cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 861 Documents
ANALISIS PERBANDINGAN METODE MATERIAL REQUIREMENTS PLANNING (MRP) DENGAN METODE PENGENDALIAN MATERIAL DI PROYEK A Devi Aprilliana Lienardo; Oei Fuk Jin
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 2, Mei 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i2.7045

Abstract

ABSTRACTPlanning an economical cost budget with fast work time, but not ignoring the quality of the building is the main objective of the construction project. To achieve these objectives requires proper project control, one of which is material control. Poor material control will cause work progress to be delayed, even affecting planned costs. One material control method that can be used is the Material Requirements Planning method (MRP). There are 2 types of lot sizing techniques in MRP, namely Lot For Lot (LFL) and Part Period Balancing (PPB). Based on the results of the analysis between the Material Requirements Planning (MRP) method and the project A method, it was found that the MRP method produces the most economical cost for concrete materials f’c 25 Mpa (Rp 137.415.000,00) and concrete steel (the overall cost of concrete iron is Rp. 19.993.374392,00), while for formwork material (Rp. 227.185.116,00) the project A method produces the most economical cost. Based on the analysis of the two lot sizing techniques in the Material Requirements Planning (MRP) method, the Part Period Balancing technique produces the most economical cost for all materials.ABSTRAKPerencanaan anggaran biaya yang ekonomis dengan waktu pekerjaan yang cepat, tetapi tidak mengesampingkan kualitas bangunan merupakan tujuan utama proyek konstruksi. Untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan pengendalian proyek yang tepat, salah satunya pengendalian material. Pengendalian material yang buruk akan menyebabkan progres pekerjaan menjadi tertunda, bahkan mempengaruhi biaya yang sudah direncanakan sebelumnya. Salah satu metode pengendalian material yang dapat digunakan adalah metode Material Requirements Planning (MRP). Ada 2 jenis teknik lot sizing pada MRP, yaitu Lot For Lot (LFL) dan Part Period Balancing (PPB). Berdasarkan hasil analisis antara metode Material Requirements Planning (MRP) dengan metode proyek A, didapati bahwa metode MRP menghasilkan biaya yang paling ekonomis untuk material beton f’c 25 Mpa (Rp 137.415.000,00) Mpa dan besi beton (biaya keseluruhan besi beton Rp. 19.993.374392,00), sedangkan untuk material bekisting (Rp. 227.185.116,00) metode proyek A menghasilkan biaya yang paling ekonomis. Berdasarkan hasil analisis antara kedua teknik lot sizing yang ada pada metode Material Requirements Planning (MRP), teknik Part Period Balancing menghasilkan biaya paling ekonomis untuk setiap material.
ANALISIS TIMBUNAN DI ATAS LAPISAN TANAH GAMBUT DENGAN METODE PRELOADING DI KALIMANTAN TENGAH Cristian Matthew; Chaidir Anwar Makarim
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 2, Mei 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i2.6976

Abstract

Road Construction above peat soil will increase drastically at the end of 2019, if we don’t know the characteristic dan behavior of peat soil, many construction problems and failures will occur. Peat soil has a low bearing capacity and high deformation. This research aims to find out slope embankment stability and total settlement of the subgrade road embankment construction that calculated with guidance from Pd T-06-2004-B above peat soils in Central Kalimantan. This case study focused on one of the bore holes that had a thick layer of peat soil and then improved it using the pre incremental loading method. Slope embankment stability analysis based on Pd T-06-2004-B using the bishop simplified method produces a safety factor of 1.59 and analysis of the total settlement of the subgrade with conventional methods results in a total reduction of 0.2793 m over the 10-year embankment service period which means the pre-loading construction method meets the minimum requirements for embankment heights with elevation from subgrade +2.22 m > +1.8 m. AbstrakPembangunan konstruksi jalan di atas tanah gambut akan meningkat secara drastis di akhir tahun 2019, apabila kita tidak mengetahui sifat dan karakteristik dari tanah gambut itu sendiri maka akan terjadi banyak masalah atau kegagalan konstruksi. Tanah gambut atau yang lebih dikenal dengan nama peat soil memiliki daya dukung tanah yang rendah dan penurunan yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas lereng timbunan dan penurunan tanah pada konstruksi timbunan jalan yang dihitung dengan pedoman Pd T-06-2004-B di atas lapisan tanah gambut di Kalimantan Tengah. Studi kasus ini difokuskan terhadap salah satu bore hole yang memiliki lapisan tanah gambut yang tebal kemudian diperbaiki dengan metode prapembebanan bertahap. Analisis stabilitas lereng timbunan berdasarkan Pd T-06-2004-B dengan menggunakan metode bishop simplified menghasilkan faktor keamanan 1.59 dan analisis penurunan total lapisan tanah dasar dengan metode konvensional menghasilkan penurunan total sebesar 0.2793 m selama masa layanan timbunan 10 tahun yang berarti metode konstruksi prapembebanan memenuhi syarat minimum ketinggian timbunan dengan elevasi dari tanah dasar +2.22 m > +1.8 m.
Penerapan Value Engineering Dalam Pemilihan Jenis Beksiting Kolom Beton Pada Konstruksi Gedung Bertingkat Steven Steven; Jane Sekarsari Tamtana
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 2, Mei 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i2.6984

