cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Volume 2, Nomor 2, Mei 2019" : 21 Documents clear
AUDIT KESELAMATAN JALAN TOL CIPALI Felix Marco Surya; Ni Luh Shinta Putu Eka Setyarini
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 2, Mei 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i2.4290

Abstract

Sekarang ini jalan tol merupakan salah satu jalan bebas hambatan yang keberadaannya saat ini sangat dibutuhkan untuk mempercepat memperpendek waktu tempuh, hal ini akibat  jalan arteri yang sudah ada semakin macet terutama pada saat jam – jam sibuk dan akhir pekan. Dengan semakin padatnya pengguna jalan  tol membuat angka risiko kecelakaan mobil di jalan tol juga semakin meningkat. Salah satu penyebab kecelakaan kendaraan yang terjadi dijalan tol diakibatkan oleh kurangnya bangunan pelengkap dan perkerasan yang kurang baik.. Penelitian ini akan membahas persepsi perngemudi terhadap bangunan pelengkap seperti rambu serta marka dan juga dari segi perkerasan di jalan tol dengan menggunakan metode quisioner dengan wawancara langsung. Pengolahan data quisioner ini menggunakan metode analysis of variance (ANOVA) dibantu dengan program SPSS dan dibandingkan dengan hasil data kecelakaan dari kepolosian atau PU yang dapat membantu kita untuk mengetahui bagaimana persepsi pengemudi di jalan tol dalam keselamatan pengemudi dari segi bangunan pelengkap dan perkerasan di jalan tol. Hasil oberservasi secara langsung, kondisi eksisting geometrik, bangunan pelengkap, dan perkerasaan sudah cukup baik. Namun terdapat kekurangan rambu dan jalan yang tidak halus dalam perkerasaan di beberapa ruas jalan tol Cipali, akan tetapi tidak mempengaruhi kenyamanan pengemudi untuk pengguna jalan tol Cipali menurut wawancara pada saat penyebaran kusioner berlangsung.
KORELASI NILAI CBR TERHADAP TEGANGAN VERTIKAL DAN TEGANGAN HORIZONTAL PADA TANAH LEMPUNG DI DAERAH SENTUL Edwin Wongkar; Alfred Jonathan Susilo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 2, Mei 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i2.4295

Abstract

Tanah merupakan material yang sangat berpengaruh dalam pekerjaan konstruksi, karena kondisi tanah di suatu tempat tidak akan sama dengan kondisi tanah tempat lain. Oleh sebab itu, kondisi tanah dan sifat fisiknya harus diketahui terlebih dahulu. Sebagian besar wilayah Indonesia terutama di Jakarta merupakan tanah yang bersifat lempung. Beberapa masalah utama pada tanah lempung adalah settlement yang besar dan daya dukung yang kecil. Daya tahanan tanah dapat ditentukan dengan cara California Bearing Ratio (CBR) yang dilakukan di laboratorium. Penelitian CBR ini dilakukan korelasi antara nilai CBR terhadap tegangan vertikal dan tegangan horizontal sampel tanah. Sampel tanah yang diuji pada penelitian ini berasal dari Jl. Babakan-sirkuit, Tangkil, Citeureup, Bogor, Jawa Barat, Indonesia. Sampel tanah untuk pengujian CBR laboratorium dibuat dengan pemadatan 2.5%, 5.0%, 7.5%, dan 10%. Hasil penelitian menunjukan persentase kenaikan nilai Su pada kepadatan 2.5% ke 5.0% adalah sebesar 22.51% untuk posisi vertikal, dan 45.58% untuk posisi horizontal. Pada kepadatan 5.0% ke 7.5% terjadi peningkatan nilai Su sebesar 17.14% pada posisi vertikal, dan 15.67% untuk posisi horizontal. Selanjutnya pada kepadatan 7.5% ke 10% terjadi peningkatan nilai Su sebesar 32.70% pada posisi vertikal dan 22.32% pada posisi horizontal
EVALUASI STRUKTUR GEDUNG DENGAN SISTEM RANGKA BETON PEMIKUL MOMEN KHUSUS BERBASIS KINERJA Richard Geraldi; Daniel Christianto; Hadi Pranata
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 2, Mei 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i2.4300

