelaksanaan, tindakan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah seluruhsiswa kelas IV SD Negeri Mardihajo yang berjumlah 30 orang. Instrumenyang digunakan terdiri dari lembar observasi siswa dan pengamatan afektif.Data tes dianalisis dengan menggunakan rata-rata nilai dan persentaseketuntasan belajar klasikal. Dari analisis data menunjukkan pada siklus 1diperoleh nilai rata-rata skor aktivitas siswa sebesar 39 dan berada padakategori cukup dan pada siklus 2 terdapat peningkatan skor aktivitas siswayaitu 50,5 dan berada pada kategori baik. Hasil analisis ketuntasan belajarklasikal pada siklus 1 sebesar 66,66% dengan nilai rata-rata 68,66 padasiklus 2 meningkat menjadi 83,33% dengan nilai rata-rata meningkatmenjadi 81. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat diambil kesimpulanbahwa optimalisasi hasil belajar IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)menggunakan model Learning Cycle 5E pada siswa kelas IV SD NegeriMardiharjo.
Peningkatan Keterampilan Membaca Pemahaman pada Siswa Kelas III SDN Sumberbening 4 Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi Melalui Teknik CIRC Pradistya Arifah Dwiarno
Jurnal Pendidikan Modern Vol 3 No 1 (2017): Edisi September
Publisher : STKIP Modern Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37471/jpm.v3i1.52

Abstract

Salah satu cara mendapatkan ilmu dan pengetahuan adalah dengan membaca.Kemampuan membaca pemahaman adalah salah satu di antaranya. Sebagian besarpemerolehan ilmu pengetahuan dilakukan oleh siswa melalui aktivitas membacaKemampuan membaca pemahaman memang tidak akan bisa diperoleh secara otomatis,namun harus melalui latihan yang teratur. Adapun objeknya dapat berupa buku filsafat,sastra, karya ilmiah, atau tulisan-tulisan lainnya yang mengandung ide-ide baru danpemikiran inovatif. Akan tetapi, sampai saat ini hanya sedikit pelajar yang berminatmembaca bacaan seperti itu. Mereka lebih cenderung mengkonsumsi bacaan-bacaanyang bersifat ringan yang tidak menuntut kekritisan untuk memahami isi bacaan tersebut.Ada tiga cakupan masalah yang menjadi fokus penelitian tentang peningkatanketerampilan membaca pemahaman siswa kelas III SDN Sumberbening 4, yakni (1) padatahap prabaca, (2) tahap saatbaca, dan (3) pascabaca. Penelitian ini menggunakanpendekatan kualitatif dengan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitiantindakan kelas ini direncanakan melalui beberapa tahap yang berlangsung dalam bentuksiklus sesuai dengan model yang dikembangkan berdasarkan desain Kemmis danTaggart dalam Wiriatmadja (2005) yang menjelaskan tahap penelitian tindakan kelasdimulai dari perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (actuating), pengamatan(observating), dan refleksi (reflection). Setelah menjalankan 2 siklus, peningkatan padakemampuan membaca pemahaman terlihat pada rata-rata hasil dan prosentase tahapprabaca, saatbaca, dan pascabaca.
Implementasi Metode Pembelajaran Demonstrasi untuk Meningkatkan Kemampuan Sains pada Anak Usia Dini Susdarwati
Jurnal Pendidikan Modern Vol 3 No 1 (2017): Edisi September
Publisher : STKIP Modern Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37471/jpm.v3i1.53

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sains denganmenerapkan metode pembelajaran demonstrasi pada anak usia diniKelompok B di TK Aisyiyah Jogorogo. Penelitian ini merupakanPenelitian Tindakan Kelas. Model penelitian yang digunakan adalahmodel siklus sistem spiral yang dikembangkan oleh Kemmis dan McTaggart. Penelitian dilakukan dua siklus dan setiap siklusnyadilaksanakan empat kali pertemuan. Setiap siklus terdiri dari tigakomponen, yaitu perencanaan, tindakan dan observasi, serta refleksi.Subjek penelitian ini adalah 31 anak pada Kelompok B di TK AisyiyahJogorogo, terdiri dari 19 anak perempuan dan 12 anak laki-laki. Metodepengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Teknikanalisis data dilakukan secara kualitatif. Peningkatan kemampuan sainsdikatakan berhasil apabila 80% dari jumlah anak termasuk dalam kriteriabaik dan sangat baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metodepembelajaran demonstrasi dapat meningkatkan kemampuan sains anak.Kemampuan sains anak sebelum dilakukan tindakan tidak ada (0%) anakdengan kriteria baik dan sangat baik. Setelah adanya tindakan padaSiklus I, kemampuan sains anak meningkat sebanyak 17 anak (54,84%)dan pada Siklus II meningkat hingga 28 anak (90,32%) dengan kriteriabaik dan sangat baik. Pembelajaran dengan menggunakan metodeeksperimen, guru menyiapkan media dan bahan yang akan dipakai dalamdomonstrasi kemudian guru memandu langkah kerja dalam percobaan.Selanjutnya guru memperhatikan dan memberi semangat anak untukmengamati domostrasi dan anak melakukan percobaan sesuai denganyang didemonstrasikan guru.
Pengunaan Media Cerita Bergambar untuk Meningkatkan Kreativitas Anak Usia Dini di TK Khadijah 30 Banyuwangi I Made Hartawan
Jurnal Pendidikan Modern Vol 3 No 1 (2017): Edisi September
Publisher : STKIP Modern Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37471/jpm.v3i1.54

