cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 861 Documents
ANALISIS PLAXIS UNTUK DEWATERING BASEMENT DI TANAH KELEMPUNGAN DAN KEPASIRAN Angela Kurokawa; Chaidir A Makarim
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 1, Nomor 2, November 2018
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v1i2.2678

Abstract

Galian basement dapat dilakukan dengan beberapa metode disesuaikan dengan kondisi tanah, geometri galian, dan terutama kondisi lapangan, yaitu area tempat dimana akan dilaksanakannya suatu konstruksi bangunan. Salah satu metode yang baik dan akurat untuk digunakan dalam memodelisasikan sifat-sifat tanah yang bervariasi dan material pendukungnya adalah dengan menggunakan metode elemen hingga. PLAXIS 2D merupakan satu dari program-program computer yang dapat menerapkan metode elemen hingga. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan hasil anlisis terhadap kombinasi tanah kelempungan dan kepasiran pada simulasi galian basement dengan program PLAXIS 2D. Analisis dilakukan pada galian yang menggunakan perkuatan secant piles sebagai dinding penahan tanah dan angkur sebagai struktur penunjang. Hasil analisis bertahap terhadap 3 (tiga) kombinasi antara tanah kelempungan (soft, medium, stiff) dan kepasiran (loose, medium, dense) yang dibandingkan dari segi pergeseran dinding dengan nilai terbesar 20,1307 cm , penurunan tanah dengan nilai terbesar 26,75 cm , dan bidang momen yang terbentuk dengan nilai terbesar 146,28 kNm/m.
BEBAN KERJA TENAGA KERJA TUKANG BESI DI JAKARTA Ryan Hartono; Basuki Anondho
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 1, Nomor 2, November 2018
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v1i2.2712

Abstract

Pekerjaan konstruksi adalah pekerjaan yang berat secara fisik. Pekerjaan yang menuntut fisik menyebabkan kelelahan fisik yang dikaitkan dengan penurunan produktivitas. Oleh karena itu, diperlukan perhitungan beban kerja terhadap tenaga kerja konstruksi Pengukuran fisiologis dari data pengeluaran energi dikumpulkan dari 51 tukang besi yang melakukan beberapa pekerjaan konstruksi. Pengukuran pengeluaran energi selama kegiatan konstruksi dianggap sebagai tolak ukur yang baik dari beban kerja fisiologis yang dialami oleh pekerja konstruksi. Data yang diukur dievaluasi terhadap pedoman yang diterbitkan untuk tingkat kinerja fisik yang dapat diterima. Seluruh hasil perhitungan didasarkan pada data hasil kuesioner yang telah diisi dengan mengkonversikannya dengan nilai pengeluaran energi pada penelitian terdahulu. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa beban kerja yang dimiliki tukang besi termasuk dalam kategori sangat berat. Hal ini menunjukan perlunya menerapkan konsep fisiologi kerja di tempat kerja untuk kesehatan dan keselamatan kerja yang lebih baik bagi tenaga kerja konstruksi khususnya di Jakarta.
ANALISIS KEGAGALAN DESAIN RETAINING WALL PADA TANAH DENGAN KEPADATAN LEPAS LUNAK SAMPAI SEDANG Ericsson Ericsson; Chaidir Anwar Makarim
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 3, Agustus 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i3.5821

Abstract

Proses perkembangan infrastruktur di Indonesia berkembang dengan pesat. Salah satu permasalahan yang ada adalah terbatasnya ketersediaan lahan sehingga basement menjadi solusi yang banyak dipilih. Dalam proses perencanaan basement hal yang harus diperhatikan seperti metode konstruksi galian dan interaksi tanah terhadap struktur. Permasalahan konstruksi galian tanah dengan struktur pendukungnya merupakan suatu permasalahan yang kompleks, seperti pada kasus kegagalan konstruksi basement yang masih hangat diperbincangkan di Indonesia. Kegagalan yang cukup masif ini diduga disebabkan karena kesalahan desain dan kondisi tanah setempat. Penyelesaian masalah interaksi tanah dengan struktur seringkali dilakukan penyerdehanaan sifat-sifat tanah namun akibatnya solusi yang didapatkan terbatas pada kondisi-kondisi tertentu saja, atau respon yang didapatkan berbeda jauh dengan respon yang terjadi sebenarnya. Penelitian ini akan menganalisa penyebab runtuhnya konstruksi secant pile galian basement dengan simulasi menggunakan program Geostudio Sigma/W secara mendetail berdasarkan kondisi aktual di lapangan.
ANALISIS POTENSI PENERAPAN SISTEM RAINWATER HARVESTING PADA KAMPUS I UNIVERSITAS TARUMANAGARA Jonathan Putra; Wati Asriningsih Pranoto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 1, Februari 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i1.3033