Abstract

Indonesia merupakan salah satu wilayah yang memiliki resiko tinggi terhadap terjadinya gempa bumi. Gempa bumi yang terjadi dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar, salah satunya adalah korban jiwa dalam jumlah yang besar. Oleh karena itu, diperlukannya suatu bangunan tahan gempa untuk mengurangi kerugian yang dapat terjadi. Perencanaan gempa yang umum digunakan saat ini adalah perencanaan berbasis gaya, dimana respons struktur terhadap gempa dianalisis pada kondisi elastis. Namun, pada kondisi sebenarnya struktur akan mengalami kondisi inelastis ketika terkena gempa. Untuk mengatasi kekurangan itu, berkembanglah perencanaan berbasis perpindahan dimana gaya gempa desain ditentukan berdasarkan perpindahan maksimum yang diizinkan pada kondisi inelastik dan kinerja minimum yang diharapkan dari suatu gedung berdasarkan fungsinya. Peraturan gempa yang ada saat ini menggunakan perencanaan berbasis gaya sehingga diperlukan evaluasi terhadap bangunan untuk memastikan kinerjanya pada tingkat minimum yang diizinkan. Untuk menganalisis bangunan pada kondisi inelastik, digunakan analisis pushover dan Direct Displacement Based Design yang diharapkan dapat menggambarkan kondisi bangunan yang sebenarnya. Tingkat kinerja dari struktur bangunan yang didesain berdasarkan SNI 1726:2012 dievaluasi dengan menggunakan metode kapasitas spektrum yang diatur dalam ATC-40 dan FEMA 440 serta metode koefisien perpindahan yang diatur dalam FEMA 356 dan FEMA 440. Hasil yang diperoleh menggambarkan bahwa bangunan yang didesain dengan SNI 1726:2012 ini memiliki tinkat kinerja Immediate Occupancy yang berarti bahwa bangunan ini memenuhi tingkat kinerja minimum yang ditetapkan, yaitu life safety.
PEMODELAN PUMPING TEST SEBAGAI DASAR PERHITUNGAN DEWATERING PADA PROYEK DI SUDIRMAN Aldo Lorenza; Gregorius Sandjaja Sentosa; Ali Iskandar
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 2, Mei 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i2.4305

Abstract

Pesatnya laju pembangunan dan mahalnya harga lahan mendorong pembangunan secara vertikal baik ke atas ataupun ke bawah. Pembangunan secara vertikal ke bawah atau pembangunan basement memerlukan tahap konstruksi galian dalam yang sering ditemui masalah seperti muka air tanah yang berada lebih tinggi dari galian tersebut sehingga dapat mengakibatkan pekerjaan dalam galian serta kestabilan dari galian tersebut menjadi terganggu. Untuk menjaga supaya muka air tanah berada dibawah galian yang direncanakan, maka digunakan suatu metode drainase dengan pemompaan yang disebut sistem dewatering. Pada salah satu proyek di Sudirman, Jakarta, dilakukan pembangunan basement sedalam 7 lantai dengan kedalaman galian 29 meter yang akan melaksanakan pekerjaan dewatering. Dalam merencanakan dewatering diperlukan beberapa hidrogeologi parameter yang dapat ditentukan dengan berbagai macam metode. Metode yang akan digunakan pada proyek ini adalah pumping test. Berdasarkan hasil pumping test di lapangan, pola penurunan muka air tanahnya akan dimodelkan dengan menggunakan program berbasis metode elemen hingga (2D) dan metode beda hingga (3D) untuk memperoleh parameter dalam merencanakan dewatering dengan program berbasis metode beda hingga (3D). Berdasarkan hasil pemodelan pumping test, didapatkan nilai koefisien permeabilitas yang menjadi penentu faktor penurunan muka air tanah. Nilai koefisien permeabilitas tersebut akan menjadi dasar dalam perhitungan dewatering sehingga diperoleh pompa yang dibutuhkan pada proyek tersebut sebanyak 4 buah pompa dengan kapasitas masing-masing pompa sebesar 352 m3/hari.
OPTIMALISASI JARAK ANTAR PILE CAP DI TRESTLE DENGAN STUDI KASUS PADA PELABUHAN BONTANG Kevin Kevin; Sunarjo Leman; Nani Irawati Setiawan
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 2, Mei 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i2.4291