Abstract

Kreatifitas dapat ditingkatkan melalui proses pembelajaran yang unik danmenarik. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui seberapa peningkatankreativitas anak dengan media cerita bergambar. Pengambilan data melaluiobservasi, dokumentasi dan wawancara. Jenis penelitian ini menggunakan jenisPenelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Penelitian dilakukansecara kolaboratif antara kepala sekolah, guru kelas dan peneliti. Penelitianmenggunakan siklus Tindakan (Action) , perencanaan (planning), pelaksanaan(action), pengumpulan data (observing) dan (reflecting). Penelitian dilaksanakandi TK Khadijah 30 Banyuwangi. Dari analisis data terdapat peningkatankreativitas yang tinggi pada siklus II, yaitu pada siklus I sebesar 40 %, sedangkanpada siklus II telah mencapai 100 %. Berdasarkan hasil tersebut dapatdisimpulkan kreativitas anak usia dini dapat berkembang secara optimal melaluimetode cerita bergambar.
Membangun Nilai-Nilai Karakter dengan Metode Memancing dalam Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar Putri Zudhah Ferryka
Jurnal Pendidikan Modern Vol 3 No 1 (2017): Edisi September
Publisher : STKIP Modern Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37471/jpm.v3i1.58

Abstract

Menanamkan nilai karakter kepada siswa harus dilakukan sejak usia dini agar dapatmencetak generasi Indonesia yang semakin berkualitas. Potensi karakter baik dalam dirisiswa sebenarnya telah dimiliki tiap manusia sebelum dilahirkan. Namun pembinaankarakter tersebut harus dilakukan secara berkelanjutan agar dapat mewujudkan generasibangsa yang berkualitas. Dengan demikian penanaman nilai-nilai karakter melaluisosialisasi dan pendidikan kepada anak-anak adalah kunci utama untuk membangunbangsa. Karakter siswa akan selalu baik jika dalam proses tumbuh kembangnyamendapatkan cukup ruang untuk mengekspresikan diri secara leluasa. Salah satu contohkegiatan pembelajaran dalam matematika yang dapat mengekspresikan siswa secara leluasamelalui metode memancing. Metode memancing melibatkan siswa secara aktif melaluisuasana pembelajaran yang inspiratif dan menyenangkan. Dengan metode memancing gurudapat menanamkan nilai-nilai karakter, seperti religius, kejujuran, disiplin, kerja keras,kreatif, mandiri, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, bersahabat, cinta damai, pedulilingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab
Index Card Match to Increase Student Activity in Elementary School Isna Rahmawati
Jurnal Pendidikan Modern Vol 3 No 1 (2017): Edisi September
Publisher : STKIP Modern Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37471/jpm.v3i1.59

Abstract

This study aimed to improve students' activeness by using Index Card Match for grade5 in Social Studies lesson of SDN 4 Barenglor. The active learning strategy of IndexCard Match type is a strategy of repetition (review) of the material, so the students canrecall the material they have learned. This research was a classroom action researchwith a cycle model from Kemmis & Taggart. This research taken two cycles, that wascycle I and cycle II. The data obtained are presented in the table, and analyzed withdescriptive qualitative method. The results showed that the application of Index CardMatch in in Social Studies learning can improve students' activity for Grade 5 of SDN4 Barenglor. Student activeness were increasing from cycle to cycle. Percentage ofstudents' activity before the action is only 18.75% and it increased into 45.87% incycle 1. In cycle 2 there was an increase of 76.39% of students participate actively inlearning activities. In addition to student activeness, student learning outcomes werealso increased. In the first cycle Social Studies learning with Index Card Match hadthe average value of student learning outcomes of pre-cycle amounted to 73.23% withthe percentage of learning completeness only amounted to 47.94%. It increased to78.17 with student completeness reaching 62.52%. In cycle 2, the average value ofstudent learning increased into 81.63 and students' learning completeness reaches91.69%.

Page 1 of 2 | Total Record : 12