Abstract

Indonesia merupakan wilayah dengan curah hujan yang tinggi dan cenderung terdistribusi secara merata sepanjang tahun tanpa ada perbedaan yang mencolok antara musim hujan dan kemarau. Potensi sumber air bersih alami ini, apabila di manfaatkan dalam bentuk sistem Rainwater Harvesting di lokasi Kampus I Universitas Tarumanagara dapat menghemat air bersih per harinya sekitar 27,0497% pada hari hujan dari kebutuhan air harian menurut perhitungan SNI 03-7065-2005. Sedangkan menurut data tagihan bulanan air, sistem Rainwater Harvesting apabila diterapkan dapat menghemat air hingga 87,1169% pada hari hujan. Biaya air PAM yang dapat dihemat per tahun sebesar Rp 234.195.703,-. Kemudian bak penampung yang dibutuhkan untuk menampung air hujan total sebesar 168,2924 m3.
FREKUENSI ALAMI DAN MODE SHAPE BALOK EULER-BERNOULLI DAN BALOK TIMOSHENKO DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Filemon Arman; Leo Stefanus Tedianto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 3, Agustus 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i3.5832

Abstract

Balok merupakan elemen struktur yang sering digunakan di berbagai konstruksi. Biasanya struktur balok dianalisis dengan Teori Balok Euler-Bernoulli karena paling sederhana. Namun, untuk balok tinggi, analisis dengan teori ini menjadi kurang akurat karena tidak memperhitungkan deformasi geser. SNI memberi syarat L/h (rasio panjang bentang terhadap tinggi penampang balok) yang kurang dari 4 untuk dianalisis dengan lebih akurat. Balok tinggi lebih cocok dianalisis dengan Teori Balok Timoshenko karena teori ini memperhitungkan deformasi geser. Studi ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar perbedaan perilaku dinamik frekuensi alami dan mode shape antara Teori Balok Timoshenko dengan Teori Balok Euler-Bernoulli. Analisis dengan Teori Balok Euler-Bernoulli mengeluarkan hasil yang tidak sesuai dengan Teori Balok Timoshenko jika rasio L/h balok terlalu kecil. Hasil analisis teoritis ini juga dibandigkan dengan hasil dari program berbasis elemen hingga. Analisis dengan program berbasis elemen hingga mengeluarkan hasil yang sesuai dengan Teori Balok Timoshenko. Dengan adanya program analisis struktur pada komputer, struktur dapat dianalisis menggunakan metode elemen hingga dengan waktu yang lebih cepat.
ANALISIS PERILAKU TANAH DISPERSIF TERHADAP DINDING PENAHAN TANAH DALAM PEKERJAAN DEWATERING KONSTRUKSI BASEMENT Arya Febrian; Chaidir Anwar Makarim
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 1, Februari 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i1.3038

