cover
Contact Name
Octariana Sofyan
Contact Email
lppm@afi.ac.id
Phone
+62274-370458
Journal Mail Official
lppm@afi.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran Gang Jambu Kebrokan Pandeyan Umbulharjo Yogyakarta 55151
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kefarmasian AKFARINDO
ISSN : 25287257     EISSN : 25287265     DOI : -
The journal includes various fields of pharmaceuticals sciences such as: -Pharmacology and Toxicology -Pharmacokinetics -Community and Clinical Pharmacy -Pharmaceutical Chemistry -Pharmaceutical Biology -Pharmaceutics -Pharmaceutical Technology -Biopharmaceutics -Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology -Alternative medicines
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 2 (2024)" : 10 Documents clear
UJI AKTIVITAS TONIKUM EKSTRAK ETANOL DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus) Yeti Mulyati; Dwi Ningsih; Hayu Widyasti, Jena
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.vi0.306

Abstract

Tonikum merupakan bahan untuk memacu dan memperkuat sistem organ serta menstimulan perbaikan sel-sel tonus otot. Efek tonikum selain diperoleh dari minuman berbahan kimia dapat juga dari tanaman obat seperti daun binahong yang mengandung senyawa flavonoid dan alkaloid yang diduga mempunyai efek tonikum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak etanol daun binahong memiliki efek tonikum dan dosis efektif ekstrak etanol daun binahong pada mencit putih jantan (Mus musculus). Metode ekstraksi daun binahong pada penelitian ini menggunakan maserasi dengan pelarut etanol 70%. Uji aktivitas tonikum menggunakan metode Natatory Exhaustion dan uji gelantung. Parameter yang diamati berupa swimming time dan kemampuan mencit putih jantan bergelantung dengan kontrol negatif Na-CMC 0,5%, kontrol positif kafein 100 mg/kgBB, dosis ekstrak daun binahong 10,92; 21,84; dan 32,76 mg/20 g BB. Data hasil pengukuran dianalisis dengan uji normalitas Shapiro-Wilk Test dan uji homogenitas. Setelah memenuhi syarat, maka dilanjutkan dengan One way ANOVA kemudian uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) memiliki aktivitas tonikum pada mencit putih jantan ditandai dengan adanya perbedaan signifikan pada kontrol negatif Na-CMC 0,5%. Dosis efektif dari ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) yaitu 21,84 mg/20 g BB mencit.
ANALISIS METODE ABC (ALWAYS, BETTER, CONTROL) DAN EOQ (ECONOMIC ORDER QUANTITY) DALAM PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT DI DEPO FARMASI IGD RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ABDOEL WAHAB SJAHRANIE SAMARINDA Puspita Chandra, Marlina; Wijaya, Heri; Kadri Ansyori, Achmad
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.vi0.308

Abstract

Pengendalian persediaan di rumah sakit merupakan kegiatan untuk memastikan tercapainya sasaran yang diinginkan sesuai dengan analisa kebutuhan dan perencanaan yang telah ditetapkan di rumah sakit. Pengendalian persediaan farmasi dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu metode analisis ABC (Always, Better, Control) dan metode EOQ (Economic Order Quantity). Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan pengelompokan obat berdasarkan nilai investasinya dengan metode analisis ABC dan menentukan pemesanan obat yang ekonomis dengan metode EOQ di Depo Farmasi IGD RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda periode Januari – Desember 2023. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian non-eksperimental dengan analisis secara deskriptif dan menggunakan data kuantitatif. Tahapan penelitian ini dimulai dari observasi, perizinan, pengumpulan data dan pengolahan data dengan metode analisis ABC dan metode EOQ menggunakan data obat pasien di Depo Farmasi IGD RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda periode Januari – Desember 2023. Hasil penelitian menunjukkan Pemakaian obat klasifikasi A berjumlah 43 item dengan jumlah pemakaian sebanyak 292.905 item (69,52%). Pemakaian obat klasifikasi B berjumlah 69 item dengan jumlah pemakaian sebanyak 84.650 item (20,09%). Pemakaian obat klasifikasi C berjumlah 414 item dengan jumlah pemakaian sebanyak 43.764 item (10,39%). Nilai investasi klasifikasi A sebanyak 28 item dengan nilai investasi Rp.2.182.324.880,- (69,67%). Nilai investasi klasifikasi B sebanyak 56 item dengan nilai investasi Rp.634.427.420,- (20,25%). Nilai invesatasi klasifikasi C sebanyak 442 item dengan nilai investasi Rp.315.744.296,- (10,69%). Analisis metode EOQ diperoleh pemesanan optimum untuk obat kategori A adalah 1 – 595 item. Pemesanan optimum untuk obat kategori B adalah 1 – 2.475 item. Pemesanan optimum untuk obat kategori C adalah 1 – 2.598 item.
ANALISIS MINIMALISASI BIAYA ANTIVIRUS FAVIPIRAVIR DAN REMDESIVIR PADA PASIEN COVID-19 DI RUMAH SAKIT ANUTAPURA Khusnul Diana; Ashrawini Omar; Tandah, Muhamad Rinaldhi
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.vi0.315

