JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles
861 Documents
STUDI KEGAGALAN PADA TIANG BOR TERINSTRUMENTASI PADA PROYEK DI KAWASAN SUDIRMAN
Nurdiyanto Surya Graha Putra;
Sunarjo Leman;
Ali Iskandar
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 4, November 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmts.v2i4.6184
Fondasi merupakan suatu bagian struktur yang sangat penting dan krusial dalam suatu bangunan konstruksi. Dalam perencanaannya fondasi tiang bor harus memenuhi dua kriteria yang sangat penting, yaitu penurunan dan daya dukung tanah. Suatu tiang bor dapat dipasang suatu instrumen untuk mengetahui regangan atau strain yang terjadi pada saat tiang dibebani dimana regangan atau strain yang dihasilkan dapat menghasilkan nilai gaya beban atau daya dukung yang dapat dibandingkan dengan perhitungan daya dukung secara teoritis. Jenis instrumen yang biasa dipakai adalah VWSG dan Tell Tale Extensometer, yang dibahas dalam karya ilmiah ini adalah VWSG yang merupakan suatu instrumen yang berguna untuk mengetahui distribusi beban dan perilaku tiang pada saat tiang dibebani. Peran polimer sangat penting dalam pelaksanaan pembuatan fondasi tiang bor, karena berguna untuk menstabilisasikan lereng agar tidak longsor. Kegagalan tiang fondasi terkadang masih dapat ditemui dalam suatu konstruksi gedung, peninjauan yang dapat dilakukan untuk menganalisis kegagalan yang terjadi yaitu dengan meninjau kondisi parameter tanah pada lokasi proyek tersebut, memodelkan kondisi tiang dengan melihat perilaku interface antara tanah dengan polimer dan dengan beton dengan tiga beban normal yang berbeda berdasarkan percobaan praktikum direct shear test, dan menguji integritas tiang tersebut. Berdasarkan analisis yang dilakukan didapat suatu kesimpulan mengenai penyebab kegagalan tiang yang ditinjau.
STUDI PERUBAHAN DAYA DUKUNG TIANG PANCANG TERHADAP WAKTU BERDASARKAN UJI PEMBEBANAN STATIK DAN DINAMIK
Gerraldi Pratama;
Aksan Kawanda;
Hendy Wijaya
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 4, November 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmts.v2i4.6169
Pondasi tiang telah menjadi salah satu pilihan dalam suatu proyek infrastruktur dikarenakan fondasi tiang berfungsi meneruskan beban dari struktur diatasnya menuju lapisan tanah. Salah satu pilihan pondasi tiang adalah pondasi tiang pancang. Dalam proses desain untuk mencari daya dukung pondasi tiang terdapat beberapa kombinasi rumus baik di tanah pasir ataupun lempung, diantaranya adalah Meyerhof 1976, Lambda, Alpha, Beta, Tomlinson, Coyle Castello, Meyerhof 1956 dan deRuiter&Beringen. Hasil daya dukung dari rumus tersebut perlu diuji dilapangan dengan pembebanan statik dan dinamik. Kemudian untuk tiang pancang terdapat faktor yang mempengaruhi daya dukung salah satunya faktor soil setup. Hasil Analisis menunjukan tiang pancang yang terpasang pada tanah di daerah Cirebon dengan ukuran 400mm, 600mm dan 762mm dengan jenis spun pile dan steel pipe pile memiliki kecenderungan peningkatan daya dukung dengan kisaran 18-33% berdasarkan uji pembebanan statik dan dinamik selama 7 hari, dan memiliki peningkatan sebesar 10% selama 92 hari setelahnya. Analisis rumus pendekatan peningkatan daya dukung Skov&Denver juga menunjukan dapat dipakai pada kondisi tanah Cirebon. Sedangkan rumus perhitungan teoritis dapat digunakan dalam perhitungan daya dukung tiang, dapat sesuai dengan pembebanan statik dan dinamik pada waktu yang pendek ataupun hasil perhitungan teoristis akan tercapai dalam waktu yang lama terlihat dari pola yang terbentuk.
