JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles
861 Documents
PENGARUH KONSISTENSI TANAH TERHADAP DURASI PELAKSANAAN PONDASI TIANG BOR
Rilo Yansaputra;
Jane Sekarsari Tamtana
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 4, November 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmts.v2i4.6306
Perancangan konstruksi pondasi memerlukan penyelidikan geoteknik untuk menentukan stratifikasi dan karakteristik teknis tanah. Studi sebelumnya menunjukkan adanya keterbatasan informasi pada penyelidikan geoteknik yang disebabkan oleh ketidakteraturan lapisan tanah dan sifat tanah yang dapat berbeda drastis dalam jarak hanya beberapa meter saja (heterogen). Keterbatasan informaasi data menimbulkan ketidakpastian. Dari segi perancangan dan pelaksanaan pondasi sudah memiliki ketidakpastian yang merupakan sebuah kendala, mengakibatkan durasi pelaksanaannya menjadi terlambat dari durasi yang telah direncanakan. Hasil tinjauan pustaka menjelaskan bahwa memanfaatkan informasi data kuantitatif di lapangan dan laboratorium seperti uji sondir atau standard penetration test (SPT) dapat diperkiraan distribusi tingkat kesulitan pengeboran. Studi ini bertujuan menganalisis dan mengetahui pengaruh konsistensi tanah yang diwakilkan oleh parameter tanah terhadap durasi pelaksanaan pondasi tiang bor, dengan menggunakan data hasil SPT yang disajikan pada bor log dan durasi pengeboran tiap tiang bor pada proyek gedung bertingkat. Data diolah melalui tahapan elaborasi data bor log untuk mengetahui klasifikasi jenis tanah dan perhitungan durasi berdasarkan rasio NSpt (jumlah pukulan pada uji SPT). Data dianalisis sesuai klasifikasi jenis tanah dengan variabel independen (NSpt dan tebal lapisan) dan variabel dependen (durasi pengeboran). Data dianalisis dengan metode regresi linear berganda. Hasil studi adalah persamaan regresi linear berganda yang bisa menjadi prediktor durasi pengeboran pada pelaksanaan pondasi tiang bor.
ANALISIS PERBANDINGAN ANTARA FONDASI TIANG PANCANG BAJA H-PILES DAN FONDASI TIANG PANCANG BETON PERSEGI PRESTRESSED
Windy Widyarti Astari;
Alfred Jonathan Susilo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 2, Mei 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmts.v2i2.4303
Sebagai struktur yang menopang beban struktur bangunan di atasnya, fondasi tiang pancang adalah salah satu jenis fondasi dalam yang sering digunakan dalam konstruksi bangunan. Berbeda dengan di negara lain seperti di Amerika Serikat, di Indonesia tiang pancang yang paling sering digunakan adalah tiang pancang beton dibandingkan tiang pancang baja maupun kayu. Untuk memperoleh hasil yang efisien, pemilihan jenis fondasi yang tepat merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan. Pada skripsi ini akan dilakukan analisis apakah fondasi tiang pancang beton persegi prestressed lebih banyak digunakan di Indonesia karena memang lebih optimal untuk diterapkan dibandingkan dengan fondasi tiang pancang baja H-Piles. Analisis akan dilakukan dengan cara melakukan perhitungan kapasitas tekan, kapasitas tarik dan penurunan fondasi tiang pancang baja H-Piles dan tiang pancang beton persegi prestressed apabila kedua tiang memiliki dimensi panjang dan lebar yang sama yang dikondisikan berada pada tanah yang sama. Analisis perhitungan terhadap kapasitas tekan, kapasitas tarik dan penurunan tiang akan dilakukan dengan perhitungan secara manual dan di cek dengan menggunakan software komputer. Hasil analisis pondasi tiang pancang baja H-Piles dan tiang pancang beton persegi prestressed tersebut kemudian akan dibandingkan dan dihitung selisih biaya material kedua tiang sebagai pertimbangan dalam pemilihan jenis fondasi tiang pancang hingga dapat disimpulkan jenis fondasi yang lebih optimal untuk digunakan pada tanah yang di analisis.