Abstract

Salah satu terapi Covid-19 yang banyak digunakan di rumah sakit Anutapura yaitu favipiravir dan remdesivir. Diperlukan analisis secara farmakoekonomi menggunakan metode Analisis Minimalisasi Biaya (AMB) untuk mengetahui terapi yang mengeluarkan biaya paling minimal antara favipiravir dan remdesivir dengan outcome yang sama. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 100 orang pasien terkonfirmasi Covid-19. Penelitian ini bertujuan mengetahui rata-rata biaya medis langsung pasien Covid-19 di Rumah Sakit Anutapura periode 2021 yang menggunakan antivirus favipiravir dan remdesivir, outcome yang dihasilkan pada penggunaan favipiravir dan remdesivir dan pengobatan yang paling minimal secara biaya antara favipiravir dan remdesivir dengan outcome yang sama. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan data dikumpul secara retrospektif. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian pasien Covid-19 yang menjalani rawat inap di Rumah Sakit Anutapura periode 2021 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Berdasarkan karakteristik pasien, didapatkan sebanyak 52% laki-laki dan 48% wanita, 58% usia > 45 tahun, 50% pasien menggunakan favipiravir dan 50% remdesivir, 96% pasien memiliki tingkat keparahan berat dan 50% memiliki comorbid. Penyakit penyerta terbanyak yaitu hipertensi, penyakit kardiovaskuler dan diabetes melitus dan penggunaan obat terbanyak yaitu levofloksasin, curcuma, deksametason, parasetamol, ondansetron, pantoprazol dan N-asetil sistein untuk terapi Covid-19. Berdasarkan karakteristik biaya medis langsung, biaya paling tinggi pada kelompok favipiravir adalah biaya kamar (Rp. 2.844.700) dan remdesivir yaitu biaya tindakan medis (Rp. 9.829.936). Karakteristik outcome adalah signifikan dan rata-rata biaya favipiravir adalah Rp. 8.221.042 dan remdesivir Rp. 26.952.054. Kesimpulan yang diperoleh favipiravir memiliki biaya yang lebih minimal dibandingkan remdisivir.
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN KRIM EKSTRAK UMBI PORANG (Amorphophallus muelleri Blume) Sambodo, Dwi Kurniawati; Yuli Nurullaili Efendi; Okkyana Kusuma Putri; Putri Alisah
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.vi0.325

Abstract

Porang (Amorphophallus muelleri) merupakan salah satu umbi-umbian yang ideal untuk dijadikan bahan baku produk perawatan kulit karena mengandung glaukomanan sebesar 39,29%-58,72%. Meskipun telah diakui di tingkat internasional sebagai bahan baku yang bernilai, pemanfaatanya di Indonesia masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan formulasi dan evaluasi sifat fisik sediaan krim yang berbahan dasar ekstrak umbi porang. Ekstraksi umbi porang dilakukan menggunakan pelarut etanol 60% dengan metode maserasi. Sediaan krim umbi porang di formulasikan menjadi 3 formula dengan masing-masing kandungan ekstrak umbi porang F1 1,5%, F2 3%, dan F3 6% yang diuji organoleptis, homogenitas, daya lekat, daya sebar, pH, viskositas, dan cycling test. Dari hasil penelitian didapatkan ekstrak kering dengan rendemen 2,15% yang diformulasikan menjadi sediaan krim, ketiga formula krim memiliki sifat fisik yang meneuhi persyaratan pada setiap pengujian yang dilakukan sebelum cycling test kecuali sediaan krim FI tidak memenuhi persyaratan viskositas. Pengujian sesudah cycling test daya lekat dan viskositas krim tidak memenuhi persyaratan. Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa sediaan krim ekstrak umbi porang (Amorphophallus muelleri Blume) F2 (3%) memiliki sifat fisik terbaik dari ketiga formula krim berdasarkan hasil evaluasi sifat fisik krim.
UJI EFEKTIVITAS ANTIHIPERGLIKEMIA KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 70% SELADA AIR (Nasturtium Officinale R. Br) DAN LIDAH MERTUA (Sansevieria Trifasciata Prain) PADA MENCIT JANTAN YANG DIINDUKSI GLUKOSA Siti Ameliani; Arifina Fahamsya; Fika Rizqiyana
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.vi0.326