ANALISIS PENGARUH LUAS PENGAKU WEB (As) TERHADAP KUAT TEKAN DARI BAJA RINGAN PROFIL KANAL DENGAN METODE ELEMEN HINGGA
Jeffry Arianto;
Leo Stefanus Tedianto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 1, Februari 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmts.v2i1.3423
Penggunaan cold-formed steel atau yang lebih dikenal sebagai baja ringan terus meningkat karena berat dan harganya yang lebih murah dibandingkan baja konvensional. Baja ringan ini memiliki titik leleh yang lebih tinggi dibandingkan dengan baja konvensional dengan rasio dimensi lebar terhadap tebal dinding profil di setiap bagian elemennya sangat besar sehingga akibat beban tekan seringkali mengalami tekuk sebelum mencapai kekuatan maksimum. Kegagalan tekuk pada umumnya dibedakan menjadi dua, yaitu tekuk lokal dan tekuk global. Salah satu cara untuk mengurangi kecenderungan tekuk adalah modifikasi bentuk geometri penampang, yaitu dengan cara penambahan pengaku pada profil penampang. Analisis ini bertujuan untuk mencari pengaruh luas pengaku web terhadap kuat tekan kritis dengan metode elemen hingga. Batang tekan adalah elemen struktural yang hanya menerima gaya tekan aksial, di mana gaya bekerja pada sumbu longitudinal melalui sentroid dari penampang. Profil yang digunakan adalah 75mm x 35mm x 5mm x 0.65mm. Perhitungan metode elemen hingga dilakukan dengan program Abaqus. Pemodelan profil dilakukan dengan perbesaran luas pegaku web dari model satu sampai model lima dengan panjang yang digunakan adalah 2000mm serta perletakan tetap sendi-rol, arah beban sejajar dengan batang (aksial). Hasilnya adalah dengan pertambahan luas pengaku maka kuat tekan elemen batang akan semakin besar dan tegangan yang dihasilkan akan semakin besar.
STUDI PERBANDINGAN PEMASANGAN MATERIAL WATERPROOFING JENIS SELF ADHESIVE MEMBRANE DENGAN CRYSTALLINE
Ekka Kozaly;
Arianti Sutandi
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 1, Nomor 1, Agustus 2018
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmts.v1i1.2250
Pekerjaan waterproofing pada suatu bangunan sangat penting terutama pada lantai basement. Dalam pekerjaan pemasangan waterproofing terdapat banyak jenis material waterproofing yang ditawarkan dengan harga dan durasi pekerjaan yang beragam. Dalam studi ini dibandingkan material dari segi harga dan durasi pekerjaan. Untuk perhitungan harga dihitung jumlah harga material terpasang. Untuk durasi pekerjaan dibandingkan luas daerah yang telah tertutupi waterproofing selama waktu pengamatan. Dua jenis waterproofing yang dibandingkan adalah jenis self adhesive membrane dan crystalline. Setelah ditentukan jenis waterproofing yang digunakan, agar suatu proyek berjalan tepat waktu maka perlu diperhitungkan tingkat produktivitas pekerjaannya. Pada analisis ini juga dibandingkan tingkat produktivitas pekerjaan pemasangan waterproofing pada kedua proyek dimana tiap waterproofing tersebut dipasang. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara random activity sampel dan perhitungan produktivitas menggunakan metode work sampling dan metode labor utilization rate (LUR). Dari hasil perhitungan, untuk produktivitas dan efektivitas didapat nilai produktivitas proyek A tempat terpasangnya self adhesive membrane waterproofing sebesar 30,07 m2/orang-hari dengan nilai LUR sebesar 88,18 % dan total harga adalah sebesar Rp 550.000,00 per m2-hari. Sementara untuk crystalline waterproofing pada proyek B didapat hasil perhitungan produktivitas sebesar 40,39 m2/orang-hari dengan nilai LUR sebesar 80,23 % dan total harga sebesar Rp 150.000,00. Luas daerah yang telah tertutupi waterproofing untuk proyek A dan B masing-masing seluas 7981,55 m2 dan 8707,5 m2.
ANALISIS KEGAGALAN TIANG PANCANG PADA KONSTRUKSI DERMAGA DENGAN PROGRAM APILE OFFSHORE, LPILE, DAN GRLWEAP
Ivana Natasha;
Chaidir A Makarim
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 1, Nomor 1, Agustus 2018
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmts.v1i1.2255
Konstruksi lepas pantai (offshore) berbeda di dalam perencanaannya dengan konstruksi di daratan (onshore) dan kosntruksi di dekat pantai (near shore). Analisis yang dilakukan pada skripsi ini menggambarkan interaksi antara konstruksi dengan parameter hidrodinamika, antara lain: beban siklik akibat ombak berulang, penggerusan (scouring), dan gaya gesek selimut negatif akibat endapan dari muara sungai. Skripsi ini memaparkan perbedaan tersebut dan menampilkan contoh kegagalan yang terjadi pada suatu proyek dermaga pada salah satu kawasan pulau di Indonesia. Metode yang dapat digunakan untuk menganalisis kegagalan antara lain adalah dengan menggunakan analisis kapasitas tiang dan data hasil pukulan tiang untuk mendapatkan kapasitas tiang secara aksial dan lateral dengan program APILE Offshore dan LPILE, serta simulasi pemancangan tiang dengan program GRLWEAP. Input parameter yang digunakan berupa parameter tanah, tiang, dan hammer. Hasil analisis dari program akan dibandingkan dengan kapasitas tiang hasil uji pembebanan dinamik (PDA test) dan kalendering serta beban yang harus dipikul oleh tiang.