Abstract

Skripsi ini menganalisis tentang metode pelaksanaan dalam pembuatan basement 3 lantai menggunakan sistem dewatering dengan dinding penahan tanah pada tanah dispersif. Tanah dispersif adalah tanah yang mudah tererosi dan terurai apabila berinteraksi dengan air, sehingga dapat menyebabkan banyak kerusakan. Perilaku tanah dispersif terhadap dinding penahan tanah juga sangat berpengaruh pada pekerjaan konstruksi dan dapat mempengaruhi kriteria desain suatu struktur. Tujuan dari analisis ini adalah untuk memberi peringatan pentingnya memahami perilaku tanah di lokasi konstruksi, terutama untuk tanah sensitif yang sangat memerlukan keberhati-hatian desain dan juga desain yang bersifat koservatifKemudian, analisis dilanjutkan dengan pengecekan kestabilan dinding penahan tanah dengan menggunakan bantuan program. Dalam simulasi program, syarat angka keamanan dan batas deformasi dinding penahan tanah ditingkatkan untuk mencegah kemungkinan terburuk terjadi karena kondisi lapangan dan simulasi pada program tidak sepenuhnya sama. Analisis pada program menunjukkan bahwa kondisi drained (SF=2.3394) memiliki angka keamanan lebih kecil dari kondisi undrained (SF=3.5499). Hal ini membenarkan teori bahwa pada kondisi drained, tanah memiliki permeabilitas tinggi sehingga air dapat dengan mudah mengalir keluar masuk pada tanah.
PENGGUNAAN WHITE PORTLAND CEMENT DAN PORTLAND COMPOSITE CEMENT TERHADAP KEKUATAN TANAH EKSPANSIF DENGAN UNCONFINED COMPRESSION TEST Anasthasia Irawati Ng; Aniek Prihatiningsih
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 1, Nomor 1, Agustus 2018
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v1i1.2239

Abstract

Pekerjaan konstruksi di bidang Teknik Sipil berkaitan erat dengan struktur bangunan, khususnya aspek yang tak kalah penting yang dianggap sebagai langkah awal dalam memulai pembangunan adalah tanah. Selain sebagai langkah awal dalam pembangunan, tanah juga merupakan bagian terpenting untuk mendukung beban-beban yang akan dipikul di atas tanah tersebut. Pengujian dilakukan untuk mendapatkan hasil dari pengaruh penambahan White Portland Cement dan Portland Composite Cement pada stabilisasi tanah ekspansif daerah Jababeka, Cikarang, serta daya dukung tanah sebagai perbandingan nilai Tes Tekanan Bebas dengan variasi perbandingan 3%, 6% dan 9% dari berat kering tanah dengan waktu pemeraman 3 dan 7 hari. Dapat disimpulkan bahwa nilai unconfined tanah yang dicampurkan dengan semen, baik Portland Composite Cement ataupun White Portland Cement dapat meningkatkan nilai kekuatan tanah ekspansif, serta mempengaruhi daya dukung tanah ekspansif. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa nilai kuat tekan bebas tanah mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya kadar persentase semen dan semakin lamanya waktu pemeraman dibandingkan dengan nilai kuat tekan bebas tanah asli. Nilai kuat tekan maksimum pada kadar 9% Portland Composite Cement sebesar 729.31 kN/m2, sedangkan pada kadar 9% White Portland Cement sebesar 872.08 kN/m2 dengan waktu pemeraman masing-masing selama 7 hari.
ANALISIS EFEK BUKAAN PADA WAFFLE SLAB DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Raynaldo Feryanto; Leo Stefanus Tedianto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 3, Agustus 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i3.5838

Abstract

Pelat dengan balok pendukung berupa balok grid atau balok 2 arah yang saling tegak lurus dikenal dengan nama Waffle Slab. Waffle Slab biasa digunakan untuk bangunan yang tidak memakai kolom di tengah-tengah bentangnya seperti ruang auditorium. Tujuan dari skripsi ini adalah untuk meninjau apa efek dari adanya bukaan pada waffle slab dengan metode elemen hingga dengan memvariasikan ukuran dan posisi dari bukaan tersebut dan juga untuk mengetahui efek pemakaian stiffening ribs disekitar bukaan. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa terjadinya peningkatan konsentrasi tegangan lentur di sekitar bukaan yang mencapai lebih dari dua kali lipat dibandingkan tegangan lentur sebelum adanya bukaan. bukaan yang diletakkan pada bagian sudut dari pelat memberikan efek yang paling signifikan berupa peningkatan konsentrasi tegangan lentur yang paling besar. Selanjutnya besar tengangan lentur, lendutan, tegangan geser pons, dan momen lentur berbanding lurus dengan besarnya ukuran dari bukaan. Penggunaan stiffening ribs di sekitar bukaan memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap berkurangnya konsentrasi tegangan lentur yang terjadi di sekitar bukaan dan besarnya lendutan yang terjadi pada pelat.
KAJIAN EFISIENSI SISTEM FLAT SLAB DENGAN METODE POST-TENSION DAN KONVENSIONAL Anthones Primakov; Edison Leo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 1, Februari 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i1.3418