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit gangguan metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia. Tanaman selada air (Nasturtium officinale R.Br) dan lidah mertua (Sansevieria trifasciata Prain) berpotensi untuk pengobatan diabetes. Kandungan senyawa Selada air dan lidah mertua seperti flavonoid, saponin, tanin, alkaloid, steroid dan terpenoid berfungsi sebagai antioksidan yang melindungi sel –sel pankreas dari radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktifitas dan dosis efektif ekstrak etanol 70% selada air dan lidah mertua sebagai antihiperglikemia. Metode penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan menggunakan hewan uji mencit jantan yang diinduksi glukosa, hewan uji dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (Na CMC 0,5%), kontrol positif (Glibenklamid 5 mg), ekstrak selada air (100 mg/KgBB), ekstrak lidah mertua (100 mg/KgBB), ekstrak kombinasi selada air (100 mg/KgBB) dan lidah mertua (100 mg/KgBB). Pemeriksaan kadar glukosa pada menit ke 30 pretest dan postest perlakuan pada menit ke-30, ke-60,ke-90dan ke-120. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman selada air dan lidah mertua mempunyai aktivitas antioksidan. Pemberian ekstrak kombinasi selada air (100 mg/KgBB) dan lidah mertua (100 mg/KgBB) yang lebih efektif sebagai obat antihiperglikemia karena pada nilai rata-rata penurunan kadar gula darah paling tinggi yaitu sebesar 105,2 mg/dl. Hasil analisa data yang diperoleh menunjukkan bahwa rata-rata penurunan kadar gula darah kelompok kontrol positif dengan kelompok pemberian ekstrak selada air dan lidah mertua baik dosis tunggal maupun kombinasi tidak memiliki perbedaan yang bermakna karena nilai signifikansi yang diperoleh >0,05.
EVALUASI KETEPATAN PERENCANAAN DAN PENGADAAN CODEIN DI APOTEK X KOTA MATARAM PERIODE SEPTEMBER 2023 Dian Safitri, Afifa; Hasina, Raisya; Amira
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.vi0.337

Abstract

Codein merupakan narkotik golongan III yang banyak diresepkan untuk pengobatan beberapa penyakit di Nusa Tenggara Barat seperti ISPA, batuk dan nyeri otot. Peningkatan pelayanan resep codein mengharuskan apotek untuk memperhatikan tahapan perencanaan dan pengadaan dengan tepat untuk menjamin ketersediaan codein sehingga dapat memberikan pemenuhan kebutuhan peresepan pasien. Evaluasi ketepatan perencanaan dan pengadaan berkaitan dengan efisiensi pengelolaan codein di apotek. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketepatan perencanaan dan pengadaan codein kekuatan sediaan 10 mg, 15 mg dan 20 mg pada periode September 2023 di Apotek X. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan rancangan penelitian cross sectional. Pengumpulan data menggunakan metode retrospektif dengan teknik total sampling. Data primer berupa kartu stok codein periode September-Oktober 2023 dan resep codein periode September 2023 dan data sekunder berupa hasil wawancara informan apotek X. Analisis data menggunakan rumus persentase ketepatan perencanaan dan pengadaan pada tiap-tiap kekuatan sediaan codein berdasarkan standar efisiensi perencanaan dan pengadaan obat. Hasil penelitian ini diperoleh ketepatan tahap perencanaan codein 10 mg sebesar 2000% dan codein 20 mg 272,7%. Ketepatan tahap pengadaan codein 10 mg dan 20 mg masing-masing sebesar 100%. Adapun codein 15 mg tidak dilakukan perencanaan dan pengadaan karena jumlahnya di atas nilai buffer stock. Kesimpulan penelitian yaitu nilai ketepatan tahap perencanaan dan pengadaan codein di apotek X pada periode September 2023 tidak memenuhi standar ketepatan perencanaan dan pengadaan. Penyebab terjadinya ketidaktepatan pada tahap perencanaan dan pengadaan codein di apotek X ini karena kekosongan stok dari distributor, pola peresepan dan pola penyakit yang berubah-ubah.
EVALUASI PERENCANAAN DAN PENGADAAN OBAT DI PUSKESMAS KEDUNGBANTENG KABUPATEN TEGAL TAHUN 2023 Fezha Azha’rah; Fika Rizqiyana; Osie Listina; Arifina Fahamsya
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.vi0.327