ANALISIS GAYA LATERAL PADA TIANG AKIBAT PENAMBAHAN TIMBUNAN DI PROYEK JALAN TOL JAKARTA
Marcello Dicky Wijaya;
Aniek Prihatiningsih;
Josephine Aristiti Setyarini
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 2, Mei 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmts.v2i2.4308
Pada salah satu jalan tol di Jakarta menggunakan konstruksi pile slab tiang pancang sepanjang 200 m. Tiang yang digunakan adalah tiang spun pile beridameter 600 mm. Tiang akan dipancang sampai ke tanah keras dengan dengan rentang kedalaman 12 m sampai 15 m dan memiliki free standing tiang setinggi 5 m diatas tanah eksisting. Ketinggian timbunan ini beragam, mulai dari 1 m hingga 4 m diatas tanah eksisting. Metode analisis yang digunakan untuk menghitung besarnya perpindahan horizontal dalam penulisan ini adalah metode elemen hingga. Berdasar pada hasil analisis, pemberian timbunan ini terbukti dapat meningkatkan tahanan lateral tiang sehingga perpindahan horizontal pada tiang semakin kecil. Pemberian timbunan 1 m sudah dapat meningkatkan tahanan lateral sebesar 78%. Kajian secara teknis pemberian timbunan dengan ketinggian 1 m sampai 4 m ini pun dapat dikatakan aman ditinjau dari perpindahan horizontal dan momen yang terjadi pada tiang. Namun pemberian timbunan setinggi 4 m ini dapat dikatakan tidak efisien karena tahanan lateral tiang jauh lebih besar daripada beban lateral yang ada.
ANALISIS TINGKAT KETAATAN PENGEMUDI DAN PENUMPANG KENDARAAN PRIBADI DAN UMUM TERHADAP PENGGUNAAN SABUK KESELAMATAN
Nevin Nathanael;
Leksmono Suryo Putranto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 1, Nomor 2, November 2018
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmts.v1i2.2614
Manusia, kendaraan dan lingkungan adalah tiga elemen utama dari moda jalan raya. Kebutuhan keselamatan berlalu lintas di jalan raya dipengaruhi oleh faktor perangkat yang memadai seperti sabuk keselamatan dalam kendaraan. Survei tingkat ketaatan pengguna kendaraan bermotor pribadi maupun umum terhadap pengunaan sabuk keselamatan dilakukan di 7 titik lokasi di Jakarta Timur. Survei lapangan ini dilakukan guna memvalidasi hasil survei yang telah dilakukan pada tahun 2004. Penyebaran kuesioner kepada 50 responden yang terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama berisi tentang data umum responden seperti nama, jenis kelamin, umur, pendidikan terakhir, kepemilikan SIM dan pengeluaran per bulan. Bagian kedua adalah pertanyaan untuk menilai tingkat ketaatan pengemudi dan penumpang terhadap penggunaan sabuk keselamatan. 25 responden diminta mengisi kuesioner secara langsung dan 25 responden lainnya mengisi kuesioner daring. Analisis data menggunakan analisis selisih rataan untuk mengobservasi kemungkinan hubungan antara tingkat ketaatan penggunaan sabuk keselamatan dengan perbedaan jenis kelamin, umur, kepemilikan SIM, pendidikan terakhir dan pengeluaran per bulan. Berdasarkan hasil analisis, terdapat peningkatan persentase penggunaan sabuk keselamatan secara signifikan pada 4 lokasi survei tetapi terdapat juga penurunan persentase penggunaan sabuk keselamatan secara signifikan di 3 loksai survey lainya. Sedangkan hasil analisis kuesioner didapat bahwa responden menggunakan sabuk keselamatan berdasarkan pengaruh dari keberadaan petugas, lokasi perjalanan dan waktu perjalanan. Pengaruh dari keberadaan petugas dikonfirmasi dengan hasil survei pada Jl. Halim Perdanakusuma yang pada saat pengambilan data terdapat banyak petugas .