Abstract

ABSTRACTValue engineering is a sistematic and structured approach to increase the value of a project, product, and process. Value engineering helps in achieving an optimum balance between function, performance, quality, safety, and cost, so that the maximum value for a project can be achieved. In its application, value engineering can be used to analyze a project as a whole or to analyze specific works in a project, one of them is the formwork installation. Formwork is a temporary structure used to support and protect fresh concrete until it could support itself. Based on the function of the formwork itself, formwork becomes an inseparable part of a building’s structural component making process such as beam, colum, slab, etc. In this study, an analysis to determine the best type of formwork for the construction of a building’s columns using value engineering analysis was done. Based on the results of this study, it can be concluded that aluminium formwork is the best alternative for column formwork and quality is the most influential criteria on the installation of column formwork. ABSTRAKValue engineering adalah sebuah pendekatan yang sistematis dan terstruktur untuk meningkatkan nilai suatu proyek, produk, dan proses. Value engineering membantu dalam mencapai keseimbangan yang optimum antara fungsi, performa, kualitas, keamanan, dan biaya, sehingga dapat dicapai nilai yang maksimum untuk suatu proyek. Dalam penerapannya, value engineering dapat digunakan untuk menganalisis suatu proyek secara keseluruhan maupun menganalisis pekerjaan-pekerjaan dalam suatu proyek secara spesifik, salah satunya adalah pekerjaan pemasangan bekisting. Bekisting adalah suatu struktur sementara dengan tujuan untuk mendukung dan melindungi beton segar sampai beton tersebut dapat mendukung diri sendiri. Berdasarkan fungsi dari bekisting itu sendiri, maka bekisting menjadi suatu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari proses pembuatan komponen struktur suatu gedung bertingkat seperti balok, kolom, pelat, dan struktur-struktur lainnya. Dalam penelitian ini, dilakukan analisis untuk menentukan jenis bekisting terbaik untuk digunakan dalam konstruksi kolom gedung bertingkat dengan menggunakan analisis value engineering. Berdasarkan hasil dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa bekisting aluminium merupakan alternatif terbaik untuk bekisting kolom dan kriteria mutu/hasil cetakan beton merupakan kriteria yang paling berpengaruh terhadap pekerjaan pemasangan bekisting kolom.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS PEKERJA PADA PELAKSANAAN KONSTRUKSI GEDUNG BERTINGKAT Yodie Hernandi; Jane Sekarsari Tamtana
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 2, Mei 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i2.6985