Abstract

Skripsi ini menganalisis tentang perbandingan efisiensi antara sistem flat slab dengan metode post tension dan metode konvensional. Flat slab adalah pelat dengan tumpuan kolom tanpa terdapat balok pada setiap sisi yang pada analisisnya terdapat hal yang perlu diperhatikan, yakni batasan gaya geser pons pada kolom dan lendutan yang terjadi pada pelat. Batasan tersebut mempengaruhi ketebalan atau penambahan pada pelat, sehingga diperlukan analisis untuk berbagai bentang pelat pada kedua metode dengan mencari tebal minimum pelat. Bilamana pelat yang ditinjau tidak memenuhi persyaratan lendutan ataupun gaya geser, diperlukan penambahan pada pelat berupa drop panel pada analisis flat slab baik dengan metode konvensional maupun post-tension. Analisis ditujukan untuk mendapatkan lendutan, gaya geser serta gaya luar lainnya  yang terjadi pada pelat sehingga didapatkan perbedaan  jumlah tulangan dan volume material yang digunakan dalam perencanaan pelat dengan metode konvensional dan post-tension. Dengan proses analisis mengacu pada proses perhitungan manual, dilakukan pengecekan gaya-gaya dan lendutan yang terjadi akibat pelat dengan menggunakan program ETABS 2016.  Kemudian dari hasil analisis program ETABS 2016, dihitung jumlah tulangan dan efisiensi antara metode post-tension dan konvensional. Adapun proses dalam flat slab dengan metode post-tension dengan menghitung jumlah tendon dan losses pada kondisi transfer dan service yang diperlukan yang akan dimasukkan kedalam program ETABS 2016, sehingga didapat hasil analisis yang akurat.
STUDI KAPASITAS TIANG BOR BERDASARKAN METODE PILE DRIVING ANALYZER (PDA) DAN LOAD CELL Livia Livia; Andryan Suhendra
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 1, Nomor 1, Agustus 2018
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v1i1.2245

Abstract

Pondasi tiang bor adalah pondasi yang pengerjaannya dengan cara mengebor tanah sampai kedalaman tertentu kemudian diisi dengan tulangan dan dicor beton. Pelaksanaan pondasi tiang bor harus dilaksanakan dengan cermat karena pelaksanaan berpengaruh dengan kapasitas yang dapat didukung oleh pondasi. Kapasitas dukung pondasi dapat diketahui dengan uji lapangan (Pile Driving Analyzer, Loading Test) dan/atau perhitungan manual. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan nilai kapasitas dukung tiang bor menggunakan perhitungan manual (metode Reese&Wright, Meyerhof, Decourt, Kulhawy, Tomlinson) serta hasil tes PDA dan/atau Load Cell. Penelitian ini terdapat 6 data tanah yang berlokasi di Jakarta. Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh nilai rata-rata persentase perbedaan daya dukung pondasi tiang bor antara hasil perhitungan manual dengan hasil dari PDA dan load cell:  metode Reese& Wright untuk tanah kohesif dan non-kohesif sekitar 30%, dengan metode Meyerhof untuk tanah kohesif sekitar 19% dan untuk tanah non-kohesif sekitar 30%, dengan metode Decourt untuk tanah kohesif dan non-kohesif sekitar 20%, dengan metode Kulhawy untuk tanah kohesif dan non-kohesif sekitar 40% dan dengan metode Tomlinson untuk tanah kohesif sekitar 20% sedangkan untuk tanah non-kohesif sekitar 30%.