ANALISIS DISTRIBUSI GAYA AKSIAL PADA FONDASI TIANG RAKIT AKIBAT PERBEDAAN KEDALAMAN TIANG DAN PENURUNAN
Jovito Charless;
Alfred Jonathan Susilo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 4, November 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmts.v2i4.6174
Akibat dari pertumbuhan penduduk dan lahan yang semakin terbatas adalah peningkatan harga lahan. Munculnya masalah ini para ahli memberikan solusi untuk membangun hunian vertikal. Meningkatnya kebutuhan tempat tinggal merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi ketinggian hunian vertikal. Hal ini mengakibatkan berat gedung yang semakin besar dan fondasi konvensional yang sulit untuk diterapkan. Salah satu solusi yaitu menggunakan fondasi tiang rakit. Fondasi tiang rakit yang telah dikemukakan oleh Burland dkk. (1977), digunakan untuk memikul beban yang berlebihan oleh superstructures seperti pencakar langit. Metode fondasi tiang rakit dikemukakan karena penurunan total dan perbedaan penurunan pada fondasi rakit melebihi batasan izin dan dapat merusak bangunan di atasnya, sehingga ditambahkan tiang untuk mengurangi penurunan total dan perbedaan penurunan tersebut. Akan tetapi pada kondisi di lapangan. Beban aksial yang dipikul pada fondasi rakit sebagian terdistribusi ke tiang. Sehingga menimbulkan desain yang tidak efisien. Pada penilitian ini akan menggunakan rumus empiris dengan analisis parameter tanah untuk memperoleh distribusi beban aksial pada fondasi tiang rakit, dan mengkaji pada bagian perbedaan kedalaman tiang.
AUDIT KESELAMATAN JALAN TOL PURBALEUNYI
Dharmawan Nugraha Wijaya;
Ni Luh Shinta Putu Eka Setyarini
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 2, Mei 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmts.v2i2.4289
Jalan tol merupakan salah satu jalan bebas hambatan yang keberadaannya saat ini sangat dibutuhkan untuk mempercepat memperpendek waktu tempuh, hal ini akibat jalan arteri yang sudah ada semakin macet terutama pada saat jam – jam sibuk dan akhir pekan. Dengan semakin padatnya pengguna jalan tol membuat angka risiko kecelakaan mobil di jalan tol juga semakin meningkat. Dalam upaya meningkatkan keselamatan para pengguna jalan, khususnya jalan tol, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) telah melaksanakan Audit Keselamatan Jalan (Road Safety Audit). Aspek yang diperiksa meliputi aspek geometrik jalan, manajemen lalu lintas serta geoteknik dan struktur. Sebagai hasilnya, didapatkan kesimpulan bahwa dari segi geometrik, secara umum jalan sudah dirancang sesuai dengan ketentuan, namun demikian ada bagian-bagian yang masih memerlukan penyempurnaan. Penelitian ini akan membahas kondisi eksisting jalan Tol Purbaleunyi berdasarkan pengamatan langsung dan persepsi pengemudi. Aspek yang ditinjau adalah aspek geometrik, perkerasan, dan bangunan pelengkap jalan. Persepsi perngemudi akan didapat dengan melakukan penyebaran kuisioner dan wawancara langsung yang akan diolah dengan menggunakan metode analysis of variance (ANOVA) dibantu dengan program SPSS yang dapat membantu kita untuk mengetahui bagaimana persepsi pengemudi terhadap kondisi eksisting geometrik, perkerasan, dan bangunan pelengkap jalan di jalan Tol Purbaleunyi. Pada akhirnya, akan didapatkan daerah rawan kecelakaan pada ruas tol Purbaleunyi dengan analisis perbandingan dari data persepsi pengemudi, pengamatan langsung, dan data kecelakaan lalu lintas.