Abstract

ABSTRACTConstruction competition in Indonesia at globalization era is very tight because the presence of foreign contractors in the domestic market. Along with the development of technology in construction sector, request for a skilled, trained, and proven worker with high productivity is very needed. Various obstacles may occur in the field that will affect the quality factors, costs, and time that has been planned. The purpose of study is to determine the factors that affect worker productivity. The research method used in this study is a survey method and processed by validity, reliability and descriptive statistical methods. After analyzing the data, concluded that there are 10 factors which affect the productivity of workers in the implementation of multi-storey building construction, work drawings changes, limited work area, weather changes, lack of space to rest, material availability, working at height, construction implementation methods , damaged equipment, misunderstandings between workers, and inspection delays. However, the factor that most influences worker productivity is material availability which can make work delayed.ABSTRAKPersaingan kontraktor di Indonesia pada era globalisasi sangat ketat karena hadirnya kontraktor asing ke pasar konstruksi domestik. Seiring berkembangnya teknologi konstruksi pada saat ini, kebutuhan terhadap tenaga kerja yang terampil, terlatih, dan terbukti memiliki produktivitas tinggi sangat dibutuhkan. Berbagai kendala mungkin terjadi di lapangan yang akan mempengaruhi faktor mutu, biaya, dan waktu yang telah direncanakan. Sehingga, seorang manajemen proyek harus dapat menemukan faktor-faktor yang menyebabkan masalah tersebut dan memikirkan solusi untuk masalah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas pekerja pada konstruksi gedung bertingkat. Metode penelitian yang akan digunakan dalam studi ini adalah metode survei dan diolah dengan uji validitas, uji realibilitas dan metode statistik deskriptif. Setelah dilakukan analisis data, dapat disimpulkan terdapat 10 faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas pekerja pada pelaksanaan konstruksi gedung bertingkat yaitu faktor perubahan gambar kerja, keterbatasan area kerja, terdapatnya perubahan cuaca, kurangnya tempat untuk beristirahat kurangnya ketersediaan material, bekerja di ketinggian, metode pelaksanaan konstruksi, peralatan yang rusak, terjadi kesalahpahaman antar pekerja, serta keterlambatan inspeksi. Namun, faktor yang paling mempengaruhi produktivitas pekerja adalah faktor kurangnya ketersediaan material yang dapat membuat pekerjaan menjadi tertunda.
PENGARUH ELECTRONIC ROAD PRICING TERHADAP VOLUME LALU LINTAS PADA RUAS JALAN GATOT SUBROTO Stevanus Stevanus; Najid Najid
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 2, Mei 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i2.7003

Abstract

Electronic Road Pricing is an electronic toll collection scheme used to reduce traffic volume by setting up a device called On Board Unit as the pricing system. ERP is implemented due to Jakarta high traffic volume. This research will discuss about the traffic condition at Gatot Subroto road. This road is the access road to business disrict and tourist areas. To analyze traffic volume, observation method will be used to obtain volume, speed and traffic density. Direct observation will be done by taking into account motorcycles, light vehicles and heavy vehicles. Relationship between speed and density can be shown from the graphic obtained from observation data, which will be modified with questionnaire data. Questionnatire data is distributed to acquire the percentage of volume reduction dan estimated price. Electronic Road Pricing to reduce traffic volume. Price range and timing will be processed with variance analysis method (ANOVA) along with SPSS program. The analysis of this research is expected to identify which pricing of Electronic Road Pricing is most efficient to reduce traffic volume at Gatot Subroto road. AbstrakElectronic Road Pricing adalah jalan berbayar yang digunakan untuk mengurangi volume lalu lintas dengan cara memasangkan alat On Board Unit sebagai alat pembayarannya. Tingginya volume kendaraan di Jakarta menjadi alasan utama Electronic Road Pricing digunakan pada lalu lintas. Pada penulisan ini, dibahas mengenai kondisi lalu lintas Gatot Subroto, ruas jalan ini merupakan akses pengguna untuk menuju perkantoran dan tepat wisata. Untuk menganalisa volume kendaraan akan digunakan metode observasi langsung untuk mendapatkan volume, kecepatan dan kepadatan lalu lintas. Observasi langsung dilakukan dengan memperhatikan kendaraan bermotor roda dua, kendaraan ringan, dan kendaraan berat. Dengan data observasi akan didapat grafik hubungan antara kecepatan dan kedapatan yang akan dimodifikasi dengan data kuesioner. Data kuesioner disebar untuk mendapatkan persentase penurunan volume dan perkiraan harga. Electronic Road Pricing untuk mengurangi volume lalu lintas. Pilihan harga dan waktu akan diolah dengan metoda analysis of variance (ANOVA) dengan dibantu program SPSS. Diharapkan pada analisis dari penelitian ini dapat mengetahui biaya Electronic Road Pricing yang paling efisien untuk mengurangi volume kendaraan pada jalan Gatot Subroto.
PROSES ANALISA DINDING GALIAN BASEMENT 7 LANTAI DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Novia Sabina; Chaidir Anwar Makarim
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 1, Februari 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i1.6980

