cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 861 Documents
ANALISIS PUSHOVER PADA TIANG PANCANG KOTAK TUNGGAL DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Devin Fajar Saputra; Amelia Yuwono; Giovanni Pranata
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 3, Agustus 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i3.5812

Abstract

Permasalahan yang sering terjadi dalam konstruksi pembangunan bangunan adalah gempa. Tidak hanya bangunan tinggi yang memiliki desain tahan gempa, tetapi fondasi pun juga harus memiliki desain tahan gempa agar bangunan diatas fondasi tahan terhadap gempa. Di Indonesia terdapat metode berbasis kinerja untuk menentukan suatu gaya geser gempa dan deformasi lateral yang dilakukan berdasarkan analisis Pushover untuk mendapatkan titik kinerja struktur, yaitu dengan memberikan beban lateral statik tertentu pada struktur, yang kemudian ditingkatkan secara bertahap hingga struktur mencapai suatu batas tertentu atau mengalami kegagalan struktur, sehingga didapatkan kurva kapasitas. Lalu dengan metode ATC-40 kurva kapasitas tersebut dirubah kedalam kurva ADRS atau menjadi spektrum kapasitas. Selanjutnya kurva spektrum kapasitas dan kurva demand spektrum disajikan dalam satu grafik ADRS. Dalam grafik dengan format ADRS tersebut akan ada titik perpotongan yaitu disebut sebagai titik kinerja. Hasil penelitian menunjukkan titik kinerja pada tiang memiliki tingkat kinerja Immediate Occupancy, dan drift terkecil berada pada tiang 500x500 dan 400x400 sebesar 0.002 m.
PENGARUH VOID PADA PENAMPANG TIANG FONDASI TERHADAP P-Y CURVE Dave Laurent; Alfred Jonathan Susilo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 1, Nomor 2, November 2018
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v1i2.2676

Abstract

Analisa daya dukung lateral merupakan aspek penting dalam perancangan fondasi untuk mengantisipasi kegagalan fondasi tiang. Salah satu metodenya adalah p-y curve yang merupakan pengembangan dari metode Balok pada Fondasi Winkler. Metode p-y curve memodelkan tanah sebagai pegas non-linier. Metode ini diperkenalkan oleh McClelland dan Focht pada tahun 1956 dalam bentuk kurva hubungan reaksi tanah dengan defleksi akibat beban lateral. Metode p-y curve lebih umum digunakan karena tahap pengerjaannya yang tidak rumit jika dibandingkan dengan metode lainnya dan hasilnya dapat diandalkan. Akan tetapi, metode p-y curve tidak memperhitungkan pengaruh bentuk penampang karena tiang disederhanakan menjadi model tiang satu dimensi dengan pendekatan empiris. Penelitian ini membandingkan pengaruh lubang pada penampang spun pile dan tiang baja tubular terhadap p-y curve menggunakan metode yang diusulkan oleh Georgiadis (2010) dengan p-y curve yang dibentuk dengan program LPILE. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa p-y curve untuk tiang dengan penampang solid lebih kaku daripada tiang dengan penampang void.
ANALISIS KEGAGALAN GROUND ANCHOR PADA TANAH DENGAN KEPADATAN LEPAS LUNAK SAMPAI SEDANG Lorenzio Lorenzio; Chaidir A Makarim
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 3, Agustus 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i3.5817

Abstract

Pada proses pembangunan suatu konstruksi kerap dijumpai pekerjaan penggalian basement, yang dilakukan dari permukaan tanah sampai pada kedalaman tertentu sesuai dengan kebutuhan pembangunan konstruksi tersebut Konstruksi galian basement lazim menggunakan dinding penahan tanah yang disokong oleh komponen struktur penyokong.. Struktur penyokong tersebut dapat berupa ground anchor, soil nailing, dan lain-lain yang bekerja saling memperkuat dengan dinding penahan tanah. Namun pada beberapa kasus, sering dijumpai adanya kegagalan konstruksi galian basement yang melibatkan komponen struktur ini. Kasus kegagalan konstruksi galian basement yang belum lama terjadi di Indonesia merupakan suatu contoh kasus kegagalan nyata pada komponen struktur tersebut, hal tersebut diduga terjadi karena kesalahan konsultan struktur dalam perancangan serta diperburuk dengan kondisi di lapangan yang bermasalah sehingga struktur penyokong yang semula bertujuan untuk memperkuat dinding penahan tanah tidak dapat berfungsi secara optimal. Penelitian ini akan mengupas penyebab gagalnya ground anchor dengan melakukan simulasi galian basement secara komprehensif sesuai dengan data aktual lapangan.
PENERAPAN RESOURCE LEVELING DENGAN METODE ALGORITMA GENETIKA PADA PROYEK KONSTRUKSI DI JAKARTA Hendy Hendy; Henny Wiyanto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 1, Nomor 2, November 2018
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v1i2.2679