ANALISIS TANAH EKSPANSIF DENGAN PERBAIKAN SEMEN PUTIH DAN SEMEN HITAM MENGGUNAKAN UCT
Elendra Elendra;
Aniek Prihatiningsih
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 3, Agustus 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmts.v2i3.5781
Dalam bidang geoteknik tanah berperan penting dan merupakan langkah awal yang pen-ting dalam bidang konstruksi yang berkaitan erat dengan struktur sebuah bangunan. Tanah ekspansif adalah tanah yang kandungan lempungnya memiliki potensi kembang-susut akibat perubahan kadar air sehingga mengakibatkan perubahan volume tanah. Penelitian ini dilaksanakan untuk melihat pengaruh perbaikan tanah ekspansif yang dicampur semen hitam dan semen putih dengan kadar 3%, 6%, dan 9% dalam waktu pemeraman 9 hari, 12 hari, dan 15 hari. Kesimpulan yang dapat ditarik dari pengujian ini adalah tanah ekspansif yang dicampur dengan semen putih memiliki daya dukung tanah dalam bentuk nilai kuat tekan bebas yang lebih besar dibandingkan dengan semen hitam. Nilai kuat tekan bebas tertinggi didapatkan dari pengujian dengan campuran semen putih 9% dengan waktu peram 15 hari yaitu 1004.02 kN/m2.
PENGENDALIAN PENGGUNAAN MOBIL PRIBADI DENGAN STRATEGI PARKIR DAN ERP DI JALAN RASUNA SAID DKI JAKARTA
Bathia Dharma Putera;
Najid Najid
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 1, Nomor 2, November 2018
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmts.v1i2.2664
Skripsi ini membahas tentang pengendalian penggunaan mobil pribadi dengan Electronic Road Pricing (ERP) dan Strategi Parkir. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa dan mengetahui tingkat keinginan masyarakat terhadap Electronic Road Pricing (ERP) dan Strategi Parkir jika salah satu dari kedua sistem tersebut diterapkan. Electronic Road Pricing (ERP) dan Strategi Parkir adalah salah satu dari kedua strategi tersebut yang bisa diterapkan di jalan Rasuna Said DKI Jakarta. Analisis strategi Electronic Road Pricing dan Strategi Parkir mempunyai cara yang berbeda dalam mengatasi kemacetan dan penggunaan mobil pribadi. Analisis penerapan skenario Electronic Road Pricing (ERP) telah berhasil dilakukan untuk mengurangi kemacetan di berbagai kota dengan cara menerapkan tarif tertentu pada jalan yang dilalui, seperti yang sudah diterapkan di London, Stockholm, dan Singapura. Lain halnya dengan analisis penerapan skenario strategi parkir yang dilakukan dengan cara meningkatkan tarif parkir yang akan berdampak tinggi bila dilakukan peningkatan tarif yang tinggi pula. Hal ini dilakukan untuk mengurangi penggunaan mobil pribadi di DKI Jakarta. Penelitian menggunakan model analisis sensitifitas hubungan utilitas ERP dan parkir terhadap total ERP dan parkir, pendapatan, dan kendaraan umum yang digunakan. Metode pengambilan data menggunakan studi kepustakaan dan kuisioner dari pengguna pengendara yang melewati atau bekerja di daerah Rasuna Said. Hasil dari penelitian ini adalah ketika strategi ERP dan strategi Parkir diterapkan dengan tarif yang tinggi maka pengguna jalan Rasuna Said akan beralih menggunakan kendaraan umum.
ANALISIS POTENSI CYCLIC MOBILITY PADA TANAH KOHESIF
Nicky Fernando;
Aniek Prihatiningsih
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 3, Agustus 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmts.v2i3.5811
Likuifaksi merupakan fenomena dimana kekuatan tahanan tanah berkurang karena meningkatnya tegangan air pori saat gempa bumi berlangsung. Likuifaksi dibagi menjadi dua tipe berdasarkan proses kejadiannya yaitu flow liquefaction dan cyclic mobility. Hal pertama dalam analisis potensi likuifaksi adalah pemeriksaan kerentanan likuifaksi dari karakteristik tanah. Pemeriksaan kerentanan menggunakan empat metode yaitu Chinese criteria, metode Seed et al. dan metode Bray dan Sancio. Jika tanah menunjukan rentan terhadap likuifaksi, perhitungan evaluasi dapat dilanjutkan jika tidak maka perhitungan tidak dilanjutkan. Setelah menentukan kerentanan, tanah yang rentan likuifaksi akan ditentukan tipe likuifaksi menggunakan state criteria. Penentuan tipe likuifaksi dapat dilihat dari grafik hubungan deviatoric stress (q), mean effective stress (p’) dan axial strain (εa). Evaluasi potensi likuifaksi menggunakan metode cyclic strain approach. Metode ini menggunakan dua variabel yaitu cyclic stress ratio (CSR) dan cyclic resistance ratio (CRR) yang dapat ditentukan dari data tes lapangan untuk menentukan potensi likuifaksi setiap lapisan tanah. Tes lapangan yang digunakan adalah standard penetration test (SPT) dan cone penetration test (CPT). Penelitian ini menganalisa potensi cyclic mobility pada tanah kohesif serta faktor keamanan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa tipe likuifaksi yang terjadi adalah cyclic mobility dan adanya potensi likuifaksi pada tanah kohesif.