Abstract

Pengelolaan obat di puskesmas bertujuan untuk menjamin tersedianya pelayanan obat yang efektif dan efisien. Perencanaan, pengelolaan, dan pengadaan obat di instalasi farmasi merupakan hal penting dalam mencapai pelayanan kesehatan yang optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai efektivitas dan efisiensi proses perencanaan dan pengadaan obat di Puskesmas Kedungbanteng Kabupaten Tegal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Penelitian ini mengambil data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara dan data sekunder diperoleh dari data keuangan, data pembelian, surat pesanan, kartu stok, dan faktur penyerahan obat tahun 2023. Hasil penelitian menyatakan pada indikator kesesuaian item obat dengan Formularium Nasional hasilnya efisien sesuai nilai standar yaitu ≥49%, penyimpangan perencanaan dengan hasil 0,11%; persentase ketersediaan dana pengadaan obat sebesar 2,2%; persentase alokasi dana pengadaan obat tidak efisien; frekuensi pengadaan obat sedang (12x/tahun); frekuensi kesalahan faktur dengan hasil 0%; dan ketepatan pembayaran puskesmas sebesar 0%. Drug management in the planning process is effective on indicators of conformity of drug items with the National Formulary and indicators of planning deviations. The drug procurement process has not been efficient on the availalbility percentage indicator; the percentage indicator of drug procurement fund allocation has no efficiency; the drug procurement frequency indicator has been efficient and effective on the invoice error frequency indicator and payment calculation indicator.
PENGARUH FORMULASI SEDIAAN GEL EKSTRAK DAUN PEGAGAN (CENTELLA ASIATICA LINN.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA MENCIT (MUS MUSCULUS) Vinara Acnes Putri Mabela; Joko Santoso; Hanugrah Ardya
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.vi0.334

Abstract

Luka sayat adalah suatu kerusakan yang terjadi pada jaringan kulit akibat trauma benda tajam seperti pisau, silet, kampak tajam maupun pedang. Prevalensi kejadian luka sayat/teriris di indonesia sebesar 20,1% jiwa, angka cedera di Jawa Tengah hampir 8%. Tanaman yang digunakan untuk membuat sediaan gel adalah daun pegagan (Centella Asiatica Linn.). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh formulasi sediaan gel ekstrak daun pegagan (Centella Asiatica Linn.) terhadap penyembuhan luka sayat pada Mencit (Mus muscullus). Metode penelitian ini yaitu metode eksperimental dengan memberi perlakuan Post Test Only Control Group Design. Pada penelitian ini dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu kelompok FI dosis ekstrak 30 mg, F II dosis ekstrak 60 mg, FIII dosis ekstrak 90 mg, FIV basis gel (kontrol negative), FV (kontrol positif) menggunakan salep betadine 5 g. Hasil penelitian didapatkan pada FI memiliki efektifitas penyembuhan 36,45 aroma tidak aromatik, warna coklat, bentuk lembut, pH 5,43 daya sebar 5,70 daya lekat 30,04. FII memiliki efektifitas penyembuhan 52,88 aroma tidak aromatik, warna coklat, lembut, pH 5,23 daya sebar 5,40 daya lekat 32,54. FIII memiliki efektifitas penyembuhan 58,88 aroma tidak aromatik, warna coklat kehitaman, lembut, pH 5,50 daya sebar 5,17 daya lekat 40,19. FIV memiliki aktivitas penyembuhan 35,14 aroma tidak beraroma, warna tidak berwarna, lembut, pH 5,43 daya sebar 5,00 daya lekat 25,62. Hasil hedonik responden menyukai FIII dengan nilai warna sangat suka (80%), aroma suka (67%) tekstur sangat suka (87%). Potensi penyembuhan luka sayat yang paling baik yaitu FIII sebesar (94,83%). Kesimpulan pada penelitian menunjukkan bahwa sediaan gel ekstrak daun pegagan (Centella Asiatica Linn.) mempunyai aktivitas penyembuhan luka sayat, mutu fisik dan uji hedonik dari sediaan gel yang paling baik adalah FIII dengan dosis 90 mg.
PROFIL PERESEPAN OBAT PREKURSOR DI APOTEK NIA KOTA MATARAM PERIODE BULAN SEPTEMBER 2023 Pratami, Baiq Nona Rusdianti; Raisya Hasina; Amira
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.vi0.405

