cover
Contact Name
Octariana Sofyan
Contact Email
lppm@afi.ac.id
Phone
+62274-370458
Journal Mail Official
lppm@afi.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran Gang Jambu Kebrokan Pandeyan Umbulharjo Yogyakarta 55151
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kefarmasian AKFARINDO
ISSN : 25287257     EISSN : 25287265     DOI : -
The journal includes various fields of pharmaceuticals sciences such as: -Pharmacology and Toxicology -Pharmacokinetics -Community and Clinical Pharmacy -Pharmaceutical Chemistry -Pharmaceutical Biology -Pharmaceutics -Pharmaceutical Technology -Biopharmaceutics -Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology -Alternative medicines
Articles 203 Documents
ANALISIS IN SILICO SENYAWA POLIFENOL DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill.) SEBAGAI POTENSI INHIBITOR SGLT-2 MENGGUNAKAN MOLECULAR DOCKING DAN PREDIKSI ADMET Rahardian Ariana Putri; Tiara Ajeng Listyani; Danang Raharjo
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 11 No 1 (2026)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.vi0.1255

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 menjadi ancaman kesehatan global yang signifikan dengan prevalensi mencapai 562 juta jiwa pada tahun 2025 dan diperkirakan meningkat menjadi 853 juta kasus pada tahun 2050. Terapi yang tersedia saat ini masih memiliki berbagai keterbatasan dan efek samping seperti infeksi saluran kemih dan resiko ketoasidosis euglikemik. Daun alpukat (Persea americana Mill.) diketahui mengandung berbagai senyawa polifenol yang berpotensi sebagai antidiabetes melalui mekanisme penghambatan Sodium glucose cotransporters 2 (SGLT-2). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas penghambatan senyawa polifenol daun alpukat terhadap protein SGLT 2 dengan pemanfaatan CAAD melalui molecular docking dan prediksi sifat ADMET. Penelitian menggunakan desain eksperimental berbasis komputer terhadap 30 senyawa polifenol daun alpukat dengan empagliflozin sebagai kontrol positif dan parasetamol sebagai kontrol negatif. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak ChemDraw, VegaZZ, DSV, PyRx, PyMOL, SwissADME, dan Toxtree. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Syringic acid merupakan senyawa terbaik dengan RMSD 1,274 dan ΔG −6,4, ikatan residu asam amino spesifik dengan empaglifozin, memenuhi kriteria Lipinski’s Rule of Five, dan dalam kategori toksisitas rendah (class I) berdasarkan cramer rules. Sehingga dapat disimpulkan bahwa senyawa polifenol daun alpukat (Persea americana Mill.) menunjukkan potensi sebagai inhibitor SGLT-2 dengan syringic acid sebagai kandidat terbaik (ΔG −6,4 kkal/mol; RMSD 1,274 Å).
UJI EFEKTIVITAS DAN STABILITAS HANDBODY LOTION EKSTRAK BIJI KETUMBAR (Coriandrum sativum L.) SEBAGAI REPELEN NABATI TERHADAP AEDES AEGYPTI Rosantiara Indah Harumsari; Setiawan, Iwan
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 11 No 1 (2026)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.vi0.1263

Abstract

Nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor utama penyakit demam berdarah dengue yang masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di wilayah tropis. Penggunaan repelen sintetis secara terus-menerus berpotensi menimbulkan resistensi serta efek samping pada kulit dan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif repelen berbasis bahan alam yang lebih aman dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas dan stabilitas handbody lotion ekstrak biji ketumbar (Coriandrum sativum L.) sebagai repelen nabati terhadap Aedes aegypti. Ekstraksi biji ketumbar dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh kemudian diformulasikan ke dalam basis lotion minyak dalam air dengan variasi konsentrasi 0,06%; 0,08%; dan 0,1%. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat, serta uji stabilitas menggunakan metode cycling test. Uji efektivitas repelen dilakukan dengan metode arm-in-cage selama 6 jam pengamatan. Data dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Post Hoc dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak memiliki rendemen sebesar 11,7% dan seluruh formula memenuhi persyaratan mutu fisik serta stabil selama pengujian. Formula dengan konsentrasi 0,1% menunjukkan daya proteksi tertinggi sebesar 76,9 ± 4,7% dan berbeda signifikan dibandingkan formula lainnya (p<0,05). Dengan demikian, handbody lotion ekstrak biji ketumbar berpotensi sebagai repelen nabati yang stabil dan efektif terhadap Aedes aegypti.
PENGARUH EKSTRAK ETANOL DAUN BIWA (Eriobotrya japonica (Thunb.) Lindl) TERHADAP PENURUNAN KADAR CREATINE KINASE-MB DAN LACTIC ACID DEHYDROGINASE Nur Fadhilah, Dhea; Nur Irhamni Sabrina; Okpri Meila
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 11 No 1 (2026)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.vi0.1267

Abstract

Daun biwa (Eriobotrya japonica (Thunb.) Lindl) mengandung senyawa antioksidan yang memiliki efek anti-proliperatif, dan kardioprotektif. Aktivitas antioksidan flavonoid bersumber pada kemampuan mendonasikan atom hidrogennya atau melalu kemampuannya mengkelat logam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek kardioprotektif ekstrak etanol daun biwa terhadap tikus jantan yang diinduksi doksorubisin. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium meliputi uji efek kardioprotektif menggunakan tikus jantan. Parameter yang diukur adalah kadar Creatine Kinase MB (CK-MB) dan Lactic Acid Dehydroginase (LDH). Tikus diinduksi dengan doksorubisin dengan dosis 5 mg/kg bb pada hari ke-7, ke-14, dan ke-21, diberi perlakuan ekstrak etanol daun biwa 150 mg/kg bb, 200 mg/kg bb, dan 250 mg/kg bb selama 21 hari dan dilakukan pengujian kadar CK-MB dan LDH pada hari ke-21 setelah pemberian ekstrak etanol daun biwa. Data dianalisis untk mengatahui perbedakan kadar CK-MB dan LDH pada kelompok perlakuan, positif dan negatif. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun biwa mampu menurunkan kadar CK-MB dan LDH dan aktivitas kardioprotektif maksimal, pada dosis 250 mg/kg. Kadar CK-MB kelompok kontrol negatif memiliki perbedaan signifikan (p < 0,05) dengan kelompok normal, kelompok kontrol positif, kelompok perlakuan ekstrak etanol daun biwa dosis 150 mg/kg bb, 200 mg/kg bb, dan 250 mg/kg bb memiliki perbedaan signifikan (p < 0,05) dengan kelompok normal, kelompok kontrol positif, kelompok perlakuan ekstrak etanol daun biwa dosis 150 mg/kg bb, 200 mg/kg bb, dan 250 mg/kg bb. Kesimpulan penelitian ini yaitu ekstrak etanol daun biwa memiliki efek kardioprotektif dengan menghambat kenaikan kadar CK-MB dan LDH pada tikus jantan yang diinduksi doxorubicin.