STUDI BANDING JENIS-JENIS FONDASI RAFT PILE DENGAN ASUMSI FRICTION PILE UNTUK GEDUNG KAMPUS II UNIVERSITAS TARUMANAGARA
Hanif Hanif;
Gregorius Sandjaja Sentosa
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 1, Nomor 2, November 2018
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmts.v1i2.2669
Fondasi bangunan tinggi lebih dari 20 lantai pada tanah dengan kondisi lunak sampai sedang (N-SPT rata-rata < 30) biasanya bisa digunakan salah satunya dengan fondasi tiang rakit. Pemilihan jenis fondasi dapat berupa tiang pancang atau tiang bor. Dalam skripsi ini, dilakukan studi fondasi bangunan 24 lantai pada lapisan tanah dominan lanau dengan N-SPT rata-rata 20-30, dan ada nilai N-SPT 40-60 tetapi berupa lapisan tipis. Studi dilakukan dengan mengasumsikan fondasi dengan tiang pancang dengan sisi 0,6 m dan tiang bor berdiameter 1 m dengan panjang tiang 34,5 m dan 47 m. Studi dilakukan dengan menghitung daya dukung dan penurunan menggunakan pendekatan rumus-rumus berdasarkan korelasi dari data N-SPT dan N-SPT serta simulasi PLAXIS untuk mengetahui besarnya tegangan di sekitar fondasi dan penurunan yang terjadi. Dari hasil studi banding tersebut diperoleh penurunan yang terjadi pada panjang tiang 34,5 m sebesar 15-21 cm sedangkan pada panjang tiang 47 m diperoleh penurunan sebesar 10-14 cm. Daya dukung yang diperoleh pada tiang pancang tunggal berkisar 145-391 Ton dan daya dukung tiang bor tunggal berkisar 254-612 Ton pada panjang tiang 34,5 m. Jumlah tiang pancang kelompok yang diperoleh berkisar 130-391 tiang dan jumlah tiang bor kelompok berkisar 88-252 tiang dengan panjang tiang 34,5 m.
ANALISIS DAYA DUKUNG TIANG BOR AKSIAL, LATERAL, DAN PENURUNAN PADA TANAH CLAY SHALE DI SENTUL, BOGOR
Steven Long;
Ali Iskandar;
Sunarjo Leman
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 3, Agustus 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmts.v2i3.5816
Pembangunan yang dilakukan di atas tanah dasar lempung serpih memiliki perlakuan khusus yang tak dapat disamakan pada tanah umumnya, karena tanah ini dapat kehilangan daya dukung secara mendadak bila tanah terekspose oleh udara dan air yang dapat membuat bangunan rusak. Terlebih jika di daerah Sentul manakala merupakan wilayah berkembang nan pesat namun memiliki tanah dasar lempung serpih. Maka, diperlukan perencanaan daya dukung,dan penurunan serta pelaksanaan konstruksi yang tepat guna mendukung beban struktur tetap aman. Perencanaan daya dukung ini akan ditinjau pada salah satu proyek yang menggunakan kelompok tiang bor yang terletak di Sentul, Bogor. Pada perencanaan ini dibantu program Shaft, Lpile, Group, dan Settle3D. Daya dukung tiang akan tereduksi berkisar 50% dari perhitungan normalnya ini disebabkan oleh karakter tanah lempung serpih yang mudah kehilangan daya dukungnya. Maka dalam analisanya harus memperhatikan pengaruh strength reduction, dalam hal ini kuat geser tak teralir menjadi 135 KPa menghasilkan daya dukung izin 710 KN untuk tiang D80 dan 950KN D100 sehingga menggunakan 258 tiang bor guna mendukung beban, sehingga defleksi saat siklik menjadi 3 mm, dan penurunan berkisar 45 mm.