Abstract

Limited area for construction can be overcome by build a multi-story building with basement. Basement is quite common in Jakarta, the things that attracted is basement with 7 stories. This basement construction use a diaphragm wall with 1 meter thickness for the retaining wall and installation strut every 4 meter. Deformation for diaphragm wall is calculated by finite element method application and mohr-coloumb soil modeling. This calculation based on soil type from each drill point and water table when it high or common. From the calculation, maximum deformation diaphragm wall for BH-5 when water table high is 235,86 mm and when water table at -3 m is 209,6 mm. Maximum deformation diaphragm wall for BH-7 when water table high is213,9 mm and when water table at -3 m is 197,18 mm. There are several things that need to concern when constructed basement and deep excavation, in case to avoid failure.AbstrakKeterbatasan lahan untuk pembangunan dapat diatasi dengan pembangunan gedung bertingkat yang dilengkapi dengan basement. Pembangunan basement cukup umum di Jakarta ini, salah satu hal yang menarik perhatian adalah pembangunan basement sebanyak 7 lantai. Pembangunan basement ini menggunakan dinding penahan tanah berupa dinding diafragma dengan ketebalan 1 meter dan pemasangan strut setiap 4 meter. Perhitungan deformasi pada dinding penahan tanah ini dilakukan dengan menggunakan aplikasi metode elemen hingga dan permodelan tanah mohr-coloumb Permodelan dilakukan berdasarkan keadaan tanah pada tiap titik bor dan keadaan muka air saat banjir atau kemarau. Dari perhitungan, didapatkan deformasi maksimum dinding diafragma pada titik bor BH-5 pada muka air banjir adalah 235,86 mm dan pada muka air kemarau adalah 209,6 mm. Untuk deformasi maksimum dinding diafragma pada titik bor BH-7 pada muka air banjir adalah 213,9 mm dan pada muka air kemarau adalah 197,18 mm. Pada saat konstruksi basement dan galian dalam, diperlukan beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak terjadi kegagalan pada saat pembangunan dan penggunaan basement.
ANALISIS PENGARUH PANJANG PROFIL TERHADAP KEKUATAN HEXAGONAL CASTELLATED BEAM DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Patricia Hutami; Leo S Tedianto; Sunarjo Leman
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 1, Februari 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i1.6943

Abstract

Castellated beam actually was an original IWF beam which is cut by several pattern and welded properly in different part to provide higher profile. There are several factors that impact the strength of castellated beam such as, opening angle, cutting width, profile length, etc. This analysis aims to determine the relationship between profile lengths of castellated beam with the strength that the profile could bear until it fully failed, also observing buckling and failure behaviour on castellated beam using finite element method. This issue is necessary due to the characteristic of steel which easily get buckled. This analysis will be assisted by modelling the castellated beam profile using finite element based program. The profile size is IWF 200x100x5,5x8 which is formed into castellated beam size 300x100x5,5x8 with various lengths such as 4 m, 6 m, 8 m, 10 m, and 12 m. The load applied was concentrated load in the middle of the span, with fixed support on both edges of the beam. The results show that the shorter beam profile provides higher strength, and an extreme buckling phenomenon occurs to the longer beam profile, also the longer beam profile fails due to pre-yielding condition, therefore the failure is caused by geometric fails. AbstrakCastellated beam merupakan baja IWF biasa yang dipotong sedemikian rupa kemudian disambung kembali di bagian yang berbeda menggunakan las, sehingga dihasilkan tinggi profil lebih tinggi dari IWF orisinilnya tanpa harus menambah material. Terdapat banyak faktor yang memengaruhi kekuatan dari castellated beam, seperti sudut pemotongan, lebar pemotongan, panjang profil, dll. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara panjang profil dengan kekuatan yang dapat diterima profil tersebut hingga runtuh serta melihat pola buckling dan kegagalan yang terjadi dengan metode elemen hingga. Hal ini merupakan sesuatu yang penting untuk diperhatikan berkaitan dengan sifat baja yang mudah mengalami tekuk atau buckling. Analisis akan dibantu menggunakan program berbasis elemen hingga. Profil yang digunakan yaitu balok IWF berukuran 200x100x5,5x8 yang dibentuk menjadi castellated beam berukuran 300x100x5,5x8 dengan variasi panjang profil 4 m, 6 m, 8 m, 10 m, dan 12 m. Beban merupakan beban terpusat di tengah bentang dengan perletakan pada kedua ujung batang berupa jepit. Hasil analisis menunjukkan bahwa baja dengan panjang profil lebih pendek menghasilkan kekuatan yang lebih tinggi, baja dengan panjang profil lebih panjang cenderung mengalami tekuk yang ekstrim, dan baja dengan profil lebih panjang gagal dalam kondisi baja belum mengalami kelelehan, sehingga kegagalan diakibatkan oleh kegagalan geometris.
ANALISIS PERBANDINGAN NILAI KOEFISIEN PERMEABILITAS TANAH UJI LAPANGAN DAN UJI LABORATORIUM Philip Chen; Gregorius Sandjadja Sentosa
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 1, Februari 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i1.7071