ANALISIS KORELASI FAKTOR PENERAPAN K3 TERHADAP KINERJA WAKTU PADA PROYEK KONSTRUKSI
Michael Marlee;
Hendrik Sulistio
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 1, Nomor 1, Agustus 2018
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmts.v1i1.2260
Pada pelaksanaan proyek konstruksi, beberapa hal yang tidak diharapkan dan tidak diantisipasi dapat terjadi dan mempengaruhi waktu penyelesaian yang dibutuhkan. Keselamatan dan kesehatan kerja yang tidak diperhatikan dengan baik dalam suatu proyek konstruksi dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja. Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan hal yang penting bagi perusahaan, karena dampak dari kecelakaan kerja sangatlah merugikan. Pekerja yang mengalami kecelakaan kerja akan mengganggu waktu penyelesaian proyek secara keseluruhan. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis untuk mengetahui penerapan keselamatan dan kesehatan kerja yang berhubungan signifikan terhadap kinerja waktu. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan metode Pearson Product Moment untuk melihat hubungan antar variabel yang ditunjukan dengan nilai r. Data diambil dengan menyebarkan kuisioner terhadap pekerja pada proyek konstruksi. Data yang didapat kemudian diolah dengan bantuan program pengolah statistik SPSS. Hasil dari analisis menunjukkan dari 21 variabel penerapan keselamatan dan kesehatan kerja, 16 variabel berkorelasi signifikan terhadap kinerja waktu. Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja yang berkorelasi paling tinggi terhadap kinerja waktu yaitu mengatur penempatan prasarana kerja, peralatan, dan bahan.
ANALISIS DINDING DIAFRAGMA DENGAN PENGHILANGAN RINGSLAB SECARA EFEKTIF PADA KONSTRUKSI BASEMENT
Timotius Hazel;
Sunarjo Leman;
Ali Iskandar
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 4, November 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmts.v2i4.6182
Basement merupakan struktur bawah tanah yang dapat berfungsi sebagai tempat parkir dan ruangan. Dalam pengerjaannya, dibutuhkan galian dalam pada tanah yang dapat menyebabkan perubahan tegangan, regangan serta deformasi pada tanah. Pada analisis ini akan mengambil studi kasus galian dalam pada proyek pembangunan basement di kawasan bendungan hilir. Metode konstruksi yang digunakan adalah metode top down. Dinding diafragma dengan tebal 1 meter dan panjang 55 meter dikonstruksikan pada galian. Jumlah basement yang direncanakan pada pembangunan ini ada 7 lantai basement. Untuk mempercepat proses penggalian, maka pengerjaan slab yang berfungsi sebagai strut tidak dilakukan pada tiap selesai penggalian, tetapi ada lantai yang pengerjaan slabnya dihilangkan sementara, yang dikerjakan pada akhir penggalian sehingga proses galian akan lebih cepat diselesaikan. Oleh karena itu, analisis ini akan berfokus pada perhitungan deformasi dinding diafragma, momen yang terjadi serta gaya-gaya pada slab/strut. Analisis ini akan dibantu dengan program elemen hingga (2D) dengan pemodelan kegagalan tanah mohr-colomb dan dicoba pada kondisi drained dan undrained.
PENGARUH HAMBATAN SAMPING AKIBAT AKTIVITAS TATA GUNA LAHAN DI JALAN RAYA CIDENG
Fara Yuniarti;
Najid Najid
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 2, Mei 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmts.v2i2.4294
Hambatan samping yang berasal dari aktivitas pada samping jalan dapat mempengaruhi kinerja lalu lintas.Hambatan samping yang mempengaruhi kapasitas jalan terdiri dari pejalan kaki, kendaraan parkir dan berhenti,kendaraan keluar-masuk dan kendaraan tidak bermotor. Penelitian ini dilakukan dengan berpedoman pada Manual Kapasitas Jalan 1997. Jalan Raya Cideng dijadikan wilayah studi pada penelitian ini terkait beberapa hal, diantaranya adalah pada ruas jalan tersebut terdapat beberapa penggunaan tata guna lahan yang berbeda dan belum adanya penelitian tentang pengaruh hambatan samping terhadap volume dan kecepatan lalu lintas di ruas jalan tersebut.Penelitian dilakukan dengan cara survei volume lalu lintas harian. Data primer yang digunakan adalah volume lalu lintas, jumlah hambatan samping, dan kecepatan rata-rata kendaraan. Data-data tersebut diolah dengan metode Pearson Correlation untuk mengetahui hubungan yang paling erat antara hambatan samping dengan kecepatan dan volume lalu lintas. Dari hasil pengolahan data, diperoleh korelasi yang paling erat adalah kendaraan berenti pada hari kamis malam hari di ruas Jalan Raya Cideng II terhadap kecepatan lalu lintas, dengan nilai R sebesar 0.99. Dilakukan juga kuesioner dengan metode wawancara yang disebarkan kepada 25 responden per ruas jalan. Kuesioner itu diolah dengan mencari nilai rata-rata tingkat gangguan hambatan samping bagi para responden. Dari hasil analisis yang didapat, terdapat beberapa perbedaan urutan antara MKJI 1997 dengan analisis data observasi dan analisis data kuesioner.