Abstract

Tenaga kerja merupakan salah satu sumber daya yang berpengaruh terhadap penyelesaian proyek konstruksi. Pada fase konstruksi sering kali muncul masalah yang berkaitan dengan pengaturan tenaga kerja. Fluktuasi kebutuhan tenaga kerja yang tajam menyebabkan kebutuhan puncak tenaga kerja harian menjadi tinggi. Untuk itu diperlukan suatu cara untuk mengatasi fluktuasi yang tajam tersebut yaitu dengan perataan tenaga kerja. Perataan tenaga kerja menggunakan metode algoritma genetika dengan bantuan program Evolver. Hasil penelitian pada proyek X menunjukkan bahwa perataan tenaga kerja pada tenaga kerja (tukang batu, tukang kayu, dan tukang besi) berpengaruh terhadap kebutuhan puncak tenaga kerja harian. Terjadi penurunan kebutuhan puncak tenaga kerja tukang besi dari 77 orang menjadi 70 orang. Efisiensi yang terjadi adalah 9,1%. Dapat disimpulkan bahwa perataan tenaga kerja yang dilakukan pada penelitian ini dapat mengurangi kebutuhan puncak tenaga kerja.
ANALISIS PENGARUH PARAMETER DEWATERING TERHADAP PENURUNAN MUKA AIR TANAH DAN TEGANGAN PADA TANAH Denissa Permatasari; Gregorius Sandjaja Sentosa
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 1, Februari 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i1.3029

Abstract

Dewatering sangat dipengaruhi oleh parameter dewatering, yaitu dalam penelitian ini adalah koefisien permeabilitas dan storage coefficient. Penelitian ini menggunakan data dari studi kasus suatu proyek di Jl. Sudirman, Jakarta Pusat untuk menganalisis parameter-parameter tersebut. Untuk analisis akurasi rumus empiris yang digunakan sebagai sumber alternatif koefisien permeabilitas selain dari tes lapangan dan laboratorium, dilakukan pemodelan dengan program GeoStudio SEEP/W. Dari hasil pemodelan SEEP/W ditemukan bahwa muka air tanah pada model dengan nilai koefisien permeabilitas dari rumus Gustafson, yang menggunakan ukuran butir tanah, paling mendekati muka air tanah dari data lapangan. Untuk analisis storage coefficient ditemukan bahwa tiap 1% storage coefficient menghasilkan volume air sebesar 8.7104 m3. Penurunan muka air tanah juga menimbulkan perubahan tegangan tanah pada struktur penahan tanah yang digunakan di proyek tersebut, yaitu D-wall. Penelitian ini juga menganalisis efek perubahan tegangan tanah tersebut sebagai perbedaan lendutan yang terjadi pada D-wall. Ditemukan bahwa penurunan beda muka air tanah di kedua sisi D-wall sebesar 3m mengurangi lendutan di tengah bentang terpanjang D-wall sebesar 2.2mm.
ANALISIS POTENSI PENERAPAN SISTEM RAINWATER HARVESTING PADA APARTEMEN MADISON PARK Suryadi Suhuyanly; Wati A Pranoto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 3, Agustus 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i3.5822

Abstract

Indonesia merupakan wilayah dengan curah hujan yang tinggi dan cenderung terdistribusi secara merata sepanjang tahun tanpa ada perbedaan yang mencolok antara musim hujan dan kemarau. Potensi sumber air bersih alami ini, apabila di manfaatkan dalam bentuk sistem Rainwater Harvesting di lokasi Apartemen Madison Park dapat menghemat air bersih per harinya sekitar 27,0497% pada hari hujan dari kebutuhan air harian menurut perhitungan SNI 03-7065-2005. Sedangkan menurut data tagihan bulanan air, sistem Rainwater Harvesting apabila diterapkan dapat menghemat air hingga 35,766% pada hari hujan. Biaya air PAM yang dapat dihemat per tahun sebesar Rp 46.700.670, -. Kemudian bak penampung yang dibutuhkan untuk menampung air hujan total sebesar 27 m3
ANALISIS JEMBATAN PRATEGANG BOX GIRDER DENGAN INCREMENTAL LAUNCHING METHOD Michelle Michelle; FX Supartono
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 2, Mei 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i2.6933