Abstract

Trestle adalah struktur berupa jembatan penghubung antara dermaga dengan daratan yang terdapat pada pelabuhan. Struktur trestle terdiri dari struktur atas (balok, pelat dan pile cap) dan struktur bawah (tiang pancang). Struktur atas menggunakan bahan dasar beton bertulang dan struktur bawah menggunakan bahan dasar baja. Desain dilaksanakan menggunakan program desain analisis struktur dengan memperhatikan syarat kekuatan dan kekakuan struktur. Desain struktur trestle dilaksanakan pada Pelabuhan Bontang, Kalimantan Timur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan volume material yang dibutuhkan pada 3 kondisi jarak segmen yang berbeda dengan panjang total yang sama. Penelitian dilakukan dengan studi kasus pada pelabuhan Bontang, Kalimantan Timur menggunakan data pendukung berupa data hasil survei konsultan perencana.  Struktur di desain pada 3 bentang segmen yang berbeda-beda dengan jarak antar segmen masing-masing adalah 8 meter, 12 meter dan 15 meter dengan panjang total 120 meter. Setelah desain struktur yang paling optimal diperoleh, akan dibuat perbandingan volume material yang dibutuhkan. Berdasarkan hasil analisis dan perhitungan  yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa yang paling sedikit membutuhkan volume material adalah segmen 8 meter dengan 451,3 m3 volume beton dan 71.403,3042 ton berat baja. Segmen trestle yang paling banyak membutuhkan volume material adalah segmen 15 meter dengan 614,1 m3 volume beton dan 118.102,2389 ton berat baja.
PREDIKSI PENURUNAN GEDUNG DAN DAYA DUKUNG MENGGUNAKAN HASIL UJI PLATE BEARING DI LABUAN BAJO, NTT Reyner Kwandy; Gregorius Sandjaja Sentosa
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 2, Mei 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i2.4296

Abstract

Penurunan dapat terjadi secara seketika pada saat pembebanan terjadi dalam jangka waktu yang pendek. Dalam merancang bangunan ada dua hal yang perlu diperhatikan yaitu kegagalan pondasi yang harus dihindari dengan margin keselamatan yang memadai (daya dukung) dan penurunan yang dapat ditoleransi. Dilakukan back analysis pada tes beban menggunakan program untuk mengetahui perilaku tanah terhadap tes beban yang telah dilakukan dengan skala penuh. Untuk memeriksa plate bearing test maka, parameter tanah yang digunakan adalah berdasarkan tes in situ dan laboratorium sehingga diperoleh kurva yang dibandingkan dengan kurva dari plate bearing test dan dilihat apakah sudah mirip. Selain itu dilakukan juga analisis pada pondasi-pondasi dengan menggunakan program  yang menampilkan penurunan maksimun di resor Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.
ANALISIS PENGARUH PENGGUNAAN DROP PANEL TERHADAP NILAI MOMEN LENTUR DAN GESER PONS FLAT SLAB DENGAN METODE ELEMEN HINGGGA Tohar Wijaya; Leo Tedianto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 2, Mei 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i2.4301

Abstract

Beberapa saat kebelakang ini, pertumbuhan pembangunan infrastruktur dan gedung sangatlah tinggi. Berbagai inovasi dan pembaharuan pun muncul dalam bidang konstruksi, salah satunya pelat lantai. Flat slab adalah salah satu contohnya. Flat slab sendiri adalah konstruksi struktur pelat beton bertulang yang tidak menggunakan elemen balok, dimana pelat langsung ditopang oleh kolom dimana dalam beberapa kondisi digunakan drop panel untuk menahan gaya yang timbul pada daerah sekitar kolom. Gaya yang timbul pada daerah kolom itu adalah gaya geser dua arah atau biasa disebut gaya geser pons (punching shear). Pada pembahasan kali ini, dilakukan analisis mencari besarnya nilai momen lentur dan gaya geser pons pada flat slab dengan menggunakan bantuan aplikasi Finite Element Analysis (FEA). Nilai momen lentur dan gaya geser dibandingkan antara flat slab tanpa penggunaan drop panel dan flat slab dengan penggunaan drop panel. Tujuan dari pembahasan kali ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan drop panel pada konstruksi flat slab terhadap nilai momen lentur dan geser pons yang terjadi. Metode yang digunakan adalah finite element method serta metode analisis teoritis berdasarkan SNI. Kesimpulan yang didapat, adalah penggunaan drop panel pada flat slab menurunkan gaya geser pons dan momen lentur di daerah lapangan pada struktur flat slab.
KAJIAN TEKNIS PENGGUNAAN TERRAMESH SEBAGAI DINDING PENAHAN TANAH PADA PROYEK JALAN TOL JAKARTA-KUNCIRAN-CENGKARENG Andrew Horas; Aniek Prihatiningsih; Josephine Aristiti Setyarini
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 2, Mei 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i2.4306