Abstract

Prekursor adalah golongan obat keras yang harus diberikan dengan resep dokter. Prekursor dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan narkotika yang rentan penyalahgunaan sehingga pemberian obat tersebut harus diawasi secara ketat terutama di apotek, di mana masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan obat prekursor. Apotek Nia merupakan salah satu apotek di Kota Mataram yang melayani pelayanan obat resep, terletak di tempat yang strategis dan pasokan obat lengkap, sehingga banyak masyarakat yang menebus resep di Apotek Nia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil resep obat prekursor di Apotek Nia, Kota Mataram pada periode September 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah metode non-probability sampling, yaitu jenis purposive sampling. Data yang diambil berdasarkan kriteria inklusi meliputi jenis kelamin, usia di atas 12 tahun, nama merek obat prekursor, jumlah resep, jumlah obat, kandungan zat aktif, dan dosis penggunaan. Dari total 92 resep obat prekursor, ada 52 resep yang memenuhi kriteria inklusi dan digunakan sebagai sampel penelitian. Data dianalisis dengan Microsoft Excel dalam bentuk tabel dan diagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peresepan obat prekursor didominasi oleh perempuan (65,38%) pada kisaran usia 26-40 tahun (40,38%). Obat prekursor yang paling banyak diresepkan adalah Tremenza (42,30%) diikuti oleh Rhynos SR (30,77%) dengan bahan aktif Pseudoefhedrine HCl dengan dosis rata-rata 2-3 kali sehari.
EVALUASI PENERIMAAN DAN PENYIMPANAN OBAT DI INSTALASI FARMASI RSUD PATUT PATUH PATJU Yoga Dwi Saputra; Fitra Hataya Lisi; Adnanto Wiweko; Kismawati Mulyaningsih
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.vi0.406

Abstract

Pengelolaan obat merupakan siklus kegiatan yang dimulai dari perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pengendalian, penghapusan, dan evaluasi. Penerimaan obat yang tidak tepat dapat menyebabkan kondisi stagnant dan stockout. Penyimpanan obat yang tidak sesuai akan menyebabkan menurun nya kadar dan potensi obat sehingga dapat merugikan pasien dan rumah sakit. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi penerimaan dan penyimpanan obat dan sediaan farmasi di rumah sakit Patut Patuh Patju berdasarkan Petunjuk Standar Rumah Sakit Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode observasional yang bersifat deskriptif menggunakan checklist dan wawancara kepada kepala instalasi farmasi dan apoteker. Hasilnya dianalisa secara deskriptif dengan menggunakan analisa persentase yang dihitung kesesuaian sistem penerimaan dan penyimpanan berdasarkan Petunjuk Standar Rumah Sakit Tahun 2019. Hasil penelitian yang diperoleh pada aspek penerimaan obat di RSUD Patut Patuh Patju memperoleh rata-rata persentase 100% kesesuaian terhadap standar Kemenkes 2019 dan pada aspek penyimpanan rata -rata persentase 91% kesesuaian sehingga tergolong baik. Kesimpulan yang diperoleh menunjukkan bahwa persentase kesesuaian penerimaan dan penyimpanan obat di Instalasi Farmasi RSUD Patut Patuh Patju secara umum sudah sesuai dengan Petunjuk Standar Rumah Sakit Tahun 2019. Namun masih ada yang perlu diperbaiki yaitu pada aspek tempat penyimpanan obat, alat simpan, pemantauan dan High alert dan LASA.

Page 1 of 1 | Total Record : 10