Abstract

The coefficient of permeability (k) results of pumping tests are used as initial data to determine the rate of water seepage in the soil, determining the permeability capability of the soil can be done by measurements in the laboratory and in the field. In reality the permeability coefficient value of field test is not the same as the test in the laboratory. This final project will analyze the difference in value (k) obtained from field and laboratory tests in order to enrich the data in determining the value of permeability coefficient (k). The analysis uses Thiem and Theis method in analyzing the results of pumping tests. And using constant head permeameter to determine the value of the coefficient of permeability (k) in laboratory. From the analysis results obtained by the Thiem method, the permeability coefficient (k) obtained is in the range of  6,8x cm/sec - 2,8x cm/sec, and Theis method is obtained in the range of  6,03x cm/sec - 6,03x cm/sec. Meanwhile the results of the coefficient of soil permeability (k) by the laboratory tests using the constant head permeameter is in the range 1,43x  cm/sec - 8,76x cm/sec. And for calculations using the Hazen method the result is in the range 8,71x cm/sec - 4,35x cm/sec.AbstrakNilai koefisien permeabilitas (k) hasil pumping test digunakan sebagai data awal untuk mengetahui kecepatan rembesan air di dalam tanah, penentuan kemampuan permeabilitas tanah dapat dilakukan dengan pengukuran di laboratorium dan di lapangan. Dalam kenyataannya nilai koefisien permeabilitas uji lapangan biasanya tidak sama dengan uji di laboratorium. Penelitian ini akan menganalisa perbedaan nilai (k) yang didapat dari uji lapangan dan uji laboratorium guna memperkaya data dalam menentukan nikai koefisien permeabilitas (k). Analisa pada penelitian ini menggunakan metode Thiem dan metode Theis dalam menganalisa hasil pumping test pada lapangan. Dan menggunakan constant head permeameter sebagai alat menentukan nilai koefisien permeabilitas (k) pada laboratorium. Serta menggunakan metode rumus empiris Hazen untuk menentukan nilai koefisien permeabilitas (k) berdasarkan ukuran butiran. Dari hasil analisis yang diperoleh dengan metode Thiem nilai koefisien permeabilitas (k) yang didapat berada pada rentang  6,8x m/detik - 2,8x cm/detik, dan dengan metode Theis didapat pada rentang 6,03x cm/detik - 6,03x cm/detik. Sedangkan hasil uji laboratorium menggunakan permeameter constant head mendapatkan hasil nilai koefisien permeabilitas tanah (k) pada rentang 1,43x  cm/detik  -   8,76x cm/detik. Dan didapat hasil 8,71x cm/detik - 4,35x cm/detik untuk perhitungan menggunakan metode Hazen.
PENYEBAB CHANGE ORDER PADA PROYEK PERKERASAN JALAN Philander Edward; Mega Waty
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 1, Februari 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i1.7012