Abstract

Lereng yang curam adalah masalah dalam bidang geoteknik yang sering dijumpai. Lereng tersebut dapat terbentuk secala alami maupun buatan. Salah satu lereng buatan yang terbentuk dari penimbunan tanah seperti jalan tol di Jakarta. Lahan yang terbatas menjadi alasan utama terbentuknya lereng yang hampir tegak 90o sehingga dibutuhkan perkuatan. Salah satu perkuatan yaitu menggunakan Terramesh dan geogrid. Keterbatasan data tanah menjadi salah satu permasalahan dalam kasus ini. Data laboratorium tidak tersedia sehingga digunakan berbagai korelasi berdasarkan nilai N-SPT. Analisis mendalam dilakukan dengan penetuan nilai koefisien pengali kuat geser tidak terdrainase (Su). Hasil korelasi tersebut akan dimasukkan sebagai parameter dalam program yang berbasis elemen hingga. Nilai angka keamanan dari stabilitas lereng akan menjadi hasil keluaran program. Nilai tersebut menunjukkan bahwa penggunaan Terramesh dan geogrid di jalan tol di Jakarta cukup efektif digunakan sebagai perkuatan lereng akibat timbunan.
ANALISIS VARIABEL PENGURANGAN BIAYA OVERHEAD LAPANGAN YANG DOMINAN PADA PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG BERTINGKAT DI JAKARTA Calvin Christian; Basuki Anondho
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 2, Mei 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i2.4292

Abstract

Proyek konstruksi merupakan kegiatan yang dibatasi oleh waktu dan sumber daya seperti biaya, material, peralatan, dan manusia sehingga membutuhkan manajemen proyek mulai dari fase koseptual hingga fase implementasi Dalam proses konstruksi bangunan, pada umumnya biaya konstruksi dibagi menjadi dua bagian yaitu biaya langsung dan biaya tidak langsung, biaya tidak langsung ini salah satunya adalah biaya overhead. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis pengelolaan  biaya overhead lapangan yang digunakan pada proyek gedung bertingkat tinggi di Jakarta melalui metode analaisis faktor . Analisis Faktor ini dilakukan untuk menguji jenis –jenis pengelolaan biaya overhead yang digunakan pada proyek gedung bertingkat tinggi yang ada di jakarta. Penyebaran kuisioner dan pengambilan data  proyek ongoing dilakukan pada wilayah Jakarta dan sekitarnya. Analisis. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat enam jenis pengelolaan yang umum digunakan pada proyek gedung bertingkat di Jakarta,yaitu pengawasan proyek, akurasi penyelesaian proyek, kegiatan berbasis ABC(Activity Based Costing), inovasi, pemberian gaji tepat waktu, dan efektivitas pekerja.
STUDI KASUS PERBANDINGAN ANALISIS PENURUNAN AKIBAT TIMBUNAN, DI TANGERANG, BANTEN Fachry Ibrahim; Gregorius Sandjaja Sentosa; Aksan Kawanda
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 2, Mei 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i2.4297

Abstract

Permasalahan yang sering terjadi dalam konstruksi pembangunan jalan adalah kondisi tanah dasar pada permukaan tanah yang lunak. Apabila tidak dilakukan perbaikan tanah terlebih dahulu pada jenis tanah ini, maka tanah dasar akan mengalami penurunan yang relatif besar, maka dari itu penimbunan yang dilakukan pada tanah lunak akan mengalami penurunan konsolidasi. Konsolidasi merupakan fenomena dalam mekanika tanah yang sering menimbulkan permasalahan geoteknik yang terjadi pada waktu yang lama. perbaikan tanah dilakukan dengan pemasangan PVD yang diberi beban untuk mempercepat proses konsolidasi demi tercapainya penurunan akhir. Studi ini bertujuan untuk mengetahui penurunan konsolidasi dengan metode Terzaghi, program FEM (finite element method), dan metode Asaoka, lalu membandingkan hasil dari penurunan konsolidasi ketiga metode dengan aktual. Prediksi penurunan konsolidasi teori Terzaghi, memberikan hasil yang lebih besar dari penurunan aktual. Pada prediksi penurunan tanah dengan FEM, analisis terhadap penurunan dan waktu sangat bergantung terhadap parameter, sehingga metode ini tidak memberikan hasil yang cukup baik jika tidak berdasarkan parameter pada tanah aslinya. Estimasi hasil dari Asaoka dapat diperoleh nilai penurunan akhir yang lebih mendekati penurunan aktual lapangan. Nilai penurunan ini diperoleh berdasarkan pengamatan penurunan awal di lapangan, sehingga hasil analisis akan lebih sesuai.

Page 1 of 3 | Total Record : 21