Abstract

The purpose of this research is to gain a broader understanding in analysing bridges that are built in stages. With Incremental Launching Method, bridges are casted in segments behind one of the abutments and launched over piers. Therefore, this method has little effect on surroundings and much efficient for constructions of highways or railroad lines. This method uses 40 meter long nose made of steel and is connected to the front part of the bridge to reduce the cantilever moment that occurs. The structure of the bridge is modelled in Midas Civil. 31 centric pre-stressing tendons are used during launching, whereas 20 tendons are placed in the top flanges and 11 tendons are placed in the bottom flanges. 2 pre-stressing tendons are placed in each web, to be tensioned after the bridge has reached its final position. The results from analysis using Midas Civil stated that the tendons used are sufficient to withstand the stresses due to dead load and live load.AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh pemahaman yang lebih luas dalam menganalisis jembatan yang dibangun secara bertahap. Dengan Incremental Launching Method (ILM), jembatan dicor per segmen di belakang salah satu abutmen dan diluncurkan diatas tiang setelah beton mencapai kekukatannya. Oleh karena itu, metode ini memiliki efek yang sedikit pada lingkungan dan sangat efisien untuk pembangunan jalan raya atau jalur kereta api. Metode ini menggunakan nose sepanjang 40 meter yang terbuat dari baja dan disambungkan pada bagian depan jembatan untuk mengurangi momen kantilever yang terjadi. Model struktur jembatan dibuat dalam program Midas Civil menggunakan wizard ILM. 31 tendon centric prestressing digunakan selama peluncuran, 20 ditempatkan di flens atas box girder dan 11 ditempatkan di bawah. 2 tendon ditempatkan di masing-masing web yang akan ditarik setelah jembatan berada di posisi akhir.  Hasil dari analisis menggunakan Midas Civil menunjukan bahwa tendon yang digunakan cukup untuk menahan tegangan akibat beban mati dan beban hidup.
ANALISIS KAPASITAS JARINGAN DRAINASE DI PASAR KEMIS CIKUPA KABUPATEN TANGERANG Daniel David Camberra Simanungkalit; Arianti Sutandi; Vittorio Kurniawan
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 2, Mei 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i2.7017

Abstract

Urban drainage is drainage in part or entire areas (cities), which is to manage/control surface water, so that it doesn’t disturb and/or harm people. This study aims to determine the size of the existing drainage channel whether it is able to accommodate the maximum discharge from the analysis of rainfall frequency in Pasar Kemis-Cikupa area. For this reason, there are several things that need to be analyzed. First is the rainfall plan, then selection of the rainfall distribution that will be used for testing using the Chi-Square Test and Kolmogorov-Smirnov Test and the data used is the rainfall data for the past 15 years, then after testing the results obtained, the method of calculating the rainfall, can be analyzed with the Log Pearson Type-3 which obtained results is 134,36 mm with a return period of 5 years, after that the analysis continues to calculate the intensity of rainfall in this study using the mononobe method, for the next analysis is the calculation of the discharge plan 5-year return period in this study using the rational method. After all the analyzes were carried out, it was concluded that the existing drainage wasn’t able to accommodate the discharge from the hydrological plan.AbstrakDrainase perkotaan adalah drainase di bagian atau seluruh wilayah (kota), yang berfungsi mengelola/mengendalikan air permukaan, sehingga tidak mengganggu dan/atau merugikan masyarakat. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui ukuran dari saluran drainase eksisting apakah sudah mampu menampung debit maksimum dari hasil analisis frekuensi curah hujan di daerah Pasar Kemis-Cikupa. Untuk itu ada beberapa hal yang perlu dianalisis pertama adalah curah hujan rencana, dalam pemilihan metode distribusi curah hujan rencana yang akan digunakan untuk diuji, dengan menggunakan Uji Chi-Square  dan Uji Kolmogorov-Smirnov dan data yang digunakan adalah data hujan selama 15 tahun terakhir, lalu setelah diuji didapat hasil bahwa metode perhitungan curah hujan rencana untuk data dalam penelitian ini dapat dianalisis dengan metode distribusi Log Pearson Tipe-3 yang didapat hasil sebesar 134,36 mm dengan periode ulang 5 tahun, setelah itu analisis dilanjutkan untuk perhitungan intensitas hujan yang dalam penelitian ini dengan menggunakan metode mononobe untuk analisis selanjutnya adalah perhitungan debit rencana periode ulang 5 tahun yang dalam penelitian ini menggunakan metode rasional. Setelah semua analisis tadi dilakukan didapat hasil yang menyimpulkan bahwa drainase eksisting tidak mampu lagi untuk menampung debit dari hasil hidrologi rencana.
STUDI PENGARUH MATERIAL GEOSINTETIK DALAM DISTRIBUSI BEBAN KERJA PADA KONSTRUKSI JALAN DI ATAS TANAH LUNAK Sastrawinata Sastrawinata; Andryan Suhendra
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 1, Februari 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i1.7055