Abstract

In the implementation of construction projects, there are several important elements that must be done well. so that the essential elements can be carried out well, then agreement regarding certain matters is agreed upon by the parties concerned which is called contract. Almost construction projects in Indonesia have experienced contract changes or can be called Change Order. Change Order is an event due to changes in a job that results in changes in time and cost during implementation. To solve the problem of Change order this contract can be finalized and anticipated by knowing the factors causing it in advance. The causal factors are arranged into a questionnaire to find out the main causes of Change Order. The questionnaire was distributed to contractors on the road project. Validity and reliability testing is done on the data obtained from the results of the questionnaire to obtain the consistency and stability of each question in the questionnaire. Valid and reliable question items are further analyzed using the RII method. To find out the main cause, the data is calculated using the RII. The results of the RII ranking technique show that the order acceleration schedule is the main cause of Change Order. AbstrakDalam pelaksanaan proyek konstruksi, terdapat beberapa unsur penting yang harus dilakukan dengan baik. agar unsur unsur penting dapat terlaksana dengan baik maka dibuatlah perjanjian/ kesepakatan antara dua orang atau lebih mengenai hal tertentu yang disetujui oleh pihak pihak yang bersangkutan yang terikat yang disebut kontrak. Hampir seluruh proyek konstruksi di Indonesia mengalami terjadinya perubahan kontrak atau dapat disebut Change Order. Change Order merupakan suatu kejadian akibat perubahan suatu pekerjaan yang mengakibatkan perubahan waktu dan biaya saat pelaksanaan. Untuk mengatasi masalah Change order/ addendum kontrak ini dapat diminalisir dan diantisipasi dengan mengetahui faktor penyebabnya terlebih dahulu. Faktor-faktor penyebab tersebut disusun menjadi sebuah kuesioner untuk mengetahui penyebab utama dari Change Order. Penyebaran kuesioner tersebut dilakukan terhadap kontraktor pada proyek jalan. Pengujian uji validitas dan uji reliabilitas dilakukan terhadap data yang diperoleh dari hasil kuesioner untuk memperoleh keakuratan konsistensi dan kestabilan setiap pertanyaan dalam kuesioner. Butir pertanyaan yang valid dan reliabel dianalisis lebih lanjut menggunakan metode RII. Untuk mengetahui penyebab utama, data dihitung menggunakan teknik ranking RII (Relative Importance Index). Hasil dari teknik ranking RII menunjukan bahwa perintah percepatan jadwal merupakan faktor penyebab utama terjadinya Change Order.
STUDI ANALISIS PERSENTASE WASTE BESI BETON DAN FAKTOR PENYEBABNYA PADA BANGUNAN BERTINGKAT RENDAH DI JAKARTA Liem Antonio Geraldi; Hendrik Sulistio
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 1, Februari 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i1.7070

Abstract

Waste iron material is often found in a construction project. Of course, by knowing what is the cause of waste iron material, the waste of this material can also be controlled and minimized. This research was conducted on a low rise building project in the Jakarta area and its surroundings which aims to find out what percentage volume of waste that occurs, how much loss, and causes the waste steel material. Analysis determine volume of waste and losses to find the number of concrete steel material requirements, the amount of concrete steel material purchase, and unit price of concrete iron material in a project obtained from drawings, weekly / monthly reports, budget plans, and interviews directly to the construction. To find cause of the waste carried out by distributing questionnaires to construction, the variables related to waste concrete iron such as humans, management professionalism, design and documentation, materials, implementation, and external. The results of the questionnaire will processed using the factor analysis with SPSS program in which of the six variables will be grouped based on the value of the relationship and which group of variables will play a major role in the waste of concrete iron material. AbstrakPemborosan material besi beton merupakan suatu hal yang masih sering dijumpai dalam suatu proyek konstruksi. Tentunya dengan mengetahui apa yang menjadi penyebab dari pemborosan material besi beton, maka pemborosan material ini pun dapat dikontrol dan diminimalisir. Penelitian ini dilakukan pada proyek low rise building di daerah Jakarta dan sekitarnya yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar persentase volume pemborosan yang terjadi, berapa besar kerugian yang diakibatkan, dan apa saja penyebab terjadinya pemborosan dari material besi beton. Analisis yang dilakukan untuk mengetahui besar volume pemborosan dan kerugiannya adalah dengan mencari angka kebutuhan material besi beton, jumlah pembelian material besi beton, dan harga satuan material besi beton dalam suatu proyek yang dapat diperoleh dari gambar kerja, laporan mingguan/bulanan, rencana anggaran biaya, dan wawancara langsung kepada pihak pelaku konstruksi. Untuk mengetahui penyebab pemborosannya akan dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada pelaku konstruksi yang berisikan tentang variabel-variabel yang berhubungan dengan pemborosan material besi beton seperti manusia, profesionalitas menejemen, desain dan dokumentasi, material, pelaksanaan, dan kendala luar. Hasil dari kuesioner akan diolah menggunakan metode analisis faktor dengan bantuan program SPSS dimana dari keenam variabel tersebut akan dikelompokkan berdasarkan nilai keterkaitannya dan akan diperoleh kelompok variabel mana yang berperan besar dalam pemborosan material besi beton tersebut.