Abstract

Soft soil is commonly become the main problem in various types of construction processes. It causes a very big load distribution in soils that will affect the construction process that will take place.  Soft soils have a low bearing capacity which can result in loss, costs that become more expensive to construction safety, that is, structures that are made unable to stand stable and are not sturdy. This can be prevented by stabilizing soft soils using geotextile reinforcement. Geotextile material works using membrane effect method which only relies on its own tensile strength which can help to reduce the load distribution that occur on sof soils. In one of the road projects in Jakarta, road will be made with very soft soil subgrade. To reduce the load distribution, embankment is carried out on existing land with geotextile reinforcement in between. This geotextile material is proven to reduce the load distribution that occurs in soft soils so the value of the load distribution will be smaller. For more effective use, the geotextile used in this project must be placed at 0,2 metres height above the subgrade. AbstrakTanah lunak seringkali menjadi sumber masalah yang paling banyak terjadi pada berbagai jenis proses kontruksi. Tanah ini menyebabkan distribusi beban yang terjadi sangatlah besar sehingga akan berpengaruh terhadap proses konstruksi yang akan berlangsung. Tanah lunak mempunyai daya dukung yang sangat kecil yang dapat mengakibatkan kerugian, mulai dari kerugian biaya yang menjadi lebih mahal hingga keselamatan konstruksi, yaitu struktur yang dibuat tidak mampu berdiri stabil dan tidak kokoh. Hal ini dapat dicegah dengan menstabilisasi tanah lunak dengan menggunakan perkuatan geotekstil. Material geotekstil bekerja menggunakan metode membrane effect yang hanya mengandalkan kuat tariknya sendiri yang dapat membantu mengurangi distribusi beban yang terjadi pada tanah lunak. Pada salah satu proyek jalan di Jakarta, akan dibuat jalan dengan tanah dasar tanah yang sangat lunak. Untuk membantu dalam mengurangi distribusi beban yang terjadi, dilakukan penimbunan tanah di atas tanah eksisting dengan perkuatan geotekstil di antaranya. Material geotekstil ini terbukti dapat mengurangi distribusi beban yang terjadi pada tanah lunak sehingga nilai distribusi beban yang terjadi menjadi lebih kecil. Untuk penggunaan yang lebih efektif, letak geotekstil yang digunakan pada proyek ini harus diletakkan pada ketinggian 0,2 meter di atas tanah dasar.
PENGARUH ELECTRONIC ROAD PRICING TERHADAP VOLUME LALU LINTAS PADA RUAS JALAN BLOK M – KOTA randy senapati; Najid Najid
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 1, Februari 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i1.7002

Abstract

Electronic road pricing is a prepaid road which is used to decrease the traffic volume with put on the on board unit device as the payment tool. The high number of vehicle volume at Jakarta become one of the main reason of electronic road pricing used at the traffic. On this research will be discussed about the condition of Blok M – Kota traffic situation, this road is a main access for people especially to work. to analyze the vehicle volume will be using direct observation method to get the volume, velocity and intensiveness of the traffic. Direct observation will be used to watch vehicle such as motorcycle, light vehicle and weight vehicle. With observation data we will get graphic about the connectivity between velocity and intensiveness that will be modified with questionnaire. Questionnaire data will be spreaded out to get the percentage of decreased volume and estimated price for electronic road pricing. the price and time will be processed with analysis of variance method (ANOVA) asissted with SPSS program. With this research, we expected to learn the electronic road pricing with most efficient price to decrease the vehicle volume at Blok M – Kota road. AbstrakElectronic Road Pricing adalah jalan berbayar yang digunakan untuk mengurangi volume lalu lintas dengan cara memasangkan alat On Board Unit sebagai alat pembayarannya. Tingginya volume kendaraan di Jakarta menjadi alasan utama Electronic Road Pricing digunakan pada lalu lintas. Pada penelitian ini, dibahas mengenai kondisi lalu lintas Blok M – Kota, ruas jalan ini merupakan akses pengguna jalan untuk menuju perkantoran dan tempat wisata. Untuk menganalisa volume kendaraan akan digunakan metode observasi langsung untuk mendapatkan volume, kecepatan dan kepadatan lalu lintas. Observasi langsung dilakukan dengan memperhatikan kendaraan bermotor roda dua, kendaraan ringan dan kendaraan berat. Dengan data observasi akan didapat grafik hubungan antara kecepatan dan kedapatan yang akan dimodifikasi dengan data kuesioner. Data kuesioner disebar untuk mendapatkan persentase penurunan volume dan perkiraan harga Electronic Road Pricing untuk mengurangi volume lalu lintas. Pilihan harga dan waktu akan diolah dengan metode analysis of variance (ANOVA) dengan dibantu program SPSS. Diharapkan pada analisis penelitian ini dapat mengetahui biaya Electronic Road Pricing yang paling efisien untuk mengurangi volume kendaraan pada ruas jalan Blok M – Kota.